Home Blog Page 1552

Sengketa Gedung Putih Warenhuis, Ahli Waris Bakal Ajukan Uji Bukti Kepemilikan Aset

istimewa/sumut pos SENGKETA: Kondisi bangunan Medan Warenhuis di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat berada dalam sengketa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sengketa gedung putih Warenhuis yang berlokasi Jalan Ahmad Yani VII – Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, terus menggelinding ke publik.

Sengketa Warenhuis terjadi antara Pemerintah Kota (Pemko) Medan dengan ahli waris G. Dalipsingh Bath, seorang saudagar Etnis India yang dulunya dikenal memilki berbagai usaha di Medan, yang mengklaim sebagai empunya Warenhuis.

Ahli waris Warenhuis atasnama keluarga besar G. Dalipsingh Bath, ODB Medan kembali menanggapi perkembangan terkini seputar Warenhuis, yang dahulu merupakan salah satu bioskop terkemuka di Kota Medan, setelah sempat viral beberapa waktu lalu terkait gugatan hukum ke PTUN Medan.

Dalam pemberitaan media yang berkembang, Ahli Waris G. Dalipsigh Bath menegaskan ke publik bahwa masyarakat harus cermat melihat, menerima dan menelaah fenomena hukum soal gedung Warenhuis.

“Pemko Medan melalui Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) membilang bahwa tanah dan lahan Warenhuis mutlak aset Pemko Medan setelah mengklaim menang gugatan PK Mahkamah Agung pada 16 Desember 2022. Dan juga beredar di platform digital bahwasanya Pemko Medan sedang menganggarkan revitalisasi Warenhuis yang akan diambil dari APBD Kota Medan. Ahli waris Warenhuis harus memberikan sikap terhadap informasi-informasi ini ke publik,” sebut Ismail Nusantara S. Pulungan, mewakili anak almarhum Maya Pulungan ahli waris almarhum G. Dalipsingh Bath, Kamis, 4 Mei 2023, di Medan.

Sikap dan langkah yang akan dilakukan oleh ahli waris Warenhuis adalah dengan melakukan upaya hukum menguji bukti kepemilikan aset, berupa tanah dan gedung Warenhuis di Pengadilan.

“Ahli waris akan melakukan upaya hukum menguji bukti kepemilikan Warenhuis di Pengadilan. Dalam waktu dekat ini, ahli waris akan mengajukan serta mendaftarkan gugatan dan langkah hukum ke meja hijau pengadilan. Dokumen-dokumen kepemilikan Warenhuis yang kini dikuasai ahli waris sedang dipersiapkan, baik surat kepemilikan zaman Belanda dengan akte surat tetanggal 13 Desember 1948 nomor 73. Dan berbahasa Belanda dengan notaris dari Kantor Van C.J.J. Gottgens Notaris, serta juga bukti setoran Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang telah dibayarkan oleh ahli waris ke Pemko Medan dan bukti-bukti lainnya,” beber Ismail kepada awak media di Medan.

Ahli waris PT Oscar Deli Of Medan Bioscope – ODB Medan membeberkan sejarah gugatan hukum Warenhuis yang dilakukan pada tahun 2018 di PTUN Medan.

Awal gugatan hukum yang dilakukan ahli waris setelah pihak Pemko Medan melakukan bersih-bersih di lokasi aset Warenhuis dengan berbekal Sertifikat Hak nomor 01653 yang dikeluarkan oleh BPN di tahun yang sama dan atas persetujuan Pemerintah Kota Medan saat itu dijabat Walikota Dzulmi Eldin.

Dikatakan Ismail, berkas kepemilikan ahli Waris telah ada sejak tahun 1930-an atau setelah terbukti perusahaan swasta yang memiliki usaha supermarket bernama Warenhuis diumumkan resmi pailit/bangkrut melalui pemberitaan Koran de Sumatera Post, yang kemudian seluruh aset, saham dan kepemilikan lahan dibeli oleh pihak swasta berbendera PT Oranje Bioscope Bedrijven, dikenal oleh masyarakat Kota Medan saat itu PT Oscar Deli Of Medan Bioscope – ODB Medan melalui beberapa akte kerjasama sebagai sebuah perusahaan, akte jual beli aset dan termasuk penyerahan aset hingga aktif menjadi bioskop terkemuka saat itu.

Ahli waris mengungkapkan, ODB Medan kala itu cukup terkenal karena memiliki beberapa aset bioskop, termasuk Deli Bioskop, Bali Bioskop dan kantor pusat ODB Irian Barat I/II, Horas, Medan, Metro, dan Warenhuis yang kemudian digunakan sebagai Empire Bioskop.

“Sejumlah aset ODB juga masih ada di beberapa kota lainnya, seperti Deli Bioskop di Tebing Tinggi, Deli Bisokop Pematang Siantar, Deli Bioskop Tanjung Pura Langkat, Langsa, Pangkalan Brandan, Kisaran, Deli/Orion Bioskop Kota Binjai serta beberapa yang berada di Provinsi Aceh,” ungkap Ismail.

Ahli Waris, kata Ismail akan terus melakukan upaya hukum untuk mempertahankan hak kepemilikan terhadap Warenhuis eks Bioskop lama Medan. (rel/ram)

Gojek di Medan Gandeng Dinas Perhubungan Sumut Tingkatkan Keamanan Berkendara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gojek, super app terbesar di Asia Tenggara, terus berupaya memberikan dampak sosial secara langsung bagi ekosistemnya, terutama mitra-mitra Gojek. Melalui Program Swadaya yang bertujuan meringankan biaya operasional para mitranya, Gojek terus berupaya mendorong para mitra bisa memberikan layanan yang terbaik bagi para pelanggan.

Minggu ini, Gojek bergandeng tangan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara memberikan pelatihan dan training singkat terkait keselamatan dan ketertiban berkendara yang digelar Hotel Santika Dyandra Medan. Lewat event gabungan Festival Swadaya Gojek dan Pekan Keselamatan Berkendara Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara ini diharapkan mitra-mitra driver di Kota Medan bisa semakin tertib dalam berkendara dan meningkatkan standar pelayanan yang baik bagi para pelanggan di kota Medan.

Selain dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Dr. Agustinus S.SiT, MT, Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Arief Sudarto Trinugroho dan hadir juga Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, Kombes. Pol. Indra Darmawan Iriyanto.

Dalam kegiatan ini 150 orang mitra driver Gojek menerima bantuan berupa helm  dan tas untuk meningkatkan keselamatan dan menunjang kegiatan operasional mereka. Bersamaan dengan Pekan Keselamatan Berkendara ini, Gojek juga menyampaikan berbagai capaian dan perkembangan Program Swadaya di Kota Medan, yang berupaya meringankan beban operasional para mitra Gojek di kota Medan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Dr. Agustinus S.SiT, MT menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi strategis yang terbangun. “Kerja sama dengan Gojek menjadi sebuah hal penting untuk terus mendorong ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di kota Medan. Sebagai salah satu moda transportasi andalan warga kota Medan, tentu saja peran para mitra ini menjadi sangat signifikan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, tertib dan selamat untuk semua orang. Saya mengapresiasi juga inisiatif program swadaya Gojek yang akan tentu sangat membantu para mitra driver,” jelas Agustinus.

Hal senada disampaikan oleh District Head Gojek Medan, Sahli Adrian Fauzi,”Kami menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara atas kerjasama yang terjalin. Kerjasama ini merupakan sebuah upaya berkelanjutan dari Gojek untuk terus meningkatkan standar pelayanan kepada para pelanggan di Kota Medan, sekaligus memberikan perhatian kepada para mitra Gojek melalui berbagai inisiatif yang dijalankan dalam payung Program Swadaya. Harapannya, selain standar pelayanan yang terus meningkat, Program Swadaya ini juga secara signifikan berkontribusi meringankan beban operasional mitra sehari-hari.”

Program Swadaya Diluncurkan Untuk Meringankan Beban Harian Mitra

Sejak diluncurkan pada 2016 lalu, Program Gojek Swadaya telah memberikan dampak positif bagi para mitra driver. Program tersebut mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi dari mitra driver Gojek di wilayah Sumatera. Sudah ribuan mitra driver di Palembang, Medan dan Batam serta berbagai kota lain di Region Sumatera yang memanfaatkan program Gojek Swadaya.

Ragam inisiatif di Gojek Swadaya diutamakan untuk:

  • Meringankan beban operasional mitra driver melalui pulsa murah, diskon perawatan kendaraan, subsidi belanja harian, dan paket makan murah.
  • Melindungi mitra driver melalui berbagai program asuransi tambahan menyeluruh menyuruh untuk mitra dan keluarga, di antaranya perlindungan kecelakaan, kesehatan dan aset mitra (hand phone, kendaraan, dan atribut). Ini diluar dari asuransi kecelakaan kerja yang gratis ditanggung Gojek bila mitra driver mengalami kecelakaan saat membawa penumpang.
  • Menyediakan akses untuk dapat merencanakan dan mengelola keuangan dan masa depan dengan baik melalui program tabungan, pinjaman, dan cicilan KPR terjangkau.

Sejumlah inisiatif dari Program Swadaya yang saat ini sedang berjalan di Sumatra di tahun 2023, diantaranya adalah:

  1. Kerjasama Gojek Medan dengan 17 distributor suku cadang dan perwakilan resmi bengkel AHASS di Kota Medan memberikan potongan harga spesial bagi mitra-mitra Gojek untuk layanan perbaikan motor, ganti oli dan pembelian suku cadang.
  2. Melalui program Sip Abes (Si Paling Bengkel Swadaya), Gojek di Palembang bekerja sama dengan beberapa partner swadaya diantaranya PT Gratia Plenamas Motor (GPM Honda), Aspro, Planet ban dan yang terbaru adalah Pertamina Lubricant memberikan potongan harga khusus bagi mitra driver Gojek untuk perawatan sepeda motor, meliputi perbaikan sepeda motor, ganti oli, dan pembelian suku cadang.
  3. Gojek di Palembang menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT. Pertamina (Persero) Palembang untuk melakukan pembayaran secara non-tunai dengan Gopay bagi mitra-mitra Gojek di Palembang yang mengisi bahan bakar di SPBU di  kota Palembang dengan menggunakan Aplikasi My pertamina .

 Vice President Gojek Wilayah Sumatera, Yura Natanegara mengatakan, “Sebagai super-app pilihan utama masyarakat Indonesia, Gojek terus memberikan solusi bagi semua pihak yang ada di dalam ekosistemnya untuk hidup lebih baik. Fokus kami pada kesejahteraan mitra tidak hanya terbatas pada inovasi yang kami lakukan pada platform kami. Kami percaya bahwa meringankan beban harian dan biaya operasional para mitra sehari-hari akan memberikan dampak positif bagi mitra, sehingga mereka bisa menyisihkan pendapatan lebih banyak untuk dibawa pulang.”

Adapun ragam inisiatif bermanfaat dari program Gojek Swadaya dapat terealisasi melalui dukungan banyak pihak, di antaranya melalui kerja sama dengan mitra-mitra perusahaan dan biaya jasa aplikasi yang dibayarkan oleh pelanggan Gojek.(rel/sih)

Gunakan Dankel, 6 Kelurahan Perbaiki Jalan dan Drainase di Belawan

BETON: Ruas jalan lingkungan di Kecamatan Medan Belawan dibeton gunakan dana kelurahan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Perbaikan infrastruktur, merupakan satu dari 5 program prioritas yang ditetapkan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Selain faktor kenyamanan dan keamanan, orang nomor satu di Pemko Medan ini, pun menyadari, infrastruktur yang baik sangat mendukung kelancaran sektor perekonomian di Ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersebut.

Menyikapi itu, melalui perangkat daerah terkait, Bobby berharap, persoalan jalan rusak bisa teratasi dengan terukur dan terarah. Bahkan, untuk jajaran di tingkat kewilayahan, yakni kecamatan dan kelurahan, agar memanfaatkann

dana kelurahan (dankel) untuk mengatasi persoalan infrastruktur di wilayahnya masing-masing.

“Dana kelurahan yang ada kiranya dapat digunakan untuk pembangunan di kelurahan dan kebutuhan masyarakat. Saya minta kepada lurah agar menggunakan dana kelurahan untuk memprioritaskan program Pemko Medan, seperti pembangunan jalan, subsidi masyarakat, dan program prioritas lainnya,” ungkap Bobby, beberapa waktu lalu.

Satu wilayah yang memanfaatkan dankel untuk pembangunan infrastruktur adalah Kecamatan Medan Belawan. Sebab, kawasan paling utara di Kota Medan ini, menjadi fokus perhatian Bobby untuk dibenahi.

Berdasarkan keterangan Camat Medan Belawan Subhan Fajri Harahap, tercatat selama 2023, ada 6 kelurahan yang melakukan perbaikan infrastruktur menggunakan dankel wilayah masing-masing. Adapun keenam kelurahan tersebut, yakni Kelurahan Belawan 1, Belawan 2, dan Belawan Bahagia. Kemudian Kelurahan Belawan Bahari, Belawan Sicanang, serta Bagan Deli.

“Untuk Belawan 1 dilakukan rehabilitasi di 4 lokasi, yakni di Jalan Asahan AB 4 Lingkungan 6, Jalan Serdang CD 1 Lingkungan 6, Jalan Bengkalis CD 5 Lingkungan 6, serta Jalan LOR Pahlawan Lingkungan 19,” tutur Subhan, Rabu (3/5) lalu.

Selanjutnya, di Kelurahan Belawan 2 yakni Jalan Selebes Gang 13 Paluh Belawan 2, Jalan Selebes Titipanjang Belawan, dan Jalan Setapak Sekolah Lingkungan 17.

“Sementara itu, di Belawan Bahagia, dilakukan pembetonan di Jalan Pucuk/Pari Lingkungan 2, juga pembetonan saluran drainase di Jalan Baung Lingkungan 17,” bebernya.

Lebih lanjut Subhan menyebutkan, untuk Kelurahan Belawan Bahari dilakukan pembetonan di 4 titik, yakni Jalan Pulau Halmahera Lingkungan 10, Jalan Pulau Ambon 5 Gang Toba Lingkungan 7, Jalan Pulau Ambon 1 Lingkungan 7, serta Jalan Pardomuan Lingkungan 13.

“Di Belawan Sicanang dilakukan rehabilitasi drainase, Jalan Pusara Lorong 1 Lingkungan 9. Terakhir, Bagan Deli dilakukan rehabilitasi di Jalan Lorong Ujung Tanjung 2 Lingkungan 15, dan Jalan Lorong 5 Umum Lingkungan 13,” pungkasnya. (map/saz)

Kota Lama Kesawan, Ditargetkan Rampung Oktober

DITUTUP SEMENTARA: Para pengendara terlihat memilih ruas jalan lain, karena Jalan Ahmad Yani Medan, untuk sementara ditutup, Kamis (4/5). Penutupan Jalan Ahmad Yani Medan ini, terjadi karena adanya revitalisasi di kawasan Kota Lama Kesawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan menargetkan, revitalisasi kawasan Kota Lama Kesawan yang saat ini dalam tahap pengerjaan pembangunan infrastruktur, akan rampung pada Oktober 2023 nanti. Selain mengembalikan fungsinya sebagai kawasan heritage, revitalisasi yang dilakukan diharapkan dapat mengembangkan perekonomian di kawasan yang dipenuhi bangunan bersejarah tersebut

“Target kita paling lama Oktober 2023 nanti, revitalisasi kawasan Kota Lama Kesawan akan selesai, termasuk kawasan Pasar Ikan Lama dan Gedung Warenhuis,” ungkap Wali Kota Medan Bobby Nasution, menjawab pertanyaan para driver saat menghadiri Halal Bihalal InDrive Bersama Pengemudi dan Anak Binaan Rumah Yatim di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Kamis (4/5).

Didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Iswar Lubis, Bobby mengatakan, penyempitan jalan yang dilakukan di kawasan itu, guna meningkatkan nilai transaksi perdagangan di kawasan tersebut. Sebab, Kota Lama Kesawan merupakan kawasan niaga atau perdagangan.

Sebagai solusi atas penyempitan jalan yang dilakukan di kawasan Kota Lama Kesawan, lanjut Bobby, Jalan Ahmad Yani yang selama ini menjadi jalan penghubung Kota Medan bagian selatan dengan utara, akan dipindahkan ke Jalan Irian Barat dan Jalan Jawa. Terkait hal itu, Pemko Medan akan membangun underpass di kawasan tersebut.

“Insya Allah tahun ini di kawasan itu akan dibangun underpass. Dalam beberapa bulan ke depan, pengerjaannya akan dimulai. Jika ini selesai, maka perekonmomian di kawasan Kota Lama Kesawan akan hidup, dan arus lalu lintas dari Medan selatan menuju utara, tidak terganggu. Apalagi dengan adanya underpass, maka tidak akan ada lagi persimpangan dan traffic light di kawasan itu, sehingga memperlancar arus lalu lintas,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan, Pemko Medan akan mengurangi persimpangan yang menggunakan traffic light sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan.

“Ada 8 titik persimpangan yang akan dikurangi, termasuk persimpangan HM Yamin. Apalagi kita akan membangun underpass dan fly over, sehingga dapat mengurangi persimpangan yang menggunakan traffic light,” katanya lagi.

Selanjutnya, dia pun menyampaikan, masa jabatannya sebagai Wali Kota Medan akan berakhir 2024.

Karena itu, semua pekerjaan fisik yang saat ini dilakukan di Kota Medan akan selesai.

“Saya minta maaf jika pengerjaan fisik yang dilakukan saat ini mengganggu kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas. Insya Allah setelah pengerjaan fisik selesai pada 2024, Medan akan kembali lancar, tidak hanya lalu lintas, tapi juga semua aspek, termasuk perekonomiannya. Sehingga Medan menjadi lebih baik dan masyarakat semakin sejahtera,” harap Bobby.

Dalam pertemuannya dengan para pengemudi yang tergabung dalam InDriver, Bobby juga mengajak dialog guna mengetahui apa yang menjadi masukan dan keluhan mereka. Selain kemacetan, para pengemudi juga berharap agar jalan rusak dan banyak polisi tidur di jalan, dapat ditangani, guna mendukung kelancaran mereka dalam mencari nafkah. (map/saz)

PUD Pasar Kunjungi Pasar Pendidikan, Kolaborasi Ciptakan Pasar Aman dan Nyaman

BINCANG: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, berbincang dengan pedagang Pasar Pendidikan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasar yang aman dan nyaman tak terlepas dari tanggung jawab seluruh pihak. Karena itu, kolaborasi yang baik antara PUD Pasar Kota Medan dan pedagang, berperan penting untuk mewujudkan hal tersebut.

Hal itu disampaikan Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno, saat mengunjungi Pasar Pendidikan di Jalan Pasar 3, Kelurahan Glugur Darat 1, Kecamatan Medan Timur, Rabu (3/5) lalu.

Suwarno yang datang didampingi Kacab 3 Mahyudin Ginting, menekankan, agar para jajarannya di Pasar Pendidikan dapat membangun dan merawat komunikasi yang baik dengan para pedagang. Sebab bila itu diterapkan, maka akan mempermudah kolaborasi untuk menciptakan pasar yang bersih, aman, dan nyaman.

“Perkuat kedekatan dengan pedagang, karena untuk menjaga pasar nyaman dan bersih, harus ada kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pedagang,” ungkap Suwarno.

Selepas memberi pengarahan di Kantor Pasar Pendidikan, Suwarno tampak menyambangi sejumlah pedagang di lantai 2. Tak hanya menanyakan harga bahan pangan pokok, seperti cabai, bawang merah, dan tomat, dia juga mendengar sejumlah saran dari pedagang.

Adapun sejumlah saran yang disampaikan, bertujuan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat yang berbelanja ke Pasar Pendidikan.

“Saya terima saran dari bapak, ibu. Namun sebaik apapun saran itu, tanpa adanya kolaborasi antara kita, maka tidak dapat berjalan. Karena itu, mari kita berkolaborasi untuk membuat pasar ini ramai kembali dan dikunjungi masyarakat,” pungkas Suwarno. (map/saz)

Target 98 Persen UHC, Pemko Optimistis Tercapai di 2024

RAPAT: Kepala Disnaker Kota Medan Illyan Chandra Simbolon, saat memimpin Rapat Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN, Kamis (4/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan optimistis target 98 persen Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan dapat tercapai pada 2024 mendatang. Mengingat saat ini progres pencapaian UHC di Kota Medan sudah mencapai 96,77 persen per 1 Mei 2023 lalu.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diadakan di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (4/5).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan Illyan Chandra Simbolon, diwakili Sekretaris Disnaker Ridwan Sitanggang, serta dihadiri perwakilan dari BPJS Kesehatann

Kota Medan dan Organinasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemko Medan ini, dibahas mengenai draft Instruksi Wali Kota Medan, tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN. Hal ini sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden No 1 Tahun 2022, yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah dan lembaga untuk mengoptimalkan Pelaksanaan Program JKN.

“Dalam Intruksi Presiden tersebut, diwajibkan kepada seluruh intansi pemerintah dan lembaga, termasuk pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelaksanaan program JKN dengan menerbitkan instruksi dari masing-masing kepala daerah,” ungkap Ridwan.

Ridwan juga mengatakan, Wali Kota Medan telah meluncurkan Program UHC Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB). Program ini terlaksana sebab jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Medan sudah di atas 96 persen.

“Melalui program ini, memudahkan masyarakat untuk dapat memperoleh pelayanan kesehatan hanya dengan menggunakan e-KTP,” tuturnya.

Meski pemerintah pusat menargetkan pada 2024 capaian UHC harus 98 persen, Ridwan optimistis angka tersebut dapat dicapai oleh Pemko Medan, mengingat Kota Medan memiliki potensi.

“Kita yakin capaian UHC 98 persen di Medan dapat diwujudkan pada 2024. Mengingat kita memiliki potensi, khususnya di sektor tenaga kerja kita yang masih banyak belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ini yang akan dikejar,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari BPJS Kesehatan Kota Medan, Faisal Bukit selaku Kepala Bagian Kepesertaan, dalam laporanya menyampaikan, jumlah capaian UHC di Kota Medan per Mei 2023 mencapai 96,77 persen, atau 2.445.527 jiwa, dari total penduduk yang berjumlah 2.527.050 jiwa. Atas capaian tersebut, saat ini Kota Medan sudah memberlakukan prgram UHC, karena sudah mencapai 96,77 persen dari target 98 persen.

“Target tersebut sangat mungkin tercapai, mengingat masih banyak tenaga kerja di Medan yang belum tercover oleh BPJS Kesehatan. Jadi dengan potensi yang ada ini, saya yakin tahun depan target 98 persen UHC dapat tercapai,” pungkasnya. (map/saz)

Layanan Pojok Statistik Ada di Perpustakaan Pemkab Dairi untuk Literasi Statistik

Kepala BPS Kabupaten Dairi, Minda Flora Ginting, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah dan Bupati Dairi, Eddy KA Berutu diabadikan saat meninjau pojok statistik di Perpustakaan Naga Jambe milik Pemkab Dairi, Kamis (4/5/2023). (Rudy Sitanggang/Sumut Pos).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dairi, mendirikan layanan Pojok Statistik, untuk memberikan literasi tentang statistik kepada masyarakat. Kepala BPS Kabupaten Dairi, Minda Flora Ginting, Jumat (5/5/2023) mengatakan, Layanan Pojok Statistik telah diresmikan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu disela peresmian Perpustakaan Pemkab Dairi di kompleks Taman Rekreasi Sidikalang, Kamis (4/5/2023).

Minda Flora Ginting mengatakan, Pojok Statistik merupakan media layanan dan promosi statistik untuk meningkatkan data statistik melalui penyelenggaraan layanan dan promosi yang optimal. Adapun layanan yang tersedia dalam Pojok Statistik itu antara lain, konsultasi statistik yakni tanya jawab antara pengunjung dengan petugas pelayanan terkait statistik yang dihasilkan BPS. “Selanjutnya, edukasi statistik, kegiatan statistik dan produk statistik, ruang baca dan layanan baca publikasi BPS (hardcofy/sofcofy),” kata Minda.

Minda menambahkan, data strategis dihasilkan BPS Kabupaten Dairi diantaranya pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, kependudukan, ketenagakerjaan dan kemiskinan. Sementara itu, Bupati Eddy KA Berutu berharap pojok statistik dapat memberikan literasi tentang statistik kepada masyarakat. (rud)

Bobby Keluarkan SE Larang ASN Pamer Hidup Mewah, Komisi I Minta ASN Patuh

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Kota Medan mendukung Wali Kota Medan, Bobby Nasution melarang para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan untuk memamerkan gaya hidup mewah, baik dalam kesehariannya maupun di media sosial. Apalagi, larangan itu telah dipertegas dalam SE Wali Kota Medan No.800.1.6.2/575.

“Kita mendukung penuh Wali Kota Medan terkait larangan memamerkan gaya hidup mewah yang ditujukan kepada para ASN,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Jumat (5/5/2023).

Dikatakan Robi, tidak selayaknya seorang ASN memamerkan gaya hidup mewah, meskipun perbuatan tersebut tidak melanggar hukum. “Memang tidak melanggar hukum, tapi ini soal etika, soal kepantasan. ASN itu pelayan masyarakat, jangan justru melakukan tindakan-tindakan seperti pamer harta kekayaan yang bisa melukai hati masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, sambung Robi, sebagai seorang pelayan masyarakat, ASN juga seharusnya dapat memberikan contoh ataupun teladan yang baik kepada masyarakat, bukannya justru memberikan contoh buruk dengan pamer-pamer harta kekayaan. “Sebab sejatinya memamerkan harta kekayaan itu memang tidak pantas dilakukan oleh siapapun, apalagi oleh para pejabat yang notabene digaji oleh uang rakyat,” katanya.

Robi pun meminta para ASN di lingkungan Pemko Medan untuk lebih peka dan mau belajar dari kejadian sejumlah pejabat yang viral karena kerap memamerkan harta kekayaannya di media sosial. “Misalnya kasus anak pegawai pajak yang membuat geger satu Indonesia dan ujung-ujungnya ikut menjerat orangtuanya yang merupakan pejabat pajak. Harusnya kasus itu menjadi pelajaran sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh aparatur negara, tak terkecuali di Pemko Medan,” tegas Ketua Fraksi PDIP tersebut.

Untuk itu, sebagai Ketua Komisi I, Robi Barus meminta kepada setiap ASN agar mematuhi SE yang dikeluarkan Wali Kota Medan terkait larangan memamerkan gaya hidup mewah yang merupakan bagian dari Penegakan Disiplin dan Kode Etik ASN. “Kita minta semua ASN Pemko Medan untuk mematuhi SE tersebut. Tentunya larangan ini bukan hanya tertuju kepada satu atau dua orang oknum, tetapi untuk seluruh ASN di Pemko Medan. Bijaklah menggunakan media sosial, termasuk menggunakan harta kekayaan. Lihat masyarakat kita, masih sangat banyak yang membutuhkan bantuan. Akan lebih bijak jika harta kekayaan itu kita manfaatkan untuk berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan, Bobby Nasution telah mengeluarkan larangan memamerkan gaya hidup mewah kepada kalangan ASN di lingkungan Pemko Medan. Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan tentang larangan hidup mewah itu beredar secara luas sejak Kamis, (4/5/2023) lalu. SE Wali Kota Medan Nomor 800.1.6.2/575 yang ditandatangani pada 28 April 2023 dikeluarkan guna menindaklanjuti Perwal No 58/2024 tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik ASN.

Dalam surat edaran yang di tandatanganinya tersebut, Bobby Nasution mengimbau agar seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Medan dapat bijak untuk menggunakan media sosial, yakni dengan tidak mengunggah foto-foto pribadi yang menunjukkan pola hidup mewah. Kemudian, Bobby juga meminta para ASN untuk menerapkan pola hidup sederhana di dalam kesehariannya, termasuk di media sosial.

Berikutnya, Bobby mengimbau seluruh ASN Pemko Medan untuk tetap memberikan contoh sikap perilaku yang baik, sopan dan tidak pamer kekuasaan di media sosial. Dikonfirmasi mengenai SE itu, Inspektur Kota Medan, Sulaiman Harahap, membenarkan adanya SE Wali Kota Medan terkait pelarangan terhadap para pejabat Pemko Medan untuk memamerkan gaya hidup mewah. “Benar, ada SE Pak Wali yang menyatakan pelarangan terhadap para pejabat Pemko Medan memamerkan gaya hidup mewah,” jawabnya

Tak hanya pamer gaya hidup mewah, Sulaiman menyebutkan bahwa SE Wali Kota Medan juga mengatur Kode Etik PNS agar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial. “SE sudah kita teruskan ke semua lurah, OPD di lingkungan Pemko Medan dan jajaran. Tentunya akan ada sanksi yang diberikan jika masih nekat melanggarnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, beredarnya SE tentang larangan memamerkan gaya hidup mewah untuk para ASN di lingkungan Pemko Medan tersebut dikeluarkan setelah munculnya gaya hidup salah seorang oknum ASN di Pemko Medan yang viral karena memamerkan barang-barang mewahnya di media sosial. (map)

Penemuan Jenazah Wanita tanpa Kepala, Polres Nias Selatan Periksa 28 Saksi

Kapolres Nias Selatan, AKBP Reinhard H. Nainggolan SH SIK MM saat memimpin press release progres pengungkapan kasus jenazah di Desa Mondowe, Kamis, (4/5).

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO- Penemuan jenazah wanita paruh baya diduga korban pembunuhan dengan kondisi tanpa kepala, mulai menemukan titik terang. Jenazah wanita tanpa kepala itu telah diketahui identitasnya yakni berinisial SL (60), warga Dusun IV, Desa Mondrowe Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan.

Tim gabungan Polres Nias Selatan terus melakukan pendalaman. Kapolres Nias Selatan, AKBP Reinhard H. Nainggolan SH SIK MM didampingi Wakapolres, dan PJU mengaku belum bisa menyampaikan siapa calon tersangka dalam kasus ini. Pasalnya, hal itu merupakan materi penyidikan dan masih menunggu alat-alat bukti yang sedang diproses, guna merampungkan penyidikan tindak pidana dalam perkara ini dan berkas perkara dapat dikirimkan ke JPU sesuai Criminal Justice System.

“Kami sudah melakukan otopsi terhadap jenazah yang dilakukan oleh Tim Forensik dari RS Bhayangkara Polda Sumut dan mengirimkan barang bukti dua bilah parang yang ditemukan di TKP guna dilakukan uji laboratorium. Saat ini hasil otopsi dari Tim Forensik dan pemeriksaan laboratorium dua bilah parang dari Tim Labfor Polda Sumut, sudah keluar dan kami dalami lebih lanjut dalam pembuktian perkara ini,” ungkap AKBP Reinhard kepada wartawan, Kamis (4/5/2023).

Terkait perkara ini, Polres Nias Selatan menerima informasi bahwa diduga adanya salah satu saksi yang mendapat intimidasi dari oknum Polres Nias Selatan, pada saat dilakukan pemeriksaan. Menanggapi hal tersebut, Kapolres Nias Selatan telah membentuk Tim Dumas Terpadu yang terdiri antara lain: Si Propam, Si Was dan Si Kum dan telah menindak lanjutinya, dengan melakukan pemeriksaan terhadap para penyidik yang menangani kasus dan menghubungi saksi dimaksud untuk dimintai keterangan.

“Saya sudah membentuk Tim Dumas Terpadu Polres Nias Selatan terkait adanya dugaan Intimidasi saat pemeriksaan salah satu saksi. Saya pastikan bahwa kasus ini harus terungkap namun dengan tetap mengutamakan asas-asas hukum pidana dan HAM. Tidak zamannya lagi menggunakan kekerasan dalam memeriksa baik dalam penyelidikan maupun penyidikan” kata AKBP Reinhard.

Dalam penanganan kasus ini, Polres Nias Selatan sudah membuat Tim Khusus yang terdiri dari 43 (empat puluh tiga) personil terdiri dari personel Polres Nias Selatan dan Polsek Lahusa serta telah meminta back up dari Ditreskrimum Polda Sumut untuk mengungkap kasus ini.

“Saat ini kami sudah memeriksa saksi sejumlah 28 orang, beberapa diantaranya telah dilakukan penyitaan handphone untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Tim Forensik dan kami masih menunggu hasilnya. Namun pengumpulan alat-alat bukti lain untuk membuat terang perkara ini tidak dapat saya sampaikan karena merupakan ranah penyidikan, intinya kita yakin akan segera mengungkap kasus ini dan menemukan tersangkanya.” tutup AKBP Reinhard. (mag-8)

Pulobrayan Bengkel Baru Gelar Posyandu Remaja

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka Untuk merealisasikan satu Program Prioritas Wali Kota Medan Bobby Nasution di Bidang Kesehatan, Kelurahan Pulobrayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, menggelar Posyandu Remaja di wilayahnya, Kamis (4/5/2023) lalu.

Lurah Pulobrayan Bengkel Baru, Efendi Gurusinga mengatakan, Posyandu Remaja ini dilakukan secara rutin setiap bulannya, dan sudah berlangsung selama setahun terakhir.

“Hal ini sejalan dengan Program Prioritas dari Pak Wali Kota, dan instruksi Pak Camat Medan Timur, Noor Alfi Pane, yang meminta untuk merealisasikan peningkatan kesehatan bagi warga Medan. Dan satu langkah yang kami lakukan adalah dengan menggelar Posyandu Remaja, berkolaborasi dengan sejumlah pihak, seperti Puskesmas Glugur Darat,” ungkap Efendi.

Effendi juga menjelaskan, Posyandu Remaja ini bukan saja dilakukan sebagai satu langkah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para remaja, tapi juga menjadi cara untuk  mencegah perilaku-perilaku negatif yang rentan terjadi pada para remaja.

“Remaja ini sangat rentan. Karena itu, harus diarahkan dengan baik. Apalagi saat ini sangat banyak beredar hal-hal negatif, mulai dari narkoba, pergaulan bebas, geng motor, hingga tawuran. Dengan adanya Posyandu remaja ini, diharapkan anak-anak kita ini bisa lebih mengetahui soal kesehatan, dan mendapatkan edukasi dalam menghindari hal-hal negatif,” jelasnya.

Dia juga berharap, Posyandu Remaja ini bisa terus dilakukan secara berkesinambungan dan pesertanya dapat semakin bertambah.

“Anak-anak ini harapan bangsa ke depannya. Untuk itu, perlu kita jaga bersama, karena mereka sangat rentan. Harus diciptakan generasi muda yang tangguh,” kata Efendi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Glugur Darat, dr Sri Wirya Ningsih menjelaskan, tumbuh kembang anak di usia remaja sangat penting untuk diperhatikan.

“Jadi dalam Posyandu ini, lebih dulu dicek kesehatannya. Mulai dari berat, tinggi, tensi hingga cek golongan darah, lalu diberikan vitamin-vitamin yang penting untuk proses pertumbuhan mereka. Seperti nutrisi, kalsium, mineral, dan zat besi,” bebernya.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan, dr Sri juga menjelaskan, Posyandu Remaja ini juga menyediakan konseling dan edukasi, yang bertujuan untuk mengarahkan para remaja ke hal-hal yang positif.

“Jadi ada konseling dan edukasinya juga, tidak monoton. Apalagi remaja ini memang masuk dalam fase yang sangat labil, jadi sangat penting untuk selalu didampingi agar tak terjerumus dalam hal-hal yang negatif,” pungkasnya. (rel)