32 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 15637

Calon Bintang Harus Tidur Siang, Main Bola Maksimal 1,5 Jam

La Masia, Rumah Batu Tempat Legenda Sepak Bola Dunia Ditempa

Jika rakyat Indonesia hari-hari ini sedang memperjuangkan terbentuknya tim sepak bola yang tak terkalahkan, warga Barcelona sudah mewujudkannya. Saat ke Spanyol pekan lalu, wartawan Jawa Pos (grup Sumut Pos), Abdul Rokhim menyaksikan bagaimana mimpi itu direalisasikan FC Barcelona melalui La Masia.

Setelah seumur hidup selalu menonton pertandingan tim Barcelona hanya di layar kaca, ada rasa syukur luar biasa saat bisa melihat langsung dan menginjakkan kaki di markasnya, Camp Nou. Bagi maniak bola, stadion terbesar di Eropa sekaligus terbesar ketujuh di dunia itu seakan menjadi tujuan wajib saat berkunjung ke Barcelona.

Pesona Camp Nou menyisihkan pilihan wisata lain yang sebetulnya tak kalah menarik. Misalnya, menyusuri jalur pedestrian terkemuka La Rambla dan mengunjungi karya arsitek Antoni Gaudi yang memenuhi sudut-sudut kota di bibir Laut Mediterania itu.

Sayangnya, saat dikunjungi pada 16 Februari lalu, pemilik Camp Nou, tim Barcelona, sedang menjalani laga tandang babak 16 besar Liga Champions ke Stadion Emirates, markas Arsenal. Namun, kekecewaan itu terobati dengan kepuasaan saat ikut tur bertajuk Camp Nou Experience. Dengan membayar 19 euro (sekitar Rp200 ribu), seluruh pernik tentang tim Barcelona, mulai sejarah berdirinya, ruang ganti pemain, hingga empuknya kursi sang pelatih Pep Guardiola di pinggir lapangan, tuntas dirasakan dalam tempo dua jam.Di antara semua jejak monumen yang membuat FC Barcelona menjadi tim paling disegani di dunia itu, ada satu spot kunjungan yang paling mengesankan. Yakni, La Masia de Can Planes. Memandang dari luar, sulit mencari keistimewaan rumah batu tua cokelat dengan dua lantai dan seluas 610 m2 itu. Arsitekturnya kontras dengan Camp Nou yang menjulang di sebelahnya dengan delapan lantai dan luas hampir enam hektare.

Memang, keistimewaan La Masia yang arti harfiahnya “rumah petani” itu tidak tergambar dari bentuk fisiknya. Tour leader menyebutkan, seluruh warga Barcelona sangat mencintai dan menghormati La Masia. Sebab, La Masia adalah “pabrik” pemain muda berbakat yang rutin memasok skuad utama tim senior Barcelona.

Kesuksesan Barcelona menjadi satu-satunya klub sepanjang sejarah yang memenangi semua (enam) trofi yang diperebutkan pada musim 2009-2010 terjadi karena magis La Masia. Tujuh di antara 11 pemain yang menjadi line up timnas Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 adalah alumnus La Masia.

Selain itu, tiga finalis pemain terbaik dunia FIFA 2010, Lionel Messi, Andreas Iniesta, dan Xavi Hernandez, adalah hasil didikan La Masia. Bahkan, La Masia merupakan almamater bagi sejumlah bintang seperti Cesc Fabregas (Arsenal) dan Jose Manuel Reina (Liverpool).

Tak puas dengan informasi saat tur yang serbasingkat dan dijelaskan dari jauh, Jawa Pos kembali mendatangi gedung tua yang dibangun pada 1792 itu. Karena tak ada pagar yang menutupi, La Masia terkesan ramah. Meski belum membuat janji, Jawa Pos disambut ramah seorang lelaki tinggi tegap yang dengan ramah memperkenalkan diri sebagai salah seorang pelatih klub muda Barcelona, Albert Capellas.
Saat itu, siang bolong sekitar pukul 13.00 waktu setempat, suasana La Masia terlihat lengang. Tak tampak penghuni asrama yang berumur 9?15 tahun tersebut. Capellas menyatakan, 10 anak yang tinggal di La Masia sejak pukul 08.00 diantar dengan bus ke sekolah-sekolah terdekat. “Nanti sekitar pukul tiga mereka datang. Namun, Anda tetap tak boleh mengganggu karena mereka harus cepat makan dan tak boleh meninggalkan istirahat siang,” jelas pria 42 tahun itu memperingatkan.

Memang, meski tinggal di akademi sepak bola terbaik di dunia, tak berarti para remaja tersebut sehari-hari hanya disibukkan urusan bola. Bahkan, Capellas menegaskan, sejujurnya para penghuni La Masia tidak banyak mencurahkan waktu untuk bermain bola.

“Dalam sepekan, rata-rata hanya satu setengah jam per hari. Kecuali ada kompetisi, ada lebih sekitar satu jam,” ungkapnya.

Setiap hari, para calon bintang itu malah diminta bekerja keras menyelesaikan tugas sekolah. Setiap pemain juga diharuskan mengikuti kelas tambahan tanpa pembimbing di La Masia setelah pulang sekolah.
“Dengan cara itu, mereka yang gagal masuk ke dunia sepak bola profesional bisa memilih masuk universitas atau mencari pekerjaan,” lanjut Capellas yang juga alumnus La Masia periode 1984-1988 itu atau adik kelas setahun pelatih Pep Guardiola.

Dari daftar kegiatan yang ditulis di sebuah plakat di depan ruang makan, diketahui penghuni La Masia memulai kegiatan pukul delapan pagi dengan berangkat ke sekolah. Kegiatan belajar di luar berakhir pada pukul tiga siang saat makan siang. Setelah tidur siang sejam, mereka belajar secara mandiri selama dua jam. Pukul enam sore, para talenta dari Brazil, Argentina, Hungaria, Georgia, Kamerun, dan Senegal itu berlatih sepak bola secara tertutup di kamp latihan Sant Joan Despi yang berjarak 1 km dari La Masia. Pukul 21.15, mereka makan malam dan lampu asrama dimatikan pukul 23.30.

Sambil menunggu penghuni La Masia pulang sekolah, selama dua jam Capellas mengajak Jawa Pos melihat foto-foto lama mantan penghuni La Masia di sebuah album sekaligus melihat kesibukan para koki di dapur yang sedang mempersiapkan makan siang. Dari foto-foto yang dipampang di dinding, tampak wajah-wajah yang familier seperti Gerard Pique, Iniesta, Xavi, Bojan Krkic, Messi, dan Fabregas, namun dengan penampilan yang jauh lebih muda. “Itu Messi saat umur 14 tahun atau setelah setahun di La Masia. Dia dulu sangat pendiam. Fabregas dan Pique yang setahun lebih senior selalu menggodanya,” ujar Capellas sambil menunjuk seorang remaja imut berambut panjang.
Di dinding ruang makan yang terdiri atas empat meja memanjang, terpampang foto upacara kelulusan kapten Barcelona Carles Puyol dan pelatih Pep Guardiola. Sampai di ruang dapur, yang lebih mirip sebuah bar, terlihat tumpukan telur, tepung, serta kotak besar berisi buah kiwi. “Ini adalah stok makan untuk hari ini dan besok. Semua mengandung gizi terbaik,” tegas Capellas.

Dia kemudian menjelaskan, FC Barcelona memenuhi semua kebutuhan penghuni La Masia dan menanggung semua biaya operasionalnya. Biaya itu, antara lain, membayar beasiswa, uang saku harian, serta akomodasi makan dan tempat tinggal bagi 10 penghuni kamp La Masia serta 50 anak lain yang tinggal di asrama di Camp Nou.
Di luar itu adalah biaya untuk gaji 110 pegawai yang terdiri atas orang dengan berbagai profesi. Ada tim pelatih seperti Capellas, dokter ahli gizi, juru masak, tim keamanan, psikolog, administrasi, hingga petugas kebersihan asrama dan lapangan. “Setiap tahun, tak kurang dari 5 juta euro (sekitar Rp 60 miliar) dana dikeluarkan klub untuk La Masia,” ungkap Capellas.

Jika dibanding nilai pemain yang dihasilkan, (misalnya Messi seorang, seandainya dilepas, Barca akan membanderol di atas 100 juta euro) jumlah tersebut tentu tidak ada artinya.

Saat asyik ngobrol itulah, satu per satu mobil yang mengantar pulang para pemain muda Barcelona dari sekolahnya mulai berdatangan. Dengan menunjukkan ekspresi menyesal, Capellas memohon Jawa Pos keluar. “Di sini kami mengajarkan disiplin, ketertiban, kendali, dan kami mencoba menunjukkan bahwa seorang pemain bola bisa menjadi bintang tanpa harus pamer,” ucapnya.

Agar tamunya tak terlalu kecewa, Capellas meminta salah seorang staf untuk mengantar Jawa Pos ke koordinator akademi sepak bola klub, Albert Puig, di kantor FC Barcelona di salah satu ruang perkantoran di Stadion Camp Nou.
Pria tinggi besar yang rambutnya mulai tipis itu kemudian banyak menjelaskan filosofi sepak bola yang dikenalkan di La Masia. Menurut pemain Barcelona B pada awal 1990-an tersebut, pemain muda Barcelona didoktrin untuk mengendalikan permainan dengan terus menguasai bola. “Hingga pemain berusia 16 tahun, mereka tidak pernah menjalani latihan kebugaran. Cukup berlatih dengan bola,” jelasnya.

Kemudian, setelah berusia 16 tahun, latihan kebugaran seperti fitnes dan aerobik mulai dikenalkan sedikit demi sedikit, namun selalu disatukan dengan latihan dengan bola.

Metode itu, lanjut Puig, membuat pemain memiliki kemampuan luar biasa dalam menguasai bola. “Saat Barcelona bermain, mereka seperti dilarang memainkan umpan-umpan udara. Bola harus menjejak tanah. Umpan-umpan pendek haruslah mengalir cepat. Itulah yang diajarkan di La Masia. Kita pun pasti senang bermain dalam tim seperti ini. Saat kita senang, dengan mudah kita meraih kemenangan,” paparnya.

Adakah klub yang meniru model La Masia, yang hanya memakan biaya hanya sepersepuluh dari uang transfer 50 juta euro bagi Fernando Torres yang dibayar Chelsea ke Liverpool” “Klub lain seperti Real Madrid memiliki satu sistem akademi yang bagus juga. Bedanya, mereka tidak memakai pemain lulusan akademinya. Itu sama dengan membuat satu Ferrari tapi tidak pernah dipakai,” ujar Puig lantas memberikan selamat karena masih sempat mengunjungi La Masia sebelum direstorasi empat bulan lagi.

La Masia memang akan ditutup akhir musim kompetisi 2010-2011 atau sekitar Juni mendatang. Penggantinya adalah fasilitas baru berkapasitas 70?80 orang di Ciudad Deportiva di Sant Joan Despi. “Fasilitas yang baru sangat modern,” ungkap Fuig.

Rumah pengganti La Masia bertambah luas dari 600 meter persegi menjadi 5.000 meter persegi. Dari dua lantai menjadi lima lantai. Dari fasilitas berumur menjadi fasilitas modern. Fruig menjamin, meski pindah ke tempat baru dengan fasilitas yang lebih wah, spirit kebersamaan seperti di rumah batu tua tetap terjaga. “Rumah batu itu begitu mengesankan. Seluruh bintang yang lahir di sini akan selalu menyimpan kebanggaan pernah tinggal di sana,” kata Fruig lantas mengantar Jawa Pos keluar. (*)

Nadine Alexandra Dewi Ames Pilih Bikini One Piece

Puteri Indonesia 2010 Nadine Alexandra Dewi Ames berjanji tak akan bikin heboh publik di Indonesia saat tampil di ajang pemilihan ratu sejagat (Miss Universe), Agustus mendatang.

Belajar dari pengalaman masa lalu yang selalu menuai kontroversi di ajang Miss Universe, Nadine berjanji tak akan memakai bikini two pieces.

“Saya akan pakai (bikini-red) one piece. Saya tidak mau membuat kontroversi lagi di Indonesia,” kata Nadine di Jakarta, kemarin.

Nadine menjelaskan, pemakaian baju renang  one piece itu menjadi bagian dari kontraknya dengan Yayasan Puteri Indonesia (YPI). YPI selama ini dikenal sebagai lembaga yang menaungi para Puteri Indonesia.

“Soal baju renang itu sudah kontrak saya dengan YPI. Saya nggak mungkin melanggar kontrak dong,” kata Nadine sambil tersenyum.

Sebelum ke Brazil, gadis asal Jakarta ini sudah mendapatkan pembekalan dari YPI. Pengetahuan umum soal budaya Indonesia, tata cara make up dan perawatan tubuh sudah lahap cewek kelahiran 23 Mei 1991 itu. Selain itu, dia juga tengah mempersiapkan diri agar tidak grogi.

“Tiga sampai empat kali gym dan yoga, pilates, untuk menenangkan pikiran. Masih suka grogi kan kalau tampil di depan publik. Target Nadine di Miss Universe tentunya menang,” ujarnya.

Di ajang yang mempertemukan perempuan-perempuan cantik di seluruh dunia itu, Nadine menargetkan bisa seperti Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2004 yang masuk 15 besar Miss Universe. “Saat ini saya akan bangun goal dulu untuk bisa masuk 15 besar. Saya hanya ingin membuat Indonesia bangga dan bisa melewati Artika Sari Devi,” tekad gadis cantik ini. (rm/jpnn)

Master Sheng-Yen Lu Hadir di Medan

Bawa Berkah dan Ketenangan Hati

MEDAN- Sabtu (26/2) pagi, atrium Sun Plaza di Jalan KH Zainul Arifin dipadati pengunjung. Ada pandangan sedikit aneh terlihat di lokasi itu. Sejumlah undangan berkepala plontos berpakaian jubah, duduk dengan tenang dan sesekali tersenyum di antara pengunjung dan penonton. Mereka itu layaknya seorang biksu.
Ternyata mereka itu adalah pengikut aliran Budha Lian Sheng. Di antara pengikut aliran Budha Lian Sheng tersebut, sepertinya ada yang mereka tuakan. Ya, dialah Sheng-Yen Lu atau disebut Budha Hidup Lian Sheng yang lebih akrab dipanggil Master.

Dalam kesempatan itu, digelar pameran buku yang sekaligus peluncuran buku baru sang Master berjudul Ekslarasi Alam Dewa yang menggunkan dua bahasa, yaitu Mandarin dan Indonesia. Karena itu, para pengunjung bertumpu pada perkataan dari penerjemah yang juga seorang biksu.

Kota Medan, seperti mendapat berkah, karena sang Master atau Budha hidup bersedia mengunjungi kota ini. Sheng-Yen Lu atau disebut Budha Hidup Lian Sheng, lahir di Taiwan pada 1945. Dan sejak usia 25 tahun mulai memperdalam ajaran Budha.

Keramaian juga terjadi di beberapa lantai yang ada di Sun Plaza. Pengunjung ingin melihat langsung Sang Budha Hidup Lian Sheng. Sedangkan di Atrium Sun Plaza, tepatnya di area pameran buku Sheng-Yen Lu dijaga ketat para relawan yang dibantu tim keamanan Sun Plaza. Hal yang menarik lagi, pameran ini berlangsung dalam 2 bahasa, yaitu Indonesia dan Mandarin.

Ekslarasi Alam Dewa, buku terbaru sang Budha hidup Lian Sheng bercerita tentang hasil pelatihan dirinya selama bersemedi dalam memperdalam ajaran Budha dan meyebarkan dharma. Semua buku sang master selalu berisi tentang keseimbangan hidup dengan alam, dan berlakunya karma dalam hidup didunia. Karena tidak heran bila sang Master digemari mantan Presiden AS, Bill Clinton.

Anggota DPD RI dari Sumut, Parlindungan Purba mengaku senang, karena Sheng-Yen Lu merupakan tokoh umat beragama internasional. Sehingga diharapkan mampu memberi citra positif bagi Kota Medan.
“Bagi warga Tionghoa, bertemu langsung dengan Budha Hidup merupakan kesempatan berharga dan menjadi berkah, karena beliau dapat memberikan ketenangan hati. Ini berarti kami berjodoh. Orangtua saya saja harus ke Amerika untuk bertemu langsung,” kata Lily, anggota DPRD Kota Medan yang hadir dalam acara itu.(mag-9)

Hotpants, Si Seksi yang Digemari

Celana Pendek Hotpants

Belakangan ini kok banyak cewek yang memakai hotpants ya? Apakah ada hubungannya dengan Global Warming? Jadi pada pakai pakaian yang serba isis? Buktinya biarpun siang bolong panas terik atau tengah malam yang dingin, tetep aja betah pake hotpants.

Tapi kenapa sekarang seolah menjadi trend ya? Dan kalau tak pakai hotpants seperti dinilai tak gaul. Malah bukan hanya dipakai oleh anak remaja perkotaan lho, di pedesaan pun trend hotpants diikuti.

Kalau bicara soal Hotpants pasti yang terbayang dalam pikiran kita adalah kata seksi, cewek cantik dengan body yang yahud, berkaki jenjang, putih dan mulus. Trend mode hotpants memang akhir-akhir ini sangat digandrungi para gadis belia.

Tidak hanya dalam sebuah even khusus atau waktu khusus saja kita melihat cewek seksi yang menggunakan hotpants, namun di setiap tempat dan waktu seringkali para remaja wanita dalam balutan Hotpants yang seksi. Hal ini sudah tidak menjadi sebuah pandangan yang aneh lagi karena trend Hotpants memang semakin familiar di Indonesia.
Kini ketika model dan gaya itu menjadi trend para ABG, dari yang SMP, SMA, kuliah sampai wanita dewasa. Modelnya tak cuma one girls, ada yang baggy atau lurus dengan motif polos, stripes atau polkadot dan masih banyak yang lain. Yang pasti, perancang mode dan pebisnis kerap memunculkan inovasi inovasi baru, dengan harapan remaja putri dan wanita dewasa, mengikutinya sebagai trend yang “wajib” dituruti.

Mungkin ABG putri dan mahasiswi menyukai hotpants karena lebih simple dan nyaman dikenakan, bisa ke mal, pantai, main ke rumah teman dan situasi lainnya. Hotpants memang hanya sekadar celana pendek yang terkesan santai jika dilihat. Akan tetapi dalam perkembangan dunia fashion, hotpants telah mengalami berbagai inovasi bentuk dan gaya. Sehingga saat ini banyak kalangan artis yang mengunakannya dalam berbagai kesempatan. Dengan banyaknya artis yang menggunakan hotpants, menjadikan trendsetter bagi para kaum muda putri Indonesia.
Hotpants atau yang dikenal dengan sebutan celana pendek ini, pada tahun 70an dan 80an menjadi trend dalam berbusana. Dan pada tahun 2010 akhir, model celana ini sangat digemari remaja putri kita. Bahkan, beberapa toko mewajibkan para karyawatinya untuk memakai hotpants dalam busana kerjanya.

Contohnya Ivo, karyawati di Point Break di lantai 3 Sun Plaza Medan. Dari awal wawancara kerja, manajemen langsung menyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas, para karyawati diwajibkan memakai hotpants untuk menunjukkan trend pada produk yang mereka tawarkan. “Artinya, kami sebagai penjualpun harus mengikuti trend ini. Enak sih pakai hotpants karena lebih simpel dan nyaman dipakai,” ujar Ivo.

Menurut Ivo, produk celana pendek hotpants sangat laris dibeli konsumen. Bahkan untuk inovasinya, berbagai model yang terbuat dari berbagai bahan dan corak diproduksi untuk mengikuti trend hotpants yang juga digandrungi belahan dunia saat ini. “Mulai dari bahan jeans, bahan kain dan bahan satinpun ada,” kata Ivo.
Tak hanya Point Break, hotpants yang dijual di Skate Element Girl dan Butik Mizuki yang terletak di Sun Plaza ini cukup digemari remaja putri. “Hotpants nyaman dipakai. Meski kesannya seksi, tapi bukan berarti wanita murahan karena ini dalah trend fashion  saat ini. Nah, yang aneh kan kalau kita pakai hotpants saat lagi tidak trend. Tentu mata lelaki melotot melihat paha kita, ha ha ha,” ujar Lastri, mahasiswi USU yang tengah berbelanja di Skate Element Girl ini.

Nah artinya, larisnya hotpants yang dibeli konsumen menunjukkan kalau trend ini memang benar-benar digandrungi warga metropolis Medan. Dan, semakin bartambahnya zaman, persepsi masyarakat terhadap celana pendek super seksi ini tak bisa lagi dipandang “murahan”. Sebab, fashion model ini sudah menjadi sebuah trend mendunia. (mag-9/ila)

Warna Kulit Hitam, Jangan Takut

PAKAI hotpants, jangan takut dengan warna kulit. Artinya, bagi yang berkulit hitam harus pede (percaya diri,Red) untuk mengenakannya. Begitulah kata Pengamat Mode dari Kharisma Muda Studio (KM studio) Afif.
Kata Afif, ketika memakai hotpants yang harus diperhatikan adalah bentuk kaki dan ukuran pada betis. Bila si pemakai hotpants berpostur tubuh tinggi, tentu akan kelihatan semakin seksi.

“Tapi kalau paha besar, usahakan jangan memakai hotpants yang berbahan kain dan hindari hotpants dengan bahan kain model ban karena dapat menonjolkan bentuk paha,” ujar Afif.

Untuk si betis besar, sambungnya, ketika menggunakan hotpants jangan memakai sepatu teplek (rendah) karena itu akan lebih menegaskan bentuk betisnya yang besar. “Untuk atasan (baju), si betis besar usahakan memakai baju yang sedikit gombrong, agar tidak timplang ketika melihatnya,” tambah Afif memberi saran.

Menurutnya, saat ini hotpants berbahan kain sedang tren. Ini bisa dipadupadankan dengan baju kaos yang slim atau tidak gombrang karena itu akan terlihat lebih fresh. “Bagi remaja putri yang pakai hotpants, hindari pakai kemeja gombrong untuk atasnnya karena akan menimbulkan kesan dewasa. (mag-9)

Injil Sampai ke Ujung Bumi

Bayangkan jika Anda tinggal di sebuah tempat dimana suhu sering anjlok sampai ke minus 60 derajat dan musim dingin terjadi sepanjang tahun. Di Siberia bagian utara, Peter Khudi secara berani menantang suhu dingin untuk membagikan Injil kepada suku-suku terpencil di semenanjung Yamal. Terletak di Tundra Siberia yang beku di dalam lingkaran Kutub Utara, Yamal berarti ujung dunia, dan dalam banyak hal memang demikian adanya.
“Tidak ada jalan raya di sini,” ujar salah seorang warga. “Orang memanfaatkan danau dan sungai yang beku dengan menggunakan rusa maupun mobil salju.”

Suhu berkisar antara minus 30 sampai minus 60 derajat fahrenheit. Khudi memimpin rombongan CBN News menyusuri tanah yang beku dalam sebuah kunjungan untuk bertemu dengan keluarga yang selalu berpindah-pindah.
Kulit rusa digunakan untuk menutupi rangka utama alat transportasi – sebuah giring menempel pada mobil salju. Matahari hanya bersinar beberapa jam selama musim dingin. Saat matahari muncul, biasanya sekitar tengah hari. Saat matahari terbit merupakan pemandangan indah yang harus disaksikan dan dinikmati.
“Ini merupakan tempat khusus,” ujar Khudi.

Khudi berasal dari suku nomaden terbesar yang disebut Nenets. Selama beberapa tahun terakhir, ia membagikan Injil Yesus Kristus kepada suku-suku dan orang-orang yang tinggal di tundra.
“Saat saya menjadi orang Kristen, Tuhan memberi saya hati yang baru. Tuhan juga memberi hati yang baru untuk kaum saya,” ujar Khudi. “Saya pergi keluar dengan menggunakan mobil salju menemui keluarga-keluarga nomaden dan memberitahukan tentang kasih Kristus.”

Suku Nenets adalah penggembala rusa nomaden – kata nenet berarti “anak rusa”.
“Makanan kami, pakaian, sepatu, rumah, alat transportasi kami, semuanya berasal dari rusa,” ujar seorang warga menjelaskan. “Tanpa rusa kami tidak mungkin bisa bertahan hidup.”

Suku ini belajar bagaimana bertahan hidup di tundra sejak usia dini. “Semua anak saya diajarkan sejak kecil untuk belajar bertahan hidup di tengah kondisi yang keras,” ujar salah seorang anggota suku Nenets Ustinia Laptender. “Ini merupakan cara hidup kami, namun jika mereka tidak berhati-hati, mereka bisa mati di sini.”
Para wanita mengurus masakan, menjahit pakaian dan memasang teepees. Para pria berburu dan merawat rusa. Saat tiba waktunya menguliti rusa, setiap anggota keluarga terlibat. Kulit rusa digunakan untuk membuat teepees dan pakaian. Darah dan daging rusa mentah sering dikonsumsi untuk mendapatkan vitamin.

Khudi hanyalah segelintir penginjil yang menjangkau orang Nenets. Ia sudah mengunjungi keluarga Ustinia selama beberapa minggu.

“Ia datang ke sini untuk memberitahu kami tentang Allah. Kami memiliki percakapan yang baik,” ujarnya.
Khudi didukung oleh sebuah gereja lokal Siberia dan pelayanan Rusia, sebuah organisasi yang berfokus pada penyebaran Injil di bekas negara Uni Soviet itu. Khudi mengatakan misinya dimulai dengan penginjilan persahabatan.

“Saya membawa hadiah untuk semua anak-anak hari ini. Setiap kotak diisi dengan mainan, kebutuhan sekolah, dan Alkitab anak-anak. Kita harus membangun hubungan terlebih dahulu,” jelas Khudi.
Tekhnologi modern seperti mobil salju, telepon seluler, dan generator telah menjadikan hidup menjadi sedikit lebih mudah di tundra.

“Sebelumnya saya harus bergantung pada rusa untuk berkeliling,” ujar khudi. “Saat ini mobil salju memungkinkan saya untuk melakukan perjalanan jarak jauh untuk bertemu keluarga demi keluarga.”
Meskipun tidak ada angka pasti, namun Khudi memperkirakan sekitar 500 orang Nenets telah menerima Tuhan dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Masih ada ribuan lagi yang belum mendengar tentang Yesus,” ujarnya. Khudi terus menjelajahi dataran Tundra Siberia yang keras dalam pencariannya untuk membagikan Yesus kepada lebih banyak orang.
Memberitakan kabar keselamatan kepada sebanyak mungkin orang terkadang bukanlah jalan mudah yang bisa ditempuh. Namun saat Tuhan telah menaruh hati bagi jiwa-jiwa di dalam hati kita, tak ada seorangpun yang dapat menahannya selain keputusan kita untuk melangkah pergi dan memberitakan Injil.(cbn/net)

Tentara Asing Rompak Nelayan Belawan

Ratusan Kilo Hasil Tangkapan Dijarah

BELAWAN- Tampaknya satuan keamanan laut harus bekerja ekstra dalam melakukan pengawasan di perairan laut Indonseia khusunya Selat Malaka. Pasalanya, nelayan Belawan menjadi korban perompakan tentara asing dilengkapi senjata laras panjang dan menjarah ratusan kilo hasil tangkapan di perairan Selat Malaka, 40 mil dari Lampu Merah, Belawan.

Nelayan yang menjadi korban kejahatan tentara asing, Salimin (39), warga Lorong Papan, Kelurahan Belawan I, Medan Belawan saat ditemui, Sabtu (25/2) di rumahnya mengatakan, dia dan ketiga temannya Mis (38) dan Salman (30) warga Lorong Kenanga, serta Yakim warga Lorong Pahlawan, berangkat dengan kapal sejak, Selasa (22/2) sore, dan seperti biasanya sesampainya di tengah laut mereka pun menebar jaring untuk menangkap ikan.

Jumat (24/2) sore, saat mereka tengah tertidur, tiba-tiba kapal mereka dihampiri kapal tentara asing yang menurut penglihatan mereka berbendera Malaysia. Ada puluhan petugas asing dengan senjata lengkap, tak lama 6 petugas lengkap dengan senjata api laras panjang  menghampiri Salimin dengan menggunakan spead boat. Saat merapat ke kapal mereka, 6 tentara asng tersebut langsung menodongkan senjatanya dan marah-marah karena mengaggap mereka menagkap ikan di perairan luar negera Indonesia. “Kalian sudah tangkap ikan di laut kami,” ucap salah satu tentara asing sambil menodongkan sejata diperagakan Salimin.

Karena yakin mereka memangkap ikan di perairan Indonesia, Salimin dan kawan-kawan pun membantah, mereka mengatakan jika mereka masih menangkap ikan di laut sendiri karena masih berjarak 40 mil dari Lampu Merah perairan Belawan. “Ini masih laut kami Pak, jadi kenapa kami dilarang nangkap ikan di sini,” tantang Salimin kepada tentara asing nenceritakan kejadian yang mereka hadapi.

Namun, 6 tentara asing tersebut tak perduli langsung mengancam akan melakukan tindakan nekat bila melawan. Karena diancam senjata, nelayan asal Belawan ini rela ratusan kilogram ikan yang sudah 3 hari ditangkap dijarah tentara asing tersebut. Tak hanya itu, alat penangkap ikan dan puluhan bungkus rokok milik mereka juga diambil. Kemudian, 6 tentara asing kembali ke kapal patroli mereka dan langsung pergi meninggalkan nelayan Belawan ini.
Dijelaskan Salimin juga, dua minggu yang lalu pernah terjadi hal yang serupa terhadap nelayan lain, namun saat kejadian tersebut nelayan Indonesia dianiaya terlebih dahulu dan dijarah hasil tangkapannya. “Yang parah dua minggu yang lalu Bang, ada nelayan di datangi polisi Malaysia dipukuli dan dijarah ikan mereka,” beber Salimin. (ril/smg)

Satelit Televisi Kristen Diblokir

Kerusuhan Libya

Kerusuhan sosial dan ketegangan antara pemerintah Libya pimpinan Muammar Gadhafi dan rakyatnya merembet kemana-mana. Salah satunya menyebabkan satelit televisi yang menayangkan program Kristen di seluruh daerah Timur Tengah mengalami kemacetan dalam siarannya. Diperkirakan Libya yang bertanggung jawab atas hal itu.
SAT-7 mengatakan bahwa program bahasa Arab dan program untuk anak-anak macet karena sebuah tindakan ilegal dari fasilitas teknik sejak demonstran Libya menentang Gadhafi muncul. Mereka juga percaya bahwa stasiun TV yang lain juga diblokir. Penyiar percaya bahwa channel berita Al Jazeera yang mengarahkan hal tersebut karena mereka mempunyai transponder yang sama dengan SAT-7.

SAT-7 meminta agar orang-orang Kristen berdoa untuk Libya khususnya untuk orang Kristen yang ada di Libya dan sekitarnya, bahwa mereka akan menjadi perpanjangan tangan untuk masa pemulihan dan saksi yang setia untuk Kristus.

Karena itu, SAT-7 menginginkan kemacetan itu dapat diatasi agar penonton di negara tersebut bisa ‘mendapatkan sumber kekuatan dan pengharapan melalui masa yang sulit ini’.

Sepertinya kemacetan ini akan terus berlangsung sampai rezim di Libya berakhir. Namun, mereka mengkuatirkan rakyat Libya. “Tentu saja, ada hari-hari kritis untuk rakyat Libya dan mereka membutuhkan doa kita bahwa kekerasan dan pertumpahan darah akan segera berakhir,” kata juru bicara dari pelayanan tersebut.
Karena penonton mereka, diarahkan ke channel yang lain yaitu SAT-7 Plus yang menayangkan program terbaik dari program-program Arab dan channel anak-anak mereka. Channel ini tidak mengalami gangguan karena berada dalam sistem satelit Hot Bird. Libya butuh dukungan doa dan semangat.

Di sisi lain, Libya telah membebaskan dua orang tahanan warga Korea Selatan – termasuk seorang pendeta – yang ditangkap atas dugaan keterlibatan mereka dalam kegiatan misionaris, seperti dilaporkan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Seoul.

Salah satu di antaranya adalah seorang pendeta Protestan yang hanya diidentifikasikan bermarga Koo, ditangkap pada bulan Juni karena melanggar hukum agama di negara mayoritas Muslim, yang melarang pengajaran lain selain Islam. Pria lainnya yang diidentifikasi bermarga Jeon, ditangkap bulan berikutnya karena membantu Koo, termasuk membawa buku-buku Kristen dan bahan lainnya bagi pekerjaan misionaris ke negara tersebut.
Korea Selatan, sebagai negara pengirim misionaris terbesar kedua di dunia, tidak merasa aneh dengan keadaan yang menimpa kegiatan para misionarisnya. Kasus di Libya menjadi rumit karena baru-baru ini telah terjadi pengusiran pejabat Kedubes Korea Selatan dengan dugaan mengumpulkan informasi mengenai pemimpin Libya dan juga informasi dalam area sensitif lainnya.

Meskipun Seoul membantah tuduhan Libya bahwa pejabat kedutaannya adalah seorang agen intelijen dan menyatakan operasi tersebut hanya merupakan bagian dari pengumpulan informasi terhadap Korea Utara, namun Libya menghentikan kegiatan kedutaannya di Seoul secara de facto, memaksa para pengusaha Korea Selatan mendapatkan visa ke Libya dari kedutaannya di negara lain.(chp/net)

Empat Kali Berturut Jadi Champion Putri

SMA Eben Haezar Ikuti Rekor Jonggat

MANADO – Kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Development Basketball League (DBL) 2011 seri Sulawesi Utara kemarin menutup serinya dengan menyelenggarakan final party di GOR Hall B Wolter Mongisidi KONI Sario Manado. Lebih dari 3.000 orang penonton hadir menyaksikan dua laga final.

Dalam final tersebut, tim putri SMA Eben Haezar Manado sukses mempertahankan gelar juara, dengan menang atas SMAN 1 Manado dengan skor 45-26. Prestasi tersebut telah mereka raih sejak kali pertama Honda DBL mengunjungi provinsi Sulawesi Utara pada 2008.

“Sudah empat trofi champion yang mereka dapat. Ini menyamai rekor tim putri SMAN 1 Jonggat di seri Nusa Tenggara Barat,” ungkap Donny Rahardian, events and basketball operations manager DBL Indonesia yang kemarin menghadiri final di Manado. “Dari seluruh peserta DBL sejak 2004, hanya Benzar (sebutan Eben Haezar, Red) dan Jonggat yang berhasil memecahkan rekor juara empat tahun berturut-turut,” jelas Donny.

Benzar tentu merasa sangat senang dengan kemenangan yang mereka raih untuk kali keempat. “Bangga pasti bangga. Soalnya, ini nggak gampang. Apalagi, kita melawan Smansa (SMAN 1 Manado, Red) di final DBL sudah tiga kali. Pasti Smansa pengin sekali juara. Jadi, kita pun harus lebih kuat pertahankan,” ungkap Thyac Korah, manajer tim putri Benzar.

Thyac (baca: Tias) dulunya merupakan pemain Benzar pada Honda DBL 2008. Kala itu, Thyac juga berhasil terpilih menjadi DBL Indonesia All-Star dan diberangkatkan ke Australia.
Pada 2009 hingga 2011, meskipun sudah tidak bisa lagi menjadi peserta Honda DBL, namun dia selalu duduk di bench sebagai ofisial.

“Sebenarnya, di pertandingan-pertandingan persahabatan, kami juga pernah kalah melawan Smansa. Tapi, kami terus perbaiki diri. Benzar ini alumninya juga kuat. Jadi, ketika tim bertanding, alumni ikut datang, berbagi pengalaman. Lalu, sparing. Jadi, ilmunya pun terus dibagikan. Regenerasi ada terus,” jelas mahasiswi Universitas Sam Ratulangi Manado itu.

Di lain pihak, F.A. Lexie Kojongian, pelatih SMAN 1 Manado mengaku timnya seimbang dengan Benzar.  (jpnn)

 

Dipukul Selingkuhan, Polisi Obral Peluru

MEDAN- Gara-gara bertengkar dengan selingkuhannya, Bripka Ismanto personel Satreskrim Polsekta Patumbak melepaskan tembakan ke udara. Akibatnya, warga Jalan Selambo yang tak jauh dari kejadian panik. Bahkan, seorang lansia yang menderita sakit jantung, syok mendengar suara tembakan tersebut.

Menurut informasi yang diterima wartawan koran ini, Sabtu (26/2), peristiwa ini terjadi pada Selasa (22/2) sore lalu, sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu, Iswanto bersama selingkuhannya A bi (40) berada di rumah Pardan (50) di Jalan Selambo, Gang Bi. Tanpa sebab yang jelas keduanya terlibat pertengkaran. Karena tak sanggup menahan emosi, wanita Tionghoa itu pun langsung memukuli Iswanto.

Iswanto mencoba untuk menenangkan pacar gelapnya itu. Namun upaya itu tak berhasil. A Bi yang sudah emosi tak menghiraukan Iswanto. Akhirnya, Iswanto pun marah. Dalam keadaan dipukuli A Bi, tiba-tiba Iswanto mencabut senjata yang diselipkan di balik bajunya dan melepaskan tembakan ke udara.

Mendengar letusan pistol itu, A bi pun berhenti memukuli Iswanto dan berusaha menutupi telinganya. Pertengkaran pun terhenti. Namun, akibat letusan senjata api itu, seorang lansia yang tinggal tak jauh dari rumah Pardan sempat syok, apalagi dia menderita penyakit jantung. Beruntung, serangan jantungnya tak kumat.

“Heboh memang kemarin itu. Tapi nggak jelas ribut-ributnya gara-gara apa. Yang jelas ada orangtua yang sempat syok karena letusan senjata itu,” ungkap seorang personel Polresta Medan berinisial I berpangkat Aiptu.
Sementara A Bi saat dikonfirmasi wartawan via ponselnya enggan memberikan keterangan. “Sudahlah, aku kan nggak keberatan. Ngapain lagi dipermasalahkan,” tegasnya sembari menutup telepon.

Sementara, Kasi Propam/P3D Polresta Medan AKP Beno Sidabutar membenarkan peristiwa itu. “Memang ada, tapi kasusnya masih ditangani Polsek Patumbak. Namun, hingga kini tidak ada yang merasa keberetan atas kejadian itu. Tak ada yang membuat LP,” tegasnya.(mag-8)

Gereja Terindah di Dunia

Salt Cathedral of Zipaquira, Dibangun di Tambang Garam

Terowongan tambang garam di Kolombia ternyata dapat disulap menjadi gereja terindah di dunia. Dinding-dinding terowongan yang terbentuk dari garam oleh para arsitektur diubah menjadi ruangan peribadatan yang nyaman dan artistik. Terlebih ditimpali cahaya lampu warna warni sehingga dinding garam dapat memantulkan sinar cemerlang keunguan, kebiruan, kecokelatan dan kehijauan.

Timbunan garam Zipaquira yang terbentuk 200 juta tahun lalu, pada masa di mana terjadi kenaikan permukaan air laut selama akhir zaman ketiga dan ketika pegunungan Andes terbentuk. Di timbunan garam itulah kemudian digali menjadi sebuah terowongan tambang garam dan itu terjadi saat era Muisca di zaman sebelum bangsa Spanyol datang ke Amerika.

Berkat keahlian para arsitektur, terowongan tersebut diubah sebagai objek wisata religi terindah di dunia yang tentu saja dapat mendatangkan pendapatan bagi pemerintah Kolumbia dan masyarakat di sekitarnya. Daya pesona Katedral Garam, demikian gereja itu diberi nama mengundang decak kagum bagi para pengunjungnya. Setiap tahun ribuan turis datang ke gereja bawah tanah tersebut. Bahkan setiap Minggu katedral itu sedikitnya menerima 3.000 pengunjung, meski ia tidak memiliki status resmi sebagai katedral dalam Katolik.

Katedral Garam Katedral Garam dibangun pada tahun 50-an, dan baru digunakan untuk tempat beribadat pada tahun 1954.

Bertahun-tahun sebelum katedral pertama dibangun, para penambang membangun sebuah tempat peribadatan. Baru pada tahun 1950 dimulai pembuatan konstruksi bangunan yang lebih besar berupa Katedral Garam. Proses pembangunannya memakan waktu kurang lebih empat tahun.

Karena tiap tahun turis yang berkunjung ke situ semakin banyak, demikian juga jumlah jemaat yang beribadah di gereja itu semakin meningkat, maka pemerintah Kolumbia memperkuat konstruksi bangunan katedral agar tidak runtuh. Untuk penguatan konstruksi tersebut pada tahun 1990 katedral ditutup.  Kemudian tahun 1991 konstruksi katedral baru dimulai dengan posisi 200 kaki lebih dalam dari yang sebelumnya. Pembuatan konstruksi tersebut memakan waktu empat tahun, dan tahun 1995 katedral itu dibuka lagi untuk umum dengan berbagai variasi koridor dan tempat ibadat yang lebih nyaman, indah dengan berbagai ornamen yang artistik. (sm/bbs)