26 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 15517

Pasukan Inggris Sudah Masuk Libya

Koalisi Terpecah soal Cara Akhiri Perang

TRIPOLI – Kabar bahwa pasukan koalisi kini mempertimbangkan opsi serbuan darat untuk menumbangkan rezim Muammar Kadhafi, tampaknya, bukan sekadar isapan jempol. Itu terbukti dengan telah diterjunkannya ratusan personel pasukan khusus Inggris di salah satu wilayah Libya.

Mengutip sumber-sumber di pemerintahan Perdana Menteri David Cameron, Daily Mail kemarin melaporkan bahwa 250 serdadu Inggris yang sudah berada di Libya itu diambilkan dari dua kesatuan elite. Yaitu, Special Air Service (SAS), pasukan khusus dari angkatan udara; dan Special Boat Service (SBS), skuad andalan angkatan laut.

Mereka bahkan telah disusupkan ke Libya sejak sebelum zona larangan terbang diterapkan pekan lalu. Namun, Daily Mail tidak menyebut lokasi persis para tentara Inggris itu. Yang pasti, makanan dan amunisi untuk mereka disuplai dari udara melalui Siprus.  Direncanakan, jumlah tentara negeri monarki konstitusional itu di Libya ditambah seratus personel lagi dalam beberapa hari ke depan. Pasukan tambahan tersebut diambilkan dari Special Forces Support Group.
”Itu menandakan bahwa pasukan koalisi akan meningkatkan tempo operasi militer,” ujar sumber Daily Mail.

Masih ada 800 serdadu Angkatan Laut Inggris yang juga disiagakan. Sewaktu-waktu, mereka bakal diterjunkan ke Libya. Tetapi, pengiriman mereka lebih bertujuan membantu distribusi bantuan.
Memang belum ada konfirmasi dari militer Inggris maupun kubu koalisi tentang penempatan ratusan personel pasukan khusus Inggris di Libya itu. Namun, Senin lalu (21/3) kepada BBC, Menteri Pertahanan Inggris William Hague mengatakan bahwa opsi serbuan darat seperti yang dilakukan di Iraq tetap belum dihapus dari agenda.

Pada hari yang sama, dari Washington, Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat Laksamana Mike Mullen mengisyaratkan hal senada. “Adalah suatu kebodohan kalau menghapus salah satu opsi (penyelesaian masalah di Libya),” katanya dalam acara Meet the Press di kanal televisi NBC.
Wajar kalau koalisi mempertimbangkan opsi invasi darat itu. Sebab, pasukan pemberontak sulit diharapkan untuk melucuti loyalis Kadhafi. Mereka tertahan di Benghazi, bagian timur Libya.

Selain itu, kendati digempur tiap hari dari udara selama enam hari terakhir, toh Kadhafi dan pasukannya terbukti masih bisa bertahan. Diserang saat siang, mereka balik menggempur basis-basis pertahanan pemberontak kala malam. (c11/ttg/jpnn)

Kawanan Rampok Asal Siantar Tewas Nabrak Truk

Dumai- Satu dari empat kawanan perampok tewas setelah mobil Innova yang mereka bawa menabrak truk. Padahal, uang hasil rampokan tidak seberapa, hanya Rp 170 ribu.

Peristiwa perampokan ini terjadi di Dumai, terpaut 250 km arah timur Pekanbaru. Perampok ini menggasak uang dari toko obat sebanyak Rp170 ribu, Jumat (25/3).  Aksi empat orang ini ternyata diketahui oleh warga sekitar di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Bukit Kapur, Dumai.

Melihat ada aksi perampokan, lantas warga mencoba menghadang para kawanan perampok. Tapi rupanya, perampok berlari kencang menuju mobil Innova yang parkir tak jauh dari toko obat tersebut. Lantas perampok ini pun tancap gas menuju ke arah kota Duri.

Warga lantas mengejar dengan sepeda motor.  Dicengkeram kepanikan, para perampok ini tidak lagi bisa mengendalikan mobilnya, hingga menabrak truk yang berada di depannya. Akibat kecelakaan ini, satu orang tewas, dua orang mengalami luka-luka. Namun satu orang berhasil kabur.

Menurut Kapolsek Bukit Kapur, Dumai, AKP Taufik Hidayat, kawanan perampok ini berasal dari Pematang Siantar, Sumatera Utara. Mereka adalah David Pasaribu (45) dan Hasiholan Silaban, serta Saparudin Lubis yang meninggal dunia akibat kepalanya terbentur. “Satu perampok lagi berhasil melarikan diri. Sekarang dua orang perampok yang mengalami kecelakaan dirawat RSUD Dumai, setelah sebelumnya mendapat parawatan di RS Polri,” kata AKP Taufik. (net/jpnn)

WN Nigeria Telan Sabu Rp2,3 Miliar

Tangerang – Meski berulang kali tertangkap, modus menelan sabu terus saja dilakukan para kurir narkoba. Kali ini seorang WN Nigeria yang menelan sabu 1.540 gram. Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta pun memaksa pelaku mengeluarkan sabu di perutnya itu.

WN Nigeria, BJN (51) dibekuk setelah kedapatan berusaha menyelundupkan 106 sabu butiran dengan berat kotor 1.540 gram senilai Rp2,31 miliar. Dia datang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dengan Thai Airways TG 433 Bangkok-Jakarta pada 22 Maret 2011 pukul 13.00 WIB.

“Berdasarkan hasil dari analisa intelijen dan profilling terhadap penumpang BJN berjenis kelamin laki-laki penumpang pesawat Thai Airways TG-433 Rute Bangkok-Jakarta,” terang Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo. Atas kecurigaan tersebut dilakukan pemeriksaan. Saat diinterogasi, BJN mengaku membawa narkotika dengan cara ditelan sehingga petugas langsung mengamankan dia.

Pengeluaran kapsul tersebut tidak sekaligus namun melalui proses yang lama. Dari perut BJN didapatkan 106 butir sabu dengan berat kotor 1.540 gram dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp2,31 miliar. Menurut pengakuan pelaku, dia menelan narkotika tersebut di Kamerun pada 19 Maret 2011 lalu atas perintah seorang WN Nigeria lain berinisial OB. (net/jpnn)

Terkait Anggodo, MK Diminta Anulir Bonaran

JAKARTA-Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin (25/3) menggelar sidang perdana sengketa pemilukada Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang diajukan pasangan Dina Riana Samosir-Hikmal Batubara dan Albiner Sitompul-Steven Simanungkalit.

Gugatan kedua pasangan itu disidangkan bersama, dan materi gugatannya pun sama. Pengacara senior, Bambang Widjojanto dan Iskandar Sonhaji, ikut melapis tim pengacara Dina-Hikmal yang juga melibatkan Roder Nababan. Sedang Albiner-Steven, menunjuk pengacara Ikhwaluddin Simatupang.

Bambang Wdjojanto, dalam gugatannya, meminta hakim MK memutuskan pemilukada ulang dan mencoret pasangan Raja Bonaran Situmeang. Alasannya, dalam putusan perkara Anggodo Widjojo, nama Bonaran disebut sebagai pihak yang ikut ’bersama-sama’.

“Kami memohon ke hadapan Mahkamah Konstitusi yang memeriksa perkara agar mendiskualifikasi Raja Bonaran Situmeang SH MHum sebagai Calon Bupati dalam Pemilukada Kabupaten Tapanuli Tengah periode Tahun 2011-2016,” ujar Bambang Widjojanto di hadapan hakim MK yang diketuai Achmad Sodiki, dengan hakim anggota Muhammad Alim dan Harjono.
Dibeberkan Bambang, Raja Bonaran Situmeang dalam pertimbangan hukum putusan KPK No. 13/PID-B/TPK/2010/PN,JKT PST, tanggal 31 Agustus 2010 pada perkara terdakwa Anggodo Widjoyo dikemukakan, “Terdakwa bersama-sama dengan Radja Bonaran Situmeang… dengan maksud untuk mencegah atau merintangi proses penyidikan tersangka Anggodo Widjoyo….”
Dalam bagian lain pertimbangan putusan perkara itu juga dikemukakan“…

Terdakwa meminta kepada Radja Bonaran Situmeang agar Muladi bersedia memberikan keterangan kepada Penyidik Bareskim Mabes Polri untuk kembali kepada keterangan semula sesuai dengan kronoligis. Atas permintaan Terdakwa tersebut pada tanggal 16 september 2009 di Café Olala Hotel Formula I, Jalan Cikini Raya Jakarta Pusat, Radja Bonaran Situmeang menawarkan uang sebesar Rp1 miliar kepada Sugeng Teguh Santoso selaku penasihat hukum Ari Muladi dengan maksud supaya Ari Muladi kembali kepada keterangan semula sesuai dengan kronologis, lalu Sugeng Teguh santoso menyampaikan kepada Ari Muladi tetapi Ari Muladi menolaknya …”

“Dengan demikian Radja Bonaran Situmeang sangat potensial untuk dikualifikasi sebagai tidak layak menjadi Calon Kepala Daerah karena telah “terbukti” secara bersama-sama melakukan kejahatan bersama Anggodo Widjoyo yang perkaranya telah diputus bersalah oleh Mahkamah Agung sehingga telah tetap menurut hukum,” tandas Bambang.(sam)

Hari Sabarno dan Bupati Siak Ditahan

KPK Habisi Pejabat Korupsi

Jakarta- KPK menghabisi pejabat yang terlibat korupsi. Kini giliran Mantan Mendagri Hari Sabarno ditahan KPK. Purnawiran jenderal ini ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan armada pemadam kebakaran (damkar) di Departemen Dalam Negeri pada tahun 2002-2005.

Hari keluar dari Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (25/3), pukul 16.45 WIB. Hari yang mengenakan batik cokelat itu mengatakan, sebagai warga negara yang baik harus menaati UU dan proses hukum yang berlaku.

“Saya sebagai warga negara yang baik, saya taat dengan UU. Saya ikuti saja proses hukumnya,” ujar Hari yang didampingi seorang perwira TNI Babinkam di belakangnya.

Saat ditanyakan mengenai keberadaan seorang perwira TNI Babinkam tersebut, Hari mengatakan, adanya perwira TNI Babinkam tersebut merupakan bantuan hukum kepada dirinya yang notabene seorang purnawirawan TNI.
“Saya kan seorang purnawirawan saya berhak meminta bantuan hukum kepada Babinkam selain kepada pengacara saya yang lain,” ujarnya.

Saat ditanyakan mengenai materi pemeriksaan yang baru saja ia jalani, Hari menjawab,”Ya seperti itu mutar-mutar saja.”
Hari kemudian memasuki mobil Kijang dengan nomor polisi B 1532 VQ bersama penyidik KPK dan perwira TNI Babinkam tadi. Hari kemudian dibawa ke LP Cipinang.

Sejumlah orang telah masuk bui akibat kasus ini seperti mantan gubernur Jabar Dani Setiawan, mantan walikota Medan Abdillah dan wakilnya, Ramli, serta eks Dirjen Otda Kemendagri Oentarto. Sedang terpidana Samuel Hengky meninggal saat menjalani hukuman di tahanan.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP, pada kesempatan terpisah menjelaskan bahwa penahanan Hari Sabarno demi kepentingan penyidikan. Hari Sabarno ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar), pada 29 September 2010. Dia diduga telah membuat kebijakan yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain, menerima suap, gratifikasi dari orang lain sehingga merugikan keuangan negara.

KPK juga menahan Bupati Siak, Riau, Arwin AS. Dia diduga melakukan korupsi dan merugikan negara sebesar Rp301 miliar. Arwin ditahan dalam kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Riau tahun 2001-2006. Dia mengaku ikut menandatangi pemberian izin pemanfaatan hutan tanaman industri (HTI) kepada beberapa perusahaan di Riau.

“Saya yang menandatangani, untuk perusahaan-perusahaan,” ujar Arwin. Arwin akan ditahan di Polda Metro Jaya. Dia diduga melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 5 UU 31 tahun 1999 yang telah diubah menjadi UU no 20 tahun 2001 tentang tipikor.

Jubir KPK Johan Budi SP mengaku penahanan AS ini merupakan pengembangan dari kasus yang sebelumnya juga menjerat Bupati Pelalawan, Tengku Asmun Jafar yang telah dipidana. Itu sebabnya, butuh waktu lama untuk mengurai kasus ini. (mur/jpnn)

Bawa Sabu Ditangkap

BINJAI- Direktorat Narkoba Poldasu berhasil mengamankan Kopka Mulyadi, anggota Mimpetcat Kota Binjai dan temannya Guwanto (30), warga Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (24/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat ditangkap, petugas menemukan sabu-sabu sembilan jie.

Tertangkapnya kedua pelaku,  setelah petugas Direktorat Sat Narkoba melakukan pengerjaran terhadap Guwanto yang diduga sudah menjadi Target Operasi (TO).

Dalam pengejaran terhadap TO, Sat Narkoba menurunkan personel 10 orang yang dipimpin Kompol L Zenarato.

Lalu petugas menuju Ramayana Robinson tempat persembunyian Guwanto. Setelah masuk, polisi Poldasu menuju lantai tiga dan akhirnya berhasil mengamankan Guwanto dan Kopka Mulyadi di dalam kamar mandi.

Dansub Den POM I/1-5, Kapten Rifan Iskandar membenarkan kasus tersebut. “Iya, masalah ini ditangani Poldasu dan anggota yang diamankan diserahkan ke Den POM Medan,” ujar Rifan singkat. (dan)

Pasar Horas Diisukan Terbakar

SIANTAR- Masyarakat Siantar kembali dihebohkan isu kebakaran. Setelah sebelumnya Pasar Dwikora Parluasan diisukan terbakar, dan akhirnya terbakar sebulan yang lalu kembali isu kebakaran terjadi di Pasar Horas, Jumat (25/3) malam sekitar Pukul 19.30 WIB.

Hanya setengah jam setelah isu beredar, ribuan masyarakat Kota Siantar ‘menyerbu’ Pasar Horas yang didominasi pedagang Pasar Horas dan keluarga. “Saya mendapat telepon dari eda (Ipar-Red) saya, katanya Pasar Horas terbakar. Jadi saya langsung kemari,” kata Boru Purba, salah seorang pedagang di gedung III Pasar Horas di lokasi.

Hal senada dikatakan salah seorang pedagang keturunan tionghoa, dirinya mendapat telepon dari seorang kerabatnya yang tinggal di Jalan Sutomo. “Dikabari kerabat di Jalan Sutomo, Pasar Horas katanya terbakar, ada asap di gedung I. Tapi syukurlah, tidak jadi tapi kita jadi takutlah,” kata wanita tionghoa yang mengaku tinggal di Jalan Cokro Aminoto Pematangsiantar ini.

Lebih lanjut wanita yang dipanggil May ini mengatakan, isu ini jadi peringatan agar pedagang hati-hati. “Kita harus takutlah, dulu Pasar Parluasan juga diisukan dahulu. Kemudian tak berapa lama terbakar. Takut masukin barang banyak-banyaklah, simpan dirumah saja,” katanya.(esa/smg)

Arsip BRI Dolok Masihul Terbakar

SERGAI- Lantai dua kantor unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Dolok Masihul di Jalan Perjuangan, Kelurahan Pekan Dolok Masihul, Dolok Masihul, Serdang Bedagai ludes terbakar, Kamis (24/3) sekira pukul 19:00 WIB.

Penjaga kantor Udin (37) mengatakan, Ia melihat kepulan asap hitam dari lantai dua memenuhi ruangan lantai satu. Spontan karyawan yang masih berada di kantor panik dan dibantu warga berusaha mengamankan alat tulis kantor (ATK) serta dokumen penting lainnya.

Setengah jam kemudian, barulah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Sergai datang dan berusaha memadamkan api yang belum sempat menjalar ke bawah.

Kepala Unit BRI Dolok Masihul, K Sitorus, mengatakan lantai dua yang terbakar merupakan gudang tempat arsip berkas-berkas yang lama, sementara dokumen penting dan peralatan ATK  berada di bawah dan dalam kondisi aman.

“Kita belum bisa melaksanakan transaksi, namun kami mengupayakan untuk buka secepat mungkin dan kepada para nasabah sudah kita himbau untuk bertransaksi di kantor BRI terdekat seperti di Sei Rampah dan Tebing Tinggi,” terangnya.

Soal kerugian, Kasmir mengaku belum bisa merincinya, namun sementara  kerugian yang tampak berupa atap, kayu di gedung lantai dua yang ludes terbakar. (mag-15)

Berteduh, Disambar Petir

SEIRAMPAH- Ismail alias Mail (40) warga Dusun IV Desa Kesatuan Kecamatan Perbaungan, Sergai ini meregang nyawa setelah disambar petir saat berteduh di bawah pohon waru Dusun III Betung, Desa Silau Rakyat, Jumat (25/3) sekira pukul 14.30 WIB.
Dani (21) teman sekerja korban mengatakan dia sudah beberapa hari bekerja mengambil upahan memanen padi (ngomben-red).

“Ketika kami sedang bekerja tiba-tiba hujan lebat turun disertai angin kencang dan petir, masing-masing berupaya berteduh dari hujan, sedangkan korban memisahkan diri dari rombongan dan memilih berteduh dibawah pohon Waru berjarak sekitar 200 meter dari kami,” terang Dani dan teman serombongannya.

Setelah suara petir terakhir lanjut Iwan, rombongan pengomben dari desa lain yang kebetulan dekat dengan korban mengabari korban yang terkena sambaran petir. “Buru-buru kami menuju lokasi berteduh korban yang ternyata sudah tewas tergeletak yang langsung kami bawa ke rumah sakit ini,” imbuh Dani. Kemudian mereka dibawa ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman. (lik/smg)

Tak Jadi PNS, Uang Raib Rp57 Juta

BINJAI- T Simanjuntak (52) warga Perumahan Sri Gunting, Kecamatan Sunggal, menjadi korban penipuan sejumlah oknum yang mengaku dapat memasukan anaknya menjadi PNS.

Akibat penipuan itu, T Simanjuntak kehilangan uang Rp57 juta. Dikarenakan sudah merasa tertipu, akhirnya T Simanjuntak membuat laporan ke Polres Binjai, Jumat (25/3) sekitar pukul 15.30 WIB dengan nomor Pol: LP/341/III/2011/SPK “C” Reskrim.

Menurut T Simanjuntak, bahwa kejadian itu berawal saat istrinya kenal dengan Danil Hutapea (30) warga Perumahan Berngam, yang bekerja sebagai PNS di RSU dr Djoelham Binjai, tahun 2009.
Perkenalan istri T Simanjuntak dengan Danil terus berlanjut, bahkan tambah akrab selama satu tahun ini. Nah, di tahun 2010 Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, membuka lamaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi seluruh masyarakat Kota Binjai.

Dengan secara kebetulan, T Simanjuntak ingin memasukan anaknya Lidia Yunika Br Simanjuntak (25) sebagai CPNS di formasi kebidanan.

“Waktu anak saya melamar, Danil mengaku bisa meluluskan anak saja juga jadi PNS. Tetapi dengan syarat menggunakan uang Rp100 juta. Hal ini diucapkan Danil kepada istri saya, sehingga istri saya merasa percaya dan langsung mencarikan uang yang diminta oleh Danil,” ungkap T Simanjuntak.

T Simanjuntak yang bekeja sebagai anggota Polri ini juga mengatakan, Danil bekerja sama dengan Drs Abdul Hutasuhut, yang tak lain PNS Pemko Binjai, dan tinggal tak jauh dari rumah Danil.
“Setelah istri saya percaya akan hal itu, kami hanya bisa menyediakan uang Rp59 juta. Dimana, uang tersebut diberikan secara bertahap, kepada Danil Rp10 juta, Hutasuhut Rp30 juta, bapaknya Rp18,5 juta dan ibunya Rp500 ribu,” terangnya, seraya menambahkan, pelaku sudah pernah mengembalikan uang Rp2 juta dan kerugian korban tinggal Rp57 juta.

Tak sampai disitu, T Simanjuntak juga mengaku, sempat memberikan sertifikat rumah sebagai jaminan ke ku rangan uang yang diminta. “Karena uang kami kurang, kami rela memberikan sertifikat rumah,”ungkapnya.
Setelah mengikuti tes, ternyata anaknya tetap tidak lulus dalam seleksi.(dan)