25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 15642

Dari Rawa hingga Bangunan Semi Permanen

Dikelilingi pohon trembesi yang sudah berusia ratusan tahun. Lapangan Merdeka Medan mulai dijadikan lapangan resmi sejak tahun 1885. Sebelumnya lapangan itu pada zaman Hindia Belanda disebut Esplanade kemudian pada zaman pendudukan Jepang disebut Fukuraido. Baru setelah Indonesia merdeka pada namanya diubah menjadi Lapangan Merdeka.

Sejatinya, dulu taman ini adalah kebun tembakau serta rawa-rawa. Sebagai suatu taman, keberadaan Esplanade sesungguhnya mirip sebuah lapangan kota yang kecil karena menghadap gedung balaikota dan beberapa perkantoran pemerintah. Sekalipun kemungkinan lapangan ini bukan satu-satunya lapangan yang besar di Medan namun demikian keberadaan Esplanade dapat dibandingkan seperti Lapangan Banteng. Pada masa lalu lapangan ini adalah tempat rekreasi keluarga.

Dulu di bawah Lapangan Merdeka Medan terdapat parit besar untuk pembuangan air  yang mengalir ke Sungai Deli. Di tempat inilah diselenggarakan pasar malam pertama pada tahun 1908. Sedangkan Museum Medan berada di depan pos polisi yang terbakar tahun 1944. Selain ruang terbuka untuk rekreasi warga, Lapangan Merdeka juga turut andil dalam kemerdekaan Republik Indonesia. Pada pada Oktober 1945, tempat ini menjadi saksi pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI yang dibacakan Mohammad Hasan.

Keberadaan gedung kantor pos di depan lapangan seperti ini merupakan prototipe kantor-kantor pos lain di beberapa kota antara lain Bandung, Magelang dan kota-kota kecil lainnya.

Namun keberadaan kantor pos yang berhadap-hadapan dengan gedung balaikota hanya ditemukan di Medan.  Sayang, Lapangan Merdeka yang seharusnya terbuka kini dipenuhi bangunan-bangunan semipermanen yang berfungsi sebagai restoran dan cafe. Kehadirannya sekarang ini yang dipenuhi bangunan-bangunan baru tersebut sangat mengganggu sistem visual sebagai sebuah ruang terbuka kota. (bbs/net)

Perbaiki Lampu Jalan Kami

085276649xxx
Kepada Yth Bapak Kadis Pertamanan Kota Medan yang baru, kami mengharapkan perhatian Bapak mengenai ada beberapa lampu jalan yang tidak berfungsi khususnya di Jalan Sekip, karena kendaraan-kendaraan yang melintas disini cukup ramai Pak saat malam hari. Terima kasih

081375839xxx
Bapak Wali Kota Medan tolong di perhatikan lampu jalan  di daerah simpang Selayang. Tiga hari hidup tiga bulan mati, daerah sini rawan kejahatan jangan lampu hias di pusat kota saja di perhatikan. Buat apa tiap bulan kami harus menanggung lampu jalan kalau tidak hidup cabut  saja semua. Terima kasih.

Mohon Bersabar
Terimakasih laporannya, selama ini kami sudah melakukan pendataan di sejumlah lapangan. Hanya saja, waktu dan keterbatasan personil membuat pelaksanaan harus bergiliran dilaksanakan perbaikannya.

Sekarang, tim kami masih bekerja dari mulai Jalan Imam Bonjol hingga sejumlah titik di inti Kota Medan. Selanjutnya, akan berkeser lagi ke sejumlah ruas jalan lainnya. Jadi kami mohon bersabar, karena tim sudah mendapatkan data untuk jalan mana saja yang akan diperbaiki lampu jalannya.

Erwin Lubis
Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan

———-

Jangan Tunda Perbaikan
Pada dasarnya pelaksanaan kerusakan ataupun pembangunan tidak boleh ditunda-tunda, apalagi pembangunannya berkaitan kepada pelayanan masyarakat. Jadi, jangan ada alasan lain bagi Pemko Medan tidak melakukan segera mungkin perbaikan lampu jalan ataupun pelayanan masyarakat lainnya yang sangat dibutuhkan.

Apabila jumlah personil masih kurang dan armada tidak cukup serta anggarannya belum muncul, sebenarnya hal ini bukan menjadi landasan alasan yang kuat. Bagi pemerintah sekarang ini harus tegas berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi rakyatnya.

Apalagi selama ini pajak penerangan jalan setiap bulannya dibayar masyarakat di dalam rekening listrik. Artinya, tak ada penundaan dalam perbaikan dan Dinas Pertamanan harus menyiapkan petugas yang siap selalu untuk urusan lampu jalan.

Ir H Ahmad Parlindungan Batubara
Ketua Komisi D DPRD Medan

Wali Kota Larang Kegiatan di Lapangan Merdeka

Hanya untuk Dua Bulan ke Depan

Warga Medan yang termanjakan oleh tontonan atraktif dan menghibur di Lapangan Merdeka tampaknya harus mengelus dada. Pasalnya, selama dua bulan ke depan, Lapangan Merdeka harus bersih dari acara.

K epastian membersikan Lapangan Merdeka dari acara seremonial maupun hingar-bingar lainnya ditegas kan oleh Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Jumat (25/2). Kalimat sakti wali kota ini diucapkannya di depan 1.406 pegawai Dinas Pertamanan Kota Medan  di Pendopo Lapangan Merdeka Medan. “Untuk dua bulan ke depan, Lapangan Merdeka ini, jangan ada penyelenggaraan acara atau kegiatan.

Karena Lapangan Merdeka harus menjadi Heritage Kota Medan. jadi, untuk perizinan kegiatan juga harus lebih ketat, jangan asal memberi izin saja,” ungkap Rahudman.

Wali kota juga menegaskan, dinas terkait tak perlu ragu untuk menolak permohonan izin acara di ruang terbuka bersejarah itu. “Yang mengatur kota ini premannya hanya satu yaitu wali Kota. Tidak ada preman lainnya,” tegas Rahudman.

Pada kesempatan itu, Rahudman menekankan, Dinas Pertamanan bukan hanya mengurusi mengenai reklame, tapi secara menyeluruh yakni, taman, lampu jalan dan lain sebagainya. Dikatakannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Medan, bukan bersumber dari banyaknya reklame. “Saya tidak perlu banyak reklame.

Yang saya perlu adalah penataan kota ini. Pertamanan itu bukan hanya mengurusi reklame, tapi keindahan kota ini,” jelasnya.

Selain itu, Rahudman juga menekankan kepada para pegawai Dinas Pertamanan Kota Medan, khususnya Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Erwin Lubis untuk melakukan perbaikan terhadap semua pintu masuk dari daerah menuju Kota Medan.

Hal itu agar membuat Medan lebih asri dari sekarang ini. “Taman kota juga harus bersih dari reklame-reklame. Khususnya, reklame yang tak memiliki izin,” kata Rahudman lagi.

Maka dari itu, Rahudman kembali mewanti-wanti kepada Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan untuk melakukan terobosan dalam rentang waktu tiga bulan ke depan. “Kalau ada pegawai yang tidak serasi dengan Kepala Dinasnya, laporkan dengan saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Erwin Lubis kembali menegaskan, dirinya akan bekerja keras untuk memenuhi instruksi dari Wali Kota Medan tersebut, seperti penertiban reklame, memperbaiki lampu jalan yang rusak, begitu pula dengan taman-taman yang ada dan tanpa terkecuali akses-akses masuk ke Kota Medan.

Diketahui, seluruh pegawai di Dinas Pertamanan Kota Medan yang hadir 969 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pekerja Harian Lepas (PHL), 356 Buruh Harian Lepas (BHL), 73 pegawai kontrak dan 8 orang PNS Pemko Medan yang diperbantukan ke Dinas Pertamanan Kota Medan.(ari)

Dari Kursi Roda, Raih 5 Emas

Rosalinda Sarmauli Boru Manurung

Lahir sebagai anak yang normal membuat Rosalinda Sarmauli Boru Manurung (45) sama sekali tak berbeda dengan anak lainnya. Namun, ketika usia delapan tahun, dia sempat putus asa setelah sebuah taksi menabraknya. Dia cacat.

Tapi, kekurangan yang dimiliki bukan alasan bagi dirinya untuk tidak memberikan kontribusi pada daerah kelahirannya. Melalui kursi roda, satu per satu medali emas dia sumbangkan untuk dunia olahraga Sumatera Utara.

Ya, di antara insan olahraga Sumut, nama di atas tentu sudah tidak asing lagi. Sepak terjangnya di dunia olahraga sudah mendapat pujian tidak hanya dari daerah, nasional, juga internasional. Diawali medali emas pertamanya di cabang tenis meja pada Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) di Palembang 2004 silam. Rosalinda mendapat tiket menjadi duta Sumut pada Kejuaraan Nasional Catur di Ternate 2005.

Di situ dirinya menyumbangkan satu medali emas. Tidak cukup di situ, dirinya menyabet medali emas pada seleksi nasional Para Games Thailand 2006 silam dan menyumbangkan dua medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu pada Para Games Thailand 2008 lalu.
Prestasi membanggakan itu juga dipersembangkan untuk Sumut pada Porcanas Kaltim 2010.

Masih banyak lagi prestasi yang ditorehkannya, lengkapnya lihat grafis.

Ketika ditemui di kediamannya Jalan Turi Gang Pembangunan No.3A Medan, Selasa (22/2) lalu. Rosalinda sigap menaiki kursi roda yang menjadi saksi perjuangannya. “Saya ditabrak taksi waktu usia delapan tahun,” kenang Rosalinda.

Bagi anak yang dilahirkan normal kelumpuhan sebagai dampak dari kecelakaan tadi membuatnya putus asa. Rosalinda kecil pun memutuskan keluar dari sekolah dan mengucilkan dirinya untuk waktu yang cukup lama. Melihat hal itu sang ayah yang seorang militer mencoba memahami perasaan putri ke empatnya itu. Sebuah papan catur pun dibelikan. Bahkan sang ayah mengajarkan langsung.

Melihat kemampuan sang putri, Rosalinda yang tetap menolak untuk bersekolah dibelikan buku-buku pelajaran dan surat kabar untuk mendapatkan informasi. Semua itu lantas dilahap dan dibuktikan saat kembali duduk di kelas III SD Parulian Medan. Meskipun di kuartal berikutnya Rosalinda kembali keluar karena tidak tahan dengan ejekan.

Di ‘pengasingan’nya, buku pelajaran tidak pernah lupa untuk dipelajari dan ditunjukkan saat mengikuti ujian kelulusan. Dirinya bahkan diterima di SMP Negeri 7 Medan (sekarang SMPN 8 Medan, Red). Begitu pun dirinya tetap berkeinginan untuk kembali normal. Bangku pelajaran akhirnya kerap ditinggalkan untuk menjalani pengobatan. Dari semula menggunakan dua tongkat, di kelas II dirinya sudah menggunakan satu tongkat saja. Hasil itu dirasa pantas mengingat pelajaran hanya dilakoni selama delapan bulan. Di kelas III dirinya hanya mengikuti ujian dan berhasil lulus.

Hal itu berlanjut ketika diterima di SMA Negeri 5 Medan yang harus ditinggalkannya karena tidak sempat mengurus izin saat akan menjalani operasi di Dolok Melangir. Meskipun di situ perjuangan Rosalinda harus berakhir. Rosalinda menamatkan pendidikannya di SMA Dwi Warna Medan. “Dokternya tidak tahu letak pasti kesalahannya. Karena mereka lihat badan saya tumbuh seperti orang normal begitu juga dengan kaki saya tidak mengecil. Jadi mereka ragu,” tuturnya.

Keraguan dokter akan kesembuhan tadi tidak lantas menghentikan keinginan Rosalinda untuk menuntut ilmu. Pada 1989 dirinya bahkan berhasil lulus ujian di jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Sumatera Utara. Namun, minimnya akses yang ada bagi penderita cacat membuat Rosalinda tidak melanjutkan kuliah dan serius di olahraga seperti disarankan sang ayah.

“Saya optimis bila olahraga kita akan mengalami perubahan yang positif. Jadi saya yang serba kekurangan ini saja bisa berbuat apalagi anak muda yang lahir normal,” pungkas Rosalinda. (jul)
yang punya keinginan menggelar pembinaan cabang olahraga tenis meja bagi generasi muda ke depan. (jul)

Konsentrasi Barca Terpecah

KEKALAHAN 1-2 yang dialami Los Blaugranas atas Arsenal pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions beberapa hari lalu, benar-benar menyentak kesadaran seluruh punggawa Blaugranas.

Bahkan, tak sampai di situ, beberapa diantaranya tak dapat melupakan kekalahan yang terjadi di Emirates Stadium itu.
Satu di antara beberapa pemain yang sangat berambisi menembus kekalahan atas The Gunners adalah David Villa.

Bahkan di saat timnya akan menghadapi Real Mallorca dini hari nanti, mantan striker Valencia itu pun kembali menegaskan bahwa target utama timnya adalah menebus kekalahan atas Arsenal peda leg kedua yang berlangsung di Stdin Nou Camp.

“Saya rasa, jika kami melakukan hal yang sama, seperti apa yang kami lakukan di London, kami akan berada di jalur yang tepat. Saat itu kami benar-benar menguasai pertandingan. Sayangnya, kami tak dapat memenangkan pertandingan itu,” sesal David Villa.

Kendati begitu, Villa menampik jika konsentrasi timnya terpecah. “Tidak. Kami tetap fokus pada Real Mallorca. Pertandingan itu juga penting untuk dimenangkan. Kami tak ingin terpeleset. Semua lawan adalah berat. Tapi Arsenal memang sangat istimewa,” bilang ujung tombak La Furia Roja itu. (jun/bbs)

Laga Sulit

Mallorca v BARCELONA

PALMA DE MALLORCA- Saat ini Real Mallorca menempati peringkat kesebelas dengan poin 31. Jumlah ini setara dengan poin yang dikumpulkan Getafe di peringkat kesepuluh, atau tertinggal dua angka dari Atletico Madrid yang menempati peringkat kesembilan.

Artinya, jornada ke-25 harusnya menjadi kesempatan terbaik bagi Barralets (julukan Real Mallorca) untuk menyalip posisi kedua tim yang berada di atasnya tadi.

Pasalnya, di hari yang sama Atletico Madrid harus menghadapi tantangan tim kuat Sevilla, sedangkan Getafe harus bertandang ke markas tim pembunuh raksasa Hercules.

Ironisnya, di saat kesempatan untuk menyalip kedua tim itu datang, di saat itu pula anak asuh Michael Laudrup harus menghadapi pemuncak klasemen La Liga Barcelona. Memang, pada pertemuan pertama yang berlangsung di Stadion Nou Camp, Araujo Nunes dkk mampu menahan imbang tuan rumah. Namun tak da jaminan jika pada pertemuan kali ini mereka mampu melakukan hal yang sama, apalagi sampai mengalahkan tim berjuluk Los Blancos itu, meskipun catatan prestasi Barralets cukup apik setiap kali menjamu lawan di Iberostar Estadi.

Sejauh ini Barralets mampu memenangkan 7 laga dari 12 pertandingan yang berlangsung di sana. Sedangkan lima pertandingan lainnya, 2 pertandingan berakhir imbang dan 3 pertandingan berakhir dengan kekalahan.

Karena hal tersebut di atas, bek yang juga kapten Real Mallorca Jose Carlos Araujo Nunes mengatakan bahwa mereka akan membuat kejutan saat menjamu pemuncak klasemen, meski pada pertandingan nanti  tak satu mania bola pun yang mengunggulkan The Islanders  (sebutan lain Real Mallorca).

“Kecil kemungkinan kami bisa mengalahkan mereka. Tapi perlu diingat jika pada putaran pertama kami mampu melahirkan kejutan saat menahan imbang mereka di Stadion Nou Camp dengan skor 1-1. Itu akan kami ulangi lagi,” bilang Nunes.

Terkait kekuatan caon lawannya nanti Nunes mengatakan bahwa Barcelona merupakan sebuah tim dengan materi pemain yang komplet. Siapa pun yang diturunkan tetap takkan berpengaruh terhadap kekuatan tim secara keseluruhan.

Bahkan walaupun Barcelona telah mengalami kekalahan atas Sporting  Gijon dan Arsenal di ajang Liga Cahmpions, Nunes masih menganggap Los Balugranas sebagai tim yang solid.
“Mungkin Xavi tidak dapat diturunkan karena cedera. Tapi perlu diingat, siapa pun akan sanggup mengisi tempat yang ditinggalkannya,” bilang Nunes.

Sesungguhnya bukan hanya Xavi yang tak dapat diturunkan Pep Guardiola, entrenador Barcelona pada laga dini hari nanti. Diperoleh kabar jika Victor Valdes dan Carles Puyol juga mengalami cedera, sedangkan bek sayap Dani Alves absen karena skorsing.

Absennya keempat pemain di atas tak ayal menimbulkan keraguan terhadap kekuatan Blaugranas, sebab keempatnya memiliki peran besar atas sukses Barcelona musim ini.
Dani Alves misalnya, winger berdarah Brasil ini sudah membuat 14 assists di semua kompetisi untuk Barcelona. Dia jugua menjadi otak serangan Barcelona.

“Pertandingan ini akan menjadi sulit tanpa keempat pemain di atas. Beruntung tiga striker yang kami miliki semuanya siap merumput.  Ya, bisa dipastikan jika tiga striker Barcelona, Lionel Messi, David Villa dan Pedro yang sejauh ini telah menghasilkan 77 gol di semua kompetisi, malam ini siap diturunkan.

“Kami tidak pernah memikirkan berapa jumlah gol yang telah kami lesakkan ke gawang lawan. Bagi kami, kemenangan di atas segalanya. Dan itu tetap menjadi prioritas tim kami,” bilang Lionel Messi, pencetak satu gol Barcelona ke gawang Mallorca pada putaran pertama lalu. (jun)

Newcastle Perpanjang Tiote

Cheick Tiote mempertegas komitmennya dengan Newcastle United dengan memperpanjang kontraknya hingga Juni 2017.

Tiote menandatangani kontrak baru berdurasi enam setengah musim hari ini yang disambut gembira oleh Alan Pardew, setelah sebelumnya muncul spekulasi pemain asal Pantai Gading itu akan hengkang di musim panas.

“Cheick sangat penting bagi kami di musim ini dan pemain dengan tipe yang saya inginkan di skuad. Dia fantastis di lapangan dan juga di kamar ganti dan penting bagi semua hal yang ingin kami raih. ” ungkap Pardew.

“Dia beradaptasi dengan brilian pada sepakbola Inggris dan saya senang dia menandatangani kesepakatan baru bersama kami. Sebabnya dia pemain yang hebat di posisinya,” pungkas Pardew. (net/jpnn)

Kuyt Berharap Perpanjang Kontrak

Permohonan Dirk Kuyt mendapat kontrak baru dari Liverpool kabarnya mendapat tanggapan positif dari pihak klub. Kabarnya manajemen menyiapkan kontrak yang cukup menjanjikan untuknya.

Hal ini tak lepas dari penampilan impresif Kuyt dalam beberapa laga terakhir Liverpool, termasuk ketika menjadi pahlawan penentu kemenangan atas Sparta Praha dinihari tadi.
“Semuanya sudah berjalan positif dan semoga saya mendapat kabar bagus dalam satu atau dua pekan,” ungkap Kuyt.

Kontrak Kuyt bersama Liverpool sejatinya masih berjalan satu musim lagi. Namun pemain asal Belanda itu menyatakan hasratnya untuk segera memperbarui kontrak agar bisa lebih fokus mengantar tim ke level yang lebih baik. (bbs/jpnn)

Tak Remehkan Birmingham

LONDON-Striker Arsenal Nicklas Bendtner menyatakan bahwa rekan-rekannya tidak akan memandang remeh Birmingham City saat mereka berlaga pada final Piala Carling, Selasa (28/2) dini hari.

Bendtner sadar bahwa dalam partai final tidak ada ruang untuk berbuat kesalahan dan dia siap untuk memberikan kontribusi yang besar dengan caranya sendiri.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya senang apabila dapat menunjukkan sebuah trofi sebagai tanda saya pernah berada di Arsenal. Karena itulah saya disini, untuk memenangkan gelar dan bermain dengan pemain-pemain terbaik,” ungkap Bendtner kepada the Official Arsenal Programme.

“Semua orang ingin menjadi bagian dari semua itu jadi itu akan menyenangkan apabila kami dapat menjadi juara di Piala Carling. Ini adalah pertandingan besar dan kami harus serius untuk memenangkannya,” bilang Bendtner.

Selain hal tersebut, pada laga nanti The Gunners dipastikan kehilangan Cesc Fabregas. Fabregas mengalami cedera hamstring pada kakinya saat Arsenal menghadapi Stoke dalam lanjutan partai Liga Primer Inggris, Kamis (24/3) dinihari WIB.

“Itu hanya sebuah cedera kecil, tapi Cesc sudah pasti absen pada hari Minggu. Untuk berapa lama (absen setelahnya) saya tidak tahu, tapi yang pasti tidak bisa untuk hari Minggu,” terang Wenger di situs resmi Arsenal.

Sebelumnya, Fabregas sudah mengungkapkan tekadnya untuk pulih sehingga bisa mengapteni Arsenal di laga tersebut. Setelah kenyataan tak selaras dengan harapan, si pemain Spanyol tak ayal dilanda kekecewaan.

“Ia kecewa. Kami semua ikut menyesal dan bersedih untuknya. Kini cara terbaik untuk membantunya adalah dengan menjuarai Piala Carling karena ia sudah berkontribusi besar dalam kompetisi ini,” seru Wenger. (bbs/jpnn)

Dendam Super Depor

LA CORUNA-Oleh fans Deportivo La Coruna, dini hari (27/2) nanti dianggap sebagai waktu yang paling tepat untuk melampiaskan sakit hati mereka kepada Jose Mourinho, entrenador Real Madrid.

Ya, nama Mourinho seakan menjadi momok bagi fans Super Depor (julukan Deportivo La Coruna). Pasalnya, pelatih berkebangsaan Portugal itu telah dua kali menorehkan luka kepada fans Super Depor.

Adalah babak semifinal Liga Champions tahun 2004. Saat itu Super Depor yang bertindak sebagai tuan rumah dipaksa menyerah oleh Porto yang dibesut Mourinho.

“Hari itu saya sangat kecewa. Harusnya kami yang melangkah ke partai final. Tapi semuanya berkata lain. Mereka (Porto, Red) lolos ke final dan tampil sebagai juara,” bilang Jose Ramon Pena, Presiden Klub Deportivo La Coruna.

Ironis bagi Pena, rasa dendam belum terbalaskan, Super Deppor kembalil dipermak dengan skor  1-6 saat kedua tim berlaga pada putaran pertama La Liga musim ini.

Parahnya, kekahalan itu merupakan kekalahan terbesar yang dialami Super Depor atas Real Madrid, setelah pada tahun 1951 mereka juga takluk dengan skor 5-0.

Sementara itu Andres Guardado, gelandang La Coruna mengatakan bahwa laga menghadapi Real Madrid bukan semata balas dendam atas dua kekalahan yang pernah dialami.

Karenanya, Guardado menegaskan bahwa dirnya menghormati Real Madrid yang bertabur pemain bintang. “Cara paling tepat dalam menghormati mereka adalah dengan mengalahkannya,” bilang Guardado.

Pemain berkebangsaan Meksiko itu menuturkan bahwa materi pemain yang dimiliki Real Madrid adalah yang terbaik di dunia. Karenanya, setiap kali menghadapi mereka, seluruh tim pasti terpacu untuk meraih poin sempurna.

Artinya, meski kecil, namun Super Depor masih memiliki peluang untuk mengalahkan Los Merengues, yang dini hari bakal kehilangan Sami Khedira akibat cedera.

Selain hal tersebut, sesungguhnya sejarah pun ternyata lebih berpihak kepada Super Depor. Tak percaya? Lihatlah,dari 42 kali menjamu Real Madrid di Stadion Riazor, tuan rumah memenangkannya sebanyak 18 kali, sementara Real Madrid hanya menang 11 kali, dengan 13 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Jadi, akankah Super Depor mengalahkan Real Madrid guna menebus dua kekalahan menyakitkan yang mereka alami pada semifinal Liga Champions  tahun 2004 dan kekalahan 1-6 pada La Liga putaran pertama musim ini? Sama-sama kita tunggu jawabannya dini hari nanti. (jun)