27 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 15630

Kepala Dusun Pukuli Anak 14 Tahun

Dituduh Curi Daun Pisang

MEDAN- Dituduh mencuri daun pisang, Zainal Arif (14) warga Jalan Sei Baharu Dusun V Batang Nibung Hamparan Perak, Deli Serdang dipukuli Kepala Dusun (Kadus) tempatnya tinggal, Harmansyah. Akibat pukulan itu, Zainal mengalami defresi dan trauma serta harus menjalani rawat inap di RSU Pirngadi Medan.

Seperti dituturkan adik bapak Zainal, Halimah Tusakdiah kepada wartawan di RSU Pirngadi Medan, Senin (28/2). Peristiwa pemukulan itu terjadi, Senin (31/1) lalu. Saat itu, Zainal mengambil daun pisang di areal seluas 3 Hektare milik orang tuanya, tetapi Harmansyah menuduh Zainal telah mengambil daun pisang miliknya. Spontan, Hermansyah emosi dan langsung memukuli Zainal  dibagian tengkuk belakangnya serta punggungnya.

Usai adanya pemukulan itu, Zainal enggan menceritakannya kepada keluarga. Hingga akhirnya Zainal sering mengigau setiap malam memohon ampun agar tidak dipukuli. Hal inilah yang membuat orangtuanya bertanya-tanya. Paginya, sepupu Zainal yang ikut mengambil daun pisang, mengakui Zainal dipukuli Kepala Dusun.

Anak ketiga dari lima bersaudara buah pasangan Zainul Arifin dan Komariah itu,  semakin diketahui kondisinya mengalami defresi, Zainal harus menjalani perawatan di RS Angkatan Laut (AL) Belawan. “Zainal belum juga sembuh saat di rawat di RS AL  Belawan, makanya dirujuk ke RSU Pirngadi, Jumat (18/2), disini Zainal seperti lupa ingatan,” sebut Halimah. “Kami laporkan ke Polsek Hamparan Perak pada (4/2), kata Polisi kasusnya sudah lama. Kami coba melaporkan kejadian ini ke Polres KP3 Belawan  pada (11/2) setelah kami melaporkan beberapa hari kemudian, ada seorang yang datang mengaku dari Polres KP3 Belawan bahwa surat laporan kami hilang,” tambahny.

Dokter RSU Pirngadi , Zainal mengalami defresi sehingga kejiwaan agak terganggu. Kasat Reskrim Polres KP3 Belawan, AKP Hamam W membenarkan kejadian itu dan korban sudah membuat laporan di Polres KP3 Belawan. (mag-7/mag-11)

Pro Titan Tangan Kosong

Pro Titan gagal total mencapai target sapu bersih pada tur perdana di awal putaran kedua. Sebelumnya, Pro Titan takluk 2-1 atas Persita. Dan kemarin sore, mereka kembali mengalami kekalahan ketika melawat ke markas Persipasi dengan skor 2-1.

Melawan Persipasi, Pro Titan juga merasakan keputusan kontroversial wasit yang memimpin pertandingan. Wasit memberikan hadiah penalti pada menit 70 kepada tim tuan rumah yang dianggap jadi biang kekalahan anak asuh Dick Buitelar tersebut.

Tuan rumah mampu unggu lebih dahulu pada menit 12 lewat Stephen Menoh. Pro Titan mampu membalas dua menit setelah gol itu lewat Ghazali Muharam Siregar yang tidak terkawal di depan kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.   Memasuki babak kedua, beberapa kali anak-anak Pro Titan dicurangi dengan keputusan wasit Puji Suprayitno asal Jakarta.

Puncaknya pada menit 70, ketika wasit Puji menyatakan tangan pemain Pro Titan menyentuh bola di kotak penalti. Stephen Menoh yang diberikan kepercayaan sebagai algpojo, tidak menyia-nyiakan kesempatan dan berhasil menambah keunggulan bagi timnya 2-1. Skor itu lantas bertahan hingga usai laga.  “Saya melihat Persipasi tidak percaya diri melawan Pro Titan. Mereka merasa tidak yakin main 11 lawan 11 sehingga dibutuhkan lebih dari itu,”  sindir Wahyu asisten manajer Pro Titan atas kepemimpinan Wasit Puji.(uma)

Lampu Jalan Mati, Warga Mengeluh

MEDAN-   Lambatnya kinerja Dinas Pertamanan Kota Medan membuat warga di Jalan Menteng II mulai mengeluhkan kinerjanya. Pasalnya, sejak satu bulan ini lampu jalan di kawasan tersebut mati. Seperti disamapaikan seorang warga yang berdagang di kawasan itu, V Panjaitan (48) menuturkan, selama satu bulan ini lampu di Jalan Menteng II sudah mati, tidak tahu apa penyebabnya. Namun, ketika warga yang hendak menghidupkan lampu diketahui tidak menyala lagi. “Memang kami belum melaporkan kerusakan ini, tapi segeralah diperbaiki lampu jalan ini,” pintanya saat ditemui, Minggu (27/2) malam.

Di tempat yang sama warga setempat, Nikki (30) menerangkan ketiadaan lampu jalan ini membuat jalanan jadi gelap, dan bisa mengundang tindak kriminal. Jadi bagi instansi yang bisa memperbaikinya segera mungkin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan, Erwin Lubis ketika ditanyai mengenai lampu jalan, menyampaikan, petugasnya sudah mulai turun di sejumlah kawasan. Jadi, apabila masih ada kerusakan di sejumlah titik. (jon)

Ruang Tahanan Pakai Pewangi

MEDAN- Antisipasi tahanan kabur dan bunuh diri, Kepolisian Sektoral (Polsek) Medan perketat ketertiban para tahanannya. Demikian disampaikan Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandi Sinurat, Senin (28/2) saat menggelar razia tahanan di Polsek Medan Kota.

Usai menggelar razia itu, Sandi tidak menemukan alat-alat yang digunakan tahanan untuk melarikan diri, Narkoba dan Handphone. Razia ini dilakukan agar pihak Polsek tidak kecolongan dengan tahanan yang lari dan coba bunuh diri.
“Saya tekankan kepada penyidik yang paling bertanggung jawab terhadap tahanan, dan jangan menyiksa tahanan, “ ucapnya.

Sandi menambahkan, paling diperhatikan, air bersih dan listrik. Dari 30 ruang tahanan lak-laki, seluruhnya diingatkan untuk menjaga kebersihan di dalam ruang tahanan. “Setiap ruangan diberikan pewangi agar tahanan tetap sehat walau mereka terhukum. Kami memberikan pencerahan terhadap tahanan agar mereka tidak bosan dan tidak mengulangi tindakan kriminal lagi, dan kami siap menerima laporan tahanan yang merasa disakiti di dalam tahanan” ujarnya. (mag-1)

Pukuli Kepala Sendiri Dengan Kayu

MEDAN-  Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Pirngadi Medan seketika ramai. Pasalnya, seorang pria pengangguran, Haris Tampubolon (22) warga Jalan Pengabdian Gang Satria, Medan Tembung mengamuk karena menolak dirawat , padahal luka dikepalanya cukup parah akibat dipukulinya sendiri dengan kayu, Senin (28/2).

Amukan Haris mengundang tontonan pengunjung di tempat itu, bahkan sejumlah perawat mencoba menenangkan untuk merawat luka di kepalanya, Haris tetap memberikan perlawanan, bahkan perlawanan itu ditunjukkannya ketika tangan dan kakinya dipegang sejumlah satpam.  Ulahnya ini membuat tim medis kewalahan dalam memberikan tindak medis.

“Aku nggak tahu persis kejadiannya, tiba-tiba saya dijemput karena anak saya kepalanya berdarah-darah akibat dipukulnya sendiri dengan kayu,” kata ibunya, Samaria br Saragih.

Dia menuturkan, anak nya ini tak pernah melawan, selama ini rajin salat. Tidak menyusahkan orang tua, hanya belum mendapatkan pekerjaan. “Anak saya tidak stres,” sebutnya. (mag-7)

Investasi Properti Tahan dari Krisis

Ada banyak cara memupuk kekayaan melalui investasi. Salah satu alat investasi adalah properti. Seberapa menguntungkan investasi di bidang properti?

Sejarah mencatat, nilai properti hampir tidak pernah turun. Keterbatasan dan menyempitnya lahan mendorong nilai aset properti terus naik. Tak heran, prinsip klasik yang kerap digunakan dalam menaksir nilai properti adalah pemilihan lokasi!

Pasar properti dipengaruhi kondisi perekonomian, tingkat suku bunga, dan inflasi. Semakin rendah tingkat suku bunga dan inflasi, investasi properti semakin dilirik. Investasi propertipun kuat dari krisis.

Tahun 2011, prospek properti diyakini semakin cerah. Optimisme perekonomian, kondisi politik, dan pertumbuhan bisnis menjadi pemantiknya, sekalipun tekanan inflasi dan suku bunga masih membayangi.

Sejumlah pengamat properti memprediksi, investasi properti akan tumbuh paling kuat dalam lima tahun terakhir. Industri properti global bahkan diprediksi mampu tumbuh 25-50 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Pada saat yang bersamaan, Asia Pasifik akan menjadi pasar yang paling dilirik. Menurunnya pasokan properti di sebagian Eropa dan Amerika Utara, serta relokasi bisnis, mendorong tren pasar properti ke kawasan Asia Pasifik Momentum pertumbuhan itu mewarnai seluruh sektor, baik perkantoran, ritel, kondominium, perhotelan, dan residensial.

Melihat tren itu, Indonesia selayaknya memetik manfaat. Harga properti Indonesia paling murah dibandingkan harga properti negara lain di regional, seperti Singapura, Malaysia, dan Hongkong, membawa daya pikat bagi konsumen dalam negeri maupun luar negeri.

Di sektor perhotelan, masuknya brand internasional dalam bisnis operator perhotelan juga menunjukkan kualitas produk Indonesia tak kalah bersaing dari negara lain. Sebagai contoh adalah masuknya operator perhotelan bintang lima, di antaranya St Regis, Fourseasons, dan Bulgari, yang bekerja sama dengan investor perhotelan lokal.
Prospek pasar perkantoran masih akan tinggi seiring tren perluasan dan relokasi ruang kantor. Namun, tertundanya pembangunan sejumlah proyek properti akibat krisis global tahun 2009 membuat pasokan ruang kantor belum optimal sampai tahun 2013. Ini membuat penyewa ruang kantor harus berkompetisi untuk berekspansi. Harga sewa dan biaya pelayanan kemungkinan terdorong naik sampai 15 persen.

Investasi rumah toko masih menjanjikan. Pembangunan ruko yang merebak dari perkotaan hingga ke kawasan pinggiran telah menjadi penopang bagi usaha sektor ritel.

Potensi ini ditangkap pengembang perumahan dengan menawarkan fasilitas ruko di kawasan hunian dengan harga sampai miliaran rupiah per unit, atau sewa tahunan senilai ratusan juta rupiah per unit.

Meski demikian, primadona investasi properti diperkirakan tetap pada sektor residensial. Kebutuhan hunian yang terus meningkat seiring bertambahnya keluarga baru dan arcs urbanisasi secara gradual menaikkan-nilai aset perumahan, baik rumah tapak (landed house) maupun apartemen strata title.

Dalam kegairahan iklim properti, menurut Kepala Riset Jones Lang Lasalle Indonesia Anton Sitorus, masih terdapat karakteristik yang melekat dalam investasi properti di Indonesia Investasi properti tidak hanya dipandang sebagai sumber pendapatan, tetapi juga simbol status sosial dan gengsi.

Simbol status itu tecermin dari kecenderungan kaum konglomerat Tanah Air untuk terjun ke bisnis properti.
Dampaknya, sekalipun investasi properti tumbuh, intensitas transaksi jual beli aset, khususnya properti skala besar, tergolong masih sedikit. Ini menyebabkan investasi properti menjadi tidak mudah dijual. Properti pun dianggap identik dengan investasi jangka panjang.

“Padahal, investasi properti tidak selalu jangka panjang. Kerap terjadi, properti yang baru dibangun langsung tedual dalam beberapa bulan dan menghasilkan margin keuntungan bagi pengembangnya,” ujarnya. (net/jpnn)

Program Rumah Rp5-10 Juta Sudah Dilakukan

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa menegaskan program rumah dengan anggaran Rp5-Rp10 juta sudah dilakukan oleh pemerintah. Program itu masuk dalam program rumah swadaya atau sejenis bedah rumah.
“Pembangunan rumah Rp5-Rp10 juta sudah berjalan, Rp5 juta untuk peningkatan kualitas, jadi kalau mereka nggak punya lantai nggak punya dinding itu kita bantu. Pemerintah  konsisten bantu untuk perumahan rakyat miskin,” kata Suharso di kantornya, Jalan Raden Patah, Jakarta, Senin (28/2)

Ia memberi contoh, misalnya pembangunan rumah seharga Rp10 juta, selama ini sudah berjalan melalui mekanisme Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pemukiman.
Hal itu mencakup meningkatkan kualitas, stimulasi pembangunan baru yang bersifat swadaya, bantuan fasilitas Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) dan bantuan sertifikasi.

Dikatakannya, hampir di seluruh Indonesia sudah melakukan program ini, namun jumlahnya masih terbatas.
Misalnya pada tahun 2011 ini Kemenpera hanya memiliki 12.500 paket termasuk diantaranya untuk sertifikasi sebanyak 7500, dimana Jakarta tak masuk dalam perhitungan.
“Sekali lagi ya, Rp5-10 juta itu sifatnya swadaya dan sudah dilakukan oleh pemerintah. Jadi pemerintah sudah melakukannya,” katanya.

Sementara mengenai rencana pe    mbangunan rumah seharga Rp20-25 juta akan masuk dalam skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk kategori masyarakat berpenghasilan tetap Rp2,5-4 juta.
Pemerintah sedang mengupayakan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tanpa uang muka (DP/down payment) untuk masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp2,5 juta per bulan.
Angsuran per bulannya diperkirakan sekitar Rp250 ribu selama 15 tahun, yang rencananya akan dilakukan tahun ini secara bertahap.  (net/jpnn)

Perang Bintang Ditunda

Laga eksibisi bertajuk perang bintang antara Bintang Medan melawan LPI Selebriti FC ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. Alasan penundaan itu dikarekan hal teknis yang sulit diantisipasi.

Sebelumnya laga itu direncanakan malam ini di Stadion Teladan. Namun karena jadwal Bintang Medan di Liga Primer Indonesia (LPI) sedang padat, laga itu ditunda. “Sulit digelar di saat kompetisi sedang berjalan,” kata Dityo Pramono, CEO Bintang Medan yang dikonfirmasi terkait hal ini kemarin.  Sesuai jadwal, Bintang Medan seharusnya melakoni laga kontra Persebaya pada Minggu (6/3) ini. Namun di saat bersamaan, Stadion Teladan dipakai juga oleh Pro Titan.

“Makanya kita pilih mundurkan laga menjadi Jumat (4/3) malam,” lanjut Dibyo.  Hal ini juga diamini VP LPI Sumatera-Aceh, Avian Tumengkol. “Kami berharap Bintang Medan fokus akan laga melawan Persebaya dulu,” katanya.
Perang Bintang sendiri akan menampilkan laga kontra artis seperti Tengku Wisnu, Rico Ceper, Darius Sinathrya, Judika, Viki Nitinegoro, Said Bajuri, dan Ibnu Jamil.(ful)

Kuasai Sain dan Teknologi

YPI Haji Masri IIS DIM Deli Serdang

MEDAN- Di era globalisasi ini, tersedia banyak peluang dan kesempatan yang dimanfaatkan oleh siapa saja untuk meningatkan harkat, martabat dan status sosial seseorang. Harus disadari hingga saat ini, mutu sumber daya manusia (SDM) umat muslim semakin rendah. Untuk mengatasi hal ini, harus ada individu atau kelompok yang secara langsung membenahi hal tersebut, dari segi informasi teknologi, edukasi maupun keagamaan.

Pendiri Yayasan Pendidikan Islam Haji Masri (YPI HM) Islamic Interntional School Darul Ilmi Murni (IIS DIM), H Masri Nur didampingi Ketua Umum H Dedi Masri mengatakan, hampir semua lembaga pendidikan Islam lebih berorientasi ke program keagamaan. “Padahal untuk bersaing di tengah-tengah persaingan global ini, diperlukan penguasaan sain dan teknologi, di samping keimanan dan ketaqwaan,” jelasnya, Senin (28/2).

IIS DIM yang berada di Jalan Besar Namorambe Titikuning Deli Serdang ini juga berusaha menerapkan lembaga pendidikan berwawasan internasional yang diharapkan mampu melahirkan generasi-generasi Qur’ani, menguasai IPTEK dan mampu menjadi insani pelopor pembangunan.

“Dengan motto ‘Religious-Smart-Responsible’ kami berusaha berpacu seoptimal mungkin mencapai harapan-harapan tadi,” terang Masri.

Sekolah yang berdiri pada Maret 2003 lalu ini mendidik anak-anak bangsa mulai dari tingkat play group, TK, SD, SMP, SMA dan SMK Pariwisata Plus serta Institut Al Qur’an. “Bagi setiap siswa atau orangtua siswa juga boleh memilih sistem pembelajaran yang mereka minati seperti fullday school, boarding school atau asrama. Dengan menerapkan konsep belajar serta praktik siswa juga diharapkan lebih memiliki pengalaman lebih di bidangnya masing-masing,” papar Masri.

Tak hanya dari segi akademik, lanjut Masri, IIS DIM juga memfasilitasi setiap siswa yang memiliki bakat dan kemampuan khusus, baik dibidang akademik maupun seni budaya dan olahraga. “Kami menyediakan banyak program ekskul yang didukung fasilitas, sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Seperti laboratorium IPA, komputer, bahasa, seni dan berbagai sarana pendukung lainnya,” tuturnya.
IIS DIM juga menggelar studi tour dan wisata ke luar negeri maupun dalam negeri. Hal ini untuk mempererat kerjasama dengan relasi-relasi baik dalam bidang pertukaran sistem pendidikan dan budaya serta praktik-praktik usaha dan industri. “Siswa juga selalu dibimbing untuk mengikuti program kegiatan siswa seperti kebahasaan yang terdiri dari English Day, English Morning, English Creative Program dan sebagainya,” ujar Masri. (saz)

Juara Lomba Kaligrafi Kota Medan

Ilvina Adisty Gunawan, siswa kelas V SD Darul Ilmi Murni (DIM) ini memiliki bakat seni kaligrafi. Hobi ini digemarinya sejak dua tahun terakhir ini.

Jika diamati sepintas, Ilvi panggilan akrabnya, memang terlihat pendiam. Namun, bocah kelahiran Medan 3 Januari 2001 ini ternyata anak yang ramah dan suka senyum. Ilvi sempat menjadi juara pertama lomba seni kaligrafi se-Kota Medan yang digelar Lembaga Kaligrafi Sumut (Lemkasu) pada Januari 2011 lalu.

Ilvi juga mengaku bisa mengembangkan bakatnya atas bimbingan dan pelajaran yang disampaikan gurunya di kelas. Tapi kalau soal mengaji, Ilvi mengatakan lebih banyak belajar di rumah.

Si sulung dari 2 bersaudara pasangan Indra Gunawan dan Irma Novita ini juga menceritakan, pada lomba tersebut, selain menuliskan kaligrafi, Ia juga suka mewarnai kaligrafi yang ditulisnya. “Waktu mau lomba, orangtua saya bilang kalau menang syukur Alhamdulillah, tapi kalau tak menang juga tak apa-apa,” jelasnya Senin (28/2).
Sambil tersenyum, Ilvi juga bercerita setelah mendapatkan juara pada perlombaan tersebut, kedua orangtua merayakannya dengan menggelar syukuran. “Tapi syukurannya cuma digelar di rumah, hanya untuk keluarga kami saja,” katanya.

Selain senang seni kaligrafi, ternyata Ilvi juga senang mewarnai gambar dan berenang. Kalau sudah mewarnai, pastinya karya-karyanya dipampang di kamarnya. “Kaligrafi dan gambar yang saya warnai hasilnya dibingkai bagus dan digantung di kamar,” ungkapnya.

Nah, soal berenang, Ia mengaku kadang melakukannya bersama-sama teman di sekolah didampingi para guru, karena di sekolahnya sudah tersedia kolam renang untuk belajar. “Tapi saya juga sering pergi berenang dengan keluarga, tentunya ditemani oleh kedua orangtua saya dan adik saya yang masih TK,” ujar Ilvi. (saz)