26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 15552

Bupati Batubara Diadukan ke Mabes Polri

Dituding Manipulasi Data CPNS

KISARAN- Persoalan dugaan manipulasi hasil seleksi CPNS Batubara tahun 2010 memasuki babak baru. Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, secara resmi diadukan ke Mabes Polri, karena diduga mendalangi manipulasi data, dalam proses seleksi CPNS di daerah tersebut.

Janto Dearmando Saragih, dari Gerakan Penyelamat Harta Negara (Gerphan) yang mengadukan OK Arya ke Mabes Polri, dalam laporan polisi bernomor TBL/10/I/2011 Bareskrim, tertanggal 10 Januari 2011.
Dalam laporan tersebut, Janto menduga, OK Arya telah memanfaatkan jabatanya sebagai bupati, untuk membuat pemalsuan/manipulasi dalam daftar pengumuman hasil seleksi, yang diselenggarakan bekerja sama dengan PPLSM Universitas Indonesia itu.

“Laporan pengaduan saudara Janto Dearmando, diterima oleh perwira siaga Bareskrim AKP Yadino,” kata Supriadi, dari KONTRA, yang turut bersama Janto dan Gerphan mengadukan persoalan tersebut.
Sementara itu, informasi lainnya yang diperoleh METRO ASAHAN (Grup Sumut Pos), tim independen dari Universitas Indonesia juga telah melakukan scoring (penilaian) ulang, terhadap hasil seleksi CPNS Batubara, yang sebelumnya telah diumumkan oleh Pemkab Batubara. Konon, hasil dari penilaian ulang tersebut,banyak berubah dari hasil yang diumumkan pemkab.

Alhasil, dugaan kecurangan yang dilakukan sekelompok pejabat di Kabupaten itu pun kian menguat. Sebelumnya, Bupati Batubara OK Arya yang dikonfirmasi wartawan soal dugaan manifulasi data penerimaan CPNS menanggapi dingin.

“Silakan saja kalau ada yang mau mengadukan. Tetapi yang pasti penerimaan PNS di Batu Bara berlangsung murni dan tidak ada masalah,” ungkap OK Arya. (ing/smg)

Polisi Diduga Tembak Pelaku Curanmor

LABURA- Ngatmin (41), tersangka kasus pencurian sepeda motor (curanmor) tewas, persis sehari pasca diamankan polisi. Pihak keluarga menduga, duda beranak 2 ini tewas setelah dianiaya dan ditembak polisi yang menjemputnya dari kediaman Kepala Desa Bangun Rejo, Selasa (1/3) lalu.

Ditemui di sebuah rumah di Dusun II, Desa Simonis, Kecamatan Aek Natas, kakak kandung korban, Hambali, didampingi AS Munte, salahseorang kerabat korban menceritakan kronologis penangkapan yang berujung pada tewasnya Ngatmin. Sesuai informasi yang mereka peroleh, polisi dari Mapolsek Aek Natas menjemput Ngatmin pada Selasa (1/3) silam dari kediaman Kades Bangun Rejo. Sebelumnya, dia telah diamankan oleh seseorang yang disebut-sebut bermarga Siregar, yang mengaku sepedamotornya hilang dicuri Ngatmin.

Oleh polisi, Ngatmin kemudian diboyong ke Polsek untuk keperluan penyidikan. Namun, malam itu juga, dia diserahkan kepada personel dari Polres Labuhanbatu yang datang menjemputnya, dan tiba di Mapolres Labuhanbatu sekitar pukul 23.00 WIB. Namun, sekitar pukul 05.00 WIB subuh keesokan harinya, mereka mendapat telepon dari kerabat mereka yang saat itu ketepatan berada di RSUD Rantauprapat, dan mengabarkan Ngatmin telah meninggal dunia.

“Dia (Ngatmin, red) meninggal pun kami tahu dari keluarga yang ketepatan saat itu berada di RSUD Rantauprapat, bukan dari polisi,” kata AS Munte.

Masih menurut AS Munte dan Hambali, ada beberapa hal yang janggal, sehingga membuat pihak keluarga dari pria yang telah 10 tahun bercerai dengan Ngatini istrinya itu meninggal dunia. “Jujur saja, yang paling mencurigakan adalah adanya luka berbentuk bundar yang kami temukan di jidatnya seperti luka bekas tembakan,” kata Hambali sembari mengatakan, saat akan dikebumikan, dari bagian belakang kepala ayah dari Dedek dan Robin itu menetes darah segar. Selain itu, masih kata Munte yang pagi itu menjemput jenazah Ngatmin ke RSUD Rantauprapat, suasana di RSUD saat mereka tiba untuk menjemput jenazah saudara sepupunya itu terkesan lain dari yang biasa. Sebab, hampir di setiap gang pada bangsal rumah sakit, sejumlah personel berjaga-jaga. Malah, mereka tidak diperkenankan untuk melihat kondisi jenazah korban saat sedang divisum oleh tim medis.

“Bahkan, mengangkat jasadnya saja ke ambulans kami tidak bisa. Semuanya dilakukan polisi. Makanya, kami baru bisa lihat jenazahnya setelah sampai di rumah. Anehnya lagi, sewaktu kami tiba di rumah, sepasukan polisi sudah ada di sana. Bahkan, Kapolsek Aek Natas AKP TR Nababan pun ada di tempat. Katanya, mereka diperintahkan melakukan pengamanan. Soal siapa yang memerintahkan, kami tidak tahu,” kata Munte diamini Hambali yang duduk di sisinya. “Yang penting, kami mau, kasus ini diungkap lah secara hukum, untuk memastikan penyebab kematian adik saya,” kata Hambali. (ing/smg)

Bintang Medan pun Digerogoti Cedera

Kegagalan Bintang Medan meraih angka penuh di  tiga laga terakhir, tak lepas dari cedera pemain. Tercatat ada lima pemain Bintang Medan yang cedera yakni, Amin Kamoun, Gutti Ribeiro, Dodi,  Edu dan An Hyo Yoen.

Pelatih Bintang Medan Michael Feichtenbeiner harus memutar otak mengamankan hasil sempurna di Stadion Teladan Minggu (20/3) mendatang saat menjamu Solo FC.

Michel mengakui faktor cedera jawaban atas hasil buruk selama ini.

“Ada lima pemain kami yang cedera, tiag asing dan dua lokal. Tentu saja itu menjadi kerugian bagi kami. Apalagi Amin tidak main, lini belakang menjadi lemah. Itu yang akan menjadi fokus kami untuk pertandingan berikutnya,” kata Feichtenbeiner kemarin.Dia pun menyadari, perbaikan lini belakang menjadi harga mati dibanding dengan kolektivitas lini tengah dan depan.  Untuk itu, dia pun menyiapkan Steve Pantelidis untuk mengamankan lini tersebut sebagai pengganti Amin.

“Tidak hanya striker, setiap lini kami bisa menciptakan gol. Jadi menurut saya, pertahanan lah yang harus diperbaiki.
Lihat saja hasil sebelumnya, lini belakang yang lemah menjadi penyebab kekalahan, bukan dari minimnya kontribusi mencetak gol. Untuk itu, kemungkinan kami akan pasangkan Steve Pantelidis sebagai stoper,” pungkasnya.(ful)

Pesta Sabu, Ditangkap

KISARAN-  Satuan Narkoba Polres Asahan, mebekuk tiga warga Rintis II Kelurahan Sidodadi, masing-masing M Tarigan (33),  AS (40) serta EP (39), saat ketiganya sedang menikmati sabu-sabu, Selasa (15/3) sekitar pukul 23.30 WIB.
Informasi dihimpun Kamis ( 17/3 ) ketiganya diamankan petugas saat asyik menikmati sabu-sabu.

Kapolres Asahan AKBP J Didiek DP SH melalui Kasat Narkoba AKP Napsanto mengatakan dari rumah itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, satu paket sabu ukuran kecil, satu buah mancis, serta kaca pirek.
Menurut Napsanto, ketiga pria itu sudah menjadi target operasi (TO) Sat Narkoba, saat petugas mengintai, ketiga pria yang sudah memiliki istri itu sedang menikmati sabu- sabu, namun salah satu pemakai yang tidak lain si pemilik rumah  (Tarigan) merasa curiga, lalu dirinya berusaha membuka pintu untuk melihat siapa gerangan orang yang berada diluar, saat itu pula petugas langsung masuk, namun Tarigan berusaha menahan dorongan petugas.

Selanjutnya, Tarigan melepaskan pintu dan masuk kedalam kamar tidur, tetapi tetap ditangkap petugas.(mag -02 /smg)
begitu juga dengan dua rekannya ikut lari dan bersembunyi masuk kedalam kamar mandi, berkat kesigapan bawahannya, akhirnya petugas berhasil menggiring ketiganya ke Mapolres Asahan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pungkas Napsanto. (mag -02 /smg)

Granat Nenas Ditemukan

LANGKAT- Aksi teror, bukan hanya terjadi di ibukota saja. Aksi serupa juga terjadi di Kabupaten Langkat, tepatnya di Kota Brandan, Kecamatan Babalan, Langkat. Aksi teror tersebut ditunjukan dengan ditemukannya dua buah granat aktif jenis nenas yang dipegang oleh seorang warga, Rabu (16/3) malam.

Keterangan diperoleh di Mapolres Langkat, Kamis (17/3) menyebutkan, granat tersebut diyakini buatan korea yang disimpan oleh seorang pria tanpa diketahui kegunaanya. Pria pendatang tersebut berhasil meloloskan diri dari sergapan Satreskrim Polres Langkat. Sementara, barang bukti dua buah granat yang terbungkus plastik putih diamankan ke Brimob Datasemen A Binjai.

Untuk pengungkapan lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Dony Alexander kepada wartawan menyebutkan, pihaknya masih belum mengetahui persis motif kepemilikan granat oleh warga sipil tersebut. Sebab, pemilik dua buah granat tadi, berhasil meloloskan diri dan kini masih dalam buruan kepolisian.(ndi)

Jalur Laut Padat, Perketat Pengamanan

Sertijab Lanal Sabang

BELAWAN- Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Sabang serah terima jabatan (sertijab) dari pejabat lama Kolonel Laut (E), Yanuar Handwiono ke pejabat baru Kolonel Laut (P), Dodi Hermawan di Lapangan Apel Mako Lantamal I Belawan. Serah terima jabatan ini dipimpin langsung Komandan Lantamal I, Laksaman Pertama TNI Amri Husaini, Kamis (17/3).

Dalam acara sertijab itu, Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI, Amri Husaini menyampaikan, tugas pokok Pangkalan TNI AL adalah menyelenggarakan gerakan dukungan logistik dan administrasi bagi unsur-unsur TNI AL yang beroperasi di wilayah ini dan pemberdayaan wilayah pertahanan laut.

Amri menambahkan, jalur pelayaran lokal, regional maupun internasional yang melintas di wilayah perairan ini menjadi semakin padat. Melihat kondisi ini, selaku aparat penegak hukum dan kedaulatan negara di laut dituntut untuk mengamankannya dari segala bentuk ancaman tindak kekerasan, bahaya navigasi maupun pelanggaran hukum. (mag/11)

 

Jalan Rusak, Supir Demo

KARO- Puluhan supir angkutan truk lintas Kotacane (Kabupaten Aceh Tenggara) – Medan, yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), melakukan unjuk rasa di kantor Bupati Karo Jalan Letjen Djamin Ginting,Kabanjahe, Kamis (17/3) pagi.

Unjuk rasa itu, sebagai bentuk protes terhadap parahnya kondisi jalan negara yang menghubungkan Kotacane dengan kota Medan , terutama antara Lau Pakam (Perbatasan Provinsi NAD dengan Provinsi Sumut) hingga kota Kabanjahe.
Kehadiran sejumlah supir dan kerneknya itu, diterima Kadis Perhubungan Karo, Drs Djamin Ginting dan sejumlah stafnya di halaman kantor bupati.   Kadis Perhubungan Karo Drs Jamin Ginting menyatakan prihatin atas kondisi jalan yang rusak parah antara Kabanjahe-Aceh Tenggara. Jamin, berjanji akan menyampaikan keluhan supir kepada Bupati Karo.(wan)

Kejatisu Dituding Loyo Usut Kasus Korupsi di Sumut

MEDAN-Tiga gelombang unjuk rasa mendatangani gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis  (17/3). Mereka menuntut penuntasan sejumlah kasus korupsi yang menggurita di Sumut. Aksi unjukrasa diwarnai pembakaran  patung pocong dan menabur bunga sebagai ilustrasi  matinya supremasi hukum di Sumut.

Di samping itu, mereka juga melambai-lambaikan sejumlah poster dan spanduk berisikan desakan penuntasan kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat dan mantan pejabat.

Aksi demo diawali kehadiran massa Forum Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi (FM2B-AK). Kemudian disusul massa Forsu-Ngo Komando Medan dan Central Study  Indonesia Maju (CSIM). Kehadiran para pengunjuk rasa disambut puluhan aparat kepolisian yang sudah stanby di gedung Kejatisu. Aksi massa tersebut mendapat  perhatian warga yang sedang melintas.

Ketika melakukan orasi mereka membakar patung pocong dan tabur bunga di depan pintu gerbang gedung Kejatisu. “Ilustrasi ini  bukti tidak berdayanya (loyo) hukum memberantas korupsi di Sumut,” teriak Koordinator Aksi FM2B-AK, Rozi Al Banjari.

Dalam aksi itu, FM2B-AK mengusung sejumlah tuntutan antara lain, meminta Kejatisu segera memanggil Kadis Pendidikan Labuhan Batu,  memeriksa Bupati Labuhan Batu dan dugaan korupsi pemotongan dana bantuan Pemprovsu ke sekolah swasta.

Sementara itu, massa Forsu-Ngo Komando dalam aksinya meminta Kejatisu mengusut dugaan korupsi di Kabupaten Langkat yang diduga melibatkan Kadis Pendidikan Langkat. Kemudian, kasus dugaan korupsi di PDAM Tirta Wampu. Kehadiran kedua gelombang aksi massa itu diterima Kasubsi Humas, Andre Simbolon .
“Semua aspirasi suadara akan kami tindaklanjuti,” tegas Andre.

Menurutnya, Kejatisu tidak ada mempetieskan kasus yang sudah ditangani, hanya saja perlu waktu. Menurutnya, apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa dan masyarakat antikorupsi akan diteliti tim intelijen. “Semuanya sedang diteliti dan dipelajari, kalau bukti yang kita perlukan sudah diperoleh, pasti statusnya ditingkatkan ke penyelidikan dan penyidikan,” beber Andre. (rud)

Pengendara Sepeda Motor Tewas

SERGAI- Edi Kurniawan (22) warga Dusun VII, Desa Celawan pengendara sepeda motor GL Pro BK 4103, tewas setelah kendaraan tabrakan dengan  dengan sepeda motor Supra X BK 3644 FR yang dikemudikan Yunus (17)  warga Dusun VII Lubuk Saban, Desa Kuala Lama, Pantai Cermin.  Lokasi kejadian (TKP) di Jalan Umum Pantai Cermin Lubuk Saban, tepatnya, di Dusun VI, Desa Kuala Lama, Pantai Cermin,Rabu malam (16/3) sekitar pukul 21:00 WIB.

Awalnya Edi Kurniawan yang berprofesi sebagai montir ini, sebelum kejadian melaju kencang mendahului sepeda motor yang berada di depannya.Ketidak sabarannya itu berakibat fatal,  saat memotong, muncul sepeda motor  Yunus yang datang dari arah berlawanan dan tabrakan tak dapat dihindari. Edi menderita cukup parah dan tewas di lokasi (TKP), sedangkan Yunus menderita luka dan lecet.

Polisi yang datang usai kejadian segera mengevakuasi korban ke RSU Trianda, sedangkan kendaraan diamankan ke Pos Lantas Sei Jenggi untuk pengusutan lebih lanjut.

Dari Tebing Tinggi  Selamat (66) warga Dusun XI Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai yang bekerja sebagai pencari barang bekas (botot) juga tewas ditabrak sepeda motor setelah selesai makan di Jalan Prof HM Yamin Tebing Tinggi,Rabu (16/3) sekira pukul 21.30 WIB. Diketahui sang pengendara  sepeda motor adalah Masrah Hasibuhan.(mag-3/mag-15)

Penderita HIV/AIDS Jangan Dipersulit

Penyebaran penyakit HIV/AIDS semakin meningkat. Korban terus berjatuhan termasuk bayi yang tak berdosa. Bagaimana mengatasinya? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan anggota DPRD Medan Komisi B, Khairuddin Salim.

Seperti apa peraturan untuk menanggulangi penderita HIV/AIDS?
Menurut aturan para penderita penyakit ini harus dibantu. Apalagi penderitanya merupakan orang kurang mampu. Pemerintah harus bertanggung jawab, karena ini merupakan penyakit menular. Dan penularannya melalui hal-hal yang negatif. Karena itu kita harus membantu mereka. Yang paling menyedihkan, anak yang tidak berdosa menjadi korban penyakit ini, seperti Sifa yang meninggal beberapa hari lalu. Dinkes dan rumah sakit harus memfasilitasi penderita tanpa syarat, keluarkan nilai kemanusiaan kita. Pemerintah harus tanggap dengan persoalan ini.

Seperti apa yang sudah dilakukan pemerintah?
Tanggap dalam berbagai bidang mulai dari perawatan, penyembuhan, bila perlu untuk psikologi para pasien. Untuk perawatan, penderita harus dirawat dan dibantu pembiyaannya digratiskan. Jadi, pasien yang tidak punya uang, bisa berobat, sehingga penyakitnya dapat dideteksi secepatnya.

Apakah dana untuk pasien HIV/AIDS ada?
Ya ada, buktinya di Rumah Sakit Pirngadi sudah ada bagian untuk penanggulangan HIV/AIDS. Jadi, dana pada bagian itu jelas untuk para penderita.

Kenapa banyak penderita yang merasa ribet mengurus persyaratan mendapatkan pengobatan?
Itulah yang saat ini selalu menjadi kendala, sudah banyak laporan bahwa birokrasi yang bertele-tele dan administrasi yang menyulitkan para penderita. Kalau kita berpikir, penderita sudah sakit, masih disuruh ngurus ini itu, jangan-jangan sebelun dia dirawat, penyakitnya sudah parah. Itu akan mempersulit penyembuhan. Seharusnya yang bertindak dalam urusan ini yaitu pihak rumah sakit dan dinkes. Nah, dinkes yang bertanggung jawab pada Pemko. Jadi semua data langsung masuk, nah ini akan memperkecil tindak korupsi. Karena pihak yang terkait sangat sedikit.

Apa yang dilakukan DPRD?
Kebetulan kita akan melakukan paripurna terkait dengan persolan HIV/AIDS, jadi salah satu yang akan diajukan yaitu Perda terkait dengan HIV/AIDS. Salah satunya kita akan memberikan tindakan bagi yang mengabaikan para penderita penyakit ini.

Apa tindakannya?
Tindakan yang pasti ada kemungkinan kita akan memotong anggaran dana yang mengalir (APBD). Jadi dana transportasi dan sosialisasi akan kita alihkan ke dana penanggulangan HIV/AIDS. Dengan kata lain tidak ada alasan untuk perawatan para penderita. Jadi penderita dirawat sampai sembuh. Tapi ingat, pihak terkait yang dapat menularkan penyakit ini juga harus bekerja, jangan diam saja. Polisi harus bekerja untuk memberantas peredaran narkoba. (*)