31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 15646

Saatnya Tobat Massal

Korupsi Sumut Nomor Satu di Indonesia

MEDAN-Sejumlah pejabat, mantan pejabat birokrasi di provinsi Sumatera Utara, saat ini memang terjerat kasus korupsi. Sebut saja Gubernur Syamsul Arifin, mantan Wali Kota Siantar RE Siahaan, mantan Bupati Simalungun Zulkarnaen Damanik, Bupati Nias Binahati B Baeha, serta sejumlah tokoh lain. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumut juga sudah mengeluarkan data potensi kerugian negara yang terjadi di provinsi, kabupaten dan kota di Sumatera Utara selama 2008-2009 yang nilainya mendekati Rp47,2 miliar.

Tak salah bila sejumlah lembaga pemerhati tindakankorupsi di Indonesia menyoroti provinsi ini sebagai sarang koruptor yang pantas diobok-obok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Untuk kasus kroupsi dengan tersangka Syamsul Arifin dan RE Siahaan, KPK sebagai penyidik bahkan sudah mengumpulkan data dari Medan dan Siantarn

Anggota Komisi A DPRD Sumut Taufik Hidayat malu dengan predikat provinsi tersubur tingkat korupsinya di Indonesia. Apalagi, banyak kasus korupsi di Sumut yang dilakukan secara bersama-sama atau jamaah. “Korupsi di Sumut ini adalah korupsi yang berjamaah. Jadi, pemberantasan yang dilakukan juga harus berjamaah,” tegasnya.
Selain aparat penegak hukum, masyarakat dan LSM, media dan anggota legislatif mestinya berperan lebih untuk membongkar kasus-kasus korupsi. “Sumut tidak lagi menjadi sarangnya koruptor,” ungkapnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut Hidayatullah juga mengaku prihatin dengan predikat provinsi terkorup yang disandang Sumut. “Kita tidak bisa membantah, karena faktanya, pada periode lalu maupun saat ini ada beberapa kepala daerah yang tersangkut masalah korupsi. Ada yang sudah divonis bersalah, dan sebagiannya masih dalam proses hukum,” tandas Hidayatullah.Pria berjanggut ini mengaku merasa sesuatu yang terasa namun tidak terkatakan terkait permainan uang dalam pelaksanan birokrasi di Sumut. “Seperti, harus bayar untuk jabatan-jabatan eselon, menyogok untuk jadi PNS, pungutan liar, pungli di jembatan timbang, pungli untuk mengurus perizinan, tambahan biaya tak resmi untuk KTP/KK, surat nikah, paspor dan lain-lain,” jelasnya.

Dia menambahkan, sudah saatnya masyarakat Sumut, pejabat serta elit politik bertobat massal dan berkomitmen membersihkan citra daerah terkorup. “Itu perlu dilakukan sebelum ditangkap KPK dan dipanggil Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Kajatisu Ngaku Sudah Bekerja

Apa tanggapan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab menangani kasus korupsi di Sumut? Kehadiran empat penyidik KPK di Pematangsiantar dan penyematan provinsi paling korup selama 2010 dari ICW, ternyata kembali mengusik eksistensi korps Adhyaksa itu. Tak ingin disebut tidak maksimal bekerja memberantas korupsi di Sumut, Kejatisu langsung membeber kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat di Sumut yang kini ditanganinya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sution Usman Adji, kembali menegaskan komitmennya memberantas korupsi di Sumut. “Kita tidak akan pernah kompromi dengan korupsi. Selama saya memimpin Kejatisu, tidak akan ada kasus-kasus korupsi yang diberhentikan. Itu sudah menjadi tekad saya,’’ tegas Sution Usman Adji.
Sution mengungkapkan, sejak menjabat Kajatisu, sudah tiga belas kasus korupsi yang disidik bahkan sudah ada yang masuk ke peradilan. “Sudah banyak yang kita proses pelaku korupsi hingga sampai peradilan. Bahkan sudah ada yang mencapai putusan dan mendekam di dalam lembaga,’’ beber Sution.
Saat ini pihaknya melakukan penyidikan pelaku korupsi di Sumut. Diantaranya dugaan korupsi mantan Bupati Tobasa dan mantan Bupati Simalungun.

“Masih banyak lagi pekerjaan rumah kita di Sumut ini,’’ tegas Sution.
Melalui Kasi Penkum Edi Irsan Tarigan, Kejatisu menegaskan kasus dugaan korupsi Rp14 miliar di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Simalungun yang melibatkan mantan Bupati Simalungun Zulkarnaen Damanik hingga saat ini masih terus disidik Pidsus Kejatisu.

“Zulkarnaen Damanik pernah diperiksa 7 jam oleh penyidik Pidsus,’’ tegas Tarigan kepada wartawan di kantornya di Jalan AH Nasution Medan, Kamis (23/2).

Pemeriksaan terhadap Zulkarnaen, beber Tarigan, bertujuan mencari informasi melengkapi alat bukti yang telah ditemukan. “Dari keterangannya ini dapat mengungkap dugaan penyimpangan anggaran proyek. Dari keterangan dia juga kita dapat mengetahui, siapa saja yang terlibat,’’ tegas Tarigan.

Namun, kata Tarigan, mantan Bupati Simalungun belum jadi tersangka
Kejatisu juga telah memeriksa mantan kepala Dinas Pertamanan Kota Medan, Muhammad Idaham, terkait indikasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari pengemplangan pajak iklan mencapai Rp18,5 miliar.
“Baru tadi saya tahu dari Kasi Pidsus, kalau Idaham sudah diperiksa terkait kasus pengemplangan pajak papan reklame. Pemeriksaan Idham itu, setelah dilayangkan surat pemanggilan berdasarkan temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI ke Dinas Pertamanan kota Medan, No 510.12/20634 tertanggal 11 Desember 2009, prihal tidak lanjut,” Edi Irsan Tarigan.

Selain Idaham, dua mantan Kepala Dinas, Randiman Tarigan dan Chairulsyah juga telah dimintai keterangan dalam peneyelidikan kasus indikasi kebocoran PAD kota Medan ini.

Dalam penyelidikan ini, Kejatisu telah memeriksa 15 orang saksi diantaranya, direktur PT Star Indonesia, Iskandar dan direktur PT Multi Grafindo, Albert Kang, diduga sebagai perusahaan penunggak pajak papan reklame puluhan miliaran rupiah, tetapi status dua orang ini sampai saat ini belum tersangka.
“Keduanya masih sebetas dimintai keterangan dan belum ada tersangka dalam kasus ini karena masih dalam proses penyelidikan dan belum penyidikan,” ungkap Edi Irsan.

Sedangkan Wakil Direktur LBH Medan Muslim Muis memandang sinis kinerja penegak hukum di Sumut. Muslim meminta KPK, Kajagung dan Kapolri benar-benar memperhatikan Sumut untuk meminimalisir aksi korupsi. “Ini pukulan berat bagi aparat penegak hukum, baik kejaksaan ataupun kepolisian. Aparat jangan bermain-main lagi memberantas korupsi di Sumut,’’ tegas Muslim Muis.

Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Ridwan Rangkuti menyatakan, lansiran ICW seharusnya dilengkapi dengan indikatornya. “Memang bisa jadi, indikator dari ini semua adalah banyaknya kepala daerah di Sumatera Utara yang tersangkut masalah hukum atas kasus korupsi yang dilakukannya. Namun, tetap saja ada indikator lainnya. Maka seharusnya pula, ICW juga melansirkan indikator penyebabnya, agar tidak terjadi kesimpangsiuran,” jelasnya.

Ridwan berpandangan, korupsi di Sumut mestinya bisa diredam. Pasalnya, dengan APBD propinsi yang hanya berkisar Rp4,7 miliar. Dia membandingkan dengan Aceh yang APBD nya mencapai di atas Rp10 miliar dan DKI Jakarta dengan APBD mencapai Rp20 miliar, namun tingkat korupsinya tidak separah di Sumut.
Selain itu, selayaknya pelaku korupsi yang diadili di Sumatera Utara dihukum berat untuk memberi efek jera. “Selain upaya itu, harus juga ada upaya preventif dengan pengaturan anggaran yang lebih relevan dan teratur serta terawasi dengan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelunya, Sumatera Utara meraih predikat juara satu untuk jumlah kasus korupsi di Indonesia dalam selama tahun 2010. Rentang waktu semester I (Januari-Juni) dan Semester II (Juli-Desember) di Tahun 2010 lalu. Di  semester I (Januari-Juni), Sumut mengalami 26 kasus korupsi, dan di semester II (Juli-Desember) jumlah tersebut menjadi 38 kasus.(rud/ari)

Istri Bupati Nias Diperiksa KPK

JAKARTA-Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nias, Ny Lenny Binahati, kemarin (24/2) menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Istri Bupati Nias Binahati B Baeha itu dimintai keterangan sebagai saksi perkara dugaan korupsi dana bantuan penanggulangan bencana tsunami di Kabupaten Nias tahun 2006. Binahati sendiri kemarin juga menjalani pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka perkara ini.

Berdasarkan jadwal pemeriksaan yang dirilis Bagian Humas KPK, selain Binahati dan istrinya, tim penyidik juga memintai keterangan Kabag Umum Pemkab NIas Baziduhu Ziliwu.

“Lenny Binahati dan Ziliwu dimintai keterangan sebagai saksi untuk pengembangan penyidikan perkara,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi.

Johan tidak menjelaskan keterkaitan Lenny dengan perkara yang membelit suaminya itu. Hanya saja, berdasarkan dokumen yang diserahkan Forum Masyarakat Nias Peduli (Formanispe) ke KPK beberapa waktu lalu, disebutkan dugaan keterkaitan perkara dengan Lenny.

Dalam keterangan tertulis yang diteken pimpinan Formanispe, Sonitehe Telaumbanua, disebutkan bantuan bencana gempa Nias dari Menko Kesra tahun 2006 dari APBN itu tidak masuk ke kas daerah, melainkan masuk rekening pribadi yang dibuat Binahati.

Karenanya, dana sebesar itu tidak masuk ke APBD Kabupaten Nias. Bahkan disebutkan, pelaksanaan anggaran senilai Rp9,4 miliar itu diduga dilaksanakan langsung oleh Binahati dan istrinya Ny.Leni Trisandi, bersama Kabag Umum Baziduhu Ziliwu tanpa mengindahkan Keppres No.80 Tahun 2003 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Binahati B Baeha sendiri sudah berstatus sebagai tersangka sejak 16 November 2010, dan dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) Cipinang, Jakarta, pada 11 Januari 2011.

Pemeriksaan di Siantar Berlanjut

Terkait kehadiran KPK di Siantar, kemarin tiga pegawai Dinas PU kota Pematangsiantar mendapat giliran menjalani pemeriksaan di ruang PDDO Mapolres Simalungun. Ketiganya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pemeliharaan jalan Dinas Pekerjaan Umum pada tahun 2007 lalu.
Meski demikian, mereka membantah telah diperiksa oleh KPK. “Aku bukan diperiksa, hanya mengantarkan berkas saja. Di dalam ada Pak Holder Siahaan dan S Silalahi (staf di bagian peralatan Dinas PU Pemko Siantar, Red),” ungkapnya sambil berlalu.

Holder Siahaan terlihat mendatangi Mapolres Simalungun pukul 10.30 WIB. Di sana Holder diperiksa sebagai saksi bersama dengan S Silalahi dan seorang pegawai Dinas PU yang tak menyebut nama sebelumnya.
Hingga pukul 16.00 WIB, Holder dan Silalahi terlihat belum keluar dari ruang pemeriksaan. Namun saat hendak ke Toilet, Silalahi yang sempat di temui METRO SIANTAR (grup Sumut Pos), tidak mau memberikan komentar apapun. “Jangan dulu ya, nanti saja… belum selesai diperiksa. Nanti kan kita bisa tahu semuanya, sekarang belum bisa. Belum selesai. Udahlah jangan dulu, saya memang dari PU dan diperiksa sebagai saksi,” katanya menghindar dari bidikan kamera wartawan.

Pantauan METRO, penyidik KPK yang dipimpin Kompol E Purba, beberapa orang pegawai Dinas PU terlihat berulang kali datang keruang PDDO. Mereka terlihat membawa arsip dan dokumen-dokumen yang berbentuk bundel dan diserhkan kepada penyidik. Terhitung, ada 4 orang yang terlihat berjalan menuju ruang PDDO sambil menyerahkan dokumen. Setelah itu, mereka pergi meninggalkan lokasi.(sam/hez/smg)

Perwira Polda Sumut Tewas Mendadak

Mulut dan Hidung Keluarkan Darah

MEDAN-Warga Jalan Panglima Denai, Gang Seser, Lingkungan III, Me dan Amplas mendadak heboh, Kamis (24/2) sekira pukul 10.00 WIB.

Pasalnya, seorang warganya perwira polisi, Kompol Manan Ritonga (46) yang bertugas di Direktorat Narkoba Polda Sumut tewas mendadak. Dari mulut dan hidungnya keluar darah. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Brimobdasu.

Keterangan yang dihimpun, jenazah Kompol Manan Ritonga yang menjabat Kanit Pelayanan Penyidik pertama kali ditemukan pembantunya Adek Boru Nasution (32), di kamar tidur korban. Saat itu Adek berniat memanggil majikannya. Tapi, setelah dipanggil tidak menjawab. Adek masuk ke kamar yang tak terkunci dan melihat tubuh majikannya sudah tidak bernyawa lagi.

“Ku lihat dari dekat tubuh bapak itu sudah tegang dan tidak bernyawa, aku langsung memberitahu tetangga dan kepling,” ucap Adek.

Tetangga korban, Inpun Nasution yang mendengar verita Adek masuk ke dalam rumah. Ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi lalu memberitahukan kepada warga sekitar selanjutnya diteruskan ke polisi.
“Aku yang luruskan kakinya tadi, karena kakinya bengkok. Posisinya menyamping, tangannya di atas kepala, ada keluar darah di hidung sama mulutnya sedikit,” ucap Inpun.

Di kamar berukuran 4×3 meter itu ditemukan obat-obat seperti Paracetamol, Ciprolaxin, Neorobion, Dexametason, CTM serta formula 44.

Kepling Lingkungan III Kecamatan Patumbak, Armada Hasibuan menuturkan kalau Manan tinggal sendiri di rumah tersebut. Sedangkan istrinya Ida Boru Batu Bara tinggal di Siantar.

“Kami warga di sini sangat terkejut. Karena malamnya ada warga yang sempat menegurnya. Kondisinya waktu itu sehat-sehat saja. Bapak itu ditemukan tewas di atas tempat tidur dengan posisi telentang,” tukas Hasibuan.
Manan diketahui sudah menetap di Jalan Panglima Denai, Gang Seser hampir 4 tahun. “Kalau dia tinggal di sini sudah hampir 4 tahun, anak-anaknya sama istrinya di Siantar,” tambahnya.

Wasliyah Rangkuti, warga sekitar mengatakan, korban dikenal baik. “Baik orangnya, sering kasih makanan dengan kami,” katanya. Kanit Reskrim Polsekta Patumbak, AKP. P Samosir saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Direktur Narkoba Poldasu, Kombes.Pol Drs Jhon Turman Panjaitan mengatakan, kalau korban bertugas di Poldasu menjadi Kanit Pelayanan Penyidik Direktorat Narkoba Polda Sumut.

“Dia baru dua bulan sebagai Kanit Pengawasan Penyelikan, sebelumnya dia di Unit Baya,” katanya. Menurut, anak buahnya itu sempat melakukan rapat analisis dan evaluasi (Anev) untuk mengetahui hasil kerja selama seminggu.
“Kemarin, dia Anep mingguan dengan saya. Seperti kita gini cakap-cakap,” katanya.

“Kalau dugaan kita sakit jantung, kalau orangnya rajin olahraga main voli,” sambungnya.
Sementara teman kerja korban, Tuti mengatakan, korban dikenal suka bergurau dan periang. Tapi, seminggu terakhir Tuti melihat wajah korban hitam.

Menurutnya, Kompol Manan juga berencanan menunaikan ibadah haji pada tahun ini. “Tahun ini dia (korban, Red) mau naik haji, pokoknya orangnya lucu lah,” sambungnya. (mag-1/eza/min/smg)

8 TKI Terjebak di Istana Khadafi

Tentara Rudal Demonstran di Masjid

BENGHAZI-Ancaman isolasi dari negara-negara besar terhadap Libya tidak membuat gentar sang pemimpin Muammar Kadhafi. Kemarin militer pro-Khadafi bahkan menyerang Masjid Souq yang berlokasi di Zawiya, sekitar 50 kilometer barat Tripoli. Dilaporkan, belasan demonstran yang berlindung di masjid tewas dan belasan lainnya terluka parah.

Sebagaimana dilansir Associated Press (AP), penyerangan itu juga dilakukan dengan menggunakan rudaln
Laporan pengeboman tersebut diinformasikan oleh seorang saksi mata lewat sambungan telepon. Sumber itu merahasiakan identitasnya karena takut dikejar dan dibunuh aparat maupun tentara bayaran Libya.
Militer dilaporkan telah menghancurkan menara masjid tersebut dengan menggunakan rudal antipesawat tempur. Mereka juga menyerang para demonstran dengan menggunakan senjata otomatis sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Saksi menjelaskan bahwa penyerangan dilakukan sehari setelah utusan Khadafi datang di kota pelabuhan dan kilang minyak tersebut dan memerintah para demonstran bubar. Jika tetap melawan, mereka akan dibunuh.
Setelah Kadhafi berpidato pada Selasa (22/2) menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur, semakin banyak tentara dan pembunuh bayaran berkeliaran di jalanan. Sepanjang malam, suara tembakan terdengar di beberapa sudut kota. Khadafi menuduh para demonstran itu adalah para pemuda pecandu obat. Karena itu, dia akan memberantas habis mereka. Dia juga mengatakan bahwa para demonstran terpengaruh kekuatan dari luar dan aksi mereka juga ditunggangi para ekstremis Islam.

Serangan juga dilakukan militer di sebuah bandara yang berlokasi di pinggiram Misrata, kota terbesar ketiga di Libya. Para demonstran diserang dengan menggunakan roket, granat, dan mortar. Warga dan demonstran akhirnya bergabung untuk melawan.

Mereka bahkan merebut beberapa senjata otomatis miliki para tentara yang berada di sekitar bandara. Namun, dalam serangan itu belum bisa dipastikan berapa jumlah korban tewas maupun terluka. “Serangan itu berlangsung hingga sore,” kata salah seorang warga sebagaimana dilansir Reuters.

Namun, serangan di Libya dilaporkan menewaskan 1.000 orang. Itu dikatakan Perdana Menteri Italia Franco Martini saat berbicara di sebuah organisasi Katolik di Roma sebelum pertemuan parlemen membahas kekerasan di Libya pada Kamis dini hari WIB. Frattini mengatakan, berdasar laporan dari para saksi mata dan rumah sakit di Libya, korban tewas sekitar 1.000 orang.

“Informasi korban tewas belum lengkap. Namun, kami percaya bahwa informasi korban tewas 1.000 orang cukup kredibel,” ujar Frattini sebagaimana dilansir Associated Press. Jumlah berbeda dan lebih besar disampaikan para dokter yang baru kembali dari kota Benghazi. Sebagaimana laporan CBS News, para dokter mengatakan bahwa korban tewas 2.000 orang sejak Minggu lalu. “Ambulans kami menghitung sekitar 75 orang tewas pada hari pertama, lalu bertambah menjadi 200, setelah itu lebih dari 500,” ujar Dr Gerard Buffet. Sementara Libya menyatakan bahwa korban tewas hanya 300 orang.

Sementara itu, menurut laporan AP, ratusan warga rela antre di Benghazi. Mereka terlihat berbaris teratur hanya untuk mendapatkan giliran memegang senjata. Senjata-senjata itu justru berasal dari kalangan militer dan polisi yang membelot dari Muammar Khadafi untuk bergabung dengan pasukan anti pemerintah.

Bersamaan dengan itu, media massa juga melaporkan bahwa wilayah kekuasaan Khadafi semakin kecil. Sebaliknya, dukungan kelompok oposisi justru bertambah. Khadafi menurut perkiraan hanya akan bertahan di rumahnya, Tripoli. Padahal, gerakan kelompok perlawanan, baik dari barat maupun timur Libya, sudah mengarah ke Tripoli.
Kemarin Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan bahwa pemerintahannya mengutuk kekerasan yang terjadi di Libya. Obama juga tengah mendiskusikan langkah yang akan diambil AS terhadap Libya. Termasuk mengirim Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dalam rapat badan HAM PBB terkait pembunuhan di Libya.
“Penderitaan dan pertumpahan darah sangat mengerikan dan tidak dapat diterima. Begitu pula halnya dengan ancaman dan perintah tembak mati para demonstran dan menghukum rakyat Libya,” ujar Obama sebagaimana dilansir CNN merujuk kepada ancaman Khadafi untuk menggempur para demonstran.

TKI di Terjebak di Istana

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus berusaha mengeluarkan ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Libya. Kali ini pemerintah akan menjemput dan memulangkan delapan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di istana milik Khadafi.

“Informasi yang kami miliki, ada delapan TKI yang diduga kuat bekerja di istana,” kata Ketua Satuan Tugas Evakuasi WNI di Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Pusat, kemarin (24/2).
Hassan memastikan, delapan WNI yang bekerja di istana Khadafi itu secepatnya akan dievakuasi dengan mempertimbangkan kondisi keamanan Libya yang memang sudah parah. Menurut mantan Menlu itu, perpecahan dua kelompok di negeri itu sudah pada level kritis dan berbeda dengan kondisi Mesir.
Sebab, yang terjadi di Libya rentan dengan kekerasan akibat banyaknya milisi dan rakyat yang memiliki senjata api. Karena itu, evakuasi harus dilakukan sedini mungkin untuk menghindarkan mereka terlibat di antara bentrok milisi bersenjata itu. “Kami masih memantau bandara untuk bisa memulangkan WNI. Sebab, sekarang kondisinya masih buka tutup,” kata dia.

Saat ini 870 WNI yang berada di Libya terdiri atas mahasiswa, pekerja tambang, dan TKI. Kesulitan yang dihadapi pemerintah RI adalah komunikasi dengan kedutaan besar di Tripoli . Sebab. akses komunikasi juga banyak yang terputus. Yang saat ini sudah dipastikan adalah evakuasi pekerja PT Wika (Wijaya Karya) yang sedang mengerjakan proyek bangunan mal di Kota Tripoli. “Kalau pekerja Wika, persiapannya sudah agak matang. Mereka tinggalnya bersamaan dan 210 orang sudah siap diangkut,” kata dia.

Pemerintah Libya telah menjamin bahwa sepuluh mahasiswa Indonesia di Tripoli dalam keadaan aman. Pihak universitas juga telah menyampaikan kabar itu secara langsung kepada kantor perwakilan RI setempat. Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap mempertanyakan kepada pihak universitas seberapa besar keamanan yang diberikan kepada mahasiswa bersangkutan. “Apakah Mereka merasa aman atau tidak”? tanya Wirajuda.
Secara terpisah, kondisi dalam negeri Libya yang tidak kunjung reda membuat prihatin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Apalagi, konflik yang terjadi di Libya bisa berdampak kepada dunia, tidak hanya secara geopolitik di kawasan Teluk.

Salah satu yang mendapat sorotan SBY adalah ancaman kenaikan harga minyak. “Kalau ini tidak dihentikan, dunia akan terkena dampaknya, seperti (kenaikan) harga minyak,” kata SBY dalam keterangan pers sebelum bertolak ke Brunei Darussalam di Bandara Halim Perdanakusuma, kemarin.

Kenaikan harga minyak dikhawatirkan juga akan berimbas kepada terjadinya kenaikan harga pangan. Dampak itu, menurut SBY, tidak hanya dirasakan negara-negara berkembang, namun juga dialami negara-negara maju. Konflik yang terjadi di Libya, kata SBY, tidak hanya tergolong besar dari aksi yang dilakukan. “Korban-korban yang jatuh, menurut saya, juga sudah di luar kepatutan,” tuturnya.

Karena itu, SBY menyeru kepada Dewan Keamanan PBB dan komunitas global untuk melakukan langkah riil mencegah terjadinya aksi kekerasan yang tidak perlu. “Selain itu, melakukan sesuatu agar harga minyak tidak naik signifikan agar tidak memukul harga pangan dan sebagainya,” urai mantan Menko Polkam itu. (ap/afp/jpnn)

Uma Tobing, All By My Self

Pertarungan Uma Tobing dan Ale Soul hanya tinggal sehari lagi. Keduanya akan memperebutkan takhta sebagai anak paling berbakat tahun ini di acara yang disiarkan Trans TV Sabtu (26/2) dan Minggu (27/2) nantin
Sadar dengan peluang yang sama besar di malam grand final nanti, keluarga Uma Tobing, tak ingin jumawa. Apa pun hasilnya nanti, keluarga Uma berulang kali mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat Sumatera Utara dan warga asal Sumatera Utara yang mendukung siswi SMA Negeri 1 Medan itu sejak awal.

“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Sumatera Utara maupun masyarakat yang berasal dari Sumatera Utara atas restu dan dukunganya kepada Uma,” ucap ibu Uma, Agustina Br Sitorus, melalui Sumut Pos, kemarin (25/2).
Bagaimana dengan persiapan Uma? Saat ini Uma tengah berlatih membawakan sejumlah lagu yang akan dibawakannya di malam penentuan nanti.

Sabtu malam, Uma akan membawakanlagu pertama All By My Self  mendley Halo dan single Ladies. Lagu kedua, Uma akan berkolaborasi dengan JP Millenix peserta IMB 1, membawakan lagu  I Love Rock n Rool.
Keesokan malamnya, Uma akan berkolaborasi dengan Slank, membawakan lagu I Miss You But I Hate You, dan medley Kamu Harus Cepat Pulang. Sementara untuk persembahan kedua, Uma Tobing membawakan lagu Datang dan Kembali.
—-
Melihat jadwal dan judul lagu yang sudah dipersiapkan, tampaknya keinginan Uma untuk menyayikanlagu Bayak di panggung grand final IMB 2 akan tertunda. Bila keinginan itu tidak kesampaian, Uma berjanji memberi penghormatan khusus bagi masyarakat Sumatera Utara di luar panggung itu ketika masih di Jakarta, maupun ketika dia kembali ke Medan. “Uma akan mempersembahkan lagu khusus untuk Sumatera Utara. nanti baik sebelum maupun setelah sampai di Medan,” katanya.
Apa yang akan dilakukan setelah sampai di Medan? “Saya akan mengunjungi sekolah uma dulu,” jelas Uma.(mag-8)

Gabungkan Wisata, Amal dan Kampanye Berlalulintas

Rencana Keliling 8 Kepulauan di Indonesia dengan Motor Besar

Bosan bepergian dengan pesawat terbang, tiga rider IMBI Sumut dibantu sejumlah staf merencanakan tur keliling Indonesia menggunakan 3 motor besar. Bagaimana persiapannya?

INDRA JULI-Medan

Indonesia memiliki beragam kekayaan yang tak ternilai baik dari sisi budaya maupun sosial masyarakatnya. Sayang hal itu kurang mendapat perhatian pihak yang berkompeten untuk dikembangkan menjadi sebuah kebanggaan.
Beranjak dari hal itu, beberapa anggota Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar kegiatan yang diberi judul Keliling Indoensia dengan Motor Besar. Rencananya kegiatan yang dimulai 9 April hingga 8 Juni 2011 ini akan melalui delapan kepulauan dengan jarak tempuh 12.000 Kilometer selama 60 hari.

Adapun rute yang akan dilalui dimulai dari Medan (start), Pekan Baru, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Madura, Banyuwangi, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Makasar, Toraja, Palu, Gorontalo, Manado, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak, Jakarta, Bandar Lampung, Bengkulu, Padang, Sidikalangan, Takengon, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan kembali ke Medan.

Ditemui di Repvblik Kopi di Jalan Setia Budi No 84A Medan, rombongan yang terdiri dari tiga rider (Salimin Djohan Wang, Basri CH, dan Mito yang merangkap Mekanik), lima estafet rider (Rijanto, Fransciscus, Johannes, Herwanto Tris, dan Rudi Daslim), Benny Arwana sebagai Produser Film. Perjalanan panjang itu akan dilakoni dengan tiga motor besar jenis Enduro dengan kapasitas mesin 750 CC didampingi satu unit mobil SUV 4×4.

“Ya seperti sebelum-sebelumnya, ide ini spontanitas dari teman-teman yang suka melakukan perjalanan dengan motor besar. Ada kesan berbeda dibanding bepergian dengan menggunakan pesawat, atau mobil,” ucap rider Salimin Djohan Wang.

Namun mengingat perjalanan yang ditempuh kali ini cukup panjang, rombongan pun mengaku menggelar persiapan jauh-jauh hari. Seperti menggelar persiapan fisik untuk memastikan stamina peserta kegiatan tetap fit. Begitu juga dengan persiapan suku cadang kendaraan yang sengaja didatangkan dari Singapura. Hal itu dilakukan agar perjalanan berlangsung lancar sehingga misi dan tujuan dari kegiatan dapat tercapai.

Ya, seperti yang disampaikan Djohan, perjalanan kali ini tidak hanya sekadar penyaluran hobi melakukan perjalanan dengan motor besar dari para peserta. Tapi lebih dari itu juga mengusung program IMBI Sumut pimpinan H Musa Rajecksah di bidang pariwisata dan sosial. Dengan demikian keberadaan IMBI dapat ikut dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya sosialisasi keselamatan berkendaraan (safety riding) dengan mengutamakan keamanan berkedara. Seluruh rombongan akan menggunakan perlengkapan keamanan seperti helm, jaket pelindung, dan mentaati peraturan lalu-lintas dan marka jalan.

Seperti yang disampaikan Basri CH penyelenggaraan event ini akan dirangkai dengan beberapa kegiatan bakti sosial. Untuk kegiatan ini rombongan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) yang akan menentukan bentuk kegiatan yang akan digelar. Salah satunya operasi katarak gratis kepada masyarakat atau bisa juga dalam bentuk penyerahan bantuan kepada masyarakat. Untuk itu rombongan membuka pintu bagi masyarakat yang ingin berperan dengan memberi sumbangan kepada PMI Indonesia.

“Ya, selain menyalurkan hobi, inti kegiatan ini kita juga ingin berbagi kasih dengan masyarakat yang kita lalui sepanjang perjalanan. Dengan demikian kita mencoba menghapus batas yang ada antara masyarakat dengan insan otomotif itu sendiri,” ucap Basri.

Selain bakti sosial tadi, bekerjasama dengan instansi dinas pariwisata Indonesia, rombongan juga mengusung program yang diharapkan dapat menunjang dunia kepariwisataan nasional. Hal itu akan diwujudkan dengan mengeksplorasi kekayaan daerah wisata di tiap daerah yang dilalui dalam sebuah dokumentasi.
Sejalan dengan itu perjalanan nantinya akan didokumentasikan dalam bentuk film dokumenter yang diperankan masing-masing peserta tanpa scenario (real life). Bahkan untuk sebahagian perjalanan rombongan sengaja memilih tidak tidur di hotel melainkan menginap di rumah masyarakat.

“Dengan begitu kita dapat mengangkat cerita rakyat yang ada di tengah-tengah masyarakat beserta keunikannya. Seperti bagaimana kehidupan masyarakat di Pulau Komodo atau pun masyarakat Mentawai yang menjadikan sagu sebagai makanan pokok. Ini hal-hal yang tentunya menambah petualangan selama perjalanan dan dengan publikasi yang nantinya akan kita lakukan baik di media cetak maupun internet dapat menunjang dunia pariwisata Indonesia,” jelas Benny Arwana.

Sebelumnya rombongan juga sudah menggelar beberapa perjalanan. Dimulai 2006 dengan rute yang tidak hanya nasional juga Asia Tenggara. Beberapa negara yang sudah dilalui antara lain Malaysia (Johor Baru-Malaka-Trengganu-Kelantan-Kedah-Perlin-Penang-Ipoh-Kuala Lumpur sejauh 2.900 Kilometer) 2007 lalu. Berlanjut di 2008 dengan rute Kuala Lumpur-Perlis-Chompon-Phuket-Hat Yai-Songkla-Danok-Kuala Lumpur sejauh 2.400 Kilometer. Di 2010 lalu rombongan juga menggelar perjalanan dengan rute North Thailand (Chiang mai-Mae Hong Son-Chiang Rai-Golden Triangle-Myanmar Border-Chiang Mai sejauh 1.400 Kilometer. Perjalanan kali ini pun akan menjadi yang pertama dilakukan secara team dan akan dicatatkan di rekor MURI. (*)

Pemerintah Bahrain Belum Menyerah

MANAMA- Demonstran anti pemerintah Bahrain belum menunjukkan tanda-tanda untuk menyerah. Kelompok oposisi menyatakan pemerintah belum menerima syarat pra kondisi yang diajukan untuk melakukan dialog.
Demonstran tidak akan meninggalkan Lapangan Mutiara dan menyebut diri sebagai ‘Martir Bundaran’ atau Martyr’s Roundabout. Di bundaran persimpangan utama Ibu Kota Manama, demonstran mengibarkan bendera merah-putih disertai tujuh nama demonstran yang tewas dalam bentrokan terakhir dengan polisi.

“Siapa pun yang berpikir bahwa mereka bisa membubarkan kami dengan menawarkan sebuah dialog, semua itu hanya ilusi,” tulis sebuah poster yang ditambatkan di antara dua batang pohon palm di Lapangan Mutiara.
Ribuan demonstran yang mayoritas Syiah setiap hari membanjiri Lapangan Mitiara sejak 14 Februari. Sebagian dari mereka menuntut lengsernya dinasti Suni, Al-Khalifa, yang berkuasa di Bahrain selama lebih dari 200 tahun.
Kelompok oposisi utama telah berhenti menyuarakan tuntutan serupa. Mereka kemudian meminta dilakukannya reformasi, termasuk pemilihan umum bagi seorang perdana menteri dan penyusunan konstitusi monarki.
Dalam sebuah pernyataan resminya Rabu (23/2), koalisi oposisi menyatakan bahwa tawaran dialog oleh Pangeran Mahkota Sheikh Salman bin Hamad al-Khalifa sama sekali tidak berdasar.

“Dialog seharusnya dibangun dengan fondasi yang jelas,” tulis pernyataan tersebut. “(Tapi) Tidak ada satu pun hal mendasar yang disebutkan oleh pangeran dalam ajakan dialog tersebut,” tambahnya.
Oposisi menuntut seluruh pejabat pemerintah yang dipimpin oleh paman dari Raja Hamad, Sheikh Khalifa bin Salman, sebagai syarat pra-kondisi sebelum dialog dilakukan.

Koalisi oposisi Bahrain terdiri atas Asosiasi Islam Nasional Bersatu (INAA), kelompok Syiah terbesar di Bahrain, enam partai Syiah lainnya, liberal, kelompok garis kiri, dan nasionalis Arab. INAA menguasai 18 kursi di parlemen Bahrain yang terdiri atas 40 kursi.

Untuk menenangkan demonstran, Raja Hamad memerintahkan pembebasan sejumlah tahanan politik Syiah, dengan status diampuni oleh kerajaan. AFP melaporkan, mereka yang dibebaskan tersebut tampak telah bergabung dengan para demonstran di Lapangan Mutiara, Rabu malam (23/2) waktu setempat.

Para aktivis tersebut mengaku telah disiksa saat berada dipenjara. “Mereka menyiksa kami dengan setrum, pukulan, dan cacian,” ujar salah satu aktivis, Sheikh Mohammed Habib al-Muqdad, kepada harian lokal Al-Wasat. Salah satu aktivis yang diampuni adalah pimpinan gerakan Haq, Hassan Mashaima, ditahan di Lebanon saat akan pergi ke Manama dari Inggris.
Sejumlah ulama ternama Bahrain menyerukan demonstrasi lebih besar hari ini, Jumat (25/2) untuk mengenang para korban tewas. Mereka juga meminta demonstran tidak bergeser dari Lapangan Mutiara. Setelah terjadi penggerebekan oleh polisi, pekan lalu, kini, otoritas melarang penggunaan kekerasan kepada para demonstran. (cak/dos/jpnn)

Korsel Minta Korut Hentikan Program Nuklir

SEOUL-Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, Kamis (24/2), mengimbau Korea Utara berhenti mengembangkan persenjataan nuklir. Ia menambahkan, Korsel lebih mementingkan penjaminan perdamaian dan stabilitas di Asia timur laut.

Menyebut bahwa pengembangan senjata nuklir Korea Utara (Korut) sebagai ancaman serius bagi perdamaian di kawasan itu dan bagi rezim non-proliferasi masyarakat internasional, Presiden Lee mengatakan, Korut harus meninggalkan program nuklirnya dan membuka diri untuk kebaikan sendiri. “Sangat penting bahwa Korut membongkar gudang senjata nuklirnya dan mengambil jalan keterbukaan serta pembangunan, seperti yang China dan Vietnam telah lakukan,” kata Lee.rensi internasional di Seoul.

“Itulah satu-satunya alternatif bahwa Pyongyang dapat mengambil tindakan untuk kepentingan diri sendiri,” ucapnya.

Demi penyatuan kembali kedua Korea, Lee mengatakan, kedua belah pihak harus mengakhiri konfrontasi militer dan bekerja sama untuk membangun rezim perdamaian dan satu masyarakat ekonomi. Pyongyang sebelumnya mengecam latihan militer besar mendatang antara Amerika Serikat dan Korea Selatan (Korsel) sebagai perbuatan gila. Korut mengatakan tindakan itu memperbesar bahaya perang.

“Latihan itu membuktikan Korsel penghasut perang dan akan lebih gila dalam memprovokasi perang serta lepas dari keinginan masyarakat untuk berdialog dan perdamaian,” kata surat kabar pemerintah, Pyongyang Minju Joson, seperti dikutip AFP.

Latihan tahunan “Penyelesaian Penting/Anak Elang” dimulai Senin (1/3) depan dan berakhir pada 10 Maret 2011. Latihan itu berlangsung di tengah ketegangan tinggi di semenanjung setelah dua insiden perbatasan yang mematikan tahun lalu.

Korut menembaki sebuah pulau perbatasan Korea Selatan, Yeonpyeong, November 2010 lalu, yang menewaskan empat orang, termasuk warga sipil, dan memicu  ketakutan perang.
Seoul mengatakan, Pyongyang juga menorpedo salah satu kapal perangnya, Cheonan, di dekat perbatasan  Laut Kuning yang disengketakan pada Maret lalu meskipun tuduhan itu dibantah.
Surat kabar tersebut, dikutip oleh kantor berita resmi Korut, KCNA, mengatakan,”Pihak berwenang Korsel telah menjawab saran kami untuk melakukan pembicaraan luas dengan latihan militer.”    (net/jpnn)

Ber-Twitter tanpa Hard Feeling

Jika Anda memiliki akun di situs mikrobloging Twitter, dapat dipastikan pekan lalu mengetahui perseteruan politikus PKS Fahri Hamzah dengan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief.

Politikus PKS Fahri Hamzah mengaku, saat berkicau di Twitter tidak ada rasa sakit hati. Bagi dia, di Twitter tidak boleh ada rasa sakit hati.

“Buat apa sakit hati. Kita tidak boleh masuk hati,” katanya.Hanya saja, Fahri menegaskan, jika berkicau telah masuk ranah tuduhan atau fitnah bagi dirinya sudah kelewatan. “Boleh berkicau tapi tidak boleh memfitnah,” cetus Fahri.

Justru Fahri berencana mengadukan tudingan Andi Arief ke aparat kepolisian karena dianggap memfitnah dirinya. “Itu semua saya catat dan saya kumpulkan. Itu masuk delik aduan,” cetusnya.
Fahri mengaku, saat dirinya diserang Andi Arief justru di saat bersamaan data penting terkait sepak terjang Andi Arief dikirimkan kepada dirinya oleh pihak lainnya.

“Ada data sangat personal terkait Andi Arief,” akunnya tanpa merinci data yang dimaksud.
Sebagaimana dimaklumi, pekan lalu, Staf Khusus Presiden Andi Arief menuding Fahri Hamzah saat di Komisi VI DPR melakukan pemerasan. Andi Arief melalui akun @AndiAriefNews, menuliskan, “Saya undang @fahrihamzah di kantor atau kediaman, untuk saya pertemukan dengan orang yang pernah berurusan dengan PTP di Jatim yang anda janjikan”.
Sebaliknya, Fahri Hamzah melalui akun @fahrihamzah menuliskan, “Bung @AndiAriefNews kalau ada 1 orang saja yang pernah saya peras. Bawa sore ini (16.00 saya dah balik) ke pressroom DPR (kita konpers bareng).” (net/jpnn)

Pelatihan Militer di Aceh Ibadah

Ba’asyir Berkhutbah di Pengadilan

JAKARTA- Terdakwa kasus pendanaan dan penggerak latihan teroris di Aceh Abu Bakar Ba’asyir, “berkhutbah” di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (24/2). Di persidangan pembacaan eksepsi atau bantahan tersebut, Ba’asyir menolak dakwaan jaksa yang berujung ancaman mati atau penjara seumur hidup baginya.
Naskah eksepsi yang dibacakan Ba’asyir itu, setebal lebih dari 50 halaman lebih. Dalam naskah tersebut, Ba’asyir menyitir hampir seratus firman Allah dalam Alquran. Selain itu, ustad 72 tahun itu juga mengutip lebih dari 50 hadis Nabi Muhammad. Dengan ilmu agama yang dia miliki, Ba’asyir bersikukuh latihan teroris di Aceh tersebut sebagai ibadah.

Inti dalam pembacaan eksepsinya, Ba’asyir mengelak jika latihan militer di hutan belantara Aceh adalah tindakan terorisme. “Latihan itu adalah ibadah,” tandas Ba’asyir di depan majelis hakim yang diketuai Herry Suwantoro Itu.
Ba’asyir menyebut latihan teroris yang ber-budged  Rp1 miliar lebih itu dengan istilah i’dad. Menurut ustad di pondok pesantren Al Mukmin Ngruki itu, i’dad berfungsi untuk menggetarkan kafir-kafir musuh Allah.
“Kafir itu adalah Amerika dan kroni-kroninya,” tutur Ba’asyir diikuti pekikan takbir dari pendukungnya di dalam dan luar gedung persidangan.

Lantas kenapa Ba’asyir menggerakkan orang ikut dan mendanai i’dad itu? Ba’asyir menjelaskan dia khawatir umat Islam yang mendominasi di Indonesia ini hancur oleh serangan musuh. Dia mencontohkan nasib umat Islam yang berada di Bosnia dan konflik Poso dulu.

“Betapa kejinya umat Islam dihancurkan,” katanya.
Selain persoalan latihan teroris di Aceh tersebut, Ba’asyir juga menjelaskan ada rekayasa kepadanya untuk terus hidup di dalam penjara.

“Setelah skenario pertama dan kedua dulu, ini adalah skenario ketiga menjebloskan saya ke penjara,” aku Ba’asyir. Dalam menerangkan skenario ini, Ba’asyir juga menyebut-nyebut keterlibatan Megawati yang saat itu menjadi Presiden RI.

Ketika dirinya bebas setelah menjalani hukuman pemalsuan KTP dan dokumen imigrasi, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Tom Ridge berkunjung ke Indonesia menemui Megawati, Kapolri yang saat itu dijabat Da’i Bachtiar, dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam pertemuan tersebut, Tom Ridge disebut mengatakan Ba’asyir harus disidang kembali dengan dakwaan lainnya. Akhirnya, Ba’asyir kembali masuk pengadilan dengan dakwaan menjadi otak Bom Bali I dan JW Marriot. Dakwaan ini berujung pada vonis penjara 2,5 tahun.

Skenario lain juga muncul ketika penyusunan berkas acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Densus 88 Mabes Polri. Indikasi muncul diantaranya dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Densus 88 kepada beberapa terpidana teroris.

Misalnya yang dialami oleh trio bom Bali I Muhlas, Amrozi, dan Imam Samudra. Baasyir menjelaskan, ketiga teroris yang sudah dieksekusi mati itu menandatangi BAP dalam ancaman dan tekanan.
“Ditekan dan disiksa agar menandatangani BAP yang dibuat polisi. Yang isinya mengakui bahwa yang memerintahkan bom Bali I adalah saya,” kata dia.

Sementara pada kasus latihan teroris, Ba’asyir juga mencium ada tindakan serupa. Yaitu ketika beberapa saksi yang juga mengalami siksaan dan tidak boleh memakai pengacara tim pembela muslim (TPM).
“Saya yakin tidak ragu sedikitpun bahwa Densus 88 dan stafnya adalah musuh Allah,” tandasnya, yang kembali menyulut emosi pendukungnya untuk meneriakkan takbir. Dia kembali mengelak jika latihan bersenjata di Aceh yang menjeratnya adalah kegiatan terorisme.

Selain menyebutkan sanggahan atas dakwaan dari tim jaksa penuntut umum (JPU), di akhir eksepsinya juga mengeluarkan tadzkiroh atau seruan kepada pemerintah, penengak hukum, dan masyarakat. Dia menjelaskan, tentang hakekat Islam, iman, tauhid, dan syirik.
Ba’asyir tetap kukuh dengan pendiriannya jika negeri ini harus menjadi negara Islam atau Daulah Islamiyah. Dia juga menyerukan kepada masyarakat tidak terpengaruh hasutan negara asing, yang mengatakan para mujahidin adalah teroris. (wan/jpnn)

Dakwaan bak Roman Picisan

Tim kuasa hukum Ba’asyir juga menyiapkan nota keberatan setebal 30 halaman lebih. Nota tersebut dibacakan secara bergantian di antara delapan kuasa hukum Ba’asyir dari TPM.

Titik tekan dalam nota keberatan tersebut, tim kuasa hukum menilai dakwaan JPU tidak fokus, kabur, tidak jelas, tidak cermat, dak tidak lengkap. “Dakwaan tersebut tidak ubahnya seperti roman picisan belaka,” tutur salah satu kuasa hukum sesuai nota keberatan.

Dari beberapa keberatan yang disusun, tim kuasa hukum Ba’asyir meminta majelis hakim mengabulkannya. Selain itu, mereka meminta surat dakwaan JPU dibatalkan demi hukum. Selanjutnya mereka meminta terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan JPU.  Sementara itu, Toto Bambang salah satu tim JPU menanggapi negatif eksepsi Ba’asyir dan nota keberatan TPM.

“Dakwaan sudah sesuai BAP. Tidak ada rekayasa,” ujarnya setelah persidangan. Dia menyebutkan, penyusunan BAP sudah matang dengan pertimbangan dari BAP yang disetor oleh polisi. Toto tidak mau disebut jika ada tekanan dari pihak lain selama penyusunan dakwaan.

Setelah mendengar pembacaan nota keberatan, Ketua Majelis Hakim Herry memutuskan sidang mendengar tanggapan dari JPU terhadap nota keberatan tim kuasa hukum Ba’asyir digelar 7 Maret mendatang. Selanjutnya sidang putusan sela digelar 10 Maret.

Sementara itu, selama pembacaan eksepsi suasana di luar gedung pengadilan sempat ricuh. Ratusan massa pendukung Ba’asyir sempat terlibat adu dorong dengan aparat kepolisian. Tetapi, kericuhan tersebut akhirnya bisa diredam setelah pendukung Ba’asyir diperbolehkan masuk dengan pemeriksaan ketat. Selain itu, untuk berjaga-jaga sniper dari Brimob Polda Metro Jaya ditempatkan di beberapa sudut pengadilan. (wan/jpnn)