28 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15555

Perampok Mobil Rental Diringkus

MEDAN- Polsekta Hamparan Perak meringkus kompolotan sindikat perampok mobil rental di Desa Paya Bakung, tepatnya di areal PTPN II Sei Semayang, Hamparan Perak, Kamis (17/3).

Tersangka yang berhasil diamankan Bayu Rahmadani (30), warga Jalan Panglima Denai Medan Amplas dan Suhartono Silalahi alias Keri (22), warga Jalan Binjai, Medan Sunggal.

Modus yang dilakukan kedua pelaku yakni dengan cara menyewa mobil rental kepada korban Taslim Ginting (26), warga Desa Sigara-gara, Patumbak. Pelaku menyewa mobil tersebut untuk pergi ke Bahorok.

Selanjutnya, pelaku meminta korban yang merupakan supir mobil tersebut untuk melewati Desa Paya Bakung, areal PTPN II Sei Semayang, Hamparan Perak dengan alsan untuk menjemput temannya.

Saat di lokasi pelaku meminta kepada supir untuk berhenti karena pelaku ingin buang air kecil, tanpa diduga pelaku yang duduk dibelakang Keri menjerat leher korban dan pelaku yang satunya lagi Bayu Rahmadani langsung memukul muka korban. Akibatnya, korban mengalami luka memar pada bagian muka, mata dan juga luka pada bagian leher akibat jeratan tali.(mag-11)

Derby Milan Dimajukan

MILAN-Pertemuan dua tim Kota Milan yang dikenal dengan Derby Della Madonnina antara AC Milan kontra Inter Milan akan dimajukan jadwalnya. Pertandingan yang disebut-sebut akan menentukan peraih Scudetto itu bakal dihelat pada 2 April.

Laga kedua antara Milan kontra Inter sebelumnya dijadwalkan Minggu 3 April waktu Italia. Namun pihak Lega Calcio pada Rabu (16/3) kemarin memutuskan untuk memajukan laga tersebut ke hari Sabtu (2/4).
Tak disebutkan secara mendetil apa penyebab dimajukannya big match tersebut. Namun seperti dikutip dari Football Italia, beberapa laga di pekan 31 dan 32 Seri A juga mengalami perubahan jadwal.

Derby Della Madonnina itu disebut-sebut akan menjadi penentu siapa yang nantinya akan menjadi juara Liga Italia musim 2010/2011. Saat ini Rossoneri masih berdiri di puncak klasemen dengan keunggulan lima angka atas Nerazzurri.
Pada pertemuan pertama di pertengahan November lalu Milan berhasil mengungguli saudara sekotanya dengan skor tipis 1-0. Namun Zlatan Ibrahimovic yang menjadi penentu kemenangan Diavolo Rosso dengan eksekusi penaltinya tak akan bisa bermain dalam laga kedua karena sanksi larangan bertanding.

Dan seperti biasa, perang urat syaraf antar kedua tim sudah mulai disulut jelang laga itu. Salah satunya datang dari Presiden Inter Milan, Massimo Moratti yang menilai Eto’o lebih baik dibandingkan ujung tombak AC Milan Zlatan Ibrahimovic.

Inter menukar Ibra untuk mendapatkan Eto’o dari Barcelona pada dua musim lalu.
“Eto’o sungguh fantastis. Saya tidak ingin mengambil apa pun dari Ibrahimovic. Tapi bagi setiap orang, sebuah kesepakatan yang luar biasa untuk mendapatkan Eto’o,” ujar Moratti dilansir Tribal Football. (net/jpnn)

Bupati Lepas Peserta XSE 2011

Diikuti Observer Dunia

MEDAN-Sebanyak 350 peserta memulai petualang di ajang olahraga bermotor lintas alam ‘XTrim Sumatera Expedition 2011’ (XSE 2011) yang berlangsung di kawasan Pulau Samosir, Danau Toba dan Tanah Karo serta Deliserdang mulai Jumat (18/3) hari ini.

Start akan dimulai pagi ini dari Tuk-tuk di Pulau Samosir dan dilepas Bupati Samosir Mangindar Simbolon didampingi Ketua Umum XTrim Doddy.

Ketua Umum klub XTrim (Expedition Trail Sumatera) Indonesia Doddy mengatakan di Tuk-tuk, Samosir, Kamis (17/3), event berskala nasional ini diikuti oleh 350 pengendara motor sport jenis trail dari seluruh Indonesia dan beberapa observer dari negeri luar.

Peserta, dalam kegiatan selama tiga hari penuh ini, juga tidak hanya dari Sumut, tetapi ada yang datang dari Aceh, Riau, Sumbar, dan Jawa, sehingga menjadikannya semacam arena rendezvous para trail raider se tanah air.
“Sejauh ini, selain dari Sumut dan Aceh, klub-klub luar yang sudah menyatakan minat datang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Bali, Kaltim, Lampung, Palembang, Pekanbaru dan Duri, Jambi, serta dari Bukittinggi. Selain itu masih ada beberapa observer dari Malaysia , Singapura , Thailand , Australia , Austria dan Jerman,” ungkap Doddy, didampingi Ketua Panpel CHJ Gultom

Kegiatan tidak hanya mengangkat gengsi Sumut di kancah nasional, tetapi lebih dari itu, juga untuk lebih mempromosikan olahraga minat khusus yang berpotensi mempromosikan pariwisata nasional. “Event ini bakal menjadi salah satu ikon olahraga petualang di Sumut, yang mempunyai potensi wisata luar biasa,” tambahnya.
Doddy menyebut, rute dalam event tersebut berjarak 385 Km yang akan ditempuh sejak Jumat. Etape pertama dimulai di Tuktuk Pulau Samosir, menyusur jalur tua yang dibuat oleh Belanda di puncak Pulau Samosir, dan etape kedua menaiki puncak Pusuk Buhit dan bermalam di Tongging yang mempunyai kaki air terjun terbesar di Asia, Si Piso-piso.

Sementara pada hari kedua akan menjelajahi dataran tinggi di kabupaten Karo dan finish di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Hari terakhir 20 Maret akan diwarnai oleh jalur dengan karakter sungai dan bukit dan akan berakhir di Istana Maimun, Medan , di mana di sini sudah dipersiapkan seabreg kegiatan otomotif yang melibatkan klub-klub di daerah ini.

CJH Gultom menambahkan, event dengan tag line ‘Deep Jungle Enduro Challenge’ ini juga dirangkai aneka kegiatan dan bhakti sosial, seperti pada start 18 Maret di Tuk-tuk diwarnai penanaman pohon untuk penghijauan. Kemudian, bhakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian kaca mata baca untuk manula, beserta penaburan 20 ribu benih ikan saat start hari II 19 Desember di Tongging. “Di hari terakhir  20 Maret yang finish di Medan , kita juga sudah siapkan seabreg acara termasuk penyerahan cendera mata untuk semua peserta.,” ungkap Gultom. (jun)

Stoner Pede, Honda Harus Waspada

Jelang MotoGP 2011 di Qatar

DOHA – Perhelatan perdana MotoGP akan digelar di Sirkuit Losail, Minggu (20/3) nanti. Tentu momen tersebut akan menjadi ajang pembuktian bagi pembalap Honda Repsol, Casey Stoner untuk meraih kemenangan, mengingat juara MotoGP 2007 itu tampil menawan selama tes MotoGP yang berlangsung di Lisoil, Qatar kemarin. “Setelah mengawali tes musim dingin dengan gemilang, saya sangat senang dengan setingan motor yang telah kami temukan. Kini, saya menatap balapan pekan ini, dengan mengharapkan sebuah hasil yang manis,” kata Stoner dilansir Crash.net, Kamis (17/3).

Perfoma Stoner di Qatar memang selalu mengesankan. Sejak 2007-2009, mantan bintang Ducati berhasil meraih kemenangan di Sirkuit Losail. Hanya tahun lalu, Stoner gagal menggapai kemenangan karena terjatuh setelah sempat memimpin. “Ketika bendera dikibarkan, kita akan melihat sebuah balapan yang sebenarnya. Saat itu, kita baru tahu ada di mana posisi kami, dan saya sudah tidak sabar untuk memulai balapan musim ini,” tegas pembalap asal Australia itu.

“Biasanya, saya merasa nyaman balapan di Sirkuit Losail, dan saya berharap tahun ini, saya menandai debut bersama Repsol Honda dengan meraih sebuah hasil yang gemilang,” pungkas pembalap 23 tahun.
Tentu saja ambisi Stoner tersebut tidak berjalan mulus. Mantan pembalap Kevin Schwantz mengatakan, Repsol Honda harus mewaspadai persaingan para pembalap terutama antara Stoner dengan Dani Pedrosa yang juga menjadi andalan Honda.

Schwantz sangat khawatir pertarungan perebutan gelar juara antara Stoner dan Pedrosa, dapat mengganjal ambisi Repsol Honda yang ingin meraih gelar juara. Mantan juara MotoGP ini, tak mau Honda mengulang insiden beberapa tahun lalu. “Saya pikir rasa persaingan Pedrosa dan Stoner berlangsung, satu dari mereka harus ada yang mengalah,” pungkasnya. (net/jpnn)

Cedera Bikin Panik

Boyong 17 Pemain

MEDAN-Cedera pemain masih jadi momok bagi PSMS. Padahal rencananya, pagi ini skuad akan bertolak ke Tembilahan untuk melakoni laga kontra Persih Senin (21/3) disusul lawatan ke markas Persires Rengat.
Pada persiapan terakhir yang digelar di Stadion Teladan Medan kemarin pagi, Ade Candra Kirana masih belum masuk dalam skuad yang mengikuti latihan fisik dan teknik, melainkan hanya berlatih bersama Mahadi Rais dan Zulkarnain yang juga masih berkutat dengan cedera.

Arsitek PSMS Suharto mengakui, cederanya tiga pemain membuatnya cukup panik. Dari 20 pemain yang ada, yang bisa dibawa away diperkirakan hanya 17 pemain mengingat tiga pemain tersebut masih cedera.  “Memang agak riskan, tapi kita tak punya pilihan lain,” ujar Suharto usai latihan kemarin.

Dari seluruh pemain yang cedera, baru Novi Handriawan yang pulih dari amandel dan sudah mengikuti latihan. Perkembangan Zulkarnain juga sudah cukup baik meski belum ada jaminan dia bisa diturunkan di laga mendatang.
“Saya masih takut cedera saya kambuh agi kalau dipaksa latihan keras. Mudah-mudahan bisa segera pulih sebelum pertandingan di Tembilahan,” kata Zulkarnain.

Dokter Tim PSMS Rorywansyah menuturkan, Ade Candra dan Mahadi Rais dipastikan tidak ikut tur karena cedera tadi. “Pelatih mengisyaratkan kepada saya untuk  mengistirahatkan mereka dulu. Hanya Zulkarnain yang mungkin ikut,” kata Rory.(ful)

Oknum Polisi Pesta Sabu

Disersi Brimob Diduga Jadi Bandar

MEDAN-Hasil penelusuran dilakukan Sumut Pos awal Februari lalu terkait dugaan keterlibatan oknum polisi dalam peredaran narkoba di Medan akhirnya terbukti. Selasa (15/3), sekitar pukul 16.00 WIB, petugas Satuan Idik II Direktorat Narkoba Polda Sumut berhasil menggulung enam anggota jaringan pengedar narkoba saat bertransaksi di Delta Hotel, Spa dan Karaoke di Jalan Ir Juanda, Medan. Diantara para tersangka, ada Brigadir Arfi Azri, personel Provost Polresta Medan dan Lukman, disersi dari Brimob Binjai dengan pangkat terakhir Briptu.

Dalam penyergapan jaringan narkoba di kamar nomor 311 di lantai 3 Delta Hotel, kuat dugaan Brigadir Arfi Azri dan Briptu Lukman sedang berpesta sabu-sabu bersama Rahmatullah, tersangka lain. Pasalnya, di kamar itu polisi menemukan 2,71 gram sabu, 2 unit bong (alat penghisap sabu) tiga mancis, 1 gulungan aluminium foil dan enam unit telepon seluler (HP). Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan juga menunjukkan darah ketiganya ada kandungan bahan narkoba.

Tiga tersangka lain yang ikut diringkus masing-masing Iswadi alias Is Warga Medan, Amri Hasyim dan Bahrun. Sedangkan barang buktinya sebanyak 124,9 gram sabu-sabu.

Pada hari yang sama, polisi juga mengamankan Briptu Indra H Nasution SH, anggota Brimob Tanjung Morawa, 2 gram sabu-sabu beserta alat isap dan lima tersangka lainnya di rumah kost-kostan di Jalan Batang Kuis, Deli Serdang.
Penangkapan ini menambah panjang daftar oknum aparat serta oknum disersi yang terlibat bisnis pedagangan barang haram ini.

Kesuksesan penangkapan enam tersangka di Delta Hotel berkat keberhasilan seorang anggota polisi yang menyaru sebagai pembeli di areal perparkiran hotel, spa dan karaoke itu. Dalam transaksi itu, polisi berpakaian sipil memesan 45 gram sabu-sabu kepada seorang pengedar bernama Iswandi.

Setelah barang bukti di tunjukkan, Iswandi diringkus. Dari keterangan awal diketahui, sabu tersebut didapat dari Lukman yang dikenal Iswandi sebagai anggota Brimob aktif berpangkat Briptu. Lukman menyebutkan, saat itu Briptu Iswandi sedang berada di kamar 311 bersama dua temannya.

Tidak mau buruannya kabur, polisi langsung bergerak kelantai III Delta H Hotel, Spa dan Karaoke untuk segera meringkusnya. Benar saja, saat menggerebek kamar 311 itu, polisi menemukan Briptu Lukman, Brigadir Afri Azrai dan Rahmatullah bersama sabu-sabu dan seperangkat alat penghisapnya.

“Dari hasil pemeriksaan, anggota mengamankan 2,71 gram sabu, 2 bong, 3 geretan (mancis, Red), 1 gulung aluminium foil dan 6 unit telepon seluler (HP),” ujar Dir Narkoba Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan yng ditemui di ruangnnya, Rabu (16/3).

Dari hasil pengembangan polisi, Briptu Lukman mengakui sabu tersebut miliknya yang dipesan dari bandar besarnya di Marelan. Polisi kembali memasang strategi, memesan 1 ons sabu-sabu kepada bandar besar melalui Briptu Lukman. Barang pesanan diminta untuk diantar langsung oleh bandar besar ke kamar hotel tempat Briptu Lukman dan Brigadir Afri Azrai diduga pesta sabu.

Setelah menunggu beberapa jam di kamar, sesuai dengan kesepakatan, akhirnya  bandar besarnya, Amri Hasyim dan Bahrun datang membawa sabu pesanan sebanyak 77,2 gram. Tanpa ampun, para tersangka kemudian digelandang ke Mapoldasu beserta barang bukti sabu-sabu sebanyak 124,9 gram untuk diselidiki.

Tetapi uniknya, dalam pengembangan kasus, polisi akhirnya melepas Brigadir Arfi Azri dan Rahmatullah. Polisi berdalih, meski diduga melakukan pesta sabu di kamar hotel, dan hasil pemeriksaan Labfor menunjukkan keduanya positif menggunakan narkoba, Brigadir Arfi dan Rahmatullah hanya dijadikan saksi.

“Walau mereka positif pengguna narkoba mereka tidak kita tahan karena tidak cukup bukti kuat untuk dilakuka penahanan. Tetapi sebagai catatan di kesatuan saja kalau mereka positif pengguna Narkoba,” beber Jhon.
Dengan demikian, kasus penangkapanpengedar dan Bandar sabu di Delta Hotel, Spa dan Karaoke, polisi hanya menetapkan Briptu Lukman, Amri Hasyim, Bahrun dan Iswandi sebagai tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan kita sudah menetapkan tersangka hanya empat orang saja, yaitu Briptu Lukman, Amri Hasyim, Bahrun dan Iswandi yang mengakui kalau sabu tersebut milik mereka,” ucap Jhon seraya menambahkan kalau istri Lukman juga sudah diringkus Poldasu atas kasus yng sama.

Sedangkan dalam penggerebekan di Deli Serdang, bersama Briptu Indra H Nasution SH, petugas mengamankan 2,2 gram sabu-sabu beserta alat isap dan lima tersangka lainnya. Kuat dugaan, Briptu Indra dan rekan-rekannya juga melakukan pesta sabu. Pasalnya, hasil pemeriksaan laboratorium membuktikan, Briptu Indra positif mengkonsumsi narkoba.
Penggerebekan dilakukan di rumah kost-kostan di Jalan Batang Kuis, Gang Sepakat, Desa Tanjung Sari, Kabupaten Deli Serdang. Bersama keenam orang di rumah tersebut, Alwi (31), Edi alias Awat (37), M Ikhsan (29), Komaruddin (40), Sutoyono (40) dan Briptu Indra H Nasution SH, ditemukan sabu-sabu di karpet.
Seperti kasus penangkapan pengedar sabu di Delta Hotel, Spa dan Restoran, polisi juga melepas Briptu Indra dan empat rekannya dan menetapkan Edi alias Awat (37) sebagai tersangka.

“Kelimanya ditetapkan sebagai saksi yang diduga pemakai narkoba. Dari keterangan mereka, Edi adalah pengedar dan pemilik sabu tersebut,” ujar Dir Reskrim Poldasu, Kombes Pol Jhon Thurman Panjaitan.
Selanjutnya, tersangka dijerat pasal 112 joto 114 sesuai dengan UU no 32 tahun 2009. “Ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 15 thun penjara,” beber Jhon.

Seperti diketahui, hasil penelusuran Sumut Pos yang diturunkan dalam bentuk liputan khusus investigasi dengan judul: Pelajar, Mahasiswa, Seks dan Narkoba, 17 Februari lalu, oknum polisi disebut-sebut sebagai sumber narkoba yang dijual di kalangan pelajar, mahasiswa dan para anak kost di Kota Medan. Bahkan, hasil investigasi yang dilakukan Sumut Pos menemukan fakta bahwa sabu-sabu malah diperoleh bandar narkoba dari barang bukti (barbut) tangkapan polisi.

“Jujur saja saya tidak sendiri di bidang ini. Kalau tidak ada orang dalam yang membantu, saya tidak beranilah,” kata Bambang membuka cerita kepada tim  Sumut Pos di salah satu kafe seputaran Jalan dr Mansur Medan, pukul 13.06 WIB, Selasa (8/2).

Dalam melakoni pekerjaannya sebagai bandar sabu, Bambang mengaku diback up seorang oknum anggota Polri. “Dia anggota tekab (tim kesatuan anti bandit) di Poldasu. Dia tinggal di kompleks dekat rumah saya, jadi mudah komunikasinya,” kata pria berkulit hitam manis ini dengan tetap menutupi identitas sang petugas.

Bambang mengaku, dari petugas itulah dia mendapatkan informasi yang akurat sehingga dengan mudah menghindar bila ada razia. Biasanya setelah mendapatkan informasi, Bambang bergerak terlebih dulu satu langkah. Bambang menghilang untuk sementara ke tempat yang dianggap aman, atau menghilangkan semua barang bukti dari rumah yang ditinggali bersama anak dan istrinya.

Untuk menjalankan bisnis narkoba, sang petugas juga berperan sebagai penyuplai, yaitu menyediakan sabu untuk dijual. Hasil penjualan sendiri dibagi rata antara petugas dan Bambang.

“Biasanya dari barbut (barang bukti, Red) yang ketangkap saat mereka razia. Kan penangkapan itu tidak semua dilapor ke kantor. Kadang delapan-enam (sandi polisi untuk menyebut kondisi aman terkendali/berdamai, Red) di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Tapi barbutnya tetap sama tekab tadi kan. Itu lah yang dikasi untuk saya jual,” paparnya.

Terkait hasil penelusuran tersebut, Kapolda Irjen Pol Oegrseno mengakui adanya oknum polisi yang bermain dalam jual beli barang bukti hasil tangkapan pelaku pengguna atau pengedar narkoba. Oegroseno juga mengakui adanya keterlibatan anggotanya dalam membekingi aksi mafia narkoba. “Ya, saya harus mengakui itu, memang ada oknum-oknum yang sengaja membekingi para mafia dan para pengguna barang haram itu, sehingga kita sedikit kesulitan memberantasnya,” ujarnya, Kamis (17/2) lalu.

Dalam kesempatan itu, Kapoldasu juga menyatakan keprihatinannya atas aksi yang dilakukan anggota sebagai aparatur yang seyogianya melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat dan menjadi teladan dalam penegakan hukum. “Yang mengherankan justru barang bukti yang ditangkap dari tersangka pengguna narkoba itu yang dijadikan sebagai barang dagangannya sendiri, ini memprihatinkan,” ujar jenderal bintang dua ini.

Kepada wartawan koran ini, Oegroseno menyampaikan, dia mengapresiasi penelusuran yang dilakukan Sumut Pos untuk mengungkap aksi dan jaringan serta investigasi yang dilakukan para pelaku yang ada di dalam maupun di luar polisi. “Ya, cukup salut juga atas penelusuran yang dilakukan Sumut Pos itu, saya baca tadi pagi. Saya sebenarnya belum berpikiran sejauh itu, tetapi baiklah itu dilakukan sebagai upaya kita untuk mengungkap jika ada kejadian itu di Medan ini,” pujinya. (adl)

Ekspor Udang dan CPO Sumut Terganggu

MEDAN-Rusaknya beberapa pelabuhan utama di Jepang diprediksi akan menurunkan aktivitas ekspor dari Sumatera Utara dan Indonesia.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Edy Putra Irawady memperkirakan rusaknya infrastruktur transportasi Jepang bakal mengganggu bisnis ekspor impor. “Bayangkan ada sekitar 6-7 ports (pelabuhan) di Jepang yang terkena dampak tsunami ini, yang terbesar Yokohama, bisa bayangkan terganggunya aktivitas bisnis di Jepang,” ungkapnya.

Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani juga memperkirakan penurunan ekspor Indonesia ke Jepang. Hal itu cukup wajar karena transportasi di Jepang yang rusak parah. Sementara daya beli belum tinggi. “Jadi yang diperkirakan ya  permintaannya akan menurun, antara lain, tekstil, sepatu, makanan-minuman, dan produk perikanan,” lanjutnya.

Dampak bencana di Jepang memang langsung dirasakan importir udang dan ikan. Importir di Jepang meminta eksportir Sumut menunda pengapalan untuk bulan April. “Soal ada penundaan pengiriman untuk April, kelihatan masih wajar. Mungkin perusahaan buyer di Jepang operasionalnya masih terganggu pascatsunami,” kata Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Subdin Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Fitra Kurnia.

Berdasarkan data Surat Keterangan Asal (SKA) Disperindag Sumut, ekspor udang hingga Februari mengalami peningkatkan 12,48 persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau senilai 11,350 juta dolar AS dengan volume 1.527 ton.

Menurut Vincent Wijaya, salah satu eksportir udang dari Sumut, ekspor udang dari Sumut ke Jepang mencapai 70 persen. Sisanya terbagi ke Eropa dan negara lainnya. “Jepang mengimpor udang dari kita biasanya untuk konsumsi. Wajar jika Jepang meminta stop dahulu impor dari kita karena faktor infrastruktur rusak,” terangnya.
Bila ekspor ke Jepang terganggu, eksportir Sumut diprediksi akan mengalihkan komoditinya ke negara tujuan ekspor lain. “Saya tidak banyak melakukan ekspor udang ke Jepang karena lebih fokus ke Amerika,” terang Vincent.

Meski demikian, secara keseluruhan kegiatan ekspor udang atau ikan dari Sumut hingga Maret 2011 belum ada gangguan karena pelabuhan penerima barang impor dari Indonesia termasuk Sumut tidak terkena bencana, seperti Pelabuhan Osaka dan Yokohama.
“Soal ada penundaan pengiriman untuk April, kelihatan masih wajar. Mungkin perusahaan buyer di Jepang operasionalnya masih terganggu pascatsunami,” kata Humas Pelindo I M Taufik Fadillah, tadi malam.
Dia menyebutkan, kemungkinan gangguan ekspor ke Jepang baru akan terlihat pada bulan-bulan berikutnya dengan berbagai alasan seperti permintaan pasar yang sepi atau pabrikan masih dalam tahap renovasi.

Selain udang danhasil laut lainnya, produk andalan lain yang pasti mengalami gangguan adalah minyak sawit (cerude palm oil/CPO) yang merupakan andalan ekspor Sumut. “Soal kerugian saya tidak bisa prediksi karena itu bukan bidang saya,” tambah Vincent.
Sementara itu, aktivitas ekspor di Pelabuhan Belawan sebagai pintu ekspor Sumut via laut, juga belum terpengaruh. Setidaknya hingga kini, arus lalulintas kapal di Belawan masih normal. Lalu, bagaimana dengan kapal yang datang dari Jepang atau yang berangkat ke Jepang? “Mereka tidak langsung ke Belawan, mereka ke Singapura dan Malaysia. Jadi, sebenarnya kita tidak terimbas langsung,” jawab Taufik.

Lalu kapan hal ini akan pulih? Vincent yakin, secara normal Jepang sebagai negara kuat akan cepat pulih menghadapi sebuah bencana. Namun dengan isu nuklir yang mulai mengkhawatirkan, Vincent ragu ekspor-impor segera pulih.  “Kita tidak tahu dampak nuklirnya bagaimana. Pemerintah Jepang harus bisa menjamin bahwa nuklir tidak mengganggu seperti yang diberitakan media-media asing. Kalau normalnya, dua atau tiga bulan, saya rasa semuanya sudah kembali normal,” pungkasnya.(jpnn/ful/rmd)

Fokus Saja ke Inalum Pasca 2013

Porsi Keterlibatan Pemda Harus Dibahas Sejak Sekarang

JAKARTA-Sikap Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang merasa sungkan melakukan negosiasi kontrak Inalum di saat Jepang sedang sibuk memikirkan tsunami, disesalkan anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar. Menurut politisi dari PAN ini, mestinya antara masalah bisnis government to government (g to g), dipisahkan dengan masalah musibah tsunami itu.

“Ini masalah bisnis yang sudah cukup lama. NAA (Nippon Asahan Alumminium) sudah 30 tahun. Kita sudah lama menunggu pengambilalihan Inalum,” tegas Nasril Bahar kepada Sumut Pos, kemarin (16/3).

Saat dimintai tanggapan kemungkinan kontrak NAA diperpanjang lantaran merasa kasihan dengan Jepang yang perekonomiannya terpukul akibat gempa-tsunami, Nasril balik mengatakan, rakyat Indonesia terutama di Sumut, juga perlu dikasihani.  Saat terjadi krisis energi listrik, bantuan pasokan listrik dari Inalum diberikan toh harus melalui desakan. “Dan tidak menyelesaikan persoalan krisis energi. Daripada kita mengulang masalah, sudahlahn
pengambilalihan adalah harga mati,” tegas anggota komisi yang membidangi masalah BUMN itu.
Nasril bahkan tidak tertarik membicarakan soal proses negosiasi antara NAA dengan tim nego yang dibentuk pemerintah.  Mau lambat atau cepat, lanjutnya, yang terpenting hasil akhirnya adalah memutus kontrak dan Inalum 100 persen diurus oleh anak bangsa sendiri.

Komisi VI DPR, lanjutnya, akan segera memanggil tim nego usai reses, sekitar Mei 2011, untuk diingatkan agar tidak terpengaruh dengan janji-janji NAA saat proses nego. Jika NAA janji mampu meningkatkan produksi hingga dua kali lipat, dari 250 ribu ton menjadi 500 ribu ton per tahun, “Kita sendiri pun mampu.”

Alasannya, produksi bauksit dalam negeri bakal melimpah, menyusul beroperasinya anak perusahaan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, yakni Indonesia Chemical Alumina (ICA), di Tayan, Kalimatan Barat. Bauksit merupakan bahan pembuatan alumina, yang menjadi bahan dasar alumunium. “Alumina kita cukup,” ujarnya.

Dikatakan Nasril, mestinya untuk saat ini tidak lagi bicara mengenai proses nego. Yang perlu dibahas sejak sekarang ada bagaimana dan pihak mana saja yang akan dilibatkan dalam pengelolaan Inalum pasca 2013.

“Apakah oleh BUMN, atau dibentuk BUMN baru, bagaimana pola kerjasama dengan pemprov dan pemkab yang ada di sekitar Danau Toba. Kalau masih bicara soal proses nego, buat apa. Pengambilalihan itu harga mati,” tegasnya.
Seperti diberitakan, Menteri BUMN Mustafa Abubakar terang-terangan menyatakan sungkan bila membicarakan Inalum di saat Jepang sedang dilanda duka mendalam.

Seperti diketahui, masa berlakunya masa berlaku Build, Operate and Transfer (BOT) Inalum akan berakhir 2013.  Tiga tahun sebelum kontrak habis, sesuai perjanjian, kedua pihak harus bernegosiasi apakah kontrak berlanjut atau diputus. Meski pemerintah sudah menegaskan tidak akan memperpanjang kontrak NAA, namun proses nego tetap harus dilakukan, dengan acuan proposal yang diajukan pihak NAA.

Dalam beberapa kesempatan, Mustafa mengatakan, perbankan plat merah siap mengambil alih saham NAA, yang besarnya 58,9 persen. Dana yang dibutuhkan sekitar 720 juta dolar AS.
Dijelaskan, ada dua opsi pengelolaan Inalum, yakni menjadikannya sebagai BUMN baru atau menjadi anak perusahaan BUMN. Mustafa juga mengatakan, sejumlah BUMN akan dilibatkan mengelola Inalum ke depan, yakni PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Aneka Tambang (Antam). (sam)

Pengebom Dipimpin ‘Panglima’ Upik

Giliran Kapolda DIY Diteror

JAKARTA-Jejak bom buku di ibukota mulai terang. Penyidik mulai menemukan petunjuk dari sisa rangkaian, sisa bahan, teknik mebuatan dan strategi serangan bom. Saat ini, indikasi terkuat, bom buku di tiga tempat Selasa (15/03) lalu dilakukan oleh sisa-sisa kelompok alumni konflikPoso yang dipimpin oleh Upik Lawanga.
“Bom signature sejak awal sudah mengarah kesana.

Kami semakin yakin setelah mengurai bom ketiga di rumah pak Yapto,” kata sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) di lingkungan anti teror kemarin. Bom di rumah Yapto Soerjosoemarno, Ketua Umum ormas Pemuda Pancasila  dijinakkan oleh Satuan Gegana Mabes Polri pada Selasa (15/03) menjelang tengah malam di rumah Yapto, jalan Benda, Ciganjur, Jakarta Selatan .

“Rangkaiannya tiga kabel, sumber arusnya  sama dengan bom utan kayu yakni  baterai handphone Nokia 3315 sekitar 3,7 volt,” tambahnya. Seperti diketahui, ada tiga bom meneror ibukota Selasa lalu. Jika bom di jalan Utan Kayu 68 H meledak karena kecerobohan, bom di BNN harus segera diledakkan di basement. Nah, bom di rumah Yapto sempat diurai sebelum dilakukan peledakan.
Bom di rumah Yapto semakin menguatkan keterlibatan kelompok Upik Lawanga. “Foto rangkaian kami tunjukkan ke Eko (salah seorang tahanan kasus terorisme, anak buah Upik) dan dia mengangguk,?katanya.

Eko Budi Wardoyo adalah tahanan kasus terorisme yang tertangkap di Sidoarjo, Januari 2010.  Pria berumur 32 tahun itu kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur terlibat peledakan bom di Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, 28 Mei 2005. Akibat aksi terorisme itu, 22 orang meninggal dan 93 luka-luka.

Selain peledakan di Pasar Tentena, Eko diduga terlibat penembakan terhadap Pendeta Susiyanti di Tinulele serta perampokan toko emas di Pasar Tua, Poso.

Eko adalah salah satu pelapis Taufik Bulaga alias Upik Lawanga. Ahli bom termos (rangkaian bom yang diletakkan di bawah termos, sehingga bom meledak jika termos diangkat) itu diburu sejak 2006. Upik diduga sempat datang ke Jatiasih, Bekasi, untuk bertemu Noordin M. Top pada Februari 2009.

Upik pernah beraksi pada 28 Mei 2005, dua bom meledak berurutan pukul 08.00 Wita. Sekitar 15 menit kemudian, satu bom lagi meledak 20 meter dari lokasi bom pertama di tengah pasar ketika dipenuhi penjual dan pembeli. Berdasar catatan polisi, bom di Pasar Tentena merupakan bom terbesar di antara bom yang meledak di Poso sebelumnya.

Beberapa tersangka, sebelum Eko, sudah divonis. Misalnya, Muhammad Basri alias Bagong yang tersangkut lima kasus terorisme pada 18 Juli 2004 hingga 22 Januari 2007. Dia divonis 19 tahun penjara. Selain itu, ada Ridwan alias Duan, Ardin Djantu alias Rojak, dan Tugiran alias Iran. Masing-masing divonis 14 tahun penjara.

Setelah para pimpinan kelompok teror tertangkap satu-persatu, Upik yang berada di lapangan. “Noordin tewas, Dulmatin tewas, Mustaqim di tahanan, Sonata di tahanan, operator lapangannya yang belum (ditangkap) Upik,” kata sumber Jawa Pos yang pernah kursus anti teror di Manila, Filipina itu.

Kelompok Upik ini juga jago membuat berbagai bom. Selain bom termos yang dibuat dengan casing termos ada juga bom senter. Jika tombol on pada senter ditekan, akan meledak.

Lalu, bom kardus. Jika tutup kardus dibuka, tali picu detonator terangkat dan meledak. Juga yang menjadi standar baku kelompok ini adalah bom pipa. Tekniknya dibuat dengan pipa besi yang dimampatkan dengan mesiu. Digunakan dengan cara dilempar atau disulut seperti petasan. Aneka macam bom itu digunakan untuk melawan aparat di Poso dalam durasi 2006-2007. Dalam penggerebegan Tanah Runtuh tahun 2007, puluhan bom model itu disita Satgas Poso yang waktu itu dipimpin Tito Karnavian (sekarang deputi di  BNPT).

Dua kakak beradik dalang bom JW Marriott dan Ritz Carlton yakni Muhamad Syahrir dan Syaifuddin Zuhri juga “sangu” bom pipa dalam pelariannya. Saat digerebeg di Ciputat pada  2009, Syaifuddin sempat melawan dengan melempar bom ini ke aparat.

Teror Baru

Kemarin, teror bom  ditujukan kepada Kapolda DIY Brigjen Pol Ondang Sutarsa Budhi. Teror bom itu disampaikan melalui surat yang dikirimkan ke rumah Ondang yang berlokasi di daerah Ring Road Utara sekitar pukul 17.00 WIB. Namun ketika dikonfirmasi, Ondang hanya menanggapi dengan santai.

“Yang mengirim itu ya hanya orang iseng saja kok,” jawabnya sambil tertawa kecil.

Ia mengatakan pihaknya tetap waspada. Ketika ditanya apa isi surat tersebut, Ondang juga tak mau membocorkannya. “Tulisannya jelek, jadi tidak jelas,” ujarnya. Lantas ketika ditanya siapa pengirim surat tersebut, apakah terkait dengan demonstrasi ormas tertentu yang menuntut pelarangan Ahmadiyah, ia menampik. Dia hanya menjawab, “Ah, tidak.”

Sambil berseloroh Kapolda mengatakan pengirim ancaman bom itu merupakan warga lokal, bukan seperti pelaku teror besar selama ini. Tim Gegana Polda DIY telah menyisir rumah Kapolda DIY.

Sementara itu, Polda Sumut mengimbau msyarakat Sumut yang sudah kondusif dengan memberikan tiga langkah.
“ Imbauan Poldasu dengan memberikan 3 langkah yaitu preventif, persuasif dan resefrensif agar Sumut tetap kondusif, “ ujar Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Heri Subiansaori, Rabu (16/3).

Dijelaskan Heri, tindakan preventif dilakukan dengan mengambil langkah memberi imbauan kepada masyarakat. Hati-hati menerima paket yang dikirim ke rumah.

Sedangkan tindakan persuasif, jika menemukan barang yang mencurigakan segera meleporkannya ke polisi. Sedangkan tindakan resfrensif, polisimejaga kekondusifan Sumut (adl/bay/rdl/kuh/mos/jpnn) (rdl/kuh/mos/jpnn)

Artika Sari Devi, Langsing Berkat Banyak Gerak

Artika Sari Devi tampil makin cantik. Kini tubuhnya langsing seperti dulu saat masih single. “Ini prosesnya alami lho. Bukan sengaja karena mau aktif kerja lagi lalu saya menurunkan berat badan,” terangnya.

Menurutnya dia adalah orang yang aktif. Setelah melahirkan dia banyak bergerak. “Ke dapurlah bersih-bersih. Gara-gara itu kali ya jadi kurus dengan sendirinya,” ucapnya yang mengalami kenaikan berat badan sampai 22 kilogram karena hamil.

Artika selalu senang membagi cerita tentang buah hatinya Sarah Ebiella Ibrahim. Begitu juga ketika menjadi salah satu endorse kampanye nasional Aqua Mulai Hidup Sehat Dari Sekarang di Djakarta Theater. Karena peduli dengan kesehatan anaklah Artika mau terlibat dengan kampanye itu.

“Kalau sudah punya anak pasti yang dipikirkan anak. Bagaimana supaya dia selalu mendapatkan yang terbaikn
Termasuk asupan gizinya,” terang Puteri Indonesia 2004 itu. Maka, ketika puteri semata wayangnya itu mulai menunjukkan perkembangan, Artika pun merasa gembira. “Ya berarti kan dia sehat,” katanya.

Saat ini buah perkawinannya dengan Baim itu sudah sangat aktif. Sudah mulai belajar berlari. “Sudah berasa anak saja. Kalau dulu kan masih bayi,” katanya lantas tertawa. Beruntung dia dan suami memiliki kesepakatan pembagian tugas menjaga Sarah. Jadi meski sama-sama sibuk urusan anak tidak terbengkalai. (jan/tia/jpnn)