Home Blog Page 15508

Dewan Panggil Syaiful Syafri

Realisasi Anggaran Masih 15 Persen

MEDAN- Pada triwulan kedua 2011, diketahui realisasi anggaran Dinas Pendidikan Sumut (Disdiksu) baru 15 persen dari total seluruh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2011 sebesar Rp263.290.372.443. Hal ini dikemukakan oleh Sopar Siburian Anggota Komisi E DPRD Sumut kepada Sumut Pos, Selasa (3/5).

“Kami telah menanyakan ini kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan realisasi anggaran sejumlah SKPD masih banyak yang rendah. Padahal ini sudah triwulan kedua. Memang, kita tahu dalam anggaran ada belanja langsung dan tidak langsung. Meskipun demikian, itulah laporan yang kita terima,” ungkap politisi Fraksi Demokrat Sumut ini.

Ditambahkannya, dari informasi yang diperolehnya, pihak Disdiksu menargetkan realisasi anggaran pada triwulan kedua ini hingga Juni mendatang, sudah 30 persen atau 40 persen. Untuk itu, sambung Sopar lagi, Komisi E DPRD Sumut berniat memanggil Kepala Dinas Pendidikan Sumut (Kadisdiksu) Syaiful Syafri dalam rangka mempertanyakan ini. Namun sayangnya, waktu tepatnya belum diketahui.

“Waktu memang masih tentative tapi kemungkinan pada Mei ini. Dalam rapat nantinya, kita akan mempertanyakan kenapa realisasi anggarannya masih kecil. Dan kita juga akan pertanyakan mengenai target itu. Apa yang dilakukan, sehingga bisa memenuhi target 30 atau 40 persen di tri wulan ke dua ini,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi E DPRD Sumut lainnya Nur Azizah Tambunan. “Perkembangan yang saya dapatkan, memang hampir semua SKPD realisasi anggarannya masih rendah tanpa terkecuali Disdiksu. Ada alasan yang menyatakan, Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) baru disahkan Februari lalu. Meskipun demikian, kita tetap akan mempertanyakan itu pada jadwal rapat Komisi E dengan Disdiksu bulan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Sumut (Kadisdiksu) Syaiful Syafri saat dikonfirmasi Sumut Pos mengenai hal itu, enggan menjawabnya. “Y sudah, nanti saja kita ngomongnya. Saya sedang ada acara,” jawabnya.(ari)

Kurikulum Sesuai Kebutuhan Industri

Politeknik LP3I Jalan SisingaMangaRaja

MEDAN- Pertumbuhan industri dari hari kehari semakin pesat. Tentunya, hal ini akan berdampak pada penerimaan karyawan yang profesioal di perusahaan tersebut. Fenomena inilah yang ditangkap, Politeknik LP3I.

Indra Hermawan ST, Kepala Kampus Politeknik LP3I SM Raja, mengatakan, kampus yang belum lama berdiri di kawasan Jalan SM Raja, Simpang Limun Medan ini optimis jika LP3I akan tetap diminati calon pendaftar, pada musim tahun ajaran baru yang sebentar lagi digelar.

“LP3I di kawasan Jalan SM Raja ini merupakan kampus ketiga yang ada di Medan. Pada tahun ini, LP3I Jalan SM Raja membuka pendaftaran untuk calon peserta didik dengan tiga pilihan program,” sebutnya. Ketiga pilihan program itu adalah Business Administrasi, Teknik Komputer dan Akuntansi.

Meskipun masih terbilang kampus baru, namun sesuai target LP3I yang ingin terus memperluas cakupan wilayah dan jumlah peserta didik, LP3I tetap eksis dalam memajukan kampusnya.

Berawal dari pendidikan profesi yang mempelopori pendidikan link and match di Indonesia sejak 22 tahun lalu, LP3I mewujudkan pendidikan yang berorientasi ke dunia kerja tanpa meninggalkan kaidah-kaidah akademis. “LP3I terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan kurikulum dengan mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia kerja. Itulah yang menyebabkan daya saing lulusan LP3I di mata perusahaan selama ini tetap tinggi dan sulit untuk ditiru oleh lembaga lain,” sebut Heri.

Kebutuhan akan studi lanjutan mulai dirasakan sebagai penyelarasan peningkatan jenjang pendidikan, yang menjadi inspirasi LP3I untuk membuka Politeknik LP3I di Medan sejak tahun 2003.

Kini LP3I memiliki 48 kampus yang tersebar lebih dari 23 provinsi yang ada di Indonesia.
Sejalan dengan kiprah LP3I yang semakin diakui oleh masyarakat luas, pengakuan dari dunia industri juga semakin tercermin dari semakin banyaknya perusahaan yang merekrut lulusan LP3I.

“Untuk Medan sendiri, LP3I setidaknya telah memiliki kerjasama lebih dari 60 perusahaan baik BUMN maupun perusahaan swasta yang ada di Medan. Ini sesuai dengan pendidikan link and match yaitu, pilihan kuliah yang tepat dalam penyediaan lapangan pekerjaan, sehingga para peserta didik tidak harus bingung untuk memperoleh pekerjaan,” sebut Heri.(uma)

Selamatkan Pendidikan dari Game Online

Siswa SD Juara Peringati Hardiknas dengan Aksi Damai
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei. Mulai upacara bendera hingga perlombaan antar kelas. Namun, Sekolah Dasar (SD) Juara Medan di Jalan Sunggal Medan, memiliki cara sendiri dalam merayakan Hardikas tersebut. Seperti apa?

Bagus Syahputra, Medan

Usai melaksanakan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (2/5), para siswa SD Juara mengikuti berbagai perlombaan permain tradisional seperti lari enggrang batok, gobak sodor dan cerdas cermat yang diikuti siswi kelas I sampai IV SD. Dalam mengikuti perlombaan, anak-anak SD Juara ini sangat bergembira dan menikmati permainan tradisional yang diperlombakan.

Usai mengikuti perlombaan, para siswa berkumpul sembari membentangkan sejumlah poster di depan sekolah mereka. Tak hanya itu, sejumlah siswa dengan pengeras suara (toa, Red) melakukan orasi menyampaikan aspirasi mereka menolak game online.

Para siswa sekolah gratis binaan Rumah Zakat yang diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang mampu dan membutuhkannya (mustahik) ini menilai, game online dapat menimbulkan dampak negatif bagi para generasi muda. Karenanya, mereka didampingi para gurunya memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan melakukan aksi damai. Aksi ini dimaksudkan untuk menyelamatkan dunia pendidikan dari pengaruh game online.

Kepala SD Juara Medan Sahidan menilai, game online lebih banyak menimbulkan dampak negatif dari pada dampak positif secara sosial. “Otomatis hubungan dengan keluarga, teman dan lainnya akan menjadi renggang. Karena, waktu untuk bersama mereka menjadi berkurang karena anak-anak terus asyik bermain game online setiap harinya. Sulit berhubungan dengan orang lain,” katanya.

Sahidan juga menambahkan, secara psikis anak-anak akan sering bolos sekolah dan malas belajar, sehingga sering melakukan komunikasi satu arah saja dengan komputer, tertutup serta sulit mengekspresikan diri dalam dunia nyata.
“Dampak negatif secara fisik lainnya, anak-anak akan terkena pengaruh cahaya radiasi komputer. Kesehatan juga berkurang akibat bergadang, lupa makan dan minum. Hal ini yang kita coba berikan pemahaman kepada anak didik kita,” ungkapnya.

Disebutkannya, aksi menolak game online ini bukan berarti melarang atau membatasi anak-anak menggunakan internet, tapi hanya untuk menghindari anak-anak dari dampak negatif jika kecanduan game online. “Kita juga tak mau dibilang ketinggal teknologi. Tapi, gunakan internet sepantas dan segunanya saja sehingga kita bisa menghindarkan apa yang ditimbulkan dari kebiasaan bermain game online tersebut. Hal ini sering dilkukan anak sekolah sekarang. Nah, di Hari Pendidikan Nasional ini, kita coba mengembalikan permainan tradisonal yang dulu kita mainkan dan saat ini mulai terlupakan,” tandasnya.(*)

Tempatkan Alumni Terbanyak, LP3I Dapat Muri

Politeknik LP3I semakin membuktikan jati dirinya. Terbukti di usianya yang ke- 22 tahun, 95 persen lulusan LP3I Politeknik telah terserap di pasar kerja.

Dengan tingginya angka kelulusan yang terserap di dunia kerja, LP3I bahkan mendapatkan pengakuan sebagai pelopor pendidikan dan penempatan kerja terbanyak di Indonesia.

“Rekor Muri diterima LP3I tahun 2010, karena telah mampu menjadi kampus yang bisa menempatkan peserta didik di dunia kerja hingga mencapai angka 95 Persen,” ujar Indra Hermawan ST, Kepala Kampus Politeknik LP3I SM Raja, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (3/5).

Sementara untuk wilayah Medan, menurut Indra,  Politeknik LP3I Medan sedikitnya telah menamatkan lebih dari 25 ribu peserta didik selama 12 tahun LP3I hadir di Kota Medan . Bahkan sesuai angka kelulusan itu, lebih dari 90 persen telah terserap dalam dunia kerja di lebih dari 60 perusahaan baik BUMN maupun swasta yang ada di Kota Medan dan kota lainnya.

Tak hanya berfokus di bidang akademiknya saja, LP3I juga menyediakan sejumlah program dan kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan mengembangkan kreatifitas bagi para peserta didik.
Yang mana kegiatan tersebut adalah english c curse club, komputer club, soft skill seperti pengembangan kepribadian, futsal, dan berbagai kegiatan lainnya.

“Kegiatan itu sebahagian besar menjadi modal bagi para peserta didik untuk bisa bersaing di dunia kerja, salah satunya dengan menguasai bahasa inggris dan komputer,” ujar Indra.
Bahkan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kegiatan ekstrakurikuler, tak jarang LP3I mengirimkan peserta didiknya di berbagai even perlombaan yang diselenggarakan instansi perguruan tinggi maupun instansi lainnya. (uma)

Sampah Cemari Laut Belawan

BELAWAN- Hingga saat ini persoalan sampah belum bisa diatasi Pemerintah Kota Medan. Bahkan, sampah dari inti Kota Medan sudah mencemari wilayah perairan Belawan. Akibatnya, para nelayan semakin sulit mendapatkan ikan karena air laut tercemar oleh sampah.

Menurut pantauan wartawan koran ini di lapangan, Selasa (3/5), tumpukan sampah memadati beberapa titik di Sungai Deli. Sekitar puluhan ton sampah dan limbah cair mengalir dari inti Kota Medan yang bermuara di Belawan.
“Saya yakin, berkurangnya tangkapan ikan karena banyaknya sampah dan limbah pabrik yang dibuang ke sungai,” ujar Ahmadi (32), seorang nelayan yang ditemui wartawan koran ini.

Menurutnya, hal tersebut sangat berbeda dengan keadaan beberapa tahun lalu. Kalau keadaan ini dibiarkan terus dan Pemko Medan tidak mengambil tindakan, maka tidak bisa terbayangkan apa yang akan terjadi ke depan.
“Laut merupakan tumpuan hidup bagi nelayan di sini. Kalau keadaan terus memburuk, nelayan bakal kehilangan mata pencaharian karena hasil tangkapan terus berkurang,” katanya.(mag-11)

Bayi Tanpa Anus Dirawat di Pirngadi

MEDAN- Bayi tanpa anus (Atresiani) yang baru berumur dua hari dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan, Selasa, (3/4) pagi pukul 08.00 WIB. Bayi yang belum diberi nama ini dirawat di Ruang IGD RSU Pirngadi Medan.

Bayi bungsu dari delapan bersaudara buah hati pasangan Arwan Nasution (44) dan Aisyah (39) warga Jalan Yos Sudarso LK VI, Tanjungbalai, Kabupaten Asahan ini terlahir dengan proses persalinan normal dengan berat badan 3,6 Kg.

Sebelumnya, bayi dan ibunya dirawat di klinik setempat. Karena tidak sanggup menangani bayi tersebut, pihak klinik merujuk ke RSUD Pirngadi. Sementara sang ibu masih dirawat di klinik terebut.

Arwan mengatakan, selama masa kehamilan, istrinya jarang memeriksakan kandungannya. Selain itu, istrinya tidak pernah meminum jamu-jamuan. “Selama hamil, istri saya nggak pernah jatuh. Memang kami jarang memeriksakan kandungannya ke dokter. Tapi saat diperiksakan ke dokter, katanya tidak ada kelainan dan masalah sama bayi kami,” jelas Arwan.

Sambungnya, saat melahirkan di klinik, anaknya terlihat sehat. Namun malamnya, bidan memberitahu bahwa bayi mereka tidak mempuyai anus. Oleh bidan, selanjutnya, bayi mereka dibawa ke RSU Tanjungbalai. (mag-7)

Polisi Buat Sketsa Wajah Perampok Bersenpi

MEDAN BARU- Dalam mengungkap pelaku perampokan rumah Haris (33) di Jalan Hangtuah No 5 B, Kelurahan Madras Hulu, Medan Polonia, polisi membuat sketsa wajah para pelaku berdasarkan keterangan korban.
“Kita udah ketahui ciri-ciri seorang tersangka perampokan yang memegang senjata api itu. Sketsa wajah tersangka juga sudah siap kita kerjakan dan akan disebarkan,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru AKP Andik Eko ketika dikonfirmasi wartawan koran ini, Selasa (2/5).

Namun sayang, Andik enggan membocorkan nama dan ciri-ciri pelaku kepada wartawan koran ini. “Jangan dulu Mas, anggota kita masih melakukan pengejaran. Takutnya pelaku keburu kabur ke luar kota,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Kapolsekta Medan Baru AKP Dony Alexander kepada wartawan koran ini mengatakan, saat ini pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang ciri-cirinya sudah diketahu itu.
“Kita juga diback-up Polresta Mas. Pokoknya pelaku utamanya sudah kita pegang ciri-cirinya. Sekali lagi, mohon doanya Mas, supaya cepat tuntas. Ini ‘PR’ berat bagi saya,” ujar AKP Dony. (mag-8)

Berbagai Lomba di Pameran Pendidikan

MEDAN- Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara menggelar pameran pendidikan di Plaza Medan Fair, Selasa (3/5) hingga Minggu (8/5). Dalam acara ini, juga digelar perlombaan untuk para pelajar mulai tingkat SD hingga SMA.

“Pameran ini mengangkat tema, peningkatan pendidikan karakter di Sumut. Karena seperti diketahui, pendidikan karakter kurang diminati masyarakat,” ujar Setiawan, panitia pameran pendidikan kepada wartawan di sela-sela acara.
Berbagai lomba yang digelar diantaranya pidato Bahasa Inggris, festival baca puisi perjuangan, festival tari etnis Sumut, festival pakaian daerah berpasangan dan lomba folk sing lagu perjuangan di adakan untuk semua tingkatan sekolah. Dan tidak tanggung-tanggung, total hadiah yang diberikan panitia puluhan juta rupiah.

Selain perlombaan, berbagai stan pendidikan juga mengisi acara itu termasuk stan Dinas Pendidikan Sumatera Utara. Di stan Disdik Sumut ini, selain memamerkan hasil kreatifitas sekolah karakter, juga dibuka stan khusus untuk tes kepribadian dan juga simulasi ujian. Tentu saja semua hal tersebut gratis untuk umum. (mag-9)

Rekonstruksi A Wie Diundur Hari Ini

MEDAN- Gelar rekonstruksi penembakan pasutri, Kho Wie To alias A Wie (34) dan Lim Chi Chi alias Dora Halim (30) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan Akasia I/Bambu III No. 50, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Selasa (3/4) kemarin batal dilaksanakan.

Pasalnya, Jaksa Peneliti Kejari Medan tidak dapat hadir dalam rekontruksi tersebut karena mengikuti persidangan perampokan CIMB Niaga di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Karenanya, Polresta Medan mengagendakan kembali rekonstruksi pembunuhan A Wie dan istrinya tersebut hari ini, Rabu (4/5).(adl)

Oknum Perwira Poldasu Dipropamkan

MEDAN- Oknum Polisi Berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) JP pejabat Identifikasi Direktorat Reskrim Polda Sumut dilaporkan ke Propam Poldasu dengan nomor STPL/60//IV/2011/Propam tertanggal 29 April 2011, Selasa (3/5). Hal ini merupakan buntut dari kasus perusakan warung dan pengancaman yang dilakukan AKP JP terhadap Brinawati Br Manurung (41) Warga Jalan menteng 7, Kecamatan Medan Denai, Senin (25/4) lalu.

“Kemarin aku masih takut memberitahukannya kepada wartawan, saya sudah mengadukannya ke Propam. Sekarang aku tidak takut lagi biar kapok dia, karena dia selaku Polisi beraninya cuma sama wanita,” ujar Brinawati kepada wartawan Sumut Pos, kemarin. Sebelumnya Korban juga telah melaporkan kejadian itu ke Sat Reskrim Polresta Medan dengan Nomor STPL/1078/IV/SU/Resta Medan tertanggal 30 April 2011.

Sementara itu Kabid Propam Poldasu Kombes Pol Edi Napitupulu saat dikonfirmasi wartawan koran ini  belum bersedia memberikan keterangan terkait pengancaman yang dilakukan AKP JP tersebut. (mag-8)