30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15462

Curhat Lewat Lagu

Maureen Marissa Dumais

Di klub band Element dan ClubEighties, nama Maureen Marissa Dumais sudah tak asing lagi. Bukan menyanyi, tapi Maureen, begitu sapa, dikenal sebagai backing vocal. Sekarang,  Maureen mencoba keberuntungannya melepas single bertajuk Jemput Aku Di Sini.

Maureen bernyanyi setelah seorang temannya menyodorkan satu lagu yang katanya  cocok dengan karakter vokalnya.
“Ternyata dia merangkai lagu itu dari curhat-curhatku selama ini. Memang aku cukup dekat dengan dia,” tutur penggila Alicia Keys ini sembari menyebut nama Ayu sebagai pencipta lagu itu.

Jadi, Jemput Aku Di Sini menurut Maureen adalah pengalaman pribadinya dalam soal percintaan. “Kisahnya bercerita tentang cinta pertama, yang katanya tak pernah mati itu. Dulu waktu aku punya pacar, rasanya asyik banget. Tiap pulang dijemput, kemudian kita makan atau nonton. Hal-hal itulah yang kadang-kadang muncul dan teringat lagi,” kata cewek yang hobi nonton ini.  Karena kisah hidupnya, cewek berdarah Manado ini mengaku tak kesulitan melantunkan lagu itu.

Secara emosi, lagu itu seperti bercerita tentang dirinya sendiri. “Malah ketika take vokal, ada bagian yang saya nangis sebenarnya,” kenang anak pasangan Richard Dumais dan  Suzatte Sumanti ini kalem. (ipl/rm/jpnn)

Saya Berdoa Minta Perlindungan Tuhan

Penyertaan Tuhan di Balik Teror Bom GPPS Medan

Teror dan ancaman bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Sabtu siang, 19 Maret lalu, mendorong jemaat dan gembala gereja untuk lebih mensyukuri penyertaan Tuhan.

“Ini semua karena kasih dan perlindungannya pada kami sekeluarga, pelayan dan gereja,” ujar Pendeta David Silalahi, Gembala GPPS Jemaat Hermon di Jalan Titipapan, Gang Gereja Persatuan, Sei Sikambing B, Medan.
Penemuan bungkusan plastik berwarna merah di bawah pohon pinus di halaman gereja itu itu membuat  panik, mengingat banyaknya terror sejenis di Jakarta, Pulau Jawa dan di wilayah tanah air lainnya.

Pdt David Silalahi, yang saat ini berada di rumah bersama pelayan gereja dan jemaat melaporkan penemuan itu ke pihak kepolisian. Tim Penjinak Bom Sat Brimobda Sumut datang membawa peralatan lengkap. Setelah mengamankan situasi, petugas meledakkan bungkusan tersebut di halaman gereja. Suara dentuman menggelegar, getarannya terasa hingga radius 20 meter. Sejumlah serpihan berterbangan.

Sebelum bungkusan yang diduga bom itu ditemukan di halaman gereja, pelayan GPPS bernama Dewi Bangun bersama sejumlah pelayan gereja lain sedang membersihkan gereja dalam rangka persiapan kebaktian malam yang biasanya diadakan pada malam Minggu.

“Ada sedikit keanehan. Pada Jumat malamnya, sehari sebelum ditemukannya bungkusan, saya mendengar suara longlongan anjing dari arah depan gereja. Waktu itu saya hanya berdoa pada Tuhan untuk minta perlindungan,” papar Dewi. Dewi baru menyadari tanda-tanda yang diberikan. Meskipun bungkusan itu bukan bom, tetapi Dewi bersyukur, bila tujuan orang meletakkan bungkusan itu untuk menciptakan suasana kacau, tujuannya tidak kesampaian. “Syukurlah, Tuhan nyatakan kuasanya untuk melindungi kami dan gereja,” jelasnya.

Menanggapi bungkusan teror bom yang dialamatkan ke gereja dan tempat lain di Kota Medan, anggota DPD RI Perwakilan Sumut Parlindungan Purba menganggapnya sebagai perbuatan orang bodoh. “Tapi saya tetap bangga pada masyarakat Medan-Sumut yang selama ini tidak mudah terpancing dengan teror seperti itu. Harapannya sikap seperti itu tetap dipertahankan dalam menciptakan Sumut yang aman dan kondusif, ucapnya.

Anggota DPRD Sumut, Ir Sudirman Halawa, menambahkan teror itu pekerjaan pengadu domba. Putra Nias ini menilai ada upaya sekelompok orang untuk mengacaukan Sumut. Itu itu diimbau agar masyarakat jangan terprovokasi dan tetap waspada. (rahel sukatendel)

Manusia, Budak dan Pembebasan

Seorang pemuda melihat seorang gadis manis didorong naik ke atas panggung supaya dapat dilihat pembeli budak. Pemuda itu marah melihat manusia diperjualbelikan seperti hewan. Pelelangan gadis itu dibuka dengan harga tinggi.
Ketika juru lelang hendak mengumumkan bahwa gadis itu terjual, tiba-tiba pemuda itu mengangkat tangannya dan berkata, “saya mau membelinya dengan harga dua kali lipat.” Pemuda itu membuka tasnya dan menunjukkan emas. Kemudian juru lelang itu menyatakan bahwa pemuda itu berhak atas gadis tersebut.

Gadis itu turun dari panggung dengan penuh kebencian, kemudian ia meludahi wajah pemuda itu. Saat pemuda itu menghampirinya, gadis tersebut membuang mukanya. Sambil mengulurkan tangannya, pemuda itu berkata, “Ini surat pembebasanmu, engkau bebas.” Gadis itu masih membisu sehingga pemuda itu mengulangi perkataannya.
Tiba-tiba gadis itu berkata, “Aku membencimu, engkau sudah membeliku, sekarang mengapa mempermainkanku?” “Dengar, ini berkas yang menyatakan bahwa sekarang kau bebas,” kata pemuda itu menjelaskan. “Engkau baru membeliku, aku tidak percaya sekarang engkau membebaskanku,” bantah gadis itu. “Saya memang membelimu untuk membebaskanmu!” kata pemuda itu tegas. Gadis itu tersungkur dan berkata, “Engkau membeliku untuk membebaskanku?!” Kemudian gadis itu memeluk kaki pemuda itu dan berkata, “Sekarang aku ingin melayanimu Tuan, karena engkau telah membeliku untuk membebaskanku.”

Kemuliaan hati pemuda itu merupakan gambaran kemuliaan hati YESUS yang menebus kita bukan dengan emas tetapi dengan darahNya sendiri. YESUS rela terkutuk di atas kayu salib, supaya kita bebas dari kutuk dosa. Tidak ada pengorbanan yang lebih besar dari pengorbanan YESUS yang sudah menebus kita dari perbudakan dosa. Sadarilah bahwa tanpa penebusan YESUS, kita selamanya akan diperbudak dosa dan hidup dalam bayang-bayang maut. Karena itu hargai pengorbananNYA, kasihi dan layanilah Dia dengan segenap hati.(Diambil dari buku Ibadah harian keluarga HKBP Distrik XV Sumbagsel Edisi Maret 2011, tanggal 29 Maret 2011.)

Demi Tiga Besar

Manchester City vs Sunderland

MANCHESTER-  Manchaster City bertekad menang ketika menjamu Sunderland di Stadium of Manchester Minggu (3/4) ini. Sang arsitek, Roberto Mancini telah menegaskan incaran posisi tiga besar hingga akhir musim, maka itu kemenangan demi kemenangan mutlak menjadi kewajiban.

Sayang ketika menjamu Sunderland, City bermasalah dengan barisan belakangnya. Micah Richards dan Jerome Boateng dipastikan absen membela tim untuk beberapa minggu ke depan karena cedera.

Situasi ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Sunderland yang juga bertekad raih tiga angka. Apalagi Sunderland memiliki barisan depan yang dalam kondisi fit.

Kedua tim juga kerap terlibat pertandingan sengit. Dalam dua laga terakhir misalnya, di mana hasil akhir laga ditentukan di menit-menit terakhir pertandingan.

Tapi City punya rekor yang bagus bila bermain di kandang sendiri. Enam laga di Eastland berhasil diakhiri dengan enam kemenangan atas Sunderland di kompetisi Liga Primer Inggris.

“Kami tidak ingin menyelesaikan musim di posisi empat. Kami ingin menyelesaikan di peringkat tiga. Selama dua bulan kami bermain setiap tiga hari dengan 14 pemain karena cedera,” kata Mancini.

Menyikapi lini belakang yang keropos, Mancini masih bisa lega karena penampilan gemilang kiper mereka Joe Hart.
“Dia masih muda dan dia kuat. Seperti semua orang, ia membuat kesalahan tapi itu normal ketika Anda masih muda mungkin kadang-kadang dia terlalu khawatir. Tapi dia semakin lebih baik dengan setiap pertandingan juga, Anda harus ingat, ini adalah tahun pertama ia bermain untuk sebuah klub yang bersaing untuk jadi juara. Dia sudah menjadi kiper fantastis,” terang Mancini. (bbs/jpnn)

Indonesia Tanpa Gelar

JAKARTA – Berakhirlah kiprah Tommy Sugiarto, satu-satunya pemain Indonesia, yang tampil di semifinal turnamen bulu tangkis New Zealand Challenge 2011, Sabtu (2/4). Mantan pemain pelatnas Cipayung ini menyerah dua game, 11-21, 11-21, dari pemain Hongkong Wong Wing Ki, dalam perebutan tiket final kejuaraan berhadiah 15.000 dollar AS tersebut.

Dengan demikian, Indonesia dipastikan kembali menuai hasil buruk dalam sebuah turnamen internasional sejak awal tahun 2011. Ini menunjukkan bagaimana penurunan prestasi yang sangat drastis karena dalam turnamen sekelas Challenge pun tak ada pemain yang bisa menembus final–sama seperti di event Super Series dan Superseries Premier di mana para pemain top Indonesia pun terjegal sebelum mencapai final. Tentunya ini menjadi sebuah ancaman dalam kampanye meraih medali emas SEA Games 2011 dan Olimpiade London 2012.

Tommy, yang merupakan unggulan kedua, tampil buruk selama dua game pertandingan berdurasi 33 menit ini karena dia selalu didikte lawannya yang merupakan unggulan ketiga.

Pada game pertama, putra dari mantan pebulu tangkis nasional Icuk Sugiarto ini sempat memberikan perlawanan gigih hingga unggul 7-6. Namun setelah itu, Wong mulai melejit dengan peroleh lima poin secara beruntun dan tak terkejar lagi sampai menang 21-11.

Pada game kedua, performa Tommy, yang  pekan lalu menjuarai Djarum Sirkuit Nasional di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sangat buruk. Ini terlihat pada awal game di mana dia tertinggal sangat jauh, 1-14. Meskipun berusaha mengejar, tetapi jarak yang terlalu jauh membuat Tommy harus menyerah 11-21 dan tiket final pun diraih Wong.

Di final, Minggu (3/4), Wong akan bertemu pemain Jepang, Riichi Takeshita. (net/jpnn)

Kejar Kemenangan ke-37

Napoli vs Lazio

NAPOLI – Pertandingan yang  akan berlangsung di Stadion San Paolo, Napoli sore ini mempertemukan tuan rumah Napoli dan tamunya Lazio.

Hebatnya, nuansa panas yang menyelimuti pertandingan ini telah terjadi beberapa hari lalu, saat presiden klub kedua tim saling baku hantam.

Gazzetta dello Sport, Jumat (1/4) mengabarkan bahwa bos Lazio Claudio Lotito dan bos Napoli Aurelio De Lauretiis terlibat bentrok fisik ketika sama-sama menghadiri acara makan malam yang diselanggarakan Lega Calcio pada Kamis (31/4) malam waktu setempat.

Keduanya telebih dahulu cekcok mulut. De Laurentiis tidak terima karena Lazio mendapatkan hak siar lebih ketimbang Napoli. Lotito yang sudah dibakar amarah kemudian melayangkan pukulan. Kericuhan kemudian mereda setelah wakil presiden AC Milan Adriano Galliani dan presiden Catania Pietro Lo Monaco melerai mereka.
“Saya tidak mau membahas situasi konyol itu. Mari kita bicara soal sepakbola, bukan cerita konyol macam itu. Klasemen menunjukkan betapa pentingganya laga antara Napoli dengan Lazio akhir pekan nanti,” ujar Lotito.
Pernyataan Lotito itu seolah mengisyaratkan jika timnya mampu mencuri kemenanan di Stadion San Paolo. Jika itu terjadi, maka Lazio akan unggul head to head atas Napoli, sebab sejauh ini kedua tim sama-sama meraih 36 kemenangan dari 111 pertandingan yang telah terjadi di antara kedua tim.

Bagi tuan rumah, kemenangan atas Lazio akan membuka peluang tim berjuluk I Partenopei meraih scudetto, karena sehari sebelumnya sang pemuncak klasemen AC Milan saling jajal dengan tim peringkat kedua Inter Milan.
Ya, Napoli yang dibesut Walter Mazzarri musim ini tampil mengejutkan dengan menguntit di peringkat tiga.
I Partenopei hanya tertinggal tiga angka dari Milan dan sebiji dari Inter.

“Kami senang dengan perkembangan menakjubkan tim dalam beberapa bulan terakhir. Kekuatan kami adalah kami tak melihat komposisi klasemen, jadi dengan begitu kami bisa berkonsentrasi pada tiap pertandingan dengan cara yang sama. Masih ada delapan pertandingan  tersisa dan kami harus menghadapinya dengan cara yang benar,” imbuh sang pelatih.

Menjamu Lazio nanti Mazzari masih mengandalkan ketajaman Edinson Cavani untuk mengoyak jala lawan. Sriker berkebangsaan Uruguay itu telah mencetak 22 gol. “Napoli sudah memberi saya kesempatan dan itu akan saya balas dengan memberinya kemenangan,” tekad Cavani.

Walau Cavani telah menyatakan tekadnya, namun kiper Lazio Fernando Muslera yang juga berasal dari Uruguay tak  gentar dengan ancaman kompatriotnya itu.

“Saya tahu bagaimana cara menghentikan dia, sebab kami pernah latihan bersama dengan cara adu penalti. Saya juga tahu di mana dia biasa menempatkan bola. Cuma masalahnya, dia (Cavani) juga tahu apa yang saya tahu. Jadi, pertandingan nanti akan berlangsung seru,” bilang Muslera.

“Tendangannya (Cavani, Red) sangat kuat dan akurat. Tangan kiper bakal sakit memblok tendangannya. Selain itu jika dia melakukan tendangan dari kotak penalti, maka 90 persen selalu berujung gol,” terang Muslera. (bbs/jpnn)

Dimodifikasi Lebih Modis

Harem Pants

Trend mode celana memang tidak ada habisnya. Baru saja muncul model celana ‘aladin’ sekarang bermunculan lagi model celana ‘harem’. Dengan bentuk mirip celana ‘aladin’. Harem’ menawarkan bahan yang unik.

Bila celana ‘aladin’ terbuat dari bahan kaos yang menimbulkan kesan jatuh, celana ‘harem’ terbuat dari bahan satin. Selain lebih unik dan formal, celana ‘harem’ mampu menyulap penampilan menjadi makin trendy.
Sejumlah selebriti dunia masih mengandalkan celana harem dalam berbagai suasana.

Ingat bentuk celana Aladdin dan Putri Jasmine? Model celana berpotongan longgar di pinggul atau paha dan menyempit di bagian bawah itu memang menjadi trend fashion tahun lalu. Orang menyebutnya dengan celana harem.

Di tahun 2011 ini, daya pikatnya ternyata belum pudar. Sejumlah selebriti dunia masih tampak mengandalkan celana harem dalam berbagai suasana. Tentunya, dengan desain modern yang sangat stylish.
Celana harem tak lagi sekadar busana Timur Tengah yang dibuat untuk menutupi aurat, tapi berkembang menjadi busana yang mengakomodasi tren dan gaya masa kini. Tak hanya melulu celana panjang gombrong yang menyempit di mata kaki, tapi juga muncul sebagai varian celana bermuda.

Nah, celana satu ini tengah merambah di kota metropolis, termasuk di Kota Medan. Sejak memasuki tahun 2011, trend harem pants semakin tinggi. Para remaja wanita di Kota Medan saat ini begitu menggandrungi celana model satu ini, mereka tampil di setiap suasana dengan celana ini.
Celana ini berciri ada lipitan di depan, bagian bawah berbentuk pinsil atau kuncup di bawah atau basic serta kantong dengan ukuran besar dengan model bubble di sebelah kiri dan kanan pinggang celana, disertai model karet dibagian pinggang.

Hal yang lain, celana ini selalu dijual bersamaan dengan ikat pinggangnya. Karena model ini sangat digemari, untuk saat ini  celana harem dimodifikasi dengan bahan jeans. Hanya saja pada celana dengan bahan jeans, model kantong tidak sama. Pada bahan jeans, lebih ketat membentuk kaki si pemakai.

Menurut Dewi, salah satu karyawan di toko pakaian di Pasar Rame mengatakan, sejak tahun 2010 yang lalu, model celana ini sudah menjadi trend. Hanya saja untuk di masyarakat terutama di Kota Medan baru tahun ini.

Celana Harem dari bahan katun, biasanya disukai oleh para remaja. Selain karena bentuk celana yang unik, kesannya juga santai dan feminim. Celana ini juga dapat menampilkan kesan formal, terutama bagi celana Harem yang berbahan satin. Sebab, pada bahan ini akan terlihat kilat. “Jadi kesan formal dan glamour terlihat. Biasanya para wanita yang bekerja di kantoran akan memilih celana dengan bahan satin ini untuk dipakai bekerja,” tambah Dewi.
Karena celana ini merupakan produk lokal (Jakarta dan Bandung), harga dari celana ini sangat terjangkau. “Biasa kita jual Rp75 ribuhingga Rp85.000 ribu per celana, tergantung bahan,” ujar Dewi. Jadi tidak heran bila celana ini dapat dibeli dan dipakai oleh siapapun. Termasuk anak kulihan, remaja dan pegawai kantoran.

Sedangkan untuk celana model Harem yang terbuat dari bahan jeans, baru beberapa minggu ini keluar dipasar. Untuk harga juga tidak berbeda jauh dengan harga celana Harem yang terbuat dari bahan.

Kalau celana dari bahan Jeans, bila digunakan akan terlihat lebih feminim, tetapi tidak mengesankan kesan formal. “Jadi pemilihan untuk kedua bahan ini ditentukan oleh suasana dan kondisi tempat tujuan sipemakai celana,” bilangnya.

Dita, mahasiswi USU ini mengakui kalau banyak mahasiswi maupun teman-temannya menyukai trend celana Harem ini. “Kesannya lebih santai, lebih modis dan trendy karena bahannya ada yang menggunakan bahan jeans. Apalagi harganya murah, cocok dengan isi kantong,” ujarnya. (mag-9)

Glenn Fredly Wakili Umat Kristiani di Film ‘?’

Bermain dalam dunia film ‘?’ (Tanda Tanya), Glenn Fredly harus melalui pergumulan panjang. Sang sutradara mengakui susahnya membujuk penyanyi asal Ambon itu.

“Cukup sulit ya untuk membujuk dia bermain film. Dia public figur yang taat pada agamanya. Saya ingin ada (tokoh) yang mewakili tiap-tiap peranan di film ini. Glenn saya pilih itu pun dia ketakutan, karena dia bilang, dia bukan aktor, tapi yang penting bukan aktor atau tidaknya, tapi kesungguhan dia,” kata sang sutradara Hanung Bramantyo, saat ditemui di acara screening film ‘?’ di Gandaria City, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (31/3) lalu.

Dalam film berdurasi 100 menit itu, Glenn berperan sebagai Doni. Seorang pemeluk agama Kristen yang taat. Dalam beberapa adegan, Glenn lebih sering beradu akting dengan seorang yang baru saja memeluk agama Katolik bernama Rika yang diperankan Endhita. Glenn tampil plontos, berkacamata, berkemeja rapi, dengan badan yang terlihat lebih berisi sebagai Doni. Dia tampil maksimal di film perdananya. “Buat saya (porsi akting Glenn) cukup, pas, karena dia memang saya tempatkan seperti itu. Dan nggak harus sesuai dengan skenarionya, ini kita kembalikan saja pada dia toh dia orang yang seperti itu, yang taat,” kata Hanung.

Film ‘?’ mengungkapkan konflik sosial sehari-hari karena perbedaan pandangan hidup dengan latar belakang kehidupan beragama di Indonesia. Film ini siap ditayangkan mulai 7 April 2011. Selain Glenn Fredly dan Endhita, film produksi bersama Dapur Film dan Mahaka Pictures ini juga dibintangi Agus Kuncoro, Reza Rahadian, Revalina S Temat, Rio Dewanto dan Henky Solaiman.(niello/jc)

Tak Tunda Momongan

Marshanda-Ben Kasyafani Menikah

Mantan VJ MTV, Ben Kasyafani, mengaku menjadi pria yang paling beruntung di dunia karena mendapatkan Marshanda. Perasaan ini dia ungkapkan setelah resmi mempersunting artis cantik itu. Di tengah kebahagiaan itu, Ben mengaku punya doa khusus untuk pernikahannya.

“Doanya untuk kebaikan kami, agar rumah tangga kami bahagia dunia akhirat,” kata Ben saat konferensi pers, usai akad nikah di Hotel Sofyan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/4).

Ben juga bercerita saat ijab kabul siang tadi, dia sempat lupa beberapa bagian dari doanya karena kalimatnya cukup panjang. Dia lupa karena juga harus konsentrasi untuk melafalkan kalimat ijab kabul. Ben mengatakan sampai harus membuka-buka kembali kertas yang berisi kalimat doa itu.

Beberapa hari sebelum ijab kabul, kata Ben, sebenarnya Caca, sapaan akrab Marshanda, sudah mewanti-wanti agar tidak lupa mengucap kalimat doa. “Tapi, alhamdulillah akhirnya ingat dan bisa membacakannya untuk Caca setelah ijab kabul selesai.”

Pernikahan itu berjalan lancar. Tapi, mereka akan menunda dulu bulan madu sampai karena kesibukan kerja masing-masing. Lebih jauh, Ben mengatakan, telah menemukan rumah yang akan dijadikan tempat tinggal. Tapi, dia belum menyebut lokasinya.

Kemudian soal rencana punya anak.  Ben mengatakan, “Urusan momongan kami tidak akan menunda, kalau diberi rezeki anak alhamdulillah. Tetapi kami fokus Caca selesai kuliah dulu.”
Berapa jumlah anak yang diinginkan? “Semuanya terserah yang ngasih. Dua atau tiga kami syukuri semua,” kata Ben yang diiyakan Caca. (net/bbs/jpnn)

Lola Amaria Idealis Tapi Tetap Komersil

Berangkat dari film indie, sutradara Lola Amaria masih menganut pakem idealis dalam membuat sebuah film. Wanita yang masih melajang ini tak mau asal membuat film meski dengan dasar komersil. Lola ingin berkarya dengan jujur dan apa adanya.

“Sebagai pembuat film, saya akan membuatnya de­ngan jujur tanpa ada gejolak dengan siapa pun. Ada gejolak atau tidak, saya tetap mem­buat film,” kata sutradara Minggu Pagi di Victoria Park saat ditemui Hari Film Nasional, belum lama ini.

Wanita kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977 ini punya prinsip, film dengan tema yang pas justru bisa  memberi pembelajaran kepada masyarakat yang menontonnya tanpa mengenyampingkan nilai komersil.

“Yang komersil itu seperti apa sih? Kalau produser membuat film dengan tema yang baik dan tak membodohi penonton, saya kira bisa mengubah pandangan masyarakat mana film yang  baik dan tidak,” kata Lola.

Saat ini, Lola sedang dipercaya membuat film baru. Apa judul filmnya, masih dirahasiakan karena dia takut dicuri orang. “Di sini mencuri ide itu belum ada undang-undangnya. Kalau saya bikin film terus udah diklaim duluan oleh orang lain, kita bisa ngadu ke siapa?” tanya Lola yang memiliki pengalaman soal mencuri ide itu. (rm/jpnn)