Home Blog Page 15563

Rahudman-Eldin tak Semesra Dulu

Kemesraan hubungan Wali Kota Medan Rahudman Harahap dengan wakilnya, Dzulmi Eldin tak seperti saat kampanye dulu. Bila dulu cendrung tampil mesra serta ada penyebutan pembagian tugas secara
struktur pemerintahan, kini semua itu hanya sebuah ungkapan saja.

Buktinya, ada muncul indikasi terkikisnya kerekatan antara keduanya saat menjalankan roda Pemerintahan Kota Medan. Bisa dilihat dari sisi jabatan Ketua Umum PSMS Medan, semula dijabat Dzulmi Eldin, kini dijabat Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Apa saja bukti lainnya terkikisnya kerekatan antara keduanya? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Chairil Hudha dengan Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah SE.

Menurut Anda sudah baikkah pelayanan Pemko Medan saat ini?
Ketika reses beberapa hari lalu, saya merasakan ada banyak hal yang kurang tepat dari segi pelayanannya. Mulai dari tingkat kelurahan hingga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bisa dilihat saja setiap pengurusan KTP dan Kartu Keluarga (KK) masih banyak praktik pungutan biaya, hal inilah yang harus dicegah dan diambil kebijakan segera mungkin.

Bila Anda menyebutkan kurang baik, apakah ini akibat kepala daerahnya?
Ya, tentunya kepala daerah sangat bertanggungjawab atas pelaksanaan pelayanan pemerintahan di Kota Medan. Khususnya, dalam hal mengeluarkan sebuah kebijakan untuk kepentingan masyarakat banyak.

Menurut Anda kebijakan Kepala Daerah itu melibatkan Wakil?
Harusnya seperti itu.

Anda melihat di Kota Medan, apakah Wali Kota dan wakilnya bersama mengambil kebijakan?
Dalam hal tertentu saja, tak seluruhnya. Tapi, seharusnya ada etika yang dipegang bersama untuk tetap bersama melahirkan kebijakan. Sebab, kepala daerah itu bukan hanya wali kota atau wakil, tapi keduanya.

Maksud Anda ada indikasi muncul keretakan antara wali kota dan wakilnya?
Saya merasakannya seperti itu. Bisa kita lihat beberapa waktu lalu ketika jabatan Ketua Umum PSMS dipegang Dzulmi Eldin, ternyata dengan alasan kesibukan sebagai Wakil Wali Kota maka Eldin mundur, sebagai gantinya dijabat wali kota. Inikan sangat aneh, dan saya pikir sudah menujukkan ada gejala yang kurang fair di kedua kepala daerah ini.

Apakah itu bisa menjadi indikatornya, dan bila dibiarkan apakah bisa menjadi keretakan permanen?
Sangat bisa, sebab tanda-tanda terkikisnya keretakan itu kapan saja bisa muncul ketika ada syahwat lainnya.

Saran Anda?
Sebelum terjadinya keretakan yang sangat parah dan berdampak kepada pelayanan, harusnya kepala daerah tetap bersama menjalankan roda pemerintahan. Selanjutnya, setiap kebijakan harus tetap dipegang teguh dalam hal keputusan bersama untuk memajukan  Kota Medan. (*)

Syaiful tak Layak Jadi Sekda

Terindikasi Korupsi, Syaiful Syafri dan Hasan Basri Didemo

MEDAN- Berbagai dugaan korupsi di Sumaera Utara yang terindikasi melibatkan berbagai oknum-oknum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Namun faktanya,  pejabat yang terindikasi korupsi terus menanjak karirnya. Anehnya, salah seorang diantaranya yang terindikasi korupsi, saat ini diusulkan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprovsu.

Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (Lempar), Senin (25/4), menggelar aksi mendesak Pelaksana ugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho untuk mencopot SKPD yang terindikasi korupsi tersebut, serta mengusulkan ulang pencalonan Sekda yang disinyalir korupsi.

SKPD yang terindikasi korupsi tersebut yakni, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Syafri, yang disinyalir melakukan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2008 Kabupaten Batubara Rp2,7 miliar. Selain itu pula, Syaiful Syafri juga terindikasi melakukan korupsi dana musala Dinas Sosial Sumut tahun 2009 senilai Rp800 Juta. Bukan hanya itu, sinyalemen korupsi juga dilakukan Syaiful Syafri terkait bantuan korban banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal senilai Rp2 miliar.

“Untuk itu kita akan menggelar aksi dan meminta demi Good Governance Plt Gubsu segera mengusulkan ulang Sekda,” tegas Syawaluddin Harahap saat berorasi di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Senin (25/4).
Senada dengan itu, ketua Lempar, Ficki Padly Pardede yang juga ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Medan mengatakan, Sumut disinyalir sudah menjadi sarang empuk koruptor.
Anehnya, bukan mendapat sanksi hukuman, malah sebaliknya, para pejabat terindikasi korupsi tersebut karirnya semakin menanjak. Di sini dituntut peran Plt Gubsu yang baru saja menjabat untuk memberengus imej. Sumut sarang empuk koruptor, khususnya di Pemprovsu.

Bila perlu Plt Gubsu juga harus segera, mengambil tindakan tegas yakni dengan mencopot SKPD terindikasi korupsi dan memberikan sanksi agar pangkat dan karirnya tidak menanjak. Sehingga kedepan Sumut dapat bersih dari korupsi.
Di tempat terpisah, aksi serupa yang digelar massa Lempar nyaris bentrok dengan pengaman Kejatisu, karena para demonstran meringsek masuk dan memanjat pagar Kejatisu. Di mana dalam pernyataan sikapnya menuntut Kejatisu untuk mengusut tungas berbagai dugaan korupsi yang melibatkan oknum-oknum pejabat di Seluruh Sumut.
Dalam pernyataan sikapnya Koordinator Lapangan, AM Tampubolon. Selain itu, masa lempar juga mendesak Kejatisu untuk mengusut tuntas dugaan korupsi penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2009 Rp215,17 miliar.
Bukan hanya itu, massa Lempar juga mensinyalir Dugaan Korupsi Belanja Bantuan Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota APBD Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2010, sebesar Rp319,455,660.000 antara lain, Belanja Bantuan Keuangan Kota Medan sebesar Rp31.822.160.000.
Kemudian dugaan penyelewengan beasiswa bagi siswa SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK yang miskin sebesar Rp2.786.000.000. dugaan korupsi Bantuan kesejahtraan guru Rp20.286.160.000 serta Pengadaan Obat-Obatan Rp300 juta.

Serta berbagai Belanja bantuan keuangan kota/kabupaten. Kepada Kota Binjai dsinyalir merugikan Negara sebesar Rp6.449.600.000. Begitu juga belanja bantuan keuangan Kota Pematang siantar sebesar Rp8,744,420.000.
Sedangkan belanja bantuan keuangan Kabupaten Deli Serdang disinyalir negara dirugikan sebesar Rp27.366.460.000. Belanja bantuan keuangan kepada Kabupaten Serdang Berdagai sebesar Rp15.943.160.000
Selain itu, Belanja bantuan keuangan kepada Kota Madina sebesar Rp16.155.680.000. Belanja bantuan keuangan kepada Kabupaten Tapanuli Selatan sebesar Rp12.816.880.000Desakan kepada Kejatisu pun, terhadap Dugaan Korupsi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan, Hasan Basri mencuat, terkait Anggaran rehabilitasi gedung sekolah yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2007-2009 sebesar Rp8.761.900.000.

Tak luput dugaan korupsi kepala-kepala daerah dan mantan kepala-kepala daerah di Sumut yang prosesnya belum tertuntaskan hingga sekarang menjadi sorotan masa Lempar.

Seperti Dugaan korupsi Bupati Tapanuli Utara (Torang Lumban Tobing), salah satunya dugaan korupsi uang laukpauk tahun anggaran 2007 selama 12 bulan dengan total mencapai Rp16 miliar, serta pemberian uang laukpauk tahun 2008 yang tidak sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan.

Serta dugaan korupsi penyelewengan uang rakyat mantan Bupati Simalungun Zulkarnaen Damanik TA 2008/2009 Rp 4,2 T. Juga dugaan korupsi Praktek Penyelenggara Program Pembangunan yang bersumber dari dana APBD TA.2008 pada Dinas Pekerjaan Umum  Tapanuli Tengah.

Begitu juga Dugaan korupsi kegiatan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan terpadu lumban pea desa tambunan kecamatan balige kabupaten toba samosir Dengan waktu Pelaksanaan Kontrak Tahunan Jamak (Multy Years Contract) Dana APBD TA.2008-2010 Di Dinas Tata Ruang Dan Permukuman Kabupaten Toba Samosir Senilai Rp119.700.000.000. (ari/rud)

Kadis Kebersihan Harus Diganti

MEDAN- Indikasi pungutan liar (Pungli) yang diduga dilakukan Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan Pardamaen Siregar terhadap sejumlah mandor kebersihan di Medan, menuai kritikan pedas dari DPRD Kota Medann
Bahkan, ada yang mengusulkan kalau Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan Pardamean Siregar untuk dicopot dan digantikan dengan kepala dinas yang baru.

“Kalau benar, Kadis Kebersihan ini harus dicopot dan diganti dengan yang lain,” ungkap anggota DPRD Medan Muslim Maksum kepada Sumut Pos, Senin (25/4). Muslim mengakui, tindakan pungli ini tidak disertai bukti seperti, kwitansi dan sebagainya. Namun, tindakan-tindakan pungli seperti ini kentara. Artinya, ada saksi yang bisa mempertanggungjawabkan hal tersebut.

“Kadis ini masih baru, sudah melakukan hal yang tidak etis seperti itu. Memang persoalan pungli ini sulit dibuktikan, karena tidak disertai berkas atau bukti. Tapi, kejadian-kejadian seperti ini ada saksinya. Dari saksi itu bisa dipertanyakan kebenaran itu. Kembali lagi, kalau memang saksi itu benar mengakui adanya pungli, maka kita harapkan Wali Kota Medan untuk mengganti kadisnya,” tandasnya lagi.

Sementara itu, kembali Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan Pardamean Siregar yang dikonfirmasi Sumut Pos kembali membantah perbuatan tersebut. Menurutnya, itu adalah fitnah. Dan jika memang ada oknum Dinas Kebersihan yang melakukan itu, maka dirinya akan langsung memecat yang bersangkutan. “Siapa orangnya yang bilang itu. Yang bilang itu akan langsung saya pecat hari ini, detik ini juga,” katanya.

Pardamean malah menuturkan, banyak mandor yang melakukan pengutipan terhadap Melati (Penyapu jalan, Red) sebesar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. “Kan kasian, orang itu (penyapu jalan, Red) dikutip. Padahal, mereka kerja dari pagi sampai malam,” tukasnya.

Sementara itu, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan Sulaiman Harahap yang ditemui Sumut Pos di Balai Kota Medan mengaku, saat dirinya menjadi pimpinan tertinggi di Dinas Kebersihan Kota Medan, tidak pernah menerapkan kebijakan seperti itu.
“Waktu saya dulu tidak pernah. Saya kurang tahu kalau sekarang,” katanya.(ari)

Polisi Curiga

Gedung Akbid Senior Terbakar

MEDAN BARU- Yayasan Akbid Senior Medan kembali didera bencana. Jika sebelumnya gedung yayasan ini roboh dihantam banjir, kali ini gedung berlantai empat Yayasan Akbid Senior Medan yang juga digunakan sebagai asrama mahasiswi itu terbakar, Senin (25/3) dini hari pukul 03.00 WIB. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Ruangan yang terbakar yakni dua ruang perkualiahan di lantai IV. Api dengan cepat menjalar dan membakar lemari tempat menyimpan absensi mahasiswa dan arsip lainnya, kursi-kursi dan atap ruangan. Petugas sekuriti yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memadamkan api dengan pealatan seadanya. Berselang beberapa puluh menit, api berhasil dipadamkan. Tak lama kemudian, lima unit mobil dinas pemadam kebakaran tiba di lokasi setelah api padam.

Untuk mengetahui peristiwa itu, Polsekta Medan Baru memeriksa dua sekuriti kampus tersebut yakni Bintang Napitupulu dan Herman Manullang.

Kapolsekta Medan Baru AKP Dony Aleksander saat dikonfirmasi wartawan koran ini di kantornya mengakui kebakaran tersebut. “Ya, itu memang ada kebakaran dan saat ini masih kita periksa,” ujarnya.

Apa ada unsur sabotase dalam peristiwa ini? Ditanya seperti itu, Dony mengaku masih menyelidiki kasus itu. “Masih kita selidiki dululah penyebabnya. Kita juga heran, kok bisa kebaran itu terjadi di lantai empat. Tapi kita tidak bisa berandai-andai, apakah ada unsur lain di balik kebakaran itu atau tidak. Namun yang jelas, masih kita tunggu hasil penelitiannya di labfor,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru AKP Andy kepada wartawan koran ini mengatakan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukannya terhadap dua orang sekuriti itu, pihaknya akan segera memanggil pemilik yayasan.
“Ya, dalam waktu dekat ini akan kita panggil pemiliknya untuk dimintai keterangan terkait kebakaran itu,” ujarnya. Dikatakanya, hingga saat ini pihaknya masih belum dapat menentukan penyebab kebakaran itu. “Ya, saya juga bingung apa penyebab kebakaran itu, karena yang terbakar hanya absensi mahasiswi, kursi-kursi dan kertas-kertas serta asbes gedung itu. Itupun hanya dua lokal saja. Jadi saya juga heran mengapa itu bisa terbakar. Kalau korslet listrik, saya rasa tidak mungkin. Makanya dalam waktu dekat ini kita panggil pemiliknya,” tegasnya.(mag-8)

Bolu Meranti, Awalnya untuk Sarapan

Mengunjungi Ikon Kuliner Kota Medan (4)

Tak lengkap rasanya bepergian ke satu kota tanpa membawa oleh-oleh atau cenderamata. Entah itu dalam bentuk souvenir ataupun makanan tertentu. Begitu juga Kota Medan sebagai salah satu tujuan wisata di Indonesia

INDRA JULI-MEDAN

Pantauan Sumut Pos di Jalan Kruink No.2K Medan sudah memperlihatkan keramaian. Padahal, waktu masih menunjukkan pukul 13.00 WIB. Antrian, bahkan terlihat sampai di luar bangunan berbentuk rumah toko (ruko) itu. Sementara setiap pengunjung yang keluar selalu membawa tentengan berupa kotak berisi roti dalam satu pelastik. Ada yang hanya membawa satu dan tak sedikit yang membawa lebih dari satu kotak.

Pengunjung pun tidak hanya dari Kota Medan, ada yang datang dari luar kota hingga dari negeri tetangga Malaysia. Sebut saja Linda (31), warga Jakarta yang membeli empat kotak Bolu Meranti sebagai oleh-oleh. “Saya tidak pernah lupa deh karena keluarga dan teman-teman di Jakarta selalu pesan Bolu Meranti. Memang rasanya beda dari bolu gulung kebanyakan,” terangnya.

Pengakuan Linda tidak lah berlebih, kue bolu yang dipajang di Jalan Meranti Medan ini telah menarik selera. Rasanya yang khas, lembut dengan mentega yang begitu kentara di lidah membuat bolu buatan Ai Ling (58) ini tak tergantikan oleh penganan sejenis. Beragam pilihan rasa yang khas pun membuat pembeli leluasa memilih sesuai selera.
Penikmat roti bisa membeli bolu meranti mulai Rp40.000 hingga Rp70.000 per potong (panjang 30 cm). Ada delapan rasa tersedia: cokelat, pandan, keju, moka, nanas, kacang, abon, dan blueberry. Pembeli bisa memilih bolu gulung dan bolu bundar dengan lubang di tengah. Tak heran bila toko itu seakan tak pernah sepi.

Seperti yang dituturkan Rika putri sulung dari Ai Ling usaha ini diawali di rumah Jalan Meranti pada 1990-an. Usaha yang dibilang tanpa sengaja karena awalnya Ai Ling hanya membuat roti untuk konsumsi keempat anaknya saat bersekolah. Kenikmatan resep Ai Ling sendiri tercium oleh ibu-ibu rekanan Ai Ling dalam arisan. Mulailah permintaan berdatangan. “Awalnya untuk sarapan kita ke sekolah. Trus teman-teman Mama di arisan mulai pesan via telpon. Karena semakin banyak pesanan yang datang, Mama pun memutuskan membuka toko di rumah,” tutur Rika.

Usaha Ai Ling makin berkembang. Pada 2004, toko berpindah ke Jalan Kruing karena toko di Jalan Meranti tidak lagi mampu menampung pembeli. Ai Ling memindahkan usahanya ke Jalan Kruing dan kini membuka cabang di Jalan SM Raja Medan tanpa melepas merek Meranti karena tuahnya terus mengalir hingga hari ini.(*)

Unjuk Rasa Coreng Organisasi

MEDAN- Pini Sepuh Pemuda Pancasila Sumut H Yan Paruhum Lubis berharap setiap kader Pemuda Pancasila menyelesaikan setiap masalah dalam tubuh organisasi dilaksanakan secara musyawarah. Dan aksi unjuk rasa sangat diharamkan dalam menyikapi sesuatu persoalan.

“Musyawarah dan mufakat menjadi jalan terbaik menyelesaikan sesuatu permasalahan di tubuh organisasi, terutama Pemuda Pancasila,” ujar pria yang akrab dipanggil Ucok Majestik ini, kemarin (25/4).

Hal ini dikatakannya saat menanggapi aksi unjuk rasa kader Pemuda Pancasila ke kantor MPW Pemuda Pancasila Sumut, Kamis (21/4) lalu. Menurutnya, aksi unjuk rasa itu merupakan sikap arogansi dan kurang paham akan organisasi. “Dan kalaupun ada permasalahan, maunya dibahas secara bersama-sama dengan wakil masing-masing. Jangan sampai aksi unjuk rasa, itu tak beritikad baik,” tambahnya.

Ucok Majestick sendiri mengaku malu terhadap aksi tersebut. Sebagai Pini Sepuh PP Sumut yang telah berjuang keras memperjuangkan dan membesarkan organisasi harus ternoda oleh aksi-aksi segelintir orang. “Ini mencoreng Pemuda Pancasila Sumut dan pimpinan organisasi,” jelasnya lagi.

Dia menduga pengunjuk rasa disusupi pihak-pihak lain yang bisa berakibat fatal dengan menimbulkan korban jiwa. Namun hingga selesainya aksi, keributan yang bisa berbuat fatal tak terjadi.

Ucok Majestick juga salut terhadap kepolisian yang bisa membuat suasana aman dan konsudif. Pintanya, Pemuda Pancasila Sumut harus mewaspadai gerakan-gerakan organisasi terlarang seperti PKI yang merupakan musuh utama bangsa dan Pemuda Pancasila. “Gerakan-gerakan PKI saat ini sudah mulai nampak, dan itu harus diwaspadai. Juga pengurus dan anggota PP Sumut harus mewaspadainya karena bisa saja masuk ke tubuh organisasi,” harapnya.
Pemuda Pancasila Sumut terbukti sebagai garda terdepan menumpas dan menghancurkan PKI di Sumut pada tahun 1965 lalu. Bersama Pendi Keling, H Yan Paruhum Lubis serta pengurus lainnya bersatu padu menumpas PKI walau sampai menimbulkan korban jiwa. “Buktikan Pemuda Pancasila Sumut menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan dan membangun bangsa,” harapnya lagi.(ade)

Jarak Keyboard Lebih Lebar

Netbook PEQUENO P10-2

Every Moment is Colorful, begitu lah tema yang diangkat dari Notebook dan Netbook lisensi Singapura ini, PEQUENO
P10-2 karena menampilkan warna cerah untuk memberikan spirit bagi penggunanya.

Dalam hal ini, C3 CUBE yang merupakan merk dagang dengan seri PEQUENO P10-2 ini memiliki kelebihan pada keyboard-nya, dimana jarak antar keyboard sangatlebar.

Indra, manager C3 CUBE  Medan mengatakan, jarak keyboard-nya lebih lebar untuk memudahkan para pemula dan orang tua mengetik. “Produk kita ini lisensi dari Singapura, tapi pabrikan Cina,” ujarnya.
Dikatakannya, dengan fitur windows 7 starter membuat tampilan depan lebih menarik dan full warna. Untuk prosesor menggunakan 2 GB DDR3 RAM sehingga lebih cepat dalam membuka aplikasi, bahkan untuk aplikasi game yang berat.

Netbook ini memiliki layar 10 inchi yang dilengkapi layar LED, sehingga tidak membuat mata pedih, walau digunakan dalam jangka waktu yang lama. “Hal ini akan lebih memudahkan bagi para pemakai game, karena biasanya permainan game membutuhkan waktu lebih dari 1 jam,” tambahnya.

Untuk wireless Lan menggunakan 802.11, sehingga lebih cepat untuk menangkap sinyal Wi-Fi ataupun internet. Sehingga lebih memudahkan bila digunakan ketika harus dibawa dari luar ruangan. “Netbook ini juga dilengkapi dengan webcam 1,3 MP. Dan tentu saja Bluetooth yang biasanya menjadi fasilitas pada setiap netbook,” paparnya.
Hal lain, netbook ini dilengkapi dengan 4 colokan untuk card reader untuk memudahkan para pemakai dalam menggunakan komputer. Sesuai dengan tema yang dikeluarkan, netbook ini memiliki warna yang cerah, mulai dari hijau, biru, merah dan hitam.

Setiap pembelian produk ini akan lebih mendapatkan garansi selama 5 tahun dan garansi 1 tahun untuk spare part. Produk ini dapat ditemukan di Mega IT Solution yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan dan juga di lantai 4 Plaza Medan Fair.

Salah satu yang menarik dari mega IT Solution, bagi para guru dan juga karyawan swasta yang mendapatkan cicilan untuk membeli produk laptop di toko ini, setiap guru dapat menyicil pembelian laptop. Syaratnya, cukup menunjukkan KTP dan KK, NIP/KARpeg dan NUPTK, atau surat keterangan penghasilan atau slip gaji guru dan SK Guru. Sedangkan harga Netbook C3 CUBE  seri PEQUENO P10-2 Rp3,7 juta. (mag-9)

Garansi 5 Tahun, Pakai Windows 7

Laptop C3 CUBE

PRODUK lainnya dari  netbook  yang masuk pasar Kota Medan adalah C3 CUBE  PROIMERO P14HR-1. Netbook ini menggunakan windows 7 premium mampu menarik perhatian.

Pasalnya, tampilan PROIMERO P14HR-1 dengan  windows 7 premium ini sangat menarik tampilannya dan termasuk dalam level premium atau kelas netbook yang lebih baik karena menggunakan windows 7. Ditambah lagi, processornya menggunakan teknologi Intel Sandy Bridge, 2GB DDR3RAM yang akan lebih mempercepat untuk aplilkasi. Indra, Manager C3 CUBE  Medan mengatakan, C3 CUBE  dengan seri PROIMERO P14HR-1 merupakan generasi terbaru dari C3 CUBE . Karena itu, fasilitas untuk notebook ini cukup lengkap, mulai dari DVD RW Super Multi, 3 in 1 card reader dan webcam 1,3 MP.  Bahkan, notebook ini dilengkapi  HDMI Port atau dengan processor yang lengkap, termasuk  untuk grafik, edit foto memiliki kekuatan yang lebih bagus. “Atau dengan kata lain, laptop ini akan dengan mudah untuk permainan game,” ujarnya.

Keistimewaan lain, sambung dia, notebook ini terletak pada keyboard nya, yaitu Chocolate Keyboard, dimana jarak antara 1 huruf  dengan huruf lainnya cukup lebar. Dengan layar 14 inchi, notebook ini juga dilengkapi dengan Bluetooth Atheros dan Wireless Atheros, sehingga akan lebih cepat dalam pengiriman data.

Notebook ini memiliki pilihan warna mulai dari biru, hijau, hitam dan merah. Notebook ini dapat dibeli di Mega IT Solution yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan dan di Lantai 4 Plaza Medan Fair Medan. Setiap pembelian Notebook ini akan diberikan garansi selama 5 tahun dan 1 tahun garansi spare part. Sedangkan untuk harga ditawar mulai dari Rp6.750.000 juta hingga Rp9.050.000 juta. (mag-9)

Raih Sertifikat COPC-2000 Pertama di Indonesia

XL Tingkatkan Kualitas Layanan Pelanggan

MEDAN-Unit Layanan Pelanggan (Customer Service/CS) merupakan ujung tombak PT XL Axiata Tbk (XL) dalam melayani pelanggan dan masyarakat.

Seiring dengan terus meningkatnya jumlah pelanggan dan ragam layanan, XL juga terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Dan salah satu hasilnya adalah CS XL menjadi satu-satunya layanan pelanggan di Indonesia dari sekitar 100 Call Center di seluruh dunia yang meraih sertifikat COPC-2000 (Customer Operations Performance Center) dari COPC Inc yang berkedudukan di Australia.

Direktur Jaringan XL, Dian Siswarini mengatakan, pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa pelanggan akan terus membutuhkan Customer Service karena layanan seluler terus berkembang, baik secara teknologi maupun produk/layanan yang ditawarkan. “Karena itu, XL pun akan selalu menempatkan unit Layanan Pelanggan ini sebagai unit yang harus memiliki standar layanan tinggi agar semaksimal mungkin dapat membantu memberikan solusi atas kebutuhan yang dihadapi pelanggan. Dan di tahun 2011 ini  XL berkomitmen memberikan BEST CUSTOMER EXPERIENCE kepada semua pelanggan kami,” ujarnya.

Sertifikat COPC-2000 diraih XL pada akhir tahun 2010. COPC (Customer Operations Performance Center) sendiri merupakan sistem standar kualitas yang diterapkan pada pengelolaan layanan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Di Indonesia, hanya Call Center XL yang sudah bersertifikasi COPC-2000. Sementara itu di seluruh dunia hanya sekitar 100 Call Center yang sudah tersertifikasi COPC-2000.

Sementara itu, upaya peningkatan kualitas layanan pelanggan terus dilakukan oleh XL, khususnya dalam hal penanganan keluhan. Dimana untuk mempermudah pelanggan mendapatkan informasi, secara bertahap XL juga menyederhanakan menu di Call Center 818. Informasi terkait produk dan program terbaru serta layanan yang paling banyak digunakan oleh pelanggan ditempatkan di menu awal sehingga pelanggan mudah untuk mengakses.
Selain itu, sejak setahun terakhir CS XL telah menjalankan program First Contact Resolution yaitu proses di mana pertanyaan/informasi/keluhan yang disampaikan oleh pelanggan dapat diselesaikan pada saat pertama pelanggan datang ke XL Center atau menghubungi Call Center 817. Melalui program ini XL menargetkan hingga 98% keluhan yang membutuhkan rujukan ke pihak lainnya bisa langsung di selesaikan oleh petugas yang menerima pelanggan.
Selanjutnya, XL juga membuka jalur khusus bagi pelanggan yang memiliki kebiasaan menggunakan layanan  tertentu saja (seperti menelepon saja, SMS/Short Message Service, atau BlackBerry), dapat memilih jalur layanan khusus di Call Center 817.

Pelanggan juga akan diberikan penawaran paket khusus dengan harga spesial. Jalur khusus juga tersedia untuk pelanggan yang membutuhkan informasi dan bantuan terkait dengan gadget seperti Blackberry, dan Smartphone lainnya. Untuk tahap berikutnya, jalur khusus seperti ini akan di terapkan juga di XL Center.

Pada menu Call Center 817, XL kini menerapkan sistem auto detect atas profil nomor pelanggan. Dengan begitu, saat pelanggan menghubungi Call Center 817, sistem yang dimiliki XL akan secara otomatis mendeteksi profil pelanggan, seperti nomor pasca bayar/prabayar, premium/regular, corporate/ personal, dealer/end user. Sistem tersebut secara otomatis akan menghubungkan pelanggan dengan petugas yang sesuai dengan profil pelanggan (sebelumnya pelanggan harus memilih menu secara manual).

XL juga menerapkan standarisasi service di semua lini kontak CS, mencakup standar contact, penampilan, culture dan personalitas. “Hangat, Ramah, dan Smart”  harus tercermin dalam sikap keseharian petugas dalam berinteraksi dengan pelanngan. Langkah awal untuk mewujudkan hal ini semua, frontlines mulai dari representatives sampai management level diberikan training seputar service excellenceI.

XL juga meninjaua ulang lokasi sejumlah XL Center. Lokasi XL Center harus strategis, di tempat yang sering dikunjungi banyak pelanggan. Hal ini untuk memastikan pelanggan mendapatkan kemudahan akses untuk mendapatkan kualitas layanank. Hingga kini di seluruh Indonesia XL memiliki 113 XL Center dan 24 Xperience Land (layanan khusus bagi pelanggan BlackBerry XL) untuk melayani lebih 40,4 juta pelanggan. (ila)

Telkomsel Luncurkan Smartphone NOX.X

MEDAN -Telkomsel bersama PT Cahaya Citra Infocomm (CCI) memperkenalkan produk smartphone NOX.X pertama di Indonesia. Pelanggan yang membeli paket smartphone Android NOX.X Terminator dan NOX.X in Black yang di-bundle dengan perdana simPATI freedom dapat menikmati gratis paket data TELKOMSELFlash selama 6 bulan.
Permintaan pasar Indonesia akan aplikasi data yang mendukung layanan multimedia dan jejaring sosial pada ponsel saat ini tumbuh sangat signifikan. Telkomsel dan NOX.X tertantang untuk mengembangkan dan memperkenalkan paket bundling smartphone Android berkualitas dengan harga terjangkau sekaligus menghadirkan user experience Android ke tingkat yang berbeda.

GM Device Bundling Management Telkomsel Heru Sukendro mengatakan, Telkomsel  terus berupaya menyediakan pilihan paket smartphone Android yang lebih beragam untuk memenuhi kebutuhan mobile lifestyle masyarakat. Harapannya, lebih banyak masyarakat yang mengenal layanan Android dengan mengeksplorasi serta menikmati pengalaman menggunakan smartphone Android didukung jaringan berkualitas Telkomsel.

Smartphone NOX.X Terminator dan NOX.X in Black dirancang khusus untuk menghadirkan kenyamanan dalam menggunakan layanan multimedia seperti YouTube dan layanan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan Foursquare. Penggunaan platform Android untuk menampilkan aplikasi-aplikasi tersebut jauh lebih intuitif dibandingkan dengan platform lain.

NOX.X Terminator dan NOX.X in Black memanfaatkan sistem operasi Android 2.2 Froyo yang bisa di-upgrade menjadi Android 2.3 Gingerbread. Kecanggihan kedua smartphone ini juga didukung teknologi GSM/GPRS/EDGE, serta dilengkapi fitur Wi-Fi 802.11b/g, Bluetooth 2.1 + EDR, radio FM wireless, kamera 2 megapiksel, G-Sensor, accelerometer, dan A-GPS. Melalui kedua smartphone Android ini, pelanggan juga bisa mengunduh lebih dari 300.000 aplikasi menarik yang tersedia di Android Market.

NOX.X Terminator merupakan smartphone dengan layar sentuh HVGA berukuran 3,2 inci yang dilengkapi trackball untuk navigasi. Paket yang dijual hanya dengan harga Rp 1.299.000 ini diperuntukkan bagi kalangan remaja, pelajar, dan mahasiswa. Sementara itu, NOX.X in Black memiliki layar sentuh kapasitif HVGA berukuran 3,5 inci. Dengan desain lebih ramping dan elegan, smartphone yang dihadirkan khusus bagi segmen profesional muda dan sosialita ini dapat diperoleh dengan harga Rp 1.699.000.

Pelanggan yang membeli paket bundling simPATI freedom-NOX.X dapat menikmati gratis paket data TELKOMSELFlash sebesar 125 MB di bulan pertama.  Hanya dengan melakukan isi ulang pulsa minimal Rp50.000 perbulan,  langsung dapatkan gratis paket data TELKOMSELFlash 175 MB setiap bulan pada bulan kedua hingga keenam. Selain itu gratis 100 SMS ke semua operator, SMS Emoticon, Nada Sambung Pribadi (NSP), ringtone, games, dan wallpaper di  paket perdana simPATI freedom. (sih)