Home Blog Page 15717

Wali Kota Takut Temui Korban Kebakaran

SIANTAR- Satu hari pasca kebakaran Pasar Parluasan, Senin (28/2) Wali Kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus belum berkunjung ke lokasi. Padahal, puluhan pedagang yang kiosnya terbakar ingin mendapat dukungan moral dari orang nomor satu di Pemko Pematangsiantar tersebut.

Beredar informasi, ketidakhadiran Hulman Sitorus dikarenakan ‘takut’ dengan pedagang. Apalagi beredar juga kabar bahwa kebakaran ratusan kios itu, ada indikasi sengaja dibakar.

“Saya no comment lah untuk masalah itu, bapak tahu sendirikan situasinya, tadi malam (Minggu 27/2), mobil pemadam Pemko Pematangsiantar juga dilempari, tidak mungkinlah Wali Kota ke sana. Kita upayakan suasana kondusif dulu,” ungkap Kabag Humas Pemkosiantar, Daniel Siregar Senin (28/2).

Beda halnya dengan Ketua DPRD Kota Siantar Marulitua Hutapea. “Harusnya Wali Kota  turun ke sini melihat kondisi masyarakat. Saya sangat menyesalkan sikap pemko yang tidak turun ke Parluasan,” ungkap Marulitua.
Marulitua didampingi beberapa anggota DPRD yang lain melakukan kunjungan ke Pasar Parluasan sekitar pukul 13.00 WIB untuk melihat langsung penderitaan yang dialami masyarakat.  “Pemko tidak cepat menanggapi isu yang berkembang, sudah tahu situasi SOS (bahaya, Red) selama dua Minggu ini dengan adanya isu SMS yang ingin membakar Parluasan. Namun tidak juga mereka melakukan koordinasi dengan Muspida yang lain,” sesalnya.
Disebutkan dia, sesudah terjadi kebakaran pun, Pemko Siantar tetap tidak ada melakukan koordinasi dengan unsur Muspida baik Polresta Siantar maupun Kodim.

“Saya juga tidak tahu caranya koordinasi dengan wali kota. Nomor HP pun saya tidak tahu. Saya tadi malam hingga jam tiga dinihari masih d isini, tidak ada saya lihat pejabat Pemko Pematangsiantar yang datang. Untung Brimob bisa mengamankan situasi,” jelasnya di Pasar Parluasan.

Sementara itu, sebelumnya sekitar pukul 11.00 WIB, tiga utusan pedagang dari dua organisasi pedagang di Parluasan yaitu Himpunan Pedagang Pasar Dwikora (HIPPDA)  dan Ikatan Pedagang Pasar Dwikora (IPPD) mengadakan pertemuan dengan Wali Kota Siantar di Kantor Wali Kota Jalan Merdeka.
Usai pertemuan H Pangribuan, Sekretaris HIPPDA menuturkan, wali kota juga bingung kenapa bisa terjadi kebakaran di Pasar Parluasan. Ditanya alasan ketidakhadiran wali kota menjumpai pedagang yang tertimpa musibah mulai awal kebakaran hingga Senin sore.

“Mungkin dia (wali kota) takut dimassa, amarah pedagang tinggi sekali tadi malam. Dia kan sudah berjanji tidak ada pembakaran, dan itu dia bersumpah atas nama Tuhan,” jelasnya.
Inti pertemuan itu, para pedagang membersihkan sendiri dagangannya dan pembangunan kios dilakukan secara sendiri-sendiri oleh para pedagang dengan syarat bangunan seragam terbuat dari batu dan atap seng.(ral/smg)

Pemulung Panen

Di tengah kebakaran, ratusan pemulung mengais rezeki di Pasar Dwikora Parluasan. Mereka mengumpulkan barang-barang bekas (botot) sisa kebakaran. Mulai dari usia anak-anak, remaja, dewasa sampai orangtua, terlihat ramai di Pasar Dwikora.

Firman S (14) pemulung, mengatakan barang bekas bakaran masih bisa dijadikan uang. Sayang, kalau dibiarkan terbuang begitu saja. Barang pecah belah dan besi, masih bisa dijual ke tukang botot.

“Masih banyak sisa bakaran bisa dijadikan uang.  Besi, alumunium, kuningan dan barang pecah belah. Memang kalau bagi pemilik kios, itu tidak ada artinya. Tapi bagi kami, barang bekas ini adalah rezeki,” katanya sembari memasukkan paku ke dalam goninya.  Siswa kelas II SMP salah satu swasta di Pematangsiantar ini, mengaku mengumpulkan barang bekas sudah dilakoni sejak SD.  Akibatnya Firman sering ketinggalan mata pelajaran.  Selain barang bekas, para pemulung dan masyarakat sekitar juga mencari emas, sebab ada beberapa toko mas yang terbakar.

Masyarakat mencari emas dengan cara mendulang.  Mereka mengambil abu  sisa-sisa bakaran dan meletakkannya di dalam batok kelapa. Selanjutnya sisa bakaran yang bercampur tanah tersebut diayak menggunakan air pipa dari saluran PDAM.(mua/smg)

Lepas dari Gendongan, Bocah Jatuh ke Sungai

SIDIMPUAN- Sari Anggina Napitupulu (2,5 tahun) warga Lingkungan I, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Utara, ditemukan meninggal dunia, setelah hanyut dibawa air Sungai Batang Ayumi Senin (28/2) sekitar pukul 10.30 WIB.

Animar Boru Piliang (56), tetangga korban mengatakan, Sari dan ibunya, Linda Boru Siregar (35) hendak pulang ke rumahnya, dari rumah saudaranya di Jalan Serma Lion depan Koramil Kota, Kelurahan Kantin, Kecamatan Psp Utara. Saat Sari dan Linda keluar dari rumah Linda menggendong Sari di sebelah kiri. Karena licin, Sari terlepas dan jatuh ke parit yang kemudian Linda juga terjatuh ke parit.

Malam itu hujan deras sehingga aliran air di parit ini membesar.
Lalu keduanya terseret aliran sungai Minggu (27/2).

Linda berteriak minta tolong dan langsung ditemukan warga 200 meter dari lokasi pertama terjatuh. Sedangkan Sari, tidak ditemukan.

Kemudian pencarian dilakukan Senin (28/2) oleh warga Lingkungan I dan juga ayah korban, Hasman Napitupulu (37) yang sudah bercerai dengan ibunya sekitar 3 tahun lalu. Kemudian jasad Sari ditemukan 10 meter di bawah jembatan Sihitang.

Selanjutnya jasad Sari dibawa ke rumah Ayahnya Desa Salambue untuk dimakamkan, namun ibunya menolak.
Dengan mediasi yang dilakukan Kapolres Psp, AKBP Andi S Taufik maka jenazah Sari dimakamkan di TPU  tempat tinggal ibunya. Penolakan ini, kata Linda disebabkan perlakukan mantan suaminya yang kasar dengannya.
Bahkan Linda mengaku, diceraikan suaminya saat usia Sari dalam kandungan 3 bulan. (phn/smg)

Sewa Kamar di Rutan Rp400 Ribu

LANGKAT- Cerita sewa kamar di rumah tahanan (rutan) bukan hal baru, termasuk di Rutan Kelas II B Tanjung Pura. Malah di rutan ini, bukan hanya pemilik uang yang diistimewakan, warga kurang mampu pun disebut-sebut diwajibkan membayar sewa kamar sebesar Rp400 ribu per orang.

Seperti dialami JF (16) dan DM (18) warga Paya Remis, Kecamatan Batang Sarangan, Langkat. Kedua bocah ini, dimintai uang sewa kamar oleh petugas rutan Tanjung Pura, sebesar Rp400 ribu per orang.

Menurut penuturan Ismail (36) paman kedua anak kepada koran ini, kemarin (27/2) menyebutkan,  karena adanya permintaan petugas rutan tadi, kedua keponakannya itu melaporkan hal tersebut kepada Ismail. Kebetulan saat itu, Ismail tengah menjenguk kedua keponakannya.

“Waktu saya menjenguk, ada petugas rutan meminta uang sewa kamar Rp400 ribu per orang. Semula, mereka meminta uang sewa itu sebesar Rp800 ribu, tapi kami tidak punya uang, akhirnya nego jadi Rp400 ribu per orang,”bebernya.
Kapala Rutan Tanjung Pura, Sartowali melalui Kepala Pengaman Rutan (KPR) Kamaruddin Manik ketika dihubungi membantah melakukan pungutan uang kamar terhadap para terpidana.(ndi)

Koordinator Togel Benturkan Kepala ke Kaca

SERGAI- Erli Susanto alias Erli (31) warga Dusun XII, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Sergai  ditangkap Polsek Firdaus, karena tertangkap tangan menjalankan judi togel, Senin (28/2) sekira pukul 13:00 WIB.
Anehnya, ketika tersangka diperiksa di ruang sentra pelayanan kepolisian (SPK), pria turunan Tionghoa itu nekat membenturkan kepalanya ke kaca kantor Polsek. Akibatnya kepala Erli berdarah dan benjol kemudian kaca SPK Polsek pecah.

Menurut keterangan Erli, dia sudah dua bulan bisnis togel di wilayah Kecamatan Sei Bamban dan sekitarnya.
“Aku sudah dua bulan bisnis togel dengan omzet setiap putarannya mencapai Rp1 juta dengan keuntungan 20 persen,” bilang Erli.

Ia juga menyebutkan, selain menjual togel, dia juga merangkap sebagai kordinator yang bertugas mengumpulkan rekapan togel dari beberapa juru tulis dan menyetorkannya kepada bandar Ationg warga Perbaungan.
Kapolsek Firdaus, AKP Helmi ketika dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan Erli adalah target operasi (TO). “Dari tersangka kita mengamankan barang bukti uang tunai Rp234 ribu dan ponsel yang berisi nomor tebakan,” terang Kapolsek.(mag-15)

Tewas Diduga Korban Malapraktik

KISARAN- Reni Rianti (43), warga Dusun III Desa Pulau Rakyat Tua, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, diduga korban malapraktik salah satu klinik bersalin di kota Kisaran, akhirnya tewas, Minggu ( 27/2 ) sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban sempat dirujuk ke rumah sakit di Medan, namun pihak rumah sakit di Medan tidak sanggup lagi. Keluarga membawanya kembali ke kampung halaman dan meninggal. “Tidak ada yang bisa diperbuat lagi, akhirnya putri kami menghembuskan nafas terakhir,. Kami pasrah” tutur Poniyah ( 65 ), ibu korban.

Menurut Poniyah, awalnya perut putrinya membesar. Diagnosa  dokter di kampungnya, Reni mengalami benjolan di perutnya kemudian dioperasi. Usai menjalani operasi putrinya tidak bisa buang air kecil, tapi dokter yang menanganinya selalu bilang lihat perkembangan. (mag-2/smg )

PKL Stadion Baharuddin Ditertibkan

LUBUK PAKAM- Sat Pol PP Deli Serdang, menggusur para pedagang yang berjualan di Komplek Stadion Baharuddin Lubukpakam, Senin (28/2). Penertiban yang dipimpin Camat Lubukpakam Citra Capah itu, berkaitan penilaian Adipura.
”Untuk memperebutkan piala Adipura, terpaksa kami digusur. Padahal berjualan satu-satunya sumber pendapatan keluarga,” ungkap Antia (42), pedagang  yang ikut digusur.

Bukan hanya Anita, Joni pedagang lainnya mengalami nasib yang sama. Padahal, sepekan silam petugas trantib telah menggusur lapak dagangannya. ”Bila terus digusur. biasa-biasa kami sekeluarga tidak makan. Demi Adipura kami orang kecil dikorbankan,” ketus pedangang bakso itu.(btr)

Pembunuh Humas Kayu Divonis 6 Tahun

LANGKAT- Enam terdakwa pembunuhan humas cukong kayu, Okor Ginting, akhirnya divonis 6 tahun di PN Stabat oleh majelis hakim yang diketuai Ahmad Taufiq SH, kemarin (28/2). Mereka masing-masing Bukti Ginting (26), Rudi Sitepu (28), Sodrik, (32), Jenda Pulung Sembiring (35), Trapengena Sembiring (56) dan Legimin (45) tampak tenang duduk di kursi pesakitan menunggu majelis hakim datang.

Karena pelaku utama Ilyas Sembiring dan Indra Sembiring (DPO), maka keenam terdakwa dijerat pasal 170 ayat 1,2 ke 3 jo 351 ayat 3 yo 358 KUHpidana yang secara bersama-sama melakukan penganiayaan hingga hilangnya nyawa orang lain.  (ndi)

Anak SD Nyaris Diculik

HAMPARAN PERAK–  Aksi penculikan anak masih saja terus terjadi. Kali ini korbannya, Anggelika Thalia (9) warga Desa Klumpang Kecamatan Hamparan Perak, siswi SD Kelas II  Perguruan Teladan Klambir Lima, Senin (28/2).
Kejadian ini bermula saat, Anggelika yang mau berangkat ke sekolah tiba-tiba dihampiri  laki-laki dengan  mengenderai sepeda motor sambil mengajaknya diantarkan ke sekolah. Kebetulan Anggelika jalan kaki ke sekolah.

Lalu Anggelika ikut dengan laki-laki tersebut, karena sudah dirayu untuk mengantarkan ke sekolah.  Namun saat, Anggelika dibonceng orang tidak dikenal tersebut, tiba-tiba laki-laki tersebut bercerita bahwasanya mengenal keluarganya. Namun, Anggelika tidak kunjung sampai di sekolah malah dibawa menuju arah ke Perkebunan Tebu milik PTPN II Klumpang Hamparan Perak. Warga yang merasa curiga terhadap OTK, lalu melakukan pengintaian.  Karena ketahuan, Anggelika diturunkan di kebun tebu dan diambil warga. Lalu kejadian dilaporkan ke polisi.(mag-11)

Jaga Gengsi

Chelsea vs Manchester United

LONDON-Chelsea dan Manchester United terlibat rivalitas sengit sejak final Liga Champions 2008. Setelah itu, bentrok mereka kerap diidentikkan dengan penentuan gelar. Dalam dua musim terakhir, selain Premier League, kedua tim rutin bersaing di Community Shield.

Tapi, bentrok kedua tim di Stamford Bridge dini hari nanti (siaran langsung MNCTV kickoff 02.45 WIB) mungkin sulit dikaitkan dengan gelar. Itu menilik konfigurasi klasemen Premier League saat ini. United berada di urutan teratas dengan keunggulan 15 poin (60-45) dari Chelsea.

Sejak merosotnya performa Chelsea akhir tahun lalu, pelatih United Sir Alex Ferguson memprediksi apabila pertemuan dengan The Blues -sebutan Chelsea- tidak akan berpengaruh pada penentuan juara. Setelah United menang 4-0 atas Wigan Athletic Sabtu lalu (26/2), Ferguson semakin lantang menyebut rival Setan Merah -sebutan United- tinggal Arsenal.

“Dengan selisih (15 poin) itu, sulit bagi Chelsea bangkit untuk mengejar juara. Saya sudah sering mengatakan bahwa hanya tim yang konsisten yang bakal merebut juara,” ungkap Fergie, sapaan akrab Ferguson kepada MUTV.
“Laga di Stamford Bridge lebih dari sekadar pertaruhan gengsi nama besar kedua klub,” tambah kakek 69 tahun itu.
Komentar Fergie tidak dibantah pelatih Chelsea Carlo Ancelotti. Pelatih berkebangsaan Italia itu menganggap Fergie tidak sedang melancarkan psywar, melainkan kenyataan. Apalagi Ancelotti sudah lebih dulu mematok target Chelsea musim ini sekadar memastikan tiket ke Liga Champions musim depan alias finis empat besar.

“Kemenangan atas Manchester United adalah bagian dari memelihara konsistensi setelah hasil positif di Liga Champions (menang 2-0 atas FC Copenhagen, 22/2, Red),” ungkap Ancelotti di Chelsea TV.

Don Carletto, julukan Ancelotti, sadar apabila kemenangan atas United juga memiliki harga mahal. Jika menang, Ancelotti berpotensi menyelamatkan jabatannya yang digoyang menyusul serangkaian raihan buruk John Terry dkk dalam dua bulan terakhir. Jika kalah? “Lebih baik Anda bertanya ke pemilik klub (Roman Abramovich, Red). Tanpa dikaitkan (dengan jabatan pelatih Chelsea), kemenangan atas United adalah tuntutan yang saya rasakan sejak pertama menangani Chelsea,” jelas pelatih yang dikaitkan dengan AS Roma musim depan itu.

Tuntutan kepada Ancelotti dipastikan bertambah saat menghadapi United. Yakni meredam amarah Didier Drogba. Striker Pantai Gading itu mulai rewel gara-gara diplot sebagai cadangan Fernando Torres. Dalam tiga laga terakhir Chelsea, Drogba hanya turun starter menghadapi Everton di Piala FA (19/2). Itu pun karena Torres tidak bisa turun karena cup-tied.

Drogba dikabarkan mengancam hengkang apabila tidak turun starter kontra United. Kondisi itulah yang memaksa Ancelotti masih menyimpan rapat-rapat komposisi lini depannya. Hanya, menilik ekspektasi terhadap Torres, Ancelotti tidak bisa untuk tidak menurunkan pemain termahal Inggris itu sejak awal.

Apalagi ditambah reputasi Torres sebagai troublemaker pertahanan United yang dikomando Nemanja Vidic. Banyak pengamat sepak bola Inggris yang menyebut Vidic belum menemukan formula tepat menangkal mantan bomber Liverpool itu. Seiring masih absennya Rio Ferdinand karena cedera, tantangan Vidic untuk mencegah Torres mencetak gol pertamanya bagi Chelsea bertambah berat.

“Beberapa orang mengatakan saya bermasalah mengawal Torres. Padahal, saya tidak merasa seperti itu. Saya pikir itu hanya pembahasan di media,” kelit Vidic di Sky Sports. (dns/jpnn)

Penertiban Babi Dialihkan ke Deli Serdang

Penertiban Peternakan Babi di Medan Denai Batal

Ratusan warga Jalan Tanguk Bongkar, Perumnas Mandala Kecamatan Medan Denai, Senin (28/2) pagi melakukan aksi blokir jalan. Upaya tersebut dilakukan untuk menolak penggusuran ternak kaki empat, khususnya babi.

Akhirnya pihak Pemerintah Kota (Pemko) Medan membatalkan penertiban yang akan dilakukan itu. Pembatalan tersebut, tidak terlepas pula dari peran serta dari anggota DPRD Medan yang berupaya untuk memfasilitasi kedua belah pihak, baik Pemko Medan dan warga agar terjalin kesepakatan.

“Ada sebuah solusi yang diberikan oleh Godfried (anggota DPRD Medan, red). Dikatakan oleh Godfried bahwa, ada investor yang akan mengambil alih hewan kaki empat ini. Makanya, waktu penertiban ini kita tunda dulu. Namun, kita tetap konsekuen pada Maret ini akan kita selesaikan,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri, Senin (28/2).

Sementara itu Godfried Effendi Lubis membenarkan hal itu. Dirinya mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan investor dari Batam yang bersedia untuk mengambil alih penanganan ternak kaki empat di Medan. Rencananya, ternak tersebut akan dialihkan ke Kecamatan STM Hilir dan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. “Maka dari itu, kita meminta Pemko Medan memfasilitasi agar komunikasi yang telah terjalin dengan investor dan warga bisa terealisasi. Sehingga, nantinya tidak ada persoalan lagi mengenai ternak kaki empat ini,” ungkapnya.
Sebelumnya masasalah peternakan babi ini membuat pekerjaan rumah (PR) Pemko semakin banyak. Belum lagi populasi ternak kaki empat di tiga kecamatan yakni, Medan Denai, Belawan dan Labuhan selesai dilakukan, timbul persoalan baru, dimana jumlah populasi di tiga kecamatn tersebut menjadi bertambah. Selain itu, beberapa kecamatan lainnya juga mengalami pertumbuhan yang signifikan (lihat grafis).

Dengan kondisi itu, otomatis memusingkan Pemko Medan untuk melakukan penertiban. Akhirnya, Pemko Medan menggelar rapat bersama dengan pihak Pengadilan Negeri (PN) Medan dan, Polresta Medan serta unsur Muspida untuk menyelesaikan persoalan ini, di Ruang Rapat I Lantai II Balai Kota Medan, Rabu (9/2).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri yang memimpin rapat tersebut, secara tegas mewarning atau mewanti-wanti pihak-pihak terkait dalam hal ini Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan serta para camat terkait, untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Dalam rapat itu, akhirnya disepakati beberapa poin yang salah satunya akan dilakukan upaya konsiniasi melalui PN Medan. Setelah menghasilkan kesepakatan tersebut, rapat pun ditutup sekitar pukul 15.30 WIB oleh Sekda Medan Syaiful Bahri.  Kadistanla Medan Wahid menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan biaya sebesar Rp350 juta untuk penertiban ternak babi tersebut. “Dana itu memang dianggarkan untuk sisa populasi yang belum pindah. Ini akan melalui proses konsiniasi melalui PN Medan,” katanya.

Saat ditanya, langkah yang diambil Pemko Medan dengan merujuk pada hukum apakah merupakan antisipasi akan adanya perlawanan fisik? Mengenai hal itu, Wahid coba melerainya dan berupaya agar hal itu tidak dipublikasikan.
“Jangan yang itulah. Kami berharap bisa dibantu agar masalah ini bisa cepat selesai,” pungkasnya. (ari)


Pertumbuhan Populasi Ternak Babi
Kecamatan    Jumlah Pemilik     Data Lama     Data Baru
Medan Johor     158 KK         1752        2.193
Medan Belawan     254 KK        2469        4316
Medan Tuntungan 84 KK        2820        3930

Sumber: Distanla Kota Medan