29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15557

Juara Vogi se-Kota Medan

Mengembangkan bakat bisa secara bersama dan tak terpatok dalam satu ruang lingkup saja. Karena semakin beragam kemampuan yang dimiliki, akan bisa saling mengisi kekurangan masing-masing.

Itulah dasar terbentuknya grup vokal ‘Diamond Voice.’ Grup yang terbentuk Maret 2010 lalu ini memiliki 5 orang anggota yang 2 di antaranya merupakan siswa SMK Negeri 11 Medan. Adapun kedua siswa ini yakni, Yedi Yelia Dongoran dan Reni Permata Sari. Kedua gadis ini merupakan siswa kelas XI C Klasik.

Yedi Yelia Dongoran mengatakan, Diamond Voice sempat mengikuti even Vocal Group Indomaret (Vogi) tingkat Kota Medan pada Oktober 2010. “Pada saat itu, Diamond Voice masih berumur tujuh bulan. Berbekal kemampuan bervokal yang kami miliki masing-masing, kami berhasil masuk lima besar. Dan pada November 2010 kami menjadi juara pertama dari tiga besar dan berangkat mewakili Sumut ke Jakarta untuk mengikuti even lanjutan,” terang Yeye, panggilan akrabnya, Rabu (16/3).

Lebih lanjut Yeye menjelaskan, pada even yang dilaksanakan di Jakarta Desember 2010 lalu Diamond Voice tak mampu mempertahankan prestasi dan pulang dengan tangan hampa.
“Lawannya dari sembilan kota di Indonesia. Kami memang tak membawa pulang prestasi lagi, tapi, anggota Diamond Voice terpilih dua dari 20 orang Sparkling yang dipilih dari seluruh peserta,” tuturnya.
Menurut Yeye, 20 orang ini nantinya akan dilatih dan diikutkan pada even internasional di Shanghai China 2012 mendatang.

“Jadi, saat ini Diamond Voice belum ada even yang akan diikuti dalam waktu dekat. Kami hanya berlatih seperti biasa tiga kali seminggu, untuk terus memantapkan kemampuan kami masing-masing dalam bervokal,” katanya.
Ia kembali menceritakan, pada Vogi 2010 lalu, mereka ditugaskan untuk mengubah Jingle Indomaret sesuai kreativitas mereka. Jadi mereka mengaransemen ulang jingle yang bergenre pop tersebut menjadi pop jazz. Dan akhirnya panitia memilih mereka sebagai jawara.

Namun ke depan, mereka berharap agar Diamond Voicebisa berkembangan, tak hanya di lingkungan sekolah, tetapi di luar sekolah nama Diamond Voice juga harus dikenal oleh kalangan masyarakat luas. (saz)

Judoka Putra TC ke Taiwan

JAKARTA- Berbagai cara ditempuh oleh PB PJSI untuk memenuhi target tiga emas pada SEA Games 2011, 11-22 November mendatang. Tak puas hanya melakoni pemusatan latihan di Ciloto, Jawa Barat, mereka juga mengirim delapan Judoka untuk melakoni TC ke Taiwan.

“Sudah kami berangkatkan delapan tim putri. Mereka yang berangkat ini adalah yang berpeluang besar untuk meraih medali di SEA Games nanti,” kata pelatih pelatnas judo Perry Pantouw, kemarin (15/3). Mereka adalah Toni irawan (kelas 55 Kg), Putu Sukaryono (60 Kg), Melia Kubus (66 kg), Rakianda (66 kg), Iksan Apriyadi (-73 Kg), Gery Pantouw (-73), Putu Wiradmungga Adesta (-81 kg), dan Horas Manurung (-81 kg).

Kedelapan pejudo tersebut bakal melakoni TC sampai awal Mei mendatang. Perry berharap anak didiknya mampu mendapatkan banyak pengalaman berharga karena bakal menemukan lawan latih tanding yang lebih baik selama di Taiwan.

Dipilihnya delapan pejudo tersebut karena menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan sejak masuk ke pelatnas mulai Januari lalu. selain itu, enam dari delapan orang yang berangkat ke Taiwan juga mampu bersaing saat tampil di kejuaraan Judo Hongkong Open 5-6 Maret lalu. Saat itu, Toni Irawan mampu meraih emas dan lima lainnya bisa mengatasi lawan-lawan yang terhitung berat.

“Awalnya bukan delapan orang yang akan diberangkatkan Tapi, kami melihat ini kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan Judoka potensial itu sehingga diusahakan oleh PB PJSI,” papar judoka mantan raja judo Asia Tenggara tersebut.

Menurut Perry, potensi yang dimiliki oleh anak didiknya cukup bagus. Dia yakin, program tersebut mampu menjadi prohram kaderisasi sekaligus regenearasi judo Indonesia yang  telah lama terpuruk di Asia Tenggara.
Terakhir tim Judo Merah putih mampu mendominasi Asia Tenggara saat SEA Games 1991 dengan merebut 10 emas. Prestasi menjadi juara umum tersbeut bisa dipertahankan hingga 1997. Setelah itu, Indonesia selalu berada di bawah baying-bayang kesuksesan Thailand dan Vietnam.

“Kami memeng masih dua level dibawah mereka. Tapi, itu bukan di sisi teknik, melainkan hanya fisik dan pengalaman bertanding. Program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan itu,” terang ayah Judoka Gery Pantouw tersebut.
Sementara itu, untuk judoka putri, Perry sudah membuat program latihan tersendiri. Meskipun tidak mengadakan TC ke luar negeri seperti tim putra, PB PJSI ternyata mendatangkan lawan tanding dari Korea Selatan ke Ciloto.
Keduanya, lanjut Perry, sengaja didatangkan untuk menambah pengalaman bertanding tim wanita. Dengan langkah tersebut, biaya yang dibutuhkan juga tidak sebesar jika mengirimkan tim untuk TC ke luar negeri.
“Dana memang ada jaminan cair, tapi selama ini masih ditalangi PB PJSI karena memang butuh banyak dana sekaligus,” tandasnya. (aam/jpnn)

Yamaha Sapu Bersih Gelar

Kejurnas Motorprix Region I Sumatera Seri I

MEDAN-Yamaha sukses mengukuhkan dominasinya di lintas balapan. Hasil teranyar yang semakin mempertegas dominasi pabrikan sepedamotor berlambang garpu tala itu diraih pada perhelatan Kejurnas Motorprix Region I Sumatera Serie I yang berlangsung di Sirkuit Padang Panjang Manna Bengkul, 5-6 Maret 2011 kemarin. Dari tujuh kelas terbuka yang dipertandingkan, tim-tim Yamaha berhasil menempati podium teratas dengan mengalahkan rival-rival mereka yang terdiri dari beragam merek sepedamotor.

Di kelas bergengsi Bebek 4T 125cc TU Seeded (MP1), pembalap andal Sumut Firman Farera yang membawa bendera YMH FDR BRT Fed Oil AHRS Tan’s berhasil menjadi yang tercepat. Racer Sumut ini ditempel ketat oleh Tedy Permana asal Sumsel yang berbendera Yamaha Yamalube Muzakir Ninos.

Di kelas Bebek 4T 110 cc TU Seeded, Yamaha juga masih unggul dengan menempatkan Deri Irfandi dari Yamaha BAF IRC Eka Putra Kencana Sumut di podium puncak.    Dominasi Yamaha dan Sumatera Utara semakin dipertegas setelah racer masa depan Sumut, M Irvansyah Putra berhasil mengibarkan bendera Team Yamaha Alfa Scorpii 3DI Medan di podium teratas.

Hebatnya lagi, M Irvansyah Putra sukses menjadi yang tercepat di dua kelas sekaligus, uakni Bebek 4T 125cc Standart (MP5) dan Bebek 4T 110 cc Standart (MP6).

Di kelas Bebek 4T 110 cc TU Pemula (MP4) dan Bebek 4T 125 cc TU Pemula (MP3), dominasi Yamaha masih belum tergoyahkan. Pasalnya, racer YMH Mandala Langgeng IMI Lampung, Andres Gunawan, berhasil menguasai dua kelas tersebut.

Untuk kelas matic, Yamaha masih tetap menunjukkan keperkasaannya. Wisnu Ahay dari RMS Bengkulu sukses menjadi raja di kelas Matic 130cc Standar Terbuka (MP7).

Sukses melakukan aksi sapu bersih ini pun langsung disyukuri oleh manajer Team Yamaha Alfa Scorpii 3DI Medan, Apmansyah Tanjung. Pria yang akrab disapa Mak Etek ini pun mengaku cukup puas setelah M Irvansyah Putra sukses menjadi yang tercepat di dua kelas terbuka.

“Persaingannya cukup keras dan ketat. Serie I ini cukup menguras tenaga, namun berkat keyakinan, kami mampu membawa pulang dua gelar sekaligus,” ujar Apmansyah Tanjung ketika ditemui di Gedung Sentral Yamaha Medan, Selasa (15/3) sore.

Serie II sendiri rencananya akan digelar di Kota Medan pada 3 April mendatang. Rencananya, Lanud Polonia Medan akan dijadikan pentas bertarungan antara racer-racer  nasional tersebut.  Menanggapi hal itu, Apmansyah sudah mewanti-wanti timnya untuk terus melakukan persiapan matang agar mampu berbicara banyak pada Serie II.
“Hasil di Bengkulu terus dievaluasi. Kami akan melakukan pembenahan untuk menjadi yang terbaik. Serie II pastinya akan berjalan lebih ketat lagi, Karena diperkirakan akan diikuti racer-racer asal Aceh, Pekanbaru, maupun Padang ,” tandas Apmansyah, sembari menegaskan Kota Medan sudah menjadi barometer   balap motor  nasional. (jun)

Avanza Ringsek Diseret KA

SERGAI- Kecelakaan di perlintasan Kereta Api (KA) kembali lagi. Mobil  Avanza BK 1543 KK warna hitam ringsek setelah dihantam KA Siantar Ekpsres di perlintasan tanpa palang Dusun IX, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Rabu (16/3) sekira pukul 12: 30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi mobil terseret hingga lima meter dari rel. Sementara pengemudi mobil, Candra (35) warga Pasar IX Tanjung Morawa, Deli Serdang mengalami luka ringan dan syok.

Saksi mata, Udin (40) yang melihat kejadian itu mengatakan perlintasan KA itu tidak memiliki palang pintu. “Biasanya setiap orang yang melintas melihat ke kiri kanan dulu. Mungkin korban tidak mendengar atau mengetahui datangnya KA,” katanya. Sebelumya, pengemudi mobil Avanza, baru keluar dari warung ‘88’ di pinggir rel KA tersebut.
“Dia baru pulang mengantar aku. Tadinya kami makan siang,” kata Santi (22) teman koran.(mag-15)

Suzuki Axelo 125, Anti Getar, Teknologi AHO

MEDAN- Tidak semua produsen motor memiliki teknologi AHO (Automatic Head Lamp On). Teknologi ini justru dibalut pada Suzuki Axelo 125 yang diluncurkan pada Januari 2011 lalu.

Apalagi, teknologi AHO sangat pas untuk mendukung Undang-Undang Lalu Lintas yang mewajibkan para pengendara untuk menghidupkan lampu depan pada siang hari. Nah, AHO itu sendiri akan bekerja secara otomatis, dimana lampu depan akan hidup bila mesin diaktifkan. Jadi tak perlu repot untuk menghidupkan lampu di siang hari.
Manager Operasional PT Sumindo Varia Motor Suzuki Kok Yong mengatakan, banyak teknologi canggih yang terdapat di sepeda motor ini. Apalagi body motornya juga sangat menarik, merupakan keturunan dari motor seri GSX R”.

Dikatakannya, tidak semua motor bebek yang memiliki mesin sebesar 125 cc. Sedangkan untuk meminimkan getaran pada motor, di mesin motor telah dipasang sebuah Roller atau anti getaran. “Coba buktikan. Ketika motor dalam keadaan standart, letakkan segelas air di atas motor, ketika digas, air dalam gelas tersebut tidak akan terjatuh,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, teknologi yang mendukung motor ini yaitu Dynamic Air Scrub. Teknologi ini terletak di depan atau di dekat lampu depan. Pada teknologi ini akan memudahkan menangkap angin dan menyebarkan angin ke belakang atau ke burutan belakang sehingga dapat membantu mesin motor menjadi dingin.

Selain itu, body mesin yang sporty dapat dilihat pada speedometer dan lampu depan yang berdesain sporty. Sedangkan untuk knalpot, motor ini memiliki gaya yang modern dan di ujung knalpot terdapat lubang untuk mengeluarkan air (sirkulasi air). “Bentuk knalpotnya lebih sedikit menungkik ke atas. Ini menguntungkan saat kondisi banjir karena knalpot yang tinggi, sehingga sulit dijangkau air,” paparnya.

Motor ini juga dilengkapi dengan bagasi cukup luas.  “Motor ini juga sudah ramah lingkungan dengan teknologi yang mendukung PAIR system (Pulsed Secondary Air Injection) untuk  menekan emisi gas buangan,” kata dia.
Warna motor ini  mulai dari hitam, silver, biru, dan merah. Harganya berkisar Rp14.700 juta hingga Rp15.900 juta. (mag-9)

Toyota Teratas, Daihatsu Menguntit

Top Merek dan Mobil Terlaris di 2011

Posisi atas dari Top 10 model terlaris untuk kendaraan penumpang di Indonesia pada dua bulan pertama 2011 tidak mengalami perubahan.

Tiga model dari dua merek yang berada di posisi teratas mengalami penurunan, yaitu Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Toyota Innova. Data ini diambil dari total penjualan ritel pada 2011 yang sudah mencapai 135.287 unit.
Hanya posisi keempat, Nissan Grand Livina (tidak termasuk Livina) 1,5 liter dan 1.8 liter  dengan wajah baru penjualannya memperoleh kenaikan.

Dari Top 10 model terlaris, paling banyak dikuasai oleh Toyota (4-model), Daihatsu (2-model), Honda (2-model), Nissan dan Suzuki masing-masing hanya memasukkan satu!

Mitsubishi, yang berada pada tiga besar dengan penjualan terbanyak pada 2011, tak satu pun modelnya berada pada Top10 kendaraan penumpang. Namun, kendaraan komersial sangat berjaya.

Sebelumnya, Pajero Sport (gabungan 4×2 dan 4×4), sempat masuk 10 besar, namun bulan lalu merosot ke-11. Pajero kembali digeser oleh Honda CR-V karena pada Februari lalu mengalami penurunan penjualan ritel yang cukup besar, dari 1.223 unit tinggal 758 persen atau mengalami penurunan 38 persen. Sementara itu, Honda CR-V naik tipis.

MPV murah (Avanza dan Xenia) dengan harga Rp 150 juta sangat dominan sebagai mobil terlaris di Indonesia. Tiga merek dan model SUV masuk dalam Top10, yaitu Terios dan Rush (medium) dan Honda CR-V ((atas). Tidak ada dari kategori masuk dalam 10 besar. Kendaraan kompak (hatchback) tetap dikuasai Honda Jazz dan Toyota Yaris.
Untuk komersial, Mitsubishi tak terkalahkan, khususnya truk 2-ton (4 dan 6-ban) dan pikap medium. Malah kalau dimasukkan ke model terlaris, Mitsubishi Canter berada pada posisi 4-besar. Total Mitsubishi Canter terjual selama dua bulan 2011 mencapai 8.372 unit (terdiri dari beberapa tipe). Sementara pikap L-300 b penjualannya mencapai  3.799 unit,
Isuzu yang juga coba bermain di segmen ini mengambil langsung bodi L-300 tak berdaya. Pada dua bulan pertama 2011 hanya bisa menjual 55 unit, masing-masing 21 dan 34 unit. (net/jpnn)

Bilo-Syni Kehilangan Tukang Tembak

SALAH satu kekuatan Bilo-Syni (julukan Dyanmo Kyiv) selama ini adalah Artem Milevskiy. Tak kurang lima gol telah dilesakkan pemain ini di ajang Europa League. Hebatnya, nyaris semua golnya tadi dilesakkan lewat eksekusi bola mati.
Tapi sayang, menghadapi Manchester City dini hari nanti Milevsky tak dapat diturunkan karena mengalami cedera saat membantu timnya meraih kemenangan kandang atas Vorskala di ajang Liga Ukraina dengan skor 2-0 pada 13 Maret lalu.

“Kami belum mendapat kabar seberapa serius cedera yang dialami Milevski. Tapi yang pasti, dia (Milevski) telah menjalani operasi pada bagian tangannya yang patah,” bilang Yuri Syomin, pelatih Dynamo Kyiv.
Dengan cedera itu, dapat dipastikan jika pemain yang sempat menjabat sebagai kapten tim Dynamo Kyiv itu absen saat timnya bertandang ke markas Manchester City.

“Ini sebuah kondisi yang merugikan tim. Apalagi tak banyak pemain yang dapat melakukan tugas-tugas hebat seperti dirinya. Kami sungguh merugi,” bilang Syomin lagi. (jun)

Jembatan Putus, Desa Jandi Terisolir

KARO- Tingginya curah hujan beberapa hari belakangan di kawasan Kabupaten Dairi, menyebabkan meluapnya  Sungai Lau Jandi, Kecamatan Juhar, Rabu (26/3) jelang sore. Akibat peristiwa ini  jembatan yang menghubungkan Desa Jandi dengan ibu kota Kecamatan Juhar hanyut terbawa arus.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Drs Ig Agung Prasetyoko SH MH, melalui telepon selularnya, mengatakan peristiwa ini tidak  ada korban jiwa. Hanya saja, dua unit rumah mengalami rusak ringan.

“Luapan air Lau Jandi tadi siang diperkirakan merupakan kiriman dari Kabupaten Dairi yang  bersebelahan dengan Kabupaten Karo. Tinggi air ditaksir mencapai lima meter dari kondisi normal. Tetapi saat ini sudah surut,” papar  Agung.

Menurut Agung, hingga kemarin malam pihaknya masih terus berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Agung menghimbau masyarakat agar tetap waspada, saling bahu-membahu, dan senantiasa menjaga Kamtibmas di desa mereka.

Sementara itu, Camat Juhar  Ir Rena  Sembiring, melalui telepon genggamnya menjelaskan,  untuk sementara 180 kepala keluarga (KK) di Desa  Jandi terisolir dengan daerah lain akibat terputusnya jembatan sepanjang  9 meter dengan lebar 3 meter itu.

“Tahun lalu jembatan itu juga di terjang banjir. Namun setengah dari badan jembatan masih dapat dipergunakan. Sudah kita usulkan sebelumnya guna perbaikan di APBD dan dana bencana alam, tetapi belum tertampung.   Namun hari ini  separuh dari sisa jembatan sebelumnya, kembali diterjang banjir,” terang Rena.

Meski   banjir kemarin merusak jembatan, namun tidak merusak areal pertanian  warga, karena   alur sungai Lau Jandi,  letaknya jauh dari peladangan/persawahan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Masih menurut Camat, untuk mengatasi permasalahan  transportasi pasca banjir, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Karo untuk membuat jembatan darurat.(wan)

Pengurus KTPI Tebing Tinggi Terbentuk

TEBING TINGGI-Hasil rapat pemegang mandat pembentukan Pengurus Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Kota Tebing Tinggi, telah menyusun Kepengurusan KTPI, Rabu (16/3)  sore di Rumah Makan Resto Jalan Sutomo Kota Tebing Tinggi.

Penyusunan pengurus sekaligus silaturahmi pengurus KTPI Kota Tebing Tinggi itu turut dihadiri Ketua KTPI Propinsi Sumut Hermanto Sitorus, didampingi Sekretaris Jenson Hasibuan S.Sos dan Bendahara Harun Syarif S.Sos.
Sebagai Ketua KTPI Kota Tebing Tinggi terpilih, Serka Rustam Nainggolan mengatakan, dengan terbentuknya KTPI Kota Tebing Tinggi, diharapkan dapat mengembalikan semangat petinju-petinju yang ada di “Kota Lemang” untuk meraih prestasi lebih tinggi lagi.

“Kota Tebing Tinggi banyak memiliki bibit petinju berbakat, namun pembinaannya selama ini terkesan sebatas melepaskan hobi saja.

Dengan adanya KTPI di kota ini, diharapkan mereka bisa diorbitkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,”kata Rustam saat dikonfirmasi wartawan koran ini.

Sementara pemegang mandat KTPI Propinsi Sumut, Hermanto Sitorus mengatakan, bahwa mandat yang diterimanya dari KTPI Pusat pada 16 Januari lalu, diterimanya atas dasar kecintaanya terhadap olah raga tinju.Sebagai mantan atlit tinju, Hermanto Sitorus siap bekerjasama dengan KTPI Kabupaten/Kota untuk melahirkan petinju-petinju professional yang ada di Sumut. “Sudah ada 29 petinju professional yang mendaftar ke KTPI termasuk petinju dari Kota Tebing Tinggi,” ujar Hermanto. Ditambahkannya bahwa KTPI Sumut akan berkantor di Kota Tebing Tinggi yakni di Jalan Mayjen S Parman No.59. Adapun pengurus KTPI Kota Tebing Tinggi yang rencananya akan dikukuhkan pada 30 Maret 2011 mendatang diantaranya, Ketua Serka Rustam Nainggolan, Wakil Ketua I Suhandra Munthe, Wakil Ketua II Jonathan (A Fin), Sekretaris Bahrum Harianja, Wakil Sekretaris Drs Zulfan Kurniawan dan Bendahara Agus Sulaeman dan Wakil Bendahara Agus Sanjaya. (mag-3)

Korupsi Politekes Terdakwa Berbelit-belit

MEDAN-Jeremias Sinaga terdakwa perkara dugaan korupsi Pembangunan Gedung Politeknik Kesehatan (Poltekes) Medan dituntut 5 tahun penjara, serta diwajibkan membayar denda Rp50 juta subsider kurungan selama 6 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum, Dormian SH, dalam sidang lanjutan yang digelar di PN Medan, Rabu (16/3), di hadapan majelis hakim diketuai Suthartanto SH dalam tuntutannya menyebutkan, bahwa dalam kegiatan pembangunan gedung Poltekes Medan,terdakwa yang menjabat sebagai pengawas teknis proyek dari Dinas Tarukim Medan, dengan sengaja memperkaya diri sendiri atau orang lain hingga merugikan keuangan negara Rp9,3 miliar.

“Terdakwa terbukti melanggar pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 65 ayat 1 KUHPidana,” kata Dormian.
Hal yang memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara dan tidak mendukung program pemerintah dalam pembrantasan tindak korupsi. Selain itu, juga terdakwa dalam persidangan tidak memberikan keterangan yang sebenarnya, sehingga menyulitkan jalannya persidangan.
Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga Senin (21/3) mendatang, dengan agenda mendengarkan pembelaan dari terdakwa.

Dalam dakwaan penuntut umum, terdakwa selaku pembina teknis pembangunan bangunan gedung negara bersama Koesman Wisoehoediono, Yong Aye Nehe dan Ir Daulat Tampubolon dengan sengaja membuat berita cara pemeriksaan kemajuan pekerjaan 75,13 persen pada 12 Desember 2007. Sudah selesai selama 100 persen dengan ketentuan PT Care Indonusa hanya perlu menyelesaikan pekerjaan pemeliharaan sebesar 5 persen dengan biaya setara Rp468.652.050 yang dapat dibayarkan setelah berakhirnya masa pemeliharaan dan pekerjaan tersebut secara sah telah diserahterimakan saksi Yong Aye Nehe, kepada pihak pengguna barang dan jasa yakni Poltekes Medan.

Selanjutnya pada 31 Desember 2007 saksi Koesman selaku pejabat pembuat komitmen dengan saksi yong aye nehe selaku penyedia barang dan jasa melakukan serah terima pekerjaan tahap pertama yang tertuang dalam berita acara serah terima pekerjaan tahap pertama yang disetujui Ir Daulat Tampubolon, selaku konsultan pengawas yang diketahui oleh Jeremias Sinaga, Kaubdis Tata Bangunan dan Lingkungan Dinas Tarukim Poltekkes Medan, 14 Desember 2007, namun pada 3 Agustus 2009, dari hasil investigasi Inspektorat Departemen Kesehatan RI yang menyatakan bahwa pembangunan fisik proyek baru terealisasi 75.46 persen.

Atas dasar itulah, pihak penyidik menetapkan Jeremias sebagai tersangka dan disidangkan di Pengadilan Negeri Medan.

Sebelumnya, dalam kasus yang sama dengan anggaran mencapai Rp9,3 miliar bersumber dari APBN tahun 2007, majelis hakim telah memvonis tiga tersangka lainnya yakni  pejabat pelaksana kegiatan Koesman Wisohudiono (vonis bebas), konsultan pengawas, Daulat Tampubolon (vonis bebas) dan Young Aye Nehe (3 tahun penjara). (rud)