29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15435

PS Bengkulu Siap Hajar Pro Titan

MEDAN-PS Bengkulu tak mempersoalkan status tim away dalam upaya meredam Pro Titan. PS Bengkulu bahka percaya diri bisa menang dalam laga ke 20 di ajang Divisi Utama musim ini.
Keyakinan itu bahkan langsung disampaikan oleh Sekretaris Umum PS Bengkulu, Samsyul saat dikonfirmasi via seluler kemarin sore.

Meningkatnya kolektivitas permainan anak asuh Nasrul Koto itu mulai tampak saat menghadapi PSMS beberapa waktu lalu. “Meskipun kita kalah 2-0 dari dari PSMS beberapa waktu lalu, tapi melihat permainan dan semangat para pemain, kita yakin akan meraih poin penuh saat melawan Pro Titan nanti,” ujarnya.

Kondisi pemain yang siap tempur serta bisa tampilnya sang kapten Taufik Hasbuna yang pada pertandingan melawan PSMS harus absen akibat akumulasi  kartu, menambah keyakinan tim yang berjuluk Tobo Kito itu untuk dapat memenangkan laga.

“Dari informasi terakhir yang kita dapat kondisi anak-anak semua fit dan bisa diturunkan. Jadi sejauh ini kita tidak menghadapi masalah berarti saat menghadapi tim tuan rumah,” sebutnya.
Dan tampaknya tuan rumah bakal kesulitan. Sayang kondisi terkini tim swasta itu tak terpublikasi. Pasalnya manajemen Pro Titan tak becus menghandle konfrensi pers sehingga banyak rekan pers tak mendapat kabar. Seperti kebiasaan sehari sebelum laga dan sesuai manual pertandingan PT Liga Indonesia, tim harus menggelar konfrensi pers sehari sebelum laga dan sesudah laga.

Tapi sejauh ini hal itu tak begitu diindahkan manajemen Pro Titan. Kemarin, sejumlah wartawan merasa ditipu manajemen. Sebelumnya dikabarkan bahwa jumpa pers digelar di Jalan Sindoro pada pukul 15.00 WIB. Namun ketika awak media bertandang ke lokasi dimaksud, tak ada tanda-tanda bakal ada jumpa pers. Awak media mencoba menanti, namun tak kungjung ada kejelasan. Tiba-tiba pada pukul 17.00 WIB manajemen memberi kabar lewat security di lokasi pertama, bahwa jumpa pers dipindahkan ke lokasi lain.

“Selama ini hanya wartawan yang berusaha care, tak sebaliknya manajamen Pro Titan kerap angkuh. Manajemen tak care dengan pers, padahal kita-kita berperan mengenalkan tim baru kepada publik. Masih baru dan tak ada prestasi saja sudah sombong, bagaimana kalau sudah tenar seperti PSMS,” beber salah satu wartawan yang kecewa. (uma)

Pelampiasan Amarah

Inter Milan vs Chievo

MILAN- Demi menjamin jalur juara musim ini, Inter Milan mesti mengamankan poin penuh di sisa laga. Kekalahan kontra AC Milan tak lagi disimpan di dada, pun begitu dengan kekalahan kontra Shalke di ajang Liga Champion. Kini fokus diarahkan pada laga Sabtu (9/4) kontra Chievo Verona. Tiga angka wajib diamankan dengan seksama.

Meski sempat digoyang sejumlah isu terkait kekalah itu, namun skuad Leonardo masih fokus. Dukungan kepada pelatih asal Brasil itupun masih mengalir. Ya, pasca kandas dua laga dengan skor telak, Leonardo sempat diberitakan akan dicopot dari jabatannya.  Namun nyatanya seluruh skuad dan manajemen masih mendukung mantan punggawa AC Milan itu.

Termasuk sang kapten, Javier Zanetti. Zanetti percaya Interisti sejati akan tetap setia memberikan dukungan sepenuhnya dalam suka maupun duka.

“Pendukung Inter tidak boleh membiarkan dirinya diganggu dengan kritik atau semua hal yang sudah ditujukan ke tim dalam beberapa hari terakhir. Fans harus membuat evaluasinya sendiri,” ujar Zanetti di Football Italia.

“Kami para pemain tahu benar apa yang terjadi: saat Anda menang, Anda luar biasa. Saat Anda kalah, Anda tidak ada apa-apanya. Namun, pendukung sejati Inter paham kapan sebuah tim benar-benar peduli dan aku percaya tidak ada yang bisa mengkritik kami untuk hal itu,” tegasnya.

Zanetti kemudian menilai, Inter sudah pasti akan jadi bulan-bulanan saat tampil buruk. Pasalnya, lanjut dia, selama beberapa tahun terakhir Inter sudah teramat digdaya.

“Kami semua kesal dengan kekalahan dari Milan dan Schalke, tapi tim ini sudah menang selama enam tahun non-stop. Aku pikir beberapa orang tidak sabar menanti kami terlibat masalah sehingga mereka bisa mengkritik,” ulas Zanetti.

Hal itu tentu saja diamini oleh Leonardo. Menurutnya tim akan segera bangkit, dan Chievo merupakan loncatan atas tekad itu. “Kami sedang dalam kondisi tidak bagus akibat hasil buruk dua laga terakhir. Tapi kami menjalaninya bersama-sama,” tukasnya. Dan raihan tiga angka itu tampak realistis. Statistik mencatat Inter selalu bisa menang melawan Chievo di kandang sendiri sejak 2006 silam. (bbs/jpnn)

Hari Ini, Langkat Rally 2011 Dimulai

Ijeck Posisi Start Terdepan

Lintasan Langkat Rally 2011 yang digelar untuk memperebutkan Piala Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu di Langkat, 9-10 April 2011, dinilai cukup menantang. Beberapa pembalap yang akan turun pada even mengakui lintasan di Langkat Rally ini cocok untuk mengasah kemampuan pereli Sumatera Utara.

Beberapa pembalap yang akan turun pada even mengakui lintasan di Langkat Rally ini cocok untuk mengasah kemampuan para pereli Sumatera Utara. Dua navigator nasional Adi Wibowo yang akan mendampingi Ahmad Taufik Harahap dan Lanang Damarjati yang mendampingi Robby Harahap mengatakan bahwa lintasan di Langkat Rally ini sangat komplit. “Pada SS 1 lintasannya berpasir dan sempit, sedangkan SS 2 dan SS 3 lembab dan licin namun jalannya agak besar,” ujar Adi Wibowo.

Hal senada juga diungkapkan oleh para pembalap senior seperti  Ijeck/Uche, Dodi/Prihatin, Dian AP/Edwin dan Eddy WS menilai lintasan di Langkat Rally ini sangat menantang. Namun begitu, mereka tetap memasang target juara pada even kali ini. “Kita optimis dapat menjadi yang terbaik,” bilang Ijeck, yang hari ini akan start di urutan pertama.

Begitu juga dengan Dian AP/Edwin. Keduanya yakin mampu menyodok ke peringkat tiga besar. “Harus bisa menembus target yang dicanangkan,” tagas Dian.

Ketua Pengprov IMI Sumut H Ijeck mengatakan bahwa  even ini digelar untuk menyalurkan bakat-bakat para pereli Sumatera Utara. Langkat Rally 2011 ini juga merupakan rangkaian Kejurda Rally Sumut 2011.

“Kita menggelar evan ini untuk menampung aspirasi para pereli Sumatera Utara,” ujarnya.
Ijeck menilai, komunitas reli di Sumatera Utara semakin berkembang, dengan banyaknya muncul klub-klub reli. Oleh karena itu, IMI Sumut akan rutin menggelar kejuaraan reli.

“Untuk seri kedua nanti, kemungkinan besar akan kita gelar di Medan pada 28-29 Mei mendatang dengan memperebutkan Piala Wal Kota Medan,” ungkapnya.

Asisten Pimpinan Lomba Budoe Hutoyo menerangkan, Langkat Rally ini akan dimulai, Sabtu (9/4) hari ini, yang diikuti 23 peserta. Start pertama akan dilepas oleh Bupati Langkat pada pukul 10.30 WIB dari Alun-alun Kota Stabat. Langkat Rally ini merupakan reli panjang dengan 3 SS yakni Marike, Turangie A dan Turangie B, sengan total jarak tempuh 366 kilometer.

Untuk hari pertama akan menyeselasikan 2 SS, sementara hari kedua Minggu (10/4) akan menyelesaikan 1 SS. Finish rencananya di Alun-alun Kota Stabat.

Langkat Rally 2011 ini memperlombakan kelas N yang diikuti 8 pereli, GR 2 yang diikuti 11 peserta, N15 dengan 2 peserta dan Jiip dengan 2 peserta. (jun)

Stoner Kecam The Doctor

Kegusaran Casey Stoner atas kegagalannya di Jerez Minggu kemarin sepetinya tak terbendung. Kecaman pun terlontar dari pembalap Honda Repsol itu kepada pembalap Ducati Valen-tino Rossi dan marshall, petugas yang mem-berinya bantuan.

Ya, Stoner terpaksa berhenti di lap delapan pada MotoGP Spanyol di sirkuit Jerez, Minggu (3/4), setelah motornya terlempar akibat bertabrakan dengan motor Rossi.

Di saat keduanya berusaha menaiki kembali motornya, Stoner merasa petugas pilih kasih karena terkesan memprioritaskan The Doctor (sebutan Rossi). Bantuan yang diberikan petugas dinilai Stoner tidak cukup, dan ia pun terpaksa retired.

Protes rider Australia itu terhadap Rossi ada dua. Pertama, Rossi melakukan kecerobohan yang merugikan orang lain (dirinya), dan kedua dia minta maaf tanpa melepas helm-nya. “Dia tidak melakukan itu untuk dirinya sendiri. Aku lebih suka kalau melakukannya tidak di depan kamera, dan mengucapkan sesuatu dengan pelan tanpa harus selalu berdalih. Dia ingin melakukan pertunjukan (show) buat semua orang. Ya itu bagus, tapi itu tidak mengubah hasilnya,” sindir Stoner kepada wartawan.

Kejadian yang dialaminya tersebut membuat Stoner belum berjodoh dengan sirkuit Jerez. Sepanjang karirnya di kancah Grand Prix, termasuk di kelas 125cc dan 250cc, baru satu kali dia naik podium, yakni di musim 2009. Selebihnya ia selalu finish nomor lima ke bawah.

Tak heran jika dalam wawancara tersebut pria 26 tahun itu memberi sebuah penekanan tertentu tentang Jerez: “Ini sirkuit terburuk buatku,” serunya. (net/jpnn)

Bintang Medan Percaya Diri

Meski berstatus tak pernah menang di kandang lawan, Bintang Medan merasa percaya diri bisa memutus rekor buruk itu saat melakoni laga kontra Bandung FC, sore ini.
Tapi hal itu sedikit terkendala karena skuad tampak kelelahan usai menjalani jalan darat dari Jakarta ke Kuningan Jawa Barat.

“Kami tidak mengharapkan perjalanan darat dari Bandara ke Kuningan itu lebih dari delapan jam. Tapi nyatanya, lebih dari sembilan jam perjalanan tentu saja membuat fisik pemain mengalami kelelahan. Tapi itu bukan alasan, persiapan juga sudah cukup baik,” beber arsitek Bintang Medan Michael Feichtenbeiner ketika dikonfirmasi via telepon seluler kemarin.

Kekecewaan semakin mendalami ketika Michael melihat lapangan tempat laga bakal dilangsungkan. Mantan Pelatih Selangor MPPJ itu menggambarkan, cekungan yang terjadi di lapangan tersebut menyebabkan air menggenangi, sementara di pinggir lapangan cukup kering. Sembari berharap tidak hujan, dia juga yakin, strategi yang diterapkan pada saat latihan bisa menjadi modal untuk memenangkan pertandingan.

Michael saat menggeber performa teknik skuad asuhannya di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan menerapkan strategi penyerangan dengan memanfaatkan pemain sayap lewat umpan-umpan diagonal. Menurutnya, dengan kondisi lapangan seperti itu, dia yakin skema tersebut bakal berhasil. (ful)

Persiraja Target Jadi Tumbal

PSMS bersiap melakoni laga kandang kedua kontra Persiraja yang akan digelar 12 April mendatang. Meski berstatus tuan rumah, PSMS diyakini akan melakoni laga berat.

Tapi manajemen sudah menginstruksikan jajaran pelatih dan pemain untuk sapu bersih tiga laga kandang. Maka Persiraja masuk daftar tim yang mesti ditundukkan. Apalagi putaran pertama lalu Persiraja berhasil mempermalukan PSMS dengan skor telak 3-0.

“Inilah saatnya membalas demi kemenangan yang memang sedang kita butuhkan. Tapi jangan sampai lengah karena Persiraja tim yang kuat musim ini,” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS kemarin. Apalagi Persiraja sedang dalam performa terbaiknya. Hal itu didukung mental yang baik sebab kerap mengalami kemenangan beruntun. “Makanya kita harus bisa memutus mental juara mereka dengan mengalahkannya,” sambung Benny.

Bagi PSMS kemenangan kontra Persiraja jadi harga mati demi memuluskan kans finish di posisi tiga. Kalau menang maka PSMS akan mengumpulkan 39 poin. Jumlah yang cukup merangsek ke posisi tiga jika Persih Tembilahan yang jadi pesaing utama kalah melawan lawan selanjutnya.
Sayangnya PSMS sedang punya sedikit masalah. Dua pilar lini belakang terancam tidak turun, akibat cedera yang didapat saat bentrok kontra PS Bengkulu Rabu (6/4) lalu.

Mereka adalah pemain sayap belakang Ari Yuganda yang biasa bermain di sisi kiri dan Rahmad di sisi kanan. Mereka sama-sama mengalami cedera engkel, Rahmad kaki kanan dan Ari pada kaki kirinya. Keduanya juga terpaksa absen pada latihan persiapan yang digelar di Stadion Kebun Bunga kemarin pagi.

Namun begitu, kedua mengaku akan berusaha pulih tepat waktu dan bisa turun kontra Persiraja. “Kalaupun lama sembuhnya tinggal makan Voltaren (obat) saja, pasti sakitnya akan hilang saat bertanding. Tapi memang setelah selesai, rasa sakitnya bisa dua kali lipat,” tandasnya yang diamini Ari Yuganda.

Selebihnya, PSMS siap tampil menyerang dan mendominasi permainan. Selain faktor taktik dan strategi, PSMS diuntungkan dengan dukungan setia fans yang mencapai 10 ribu orang setiap laga kandangnya. Diharapkan atmosfer positif itu bisa memberikan peningkatan mental tersendiri.
“Yang kami harapkan adalah kemenangan. Doa dan dukungan fans sangat berpengaruh bagi tim di samping persiapan itu sendiri, ” pungkas Benny. (ful)

Pemasok Senjata Diserahkan ke Kejari

Perampokan CIMB Niaga

MEDAN- Tim penyidik Densus 88 Mabes Polri, Jumat (8/4) siang menyerahkan berkas perkara berita acara pemeriksaan (BAP) Tahap II tersangka kasus perampokan bersenjata api Bank CIMB Niaga, Fadli Sadama bin Mahmuddin alias Acin alias Buyung alias Ade, warga Jalan Ilyas Gang Damai No 2 Kelurahan Sungai Mati Medan, kepada Penyidik Kejaksaan Negeri Medan.
Dalam penyerahan tersebut, berkas tersangka dinyatakan lengkap atau P21 untuk selanjutnya berkas segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan untuk proses persidangan. Demikian dikatakan Kajari Medan, Raja Nafrizal SH pada wartawan.

Raja menjelaskan, peran tersangka dalam aksi perampokan bank CIMB Niaga, dan sejumlah kasus perampokan di Provinsi Aceh dan Sumatera, adalah sebagai pemasok senjata api dan amunisi.
Tersangka, tertangkap di lokasi persembunyiannya di kawasan perbatasan Malaysia Selatan dan Thailand oleh tim penyidik gabungan Mabes Polri sekitar dua bulan lalu.

Dari tangan tersangka polisi menyita dua pucuk senjata api dan 60 butir amunisi yang dibelinya di Malaysia yang dananya berasal dari Taufik, seorang pimpinan pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Jalan AR Hakim Medan, yang tewas saat ditangkap petugas gabungan Mabes Polri di kawasan perkebunan Serdang Bedagai.

Dari hasil keterangan yang diperoleh, tersangka terlibat tiga kali, melakukan pemasokan dan pemimjaman senjata, dalam perampokan BRI di Bireun, perampokan CIMB Niaga Medan dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak.

“Pasal yang dikenakan kepada tersangka pasal 15 jo pasal 6 jo pasal 9 dan pasal 13 huruf c perpu No.1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU No 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme dan subsidair pasal 1 ayat (1) UU darurat No 12 Tahun 1951 tentang senjata api,” ujar Raja.

Pihaknya juga secara resmi menyatakan telah menerima penyerahan tersangka Fadli, yang dikatakan Densus 88 kaitannya diduga sebagai pelaku atau turut serta menjadi otak pelaku dalam perampokan Bank CIMB Niaga.

“Jadi penelitinya dari Kejaksaan Agung dan terkena UU Tindakan Teroris. Penelitinya dari kejaksaan agung dan kita di sini hanya bertugas untuk proses menyidangkan saja,” ujar Raja.
Sementara itu, saat disinggung terkait apakah ada hubungan tersangka dengan Abu Bakar Ba’asyir, Raja mengatakan belum sampai di sana. Dalam artian, penyidikan yang dilakukan belum sampai ke arah seperti itu.
“Barang bukti yang kita dapatkan berupa sisa uang, peluru masih aktif dan selongsongan,” tegas Raja .

Sementara itu, Satgas Tindak Pidana Terorisme Kejaksaan Agung RI Iwan Setiawan yang datang ke Medan, memberikan keterangan, tersangka dalam BAP terbukti sudah tiga kali melakukan atau terlibat dalam perampokan, termasuk di BRI Biuren, di mana dia bertugas meminjamkan senjata.
“Dalam BAP tersangka juga jelas dinyatakan bahwa ada kaitannya dengan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak dan Bank CIMB Medan,” ujarnya.

Sementara saat disinggung kembali terkait apakah ada hubungan tersangka dengan Abu Bakar Ba’asyir, ia menjelaskan sesuai BAP bahwa Abu Bakar Ba’asyir, sering ke Medan memberikan tausiah di rumah Alex di Stabat.

“Barang bukti dari terdakwa dua pucuk senaja api, 60 lebih amunisi yang dibelinya dari Malaysia. Tetapi secara keseluruhan, tersangka adalah penyambung lidah atau penghubung dari Tony Togar yang ada di penjara,” ujarnya.

Ditambahkannya lagi, tersangka ditangkap di Malaysia, sekitar dua, tiga bulan yang lalu. Dari Densus 88 dikatakan, Iwan langsung diserahkan ke Kejari karena locusnya adalah Medan dan saksinya banyak berada di Medan maka di situlah disidangkan.

“Merujuk pada Pasal 84 ayat 2 dimana saksi yang banyak disanalah disidangkan”, tegasnya.
Dari prilakunya tadi, Iwan menjelaskan tersangkan dikenakan Pasal 15 jo 7 dan pasal 15 jo 9 UU darurat dengan ancaman 15 tahun penjara bahwa bisa hukuman mati.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, Fadli Sadama dititipkan Kejari Medan ke Polda Sumut. Fadli yang menggenakan kacamata tiba di Polda Sumut. Terlihat sejumlah petugas berpakaian sipil mengawal pria yang berperawakan gemuk itu dengan menggunakan mobil tahanan Kejaksaan dengan nomor polisi BK 9494 H.

Dengan mengenakan baju kaos kerah corak abu-abu dan putih, Fadli yang tiba di Polda Sumut tanpa basa basi langsung diboyong petugas masuk kedalam gedung Direktorat Reskrim Polda Sumut.

Direktur Reskrim Polda Sumut, Kombes Pol Agus Andrianto yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dikatakan Agus, kedatangan Fadli Sadama tersebut sebagai titipan dari pihak Kejatisu untuk persidangan perampokan Bank CIMB Medan yang saat ini masih berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Medan .

“Bukan diserahkan, tapi dititipkan ke Poldasu oleh Kejaksaan,” bebernya singkat.(rud/adl)

PAUD Tingkatkan Mutu Generasi Muda

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sumut belum memenuhi target nasional yang harus mencapai 50,62 persen. Berdasarkan data di Kemendiknas RI tercatat PAUD di Sumut hanyan
terealisasi sebesar 32,50 persen. Apa yang harusnya dilakukan Disdik Sumut? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Rahmat Sazaly dengan Ketua Dewan Pendidikan Sumut OK Nazaruddin Hisyam, Jum’at (8/4).

Menurut Anda, bagaimana perkembangan PAUD di Sumut?
Angka Partisipasi Kasar (APK) pada program PAUD di Sumut sangat memprihatinkan. Sampai saat ini Sumut sebagai satu provinsi di Indonesia yang belum memenuhi target nasional untuk kelompok usia 0-6 tahun.

Program PAUD ini belum terlaksana secara merata terutama di daerah-daerah, baik melalui jalur formal maupun informal. Kebanyakan program pendidikan ini selalu dilakukan bagi masyarakat yang kehidupan ekonominya berkecukupan.
Bagi masyarakat di daerah, program ini dianggap sebagai suatu hal yang sia-sia dan dinilai menghambur-hamburkan biaya. Padahal program ini tidak dikenakan biaya.
Bagi masyarakat perkotaan, program ini sudah menjadi suatu hal penting sebelum memasuki pendidikan lanjutan. Untuk itu Disdik Kabupaten/Kota diharapkan berperan aktif dalam mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Berdasarkan data di Kemendiknas RI, tercatat PAUD di Sumut hanya 32,50 persen, sedangkan target nasional yang harus mencapai 50,62 persen. Apa upaya yang harus dimaksimalkan untuk peningkatan program ini?
Disdik Sumut harus membahas permasalahan tersebut bersama Disdik kabupetan/kota untuk mencari solusinya. Hal ini seiring dengan penuntasan wajib belajar dari 9 tahun menjadi 12 tahun. Satu diantaranya dengan pemberian dana pada penyelenggara PAUD.

Apakah selama ini pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk PAUD?
Sudah. Dana PAUD yang dialokasikan kepada masing-masing lembaga masyarakat di kabupaten/kota itu sebesar Rp20 juta untuk biaya operasional dan honor tenaga pendidik.

Apa harapan Anda terhadap PAUD?
PAUD sebagai pendidikan non formal mengutamakan konsep belajar melalui bermain yang diharapkan dapat mengkondisikan dalam suasana belajar aktif, kreatif dan menyenangkan lewat berbagai permainan dengan tujuan mengoptimalkan tumbuh kembang anak berbagai kemampuan, pengetahuan dan keterampilan guna mengoptimalkan kecerdasannya.

Dalam proses pembelajarannya, PAUD diharapkan mengacu kepada managerik  mencerdaskan dan mempersiapkan anak-anak untuk bekal memasuki pendidikan formal. Dan diharapkan kegiatan yang digelar dalam proses permainan itu dapat meningkatkan daya pikir anak sebelum mereka masuk ke Taman Kanak-kanak, sehingga dari dini harus dibekali.
Jadi, PAUD ini harus menjadi perhatian utama seluruh lini karena PAUD merupakan penentuan pendidikan generasi penerus ke depannya. (*)

Kandidat Sekdaprovsu Jalani Tes Akhir

MEDAN- Tiga calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (sekdaprovsu) telah dibahas di sidang Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Wapres Boediono, Jumat (8/4) sore. Ketiganya adalah Syafaruddin yang kini menjabat Kadis Pendapatan Daerah Pemprovsu, Saiful Safri kini Kadis Pendidikan Pemprovsu, dan Aspan Sofyan Batubara kini Penjabat Bupati Madina.

“Saya mau rapat TPA, salah satunya tentang sekda Sumut,” ujar Gamawan Fauzi kepada koran ini, kemarin, sesaat sebelum meninggalkan gedung Kemendagri untuk menuju ke kantor wapres.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Gamawan, termasuk mengenai siapa yang punya kans besar untuk terpilih. Pasalnya, kemarin merupakan rapat TPA pertama kali. Terlebih lagi, penentu siapa yang bakal terpilih bukan hanya mendagri, namun juga anggota TPA yang lain, antara lain menpan-RB, mensesneg, kepala BIN, dan beberapa yang lain. Untuk penentuannya sendiri, bisa melalui sidang TPA lebih dari sekali. Termasuk misal ketiga calon dinilai tidak memenuhi persyaratan oleh TPA dan gubernur diminta mengusulkan lagi.

Sebelumnya, pada 8 Maret lalu, ketiga kandidat sekdaprov Sumut itu secara bergantian diuji oleh lima pejabat tinggi kemendagri, yakni Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni selaku ketua tim, Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan, Dirjen Kesbangpol Kemendagri Tanribali Lamo, Kabandiklat Kemendagri Tarmizi Taher, dan Irjen Maliki Heru Santosa.

Fit and proper test berlangsung tertutup. Namun, usai ujian, ketiganya tampak kompak dan keluar dari gedung kemendagri secara bersamaan. Plt Sekdprovsu Rahmatsyah juga ikut mendampingi.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen)/Jubir Kemendagri, Roydonnyzar Moenek menjelaskan, seluruh proses tahapan penentuan nama sekda berpedoman pada Permendagri Nomor 5 Tahun 2005 tentang tata cara dan mekanisme pengangkatan sekda. (sam/ari)

Disenggol Angkot, Dilindas Truk

NAAS benar nasib Sonang Tambunan (36), warga Komplek Lama, Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan. Sudah disenggol angkutan kota (Angkot), dia dan sepeda motornya malah dilindas trukn
Akibatnya, dia mengalami luka serius pada bagian tangan, kaki dan kepalanya. Sedangkan, sepeda motornya rusak parah, Jum’at (8/4).

Kejadian tersebut bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor Karisma BK 2613 CC melintasi Jalan Saputin Yatim. Dia bermakdus pulang ke rumahnya. Namun, saat ingin menyebrang Jalan Kolonel Yos Sudarso, tiba-tiba sepeda motornya ditabrak angkot sehingga dia dan sepeda motornya terpental ke tengah jalan.

Ternyata, disaat bersamaan datang truk BK 8381 BL dari Belawan dan menghantam sepeda motornya.

Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke rumah sakit Ameta Sejahtera untuk mendapatkan pertolongan medis. Sedangkan, supir angkot melarikan diri. Namun supir truk menjadi bulanan warga sekitar.

Selanjutnya, pihak kepolisian langsung turun ke TKP untuk mengamankan supir dan truknya. Akibat, kejadian tersebut sempat terjadi kemacetan yang cukup panjang.
“Supir angkot yang salah, tapi kok supir truk yang dipukuli warga,” ujar seorang warga, Melin (34).(mag-11)