Home Blog Page 1576

Biarkan Anaknya Aniaya Mahasiswa, AKBP Achiruddin Nonjob dan Ditahan

SUMUTPOS.CO – KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) merespons dugaan mandegnya kasus penganiayaan anak AKBP Achiruddin Hasibuan, yang sudah dilaporkan sejak Desember 2022. Setelah kasus penganiayaan itu viral, Polda Sumut menetapkan anak AKBP Achiruddin, Aditya Hasibuan sebagai tersangka.

Tak sampai di situ, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak juga mencopot AKBP Achiruddin Hasibuan dari jabatannya sebagai Kabag Bin Ops Direktorat Narkoba Polda Sumut. Pencopotan ini dilakukan usai AKBP Achiruddin diperiksa Bidang Propesi dan Pengamanan (Propam) Poldasu. Selain itu, ia juga diberikan sanksi penempatan khusus (Patsus). “Saudara AH dicopot sebagai Kabag Bin Ops Direktorat Narkoba Polda Sumut dan Nonjob. Selain itu, dia ditempatkan dalam tahanan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (26/4).

Hadi menjelaskan, AKBP Achiruddin Hasibuan terbukti melanggar kode etik Pasal 13 huruf M Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri. Dalam aturan itu disebutkan, setiap pejabat Polri di dalam etika berkepribadian dilarang melakukan tindakan kekerasan, berlaku kasar, dan tidak patut. Atas dasar itu, AKBP Achiruddin dinyatakan bersalah karena membiarkan anaknya melakukan tindakan kriminal. “Ini bentuk ketegasan Kapolda Sumut bahwa tidak mentolerir setiap prilaku dan tindakan oknum yang mencederai nama baik Polri,” tegasnya.

Sementara, Tim Polda Sumut menggeledah rumah AKBP Achiruddin Hasibuan, di Jalan Karya, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (26/4). Tim Polda Sumut itu tiba di sana sekitar pukul 16.23 WIB. Dari depan gerbang rumah, polisi bersama kepala lingkungan setempat memanggil penghuni rumah agar dapat masuk dan melakukan penggeledahan.

Di depan rumahnya ini lah peristiwa penganiayaan kepada Ken Admiral terjadi pada Desember 2022 silam. “Iya, di sini TKP-nya,” kata Dirkrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono di lokasi, Rabu (26/4).

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Sumaryono mengatakan, berdasarkan hasil gelar perkara pihaknya telah menetapkan anak dari AKBP Achiruddin Hasibuan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap mahasiswa. “Kita menerima dua laporan. Pertama laporan penganiayaan pada Desember 2022, dengan pelapornya atas nama Ken Admiral dan menetapkan inisial AH, sebagai tersangka,” kata Kombes Pol Sumaryono didampingi Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Armia Fahmi dan Kabid Propam Polda Sumut Kombes Dudung dalam temu pers di Mapoldasu, Selasa (25/4) malam.

Sedangkan laporan berikutnya, sebut Sumaryono, atas nama pelapornya AH. “Itu juga sudah gelar perkara dan bukan merupakan tindak pidana,” imbuhnya.

Sumaryono menuturkan, penyidik telah melakukan upaya penjemputan paksa dan resmi menahan tersangka AH. “Kita akan lakukan penahanan terhadap AH terkait laporan penganiayaan Pasal 351 ayat 2 dengan ancaman 5 tahun penjara,” terangnya.

Dijelaskannya, awalnya pada Rabu, 21 Desember 2022 pelaku bertemu dengan korban di SPBU Jalan Karya, Helvetia Medan. Setelah bertemu pelaku melakukan pemukulan dan merusak mobil korban. Kemudian, pada Kamis, 22 Desember 2022, korban mendatangi rumah pelaku di Kompleks Tasbih untuk meminta pertanggungjawaban. Namun sesuai video viral yang beredar pelaku menganiaya korban disaksikan orangtuanya pejabat KBO Ditresnarkoba Polda Sumut. “Atas peristiwa itu, korban pun membuat laporan ke Mapolrestabes Medan. Namun, kasus penganiayaan itu ditarik ke Ditreskrimum Polda Sumut karena adanya pengaduan masyarakat (Dumas) mengenai perkara itu, yakni saling lapor.

“Dari hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik menetapkan AH sebagai tersangka dan ditahan. Sedangkan laporan AH yang melaporkan korban bukan tindak pidana,” bebernya sembari menyebutkan, kasus penganiayaan yang dilakukan terhadap korban karena masalah chatting seorang teman wanita. “Jadi, antara korban dan pelaku ini saling kenal. Karena masalah chatting seorang wanita, terjadilah peristiwa penganiayaan itu,” ungkapnya.

Disinggung mengenai lambatnya penanganan kasus penganiayaan tersebut, Sumaryono mengungkapkan korban berada di luar negeri mengikuti perkuliahan. “Beberapa hari ini korban baru kembali ke Medan. Sehingga setelah dilakukan gelar perkara terhadap pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” sebutnya.

 

Keluarga Korban Apresiasi Polda Sumut

Keluarga korban penganiayaan mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sumut karena telah menarik perkara anaknya dan telah menahan AKBP Achiruddin Hasibuan beserta anaknya. “Saya ibu Ken Admiral menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak dan jajaran yang telah menarik kasus ini. Saya berharap dapat menuntaskan kasus penganiayaan terhadap anak kami,” kata Elvi, ibu korban.

Ia mengaku terharu setelah diundang Polda Sumut untuk mendengarkan konferensi pers (Konpres), yang digelar di Mapolda Sumut, Selasa (25/4) malam. Pihaknya juga berharap terhadap pelaku diberikan hukuman sesuai perbuatannya. “Dari pihak keluarga tidak ada kata damai,” tegasnya sembari mengungkapkan, anaknya sempat dilarikan ke rumah sakit.

Elvi juga berharap, agar kasus penganiayaan terhadap Ken Admiral dapat dituntaskan setelah perkaranya ditarik Polda Sumut dari Polrestabes Medan. Dimana, kasus penganiayaan itu saling lapor. “Seperti binatang anakku itu dibuatnya. Dipijak-pijak. Semoga Polda Sumut bisa memberikan hukuman setimpal kepada pelaku,” tegas Elvi. (dwi/adz)

 

Mulai 1 Mei 2023, Pembelian Agunan Kena Pajak 1,1 Persen

SUMUTPOS.CO – Pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1,1 persen untuk pembelian agunan mulai 1 Mei 2023. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 41 Tahun 2023 tentang PPN atas Penyerahan Agunan yang Diambil Alih (AYDA) oleh Kreditur kepada Pembeli Agunan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Jumlah PPN yang dipungut dihitung dengan menggunakan besaran tertentu sebesar 10 persen dari tarif PPN (1,1 persen) dikalikan dengan harga jual agunan,” ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Dwi Astuti dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Oleh karenanya, lanjut dia, lembaga keuangan tidak dapat mengkreditkan pajak masukan atas pengenaan PPN ini. Saat terutangnya yaitu pada saat pembayaran diterima oleh lembaga keuangan. Sehingga hal itu tidak akan membebani arus kas lembaga keuangan tersebut.

Lembaga keuangan, dalam melakukan pemungutan PPN, dapat menggunakan dokumen tertentu yang dipersamakan dengan faktur pajak. Dwi menjelaskan penyerahan AYDA oleh kreditur kepada pembeli agunan termasuk dalam pengertian penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) yang dikenai PPN.

Hal tersebut telah diatur dengan jelas dalam Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2022 tentang Penerapan terhadap PPN dan PPnBM, yang juga mengamanahkan pengaturan lebih lanjut dalam PMK mengenai tata cara pemungutan PPN tersebut.

Maka dari itu, pemerintah mengundangkan PMK Nomor 41 Tahun 2023 pada 13 April 2023 guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Pokok pengaturan dalam PMK ini di antaranya terkait besaran tertentu PPN, saat terutang, tata cara pemungutan, penyetoran, pelaporan, serta terkait pengkreditan pajak masukannya.

Ia menyebutkan yang menjadi subjek pajak pemungut dalam transaksi ini merupakan kreditur atau lembaga keuangan dengan objek berupa penjualan AYDA oleh lembaga keuangan kepada pembeli agunan. Salinan PMK Nomor 41 Tahun 2023 tentang PPN atas Penyerahan AYDA oleh Kreditur kepada Pembeli Agunan dan salinan peraturan perpajakan lainnya dapat dilihat di laman resmi Ditjen Pajak, yakni www.pajak.go.id. (jpc/ram)

Sambangi Faperta UHN Medan, Anggota DPRDSU Timbul Sinaga Diskusi dengan Dekan

Anggota DPRDSU Dr Timbul Sinaga SE MSA dari Fraksi Partai Nasdem, Dekan Fakultas Pertanian Dr Hotden Nainggolan SP MSi, dan Wakil Dekan III FEB UHN Rimbun CD Sidabutar SE MSi, berfoto bersama di ruang kerja Dekan Fakultas Pertanian UHN Medan dan lain-lain, Rabu (26/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Sumatera Utara, Dr Timbul Sinaga SE MSA, menyambangi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, Rabu (26/4). Didampingi Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHN, Rimbun Sidabutar SE MSi, Anggota DPRD Komisi B itu disambut hangat Dekan Fakultas Pertanian, Dr Hotden L Nainggolan SP MSi di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan singkat itu, Dr Timbul Sinaga menguraikan bahwa tugas mereka di Komisi B DPRD Sumut berkaitan dengan pertanian, peternakan, kelautan, kehutanan, dan sektor terkait lainnya. “Pemerintah memiliki banyak program kerja yang terkait dengan bidang tersebut, salah satunya di sektor pertanian dan kehutanan yang bersinggungan dengan Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Fakultas lainnya,” tuturnya.

Dalam dialog, Dr Hotden Nainggolan menuturkan, terkait dengan ekonomi kelautan bahwa salah satu Program Studi di Fakultas Pertanian memiliki mata kuliah Ekonomi Kemaritiman. Beberapa kali mahasiswa telah terlibat dalam kegiatan diskusi dengan nelayan serta konservasi mangrove di kawasan Sei Nagalawan Kabupaten Serdang Bedagai.

Dr. Timbul Sinaga kemudian menjelaskan, salah satu program kerja Dinas Kelautan dan Kehutan Sumatera Utara adalah pemberdayaan nelayan dalam konservasi mangrove di kawasan pesisir. “Dalam hal ini pendidikan tinggi dapat mengambil peran sebagai penggerak agar masyarakat nelayan memahami arti pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan yang berkelanjutan,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHN ini.

Dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Pertanian UHN menyambut baik kedatangan Dr. Timbul Sinaga, SE, MSA dan berharap bahwa Fakultas Pertanian, dan Fakultas lainnya di lingkungan UHN Medan ke depan dapat berkontribusi aktif dalam mendukung program Pemerintah Sumatera Utara yang terkait dengan pertanian, kehutanan dan kelautan serta sektor lainnya.

Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHN, Rimbun Sidabutar, SE,MSi, dan sangat menyambut baik arahan yang disampaikan Timbul Sinaga. “Tentu kami mengucapkan banyak terimakasih kepada beliau, karena telah berkenan berdiskusi dan berbagi ilmu dengan kami”, ujar Rimbun Sidabutar. (rel/adz)

Maksimalkan Pengutipan Pajak, Komisi III Dorong Bapenda Medan Gandeng Perangkat Daerah

Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution SH MH, meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan agar menggandeng perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan untuk melakukan pengutipan pajak sesuai arahan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Diharapkan, kolaborasi yang dilakukan Bapenda Kota Medan dengan perangkat daerah terkait dapat memaksimalkan pengutipan pajak. Dengan maksimalnya pengutipan pajak, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2023 dapat lebih maksimal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita sepakat dengan Wali Kota Medan, bahwa Bapenda Kota Medan memang tidak mungkin bisa maksimal dalam melakukan pengutipan (pajak) bila berjalan sendiri. Artinya, Bapenda harus bersama-sama dengan perangkat daerah lainnya. Ini penting, agar pajak yang dikutip bisa maksimal sehingga mendongkrak PAD Kota Medan,” ucap Mulia.

Dikatakan Politisi Muda Partai Gerindra itu, sejatinya ada banyak perangkat daerah yang lebih mengerti dan menguasai kondisi wajib pajak yang akan ditagih. Misalnya seperti saat menagih PBB yang menunggak, perangkat di kecamatan ataupun kelurahan dinilai sebagai pihak yang paling mengetahui kondisi wajib pajak.

“Wajar saja pihak kecamatan dan kelurahan lebih mengetahui, karena wajib pajak tersebut merupakan warga. Itu sebabnya Bapenda Kota Medan harus memaksimalkan kolaborasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.

Begitu juga misalnya dengan proses pengutipan Pajak Hotel dan Restoran, wakil rakyat dari Dapil Medan V (Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Polonia, dan Medan Maimun) itu meminta agar Bapenda harus dapat menggandeng Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan.

“Sebab hotel dan restoran itu merupakan stakeholder Dispar, tentu hubungan emosional para pelaku usaha hotel dan restoran sudah lebih terbangun dengan teman-teman di Dinas Pariwisata, karena mereka pasti lebih sering berkomunikasi. Hal-hal seperti ini yang harus dipahami, agar pengutipan pajak dapat benar-benar maksimal,” katanya.

Oleh sebab itu, Mulia Syahputra juga meminta kepada setiap perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan untuk mendukung Bapenda Kota Medan dalam melakukan penagihan pajak sesuai arahan Wali Kota Medan. Ia meminta agar setiap perangkat daerah dapat berkolaborasi untuk memaksimalkan peningkatkan PAD Kota Medan di tahun 2023.

“Sebab PAD sangat kita butuhkan untuk memaksimalkan percepatan pembangunan di Kota Medan, baik pembangunan fisik maupun non fisik yang keseluruhannya akan sangat berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta Bapenda Kota Medan untuk berkolaborasi dengan perangkat daerah terkait. Kolaborasi yang dimaksud dapat diwujudkan dengan turun bersama ke lapangan untuk mengutip pajak.

Dengan kolaborasi yang dilakukan ini, diharapkan realisasi pajak yang diperoleh bisa lebih maksimal di tahun 2023 ini. Tentunya sebelum turun bersama, Bapenda diharapkan dapat lebih dahulu melihat kondisi di lapangan.

Hal itu dikatakan Bobby Nasution saat memimpin rapat konsolidasi dan percepatan pembahasan pelaksanaan agenda pembangunan Kota Medan secara dini dan terarah melalui zoom meeting di Command Center, Balai Kota Medan, Rabu (26/4). Saat itu, Bobby Nasution tampak didampingi Wakil Wali Kota, H Aulia Rachman dan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman.

“Kalau bisa libatkan perangkat daerah terkait untuk melakukan pemungutan pajak, misalnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak restoran, hotel, tempat hiburan, dan lain sebagainya. Kami berharap Bapenda dapat melakukan hal tersebut guna mendukung peningkatan PAD,” pungkasnya. (map)

Yuk Ikutan bjb Beruntung dan Buka Segera Tabungan bjb Tandamata Purnabakti

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – bank bjb senantiasa memanjakan nasabah baru maupun existing melalui berbagai promo dan program menarik, salah satunya Beri Referral dapat Untung (Beruntung).

Program bjb Beruntung (Beri Referral dapat Untung) adalah program pemberian insentif kepada pihak eksternal bank bjb yang memasarkan dan memberikan referensi nasabah pensiunan baru untuk bank bjb.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan program bjb Beruntung (Beri Referral dapat Untung) berlangsung sejak 1 Februari s.d 30 Juni 2023 untuk produk Tabungan bjb Tandamata Purnabakti Taspen dan Asabri bagi nasabah perorangan baru maupun existing bank bjb. Namun program ini hanya berlaku bagi nasabah yang tidak terdaftar sebagai pegawai bank bjb.

Peserta program bjb Beruntung (Beri Referral dapat Untung) akan mendapatkan insentif per NoA Rp50 ribu (1-15) dan Rp100 ribu (Lebih dari 15) dengan syarat dan ketentuan.

“Melalui program Beri Referral dapat Untung (Beruntung), bank bjb berharap dapat meningkatkan jumlah nasabah bjb Tandamata Purnabakti,” ujar Widi.

Tabungan bjb Tandamata Purnabakti merupakan tabungan yang diperuntukan bagi nasabah pensiunan yang dipergunakan sebagai media penerimaan untuk pembayaran pensiunan dan mendapatkan fasilitas yang diperuntukan bagi pensiunan kelolaan PT TASPEN dan PT ASABRI.

Tingkat suku bunga Tabungan bjb Tandamata Purnabakti sangat menarik mulai dari saldo Rp500 ribu sampai dengan saldo di atas Rp50 juta.

Selain itu, persyaratan membuka Tabungan bjb Tandamata Purnabakti sangat mudah, hanya dengan mengisi formulir pendaftaran, melampirkan kartu identitas, serta SK Pensiunan/ Kartu Keanggotaan Pensiun/ Surat Permohonan Pembayaran Pensiun Melalui Rekening (SP3R)/Formulir Permohonan Pembayaran Pensiun.

“Ayo ikutan program bjb Beruntung (Beri Referral dapat Untung) untuk mendapatkan insentif menarik dari bank bjb dan segera buka Tabungan bjb Tandamata Purnabakti,” kata Widi. (rel/sih)

Banyak Bangunan Tanpa IMB di Kota Medan, Komisi IV Segera Gelar RDP

Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Instruksi Wali Kota Medan, Bobby Nasution terhadap Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan agar lebih masif melakukan pengawasan dan penertiban terhadap bangunan bermasalah karena tidak memiliki atau menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), belum ditindaklanjuti secara serius.

Pasalnya hingga kini, masih banyak ditemukan bangunan-bangunan yang berdiri tanpa mengantongi IMB atau yang kini disebut Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Misalnya di kawasan Jalan Danau Sentani dan Jalan Danau Ranau, Kota Medan. Disana, terdapat bangunan yang sudah hampir rampung karena progres pembangunan telah berdiri sekitar 80 persen.

Atas kondisi itu, Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution, mengaku sangat heran dengan masih banyaknya bangunan tanpa izin di Kota Medan. Terutama di kawasan Jalan Danau Sentani dan Jalan Danau Ranau Kota Medan yang lokasinya tidak jauh dari kantor Lurah Sei Agul. “Harusnya hal ini ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Perkim,” ucap Dedy, Rabu (26/4/2023).

Seharusnya, sambung politisi Partai Gerindra itu, pihak dinas terkait, kecamatan dan kelurahan tidak boleh diam dan segera menindaklanjuti adanya bangunan ruko yang menyalahi izin PBG.

Kemudian, Anggota Komisi IV lainnya, Antonius Tumanggor juga menyoroti adanya bangunan ruko di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Karya Sei Agul, Kecamatan Medan Barat yang menyalahi izin PBG.

“Ada lagi bangunan ruko yang peruntukannya untuk pendidikan (sekolah) dan bangunan gedung diketahui izin diberikan 6 lantai, namun dibangun 8 lantai. Sampai saat ini belum ada penindakan,” ujar politisi NasDem itu.

Ia juga mengaku sangat menyesalkan kenapa pihak kelurahan Sei Agul dan trantib kecamatan Medan Barat seolah olah tutup mata.

“Kita akan segera agendakan RDP, sebab disinyalir banyak kebocoran PAD dari sektor izin bangunan yang dilakukan oknum pengusaha properti dan pihak yang diduga turut membekingi,” kata Antonius.

Sementara itu, Lurah Karya Sei Agul, Aidil Putra saat dikonfirmasi mengatakan jika PBG bangunan tersebut sudah ada.”Setahu saya sudah ada itu izinnya, disimpan didalam, lebih jelasnya ke Dinas Perkim,” katanya.

Dikonfirmasi, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis saat di konfirmasi mengatakan akan melakukan pengecekan ke lokasi. “Besok kita cek dulu, akan kita cek apakah benar menyalahi izin atau tidak,” pungkasnya. (map)

Bank Mandiri Torehkan Kinerja Impresif di Kuartal I 2023

SUMUTPOS.CO – Selaras dengan strategi bisnis yang konsisten pada segmen potensial dan proses optimalisasi digital perseroan yang matang, Bank Mandiri berhasil membukukan kinerja keua ngan yang positif pada awal tahun 2023. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersih konsolidasi pada kuartal I 2023 yang mencapai Rp 12,6 triliun, tumbuh menembus 25,2% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan, pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi Bank Mandiri yang berfokus pada pendekatan ekosistem bisnis baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan. Hasilnya, total aset Bank Mandiri secara konsolidasi tercatat sampai dengan akhir Maret 2023 berhasil tumbuh 10,04% secara year on year (YoY) mencapai Rp 1.908 triliun.

Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai sebesar 12,36% YoY secara konsolidasi menjadi Rp 1.205 triliun. Darmawan menilai, peningkatan kredit Bank Mandiri tentunya tidak terlepas dari semakin membaiknya fundamental ekonomi Indonesia yang solid. “Melalui pencapaian fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri mempertegas peranan sebagai agen pembangunan yang berupaya untuk berkontribusi maksimal terhadap perekonomian di Indonesia,” ujar Darmawan di Jakarta, Selasa (18/4).

Fungsi intermediasi yang impresif tersebut, lanjut Darmawan, merata di seluruh segmen. Salah satunya antara lain kredit wholesale yang berhasil meningkat 9,09% secara YoY pada kuartal I 2023 menjadi Rp 599 triliun serta kredit ritel yang meningkat 11,92% YoY dengan realisasi mencapai Rp 327 triliun.

Darmawan menambahkan, dalam mendorong penyaluran kredit Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan inovasi layanan bagi seluruh nasabah dan stakeholder untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Upaya tersebut pun berbuah manis, terlihat dari rasio non-performing loan (NPL) bank only yang terus terjaga hingga ke level 1,70% per Maret 2023, turun dari 2,74% di periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di samping itu, Bank Mandiri juga telah membentuk pencadangan yang cukup, tercermin dari coverage ratio yang berada di level 337% secara bank only.

Perbaikan dari sisi kualitas kredit tersebut juga berhasil menekan biaya kredit atau cost of credit (CoC). Hasilnya, posisi CoC Bank Mandiri telah berada di level terendah sepanjang sejarah yakni 1,00% per akhir Maret 2023 secara bank only, membaik dari posisi setahun sebelumnya yang sempat menyentuh level 1,45%. “Dalam mendorong penyaluran kredit, kami tetap fokus pada sektor yang prospektif dan merupakan bisnis turunan dari ekosistem segmen wholesale di setiap wilayah. Pencapaian kinerja Bank Mandiri yang solid juga selaras dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih bertumbuh di tengah ketidakpastian global,” jelas Darmawan.

Kinerja positif Bank Mandiri juga terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on Equity (ROE) Tier-1 bank only telah menyentuh 24,6% atau naik 241 basis poin (bps) secara YoY. Sementara posisi net interest margin (NIM) konsolidasi terjaga solid di level 5,40%.

Kontribusi Digital Terus Menanjak

Darmawan menjelaskan, pertumbuhan kinerja keuangan tersebut juga didorong oleh serangkaian inovasi dan strategi digital Bank Mandiri. Salah satunya melalui Super App Livin’ by Mandiri yang telah mampu mengelola hampir 600 juta transaksi hingga kuartal I 2023, meningkat 45% secara YoY dengan jumlah pengunduh menembus 25 juta sejak diluncurkan.

Adapun, nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I 2023 telah menembus Rp 725 triliun yang juga tumbuh sebesar 45% bila dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun lalu. Sedangkan untuk layanan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri, telah berhasil mengelola lebih dari Rp 4.834 triliun transaksi hingga kuartal I 2023 atau tumbuh 19% secara YoY.

Pertumbuhan pengguna Kopra by Mandiri, yang kini juga telah hadir dalam versi mobile app, juga meningkat lebih dari 2,5 kali lipat dalam satu tahun terakhir menjadi 98,5 ribu pengguna per akhir Maret 2023. “Kehadiran Livin’ dan Kopra by Mandiri juga turut menyumbang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah yang signifikan. Ini membuktikan bahwa transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri telah berhasil berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tren yang terus membaik,” imbuh Darmawan.

Benar saja, total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi Bank Mandiri tumbuh positif 9,62% YoY dari Rp 1.269 triliun di kuartal I 2022 menjadi Rp 1.391,14 triliun di akhir kuartal I 2023 yang ditopang oleh peningkatan dana tabungan yang naik 9,7% YoY menjadi Rp 549 triliun secara konsolidasi.

Pada saat yang sama, berkat pemanfaatan Kopra by Mandiri tren pertumbuhan dana giro Bank Mandiri pun ikut menanjak. Hingga akhir Kuartal I 2023, total dana giro Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil tumbuh signifikan sebesar 23,2% secara tahunan mencapai Rp 483 triliun . Lewat digitalisasi serta optimalisasi layanan yang menyeluruh kepada nasabah, rasio dana murah atau current account saving account (CASA) bank only Bank Mandiri kini telah menyentuh 79,2% per Maret 2023 naik 422 bps secara YoY. Posisi tersebut merupakan yang level tertinggi sejak Bank Mandiri didirikan.

Peran Bank Mandiri Sebagai Agen Pembangunan

Sebagai agent of development, Bank Mandiri juga terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, yang tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp 6 triliun hanya dalam tiga bulan pertama 2023. Tidak hanya itu, Bank Mandiri juga telah membantu distribusi produk perbankan ke seluruh Indonesia dengan kehadiran 148 ribu Mandiri Agen dan 2,3 juta rekening agen branchless.

Bank Mandiri juga telah menerapkan tiga aspek utama dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutkan yakni Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (LST). Melalui serangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri berfokus untuk memberikan ragam kegiatan dan aksi nyata untuk membantu menyejaterahkan masyarakat di Indonesia khususnya pelaku UMKM. Salah satunya, melalui program Rice Milling Unit (RMU) dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada lebih dari 11.000 petani serta membangun eksosistem korporasi yang cerdas. Inisiatif lain, yakni Bank Mandiri lewat program Mandiri Sahabatku memberikan program pelatihan manajemen keuangan dan kewirausahaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah menghasilkan 17 ribu lebih wirausaha.

“Bank Mandiri akan terus memperkuat perannya sebagai agen pembangunan dan mitra bagi pemerintah untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat di Indonesia melalui serangkaian inisiatif untuk menciptakan Indonesia yang inklusif,” terang Darmawan. (*)

Kontes Modifikasi Yamaha Customaxi & Yard Built 2023 Kembali Digelar

MODIFIKASI: Penampilan Yamaha Aerox Connected usai dimodifikasi. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lomba modifikasi terbesar bagi para pengguna skutik Maxi Yamaha mendapat perhatian luar biasa dari peserta. Segera daftarkan motor kesayangan Anda karena kurang dari sebulan sesi registrasi even yang bertajuk Customaxi & Yard Built 2023 itu akan ditutup.

Sesi registrasi Customaxi & Yard Built 2023 sendiri sudah dibuka mulai 15 Maret 2023 lalu, dan akan ditutup pada tanggal 21 Mei 2023 mendatang. Segera daftarkan motor modifikasi andalan kalian, untuk pendaftaran sendiri gratis tidak dipungut biaya apapun.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kompetisi bertajuk Customaxi & Yard Built 2023 tersebut kini tidak hanya mengakomodir konsumen pengguna skutik Maxi Yamaha yang gemar berkreasi dengan sepeda motornya, namun juga bagi para pegiat modifikasi XSR 155.

Berlangsung selama 4 bulan (Maret – Juni), event Customaxi & Yard Built tahun ini akan mengusung konsep yang memadukan kegiatan online serta offline. Untuk kegiatan online sendiri mencakup proses registrasi, sampai dengan seleksi penjurian di tahap Semi Final guna mencari 27 Grand Finalis terpilih dari seluruh Indonesia.

Sementara untuk kegiatan offline, dilakukan dalam bentuk Exhibition & Awarding yang memamerkan jajaran motor modifikasi milik para Grand Finalis untuk diumumkan pemenangnya di bulan Juni. Tidak hanya itu, beberapa custom builder profesional juga turut diundang sebagai dewan juri, sekaligus menampilkan XSR 155 custom hasil karya mereka.

“Popularitas skutik Maxi Yamaha dan XSR 155 yang terus meningkat di tengah masyarakat, ternyata turut dibarengi dengan perkembangan tren modifikasi yang saat ini menjadi salah satu hobi bagi para penggunanya,” ungkap Antonius Widiantoro, Asst. General Manager – Public Relation, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg dalam pers rilisnya, Selasa (25/04/2023).

Melihat hal tersebut, Yamaha pun untuk yang kesekian kalinya kembali menggelar ajang Customaxi & Yard Built di tahun ini. Selain terbukti sukses menjadi wadah para modifikator tanah air untuk menyalurkan kreatifitas dan hobinya, ruang kompetisi ini turut menjadi sarana dalam mengekspresikan karakter dan identitas diri konsumen melalui tampilan motor yang lebih menarik.

Setidaknya akan ada tiga kelas yang tersaji dalam Customaxi & Yard Built di tahun ini. Ketiga kelas tersebut meliputi Masterclass dan Daily Use untuk kategori XMAX, NMAX, Aerox dan Lexi, serta Metal Sheet Class untuk kategori XSR 155.

Untuk Masterclass, sentuhan modifikasi yang dilakukan pada motor cukup berat dan banyak. Karena di kelas ini perubahan pada bagian body, sasis, swing arm, serta penambahan perangkat audio pada motor memang diperbolehkan. Sehingga memang memerlukan tingkat keterampilan serta teknik yang cukup tinggi dari para peserta.

Sementara untuk Daily Use yang kerap menjadi kelas favorit bagi peserta, rombakan yang dilakukan pada motor tergolong ringan karena tidak diperbolehkan untuk mengubah sektor bodi, sasis, maupun menambah perangkat audio dalam bentuk apapun. Jadi motor pun masih tergolong nyaman digunakan untuk mendukung kegiatan mobilitas sehari-hari.

Pada kelas selanjutnya yaitu Metal Sheet Class yang dikhususkan untuk model XSR 155, berbagai bentuk rombakan pada motor diperbolehkan kecuali,
mengganti frame Delta Box, mesin 155cc VVA dan juga metal plat berlubang 3 yang menjadi ciri khas ikonik dari motor sport heritage XSR 155.

Adapun tata cara untuk mengikuti kompetisi ini cukup mudah, peserta yang telah memodifikasi motornya dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Ambil dokumentasi foto motor maksimal sebanyak 3 buah dengan format landscape dari sisi kanan, kiri dan belakang. lalu buat video review singkat dengan durasi maksimal 1 menit yang menjelaskan poin modifikasi pada motor.

2. Upload konten foto dan video (reels) tersebut di media sosial Instagram dengan hashtag #custoMAXI2023, #YardBuilt2023, #BanggaMaximal serta mentioned 5 teman mu. Jangan lupa untuk follow dan tag akun Instagram @yamahaindonesia.

3. Setelah itu lakukan registrasi pada link berikut ini : https://customaxiyamaha.com/

Bagi para pengguna skutik Maxi Yamaha dan XSR 155 yang senang memodifikasi motornya, segera ikuti kompetisi Customaxi & Yard Built 2023. Tunjukan bakat serta keterampilanmu dan menangkan hadiah senilai ratusan juta rupiah. (dek)

Polisi Buru Tersangka Pembunuh Ibu dan Anak

OLAH TKP: Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan ibu dan anak di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Simalungun AKBP Ronald F C Sipayung SIK menegaskan, terus memburu pelaku yang diduga membunuh ibu dan anak di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun pada 18 April 2023 lalu.

Saat dihubungi pada Rabu (26/4), Kapolres mengatakan, Kasat Reskrim AKP Rachmat Ariwibowo dan jajarannya sedang di luar kota untuk mengejar yang diduga sebagai pelaku.

“Kasat Reskrim dan anggota sedang di luar kota untuk mengejar yang diduga atau curigai sebagai pelaku,” ujarnya singkat.

Misteri kasus pembunuhan terhadap Lenni Herawati Hutapea (42) dan putranya berusia 12 tahun, masih menyisakkan tanda tanya bagi publik siapa pelakunya dan apa motifnya.

Saat kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan pisau dengan bercak darah.

Sebagaimana diketahui, korban selama ini bekerja sebagai Bidan di Puskesmas Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun dan tinggal berdua bersama putranya di Kecamatan Bandar. Sedangkan suami korban bekerja di Kalimantan.

kedua korban ditemukan warga tergeletak di lantai dalam kamar tidur dan diperkirakan mayat keduanya sudah lebih dari 1 X 24 jam.

Di lokasi juga ditemukan ceceran darah di sekitar jenazah kedua korban di ruang tamu hingga dapur rumah. (mag-7/azw)