24 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 15655

Satya Wacana Rekrut Pelatih AS

SURABAYA – Musim kompetisi National Basketball League (NBL) Indonesia 2010-2011 belum berakhir. Namun, Satya Wacana Angsapura Salatiga sudah melakukan persiapan menyongsong musim berikutnya. Mereka telah merekrut pelatih asal Amerika Serikat Bill McCammon untuk masuk jajaran pelatih.

Keputusan itu tentu saja dilakukan untuk mendongkrak performa Valentino Wuwungan dkk musim depan. Musim ini, tim yang didominasi pemain muda itu menduduki juru kunci. Mereka hanya dua kali menang di antara 27 pertandingan.
Bill bukan nama asing bagi insan basket nasional. Pria yang sekarang menetap di Cyprus tersebut kerap memberikan materi pelatihan di Indonesia dengan predikatnya sebagai expert asosiasi olahraga basket dunia, FIBA.

Masuknya Bill tidak akan mengubah komposisi staff pelatih Satya Wacana. Danny Kosasih akan tetap menjadi head coah. Dalam tiap pertandingan, Bill akan mendampingi Danny untuk memberikan masukan soal taktik yang diterapkan.
Danny mengatakan pelatih 52 tahun tersebut memberikan dampak baik bagi para pemain. Dalam dua hari memimpin latihan, sejak Senin lalu (21/2) Bill sudah memberikan materi yang variatif. Terutama jurus-jurus jitu tentang defense yang rapi. “Anak-anak menyambut baik. Pengalaman dia sebagai expert di FIBA merupakan sumbangan besar bagi tim. (nur/ang/jpnn)

Kejatisu Kesulitan Tetapkan Kasus Reklame

MEDAN- Buruknya pengelolaan pajak reklame di Kota Medan membuat pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kesulitan menetapkan persoalannya. Bahkan, Kejatisu hatus  menyiapkan saksi ahli dalam penyidikan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi salah langkah dalam menentukan kasus reklame yang merugikan sekitar Rp18,23 miliar.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatisu, Erbindo Saragih kepada wartawan di ruang kerjanya,  Rabu (23/2).  Disebutkannya, untuk mengetahui kebenaran kasus tersebut, murni kasus korupsi atau penyalah gunaan pajak. Maka, pihaknya menyiapkan saksi ahli untuk perhitungan pajak reklame ini.

Tapi, bebernya sebelum dilakukan pemeriksaan saksi ahli, pihak Kejatisu sudah memeriksa dua pengusaha papan reklame. Hal tersebut sebagai bagian untuk melengkapi data penyidik. “Mereka IS dan AK sudah di Kejatisu,” ungkapnya.

Dia mengakui, kasus reklame ini memang sedikit rumit, apabila masuk dalam penanganan korupsi ternyata ada indikasi penyalahgunaan pajak. Tentunya kerja tim jaksa bisa jadi sia-sia. “Bila masalahnya penunggakan pajak, kan tidak bisa dibilang korupsi. Kalau ada unsur korupsi dalam kasus ini, kita mainkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erbindo menambahkan, dalam kasus ini pihak penyidik mencium ada permasalahan korupsi. Tapi dalam rangka pengefektifan pengembalian kekayaan negara, tentunya harus yang dituju.  “Korupsi atau penyalahgunaan pajak, Kalau nanti kita dakwakan korupsi, rupanya penyalahgunaan pajak, kan sayang lolos,” tegasnya.

Berdasarkan surat Dinas Pertamanan Kota Medan No 510.12/20634 tertanggal 11 Desember 2009, prihal tindak lanjut temuan BPK RI tentang pajak iklan ilegal. Hingga kini Kejatisu belum menetapkan pimpinan PT SI dan PT M sebagai tersangka. Padahal, penyidik telah memeriksa beberapa pejaba. (sal/smg)

Katanya, tak Kebobolan

30 Murid SD Keracunan Minuman Kemasan

Sebanyak 30 anak Sekolah Dasar (SD) Al-Washliyah Jalan Santu Bromo Medan harus dilarikan kerumah Sakit Badrul Aini yang berada di Jalan Bromo Medan. Mereka keracunan minuman kemasan yang dikonsumsi saat jam istirahat pelajaran di kantin sekolah, Rabu (23/2). Mengapa bisa terjadi?

Ya, peristiwa keracunan yang terkait Jajan Anak Sekolah (JAS) semacam ini bukan satu dua kali terjadi di Medan. Apakah Dinas Kesehatan Medan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan (BBPOM) tak menyadari hal itu? Padahal, soal JAS sejatinya menjadi program prioritas kedua instansi ini yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Medan dan Badan Pertahanan Pangan Kota Medan. “Kita tidak kebobolan. Dari keterangan dari lapangan, minuman itu baru dijual di kantin dalam sebulan ke belakang. Dan, minuman itu pun berasal dari Jawa Timur,” tegas Kadis Kesehatan Medan dr Edwin Effendi MSc, Rabu (23/2).

Menurut Edwin, keracunan tersebut karena kurang pahamnya produsen soal bahan baku yang layak konsumsi dan sehat. Karena itu, Dinkes Medan akan mencoba membina pelaku usaha industri rumah tangga maupun penjual JAS. “Kita upayakan lebih ketat pengawasan JAS sehingga jangan ada lagi korban keracunan. Kita juga mengimbau kepada pihak sekolah untuk mengetahui pedagang dan penjual makan dan minuman di kantin mereka. Dari situ akan diketahui apa saja yang dijual dan yang akan dikonsumsi muridnya,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi BBPOM Sumut, Sacramento Tarigan, menyatakan kalau JAS memang sulit diawasi. Pasalnya, areal begitu luas sementara pihaknya kekurangan sumber daya manusia.
“Tapi, tanpa diketahui media, kita juga melakukan pengawasan JAS setiap harinya,” jelas Sacramento.

Menurut Sacramento, agar tak terjadi lagi kasus seperti ini, ada 3 pilar yang wajib dibenahi.  Pertama, pengawasan dari pihak produsen, yang dimaksud di dalamnya dari bahan, cara penggelolaan, serta penyajian. Kedua, pengawasan regulator dari pihak pemerintah terkait.  Dan yang ketiga, peran pengawasan yang dilakukan pihak konsumen tentang layak atau tidaknya makanan dan minuman untuk dikonsumsi.

Terkait dengan keracunan di SD Al-Washliyah, Sacramento menegaskan kalu sudah mengirimkan tim yang berkompeten. “Kita akan mengecek sampling yang ada di lapangan dan cairan muntah para korban untuk diperiksa di labotorium BBPOM Sumut. Besok (hari ini, Red) akan kita ketahui penyababnya,” katanya.

Dikabarkan 30 murid SD Al-Washliyah keracunan minuman kemasan. Pengawasan JAS yang dilakukan BBPOM, Dinas Kesehatan Kota Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan, dan Badan Pertahanan Pangan Kota Medan dinilai tidak berjalan secara maksimal. Pasalnya, inspeksi mendadak (Sidak) di SD Pertiwi yang berada di Jalan Bilal Ujung Medan pada Senin (21/2) lalu yang menjadi langkah awal untuk mengawasi JAS terkesan hanya seremonial belaka. Hingga, dalam penelusuran Sumut Pos, Sidak seakan tidak mendadak lagi dan telah disiapkan panitia penyambutannya. (mag-7)

Petugas Harus Turun Lapangan

Terkait muncul lagi kasus keracunan yang diebabkan Jajajan Anak Sekolah (JAS), instansi pemerintah dianggap masih tetap lemah dalam hal pengawasan makanan. Setidaknya hal ini menjadi analisis dari Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen Sumut (LAPK), Farid Wadji.

“Terus terang kalau pengawasan ketat, tidak mungkin begitu banyak masalah terkait dengan makanan dan obat-obatan di pasaran,” buka Farid Wadji.

Menurut Farid, mengawasi makanan dan obat-obatan bukan pekerjaan gampang. Dibutuhkan fokus dan energi yang besar. “Pengawasan makanan, harus dilakukan secara rutin. Baik di dalam Kota Medan maupun di Sumatera Utara. Tujuannya, supaya masyarakat bisa nyaman mengonsumsi jajanan anak-anak,” jelasnya.

Nah, setelah pengawasan, Farid juga menggarisbawahi soal izin usaha. Sembarangan memberikan izin bisa menjadi bumerang. Karena itu, pengecekan langsung ke tempat usaha adalah wajib. “Harusnya kalau pedagang mengurus izin, jangan percaya di atas kertas saja. Petugas harus turun lapangan, mengecek langsung kesiapan pedagang, termasuk mengecek bahan-bahan apa saja yang dipakai untuk makanan yang diperdagangkan,” tegasnya.

Nah, dengan kejadian yang terus berulang, Farid berharap pihak terkait dapat belajar. Pasalnya, yang selama ini menjadi korban adalah generasi harapan bangsa. “Pelajaran terpenting dari kasus dugaan keracunan itu, harusnya ada evaluasi sistem regulasi, pengawasan, dan pemberian sanksi agar ada efek jera bagi pelakunya.  Di samping juga memperkuat koordinasi antarinstansi pemerintah dan bukan sekadar koordinasi basa-basi,” harapnya.(mag-7)

Syamsul Arifin Ceramah Maulid Nabi

MEDAN- Pasca ditahannya Gubsu Syamsul Arifin oleh KPK, praktis mantan Bupati Langkat itu tak pernah berkunjung ke Kantor Gubsu. Tapi, Rabu (23/2), Syamsul Arifin memberikan ceramah dalam peringatan maulid nabi Muhammad SAW di Aula Martabe, Kantor Gubsu.

Anda tentunya bertanya kok bisa? Orang yang berceramah tersebut memiliki kesamaan nama dengan Gubsu Syamsul Arifin. Tapi memiliki perbedaan dari sisi jabatan , jika Syamsul Arifin merupakan Gubsu. Kalau Syamsul Arifin ini merupakan  Ustadz dan miliki nama lengkap Syamsul Arifin Nababan.

Dalam tausyiahnya, Syamsul Arifin Nababan menyampaikan pentingnya dilakukan refleksi dan instropeksi diri terhadap perjalanan hidup selama ini. Apalagi, umat Islam adalah penduduk mayoritas dunia, karenanya mari tebarkan semangat ke Islaman di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hadir juga, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Gatot Pudjo Nugroho. Sebelum tausyiah ini, Gatot menginstruksikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) memanfaatkan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk lakukan perubahan. (ril)erunya. (ari)

Shahril-Baihakki Resmi ke Medan Chief

Shahril Ishak dan Baihakki Khaizan resmi jadi pemain Medan Chiefs Deli Serdang. Kedua pemain timnas Singapura itu telah tiba di Medan  Selasa malam (23/2) sekitar pukul 20.20 Wib.

Kedua pemain yang sebelumnya bermain di Persib Bandung itu di sambut gembira oleh puluhan suporter Medan Chiefs yang menunggu kehadiran kedua pemain tersebut di Bandara Polonia.

Meskipun terancam akan dicoret dari Timnas Singapura karena memperkuat tim Liga Primer Indonesia, keduanya merasa siap dengan keputusan yang akan diterima.

Pernyataan  ini disampaikan kapten Timnas Saingapura, Shahril Ishak kepada wartawan saat temu pers di Bandara Polonia Medan.

“Kita sudah memikirkannya terlebih dahulu sebelum bergabung dengan tim ini. Jika pun kedepannya nama kita dicoret mungkin itu keputusan yang harus kita terima,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Baihakki Khaizana, menurutnya atmosfer pertandingan di Liga Primer Indonesia lebih baik dibanding Liga Indonesia yang diprakarsai PSSI. Sehingga dirinya siap mengambil resiko bergabung dengan Medan Cahiefs.

“Secara individu kami tetap ingin bermain secara professional. Meskipun harus diberikan sanksi larangan memperkuat Timnas, kita sudah siap,” ucapnya. Untuk target kedepanya, Baihakki tidak memasang target muluk untuk bisa membawa Medan Chaiefs juara. Yang penting hanyalah memberikan yang terbaik bagi klub yang sedarah dengan Pro Titan itu. (uma)

Dojang Krakatau Taekwondo Juara

MEDAN- Dojang Krakatau Taekwondo Club berhasil menjadi juara umum pada Kejuaraan Terbuka Taekwondo Laskar Merah Putih memperebutkan  Piala Walikota Pematang Siantar Ke-I yang berlangsung di Gor Serba Guna Pematang Siantar pada 18-20 Februari 2011 kemarin.

Dojang Krakatau meraih Juara Kampiun  setelah berhasil menggondol 18 medali emas, 10 Perak, dan 8 Perunggu.
Selain berhasil menajdi juara umum, takewondoin Krakatau Club A Swandana juga terpilih sebagai taekwondoin terbaik kelompok putri.

“Ini prestasi yang membanggakan. Seluruh taekwondoin bertarung tanpa rasa takut. Jadi wajar jika akhirnya kami tampil sebagai juara umum,” bilang Muhammad Rifa’i  MPd, Ketua Dojang Krakatau Taekwondo Club
Lebih lanjut Rifai menuturkan bahwa keberhasilan timnya tak terlepas dari polesan trio pelatih Suyono, Muhammad Said, dan Albar.

Meski mampu tampil sebagai juara umum, namun Rifai tetap berharap agar para taewondoinnya tidak berpuas diri. Apalagi dalam waktu dekat taekwondoin Krakatau Club akan mengikuti Kejuaraan Taekwondo Lantamal yang akan berlangsung di Belawan pada tanggal 6 Maret 2011 ini,” ujar Rifai

Adapun taekwondoin Krakatau Taekwondo Club yang meraih 18 medali emas yakni Muhammad Syahru Ramadhan, Muhammad Akmal Dhuha, Al Ridho Sahbana, Kevin F. Sinaga, Ronaldo Sigalingging, Rifqi Ikhsanul Akmal, Bambang Gunawan,  Mardiansyah, Febriyanti, Aisyah Nasution, Ali Muda Nasution, Chandra Perwira Sc Sinaga, Aditya Ramadhan, Putri Sri Ramadhani, Annisa Risqia Ramadhani, Pintor Nugroho Saragih, A. Swandana, dan Riskia Anggaraini Nasution. (omi)

Odong-odong Makan Korban

LABUHAN- Seorang siswi SLTP PGRI Medan Marelan,  Hariyanti (16) warga Jalan Kapten Rahmad Buddin Gang Jagung Kelurahan Terjun, tewas setelah terlindas ban odong-odong di Pasar IV Barat Marelan, sekira pukul 22.00,  Rabu (23/2).

Awalnya, korban bersama sejumlah teman sekampungnya pergi berjalan-jalan mengelilingi Marelan dengan menumpangi odong-odong. Berkeliling dan terus menambah penumpangnya, membuat korban rela duduk berdesakan.  Di perjalanan menuju pangkalan odong-odong di Pasar IV Barat Marelan, korban bermaksud berpindah gerbong. Disaat itulah, secara bersamaan odong-odong belok di tikungan Pasar IV. Korban yang berdiri  di batas  gerbong terjatuh, kepala korban masuk ke kolong dan terlindas ban.  Pengemudi odong-odong, AA (21) langsung berhenti.

Kasat Lantas Polres Belawan, AKP Gunadi mengatakan, izin operasional odong-odong harus di koordinasikan. Karena ini sudah korban yang kedua kalinya. (mag-11)

Percayakan Striker Muda

Besar kemungkinan dua striker muda PSMS, Mahadi Rais dan Rinaldo akan menjadi starter di tur away PSMS kali ini. Hal itu dikarenakan minimnya striker PSMS, pasca mendepak Kurniawan Dwi Yulianto.

Pelatih PSMS, Suharto bahkan mengatakan kedua pemain muda PSMS itu ibarat bom waktu yang siap meledak. “Mereka pemain muda, kalau tidak sekarang diberi kesempatan, kapan lagi mereka akan berkembang? Mereka punya potensi yang cukup bagus di masa mendatang,” ujar Suharto optimistis.

Keyakinan itu pulalah yang membuat pria yang juga pernah membesut PSAD dan Persepara Palangkaraya itu lebih memilih memanfaatkan kemampuan Rinaldo dan Mahadi Rais daripada striker lokal yang belum tahu kualitasnya.
“Mereka hanya kurang pengalaman. Untuk itu perlu diasah. Daripada merekrut striker lokal setingkat tim Divisi Utama, lebih baik memaksimalkan potensi mereka, toh saya rasa tidak kalah,” ungkapnya.

Bagi Rinaldo dan Mahasi, kalau memang mereka dipercaya, maka akan dijadikan modal untuk memberikan yang terbaik bagi PSMS.(ful)

Rebuatan Pacar

Kesal pacarnya pacaran dengan teman sendiri, Vivi nekat menonjok wajah Nabila Novalia alias Lala (17), siswi Kelas III, Jurusan Pariwisata, SMK 7, Jalan STM Medan. Akibatnya, Lala melaporkan masalah ini ke polisi. Kemarin (22/2)n
Lala yang tinggal di Jalan Brigjen Katamso, bersama dua temannya Fitri Ayuni dan Naomi Natasha mendatangi Polsekta Patumbak. Kepada polisi, Lala mengungkapkan, kejadiannya saat jam istrirahat pertama. Dia duduk di kantin sekolahnya hendak membeli jajanan. Setelah itu, dia keluar. Saat bersamaan Vivi masuk ke kantin, sehingga mereka berpapasan di depan pintu kantin. Bahu keduanya bersenggolan.

Merasa tak senang, Lala dan Vivi pun bertengkar. Sangkin emosinya, Vivi menonjok wajah Lala bagian kanan dekat mata. “Aku mau melawan, tapi dipisah kawan-kawan yang lain,” kata Lala.

Vivi yang juga Kelas III Jurusan Perhotelan menetap di Jalan Jati XII, Perumnas Simalingkar, Medan Tuntungan lalu menghentikan pertikaian tersebut. “Sudah berdamai di sekolah, tapi kok tiba-tiba dia melapor kepolisi,” kata Nano keluarga Vivi. “Mereka minta damai, tapi mereka minta Rp3 juta,” sambung lelaki bertubuh tinggi itu lagi menjelaskan.
Sementara, Lala mengatakan, awalnya dia tak mengetahui apa sebab Vivi memukulnya. Namun belakangan, seorang temannya memberi tahu. “Aku dengar karena pacarnya dulu (Alin, Red), sekarang sudah pacaran sama aku,” kata anak bungsu ini.

Kanit Polsek Patumbak, AKP P Samosir saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut yang kini masih memintai keterangan. (eza/smg)

Shahril-Baihakki Resmi ke Medan Chief

Shahril Ishak dan Baihakki Khaizan resmi jadi pemain Medan Chiefs Deli Serdang. Kedua pemain timnas Singapura itu telah tiba di Medan  Selasa malam (23/2) sekitar pukul 20.20 Wib.

Kedua pemain yang sebelumnya bermain di Persib Bandung itu di sambut gembira oleh puluhan suporter Medan Chiefs yang menunggu kehadiran kedua pemain tersebut di Bandara Polonia.

Meskipun terancam akan dicoret dari Timnas Singapura karena memperkuat tim Liga Primer Indonesia, keduanya merasa siap dengan keputusan yang akan diterima.

Pernyataan  ini disampaikan kapten Timnas Saingapura, Shahril Ishak kepada wartawan saat temu pers di Bandara Polonia Medan.

“Kita sudah memikirkannya terlebih dahulu sebelum bergabung dengan tim ini. Jika pun kedepannya nama kita dicoret mungkin itu keputusan yang harus kita terima,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Baihakki Khaizana, menurutnya atmosfer pertandingan di Liga Primer Indonesia lebih baik dibanding Liga Indonesia yang diprakarsai PSSI. Sehingga dirinya siap mengambil resiko bergabung dengan Medan Cahiefs.

“Secara individu kami tetap ingin bermain secara professional. Meskipun harus diberikan sanksi larangan memperkuat Timnas, kita sudah siap,” ucapnya. Untuk target kedepanya, Baihakki tidak memasang target muluk untuk bisa membawa Medan Chaiefs juara. Yang penting hanyalah memberikan yang terbaik bagi klub yang sedarah dengan Pro Titan itu. (uma)