31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15560

Tampil di Suara Indonesia

Bibit-bibit prestasi mulai bermunculan. Donald Harris Sigalingging diantaranya. Ya, siswa yang baru duduk di kelas X D Klasik ini sudah sempat merasakan manggung bersama teman-temannya di pentas bergengsi tingkat nasional, yakni November 2010 lalu di acara Suara Indonesia yang ditayangkan Trans TV.

Bersama grup vokalnya yang bernama BDB atau singkatan nama dari para anggotanya Bram, Donald dan Billy, remaja kelahiran Medan 20 Mei 1995 ini sempat menjadi finalis. “Memang naas, jelang final kami bertiga sakit semua. Namun, dituntut nampil, ya kami tetap menampilkan semampu kami. Alhasil, kami harus tersingkir,” ungkapnya, Rabu (16/3).
Anak sulung dari 2 bersaudara pasangan D Sigalingging dan Ros Naibaho ini mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. “Mungkin kami terkejut badan, soalnya latihan di sana sangat diporsir dan membutuhkan stamina yang cukup. Ditambah lagi di kamar terus kena AC, ya sakitlah akhirnya,” sesal Donald.

Namun, Donald menceritakan, yang sangat mengagumkan adalah pada saat audisi di Medan. Karena pada waktu itu mereka berjuang dengan peserta yang jumlahnya tak sedikit. “Ada ribuan peserta, tapi yang diambil cuma enam peserta saja termasuk grup atau solo,” jelasnya.

Menjelang audisi, Donald mengaku, grupnya BDB hanya berlatih selama seminggu untuk melakukan persiapan. Dan persiapan dilakukan secara mandiri tanpa pelatih.

“Saya salut sama BDB, kami bisa bersaing dengan ribuan peserta yang ikut mendaftar,” katanya.(saz)

Ini Soal Bertahan Hidup

Gempa dan Tsunami Jepang Ganggu Dunia Olahraga

Gempa dan tsunami pekan lalu (11/3) ikut membawa dampak signifikan bagi aktivitas olahraga di Jepang. Setidaknya sepak bola Jepang dan olahraga otomotif terganggu. Bagaimana otoritas olahraga di Negeri Matahari Terbit itu menyikapinya?

JAPAN Football League (JFL) 2011 urung kickoff Minggu lalu (13/3). Start kasta kompetisi kasta ketiga sepak bola di Jepang itu ditunda menyusul terjadinya gempa dan tsunami yang melanda pantai timur laut Jepang. Keesokan harinya, dua level kompetisi di atas JFL, J-League, ikut-ikutan ditunda.

J-League lebih beruntung karena sudah bergulir sepekan sebelumnya (5/3) sekalipun baru menggelar pekan pertama. “Sesuai hasil rapat di Tokyo hari ini (kemarin, Red), 41 laga J-League sampai sebulan ke depan, baik divisi satu maupun divisi dua, ditunda,” kata Kazumi Ohigasi, chairman J-League, sebagaimana dilansir Associated Press.
Klub J-League yang terkena dampak paling buruk adalah Vegalta Sendai yang berasal dari perfektur Miyagi dan Montedio Yamagata. Sedangkan dari divisi satu adalah Mito Hollyhock dari perfektur Ibaraki.

Nagoya Grampus dan Kashima Antlers yang sedianya tampil home di fase grup Liga Champions Asia pekan ini juga telah ditunda laganya oleh AFC. Konfederasi Sepak Bola Asia itu menganggap kondisi stadion kedua klub tidak aman karena termasuk dalam wilayah gempa. “Saya telah berbicara dengan presiden Vegalta tentang stadion mereka yang rusak berat. Ini bukan tentang latihan atau pertandingan karena yang terjadi adalah bagaimana bertahan hidup. Saya mendapat laporan apabila para pemain sudah dipulangkan oleh klub masing-masing, termasuk pemain asing,” jelas Ohigasi.

Meski menuda kompetisi sebulan, Ohigasi belum memastikan apakah J-League sudah pasti bergulir lagi setelah itu. “Laga setelah penundaan masih mengambang karena kami masih harus menyusun dengan cermat lagi jadwal kompetisi yang baru,” jelasnya.

Penyusunan jadwal kompetisi yang baru juga harus menyelaraskan dengan agenda timnas Jepang. Berbeda dengan liga, Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) belum membatalkan agenda Samurai Biru – sebutan timnas Jepang – sejauh ini. Di antaranya dua agenda uji coba di akhir bulan, masing-masing menghadapi Montenegro di Shizuoka (25/3) dan Selandia Baru di Tokyo (29/3).

“Pelatih Alberto Zaccheroni sudah kembali ke Tokyo sehari setelah musibah untuk mempersiapkan pemain yang akan dipanggilnya dalam dua uji coba itu,” ungkap Kozo Tashima, sekum JFA.

Tapi, Tashima menambahkan apabila agenda uji coba itu masih harus dikonfirmasikan dengan dua lawannya. “Kami masih menunggu kabar terakhir dari federasi sepak bola Montenegro maupun Selandia Baru. Segalanya akan kembali difinalisasikan dalam pekan ini,” jelasnya.

Berbeda dengan dua uji coba akhir bulan ini yang masih belum fix, JFA memastikan apabila Jepang tetap berpartisipasi dalam Copa America di Argentina 1-24 Juli mendatang. Jepang memang diundang khusus dalam turnamen sepak bola antarnegara Amerika Latin itu dan tahun ini adalah kali kedua setelah edisi 1999.
“Tidak semua negara di luar Amerika Latin bisa berpartisipasi. Kami adalah negara juara Piala Asia dan dengan membawa nama Asia di Copa America, kami akan tetap tampil serius,” tutur Tashima. (dns)

Lebih Efisien daripada Refreshing ke Mal

Taman Bermain di Stadion Teladan Lokasi Rekreasi Alternatif

Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Kota Medan pun berdampak kehidupan metropolitan yang sarat rutinitas. Bersantai bersama keluarga dan orang tercinta pun menjadi kerinduan.

INDRA JULI, Medan

Tak heran tempat-tempat rekreasi yang ada, kerap dipenuhi warga setiap sore hari. Seperti taman di seputaran Stadion Teladan Medan. Pada Rabu (16/3) sore, masyarakat ramai bersantai bersama keluarga juga orang-orang tercinta. Apalagi lokasi seperti itu bisa dibilang sulit ditemukan.

Taman itu sendiri sangat menunjang kegiatan rekreasi keluarga. Dengan beberapa fasilitas bermain seperti pelosotan di sisi kanan stadion, membuat anak-anak memancarkan keceriaan. Sebut saja Dian (6) dan adiknya Rian (4). Keduanya begitu bergembira saat menuruni pelosotan secara bergantian. Sesekali mereka menuruni dengan berbaris. Sementara kedua orangtuanya Rudi (32) dan Fitri (28) duduk tak jauh dari situ, sembari sesekali menjemput kedua buah hati yang meluncur turun.

“Kalau kita sama-sama cepat pulang, karena ibunya juga kerja, kita pasti bawa anak-anak main ke mari. Selain dekat dari rumah, ya lebih efisien daripada refreshing ke mal. Juga bagus untuk perkembangan sosial si anak karena di sini mereka bermain dengan anak-anak lainnya,” jelas Rudi, warga Jalan AR Hakim Medan ini.

Hal itu pun dibenarkan Siregar (35), warga Marindal yang datang bersama keluarganya. Baginya, selain memberi kesempatan kedua putranya bermain, dirinya juga dapat menjalin komunikasi dengan anggota masyarakat lainnya. Bahkan dari perkenalan dengan keluarga Rudi, keduanya berencana untuk menjalin kerjasama dalam satu bentuk usaha dagang.

“Kebetulan kita punya perhatian yang sama yaitu dagang. Jadi dari bicara-bicara tadi kayaknya tertarik juga untuk kerjasama. Memang belum pasti usaha apa tapi nanti kita bicarakan lagi lebih jauh,” papar Siregar.
Selain fasilitas bermain bagi anak-anak, ada juga fasilitas olahraga urban, skateboard di sisi kanan. Hanya saja konsep dan struktur bangunan yang terlalu curam tidak mendukung bagi kegiatan skateboard tadi. Tempat itu pun menjadi tongkrongan sembari menikmati segarnya air kelapa muda.

Ya, sebagai tempat rekreasi, taman di seputaran Stadion Teladan Medan ini juga diramaikan dengan pedagang-pedagang kaki lima. Dari air kelapa muda, jagung bakar, hingga beberapa warung kuliner permanen. Sementara di depan Stadion Teladan sendiri terdapat lapangan yang kerap digunakan masyarakat untuk berjogging. Keberadaan air mancur di tengah lapangan tadi dan hilir mudik kendaraan pun menjadi pemandangan tersendiri bagi masyarakat.

Tak heran, tidak sedikit pasangan remaja yang terlihat di situ. Seolah tak ingin kalah dengan keluarga-keluarga yang ingin berekreasi, mereka juga memanfaatkan sore itu untuk merajut tali asmara. Meskipun hanya sebatas duduk dan bercanda, namun tak menutupi ekspresi yang tengah dimabuk asmara. Beberapa di antaranya bahkan masih mengenakan seragam sekolah.

“Kebetulan baru pulang PKL (Praktek Kerja Lapangan) Bang. Aku PKL di kantor camat situ. Ya biasalah, pulang kerja sama si Abang ini singgah di sini. Soalnya selain dekat, suasananya asyik juga kalau sore,” ucap Desi (16), siswa salah satu SMK Negeri yang ditemui bersama kekasihnya.

Ya, sebagai Kota Metropolitan, Kota Medan sangat membutuhkan tempat rekreasi di tengah kota yang dapat terjangkau masyarakat dalam waktu singkat. Selain bermanfaat untuk menjalin komunikasi yang harmonis di antara anggota keluarga, lokasi rekreasi tadi juga sangat bermanfaat untuk perkembangan sosial anak. Di mana di situ anak dapat belajar bersosialisasi, kegiatan yang jarang ditemui di era permainan digital. Membuat anak lebih individualis.
Dengan penataan yang lebih baik, lokasi rekreasi keluarga tadi juga dapat membantu perekonomian yang lebih dirasakan oleh masyarakat. Dengan modal yang tidak terlalu besar mereka dapat melanjutkan kehidupan bersama keluarga tercinta. (*)

Alumninya Direkrut Musisi Terkenal

SMK Negeri 11 Medan

Ingin menjadi musisi atau bagian dari kelompok orkestra, mungkin cita-cita kebanyakan remaja di Indonesia. Karena dapat kita lihat sendiri, kehidupan musisi jauh dari taraf kemiskinan.

Apalagi jika musisi tersebut memiliki keunikan tersendiri.Nah, untuk menjadi musisi ini bukan hal yang mudah. Karena membutuhkan pengembangan bakat dan kemampuan yang cukup baik.
Di SMK Negeri 11 Medan Jalan Perintis Kemerdekaan No 31 Medan, memfasilitasi siswa dalam mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang musik.

Sebagai satu sekolah yang khusus menangani bidang musik, SMK Negeri 11 Medan melengkapi fasilitas, sarana dan prasarana penunjang dengan jor-joran. Alhasil, banyak alumni yang menjadi musisi atau menjadi bagian dari anggota orkestra milik selebriti papan atas. Seperti Adi MS dan Erwin Gutawa. Kedua grup papan atas ini, anggota orkestranya mayoritas alumni SMK Negeri 11 Medan.

Kepala SMK Negeri 11 Medan Drs Rontur Nainggolan didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Yonson Panggabean, mengatakan, pihaknya menyediakan perlengkapan alat musik dari ruang praktik, ruang pementasan, studio musik, perangkat alat musik band, akustik, tradisional hingga sound system.
“Kami mencoba memilah dan memilih siswa sesuai dengan kemampuan mereka dan mengarahkannya sesuai keinginan mereka pula. Karena tanpa paksaan, mereka akan lebih bersemangat mengembangkan bakat dan kemampuannya,” jelasnya, Rabu (16/3).

Alhasil, tak sedikit pula siswa maupun alumni SMK Negeri 11 Medan yang mengharumkan almamater. Seperti mengikuti berbagai even daerah hingga even tingkat nasional.

Contohnya, juara pertama band pelajar Kota Medan berturut-turut selama 5 tahun. “Karena prestasi ini kami akhirnya tak diperbolehkan lagi mengikuti even serupa,” kata Rontur sambil tertawa.
Di SMK Negeri 11 Medan yang memiliki 2 program keahlian yakni Seni Musik Klasik dan Non Klasik ini sekarang memiliki siswa berjumlah 302 orang. Dan diasuh 24 guru yang telah sarjana dan seorang diantaranya telah S-2 dan 3 orang di antaranya pula sedang menjalani studi S-2.

Rontor bilang kurikulum sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia usaha dan industri (dudi) musik, merupakan satu hal yang terus dilakukan. “Kami memagangkan siswa di dudi, jadi feedbacknya mereka juga bisa menceritakan hal-hal yang dibutuhkan dudi,” katanya. Tempat magang siswa adalah, Hotel Cambridge, Hotel Asean, Hotel Perintis, Cafe Country dan Era Musica.(saz)

Bulls Akhirnya ke Puncak

CHICAGO – Akhir musim reguler menjadi saat yang tepat bagi Chicago Bulls untuk memberikan pembuktian. Bulls terus menunjukkan diri sebagai penantang serius menuju gelar juara. Bukti terbaru mereka sampaikan dengan menduduki posisi teratas di wilayah timur.

Dengan mengenakan jersey hijau, Bulls perkasa di hadapan publiknya sendiri. Mereka menekuk Washington Wizards dengan 98-79. Kemenangan ketujuh secara beruntun tersebut membawa Bulls merampas posisi puncak dari tangan Boston Celtics.

Point guard kandidat MVP (Most Valuable Player) Derricks Rose mengemas 23 poin, diikuti Luol Deng 20 poin dan Keith Bogans 17 poin. Dengan penampilan yang makin solid, mereka siap mengakhiri musim reguler di posisi teratas. “Kami punya tim hebat. Semua tahu, saat ada satu pemain sedang menurun, yang lainnya harus meningkat,” kata Bogans.

Bulls kini memiliki rekor menang kalah 48-18. Mereka unggul setengah game dari Celtics yang punya rekor 47-18. Selain pertama untuk musim ini, posisi puncak kali ini adalah yang pertama kali sejak 13 tahun lalu. Pada musim 1997-1998, mereka meraih posisi teratas wilayah timur dan mengakhirinya dengan gelar juara. “Apa yang terjadi sekarang adalah yang selalu diperbincangkan orang-orang tentang kami. Sudah menjadi sifat manusia, mudah bagi kami untuk jatuh dalam perangkap dengan pikiran bermain dan menang. Bukan itu masalahnya, masih banyak hal yang harus dikerjakan,” kata Luol Deng.

Persaingan ketat antara Bulls dan Celtics sebelumnya di luar prediksi. Sebelumnya, Celtics justru diperkirakan akan terlibat persaingan perebutan tempat teratas dengan Miami Heat. Namun, ketika Heat kurang konsisten, Bulls mendapatkan momentum kebangkitan setelah akhir pekan All-Star.

Jika dua tim mengakhiri musim reguler dengan rekor menang kalah yang sama, posisi teratas akan ditentukan dengan hasilhead-to-head alias pertemuan langsung kedua tim sepanjang musim. Untuk sementara, Celtics masih unggul, Celtics menang dua kali dari tiga pertemuan musim ini. Namun, mereka masih menyisakan satu pertemuan lagi di United Center, 7 April. Bulls sudah memenangkan sepuluh dari sebelas laga terakhir yang mereka lalui. Rekor kandang mereka pun meningkat jadi 30-4. (ady/jpnn)

Mereka pun Batal ke Bali

Bencana yang terjadi di Jepang ternyata mempengaruhi pariwisata di Indonesia. Setidaknya hal ini terungkap setelah banyaknya wisatawan Jepang yang membatalkan kunjungannya ke Bali. Ya, sejak gempa dan tsunami, tercatat sebanyak 38 hotel di Bali yang mengalami pembatalan kunjungan wisatawan asal Jepang.

“Terdapat 1.298 kamar yang sudah dibatalkan,” kata Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Perry Markus, Rabu (16/3).

Perry mengatakan jumlah pembatalan kunjungan wisatawan Jepang akan terus bertambah setiap hari. Disebutkan, masih banyak hotel yang belum melaporkan pembatalan tersebut. Pembatalan kunjungan wisatawan asal Jepang juga mengancam sektor restoran yang segmennya wisatawan asal negeri Sakura itu. “Kami juga memikirkan dampak di sektor usaha restoran,” kata Perry.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita) Bali Aloysius Purwa mengaku telah menerima banyak laporan pembatalan calon wisatawan Jepang. Diperkirakan, dampak dari bencana gempa dan tsunami akan menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan Jepang akan turun mencapai 150 ribu orang atau sekitar 30%. Hal ini akan berpotensi menyebabkan kerugian sekitar USD 400 juta. Biro perjalanan, hotel dan restoran mulai mengalihkan marketnya agar tidak gulung tikar. “Dampaknya mungkin selama dua hingga tiga tahun,” ujar Purwa.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah kunjungan wisatawan Jepang pada 2010 sebanyak 245.040 orang. Pada Januari 2011, wisatawan Jepang yang berlibur ke Bali sebanyak 16.747 orang.

Sementara itu, apa yang terjadi di Jepang membuat tak sedikit orang yang ingin mencari tahu secara langsung keadaan Negeri Matahari Terbit tersebut. Menariknya, data dari Yahoo! Search di wilayah Asia, menunjukkan kata ‘Miyabi’ cukup banyak menjadi kata kunci pencarian tersebut.  “Diantara pencarian kata kunci itu ada pula tren peningkatan pencarian foto Maria Osawa atau Miyabi,” ujar Yahoo! dalam dalam keterangan resminya, Rabu (16/3).
Lalu, bagaimana tanggapan Miyabi? Tak banyak tanggapan dari pemeran film nasional ‘Menculik Miyabi’ tersebut. Yang jelas, sejak terjadi gempa dan tsunami, memang begitu banyak yang mempertanyakan nasibnya. Dan pada Sabtu (12/3) lalu, Miyabi langsung menjawab perhatian fansnya tersebut melalui akun twitternya, ozawazone. “Setelah gempa bumi, saya baik-baik saja di kamp bersama semua anggota tim,” tulis Miyabi.

Ya, bintang film dewasa Jepang ini termasuk seleb yang aktif menulis kegiatannya di Twitter. Namun, sebelum bencana gempa dan tsunami, aktris kelahiran Hokkaido, Jepang, 8 Januari 1986, itu tidak terlalu aktif nge-tweet.  Terlepas dari itu, sayangnya Yahoo! tidak merinci berapa besar angka peningkatan pencarian beberapa kata kunci terkait gempa bumi termasuk soal bintang porno Miyabi tersebut. (bbs/jpnn)

Orok Dibuang ke Selokan dan Tong Sampah

MEDAN- Dua orok berjenis kelamin laki-laki yang diduga dibuang orangtuanya, hasil hubungan gelap ditemukan di tempat terpisah, Rabu (16/3). Orok yang pertama ditemukan warga di Jalan Flamboyan, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan. Sedangkan orok yang kedua, ditemukan warga di kawasan perbelanjaan Pasar Ramai, Jalan Thamrin Medan, pukul 16.00 WIB.

Adalah Frastio (31), warga Jalan Flamboyan, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, yang pertama menemukan orok yang dibungkus kantung plastik hitam di dalam selokan tak jauh dari rumahnya.

Sementara penemuan bayi di lokasi perblanjaan Pasar Ramai, Jalan Thamrin Medan, pertama sekali ditemukan Adi (38), petugas kebersihan di pasar tersebut saat akan mengambil sampah di dalam tong sampah, Rabu (16/3) sore.(adl)
Mengetahui ada mayat bayi di dalam tong sampah tersebut, Adi kaget bukan kepalang. Bayi lelaki itu diperkirakan berusia 9 bulan. Adi langsung membritahukan kepada petugas keamanan pasar yang langsung dilanjutkan ke Polsek Medan Area. Polisi yang mendapat laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Selanjutnya mayat bayi malang ini, dibawa polisi ke Rumah Sakit Pirngadi Medan.(adl)

Raskin tak Tepat Sasaran, Kepling Diminta Copot

BELAWAN- Pulahan warga yang tinggal di Lingkungan XVII, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, mendatangi kantor Camat Belawan dan melakukan demo meminta agar kepling mereka, M Gultom di copot dari jabatannya, Rabu (15/3). Tuntutan ini disampaikan, terkait pembagian Raskin (Beras Miskin) yang dinilai tidak merata di kelurahan tersebut.

Kepala Lingkungan XVII, M Gultom saat dikonfirmasi membantah semua tudingan warga. “Itu kan kata warga, saya sudah lakukan yang benar kok, sesuai amanah pihak kecamatan yang termasuk dalam daftar nama itulah yang saya berikan,” ujarnya.(mag-11)

Ombudsman RI-Sumut Pos Sepakat Kerjasama

MEDAN-Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Sumut-NAD sepakat bekerjasama dengan Harian Sumut Pos. Kerjasama ini berupa menjadikan Ombudsman RI sebagai nara sumber dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar permasalahan yang dihadapi masyarakat terkait maladministrasi. Dan ini akan ditampilkan di halaman Publik Interaktif Sumut Pos.

Terkait ini, Ombudsman RI perwakilan Sumut-NAD yang berkantor di Jalan Majapahit No 2 Medan, mengunjungi Graha Pena Medan Kantor Sumut Pos. Mereka mengaku sangat ingin melanggengkan kerjasama tersebut. Pasalnya, selama ini Ombudsman RI Perwakilan Sumut-NAD juga telah memperhatikan Harian Sumut Pos sejak lama, khususnya pengelolaan rubrik ‘Publik Interaktif’ tersebut.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI wilayah Sumut-NAD Dr Faisal Akbar Nasution SH Mhum didampingi Asisten Ombudsman Dedy Irsan dan Ricky Hutahaean mengatakan, pengelolaan halaman Publik Interaktif ini sudah sangat membantu masyarakat mengkritisi kinerja pemerintah khususnya pelayanan publik. “Ombudsman RI memiliki anggaran untuk menindaklanjuti setiap permasalahan yang ditemukan. Jadi sama sekali masyarakat tak akan dipungut biaya. Faksimili dapat dikirimkan ke 061-453 3690 sedangkan melalui internet dapat ke alamat www.ombudsman.go.id atau obudsman@ombudsman.go.id,” ujarnya.

Sementara, Wakil Pemimpin Redaksi Sumut Pos Hirzan didampingi Redaktur Pelaksana Toga MH Siahaan menyambut baik kerjasama tersebut. (saz)

Telkomsel Alokasikan 20 Milyar Untuk Mendukung ARF Direx 2011

Telkomsel berpartisipasi dalam ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF Direx) 2011, di kota Tinutuan Manado, Sulawesi Utara dalam bentuk penyediaan kapasitas dan kualitas jaringan serta kesiapan tim penanggulangan bencana Telkomsel (TERRA). Dalam event ini, Telkomsel tergabung bersama KEMKOMINFO melakukan unjuk kerja simulasi recovery telekomunikasi pada saat terjadinya bencana. Tahun ini Indonesia dan Jepang ditunjuk sebagai Ketua Bersama dalam ARF Direx 2011.

Direktur Utama Telkomsel  Sarwoto Atmosutarno mengatakan,“Telkomsel mendukung penuh dan menjamin kelancaran event ini dalam wujud penyediaan kapasitas dan kualitas jaringan. Selain itu kami juga berpartisipasi dalam bentuk penyediaan peralatan dan menerjunkan personil TERRA dalam simulasi latihan penanganan bencana. Kita sadari bersama bahwa keberadaan telekomunikasi sangat vital, terutama di daerah yang mengalami bencana. Sambungan telekomunikasi sangat membantu baik bagi para korban dan pengungsi serta seluruh kru yang bertugas mengevakuasi dan me-recovery daerah bencana”.

Telkomsel di bawah komando Kemkominfo menerjunkan sekitar 21 personil untuk mendukung latihan penanggulangan bencana yang menjamin ketersediaan jaringan Telekomunikasi dan media center dalam recovery bencana. Mengalokasikan budget lebih dari 20 Milyar, Telkomsel menyediakan 6 unit Combat Mobile BTS yang terdiri dari Mobil, Generator, Tower 36 m, Handphone set, laptop, Software Network dan Minilink. Telkomsel juga memfasilitasi penyediaan Media Center dengan wifi router untuk 5 user masing-masing satu unit di desa Wori dan dua unit di Hotel Ritzy.

Untuk lebih mengoptimalkan media center yang disediakan, Telkomsel juga melengkapi dengan perangkat telepon USO yang terdiri dari 1 set fixed wireless telephone, 1 KBU, Simcard Telkomsel berikut pulsanya.

Tim TERRA (Telkomsel Emergencies Response & Recovery Activities) yang merupakan unit penanggulangan bencana Telkomsel, secara aktif terlibat dalam simulasi penanganan bencana ini. Keberadaan tim TERRA tersebar di seluruh wilayah kerja Telkomsel. Ketika terjadi bencana, maka unit ini yang akan langsung turun melakukan aksi gerak cepat di lapangan.

Selama ini Telkomsel telah menunjukkan peran aktifnya dalam membantu recovery bencana seperti bencana alam Wasior, Mentawai dan Merapi. Sebagai perusahaan telekomunikasi, Telkomsel focus pada recovery cepat dalam perbaikan jaringan telekomunikasi dan penyediaan layanan telpon gratis bagi para korban dan pengungsi. Kendati demikian, Telkomsel tetap memberikan bantuan terhadap lingkungan daerah bencana melalui program TERRA. Komitmen tanggung jawab social (CSR)  ini mengantarkan Telkomsel mendapatkan ‘Best CSR for Indonesia Awards 2010’ untuk kategori Mitigasi Bencana.

“Telkomsel berkomitmen untuk turut membantu dan membangun bangsa Indonesia. Dengan program CSR yang berkesinambungan, kami berharap dapat membantu pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan masyarakat Indonesia. Karena Telkomsel milik Indonesia dan Telkomsel Paling Indonesia,” lanjut Sarwoto.

ARF Direx merupakan latihan penanggulangan bencana alam yang melibatkan kerja sama antara Negara-negara Internasional dan Regional. Latihan penanggulanan bencana yang akan digelar dalam acara ini meliputi perbaikan akses jalan dan jembatan, penyediaan kebutuhan air bersih, support logistic, penyediaan dapur umum, bantuan kesehatan, tempat penampungan pengungsi dan korban serta recovery jaringan telekomunikasi termasuk media center.

Acara yang berlangsung dari tanggal 15 s/d 19 Maret rencananya akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan diikuti oleh sekitar 3.500 peserta dri 26 negara di antaranya Jepang, Amerika, Korea Selatan, China, Singapura dan Uni Eropa. Latihan bersama dalam menanggulangi bencana ini dimaksudkan agar terjalin koordinasi dan tindakan recovery yang lebih efektif dan sistematis.

Bersamaaan dengan penyelengaaraan ARF Direx ini, Telkomsel juga menggelar kegiatan CSR dalam bidang pendidikan yaitu Pelatihan ICT Guru dan Gathering ICT Siswa. Acara ini diselenggarakan di Manado  pada 14 dan 16 Maret 2011, yang melibatkan 200 Guru Mata Pelajaran Matematika dan 750 siswa SMU dari beberapa kabupaten di Manado.