Home Blog Page 15461

Pemko Medan Diminta Hengkang

Sertifikat Hak Pengelolaan Pusdiklat Cab-Cadika Batal

Ada apa dengan Bumi Perkemahan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang Gerakan Pramuka Medan (Pusdiklat Cab-Cadika), Jalan Karya Wisata Medan Johor? Pasalnya, lahan ini memancing polemik. Ada perbedaan soal kepemilikannya.

Ceritanya, beberapa waktu lalu, tepatnya Senin (18/4) lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menegaskan kalau lahan seluas lebih kurang 25 hektar itu adalah milik Pemko Medan. “Itu aset Pemko, jadi tidak ada yang mengklaim itu,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

Rahudman juga menjelaskan, lahan tersebut juga akan dikembalikan sesuai fungsi awal sebagai bumi perkemahan dan ikon Pramuka Kota Medan. “Kawasan ini akan dimanfaatkan untuk perkemahan kepramukaan. Kawasan ini juga akan dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Medan. Karena pada Mei nanti akan dimanfaatkan oleh 4.000 siswa Kota Medan melakukan perkemahan bersama di tempat ini,” katanya.

Pernyataan ini didukung Wakil Ketua Pansus Aset DPRD Medan Aripay Tambunan. Menurut politisi Fraksi PAN DPRD Medan, Lapangan Cadika itu masih terdaftar sebagai aset Pemko Medan. “Semua yang masih terdaftar sebagai aset Pemko Medan adalah milik Pemko Medan, terlepas dari persoalan apa. Dan itu harus dipertahankan, apapun alasannya,” kata Aripay Tambunan.

“Makanya,  kita pasang plang karena kita masih menunggu putusan Inkracht dari pengadilan tertinggi yakni, Mahkamah Agung (MA),” tambahnya.

Nah, kini MA menyatakan sertifikat pengelolaan lahan tersebut atas nama Pemko Medan itu batal. “Karena itu, kami minta Pemko Medan segera hengkang,” demikian keterangan Mulyadi SH, juru bicara tim Kuasa Hukum Tigor Maulana Panggabean selaku pemilik tanah tersebut kemarin, Kamis (5/5).

Mulyadi mengatakan putusan MA pada pemeriksaan tingkat Peninjauan Kembali (PK) atas  perkara Reg No 42 PK/TUN/2004  tanggal 15 Juli 2005 menyatakan batal Sertifikat Hak Pengelolaan Nomor 1/1994 tanggal 31 Mei 1994 atas nama Pemko Medan.

“Putusan MA itu juga meminta  kantor BPN Medan untuk mencabut sertifikat hak pengelolaan itu,” tegas Mulyadi.
Di samping itu, tambah Mulyadi, MA memerintahkan kantor BPN Medan menerbitkan sertifkat tanah tersebut. Berdasarkan putusan MA itu, PTUN Medan telah menerbitkan surat perintah pelaksanaan putusan ditujukan kepada kantor BPN Medan. Menurut Mulyadi, BPN telah melakukan pengkajian secara mendalam dan komperhensif atas fakta fisik atau fakta yuridis atas putusan perkara tersebut.

Mulyadi mengatakan, sejak 1994 sampai tahun 2007 tanah seluas lebih kurang 25 hektar itu sepenuhnya dalam penguasaan Jamuda Tampubolon/Poltak Tampubolon. Selanjutnya, tambahnya, sejak tahun 2007 sampai saat ini tanah tersebut sepenuhnya dalam penguasaan klain mereka Tigor Maulana Panggabean. Namun, tegasnya, sejak tanggal 18 April 2008, tanpa alasan jelas dan dasar hukumnya, diduga Pemko membongkar pagar dan menduduki tanah itu.

“Perbuatan Pemko Medan ini kami nilai sebuah perbuatan melawan hukum,” tambah Mulyadi.
Selain itu, tindakan Pemko Medan bertentangan dengan putusan PTUN yang sudah berkekuatan hukum tetap. Dalam kaitan ini, tambah Mulyadi, Pemko Medan segera meninggalkan areal tanah itu. “Jika masih ada pihak yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum, menguasai dan menduduki tanah tersebut, maka kami akan menempuh upaya hukum,” ungkap Mulyadi lagi. (rud/ari)

Serius Masuk Papan Atas

Bintang Medan mulai kejar target poin penuh demi memenuhi ambisi masuk papan atas klasemen Liga Primer Indonesia (LPI) sementara, paruh musim ini.

Untuk menjamin hasil maksimal di pertandingan selanjutnya, tim pelatih akan memantau kekuatan calon lawan.
Pembagian tugas telah dilakukan oleh arsitek Bintang Medan Michael Feichtenbeiner dan asistennya Robert Roloefsen. Soldier Kinantan-julukan Bintang Medan akan bertemu Bali Devata 14 Mei mendatang di Stadion Teladan Medan dan bertandang ke markas Cendrawasih Papua 21 Mei mendatang. Pada latihan di Lapangan Komplek Perumahan Tunas Graha Metropolitan (TGM) kemarin sore, Robert menggantikan peran Michael memimpin latihan Steve Pantelidis dkk.
Robert yang ditemui kemarin mengatakan, Michael akan memantau laga antara Bali Devata FC kontra Cendrawasih Papua besok (7/5), sementara Robert Roloefsen akan memantau pertandingan Batavia Union Minggu (8/5) nanti menghadapi Jakarta 1928 FC.

“Michael berangkat ke Bali kemarin (Rabu 4/5) untuk memantau pertandingan calon lawan Bintang Medan Bali Devata dan Cendrawasih Papua, sementara saya akan berangkat ke Jakarta Sabtu (7/5) memantau Batavia FC,” ujar Robert.
Pembatalan pertandingan antara Bintang Medan kontra Batavia Union FC menyebabkan pihak LPI telah menjadwalkan pertandingan tersebut menjadi tanggal 18 Mei mendatang.

Menurut Robert, pantuan langsung pertandingan calon lawan paling tepat daripada dengan menyaksikan lewat televisi. “Menonton pertandingan lawan lewat televisi bagus, tapi lebih bagus lagi kalau pertandingan itu bisa disaksikan langsung. Michael melakukan itu karena dua tim yang bertanding di Bali merupakan calon lawan kami di dua pertandingan berikutnya, begitu juga dengan saya,” beber pria asal Belanda itu. (ful)

Maju tak Gentar

MEDAN- PSMS harus membuktikan diri sebagai klub yang tak jago kandang, di babak delapan besar mendatang. Bermain di markas Mitra Kukar bukan penghalang jika kesiapan dan kepercayaan diri benar-benar dipupuk dari sekarang.

“Kita harus satu tekad satu tujuan masuk ISL. Di manapun mainnya kita harus berani. Terlalu cengeng jika kita terus menangisi penentuan tuan rumah, dan akhirnya kita tidak terpilih. Mari tatap laga tersebut dengan kepercayaan diri dan keyakinan bahwa kita adalah pemenang,” beber Donny Fernando Siregar-Gelandang PSMS kemarin.
Ya, PSMS memang harus terus maju dan tak gentar. Inilah saat paling realistis untuk melaju ke kasta tertinggi sepak bola tanah air. Donny berharap rekan-rekannya memiliki tekad sama untuk berjuang. “Kapan lagi? Inilah saatnya. Kami berhadap doa dan dukungan semua Masyarakat Medan dan pecinta PSMS di manapun berada,” tambah mantan pemain Persijap dan Persiba Balik Papan itu.

Meski ada isu bahwa Mitra Kukar dan Persiba Bantul sudah ‘dititip’ untuk lolos ke ISL, namun hal itu tak harus jadi alasan PSMS melemah. Hal ini juga sudah dibantah oleh Plt Sekjen PSSI, Djoko Driyono. Dihubungi belum lama ini, Djoko mengaku tidak ada unsur pilih kasih terhadap penentuan tuan rumah. Semua mutlak didasarkan dari kesiapan dan kepentingan sponsor dan pemegang hak siar. “Penilaian awal adalah dari kesiapan infrastruktur. Kepentingan tim tamu, dan beragam kepentingan bersama lainnya. Kita ingin menjaga sportivitas di babak delapan besar ini. Tidak ada unsur lain-lain,” kata Djoko.

Maka itu, Donny kembali berharap PSMS mampu bermain baik dengan menjaga mental juara dan keyakinan bahwa tim ini adalah pemenang. “Minimal adalah pertahankan cara main kita seperti saat melawan Persikabo di kandangnya. Kalau mental kita pejuang, jangankan lolos, tropi juara pun bisa kita raih,” tambah Donny. “Semua berpulang kepada diri sendiri. Mari kita bulatkan tekad kita untuk menjadi yang terbaik,” pungkasnya. (ful)

Masih Buta Kekuatan Lawan

Sejauh ini tim arsitek PSMS masih buta kekuatan dua lawan kuat di grup B delapan besar, Mitra Kukar dan Persiba Bantul. Hanya PSAP yang sudah diketahui kekuatannya karena sudah bertemu.

Maka itu pelatih kepala, Suharto masih enggan membicarakan peluang. Yang terpenting baginya adalah memperbaiki tim secepat mungkin. Tapi begitu, hal itu tak berarti PSMS menyerah. “Peluang saya rasa masih fifty-fifty. Jadi tidak ada yang begitu hebat dan tak ada yang lemah. Semua berpeluang. Yang penting kita siapkan diri dulu,” beber Suharto.
Rencananya, Suharto akan membawa 18 pemain ke Samarinda dan hanya memboyong 2 kiper. Artinya harus ada satu kiper yang akan ditinggal.  Untuk urusan itu, Suharto mempercayakan kepada pelatih kiper, Doni Latuperissa untuk menseleksi. Tim akan bertolak dari Medan pada 10 Mei mendatang.  Untuk mengejar persiapan,  sejauh ini Suharto menggeber fisik dan kerjasama tim Affan Lubis dkk.

Kiper PSMS Andy Setiawan mengaku optimis PSMS bisa memberikan perlawanan di babak delapan besar mendatang. “Tuan rumah memang punya keuntungan. Tapi hal itu bukan masalah, kami harap tim akan lebih termotivasi dan bisa memberikan yang terbaik,” harap Andy. (ful)

Kolaps, Arema Indonesia Dijual

MALANG- Arema Indonesia tak kuasa lagi menahan beban krisis keuangan. Manajemen akhirnya memutuskan menjual Arema Indonesia ke publik. Keluarga Bakrie dikabarkan peminat serius terhadap kepemilikan juara ISL musim lalu itu.

Mulai kemarin, Manajemen Arema menyatakan membuka diri pada semua pihak yang ingin membeli dan mengelola klub yang lahir 11 Agustus 1987 ini. “Syaratnya home base Arema tetap di Malang,” kata Presiden Kehormatan klub tersebut Rendra Kresna, Kamis (5/5).

Menurut Rendra, ‘penjualan’ Arema ini dilakukan karena jawara ISL musim lalu ini sangat membutuhkan pasokan dana untuk menyehatkan keuangan mereka, yang kini masih berada dalam kondisi defisit. Dikabarkan saat ini defisit Arema mencapai angka Rp5 Miliar. Angka itu terdiri dari gaji pemain tim senior, gaji pemain tim U-21 dan gaji karyawan. “Jumlah itu sangat besar. Makanya siapa saja yang mau membeli Arema, silakan datang,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Bupati Malang ini. Selain masalah keuangan, musim ini Arema juga dilanda krisis manajerial. Terjadi dualisme kepemimpinan di klub tersebut. Bahkan, krisis ini merambat hingga penentuan delegasi Arema di Kongres PSSI, beberapa waktu lalu.

Soal lego ke investor yang berminat itu, manajemen berkeyakinan  hal ini harus dilakukan demi menjaga eksistensi klub berlogo kepala singa itu.

“Wacana dilempar ke publik terkait kepemilikan Arema sebenarnya adalah hal yang lumrah sebagai tim tanpa APBD,” papar Media Officer Arema, Sudarmaji.

“Pada prinsipnya, Arema harus tetap ber-homebase di Malang dan harus berkompetisi di ajang yang dilegalkan FIFA. Dan harus ditegaskan lagi, kami tidak menjual Arema. Kami hanya memberikan kesempatan bagi pihak lain untuk mengelola Arema,” lanjutnya.

Terkait calon kuat pemilik baru Arema Indonesia dari kelompok Bakrie, Rendra Kresna tak menampiknya. “Bisa saja. Apa itu Grup Bakrie atau Arifin. Karena peluang dibuka lebar,” katanya. Menurut Rendra, penjualan hanya dilakukan pada pengelola perusahaan dalam hal ini PT. Arema Indonesia.  (bbs/jpnn)

Kezman Hina AFC Cup

Mantan striker Chelsea, Mateza Kezman yang kini membela klub Hongkong South China FC menghina secara terbuka turnamen AFC Cup. Kezman menilai turnamen itu sebagai turnamen terburuk yang pernah diikutinya.
Hal itu diutarakannya setelah timnya kandas dari Persipura dengan skor 4-2 (3/5) lalu. Dua dari empat gol tim Mutiara Hitam dikemas oleh Boaz Solossa. Sedang gol lainnya dibukukan Zah Rahan dan Gerald Pangkali. Dua gol South China disumbangkan oleh Xu Deshuai dan Ng Wai Chiu tak ada satu pun yang diciptakan Kezman.

Mantan penyerang PSV Eindhoven itu menyebut beberapa faktor yang membuatnya melabel AFC Cup sebagai turnamen terburuk. Di antaranya adalah faktor cuaca yang panas.

“Ini adalah kompetisi yang tidak adil di mana tuan rumah bisa mendapatkan keuntungan besar. Faktanya, ini adalah turnamen terburuk yang pernah saya ikuti,” ujar bomber 32 tahun ini seperti dilansir AFP. “Saya bersungguh-sungguh, saya kesulitan bermain di bawah kondisi seperti ini dan itu sangat menyulitkan,” lanjutnya. (net/jpnn)

Aweng Gandeng Randiman Tarigan

MEDAN-Niat Anuar Shah yang akrab disapa Aweng untuk maju sebagai Ketua Umum Pengprov PSSI Sumut tak main-main. Demi mendapatkan hasil maksimal saat memimpin PSSI Sumut nanti, Aweng menggandeng orang-orang yang selama ini terkenal memiliki kepedulian terhadap pembinaan sepak bola di daerah ini.

Salah satu nama yang kini digadang-gadang bakal berperan aktif dalam jajaran kepengurusan PSSI Sumut nanti adalah mantan manejer tim PSMS saat memboyong Piala Emas Bang Yos (PEBY), Drs H Randiman Tarigan MAP.
Memang kapabilitas dan kepedulian Randiman dalam membangun  sepak bola di Sumut tak perlu diragukan. Pasalnya, selain pernah dua kali mengantarkan PSMS menjuarai PEBY, pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan DPRDSU ini juga berjasa mengantarkan tim berjuluk Ayam Kinantan itu sebagai finalis Liga Indonesia tahun 2007.

“Saya pikir dengan menempatkan orang-orang seperti beliau (Randiman Tarigan, Red), sepak bola Sumut akan kembali berbicara di tingkat nasional. Karenanya saya akan terus mencari sosok seperti beliau, agar apa yang menjadi harapan masyarakat sepak bola Sumut dapat terpenuhi,” ungkap Aweng, kemarin (5/5).

Selanjutnya Aweng mengutarakan bahwa selain mendudukkan orang-orang yang tepat, dirinya pun berniat membersihkan jajaran pengurus yang kerap bertindak diluar etika, sehingga mencoreng nama baik Pengporov PSSI Sumut.

“Ke depan kita akan gunakan tenaga auditor sehingga semua aliran dana yang mengalir untuk Pengprov PSSI Sumut barjalan transparan. Artinya, tidak akan ada lagi pengurus PSSI Sumut yang menyalahgunakan jabatannya demi kepentingan pribadi,” tambah Aweng lagi.

Terkait dukungan yang telah didapatkannya untuk maju sebagai Ketua Pengprov PSSI Sumut periode empat tahun ke depan, pria yang kini menjabat sebagai Dewan Kehormatan PSSI Sumut itu menegaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan 36 suara.

“Hampir semua kepala daerah Kota/Kabupaten yang ada Sumut menyatakan dukungannya. Ini sebuah amanah yang harus dijaga. Saya tak ingin menyalahgunakan amanah ini,” pungkasnya.

Apa yang diungkapkan Aweng tak dibantah oleh Bupati Labuhan Batu Utara H Kharuddin Syah Sitorus. Bahkan secara tegas Kharuddin mengatakan bahwa Pengcab Labuhan Batu Utara bukan hanya mendukung, tapi juga memberikan hak suaranya kepada Aweng.

“Selaku insan sepak bola, kita harus dukung orang yang benar-benar memiliki kepedulian kepada sepak bola, bukan orang-orang yang mengejar jabatan semata,” tandas Kharuddin. (jun)

Forki Medan Tatap Kejurnas Antar Kota

MEDAN- Pengurus Cabang Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Kota Medan, menatap serius Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate antar Kota Se-Indonesia 5-7 Mei di Makassar Sulawesi Selatan.

Forki Medan menyiapkan 10 atletnya untuk berlaga di kejuaraan tersebut. Yakni terdiri 7 karateka putra dan 3 karateka putri. Karateka putra yang diutus adalah Muhammad Rizky (60kg), Ilham Khaliq (60kg), Dedi Irwansyah (75kg), Muhammad Erza (84kg), Muhammad Helza (84kg), James Simanjuntak (84kg), dan Devanto (+ 84kg). Sedangkan tiga karateka putri yakni Tifanny (50kg), Masriani (55kg), dan Indah Mogia Angkat (68kg).

Ketua Pengcab Forki Medan, Ir Palti Simanjuntak mengatakan atlet yang akan berlaga di Kejurnas antar kota merupakan atlet hasil godokan dari tim pelatih yakni Junaidi, Rawi Chandra, Dedi Sucipto, Mariana, dan Hariani. “Latihan yang diberikan tim pelatih digelar setiap hari senin sampai Sabtu di Lapangan Merdeka Medan,” ujar Palti.

Lebih lanjut, Palti berharap pada kareteka yang akan berlaga di Kejurnas untuk  selalu meraih prestasi yang lebih baik dari sebelumnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Forki Medan, Joan Berlin Damanik SSI MM. Ia berharap  atlet Forki Medan dengan bekal latihan yang diberikan penuh selama satu bulan akan membuahkan hasil yang memuaskan untuk mengharumkan nama Kota Medan. (omi)

Akibat Bergunjing

Gara-gara bergunjing, Yakina Gea (32), dianiaya. Dia digigit temannya sendiri yang digunjingkannya. Akibatnya tangan dan bagian belakang tubuhnya pun membiru. Dia juga masih merasakan sakit akibat jambakan di rambutnya. Informasi yang dihimpun wartawan di Mapolsek Labuhan menyebutkan Yakina Gea (32), warga Jalan Purwosari, Gang Setia, Medan Timur, digigit oleh Murniarti (35) dibantu suaminya Nehesi Lebu (40), warga lahan garapan Helvetia. Pasangan suami isteri ini merasa tersinggung karena digunjingkan Yakina. Bahkan, karena tak senang jadi bahan pergunjingan, Muniarti sempat mengancam Yakina dengan kelewang.

Sebelumnya, Yakina menggunjingkan banyak hal dengan temannya yang lain, sesama penggarap. Murniati mendengar gunjingan itu. Dia yang merasa dijelek-jelekkan pun tersinggung. Murniati kemudian mendatangi Yakina dan marah-marah. “Tiba-tiba saja Murniati datang marah-marah padahal kami tidak ada membicarakan dia,” ujar Yakina.

Dibantu suaminya, Nehesi, Murniati pun menyerang. Nehesi memegang tubuh Yakina, selanjutnya Murniati menjambak rambut dan menggigit tangan dan bagian tubuh belakang Yakina hingga membiru. Yakina kemudian berhasil lepas dari penganiyaan tersebut dan melarikan diri. Sementara itu, teman-teman Yakina hanya bisa menjerit minta tolong. “Saya tidak senang dengan perbuatan mereka, Makanya saya membuat laporan agar mereka ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Yakina di Mapolsekta Labuhan saat membuat laporan, Kamis (5/5). (11)

Bahas Pasar Induk, Anggota Dewan Ribut

MEDAN-Pembangunan Pasar Induk Medan seluas 16 hektar di Kelurahan Lauci dan Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan, ternyata masih menjadi persoalan yang mengakibatkan anggota DPRD Medan, Roma Simare-Mare dari Komisi B dan CP Nainggolan, dari Komisi D perang mulut dalam rapat gabungan komisi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Medan, Kamis (5/5).

Adu argumentasi bermula dari pertanyaan Ketua Komisi B DPRD Medan, Roma Simare-mare. Politisi asal Fraksi PDIP ini menyatakan, agar pembangunan pasar induk yang diproyeksikan rampung 2012 mendatang, mesti diperlambat pembangunannya.

Hal itu didasarkan, keluhan para pedagang khususnya di Pasar Sambu Medan yang menganggap pembangunan pasar induk tersebut memberatkan para pedagang Pasar Sambu. Dimana asumsi yang berkembang, ketika pedagang Pasar Sambu hendak mengambil barang dagangan dari Pasar Induk, maka akan menambah biaya pembeliannya.
“Dalam hemat saya, jarak antara Pasar Induk dengan Berastagi hanya satu jam. Lebih baik para pedagang itu langsung membeli ke Berastagi, karena jika nanti di Pasar Induk maka harga beli barang dagangan akan semakin tinggi. Saya merekomendasikan, pembangunan Pasar Induk harus diperlambat,” ujarnya.

Bukan hanya itu yang menjadi landasan agar pembangunan Pasar Induk untuk diperlambat. Ada juga alasan lainnya, yakni persoalan relokasi para pedagang Pasar Sambu juga harus terakomodir.

Pernyataan Roma simare-mare sontak membuat CP Nainggolan angkat bicara. Ditegaskan politisi senior Fraksi Golkar DPRD Medan, untuk persoalan pembangunan Pasar Induk  bukan tanpa kajian akademis. Bahkan, rencana pembangunan Pasar Induk telah dibahas dan disahkan oleh anggota DPRD Medan periode 1999-2004.

Terkait relokasi atau penempatan pedagang di Pasar induk, Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan ini mengungkapkan, pertanyaan yang dialamatkan oleh Roma Simare-mare kepada Dinas Perkim adalah pertanyaan yang salah sambung. “Kalau tidak paham, pelajari dulu. Pasar Induk itu, sudah dibahas dan disahkan oleh anggota DPRD Medan periode 1999-2004. Pembangunan Pasar Induk itu, juga bukan tanpa kajian akademis,” jawab CP.

Melihat gelagat perdebatan tersebut semakin panas, Ikrimah Hamidy selaku pimpinan rapat langsung berinisiatif mengambil alihnya. Ikrimah melemparkan solusi, yakni agar Dinas Perkim memberikan data pembangunan Pasar Induk kepada anggota DPRD Medan, untuk dibahas di tiap-tiap fraksi.

Namun, solusi yang dilemparkan Ikrimah langsung ditentang CP Nainggolan. Selaku anggota DPRD Medan dari Fraksi Golkar mewakili fraksinya, dia menyatakan menolak solusi itu. “Kami menyatakan menolak, untuk kembali membahas itu. Karena semua rencana Pasar Induk itu telah dibahas dan disahkan oleh anggota DPRD Medan dari periode lalu,” tegasnya.

Karena tidak ada jawaban ril dari perdebatan itu, akhirnya Ikrimah tetap memberikan kesimpulan bahwa, anggota DPRD Medan meminta data perkembangan pembangunan pasar induk secara keseluruhan. Dan usulan itu pun diterima para peserta rapat lainnya. (ari)