Dosen Jurusan Akuntansi Polmed Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembukuan dan Digitalisasi di Tenank Café Medan

MEDAN, SumutPos.co– Dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan (Polmed) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan UMKM melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PMKM) yang dilaksanakan di Tenank Café Medan pada Sabtu, 25 April 2026. Dua program unggulan digelar dengan fokus pada peningkatan kapasitas pembukuan sederhana serta transformasi usaha kuliner melalui branding dan digitalisasi.

Kegiatan pertama mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pembukuan Sederhana Berbasis UMKM pada Tenank Café Medan”. Program ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Cahyoginarti, S.E., M.Si., dengan anggota Darmawati, S.E., M.Si., Ratna, S.E., M.Si., Jojor Lisbet Sibarani, S.E., M.Si., serta Bernadetta A.J. Simbolon, S.E., M.Si.

Pada kegiatan ini, pemateri utama adalah Darmawati, S.E., M.Si. dan Ratna, S.E., M.Si. yang merupakan pakar akuntansi keuangan. Keduanya menyampaikan materi tentang pentingnya pembukuan sederhana berbasis UMKM, meliputi teknik pencatatan transaksi harian, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta penyusunan laporan laba rugi sederhana. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah dipahami dan langsung diterapkan oleh pelaku usaha.

“Pembukuan yang baik akan membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara jelas, sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan terukur,” jelas pemateri dalam sesi pelatihan.

Sementara itu, kegiatan kedua bertajuk “Transformasi Usaha Kuliner Tradisional menjadi Berdaya Saing Melalui Branding dan Digitalisasi pada Tenank Café Medan” dilaksanakan oleh tim yang diketuai Jonni Hamonangan Silaen, S.E., M.Si., dengan anggota Supaino, S.E., M.Si., Rehulina Bangun, S.E., M.Si., Sudarsono, S.E., M.M., serta Benhur Pakpahan, S.E., M.Si.

Dalam kegiatan ini, materi disampaikan oleh Jonni Hamonangan Silaen, S.E., M.Si. yang merupakan pakar di bidang branding product, serta Supaino, S.E., M.Si. sebagai pakar ekonomi digital. Keduanya memberikan pemahaman strategis mengenai pentingnya membangun identitas merek yang kuat, menentukan positioning produk kuliner tradisional, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan teknik promosi melalui media sosial dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha.

Kedua kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pengelola Tenank Café. Mereka menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan usaha saat ini, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif di era digital.

Melalui kegiatan PMKM ini, dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Diharapkan, sinergi antara akademisi dan pelaku usaha ini dapat terus berlanjut guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (adz)

MEDAN, SumutPos.co– Dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan (Polmed) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan UMKM melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PMKM) yang dilaksanakan di Tenank Café Medan pada Sabtu, 25 April 2026. Dua program unggulan digelar dengan fokus pada peningkatan kapasitas pembukuan sederhana serta transformasi usaha kuliner melalui branding dan digitalisasi.

Kegiatan pertama mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pembukuan Sederhana Berbasis UMKM pada Tenank Café Medan”. Program ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Cahyoginarti, S.E., M.Si., dengan anggota Darmawati, S.E., M.Si., Ratna, S.E., M.Si., Jojor Lisbet Sibarani, S.E., M.Si., serta Bernadetta A.J. Simbolon, S.E., M.Si.

Pada kegiatan ini, pemateri utama adalah Darmawati, S.E., M.Si. dan Ratna, S.E., M.Si. yang merupakan pakar akuntansi keuangan. Keduanya menyampaikan materi tentang pentingnya pembukuan sederhana berbasis UMKM, meliputi teknik pencatatan transaksi harian, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta penyusunan laporan laba rugi sederhana. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah dipahami dan langsung diterapkan oleh pelaku usaha.

“Pembukuan yang baik akan membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara jelas, sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan terukur,” jelas pemateri dalam sesi pelatihan.

Sementara itu, kegiatan kedua bertajuk “Transformasi Usaha Kuliner Tradisional menjadi Berdaya Saing Melalui Branding dan Digitalisasi pada Tenank Café Medan” dilaksanakan oleh tim yang diketuai Jonni Hamonangan Silaen, S.E., M.Si., dengan anggota Supaino, S.E., M.Si., Rehulina Bangun, S.E., M.Si., Sudarsono, S.E., M.M., serta Benhur Pakpahan, S.E., M.Si.

Dalam kegiatan ini, materi disampaikan oleh Jonni Hamonangan Silaen, S.E., M.Si. yang merupakan pakar di bidang branding product, serta Supaino, S.E., M.Si. sebagai pakar ekonomi digital. Keduanya memberikan pemahaman strategis mengenai pentingnya membangun identitas merek yang kuat, menentukan positioning produk kuliner tradisional, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan teknik promosi melalui media sosial dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha.

Kedua kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pengelola Tenank Café. Mereka menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan usaha saat ini, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif di era digital.

Melalui kegiatan PMKM ini, dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Diharapkan, sinergi antara akademisi dan pelaku usaha ini dapat terus berlanjut guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru