32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 15426

Pakai Knalpot Bolong dan Lampu Putih, Tilang Saja

0811636xxx
Kepada bapak Kepolisian tolong kendaraan sepeda motor yang lampu belakangnya berubah warna menjadi putih ditindak pak, karena sangat mengganggu kendaraan yang di belakangnya saat mengerem. Terimakasih buat Sumut Pos terus maju dan sukses.

085760793xxx
Knalpot bolong, hari gini masih ada juga anak muda, anak sekolah bahkan orang tua menggunakan sepeda motor dengan knalpot bolong. Ya ampun tak pantas kalian ada di Kota Metropolitan Medan ini bung. Anda orang kota sudah maju zaman, kalian seharusnya malu, sudahlah ganti aja dengan yang suara sejuk dan teduh. Kami malu sendiri bila melihat kalian. Gantengpun kalian, orang jadi mau muntah malu ah sama orang yang pakai knalpot bolong.

Kami Tilang

Terimakasih informasinya, sesuai aturan lalulintas, setiap kendaraan yang dirubah bentuknya. Seperti accessories lampu transparan atau putih dan knalpot bolong bisa ditilang. Kami dari jajaran kepolisian mulai saat ini mengingatkan kepada para penjual accessories untuk tidak lagi menjualnya.

Apabila masih kami temui juga di jalanan menggunakan kedua accessories tersebut, kami tidak segan-segan menjatuhkan tilang kepada para pengendara sepeda motor.  Kami imbau kepada para pengendara untuk tetap menjaga ketertiban dan ketentraman berlalulintas, sebab ketertiban adalah citra bangsa. Baiknya, kita sama-sama malu bila tak tertib di jalan raya, termasuk untuk penambahan accessories yang bisa mengganggu orang lain.

I Made Ary
Kasat Lantas Polresta Medan

Segera Tertibkan

Amanat aturan lalulintas harus dijadikan panglima untuk menertibkan lalulintas di Kota Medan. Sebab, tertibnya lalulintas merupakan ciri khas dari masyarakatnya. Jika sekarang seluruhnya dinyatakan masyarakat Kota Medan mau dibilang sopan dan tertib, maka perbaikilah dari sisi lalulintasnya.

Apabila banyak keluhan sekarang ini knalpot bolong dan lampu putih transparan mengganggu pengendara lainnya, lebih baik segera dilakukan penertiban. Sebaiknya, penertiban tidak hanya dari mulai konsumennya, melainkan harus dari produsennya, karena muaranya ada di tempat itu.

Selanjutnya, pihak kepolisian mulai saat ini harus melakukan pengecekan di setiap produsen accessories, dengan cara itulah yang memungkinkan bisa dilakukan penertiban accessories yang akan diluncurkan, kemudian harus ada rekomendasi juga untuk pemasarannya dari bagian Lalulintas.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Medan

Semoga Allah Sayang Padanya…

Lagi, Bocah Dua Tahun Derita Atresia Billier

MEDAN- Di usianya yang masih terlalu muda, Noval Attaya (2), harus menerima kenyataan pahit. Pasalnya, buah hati pasangan Sri Mulyani (30) dan Kusnadi (32) ini memiliki kelainan hati yang hampir serupa dengan yang dialami almarhumah Melati alias Imel (6), bocah penderita Atresia Billier asal Belawan yang telah tiada sejak Senin (7/2) lalu.

Saat dikunjungi di rumah kontrakannya di kawasan Jalan Sei Belutu, Gang  Melintang I nomor 21, terlihat sekujur tubuh sang bocah, termasuk bagian mata menguning, membesarnya bagian perut dan kaki serta berat badan tidak wajar yang hanya 8,9 kilogram.

Kecurigaan Sri Mulyani atas kelainan yang dialami anak semata wayangnya itu mulai tampak sejak Noval berusia 1,5 tahun. Sri merasakan keanehan saat akan mengolesi minyak angin ke bagian perut anaknya. Dia melihat adanya benjolan pada bagian perut Noval.

Awalnya, Sri hanya menyikapi biasa dengan benjolan yang dilihatnya, namun lambat laun banyak perubahan yang dialami anaknya. Selain sering mengalami muntah ketika diberikan makan, dinding mulut bagian atas buah hatinya juga terlihat pecah-pecah seperti mengalami panas dalam.

Khawatir, Sri Mulyani lalu membawa Noval ke seorang dokter, bernama Yuzid untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil USG yang dilakukan ternyata menampakkan pembengkakan pada bagian hati sang bocah. Mengetahui hasil itu, sang dokter kemudian merujuk Noval ke Prof Bidah Sari.

“Saat dia menjalani scanning, hasilnya terdapat benjolan-benjolan kecil yang menempal pada hati Noval,” ujarnya dengan keluh. Untuk memastikan jenis penyakit yang dialmi anaknya, selanjutnya Prof Bidah menyarankan pihak keluarga untuk segera merujuk buah hatinya ke Rumah Sakit Cipto Mangonkusumo (RSCM) Jakarta.
Ketiadaan biaya mengharuskan Noval mengharuskan keluarga membawa sang bocah berobat ke pengobatan alternatif.

Berharap kondisi kesehatan Noval membaik, namun yang terjadi justru sebaliknya. Tubuh bocah yang kurus dan mungil itu semakin menguning, perut membesar (buncit), kaki membengkak, serta selera makan hilang. Parahnya lagi, dinding mulut bagian atas sang bocah juga sering mengeluarkan darah.

Puncaknya, pada Sabtu (1/4) lalu, kondisi Noval benar-benar memburuk, darah terus mengalir dari mulut bagian atasnya. Ia pun harus dilarikan ke RS Permata Bunda untuk mendapatkan penanganan mendis.

Meskipun kondisinya cukup membaik, namun penyakitnya hingga kini belum mengalami perubahan. “Setidaknya sudah sepuluh juta uang yang telah kami keluarkan untuk biaya perobatannya di rumah sakit. Saat ini kami sudah tidak memiliki biaya lagi, sementara jaminan kesehatan juga tidak ada. Jadi berobat secara alternatif sajalah bisanya. Semoga Allah sayang kepadanya, jadi penyakitanya dapat sembuh,” ungkap Sri dengan nada sedih.

Bahkan, untuk biaya peroabatan buah hatinya, Sri Mulyani mengaku rela  mengutang kepada sejumlah kerabat, demi kesembuhan sang bocah. Mengandalkan gaji Kusnadi yang keseharian bekerja sebagai leashing tidaklah cukup.
Berpenghasilan Rp1,5 juta per bulan yang harus dibagi untuk biaya hidup sehari-hari, serta biaya kontrakan dan kebutuhan lainnya, pengobatan secara medis tidak akan mungkin lagi dapat dilakukan keluarga. Pihak keluarga tak mampu berbuat banyak dan hanya hanya bisa pasrah, kepada sang Ilahi.

Hati nurani seorang ibu itu hanya bisa berharap keajaiban demi kesembuhan anaknya yang dilahirkan pada 29 Maret 2009 lalu secara cesar ini. Uluran tangan para dermawanlah yang kini mampu meringankan kesedihan dan kegundahan Sri Mulyani dan suami tercintanya. “Meski ini bukan yang diinginkan, namun memang begini lha kondisi kami. Tak cukup biaya untuk membawa Noval berobat,” ucapnya.

Namun kehadiran anggota DPD RI Parlindungan Purba, sekretaris Komisi B DPRD Medan, Khairuddin Salim, Dirut RS Djoelham Binjai Drg Susyanto serta petugas Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, Rosdiana di kediaman Noval menjawab kegundahan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Parlindungan mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan Jamkesmas Noval. “Kita minta pemerintah segera mengeluarkan Jamkesmasnya. Dalam hal ini, yang sangat miskin dalam hal ini dari Dinas Sosial,” katanya.

Hal ini sambung Parlindungan, mengingat keluarga Noval, yang selain ayahnya (Kusnadi) yang hanya bekerja sebagai leasing, serta tempat tinggalnya yang berstatus ngontrak.

“Statusnya bisa dinyatakan terlantar dan diharapkan dinas sosial untuk bisa mengeluarkan Jaminan Kesehatan (Jamkesmas) keluarga tersebut agar kedepannya mereka mendapatkan jaminan,”ungkap Parlindungan.(uma)

Escalator tak Berfungsi

081375238xxx

Pak Wali Kota, saya ke RSU Pirngadi Medan. Ketika itu, saya takut naik lift, seperti kejadian tahun lalu, liftnya jatuh. Karena itu, saya naik escalator, tapi tidak jalan alatnya, akibatnya nafas ngosngosan saat naik ke atas. Kenapa tidak difungsikan pak, padahal belinya mahal. Sumut Pos hebat.

Poliklinik Sudah Kami Pindah
Terimakasih pertanyaannya, kami jelaskan untuk lift yang dipakai di RSU Pirngadi Medan saat ini kondisinya sudah sangat baik, sebab baru kami ganti. Saat ini, lift masih dalam pengawasan perusahaan penyedia lift serta masih garansi. Jadi, sudah jaminan lift tidak akan jatuh.

Selanjutnya, untuk escalator tidak difungsikan lantaran poliklinik sudah dipindahkan ke gedung baru. Kemudian, di lantai II hanya digunakan untuk general chek up, jadi tidak difungsikan setiap harinya lantaran pengunjungya tidak banyak. Hal ini juga ada kaitannya dengan penghematan anggaran.

Edison Perangin-angin
Kasubbag Humas  RSU Pirngadi Medan

Rahudman Belum Jawab Surat Warga

Sengketa Tanah Sari Rejo

MEDAN- Janji Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk menerima perwakilan masyarakat Sari Rejo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) di Balaikota belum juga terealisasi.
Padahal, Formas telah melayangkan surat dengan nomor 0155/Formas/III/2011 tertanggal 6 Desember 2011 tentang permohonan untuk bertemu dengan wali kota, namun hingga kini belum mendapat balasan dari Rahudman Harahap.

Dalam surat itu, masyarakat Sari Rejo menyampaikan keinginanbta bertemu langsung dengan Wali Kota Medan Rahudmann Harahap, untuk meminta penjelesan langsung terhadap perkembangan sengketa tanah Sari Rejo. Kendati dalam surat itu, hanya meminta agar masyarakat Sari Rejo melalui Formas untuk bisa bertatap muka langsung dengan Rahudman, namun esensi dari pertemuan itu adalah guna membicarakan sengketa Tanah Sari Rejo terhadap persoalan tersebut yang tak kunjung selesai.

“Kami selama ini hanya mengetahui dari media saja, makanya kami ingin bertemu langsung. Namun lebih jauh dari itu, kami ingin mempertanyakan penyelesaian persoalan ini langsung kepada Wali Kota. Maka dari itu, kami berharap sudah ada balasan dari Wali Kota Medan pada minggu depan,” kata Ketua Formas, Riwayat Pakpahan kepada Sumut Pos, Minggu (10/4).

Riwayat juga menambahkan, masyarakat juga akan mengikuti hasil rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Sumut yang mengundang pihak Pemko Medan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut dan Medan serta dari Tim Asset TNI AU pada 13 April mendatang.

“Kita akan mensinkronkan antara hasil pertemuan Komisi A DPRD Sumut nanti, dengan hasil pertemuan dengan Wali Kota Medan. Kita berharap ada solusi atau titik jelas dari persoalan sengketa tanah kami,” tuturnya.
Sedangkan anggota Komisi A DPRD Medan Aripay Tambunan berkomentar, memang seharusnya ada pembicaraan langsung antara Wali Kota Medan dengan masyarakat Sari Rejo. Karena dengan pembicaraan langsung itu, akan menepis kesalahpahaman yang selama ini terjadi.

“Masyarakat berasumsi Pemko Medan selalu mengadakan rapat secara tertutup, sementara Pemko Medan juga tidak membeberkan hasil pembicaraan itu kepada masyarakat. Ini pada akhirnya membuat misunderstanding. Maka langkah pembicaraan langsung itu adalah jalan yang baik. Dari pertemuan itu, bisa diketahui sejauh mana perkembangan yang telah terjadi,” katanya.(ari)

Bukan Saatnya Bayar Utang

Zaragoza VS Getafe

ZARAGOZA-Hati Ikechukwu Uche kini dilanda kegalauan. Di satu sisi ingin membalas jasa mantan klubnya Getafe, tapi di sisi lainnya, selaku pemain profesional dia wajib mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk klubnya kini, Real Zaragoza.

Ya, dinihari nanti merupakan kali pertama bagi Uche untuk menghadapi Getafe di Stadion La Romareda, setelah selama dua tahun memperkuat Getafe dan menorehkan 11 gol dalam 55 pertandingan.

Ironisnya, baik Real Zaragoza dan Getafe kini sama-sama terancam degradasi. Real Zaragoza yang menempati peringkat ke-18 dengan poin 30, hanya unggul satu angka atas tim berperingkat ke-19 Hercules, serta  unggul empat poin dari Almeria yang menempati dasar klasemen.

Semenatara Getafe menempati peringkat ke-15 dengan poin 34, atau hanya unggul empat poin dari Real Zaragoza, yang menjadi ambang batas zona degradasi. Artinya, jika Real Zaragoza mempu mengalahkan Getafe maka selisih poin di antara keduanya hanya terpaut satu angka.

“Pertandingan ini sangat krusial bagi kedua tim. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan,” bilang Ikechukwu Uche.

Terkait mengenai sisa pembayaran transfer yang belum dilunasi kubu Real Zaragoza kepada Getafe saat merekrut dirinya, Uche mengatakan bahwa dirinya tak memikirkan hal itu.
Baginya, mencetak gol untuk tim yang dibelanya (Real Zaragoza) jauh lebih baik daripada memikirkan masalah non teknis.

“Hanya saja, jika nanti saya mencetak gol ke gawang mereka, saya tidak melakukan selebrasi. Ini wujud simpati saya kepada mereka,” bilang striker asal Nigeria yang dalam tujuh laga bersama Getafe hanya mengemas satu gol.
Terpisah, pelatih Getafe Michel pun menegaskan bahwa dirinya tak terpengaruh dengan nasibnya yang terancam didepak, maupun masalah pembayaran utang hasil penjualan Uche.

Bisa dimaklumi jika Michel bersikap seperti itu. Pasalnya, sejak mengalahkan Deportivo La Coruna dengan skor 4-1 pada 5 Februari 2011, Getafe tak pernah meraih kemenangan pada delapan pertandingan terakhir.  (jun)

Poldasu: Tembak di Tempat

Penembakan Toke Ikan

MEDAN- Tiga tim yang ditugaskan memburu 4 eksekutor dan 3 membantu perencanaan penembakan pasutri toke ikan A Wie dan Dora Halim belum kembali ke Polresta Medan. Dimana, Tim pemburu Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diterjunkan untuk menyisir ke luar Pulau Sumatera sangat profesional.

“Jadi tiga tim yang yang memburu DPO tidak akan kembali sebelum membawa mereka ke posko di Polresta Medan untuk diperiksa,” ujar Pejabat Sementara Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Heri Subiansaori, Minggu (10/4) siang.
Dikatakan Heri, selain menurunkan tim yang profesional, Poldasu juga sudah membuat dan mengeluarkan Red Notice (Catatan Merah, Red) dalam membantu pencarian terhadap tujuh DPO tersebut.

“Kita juga dibantu Interpol yang sudah dikirim ke Malaysia dan Singapore. Jadi seluruh informasi yang didapat akan dilaporkan kepada Interpol yang akan diteruskan,” ucap Heri lagi.

Seluruh kejahatan, lanjut Heri, tidak ada yang sempurna, pasti akan meninggalkan jejak. Dengan itu, Polri akan lebih profesional dalam mengungkap para pelaku. “Dalam penyelidikannya kita yang kembali ke TKP (Tempat Kejdian Perkara, Red) akan lebih profesional dalam mengungkap pelaku. Dengan itu, kita berpedoman dengan ilmu pengetahuan investigasi kriminal,” ungkapnya.

Saat disinggung dengan sikap tembak di tempat terhadap para eksekutor yang diketahui membawa senpi. Poldasu sudah memberikan perintah tersebut terkait menggangu keamanan negara. “Bila melawan akan ada upaya hukum yang akan melakukan tembak di tempat karena sudah mengancam keamnan negara, “ cetusnya.

Diketahui, kematian A Wie dan istrinya Dora Halim diduga karena dendam persaingan bisnis perikanan di Pelabuhan Belawan serta pelelangan kapal asing hasil tangkapan nelayan Malaysia. Diduga, Kejaksaan Tinggi Belawan ikut terlibat dalam permainan pelelangan kapal asing hasil tangkapan nelayan Malaysia.

Seorang sumber mengatakan, diduga ada permainan kepada beberapa pengusaha ikan atas pelelangan kapal ikan asing tersebut, sehingga Awi selalu memenangkan lelang. “Awi sering mendatangi kantor aparat tertentu untuk mengurus masalah kapal yang mau dilelang,” ujarnya.

Lebih lanjut, sumber menambahkan, sudah pernah dilakukan pelelangan dan dimenangkan Awi. “Setahu saya pernah sekali dilakukan pelelangan kapal, dan itu dimenangkan Sarwo, yang sebelumnya Sarwo sudah melakukan negoisasi kepada pihak kejaksaan,” tambahnya.

Setelah, Awi mendapatkan kapal hasil lelang tersebut. Biasanya kapal tersebut dijual kembali kepada pengusaha ikan di Malaysia. “Lihat saja kedekatan Awi dengan beberapa instansi terkait, misalnya ikan yang dilelang selalu dilakukan tempat Awi dan kapal-kapal Malaysia disandarkan di depan gudang Awi,” jelasnya. (adl/mag-11)

Copot Kepling Kami

081361197xxx

Pak Wali Kota yang terhormat, kami warga Jalan Multatuli lingkungan III, Kelurahan Hamdan. Memohon kepada pak Wali Kota agar mencopot jabatan kepling di lingkungan kami, sebab tidak ada jabatan yang di wariskan, apa lagi kepling yang bersangkutan sudah tidak tinggal lagi di daerah tersebut?

Kami Tindak Lanjuti

Terimakasih laporannya, kami dari Pemko Medan sedang memprosesnya. Jadi, berikan kami waktu untuk menindak lanjuti laporan yang lalu. Tapi, perlu kami jelaskan bahwa sesuai aturanya, Kepala Lingkungan harus berada dikenal dan berada diwilayahnya masing-masing.

M Sofyan, Kepala Bagian
Pemerintahan Pemko Mdan

Modal Kecil, Untung Menjanjikan

Geliat Pelaku Usaha Stiker di Kota Medan

Pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor di kota-kota besar memang berperan besar dalam kemacatan lalu-lintas. Begitupun, hal itu menjadi peluang bagi usaha gambar tempel atau yang dikenal dengan stiker. Seperti apa?

INDRA JULI, Medan

Usaha stiker yang umumnya dengan modal kecil itupun tumbuh subur ibarat jamur di musim hujan. Tidak hanya di jalan-jalan protokol, usaha stiker inipun merambah hingga jalan-jalan kecil di perumahan. Dari usaha dalam lingkup besar hingga kecil-kecilan. Lahan kecil sekalipun tetap menjanjikan.

Seperti yang tampak di seputaran Stadion Teladan Medan.

Pengusaha stiker tampak berjejer dimulai dari depan stadion yang juga menjadi tongkrongan masyarakat di sore hari. Memanjang hingga ke Jalan Turi, berbaur dengan pedagang lainnya. Berbagai produk pun dipajangkan dengan penataan sedemikian rupa dengan maksud menarik perhatian konsumen.

“Sebenarnya sih tidak perlu pengaturan khusus. Hanya saja biasanya kita pajangkan stiker-stiker terbaru dan unik. Jadi kalau ada yang kebetulan nyari bisa langsung kelihatan di tempat kita,” ucap Somad, salah seorang seniman stiker di Stadion Teladang Medan yang ditemui, Minggu (10/4).

Untuk pajangan stikernya, Somad hanya menggunakan tiga bilah bambu yang dipacakkan berderet dengan jarak tertentu. Sebelumnya, di masing-masing batang bambu dipasang paku sebagai cantolan. Sementara untuk gantungan stikernya, digunakan tali rafia yang diikat pada paku-paku tadinya. Pajangan tadi pun disandarkan ke tembok rumah yang menjadi backdrop. Sehingga stiker yang dipajang pun jelas terlihat.

Selain stiker-stiker kecil dengan beragam gambar menarik, dari tokoh kartun seperti Tazmania, Popeye, Donal Bebek, berbagai logo baik tim balap, sponsor, logo produsen otomotif, playboy, juga ada nama-nama tim Grand Prix (GP). Stiker-stiker tadi juga ada yang dibuat dalam ukuran besar untuk mobil. Juga ada stiker warna-warni yang siap digunakan mempercantik kendaraan bermotor.

Kebetulan sore itu warga Deli Tua ini kedatangan konsumen yang meminta Somad menghias sepeda motor Shogun 125 warna biru. Anehnya, untuk semua aksesoris dipercayakan kepada Somad. Setelah memperhatikan objek, Somad pun mengangguk dan mulai bekerja. Beberapa stiker dengan motif logo dipilih. Mungkin karena sudah di luar kepala, pemilihan stiker terasa begitu cepat.

Sebelum stiker ditempel, terlebih dahulu bahagian tadi dibersihkan dengan kain perca yang sudah disiapkan. Penempelan pun dibantu dengan mancis untuk memastikan tidak ada angin yang masuk saat itu. Setelah ditempel dirinya kembali memeriksa dan bila ditemukan ada bendolan, Somad mengambil cutter dan menggores benjolan tadi. Agar kembali melekat, bekas potongan tadi dibakar sesaat kemudian ditekan sehingga melekat. “Harus sabarlah, karena kalau asal lengket saja tidak akan tahan lama. Kena hujan sedikit bisa langsung terbuka,” jelasnya.

Selanjutnya Somad mengambil plastik film berwarna hitam transparan untuk digunakan melapis bagian lampu sepeda motor. Plastik sengaja dipotong berlebih kemudian di lekatkan dengan teknik pembakaran. Begitu pun dirinya kembali memastikan tidak ada kesalahan. “Kalau saya pakai yang tebal di lampu, dia bisa ditangkap. Jadi yang transparan saja,” tambah Somad.

Untuk jasanya itu Somad memasang tarif Rp45 ribu. Sangat murah bukan. Namun dari pengakuan dirinya sehari itu sudah menyelesaikan lima orderan yang sama. Artinya dari itu saja Somad sudah mengantongi Rp225 ribu. Belum lagi dari penjualan stiker dengan harga mulai Rp3.000 sampai Rp15.000. Dimana dari masing-masing stiker Somad menarik untung Rp500 sampai Rp1.000.

Hal itu pun diakui Rudi (23) seniman stiker di Jalan Dr Mansur Medan. Dalam sehari warga Tanjung Anom ini mengaku bisa mengumpulkan Rp100 ribu-an. Belum lagi setiap hari libur yang memberinya pendapat dua kali lipat. “Banyak minta dilapis bodi dan lampu biar tidak tergores katanya. Kalau stiker biasa mereka beli saja trus dipasang sendiri. Rame nya itu hari-hari libur gini lah bang,” aku Rudi sembari memoles sepeda motor Honda Supra.

Sementara itu keberadaan seniman stiker itu disambut positif masyarakat khususnya remaja pengguna kendaraan bermotor. Seperti Dana (18) yang memanfaatkan jasa seniman stiker di seputaran Jalan Krakatau Medan. Begitu pun dirinya mengaku selektif dalam memanfaatkan jasa seniman stiker tadi. “Ya itu membantu saya juga untuk mempercantik kereta. Tapi saya lihat-lihat juga kerjanya betul tidak,” ucap pemilik sepedamotor Yamaha Mio ini. (*)

Juara Dua Sekolah Sehat

SMP Negeri 2 Medan

SMP Negeri 2 Medan sebagai satu sekolah favorit di Kota Medan, kembali dapat membuktikan kepada masyarakat bahwa sekolah tersebut patut difavoritkan. Pasalnya, pada Maret 2011 lalu SMP Negeri 2 Medan terpilih sebagai juara kedua Sekolah Sehat di Kota Medan.

Kepala SMP Negeri 2 Medan Drs H Muslim Lubis SH MA mengatakan, sebelum terpilih sebagai juara kedua di tingkat Kota Medan, SMP Negeri 2 Medan juga terpilih sebagai juara pertama Sekolah Sehat di Kecamatan Medan Maimun.
“Penilaian untuk menentukan predikat terbaik Sekolah Sehat ini berasal dari berbagai instansi. Seperti, Dinkes, Disdik dan Kemenag yang dalam beberapa waktu terus memantau perkembangan sekolah,” jelasnya, Sabtu (10/4).

Menurut Muslim, kriteria dalam menentukan Sekolah Sehat ini yakni, keasrian sekolah, yang terdiri dari kebersihan dan banyaknya taman di sekolah. “Selain itu, sangat diperhatikan pula pengoperasionalan kantin sekolah juga kebersihan dan jumlah toilet di sekolah,” paparnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, di SMP Negeri 2 Medan terdapat 5 unit kantin yang terus dipantau jajanan yang dijual di sana. “Karena beberapa waktu belakangan ini, banyak kasus siswa yang keracunan jajanan di sekolah. Karena itu, kita juga sangat memperhatikan hal tersebut.

Dan perintah dari Dinas Pendidikan Kota Medan, jajanan yang dijual di kantin itu harus sudah melalui verifikasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM),” tutur Muslim.

Sedangkan toilet yang tersedia di SMP Negeri 2 Medan berjumlah 15 unit. “Ditambah untuk toilet guru berjumlah lima unit. Jadi seluruhnya berjumlah 20 unit toilet di sini,” kata Muslim.

Muslim juga berpendapat, dibuatnya pemilihan Sekolah Sehat ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada setiap sekolah di Kota Medan.

Tentunya dalam memberikan fasilitas terbaik bagi seluruh sivitas akademika di sekolah, terkhusus dalam bidang kesehatan. “Jadi setiap sekolah berlomba-lomba menghadirkan komplek sekolah yang asri juga bersih serta aman. Ini tentunya perbuatan yang mulia pula,” ujar Muslim.(saz)

Siapkan Siswa Hadapi Ujian Nasional

Mempersiapkan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) merupakan kewajiban sekolah. Tentunya untuk mencapai target kelulusan siswa mencapai 100 persen. Pada UN 2011 ini, SMP Negeri 2 Medan Jalan Brigjen Katamso Medan memfasilitasi siswanya dengan cukup jor-joran. Pasalnya, selain memberikan les tambahan dan try out, pihak sekolah juga memberikan peralatan UN secara gratis.

Kepala SMP Negeri 2 Medan Drs H Muslim Lubis SH MA mengatakan, pihaknya dapat melakukan hal tersebut tak terlepas dari peran orangtua dan komite sekolah. “Pada awalnya untuk melaksanakan les tambahan yang dibiayai dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya dua kali seminggu. Namun, pada rapat bersama orangtua siswa, mereka merasa intensitas les tersebut cukup minim. Dan secara spontanitas mereka mengajukan penambahan waktu les tersebut menjadi tiga kali seminggu dengan biaya yang ditanggung oleh mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut Muslim mengatakan, les tambahan tersebut telah berjalan selama 3 bulan. “Dan les tambahan ini akan berlangsung hingga menjelang UN nanti,” katanya.

Tak hanya itu, try out juga digelar dalam mempersiapkan siswa. Try out yang digagas bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Medan ini berjalan atas persetujuan Kepala Disdik Medan.
“Pelaksanaan, try out ini dilaksanakan dalam empat paket. Setiap paket digelar try out untuk setiap mata pelajaran yang di-UN-kan. Jadi jumlah try out yang akan dan telah dilaksanakan berjumlah 16 kali. Dan Minggu ini akan digelar try out terakhir,” ujar Muslim menjelaskan.

Lebih lanjut Muslim menuturkan, fasilitas yang diberikan sekolah kepada siswa secara gratis untuk menunjang kesiapan siswa menghadapi UN seperti dipinjamkan buku panduan UN, pensil 2B dan cetak pasfoto.
“Semua persiapan ini dilakukan untuk mencapai target kelulusan siswa 100 persen pada tahun ini. Ini merupakan target untuk meningkatkan kelulusan siswa yang pada tahun lalu mencapai 98 persen saja,” katanya.

Tak hanya itu, program jangka panjang sekolah yang telah berdiri sejak 1950 ini dalam memberikan fasilitas terbaik bagi siswa yakni, membangun musala, memutakhirkan laboratorium dan meninggikan tembok sekolah yang berbatasan langsung dengan rumah warga. “Karena tembok yang berbatasan langsung dengan rumah warga tersebut terlihat pemandangan yang kurang baik bagi siswa. Seperti jemuran warga yang tak pantas dilihat siswa. Jadi kita akan meninggikan tembok yang menambahnya dengan penutup berbahan fiberglass,” tuturnya.

Semua program ini bertujuan untuk memberikan kelayakan kepada siswa dan orangtua siswa yang serta-merta telah menjadikan SMP Negeri 2 Medan tersebut menjadi satu sekolah favorit di Kota Medan. “Nah, karena itu pula, pihak sekolah mengharapkan dukungan dari segala pihak dalam merealisasikan program-program tersebut. Karena jika hanya mengharap Dana BOS hal tersebut akan sangat lama baru bisa terealisasi,” kata Muslim.

Saat ini SMP Negeri 2 Medan memiliki jumlah 1.024 siswa yang diasuh oleh 64 guru yang telah sarjana dan 2 orang diantaranya telah S-2 dan 3 orang pula diantaranya sedang menjalani studio S-2.(saz)