27 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 15618

Tak Diberi Jamsostek

085296322xxx

Yth Disnaker Medan mohon di tindak pengusaha Rumah makan Famili Hotel Ibunda Medan, karena tidak membayar upah sesuai UMP dan tidak ada Jamsostek untuk seluruh karyawannya, memecat/memberhentikan karyawannya sewenang-wenang  tanpa pernah memberi pesangon.

Buat Laporan Tertulis

Terimakasih laporannya, kami akan cek terlebih dahulu, tapi kami berharap agar dibuat laporan tertulisnya ke instansi kami. Sehingga, kami memiliki dasar untuk menindak lanjutinya ke manajemen. Terimakasih.

T Irwansyah, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan

Upah Pungut Dipotong

082168145xxx

Yth Bapak  Sekda sebelumnya kami ucapkan trim kasih pada harian Sumut Pos yang memuat sms kami ini. Pada dasarnya kami juga ingn mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan kami yang telah membuka jalan, mengirimkan sms kepada Bapak  Sekda  hingga tetap kami di keluarkan. Disini kami ingin minta tolong sama Pak Sekda agar sudi kiranya untuk memeriksa pembagian UP (Upah Pungut)/ Insentif kami karena sejak ada pemberitaan di harian Sumut Pos sepertinya Kadis kami mulai takut dan pembagian UP di tr IV mulai normal tapi bagaimana nasib UP kami sebelumnya di triwulan 1, 2, dan 3 yang kami dapat  hanya setengah bulan gaji dalam 1 bulan, tapi setelah TPP kami masuk koran bisa di baginya lebih dari 1 bulan gaji. Bapak Sekda yth tolonglah di cek, bagaimana pembagiannya dan berapa di cairkan dari Biro Keuangan karena pembagian sama kami tidak ada kami tanda tangani, coba tolong di cek Pak kenapa setelah pencairan 3 triwulan sekaligus, staf bendahara rutin ada yang langsung beli rumah Rp500 juta, padahal dia baru saja di angkat jadi PNS, ada lagi yang beli ruko Rp700 juta dan lain-lain. Ada apa di balik semua ini? Pak Sekda tolong di cek semua tanda tangan kami mungkin ada pemalsuan.

Kami Telusuri

Terimakasih laporannya, bila benar ditemukan adanya pemalsuan tandatangan, tentunya sudah masuk ke ranah hukum. Jadi saya akan cek dan menelusuri apa yang terjadi terkait upah pungut ini, kemudian saya akan panggil Kepala Dinas Pendapatan mengenai pemotongan upah pungut ini.
Mulai sekarang, saya minta jangan ada pemotongan dalam bentuk apapun kepada pegawai, kecuali potongan pajak atau potongan lainnya yang diatur dalam peraturan berlaku.

Rahmatsyah
Plt Sekda Pemprovsu

Perkokoh Peran Mahasiswa Lewat Tulisan

Pendidikan dan Latihan Dasar Jurnalistik di Universitas Sumatera Utara (USU)

Peranan mahasiswa sebagai agen perubahan sangat lah dibutuhkan dalam situasi saat ini. Salah satunya lewat pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam tulisan untuk memberikan informasi kepada masyarakat menuju perubahan yang lebih baik.

INDRA JULI, Medan

Belakangan ini, mahasiswa seolah kehilangan tujuan itu tadi dan lebih memilih tenggelam dalam studi dan rasa apatis terhadap lingkungan sekitar. Semua karena ketidaktahuan ingin melakukan apa. Nah beranjak dari hal tersebut, dua organisasi mahasiswa ekstra kampus yang tergabung dalam kelompok Cipayung, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Sastra USU dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat Fakultas Pertanian USU menyelenggarakan Pendidikan Dan Latihan Dasar (Diklatsar) Jurnalistik di Universitas Sumatera Utara (USU), beberapa hari lalu.

Sesuai dengan asal kedua organisasi tadi, kegiatan sendiri digelar di dua lokasi yaitu Aula Soeratman Fakultas Pertanian USU kemudian siangnya acara berlanjut di Gedung Pagelaran Fakultas Sastra USU. Selain mendapat antusias 50-an mahasiswa pesertanya, kegiatan yang oleh panitia menunjuk Kelas Jurnalistik Indonesia (KeJI) sebagai pengelola dan didukung salah satu harian Nasional ini sekaligus menciptakan sejarah di kegiatan kemahasiswaan.

Salah seorang peserta bahkan mengaku bangga mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapat arah baru dalam melakoni perannya sebagai mahasiswa, para peserta juga saling berkenalan dengan rekan-rekan seperjuangan dari organisasi yang berbeda. Interaksi yang penuh warna. “Kita sangat bersemangat mengikuti kegiatan itu karena di satu sisi mendapat pengetahuan tentang menulis juga menambah perkenalan yang nantinya sama-sama berjuang untuk sebuah perubahan,” ucap Ibnu Sina, peserta dari Fakultas Sastra USU.

Menurut ketua umum HMI Komisariat Fakultas Sastra USU Dedi Rahmad Sitinjak di dampingi ketua GMKI Fakultas Pertanian USU, pelatihan tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada anggota kedua organisasi ekstra kampus tersebut guna mendapatkan keterampilan menulis dengan kaidah jurnalistik. “Semoga pengetahuan tadi berkembang kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya. Sehingga peran mahasiswa sebagai motor perubahan di tengah-tengah masyarakat bisa dikembalikan,” ucap keduanya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, KeJI mengundang tiga pelatih, yaitu Rizal R Surya dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut menjadi pembicara pertama yang menyajikan materi Perkembangan Sejarah Pers di Sumatera Utara sejak zaman kolonial hingga saat ini. Pemateri kedua Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan Rika Yoesz yang menyajikan materi Kode Etik Jurnalistik dengan tujuan membekali para peserta pengetahuan tentang kaidah-kaidah menjadi seorang jurnalis handal namun tetap beretika.

Sementara pemateri ketiga, Arifin Saleh Siregar, seorang dosen di Universitas Muhamamdiyah Sumatera Utara (UMSU) menyajikan berita dan ruang lingkupnya sebagai bekal keterampilan peserta usai mengikuti Diklatsar tersebut. Dalam paparannya Arifin memotivasi peserta untuk belajar menulis dalam kaidah jurnalisitik. Terutama menulis hal-hal yang unik dan menarik yang terjadi di sekitar para peserta. Menurutnya, menulis itu sebenarnya mudah dan ringan apabila seseorang itu mengetahui tekniknya dengan baik.

Menurutnya, seorang wartawan itu sebenarnya hanya diperbolehkan menulis apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar saat ia melakukan liputan dan mencari berita. “Ketika seorang wartawan melakukan liputan tentunya ia akan meliput berbagai macam peristiwa seperti demonstrasi, pelantikan, seminar, wisuda atau peristiwa luar biasa misalnya bencana alam, kebakaran bahkan launching suatu produk, apa yang harus ia lakukan adalah mendengarkan para pelaku peristiwa, atau setidaknya saksi mata, pihak berwenang serta berusaha memperoleh dokumennya atau juga dengan mengamati peristiwa itu saat berlangsung,” urainya.

Ia menyebutkan, untuk mendapatkan berita yang baik seorang wartawan harus memahami rumusan 5W (what, where, when, who, why) + 1H (how). Sebab hal itu mutlak diperlukan dalam suatu tulisan jurnalisitik, guna memudahkan proses penyuntingan maupun memudahkan pembaca memahami suatu peristiwa yang dituliskan dalam sebuah media massa. Hal ini kata dia, guna memudahkan pembaca mendapatkan informasi dalam tulisan wartawan tersebut.(*)

Janji Tekan Jumlah Penduduk

MEDAN- Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Gatot Pudjo Nugroho ST menegaskan perlu komitmen yang kemudian dikuatkan dengan perjanjian menekan laju pertumbuhan penduduk.

Pernyataan ini dikemukannya saat memberi sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, di Hotel Madani, Selasa (1/3).

Menurutnya, lonjakan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mengancam mengganggu banyak sektor, tak terkecuali sektor pembangunan dan ketahanan pangan yang saat ini isunya sudah mengglobal. Sesuai dengan tupoksinya. Rakerda BKKBN harus menghasilkankomitmen dan perjanjian untuk mewujudkan penduduk sehat dan terkendali.  “Jumlah penduduk sangat erat kaitannya dengan ketersediaan sandang, pangan dan papan yang menjadi kebutuhan setiap orang,”sebutnya.

Deputi KS/PK BKKBN Pusat, Pranoto mengatakan selama 2010  Sumut berhasil menuai prestasi menekan jumlah penduduk. (mag-7)

Mitsubishi Strada Triton, Mobil Pejantan Tangguh

MEDAN- Mitsubishi Strada Triton memang dirancang untuk kaum adam pe cinta petualang. Makanya mobil ini dikalim sebagai mobil untuk pejantan tangguh. Marketing Executive PT Sumatera Berlian Motors Doni mengatakan,  interior mobil ini cukup lapang . Bagian interiornya ber warna hitam. Kesan mewah ditambah pada lampu speedometer dan tombol lain berwarna merah. “Fungsinya untuk memantau keadaan mobil walau tanpa ada penerangan. AC-nya berjalan secara otomatis. Bangkunya nyaman dan dilengkapi dengan sisi berwarna merah,” ujar Doni.

Pada eksterior,  kata Doni, didesain kokoh dan mewah. Ini terlihat pada body-nya. Body-nya didukung teknologi RISE Body (Reinforced Impact Safety Evolution). Yakni, bila terjadi tabrakan, body dapat melindungi keselamatan penumpang. Gear-nya juga lebih sporty. Kabinnya juga lapang . “Mobil Mitsubishi Strada Triton ini sangat digandrungi sehingga mobil ini banyak menguasai jalanan di Kota Medan” ujarnya.

Kata Doni, untuk jarak melakukan manuver, Mitsubishi Strada Triton tertinggi di kelasnya, dimana minimum turning hanya 5.9m, sedangkan kompetitor berkisar 6.1m. Artinya, dapat melakukan manuver walau di jalan sempit.   Pada remnya menggunakan Ventilated Disc 16″Brake, dimana piringan rem berventilasi, memberikan daya cakram lebih baik saat pengereman. “Untuk rem juga didukung ABS dan EBD yang mencegah terkuncinya rem pada saat berhenti mendadak dengan pengendalian tinggi,” kata dia.

Strada Triton menggunakan mesin 2.5 Liter DI-D Common Rail DOHC dan didukung 16 Valve Intercooler Turbo. Mobil ini mengadopsi sistem mesin common rail, menghasilkan tenaga besar pada kecepatan rendah dengan penggunaan bahan bakar yang efisien.

Sedangkan Intercooler Turbocharger dengan kipas ganda menghasilkan udara yang lebih banyak dan lebih cepat ke dalam saluran intake, dimana makin banyak udara yang masuk maka makin besar tenaga yang dihasilkan. Harganya Rp373.800.000 hingga Rp384.800.000.(mag-9)

SMP Primbana Medan Berkonsep Persuasif dan Kooperatif

Dalam proses pembelajaran tak lagi dibenarkan adanya unsur kekerasan yang dilakukan terhadap siswa oleh guru. Konsep persuasif dan kooperatif kini lebih banyak digunakan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan siswa di kelas. Konsep ini pula yang diusung SMP Primbana Medan.

Kepala SMP Primbana Medan Erika Verawati Bangun SSi mengatakan dengan konsep persuasif diharapkan siswa bisa lebih mudah menerima pelajaran dengan sikap guru yang lebih kepada bujukan untuk belajar. “Dengan konsep ini pula guru bisa lebih mendalami sistem pengelolaan tindakan kelas yang memang sangat penting dimiliki seorang guru. Jadi kedua pelaku pendidikan ini masing-masing mendapatkan manfaat,” katanya, Rabu (2/3).
Dengan konsep persuasif ini pula, lanjutnya, sekolah bisa memberikan ruang lebih kepada orangtua siswa untuk memperhatikan anak-anaknya.

“Karena, jika siswa tak berubah dengan cara persuasif ini, kami akan berkoordinasi dengan orangtua untuk mencarikan solusi. Dengan begitu, target untuk memberikan pendidikan yang layak dan meningkatkan mutu pendidikan siswa yang sama-sama ingin dicapai oleh sekolah dan orangtua tak terkendala,” terang Erika.
Sementara itu, konsep kooperatif juga sekaligus dilaksanakan di kelas. Konsep ini berupa komunikasi dua arah, baik dari guru ke siswa maupun sebaliknya. “Jadi konsep lama tak lagi digunakan seperti ceramah oleh guru dan siswa mencatat. Guru lebih diarahkan untuk menjadi fasilitator sekaligus moderator dalam penggalian ilmu oleh siswa,” tutur Erika.

Erika juga menjelaskan, untuk mendapatkan itu semua, pihaknya juga memberikan pelatihan-pelatihan dan workshop kepada guru seputar kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). “Dengan begitu, kita berharap setiap guru juga mampu menjalankan tugas sesuai kebutuhan siswa kita, yang diterapkan dalam kurikulum,” jelasnya.
Selain dari sisi akademik sekolah yang beralamat di Jalan AH Nasution No 45 Medan ini juga menerapkan penguatan iman setiap siswanya. “Dengan kegiatan seperti pengajian bagi siswa muslim dan kebaktian bagi siswa kristen, diharapkan ilmu yang mereka dapat didukung dengan iman yang kuat. Karena ilmu pengetahuan yang tinggi tanpa didasari agama yang kuat pula akan mengakibatkan satu keburukan,” ujar Erika.

Tak hanya itu, SMP Primbana Medan juga memfasilitasi siswanya untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya dalam berkesenian, olahraga hingga saint. Karena di sekolah tersebut telah terbentuk berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti kelas olimpiade, grup band, paduan suara, pramuka dan sebagainya.

Saat ini SMP Primbana Medan memiliki jumlah 264 siswa yang diasuh oleh 25 orang guru yang telah sarjana dan 2 diantaranya telah S-2. Menjelang Ujian Nasional (UN) pada April 2011 mendatang, SMP Primbana juga telah mempersiapkan siswanya. “Sebenarnya untuk persiapan UN sejak kelas VII siswa sudah diwanti-wanti, sedangkan guru juga diberitahu untuk membahas soal mirip UN pada mata pelajaran yang diujikan pada UN,” jelas Erika.
Namun, lanjut Erika, pihaknya tetap melaksanakan try out bekerjasama dengan bimbingan belajar (bimbel) yang dikelola oleh yayasan sebanyak 2 kali dan dari bimbel lain sebanyak 2 kali. “Kami juga memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa kelas IX untuk mengakses internet. Tentunya tentang soal-soal mirip UN di website resmi pada jam pelajaran komputer,” katanya. (saz)

Sharoon Band Tidak Lupa Regenerasi

Sharoon Band, band yang digawangi 5 siswa SMP Primbana Medan ini baru saja meraih juara pertama Band Competition pada Education, Sport Amity & Art (ESA) 8 yang digelar SMK Telkom Sandhy Putra Medan Februari 2011 lalu.
Band yang terbentuk sejak Mei 2009 lalu ini merasa sangat senang sekaligus bangga dengan prestasi yang diraih. Karena dengan hal tersebut mereka bisa mengharumkan nama sekolah mereka.

Rangga Putra Atmaja pentolan Sharoon Band mengatakan, awalnya bagi mereka belum terlalu memikirkan regenerasi. Namun, setelah mengetahui gitaris (lead) mereka yang saat ini duduk di kelas IX akan tamat, mereka akhirnya sadar membutuhkan regenerasi untuk meneruskan perjuangan mereka menghasilkan prestasi bagi sekolah tercinta.
Adapun kelima personel Sharoon Band adalah Rangga pada drum, Eben Haezer lead gitar, Dinasty Aulia Mahfud gitar 2, Lufty Prabowo Winata bass dan Hanna Nadira vokal. Masing-masing personel masih duduk di kelas VIII, kecuali Eben yang saat ini duduk di kelas IX dan sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional (UN).

Rangga ditemani keempat temannya juga menjelaskan, saat ini mereka akan mulai merekrut siswa baru sebagai junioran. “Ini sangat penting, karena kami tak mau Sharoon Band berhenti kiprahnya saat kami telah tamat semua dari sekolah ini nantinya. Kami ingin tetap ada adik-adik yang nanti meneruskan perjuangan kami,” katanya, Rabu (2/3).
Sharoon Band dalam kiprahnya mengharumkan nama sekolah tak terlepas dari peran sekolah yang memberikan dukungan cukup baik. Selain memberikan tempat atau ruang latihan, mereka juga didukung secara mental oleh sekolah. “Kami diajari guru seni kami dalam memperdalam kemampuan bermain musik dan vokal kami,” ujar Rangga.
Untuk latihan, Sharoon Band selalu berlatih pada Jumat dan Minggu. Terkadang di sekolah, kadang di kediaman Rangga. (saz)

Jauhi Belajar Sistem Kebut Semalam

Banyak alasan bagi seseorang hingga tak bisa menerima pelajaran yang diberikan guru di sekolah. Nah, Maydillah Falevy siswa kelas IX C SMP Primbana Medan memiliki trik jitu.

Menurut langganan juara kelas hingga juara umum ini agar lebih mudah menerima pelajaran, saat belajar harus dikondisikan sesuai keinginan. Baik suasana kelas maupun cara guru mengajar.

Ya, sejak kelas VII lalu Dillah (panggilan akrab Maydillah Falevy) juga telah meraih juara umum pertama, dan pada kelas VIII sempat turun menjadi juara umum ketiga. Dan pada semester pertama kelas IX ini, dirinya meraih juara pertama di kelasnya.

Tak malu-malu, Dillah juga sering meminta kepada kedua orangtuanya untuk refreshing ke tempat-tempat wisata di luar kota atau tempat-tempat hiburan di Medan, atas prestasi yang diraihnya.

Remaja kelahiran Medan 26 Mei 1996 ini mengaku senang dengan proses pembelajaran saat mata pelajaran Biologi. Karena menurutnya, sang guru mampu memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa untuk memahami pelajaran tersebut. “Kalau untuk pelajaran Biologi saya lebih mudah nangkap. Gurunya enak cara ngajarnya. Tapi bukan Cuma Biologi, Bahasa Inggris dan Olahraga juga saya suka,” terangnya, Rabu (2/3).

Nah, kadang, namanya masih muda, banyak yang panik ketika ujian tiba. Tapi, si sulung dari 2 bersaudara pasangan Abdul Helmi dan Dianani Wahyuni ini tak panik. Pasalnya,  untuk menghadapi ujian dia tak pernah belajar hingga tengah malam. “Saya tak pernah belajar SKS alias sistem kebut semalam. Saya lebih suka banyak belajar atau membahas-bahas soal sebelum ujian di sekolah,” kata Dillah. (saz)

Mobil Terios dan Luxio Paling Rendah Komplain Dibanding Lainnya

JAKARTA- Dua produk Daihatsu menggaet penghargaan Initial Quality Study (IQS) dari JD  Power Asia Pacific, lembaga penelitian dan penyedia data otomotif asal Amerika Serikat.

Dua produk itu masing-masing Daihatsu Terios untuk segmen entry Sport Utility Vehicle (SUV) dan Daihatsu Luxio untuk segmen entry Multi Purpose Vehicle (MPV).

Keberhasilan meraih penghargaan itu, karena hasil survey terhadap konsumen menyatakan dua produk itu komplainnya paling rendah dibanding dengan merk-merk lainnya di segmen yang sama.

Manajer Senior JD Power Asia Pasific Rajeev Nair mengungkapkan, Terios mendapatkan nilai 76 dan Luxio mengantongi nilai 84. “Angka itu terendah di antara mobil yang di survei, dan semakin rendah angka yang diperoleh berarti semakin sedikit permasalahan yang ada di kendaraan tersebut,” jelasnya.

Menurut Nair, studi yang memasuki tahun ke delapan itu mengukur masalah-masalah yang dialami pemilik dengan kendaraan baru mereka selama dua hingga enam bulan pertama masa kepemilikan.

Studi ini mengukur lebih dari 200 gejala masalah yang mencakup delapan kategori kendaraan: eksterior kendaraan; pengalaman berkendara; fitur, kontrol dan tampilan; audio, sistem hiburan dan sistem navigasi; tempat duduk; ventilasi dan pendingin (HVAC); interior kendaraan; dan mesin/transmisi.

Studi Indonesia Initial Quality Study 2010 ini berdasarkan respons yang diberikan 2.421 pemilik kendaraan baru yang membeli kendaraan mereka antara bulan Oktober 2009 dan Juli 2010. Studi ini mengevaluasi 57 model kendaraan dari 15 merek kendaraan di Indonesia. Sedangkan pelaksanaan dilakukan April sampai Oktober 2010.
Dijelaskan Nair, nilai dan kualitas rata-rata sebuah mobil di Indonesia adalah 89 dari skala 100. Semakin kurang poinnya berarti kualitasnya makin bagus, karena keluhan dari konsumen rendah. Dari sekian komponen, transmisi ternyata merupakan bagian yang paling banyak dikeluhkan pengguna mobil di tahun 2010. “Kebanyakan keluhan di transmisi. Pengendara biasanya kesulitan memindahkan gigi misalnya dari netral ke gigi 1 atau dari netral ke gigi mundur,” kata Nair.

Di segmen Entry SUV, yang nilai rata-ratanya 78 dari penelitian 100 mobil dari satu merk dan tipe yang sama (PP100), Daihatsu Terios meraih peringkat pertama dengan skor 76 PP100, sedangkan Luxio untuk segmen Entry MPV meraih nilai 84 PP 100.

Direktur Manufacturing ADM Pongky Prabowo mengatakan, hasil itu akan memacu mereka terus menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan memberi nilai tambah bagi konsumen. (gen/kim/jpnn)

Kadhafi: Libya Cinta Saya

Bersikeras Tidak Ada Warganya yang Demo

TRIPOLI-Bukan Muammar Kadhafi kalau menyerah begitu saja terhadap demonstrasi (baca: pemberontakan) masif yang merongrong kekuasaan yang telah didudukinya lebih dari 40 tahun. Pemimpin tertinggi Libya itu kemarin (1/3) menyatakan lagi kekerasan hatinya. Kadhafi mengatakan bahwa di Libya tidak ada demonstrasi yang menentang dirinya. Dia pun menegaskan keengganannya mundur dari puncak kekuasaan.

Itu diungkapkan Kadhafi lewat wawancara eksklusif dengan ABC di sebuah restoran
di dekat Tripoli. Wawancara tersebut bukan tanpa maksud. Christiane Amanpour, wartawati yang meng-interview Kadhafi, menulis bahwa Kadhafi ingin menunjukkan bahwa dia tidak takut dan masih pegang kendali negara. Dia tidak meringkuk dalam bungker demi keamanan. ”Kadhafi yang memakai terusan cokelat dan kacamata hitam terlihat santai. Dia juga tidak dikawal lusinan orang,” beber Amanpour.

Kepada Amanpour, Kadhafi yang ’cuma’ berpangkat kolonel itu menyatakan bahwa tak ada secuil pun pemberontakan di negerinya. Tak ada demo yang meminta dirinya turun. ”Tidak mungkin. Mereka (rakyat, Red) cinta saya. Libya cinta saya. Rakyat rela mati demi melindungi saya,” kata pemimpin bernama lengkap Muammar Abu Minyar al-Kadhafi tersebut.

Lagi pula, lanjut Kadhafi, dirinya tak mungkin turun. Sebab, dia tidak memegang satu pun jabatan pemerintahan. Dia bukan presiden, juga bukan perdana menteri. Sejak mendongkel kekuasaan Raja Idris lewat kudeta tak berdarah pada 1969, Kadhafi tak menyandang jabatan negeri. Dia hanya pernah memosisikan diri sebagai PM selama dua tahun (1970-1972).

Selain itu, dia ’cuma’ pemimpin tertinggi Dewan Revolusi Libya. Namun, secara de facto, jabatan non pemerintahan tersebut adalah pusat segala kekuasaan di negeri itu. Pangkatnya pun mandek di kolonel, hanya naik dua tingkat setelah dia memimpin kudeta saat berpangkat kapten.

Disinggung soal desakan mundur dari sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden AS Barack Obama, Kadhafi cuma tertawa. ”Apakah seseorang sudi meninggalkan ibu pertiwi” Kenapa saya harus tinggalkan Libya,” katanya, lantas tertawa.

Karena itu, dia pun mengundang PBB dan organisasi lain ke Libya untuk mencari fakta. Pemimpin kelahiran 7 Juni 1942 itu pun mempertanyakan usul sanksi dari AS dan Eropa soal pembekuan aset, embargo senjata, hingga larangan bepergian.

Kadhafi boleh saja berkata begitu. Namun, faktanya, demonstrasi dan pemberontakan kian meluas. Kemarin warga Zawiya merayakan kemenangan lantaran demonstran yang dibantu tentara pembelot sudah berhasil menguasai kota tersebut. Mereka memukul mundur pasukan pro-Kadhafi. ”Allahu Akbar untuk kemenangan ini,” seru warga Zawiya sambil berarak-arakan menuju alun-alun kota.

Mereka juga membopong seorang kolonel Angkatan Udara yang disebut sudah membelot ke kubu demonstran. Warga yang sedang bersukacita itu juga membagi-bagikan makanan dan minuman kepada pasukan mereka yang sudah bertempur sepanjang malam melawan serdadu pro-Kadhafi.

Saksi-saksi menyatakan bahwa pasukan pro-Kadhafi menyerbu selama enam jam. Tapi, kota yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Tripoli itu tetap tak bisa mereka kuasai. ”Kami khawatir terhadap serangan udara. Untung, itu tidak ada,” ujar salah seorang warga.

Demonstran di Zawiya terdiri atas tentara yang membelot dan warga. Mereka punya tank, senapan mesin, dan senapan anti-pesawat udara. Demikian pula pasukan pemerintah. Saksi tersebut mengatakan, pemuda-pemuda Zawiya disiagakan di atap-atap gedung untuk melihat pergerakan pasukan Kadhafi. Mereka selalu siap membunyikan alarm kalau ada tanda-tanda serangan. Warga juga mengaku diiming-imingi uang oleh orang-orang Kadhafi agar mau menyerah. ”Tapi, kami tidak akan serahkan kota ini,” tegas warga itu.

Panasnya suhu kekerasan di Libya telah menyebabkan lebih dari 110 ribu orang mengungsi. Ribuan lagi sedang mendekat ke wilayah-wilayah perbatasan.

Dubes AS untuk PBB Susan Rice menandaskan, jika Kadhafi tak kunjung turun, negara itu bisa menjadi ajang bencana kemanusiaan. ”Karena itu, dia (Kadhafi, Red) harus turun panggung. Ini penting,” tegasnya. (ap/afp/c3/dos/jpnn)