Home Blog Page 1549

Wabup Serdang Bedagai Lantik 71 Jabatan Pengawas

LANTIK: Wabup Serdang bedagai H.Adlin Tambunan saat pe-lantikan serta pengukuhan Jabatan Pengawas di ling-kungan Pemkab Sergai.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) Adlin Tambunan melantik 71 Jabatan Pengawas di lingkungan Pemkab Sergai, di Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Jumat (5/5).

Dalam sambutannya, Wabup Sergai menyampaikan pelantikan ini dalam rangka menjalankan amanat Peraturan Bupati Sergai No. 89 tahun 2022 tentang Kedudukan Susunan Organisasi, Uraian Tugas, dan Fungsi serta tata kerja kecamatan di lingkungan Pemkab Sergai, hari ini dilaksanakan pelantikan pengukuhan, pemberhentian, dan pengangkatan Jabatan Pengawas di lingkungan Pemkab Sergai.

Ia berharap, apa yang dilaksanakan tidak hanya mengubah tata kerja dan struktur organisasi Pemkab Sergai yang berimbas pada perubahan susunan pejabat di dalamnya, tetapi juga dimaknai sebagai transformasi birokrasi untuk mewujudkan Birokrasi Dambaan.

“Untuk mencapai keberhasilan kinerja suatu organisasi dengan baik, maka saudara dituntut untuk dapat membangun mobilitas kerja yang tidak terlepas dari visi dan misi Pemkab Sergai,” ucap Adlin Tambunan.

Kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Air Minum yang dilantik, Wabup berpesan bahwa keberadaan UPT ini mempunyai peran sebagai institusi yang berorientasi sosial untuk memberikan layanan publik. Oleh karena itu dirinya meminta agar dilakukan pembenahan, baik internal maupun eksternal, demi peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat.

Kepada Kepala Seksi di kecamatan atau di kelurahan yang bertugas di bidang kebersihan, Adlin Tambunan juga berharap agar dapat mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk menjaga serta menciptakan kebersihan lingkungan mulai dari diri sendiri dan tempat tinggalnya.

Menurutnya, sampai saat ini permasalahan sampah belum juga usai, padahal pengelolaan sampah yang buruk dapat memunculkan persoalan yang besar.

“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan, serta dapat mendukung terbentuknya perilaku masyarakat berwawasan lingkungan,” lanjutnya.

Kemudian Adlin berpesan kepada semua pejabat yang dilantik agar memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas dan siap membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan setiap kebijakan untuk melayani masyarakat.

“Laksanakan tugas pokok dan fungsi jabatan dengan sebaik-baiknya dan menjunjung tinggi disiplin dan profesionalitas,” ucapnya mengakhiri.

Turut Hadir Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM M. Kahar Effendi, SSos, Asisten Administrasi Umum Ir. Kaharuddin, MM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nina Deliana Hutabarat, SSos, MSi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Dingin Saragih, SIP, MM dan Rohaniawan. (fad/ram )

Warung Tuak Digebek, 2 Pengunjung Positif Narkoba

PERIKSA: Proses pemeriksaan di warung tuak.

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan, Polri, TNI, Satpol PP BNNK Pematangsiantar, melakukan giat Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di simpang Kerang Kelurahan Sumber Jaya, Siantar Martoba.

Di warung tuak milik Marga Damanik, ada 11 pengunjung yang sedang bersantai. Dari kesebelas pelanggan tersebut, tidak ditemukan barang bukti narkoba. Tetapi, pada saat tes urine, ada 2 orang yang dinyatakan positif narkoba.

Keduanya adalah inisial S usia 32 tahun warga Kabupaten Simalungun dan Inisial AS usia 34 tahun warga yang Simalungun.

Setelah selesai, kedua pria yang positif narkoba tersebut dibawa ke Mapolres Siantar.

Kasat Narkoba AKP R Panjaitan SH mengatakan, kedua pria itu diperiksa dan kemudian dilaksanakan gelar perkara dengan hasil terhadap keduanya tidak dapat diproses hukum.

“Namun karena hasil urinenya positif maka diserahkan ke BNNK Pematang Siantar untuk di assesment medis,” ujarnya. (mag-7/ram)

Cory: Satukan Visi Majukan Pendidikan Karo

STAN: Bupati Karo melihat pameran barang yang dipamerkan para siswa di stan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Kamis (4/5).

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Drs K Terkelin Purba MSi membuka Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Karo sekaligus peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Kamis (4/5).

Dalam sambutannya Bupati Karo menyampaikan bahwa para kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang besar terhadap jalannya pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

“Kepala sekolah adalah pemimpin, kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang besar atas jalannya pendidikan dan pembelajaran di sekolah, inovasi adalah kunci dan impian adalah penggeraknya,” ujar Bupati Karo.

Dalam suasana Hari Pendidikan Nasional, Bupati Karo mengajak untuk bersama-sama satukan niat, satukan visi serta meninggikan rasa optimis dalam menebar manfaat untuk memajukan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya Kabupaten Karo.

Acara ini juga diisi dengan hiburan pentas seni, podcast, lomba mural dan berbagai stan pameran dari tingkat sekolah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Karo. (deo/azw)

Soal Pemutusan Kontrak Proyek Multiyears, El Adrian Prediksi Pekerjaan Tak akan Selesai

Ketua DPD KNPI Sumut El Adrian Shah

MEDAN, SMUTPOS.CO – Kabar pemutusan kontrak PT Waskita Karya untuk proyek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan senilai Rp2,7 Triliun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sudah diprediksi sejak awal. Tak hanya itu, proyek ini juga diprediksi tidak akan selesai.

Demikian dikatakan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut El Adrian Shah kepada wartawan di Medan, Kamis (4/5/2023) merespon informasi yang beredar di media yang menerangkan Pemprovsu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut melayangkan surat pemutusan kontrak terhadap Kerjasama Operasional (KSO) Nomor 620 tertanggal 18 April 2023 terkait proyek multiyears pembangunan jalan dan jembatan yang ada di provinsi ini senilai Rp2,7 triliun.

El Adrian menjelaskan, pihaknya telah mengingatkan Dinas PUPR Sumut saat proyek multiyears masih belum dimulai kegiatan dilapangan bahwa proyek ini ada kejanggalan administrasi atas persetujuan penggunaan dana APBD selama 3 tahun berturut-turut.

“Artinya, dasar hukum proyek multiyears ini tidak ada peraturan daerah (Perda) nya. Sementara yang aturan kita pahami, proyek sebesar itu harusnya dibuatkan Perda tersendiri,” imbuh El Adrian.

Sementara, lanjut El, masyarakat Sumut sudah menantikan janji dari Pemprovsu terkait dengan pembangunan jalan di provinsi. Sebab, proyek ini telah dikerjakan dan sudah ada beberapa ruas jalan provinsi yang sudah selesai.

“Kalau sudah seperti ini, apa ceritanya. Bagaimana dengan kondisi ruas jalan provinsi yang sudah dikerjakan diawal namun belum ada penyelesaiannya. KNPI Sumut menilai Kepala Dinas (Kadis) PUPR Sumut Bambang Pardede telah gagal menjalankan tugasnya untuk membuat jalan di provinsi ini menjadi lebih baik. Maka dari itu, Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi harus mengevaluasi atau bila perlu mencopot Bambang Pardede dari jabatannya,” tandas El.

Tak hanya itu, sambung El, pihaknya juga meminta Pemprovsu untuk segera mengambil langkah cepat dan tegas jika memang proyek multiyears ini benar-benar putus kontrak dengan pemenang tender yang lama.

“Jangan sampai pekerjaan terbengkalai, karena masyarakat Sumut juga yang merasakan dampaknya. Dan menelan pil pahit janji-janji Pemprovsu akan perbaikan jalan. Putus kontrak atau tidak, Dinas PUPR Sumut harus segera mengambil langkah tegas, apakah tender ulang, atau tetap meminta perusahaan yang lama untuk tetap meneruskan pekerjaanya hingga selesai sesuai target dan waktu yang telah ditentukan,” pungkasnya.

Sebelumnya pada akhir tahun 2022 lalu, KNPI Sumut juga telah meminta Dinas PUPR untuk segera menyelesaikan progres capaian target pembangunan jalan sebelum liburan Natal dan Tahun Baru 2023.

Sebab, pada saat itu cuaca di Sumut sedang dilanda curah hujan yang tinggi. Dan beberapa ruas jalan yang dikerjakan adalah daerah yang rawan hujan, seperti ruas jalan SP Tongkoh (Tahura) – SP Sinaman Kabupaten Karo sepanjang 5 kilometer dan Jalan Alternatif Medan – Berastagi dari Kutalimbaru sepanjang 12,67 kilometer.

Sementara itu, Kadis PUPR Sumut Bambang Pardede saat dihubungi wartawan melalui sambungan seluler WhatsApp, mengatakan bahwa surat yang dikirim itu bukan pemutusan kontrak. hanya pemberitahuan akan putus kontrak.

“Belum diputus. Hanya pemberitahuan akan putus kontrak. Jadi begini saja, bapak tanya saja sama yang menulis suratnya ya,” ujar Bambang Pardede.

Sebelumnya, Kuasa Pengguna Anggara (KPA) proyek Rp2,7 triliun Marlindo Harahap mengatakan bahwa surat yang dilayangkan oleh Pemprovsu belum final dan masih ada proses yang dilalui. “Belum final, ada tahapannya,” imbuh Marlindo. (rel/azw)

Tiga Jabatan OPD Dairi Sudah Sebulan Lowong

Kepala BKPSDM Dairi, Junihardi Siregar.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tiga pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, sudah satu bulan lowong. Adapun ketiga pimpinan OPD atau jabatan kepala dinas (kadis) setara eselon 2 yang sekarang dijabat pelaksana tugas (plt) itu yakni, Dinas Perizinan dan Penanaman Modal, Kepala Satuan Polisi Pamongpraja (Kasatpol PP), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes).

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dairi, Junihardi Siregar dikomfirmasi, Jumat (5/5), membenarkan bahwa ketiga pimpinan OPD masih kosong dan dijabat pelaksana plt.

Junihardi mengatakan, saat ini sedang proses penetapan panitia seleksi terbuka (selter). Kalau panitia seleksi (pansel) sudah terbentuk akan segera dilakukan proses seleksi atau lelang jabatan.

Ia mengatakan, sekarang masih tahap koordinasi dengan Badan Kepegawaian Provinsi Sumatera Utara untuk penetapan pansel. Sampai sekarang, meski sudah 1 bulan tidak dijabat oleh pejabat definitif, belum ada kendala. “Semua urusan baik masalah administrasi dan pencairan keuangan di tiga OPD itu, tidak ada masalah. Memang, efektifnya harus definitif,” ujar Junihardi.

Ditanya, soal masa berlaku SK pejabat yang ditunjuk sebagai Plt?, Junihardi mengatakan, masa berlakuknya sampai ada pejabat yang diangkat definitif.

Junihardi mengatakan, adapun timsel nanti yakni dari Badan Kepegawaian Provinsi 2-3 orang, dari Kabupaten serta tokoh masyarakat.

“Kita berusaha selter secepatnya digelar sesuai diharapkan Bupati Dairi, Eddy Kelemg Ate Berutu,” tandasnya.

Soal Dinas Lingkungan Hidup, di mana kadis sekarang yaitu, Amper Nainggolan akan masuk pensiun bulan Juni 2023 mendatang, jabatan Kadis Lingkungan Hidup itu juga, katanya, akan ikut sekalian dilelang. (rud/azw)

Madrid vs Osasuna: Senjata Terbaik

REAL Madrid menyiapkan seluruh senjata terbaiknya menghadapi Osasuna pada final n Copa del Rey di Estadio de la Cartuja, Seville, Minggu (7/5) pukul 03.00 WIB. Trofi ini penting bagi Los Blancos yang hampir pasti gagal mempertahankan gelar La Liga.

Tertinggal 14 poin dari Barcelona, Madrid membutuhkan keajaiban untuk bisa kembali Berjaya di La Liga. Makanya, mereka perlu trofi lain untuk melengkapi gelar Piala Dunia Antar-klub dan Piala Super Eropa yang mereka raih di awal musim.

Los Blancos masih punya peluang mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih musim lalu. Saat ini, pasukan Carlo Ancelotti sudah lolos ke semifinal.

Tengah pekan mendatang, mereka akan menjamu Manchester City di leg pertama. Setelah itu, mereka akan mengunjungi Inggris untuk memastikan siapa di antara kedua klub yang akan menghadapi pemenang derbi Milan di partai puncak.

Tapi dengan tiga pertandingan lagi menuju final Liga Champions, masuk akal jika Madrid sepenuhnya fokus ke laga kontra Osasuna. Dan, Ancelotti sudah mengumumkan memboyong seluruh pemain terbaiknya untuk laga ini, termasuk Ferland Mendy yang sudah lama absen.

“Skuat yang praktis 100 persen siap untuk memenangkan Copa del Rey dan berjuang untuk mencapai final Liga Champions. Tentu saja motivasi tidak seperti cahaya, tapi tim ini cukup spesial dalam hal ini,” tegas Ancelotti di situs klub.

Ancelotti berani menggaransi bahwa anak asuhnya akan menunjukkan performa terbaik di laga ini setelah tengah pekan lalu dikalahkan Real Sociedad di La Liga. “Saya yakin kita akan melihat tim yang berbeda dalam dua pertandingan berikutnya (melawan Osasuna dan Manchester City) dengan fokus dan motivasi maksimal,” jelasnya.

Di kubu Osasuna yang tengah pekan ini kalah 0-1 di markas Barca, pelatih Jagoba Arrasate memastikan pemainnya harus menyingsingkan lengan baju mereka untuk laga final ini.

“Pada hari Sabtu (Minggu) kami memiliki tim super di depan kami. Untuk memenangkan gelar itu kami harus bermain dengan jiwa dan dengan fans kami,” kata Jagoba Arrasate di Marca.

Meski menunjukkan respek tinggi, Jagoba Arrasate mengatakan bahwa dari cara mereka meladeni Barca di laga sebelumnya, ia yakin timnya bisa merepotkan Madrid. “Saya pikir kita siap untuk hari Sabtu (Minggu),” tandasnya.

Osasuna dipastikan hanya kehilangan Darko Brasanac yang mengalami masalah lutut. Sementara Jon Moncayola yang diskors di La Liga akibat akumulasi kartu merah sudah bisa kembali merumput kendati Arrasate cukup puas dengan barisan starternya di Camp Nou.

Madrid yang menyingkirkan Barcelona di semifinal akan mengejar trofi ke-20 mereka di Copa del Rey. Teakhir mereka juara pada musim 2013/2014 dengan mengalahkan Barca. Sedangkan Osasuna yang mengeliminasi Athletic Bilbao akan memburu trofi pertama Piala Raja mereka setelah di final musim 2004/2005 kalah 1-2 dari Real Betis. (fjr/dek)

Pertimbangkan Waktu Ibadah, Jadwal UTBK Dimundurkan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ujian tulis berbasis komputer (UTBK) jalur seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Kemarin (5/5) tim seleksi mengeluarkan pengumuman terkait jadwal. Mereka memperhatikan waktu ibadah sehingga memundurkan jam tes.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Mochamad Ashari kemarin menyatakan bahwa pada sosialisasi sudah disampaikan akan dilakukan penyesuaian jadwal. “Ada penyesuaian jadwal pelaksanaan UTBK SNBT 2023 untuk beberapa wilayah terkait dengan waktu ibadah,” kata Ashari.

Dia memerinci jadwal UTBK SNBT dilakukan pada Senin sampai Kamis. Lalu lanjut Sabtu dan Minggu. “Baik sesi pagi maupun siang, tidak ada perubahan, kecuali untuk daerah-daerah yang termasuk waktu Indonesia bagian barat (WIB). Khususnya wilayah Sumatera selain Lampung,” ujarnya.

Khusus untuk daerah-daerah tersebut, yang semula jadwal tes dimulai pukul 12.30 sampai 16.15 WIB akan dimundurkan. Panitia akan melakukan tes pada pukul 13.00 sampai 16.45 WIB.

Lalu, jadwal UTBK SNBT 2023 pada Jumat sesi siang untuk daerah-daerah yang termasuk area WIB juga ada penyesuaian jadwal. Ashari mengatakan, penyesuaian jadwalnya dibagi per daerah.

Untuk Jawa, jadwal yang semula dimulai pukul 12.30 sampai 16.15 WIB akan dimundurkan menjadi dimulai pukul 13.15 sampai 17.00 WIB. “Untuk daerah-daerah di luar Jawa, yang semula dimulai pukul 12.30 sampai 16.15 WIB dimundurkan menjadi dimulai pukul 13.45 sampai 17.30 WIB,” tuturnya.

Aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Nomor: 02/SE.SNPMB/2023 tentang Penyesuaian Waktu Pelaksanaan dan Jadwal UTBK SNBT 2023. Surat edaran itu ditujukan ke pusat UTBK PTN dan seluruh peserta. Tes UTBK SNBT 2023 dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni 8 sampai 14 Mei dan 22 sampai 28 Mei. (lyn/c19/ttg/jpc/ila)

Aksi Nasional Tolak RUU Kesehatan di Jakarta, 5 Organisasi Kesehatan Medan Kirim Massa

TOLAK: Perwakilan dari Medan yakni, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia, sepakat menolak RUU Kesehatan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lima organisasi profesi (OP) Kesehatan secara nasional akan menggelar aksi menolak RUU Kesehatan (Omnibus Law) pada, Senin (8/5) mendatang, di Jakarta.

Kelima OP Kesehatan tersebut terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Rencana, aksi para tenaga kesehatan (Nakes) ini akan digelar di Kantor Menko Polhukam, Menko PMK, dan Istana Negara. Untuk mendukung aksi dari Aliansi Selamatkan Kesehatan Bangsa (Aset Bangsa) ini, lima OP Kesehatan Cabang Medan juga akan mengirimkan perwakilannya.

“Aksi ini menolak pembahasan RUU (Omnibus Law) yang mengancam hak berdemokrasi, hak sehat rakyat, hak Kesejahteraan dan perlindungan profesi kesehatan,” ungkap Sekretaris IDI Medan dr Sekretaris dr Galdi Walfi, M.Ked(An),Sp.An kepada wartawan di Sekretariat Bersama Organisasi Profesi Cabang Medan kepada wartawan, Jumat (5/5).

Lebih lanjut Galdi mengatakan, penyampaian protes terhadap sikap pemerintah dan DPR yang memaksakan pembahasan RUU Kesehatan (Omnibus Law) yang dianggap kental kepentingan kapitalis di sektor kesehatan, mengorbankan hal rakyat dan profesi kesehatan.

Selain itu, penyampaian protes juga dilakukan terkait sikap pemerintah yang membungkam suara-suara kritis terhadap kebijakan dan memberhentikan salah satu guru besar Prof Dr Zaenal Muttaqin Sp.BS (K) melalui Direktur RSUP Kariadi Semarang.

“Penyampaian bahwa kami tenaga kesehatan di Kota Medan tetap berpegang teguh kepada sumpah profesi masing-masing untuk mewujudkan kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PDGI Cabang Medan drg Ranu Putra MKM mengatakan, bahwasanya RUU Omnibus Law yang diusulkan terlihat aneh. Sebab selain waktu perumusannya yang terlalu singkat, juga tidak memiliki naskah akademik.

“Publik hearing yang dilakukan juga cenderung hanya bersifat sosialisasi. Bahkan, RUU itu bukan hanya merubah UU secara redaksional tetapi substansial,” jelasnya.

Ranu menyebutkan, salah satu dampaknya adalah mengebiri peran OP Kesehatan, bahkan terkesan diambil alih oleh Kemenkes. Sebab akan menghilangkan bahasa konsil dan kolegium termasuk sertifikasi yang tidak akan lagi dikelola oleh OP Kesehatan.

“Memang (RUU Kesehatan) tentu ada plus minusnya. Tapi hal itu tidak bisa digeneralisir menjadi suatu persolan bangsa terkait permasalahan kesehatan,” katanya.

Di samping itu, lanjutnya, wacana Kemenkes yang akan memberi karpet merah terhadap tenaga asing juga akan menjadi persoalan lain di masa depan. “Sementara posisi nuansa demokratis ada karena kita (OP Kesehatan) masih punya posisi tawar. Tapi kalau itu hilang, bagaimana lagi mengkritisi pemerintah? Oleh karena itu kami sepakat mendukung bahkan mengendorse teman-teman di pusat untuk memperjuangkan terus penolakan ini,” pungkasnya. (ila)