Home Blog Page 15583

Sering Dimaki karena tak Kerja

Suami Bunuh Istri dan Mertua

MADINA- Roichandra Siregar (27) alias M Aswan Hadi tersangka pembunuhan istri dan mertua mengaku khilaf. Ia mengaku perbuatan itu dilakukan karena sering dimaki istrinya gara-gara tak punya kerja.

Perbuatannya tersangka mengakibatkan istrinya Hamidah (30) dan mertuanya Misikem (70) meninggal dunia. Sebelum membunuh istrinya, tersangka mengaku dicaci maki oleh istrinya dengan kalimat kasar. Kemudian tersangka tak tahan dan mengku khilaf sehingga tersangka melayangkan pukulan ke tubuh istrinya, Senin (18/4) lalu sekira pukul 10.00 WIB di di rumah yang ditinggali korban dan tersangka di Dusun 3 Desa Bintungan Bajangkar, Kecamatan Batahan, Kabupaten Madina.

Roichandra yang mengaku belum memiliki pekerjaan tetap setelah menikahi korban 3 bulan lalu, ia mengaku sering bertengkar dengan istrinya yang sebelumnya berstatus janda 2 anak.

Sebelum kejadian, di ruang tengah rumah korban, setelah memukul kepala istrinya, tersangka mengambil gagang cangkul dan dihantamkan ke kepala istrinya sehingga istrinya terjatuh. Melihat kejadian itu, mertuanya yakni Misikem keluar dari kamar rumah dan spontan berteriak melihat yang terjadi.

“Setelah saya menghantamkan gagang cangkul ke kepala istri saya, mertuanya saya datang dan menjerit histeris. Saat itu saya kalap sehingga mertua saya juga akhirnya saya pukul dengan kayu itu. Seingat saya dua kali ke kepalanya. Setelah keduanya benar-benar terjatuh dan saat itu saya lihat masih bernyawa tetapi pingsan saya ikat kaki tangan keduanya dengan tali nilon dalam kondisi bersimbah darah saya tinggal keduanya di tempat itu juga dan keluar rumah untuk lari. Setibanya di perkampungan saya temui mertua laki-laki saya Jarimin (75)  untuk meminjam sepedamotornya dengan alasan mau jalan ke Sinunukan. Mertuanya saya memberikannya, kemudian saya lari mau menuju Medan,” terang Roichandra kepada wartawan di depan ruangan SPK sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan, Rabu (20/4) kemarin.

Pelaku mengaku selama ini tinggal di Simpang Limun Medan juga tidak memiliki pekerjaan yang tetap sebelum menikah dengan korban. Dirinya kenal dengan istrinya itu berawal dari kenalan di telepon seluler dalam hitungan bulan. Di mana dari hasil komunikasinya keduanya sepakat untuk merajut rumah tangga meskipun Hamidah telah pernah gagal dalam membina rumah tangga dan memililiki 2 orang anak dan saat ini telah bersekolah di SDN setempat.

“Kami baru nikah 3 bulan yang lalu Pak, tetapi setelah menikah saya belum memiliki pekerjaan tetap dan sering bertengkar karena istri saya sering menuduh saya laki-laki tak berguna dan tak bisa memberi nafkah, saya merasa sakit hati,” tambahnya lagi seraya mengaku dia menyesal dengan kejadian.

Sementara Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte saat ditemui METRO didampingi Kasat Reskrim AKP SM Siregar SH menjelaskan bahwa pelaku ditangkap di daerah Labuhan Batu atas hasil kerja sama dengan Polres Madina.
Polres Madina menerima informasi dan langsung di hari kejadian melakukan pengejaran. Sedangkan motif sesungguhnya dalam kasus ini masih sedang didalami dan sementara atas hasil keterangan mertua laki-laki tersangka, pasangan suami istri ini yang masih 3 bulan setelah menikah sering cekcok dalam rumah tangga.(wan/smg)

Aek Congke Meluap, 30 Rumah Terendam

SIDIMPUAN- Sebanyak 30 rumah di Lingkungan 4 Kelurahan Losung Lingkungan 1 Kelurahan Aek Tampang dan Kelurahan Wek 5 Kecamatan Psp Selatan terendam air setinggi lutut orang dewasa, Rabu (20/4) pukul 15.00-17.00 WIB.Kepala Lingkungan 4 Kelurahan Losung, Burhan Simatupang Rabu (20/4) kemarin menjelaskan, kejadian ini sudah biasa dialami warganya khususnya pada saat hujan deras.

Hal ini menurutnya dikarenakan saluran parit atau drainase tidak sanggup menampung air hujan dan aliran kali Aek Congke yang melewati 3 kelurahan itu. Di mana dengan lebar hanya sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 80 centimeter, kalau air meluap maka tidak tertampung dan meluber ke rumah warga ataupun jalan.

Dijelaskannya saat kejadian warga memilih bertahan di rumah sampai air surut, meskipun tidak ada korban jiwa, namun kejadian ini selalu merugikan warga secara materi, karena rumah rusak dan kotor.

Atas nama masyarakat, ia meminta pemerintah untuk memperhatikan keluhan mereka agar kejadian sama tidak berulang, karena dampaknya merugikan warga.

Irsan lubis (60) warga Kelurahan Wek 5 saat ini tidak bisa menyeberangkan sepeda motornya karena jembatan kelapa dan kayu yang terbentang di atas Aek Congke saat air meluap rusak terbawa air. Padahal menurutnya hanya sarana itu satu-satunya untuk bisa menuju atau keluar dari rumahnya.

R Kamal (40) warga Gang Bengkel Lingkungan 1 Kelurahan Aek Tampang menambahkan, harapannya agar pemerintah peduli dan mau mempertinggi dinding drainase, karena dengan lebar sekitar 2 meter dan saat normal sekitar 1,5 meter Aek Congke yang melintas tepat di tengah-tengah pemukiman warga sangat berbahaya jika dindingnya tidak ditinggikan terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. (phn/smg)

Usai UN, Siswi SMA Dikeroyok Teman

LANGKAT- Peristiwa tragis terjadi di SMAN 1 Stabat Kabupaten Langkat. Pasalnya, seorang siswi bernama Lia (17) siswi kelas III IPA, babak belur dihajar teman-temannya usai melaksanakan Ujian Nasional (UN), Selasa (19/4) sekira pukul 13.00 WIB.

Keterangan yang berhasil dihimpun koran ini, Rabu (20/4) menyebutkan, kejadian buruk menimpa Lia ini, berawal dari ketidakmampuannya untuk membeli sebuah buku seharga Rp25 ribu sebagai cindera mata (kenang-kenangan) buat sekolah dimaksud, mengingat korban akan tamat sekolah.

Karena tidak mampu mengadakan buku tadi, anak pedagang bakso ini pun, mendapat ejekan dari teman-temannya. Tersinggung dengan ejekan teman-temannya itu, Lia pun membalas ejekan dan keributan kecil pun tidak terhindarkan lagi. Melihat kondisi anaknya babak belur, Iyah (36) ibu korban tak senang dengan perlakuan teman-teman korban dan melakukan visum et revertum ke rumah sakit dan mendatangi kembali sekolah untuk meminta pertanggungjawaban pihak sekolah.

”Kata anak saya, dia dipukuli teman-temannya karena memiliki utang perputakaan Rp25 ribu,” kata Iyah. ”Waktu itu, dia dipukuli, diinjak-injak dan dijedutkan ke dinding kelas hingga wajah dan tubuhnya memar,”sambung dia.
Kepala SMAN 1 Stabat Syafruddin, ketika ditemui membenarkan adanya peristiwa dimaksud. Dirinya mengaku, sudah memanggil orangtua korban dan memanggil sejumlah siswi yang melakukan pemukulan. ”Kita sudah undang orangtua korban dan memanggil siswi yang terlibat,”ujarnya.

Mengenai motif pengeroyokan, Syafruddin mengatakan, kalau pertikaian berawal dari saling ejek antara siswi. Dia membantah perkelahian tidak sepadan tersebut dikatakan sebagai pengeroyokan. ”Masalah sepele, namanya anak-anak saling ejek, tapi bukan pengeroyokan, cuma pemukulan biasa saja,”bantahnya.
Mengenai adanya pungutan perputakaan Rp25 ribu, Kasek berbadan tegap ini tidak menampik hal tersebut. Menurut dia, pembelian buku perpustakaan itu, semata-mata kesepakatan siswa sebagai wujud cindera mata kepada sekolah. ”Jadi tidak ada paksaan,”kilahnya.(ndi)

Jalan Kaki Tanpa Busana

BINJAI– Diduga sehabis mengkonsumsi narkoba, bersama dua orang lelaki yang dikenal, seorang wanita berstatus janda berinisial Y (38) warga Rambung Barat, Binjai Selatan, ditemukan warga berjalan kaki hanya mengenakan bra dan celana dalam. Y  keluar dari sebuah mobil pribadi di kawasan perladangan kebun singkong Desa Pondok Seng, Hamparan Perak, Deli Serdang, Rabu (20/4).

Sumarno ( 43) warga sekitar yang pertama kali melihat wanita tersebut hanya mengenakan bra dan celana berjalan seorang diri tanpa mengenakan alas kaki dan dia  meminta perlindungan terhadap warga, keluar dari perladangan singkong di atas lahan milik PTPN II Desa Pondok Seng, Hamparan Perak, Deli Serdang. “Waktu itu sekira jam tujuh pagi pas karyawan kebun masuk kerja, melihat ada mobil terjebak di tengah areal kebun ubi dan ada seorang wanita yang keluar,” katanya.(win/smg)

Berdayakan Perempuan

SERGAI- Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) menggelar pelatihan Tim Penggerak dan Ketua Kelompok-Kelompok PKK (TPK3-PKK) bagi Tim Penggerak PKK desa se Kabupaten Sergai tahun 2011 di Aaula Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (20/4).

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua TP PKK Sergai Ny. Hj. Evi Diana Erry Nuradi, Wakil Ketua TP PKK Ny. Hj. Marliah Soekirman, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sergai Ny. Hj. Imas Haris Fadillah, dan Ketua TP PKK Kecamatan se- Kabupaten Sergai.

Bupati Sergai Ir. H.T Erry Nuradi Msi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Ifdal, S.Sos mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut merupakan pembelajaran bagi para kader PKK sebagai sumber daya manusia yang cukup banyak jumlahnya tersebar di seluruh Kabupaten Sergai.

SDM yang terdiri dari kaum ibu dan wanita ini merupakan potensi yang cukup strategis perlu dilibatkan untuk berperan aktif dalam pembangunan desa, kecamatan maupun kabupaten. Kaum ibu juga berfungsi sebagai motor penggerak bagi keluarga yang harus terus dilatih dan ditingkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam memberdayakan dan mensejahterakan keluarganya,ungkapnya.

Para keluarga menurut Bupati Erry Nuradi sangat penting untuk diberdayakan, harus dimampukan untuk melaksanakan fungsi sosial, keagamaan, pendidikan, reproduksi dan fungsi-fungsi lainnya, disinilah peran utama TP PKK untuk menjadikan keluarga-keluarga  menjadi keluarga yang sehat dan sejahtera.

Dengan mengikuti pelatihan ini, para Kader PKK di desa dan kecamatan akan mendapatkan pengetahuan sehingga mampu melaksanakan gerakan 10 program pokok PKK di desa masing-masing, untuk itu diharapkan kepada Tim Penggerak PKK baik tingkat kabupaten maupun kecamatan supaya memperbanyuak kegiatan pembinaan di desa agar pengurus PKK terlatih secara keseluruhan. harap Bupati.

Sementara itu pada kesempatan sama Ketua TP PKK Sergai Ny. Hj. Evi Diana Erry dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas Tim Penggerak PKK ke depan dari tahun ke tahun terus berkembang seiring dengan perkembangan pembangunan sekarang ini, maka anggota PKK dituntut untuk lebih terampil dan berkualitas dalam pengelolaan maupun pelaksanaan 10 program pokok PKK di desa dan kelurahan masing-masing dan tetap bekerja dengan penuh kesungguhan dan memperhatikan kebutuhan dari para anggotanya.

Ny. Evi Diana Erry Nuradi minta kepada para ibu Ketua TP PKK Desa untuk berkoordinasi dan menampung usul dan saran dari ketua kelompok PKK dusun yang berasal dari kelompok dasa wisma di dusunnya supaya dapat merencanakan kegiatan-kegiatan sesuai prioritas dan kebutuhan anggotanya.

Sedangkan Ny. Hj. Marliah Soekirman selaku ketua penyelenggara melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 170 orang terdiri dari anggota Tim Penggerak PKK Desa dari desa percontohan PKK, Desa PT. P2W-KSS, dan desa menuju lokasi wisata tahun 2011.

Pelatihan ini materi antara lain pentingnya gerakan PKK dalam rangka mensejahterakan keluarga, penerapan 10 program pokok PKK yang diaplikasikan melalui program empat Pokja dan peran Tim Penggerak PKK dalam memberhasilkan program kabupaten layak anak. (mag-15)

Ratusan Kakao Dipangkas

RAYA BOSI- Ratusan kakao yang diserang ulat bulu di Nagori Raya Bosi Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun dibersihkan dengan cara memangkas dan menyemprot insektisida. Tindakan ini dilakukan guna mencegah meluasnya wabah ulat bulu ini ke tanaman lain yang ada di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 08.00 WIB Rabu (20/4), delapan warga Raya Bosi  dibawah arahan staf Dinas Perkebunan terlihat melakukan pembersihan lahan (sanitasi), pemangkasan dahan-dahan yang tidak produktif dan juga melakukan penyemprotan dengan insektisida.

Langkah pertama, dahan dipangkas, kemudian sisa daun dan dahan  yang berjatuhan ini dibersihkan, selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan insektisida jenis forte gold 500 cc berbentuk cairan.
Saat dilakukan penyemprotan, tidak berselang lama, puluhan ulat bulu ini berjatuhan ke tanah. Dalam satu batang kakao terdapat 50 ulat bulu.(ral/smg)

Jalinsum Rusak Parah

TEBING TINGGI- Jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Medan-Kisaran tepatnya di Jalan Prof HM Yamin Kota Tebing Tinggi, sepanjang satu kilometer rusak parah.

Kondisi ini membuat beberapa warga mempertanyakan mengapa jalan provinsi ini lambat penanganannya. Bahkan, jika hujan, banyak pengendara sepeda motor dan mobil terjebak di jalan yang berlobang itu.

Iwan (25) warga setempat yang sehari-hari penarik betor mengungkapkan, jalan yang berlobang ini kedepan bisa memakan korban jiwa, apabila hujan datang maka lobang-lobang yang kedalamannya hampir 40-50 cm banyak menjebak para pengendara. “Sudah banyak korban, ada sepeda motor yang masuk lubang mengalami kerusakan,” ungkapnya.  Lain halnya pengakuan Buyung (35) yang juga warga setempat. Apabila pemerintah provinsi, tidak tanggap maka warga akan menanam pohon pisang di tengah jalan.  Kadis PU Kota Tebing Tinggi, Drs Nurdin  menyatakan jalan yang rusak itu tanggungjawab provinsi. Sejauh ini, Pemko Tebing Tinggi belum menerima bantuan kapan jalan diperbaiki. (mag-3)

Mereka Tetap Membandel

700 Ekor Babi di Medan Labuhan Belum Ditertibkan

Ternak kaki empat, tepatnya babi, masih saja menjadi masalah di Kota Medan. Berulang kali sudah dilakukan pendekatan persuasif dan sebagainya oleh Pemko Medan, namun tetap saja belum berhasil. Penertiban dilakukan, peternak pun melawan.

Buktinya, sekitar 700 ekor babi di Kecamatan Medan Labuhan sampai saat ini belum juga ditertibkan. Sebelumnya pada saat tim yang tergabung dari Dinas Pertanian dan Kelautan, Pihak Kecamatan dan juga Satpol PP melakukan penertiban di Kelurahan Martubung dan Sei Mati mendapatkan perlawanan dari warga sekitar, Selasa (19/4).
Camat Medan Labuhan, Zein Noval saat ditemui di ruangannya, mengatakan warga menolak untuk ditertibkan dengan menghadang petugas Satpol PP dan melempari petugas dengan batu.

“Sudah hampir setahun warga diimbau untuk segera memindahkan hewan ternaknya sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Larangan dan Pengawasan Usaha Peternakan Hewan Berkaki Empat di Kota Medan. Pada saat warga mengeluhkan ganti rugi, kami sudah memberikan ganti rugi, namun ada juga warga yang tetap bertahan dan tidak mau ditertibkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk Kecamatan Medan Labuhan populasi babi sekitar 700 ekor. Jumlah tersebut berasal dari 3 kelurahan yakni Kelurahan Sei Mati, Martubung dan juga Pekan Labuhan.

Untuk kelurahan Sei Mati ada sekiitar 108 KK, Kelurahan Martubung 40 KK sedangkan Pekan Labuhan ada sekitar 9 KK. “ Paling banyak itu di Kelurahan Sei Mati yang berada di Lingkungan 18, 17 dan juga 15,” jelasnya.

Contohnya dari 108 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Sei Mati hanya 10 KK saja yang mau mendatangi dan menerima biaya ganti rugi pemindahan. “Nah, sisanya mereka (warga) tidak mau dengan alasan hewan peliharaan adalah sebagai mata pencahariannya. Ada dugaan, bentrok yang terjadi kemarin (Selasa, Red) ada yang memprovokasi warga hingga menimbulkan tindakan anarkis. Tetapi kita tetap berkoordinasi dengan dinas terkait untuk terus melakukan penertiban di kelurahan tersebut,” papar Zein Noval.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pihaknya sudah berkali-kali mengimbau agar warga memindahkan hewan ternaknya. “Bahkan, kami sudah memberikan surat pemberitahuan kepada warga untuk penertiban tersebut, namun mereka tetap membandel,” tambahnya.

Zein Noval mengatakan bahwa pihaknya belum tahu kapan akan dilakukan penertiban babi di tiga kelurahan tersebut. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil rapat evaluasi dari Pemko Medan.  “Kami hanya bisa menunggu  keputusan dari tim, kapan akan dilakukan penertiban lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan (Kadistanla), Ir Wahid, mengungkapkan bentrok yang terjadi antara warga dan petugas penertiban sudah sering terjadi. “Namun kita akan menggelar rapat evaluasi dengan Pemko Medan dan seluruh jajaran terkait. Salah satu bahasan dalam rapat evaluasi yakni akan ditambahnya jumlah petugas Satpol PP. Hal ini dilakukan untuk mencegah amukan warga yang bertindak anarkis dengan melemparkan batu pada petugas,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan dengan bentrok antara warga dan petugas yang terjadi kemarin, jumlah petugas sangat sedikit daripada warga yang mengamuk.

Penambahan personel petugas Satpoll PP sangat perlu dilakukan untuk lancarnya penertiban hewan ternak sesuai dengan Perda Nomor 23 Tahun 2009 tentang Larangan dan Pengawasan Usaha Peternakan Hewan Berkaki Empat.(mag-11)

Distanla Siapkan Strategi Lain

Mendapat perlawanan dari masyarakat saat melakukan penertiban babi di Medan Labuhan, Selasa (19/20) lalu, akhirnya membuat Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali mengulur waktu untuk melaksanakan tindakan lanjutan.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Kadistanla) Kota Medan Ir Wahid kepada Sumut Pos, Rabu (20/4). “Besok (hari ini, Red) kita rapatkan. Sekalian mau nyusun strategi lagi. Kita akan menurunkan tim penuh nanti, saat penertiban lanjutan,” katanya.

Terkait rusuhnya penertiban babi di Medan Labuhan tepatnya di Kelurahan Martubung, sebenarnya yang membuat rusuh bukanlah para peternak, melainkan warga.

“Di Martubung itu yang menjadi peternak ada 10 Kepala Keluarga (KK). Kalau peternak sudah bersedia, tapi warga di perbatasan Martubung dengan Sei Mati yang membuat rusuh. Makanya, nanti di rapat akan kita bahas strateginya lagi. Setelah itu, baru kita lanjutkan penertiban. Karena di sana populasinya tidak terlalu besar,” terangnya.

Wahid juga memastikan, populasi ternak kaki empat di Kecamatan Medan Deli yang ditertibkan, Selasa (19/4) lalu telah selesai secara keseluruhan. “Di Medan Deli sudah siap semuanya,” tuturnya.

Dari jadwal yang ada sebenarnya, sambung Wahid, setelah selesai di Medan Labuhan nantinya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana melakukan penertiban di Kecamatan Medan Belawan. Di kecamatan ini, jumlah populasinya juga relatif besar di atas seribu ekor lebih. “Di Marelan cukup besar, kira-kira lebih dari seribu. Angka pastinya saya lupa,” cetusnya.

Untuk penertiban di Medan Denai, Wahid belum bias memastikan. “Untuk yang di Medan Denai, akan ditertibkan. Tapi nanti setelah di kecamatan lain selesai,” ungkapnya. (ari)

Beli Voucher Listrik

081533323xxx

Bapak Pimpinan PT PLN Wilayah Sumut yang terhormat.
Saya mau tanya, dimana ya saya bisa membeli vocher listrik pra bayar?

Ada di Jaringan Elektronik

Voucher isi ulang listrik dapat dibeli oleh pelanggan memiliki nominal Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp 100 ribu, Rp500 ribu dan Rp1 juta dan dapat diperoleh melalui seluruh jaringan elektronik dan kantor cabang Bank Mandiri.

Selain Bank Mandiri, bank lain yang berpartisipasi dalam penyediaan layanan penjualan voucher listrik prabayar adalah BRI (payment point), Bukopin (ATM dan internet banking), NISP (ATM dan payment point), Artha Graha (payment point), dan BPR KS (ATM dan payment point).

Raidir Sigalingging
Deputi Manager Komunikasi PT PLN Regional I