25 C
Medan
Monday, March 2, 2026
Home Blog Page 15761

Ber-Twitter tanpa Hard Feeling

Jika Anda memiliki akun di situs mikrobloging Twitter, dapat dipastikan pekan lalu mengetahui perseteruan politikus PKS Fahri Hamzah dengan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief.

Politikus PKS Fahri Hamzah mengaku, saat berkicau di Twitter tidak ada rasa sakit hati. Bagi dia, di Twitter tidak boleh ada rasa sakit hati.

“Buat apa sakit hati. Kita tidak boleh masuk hati,” katanya.Hanya saja, Fahri menegaskan, jika berkicau telah masuk ranah tuduhan atau fitnah bagi dirinya sudah kelewatan. “Boleh berkicau tapi tidak boleh memfitnah,” cetus Fahri.

Justru Fahri berencana mengadukan tudingan Andi Arief ke aparat kepolisian karena dianggap memfitnah dirinya. “Itu semua saya catat dan saya kumpulkan. Itu masuk delik aduan,” cetusnya.
Fahri mengaku, saat dirinya diserang Andi Arief justru di saat bersamaan data penting terkait sepak terjang Andi Arief dikirimkan kepada dirinya oleh pihak lainnya.

“Ada data sangat personal terkait Andi Arief,” akunnya tanpa merinci data yang dimaksud.
Sebagaimana dimaklumi, pekan lalu, Staf Khusus Presiden Andi Arief menuding Fahri Hamzah saat di Komisi VI DPR melakukan pemerasan. Andi Arief melalui akun @AndiAriefNews, menuliskan, “Saya undang @fahrihamzah di kantor atau kediaman, untuk saya pertemukan dengan orang yang pernah berurusan dengan PTP di Jatim yang anda janjikan”.
Sebaliknya, Fahri Hamzah melalui akun @fahrihamzah menuliskan, “Bung @AndiAriefNews kalau ada 1 orang saja yang pernah saya peras. Bawa sore ini (16.00 saya dah balik) ke pressroom DPR (kita konpers bareng).” (net/jpnn)

Pelatihan Militer di Aceh Ibadah

Ba’asyir Berkhutbah di Pengadilan

JAKARTA- Terdakwa kasus pendanaan dan penggerak latihan teroris di Aceh Abu Bakar Ba’asyir, “berkhutbah” di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (24/2). Di persidangan pembacaan eksepsi atau bantahan tersebut, Ba’asyir menolak dakwaan jaksa yang berujung ancaman mati atau penjara seumur hidup baginya.
Naskah eksepsi yang dibacakan Ba’asyir itu, setebal lebih dari 50 halaman lebih. Dalam naskah tersebut, Ba’asyir menyitir hampir seratus firman Allah dalam Alquran. Selain itu, ustad 72 tahun itu juga mengutip lebih dari 50 hadis Nabi Muhammad. Dengan ilmu agama yang dia miliki, Ba’asyir bersikukuh latihan teroris di Aceh tersebut sebagai ibadah.

Inti dalam pembacaan eksepsinya, Ba’asyir mengelak jika latihan militer di hutan belantara Aceh adalah tindakan terorisme. “Latihan itu adalah ibadah,” tandas Ba’asyir di depan majelis hakim yang diketuai Herry Suwantoro Itu.
Ba’asyir menyebut latihan teroris yang ber-budged  Rp1 miliar lebih itu dengan istilah i’dad. Menurut ustad di pondok pesantren Al Mukmin Ngruki itu, i’dad berfungsi untuk menggetarkan kafir-kafir musuh Allah.
“Kafir itu adalah Amerika dan kroni-kroninya,” tutur Ba’asyir diikuti pekikan takbir dari pendukungnya di dalam dan luar gedung persidangan.

Lantas kenapa Ba’asyir menggerakkan orang ikut dan mendanai i’dad itu? Ba’asyir menjelaskan dia khawatir umat Islam yang mendominasi di Indonesia ini hancur oleh serangan musuh. Dia mencontohkan nasib umat Islam yang berada di Bosnia dan konflik Poso dulu.

“Betapa kejinya umat Islam dihancurkan,” katanya.
Selain persoalan latihan teroris di Aceh tersebut, Ba’asyir juga menjelaskan ada rekayasa kepadanya untuk terus hidup di dalam penjara.

“Setelah skenario pertama dan kedua dulu, ini adalah skenario ketiga menjebloskan saya ke penjara,” aku Ba’asyir. Dalam menerangkan skenario ini, Ba’asyir juga menyebut-nyebut keterlibatan Megawati yang saat itu menjadi Presiden RI.

Ketika dirinya bebas setelah menjalani hukuman pemalsuan KTP dan dokumen imigrasi, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Tom Ridge berkunjung ke Indonesia menemui Megawati, Kapolri yang saat itu dijabat Da’i Bachtiar, dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam pertemuan tersebut, Tom Ridge disebut mengatakan Ba’asyir harus disidang kembali dengan dakwaan lainnya. Akhirnya, Ba’asyir kembali masuk pengadilan dengan dakwaan menjadi otak Bom Bali I dan JW Marriot. Dakwaan ini berujung pada vonis penjara 2,5 tahun.

Skenario lain juga muncul ketika penyusunan berkas acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Densus 88 Mabes Polri. Indikasi muncul diantaranya dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Densus 88 kepada beberapa terpidana teroris.

Misalnya yang dialami oleh trio bom Bali I Muhlas, Amrozi, dan Imam Samudra. Baasyir menjelaskan, ketiga teroris yang sudah dieksekusi mati itu menandatangi BAP dalam ancaman dan tekanan.
“Ditekan dan disiksa agar menandatangani BAP yang dibuat polisi. Yang isinya mengakui bahwa yang memerintahkan bom Bali I adalah saya,” kata dia.

Sementara pada kasus latihan teroris, Ba’asyir juga mencium ada tindakan serupa. Yaitu ketika beberapa saksi yang juga mengalami siksaan dan tidak boleh memakai pengacara tim pembela muslim (TPM).
“Saya yakin tidak ragu sedikitpun bahwa Densus 88 dan stafnya adalah musuh Allah,” tandasnya, yang kembali menyulut emosi pendukungnya untuk meneriakkan takbir. Dia kembali mengelak jika latihan bersenjata di Aceh yang menjeratnya adalah kegiatan terorisme.

Selain menyebutkan sanggahan atas dakwaan dari tim jaksa penuntut umum (JPU), di akhir eksepsinya juga mengeluarkan tadzkiroh atau seruan kepada pemerintah, penengak hukum, dan masyarakat. Dia menjelaskan, tentang hakekat Islam, iman, tauhid, dan syirik.
Ba’asyir tetap kukuh dengan pendiriannya jika negeri ini harus menjadi negara Islam atau Daulah Islamiyah. Dia juga menyerukan kepada masyarakat tidak terpengaruh hasutan negara asing, yang mengatakan para mujahidin adalah teroris. (wan/jpnn)

Dakwaan bak Roman Picisan

Tim kuasa hukum Ba’asyir juga menyiapkan nota keberatan setebal 30 halaman lebih. Nota tersebut dibacakan secara bergantian di antara delapan kuasa hukum Ba’asyir dari TPM.

Titik tekan dalam nota keberatan tersebut, tim kuasa hukum menilai dakwaan JPU tidak fokus, kabur, tidak jelas, tidak cermat, dak tidak lengkap. “Dakwaan tersebut tidak ubahnya seperti roman picisan belaka,” tutur salah satu kuasa hukum sesuai nota keberatan.

Dari beberapa keberatan yang disusun, tim kuasa hukum Ba’asyir meminta majelis hakim mengabulkannya. Selain itu, mereka meminta surat dakwaan JPU dibatalkan demi hukum. Selanjutnya mereka meminta terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan JPU.  Sementara itu, Toto Bambang salah satu tim JPU menanggapi negatif eksepsi Ba’asyir dan nota keberatan TPM.

“Dakwaan sudah sesuai BAP. Tidak ada rekayasa,” ujarnya setelah persidangan. Dia menyebutkan, penyusunan BAP sudah matang dengan pertimbangan dari BAP yang disetor oleh polisi. Toto tidak mau disebut jika ada tekanan dari pihak lain selama penyusunan dakwaan.

Setelah mendengar pembacaan nota keberatan, Ketua Majelis Hakim Herry memutuskan sidang mendengar tanggapan dari JPU terhadap nota keberatan tim kuasa hukum Ba’asyir digelar 7 Maret mendatang. Selanjutnya sidang putusan sela digelar 10 Maret.

Sementara itu, selama pembacaan eksepsi suasana di luar gedung pengadilan sempat ricuh. Ratusan massa pendukung Ba’asyir sempat terlibat adu dorong dengan aparat kepolisian. Tetapi, kericuhan tersebut akhirnya bisa diredam setelah pendukung Ba’asyir diperbolehkan masuk dengan pemeriksaan ketat. Selain itu, untuk berjaga-jaga sniper dari Brimob Polda Metro Jaya ditempatkan di beberapa sudut pengadilan. (wan/jpnn)

Susno Duga Sjahril Larikan Uang Suap Rp500 Juta

JAKARTA- Komisaris Jenderal Susno Duadji menduga uang Rp500 juta yang didengung-dengungkan sebagai uang suap untuknya telah dibawa kabur oleh Sjah ril Djohan. Susno menegaskan, semua bukti dan saksi tidak ada yang menyebut Sjahril menyampaikan uang tersebut ke Susno.

“Saya justru curiga jangan-jangan uangnya diambil Sjahril Djohan sendiri. Sebab, tidak ada satupun pengawal, sespri, ajudan dan supir yang melihat Sjahril Djohan masuk ke rumah saya di Abuserin. Juga tidak ada yang melihat Sjahril keluar,” kata Susno dalam plodoinya yang dibacakan di PN Jakarta Selatan, Kamis (24/2).

“Lewat mana Sjahril Djohan masuk dan keluar rumah? Apakah karena itu malam Jumat Kliwon, di mana orang yang sedang berilmu menjajal kesaktiannya? “ imbuh Susno.

Fakta lain yang menguatkan dugaan Susno yakni satu jam setelah menerima uang itu dari Haposan Hutagalung, Sjahril melapor ke Haposan telah menyerahkan uang ke Susno.

“Satu jam setelah menerima uang dari Haposan, Sjahril Djohan menelpon Haposan menyatakan uangnya telah diserahkan ke saya di Abuserin. Padahal, Sjahril Djohan belum sampai. Bisa jadi uang itu diambil Sjahril Djohan dengan menjual nama Susno Duadji,” terang Susno.

Dengan fakta tersebut, Susno berusaha meyakinkan hakim bahwa keterangan Sjahril Djohan penuh kebohongan. Sebab, berdasar kebohongan itu, jaksa menuntut Susno dihukum 7 tahun penjara.

“Kesaksian uang telah diberikan ke saya adalah bohong besar. Saya bingung, berdasar teori pembuktian mana jaksa menuntut saya?” tandas Susno. Susno membaca pledoi 50 halamannya dengan berdiri tegap menghadap hakim. Dia menggunakan seragam jenderal lengkap dengan 3 bintang di bahu. (net/jpnn)

19 KK Pengikut Ahmadiyah di Asahan dan Batu Bara

KISARAN-Jemaah Ahmadiyah ada di Kabupaten Asahan dan Batubara. Kapolres Asahan, AKBP J Didiek DP SH melalui Kasat Intelkam, AKP Alfin Saragih saat dikomfirmasi METRO ASAHAN (grup Sumut Pos) mengaku, sesuai hasil pemantauannya Ahmadiyah ada diwilayah itu.

“Untuk wilayah Kabupaten Asahan terdapat di satu Kecamatan sementara di Kabupaten Batubara ada di dua kecamatan,” bebernya. Jemaah Ahmadiyah masih kecil, sesuai data yang kami miliki ada sekitar 19 kepala keluarga. Walau masih kecil, pihaknya bekerjasama dengan berbagai pihak terus memantau, mengingat kejadian-kejadian yang terjadi di tanah air.

Sementara itu menurut Kepala Kesbanglinmas Asahan, Buwon Pramana pihaknya juga telah me ngantongi data jamaah Ahmadiyah yang ada di Asahan. Menurut Buwono, Bupati Asahan telah menginstruksikan kepada seluruh camat untuk melakukan pendataan jemaah Ahmadiyah di wilayahnya masing masing.

“Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi keadaan jangan sampai kecolongan seperti yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia,” tandasnya.

Sementara, Darma Ginting, Sekretaris Kesbang Kabupaten Asahan saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, Kesbang sudah melakukan pendataan ke setiap kecamatan dan kelurahan, sejauh ini kami menemukan kelompok Ahmadyah yang terdiri dari 6 kartu keluarga (KK) yang berdomisili di Desa Piasa Hulu Kecamatan Tinggi Raja yang di Ketuai bermarga Damanik.

“Kami mengimbau kepada mus pika setempat untuk terus memantau kegiatan kelompok Ahmadiyah, agar tidak terjadi yang tidak diinginkan seperti terjadi di Pulau Jawa,” tambahnya. Muspika setempat juga akan mengadakan pertemuan antarmasyarakat dan kelompok Ahmadiyah agar tidak terjadi kerecokan.

Menurut Darma, masyarakat sekitar daerah tersebut masih tetap rukun dengan kelompok Ah madiyah dan tidak ada campur baur. “Kami mengkhawatirkan adanya pihak ketiga di antara mereka untuk memanasi masyarakat,” ungkapnya. (mag-2/mag-3/smg)

Wali Guncang Kota Binjai

BINJAI- Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru, baik dari Binjai mapun Langkat, tumpah di tanah lapang merdeka Kota Binjai, guna menyaksikan aksi grup band Wali, yang berlangsung Rabu (22/2).

Antusias ribuan penonton yang ingin menyaksikan gurp band ini ternyata sangat besar. Pasalnya, sejak sore hari masyarakat sudah sibuk untuk mencari tempat. Bahkan, begitu menjelang malam, kendaraan sepeda motor sudah tampak memadati sejumlah ruas jalan di Kota Binjai.

Pantawan wartawan koran ini di lokasi, ribuan masyarakat yang ingin menyaksikan aksi grup band Wali ini, yang sejak sore sudah berkumpul seakan tak sabar menyaksikan secara langsung aksi Faank vokalis dari grup band Wali tersebut.
Ribuan masyarakat yang sudah tumpah ditanah lapang merdeka Binjai, bak seperti lautan manusia yang sudah tak memiliki jarak satu dengan yang lainnya. Sebelum grup band Wali menunjukan aksinya, ribuan masyarakat terlebih dahulu dihibur oleh grup band lokal.

Setelah grup band lokal menyumbangkan sejumlah lagu, akhirnya grup band yang dinanti-nanti oleh ratusan masyarakat keluar dari belakang panggung. Bahkan, susana tampak meriah saat gurp band Wali ingin menunjukan aksinya, dengan panggilan ribuan masyarakat yang menyebut-nyebut nama grup band tersebut.
Sebelum keluar, lampu yang menerangi panggung dimatikan untuk manambah rasa penasaran ribuan masyarakat yang sudah lama menanti grup band itu. Berbarengan dengan hidupnya lampu, akhirnya vokalis gurp band Wali keluar dengan gayanya yang menarik perhatian ribuan masyarakat. Melihat vokalis gurp band itu keluar sambil menyanyikan lagu wanita berkerudung.(dan)

Pembunuh Dian Diduga Warga Sekitar

SIMALUNGUN- Warga Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, marah saat mendengar informasi kalau pelaku pembunuhan Dian (32) adalah warga sekitar. Parahnya, amukan masyarakat sampai melakukan penyerangan ke salah satu rumah milik warga yakni Ucok Gurning (27).

Sutrisno (48) seorang masyarakat mengatakan, telah mencurigai Ucok, pelaku atas kematian Dian. Karena menurut saksi mata yang melihat kejadian, ciri-cirinya menyerupai dengan Ucok. Anehnya, setelah kejadian, Ucok tidak pernah kelihatan. Apalagi Ucok, sangat terkenal di kampung ini sebagai pencuri ulung. Setelah Ucok sering ketangkap tangan mencuri ayam milik warga.

Menurut Sutrisno alias si Puntung, sebelum penemuan mayat Dian di kamar mandi rumahnya. Keponakannya yang bernama Awai (24) sempat melihat seorang laki-laki di dalam rumah tersebut.  Sekitar pukul 10.30 WIB, Awai suami dari Sugiarto (28) ingin mengisi pulsa ke warung ke lontong rumah Dian.

Saat itu kedai kelontong Dian dalam keadaan tertutup tapi tidak terkunci. Kemudian Awai teriak memanggil Dian selama 4 kali. Tapi tidak ada jawaban.

Selajutnya, Awai yang ketika itu naik sepedamotor, kemudian mendorong pintu gerbang warung Kelontong Dian. Di dalam kelontong, Awai melihat seorang laki-laki sedang menarik sesuatu  ke arah kamar mandi.

“Saat itu Awai melihat laki-laki menarik sesuatu dari warung ke kamar mandi. Tapi, karena tertutupi meja panjang tinggi sekitar 1 meter, Awai mengira kalau yang ditarik pria itu adalah beras. Tak mau menggaggu, kemudian Awai langsung meningglkan kelontong itu,” kata Sutrisno menirukan keponakannya. Rabu (23/2) tengah malam, ratusan masyarakat menyerbu kediaman Ucok. Sayangnya, Ucok saat itu tidak berhasil ditemukan di rumahnya.  “Nyawa harus tukar nyawa,” teriak warga ditirukan si Puntung.

Puntung bilang, amukan massa tak terbendung saat itu. Sehingga massa nekat melakukan pengerusakan rumah tempat tinggal Ucok.

Saat massa berhasil masuk kedalam rumah, tak satu pun foto Ucok ditemukan. Kaca di bagian rumah Ucok, hancur terkena lemparan massa.

Malam itu, bapak Ucok, R Gurning dari Kerasaan langsung tiba dilokasi. Ucok adalah anak tunggal. Sedangkan Mamaknya M br Butar-Butar telah meninggalkan sekitar 8 tahun lalu.

Selama ditinggal Mamaknya, Ucok tinggal sendiri di dalam rumah permanen ukuran 5 x 20 meter.  “Soal curiga kepada anak saya boleh. Tapi jangan main hakim sendiri. Agar kalian tahu semuanya, sebulan terahir anak Saya, Ucok tinggal ditempat famili di Raya. Tidak mungkin Ucok pelakunya,” tegas G Gurning kepada massa.
Sementara, masyarakat tidak langsung percaya. Masyarakat minta agar Ucok dihadirkan. Kalau memang Ucok tidak bersalah, masyarakat akan memperbaiki rumahnya yang telah dirusaki.

“Ucok dan Rusli (dimintai keterangan di Polsek Bangun), diketahui sudah dua kali ketangkap basah mencuri ayam.
Masyarakat belum puas kalau belum bertemu di Ucok. Ucok dan Rusli sudah dikenal sangat kompak. Kalau memang ucok tidak pelakunya, suruh saja pulang. Ngapain takut,” tegasnya.(osi/smg)

Mimpi, Ibu Masuk Jurang

Sementara itu, sehari sebelum pembunuhan Dian, anaknya Mely (10) pernah bermimpi. “Saya bermimpi, menolong Mamak masuk jurang. Saya dan Dwie (7) berhasil menolong Mamak. Tapi belum pernah ceritakan mimpi itu, kepada Bapak,” ujarnya, Kamis (24/2)

Menurut Mely, kenangan terakhir diberikan sang Mama adalah Kalung, baju dan Gelang kaki. Tapi gelang kaki itu sudah putus. Lalu, Dian juga pernah janji, akan memasak kolak untuk mereka. “Di hari Ulang Tahun ku ke 9 nanti. Ibu berjanji akan memberikan baju. Kemudian makan Roti dan ayam goreng di Kepsi, tepatnya tanggal 4 Maret nanti. Tapi Mamak bilang tidak akan merayakan seperti sebelumnya. Memang sebelumnya, Ulang Tahun ku selalu di rayakan,” katanya menangis.

Masih kata Mely, sebulan lalu Mamaknya pernah mengatakan untuk mengantikannya kalau sudah tidak ada lagi. Ucapan itu keluar dari mulut Dian, ketika Mely dan Dwie berkelahi saling cubit-cubitan.

“Saat Mely dan Dwie berkelahi, saling cubit. Mamak belahin Mely. Mamak bilang, Mely harus mengalah. Mamak bilang kalau dia mati, Kak meli yang menggantikan,” katanya.

Anehnya, Mely dan Dwie menolak permintaan keluarga untuk mencium Dian, sebelum dibawa ke kuburan. Menurut Mely, kalau melihat Mamaknya merasa katakutan. (osi/smg)

Dukung Fadly Jadi Ketua PPP Sumut

Pesta musyawarah partai berlambang ‘Kabah’ akan digelar Jumat (25/02). Seperti perhelatan yang lain, kesibukan di sana-sini juga tampak. Bahkan, di beberapa sudut kota telah terpampang baliho dan spanduk yang meminta kepada masyarakat Medan untuk turut serta mendoakan suksesnya acara Musyawarah Wilayah PPP Sumut ke VI.
Sementara itu  suasana di seputaran Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, yang dijadikan lokasi Muswil  tampak ‘menghijau’ oleh spanduk dan baliho serta bendera-bendera atribut partai. Konon, beberapa DPC (Dewan Pimpinan Cabang) partai Islam yang kental dengan ajaran Islam akan kembali mengusung Fadli Nurzal untuk kembali memimpin PPP Sumut.

Fadli Nurzal adalah sosok yang mampu membawa partai untuk disajikan kepada masyarakat agar bisa terterima. Hal itu diungkapkan  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Padang Sidimpuan Adnan Buyung Lubis mengatakan dirinya yakin, PPP ke depan di bawah kepemimpinan H Fadly Nurzal akan semakin berkembang dan maju.

“DPC PPP Kota Padang Sidempuan juga berharap Fadly Nurzal dapat menjadi tokoh nasional dan DPC PPP Kota Padang Sidempuan akan mempersiapkannya,” kata Adnan Buyung Lubis.

Menurut Adnan Buyung,  Fadli Nurzal telah memenuhi syarat untuk memimpin PPP Sumut kembali, sebab itu dukungan DPC PPP Kota Padang Sidempuan kepada Fadly Nurzal. Hal ini juga  berdasarkan rapat DPC PPP Kota Padang Sidempuan pada 15 Februari 2011, maka dukungan diberikan kepada Fadly.

“Sebab syarat untuk mencalonkan diri menjadi Ketua DPW PPP Sumut harus mendapat dukungan dari DPC-DPC dan syarat administrasi sudah kami berikan kepada Fadly,” ujar Adnan.

Secara dejure, ungkap Adnan, surat dukungan sudah diberikan kepada Fadly Nurzal, 26 dpc
Hal senada juga diungkapkan ketua DPC PPP Medan, Azza Syahri, Menurutnya, Fadli Nurzal adalah sosok pempimin yang mampu mengayomi dan mengakomodir seluruh kepentingan partai. Sosoknya yang ‘low profile’ dan dekat dengan masyarakat akan membuktikan bahwa beliau memang betul-betul pemimpin yang dicintai seluruh masyarakat Sumut.

Senada dengan pernyataan Ketua DPC PPP Kota Medan, 26 DPC PPP se Sumaterta Utara diantaranya; H. Abdul Rasyid Lubis, SH (Tapsel), H Usman Effendi Sitorus, SAg (Sergei), Kamil Gulo (Sibolga), Janius Silalahi, SE, (Asahan), Ahmad Badri (Batubara),  Baki Samosir (Samosir), Pardi Nasution (Simalungun), Abdul Aziz Tarigan LC (Karo) juga menyatakan dukungan penuh untuk kembali mengusung Fadli Nurzal memimpin PPP Sumut.

Sementara itu, simpul-simpul PPP Sumut, seperti  Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Sumatera Utara juga terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Fadli Nurzal. Ketua GPK Sumut, H Bustami HS bertekad akan mengamankan jalannya proses Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara yang akan digelar di Asrama Haji Medan.

Menurutnya, Muswil VI PPP Sumatera Utara diharapkan dapat  berjalan lancar dan sukses, sebab muswil ini merupakan instansi tertinggi dalam sebuah organisasi di tingkat provinsi dalam rangka mengambil kebijakan dan keputusan.

“GPK selaku sayap PPP beserta Angkatan Muda Ka’bah (AMK) akan menjaga perjalanan Muswil VI PPP Sumatera Utara,” kata H Bustami HS di  Quality Suite Apartemen, Kamis (24/2) usai acara deklarasi dukungan.(adv)
kepada H Fadly Nurzal.

Dijelaskan Bustami, demi mengamankan jalannya pemilihan untuk mendukung pencalonan Fadli Nurzal , GPK Sumut dan AMK Sumut mensiagakan ‘pasukannya’. Menurut Bustami,  pengamanan yang dilakukan bukan berarti ada indikasi rusuh pada muswil nanti dan ada sekitar 600 personil GPK Sumut serta 400 personil AMK, tapi semata sebagai spontanitas dukungan kepada sosok yang mampu memimpin PPP Sumut. “Fadli Nurzal adalah sosok pemimpin yang amanah dan tampil elegan, sehingga partai ini nantinya akan membawa perubahan kearah yang lebih baik lagi, sehingga dicintai seluruh masyarakat. (adv)

H Fadly Nurzal SAg, Terlahir dari Keluarga Politisi

Perjalanan politisi muda yang lahir dari keluarga politisi Islam ini diajarkan untuk bersikap santun. Dialah H Fadly Nurzal SAg. Hal ini pulala yang membuatnya terpilih sebagai Ketua DPW PPP Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.
Sikapnya yang tegas namun bersahaja dalam memimpin DPW PPP Sumut membawanya jadi pemimpin muda yang sangat disegani, baik kawan maupun lawan. Setidaknya hal ini dapat dibuktikan dari kiprahnya di panggung politik menghadapi berbagai persoalan rumit yang kerap muncul dalam situasi politik di Sumatera Utara baik di internal PPP maupun berubah-rubahnya situasi politik di Sumatera Utara, namun Fadly berhasil keluar dari kesulitan tersebut.

Sebagai contoh, saat PPP mengalami situasi penegasan identitas di tengah-tengah partai yang beragam dan terbuka dengan segera Fadly mengusung isu lama PPP yang diadaptasi kembali yaitu ‘PPP Tetap Partai Islam’.
Meski demikian, Fadly Nurzal tidak pernah lupa diri. Bahkan politisi muda asal Tanjung Balai ini kerap mengalah jika berbicara kepentingan umat. Sebagai contoh, ketika proses pemilihan Gubernur Sumatera Utara tahun 2008 lalu, Fadly Nurzal yang dikenal sebagai pioner penggagas koalisi partai Islam tidak punya ambisi untuk maju sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur.

Berkat keteduhan prilaku politiknya, Fadly Nurzal berhasil membawa koalisi partai Islam menghantarkan H Syamsul Arifin sebagai Gubernur Sumatera Utara berpasangan dengan H Gatot Pujo Nugroho.

Tidak hanya Syamsul Arifin yang berhasil dihantarkan Fadly Nurzal, tetapi sudah banyak tokoh yang kini menjadi kepala daerah. Semua itu dilakukannya tanpa pamrih apalagi menggunakan politik transaksional yang selalu ditolaknya.

“Saya ingin bermanfaat untuk orang banyak, tapi saya menolak dimanfaatkan walau hanya oleh satu orang,” kata Fadly Nurzal, yang kini duduk menjadi Ketua Fraksi PPP DPRD Sumatera Utara.
Barangkali darah politik ditempa secara genetik karena Kakeknya H Ahmad Saleh adalah mantan Ketua DPC PPP Asahan yang pernah jadi pimpinan DPRD di Asahan. Ibunya Hj Zaleha HAS SMHk juga pernah menjadi Ketua DPC PPP Asahan dan pimpinan DPRD di daerah tersebut.
Sedangkan Bapaknya Drs HM Noor Pohan yang tadinya seorang guru juga pernah menjadi anggota DPRD Tanjung Balai.
Kini, M Noor Pohan telah dipanggil Allah SWT keharibaan-Nya akhir tahun lalu. Namun, hal ini tidak membuat Fadly Nurzal patah semangat dalam memimpin PPP.

Meski terlahir dari keluarga politisi, Fadly menyatakan sesungguhnya dirinya mulai mengenal organisasi secara baik dan efektif ketika bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan menjadi Ketua Senat Fakultas Syariah IAIN Medan. Penempahan prilaku organisasi pria kelahiran Tanjung Balai ini banyak dipengaruhi oleh HMI.
“Ketika di HMI-lah, mulai terbentuk motivasi pada diri saya untuk berpolitik. Motivasi itu pula yang membawa saya bersahabat dengan kawan-kawan di organisasi Al Wasliyah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama,” kata Fadly.
Dia menuturkan politik saat ini telah menjadi dunianya karena politik memberikan kita kesempatan untuk melakukan banyak hal dan dalam berpolitik harus ada seni, karena politik itu disebut The Art Of Possibility yang berarti seni merangkai kemungkinan.

Maka, sebagai politisi harus merangkai yang mungkin dilakukan dan itu ada seninya, terutama untuk kepentingan rakyat.

Ketua Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) ini berkomitmen untuk mengabdi kepada rakyat secara tulus dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan motivasi yang tinggi merupakan prinsip hidup yang selalu diemban Fadly semenjak dipercaya menjadi anggota DPRD Sumatera Utara empat tahun lalu karena hidup harus ada motivasi, tanpa motivasi sebaiknya jangan hidup.
Prinsip sejati ini yang terus mengalir dalam sanubari sosok teladan satu ini.

Fadly yang dikenal sebagai sosok politisi muda yang sangat mencintai orangtuanya. Di tengah kesibukannya mengurus partai dan menggagas koalisi partai Islam saat mengusung Syamsul Arifin sebagai calon Gubernur, Fadly beberapa kali harus pulang pergi ke Medan-Penang untuk melihat kondisi kesehatan ibunya yang saat ini terbaring sakit di rumahnya yang sederhana di Jalan STM Medan.

“Bagi saya, orangtua adalah segala-galanya. Apa pun akan saya lakukan untuk membahagiakan orangtua,” kata Fadly, yang mengaku dalam hidup ini mempunyai motto Hidup Berguna, Mati Beriman.

Belakangan ini beliau sedang dapat cobaan yang berat setelah ayahnya Drs HM Noor Pohan meninggal tiga bulan setelah itu mertuanya H Syahruddin juga meninggal.

“Ini adalah cara Allah menyanyangi saya. Allah berikan cobaan pastilah Allah menyayangi saya, karena Allah tidak akan membiarkan hambanya melewati kesulitan tanpa ada hikmah yang Allah siapkan,” kata Fadly. (adv)

Cash Back 10 Persen di Gerai Fashion Point Break

Gerai fashion Point Break yang berada di lantai 3 Sun Plaza, Jalan Zainul Arifin Medan, memberikan penawaran keuntungan bagi konsumen yang ingin berbelanja.

Salah satunya promo yang saat ini sedang berlangsung yaitu loyalty card, dimana program dalam kartu ini yaitu Be cash, Be Smart. Banyak kelebihan dari promo ini, seperti kartu ini memberikan cash back sebesar 10 persen bagi para pengunjung yang berbelanja, bahkan pengunjung dapat mengetahui 5 transaksi sebelumnya melalui fasilitas kartu ini. “Promo kartu ini, untuk memberi keuntungan bagi konsumen kami. Service ini yang membuat masyarakat memilih berbelanja di outlet ini dari pada di toko yang menjual produk lainnya,” ujar Supervisor Point Break Medan Frandi.
Dikataknnya, ada sekitar 16 merk yang ditawarkan di toko ini, mulai dari Billabong, Quiksilver, Rusty, Roxy, Rip Curl dan lainnya. “Berbagai produk, mulai dari aksesoris seperti dompet, gelang tangan, papan skate, tali pinggang, jam tangan, kaca mata dan lainnya ada di toko kami ini. Sedangkan baju, celana, jaket, tas juga tersedia, baik untuk pria maupun untuk wanita,” kata dia.

Sementara, lanjutnya, untuk jenis model pakaian, biasanya tergantung dari musim yang sedang berlangsung di Australia. Karena rata-rata produk di toko yang meraka  tawarkan berasal dari Australia.

Jadi, tidak mengherankan kalau toko mereka juga menawarkan model pakaian untuk Winter (musim dingin) ataupun Summer (musim panas). “Walaupun tergantung musim, tapi ciri khas pantai tidak pernah ditinggalkan. Untuk ukuran harga mulai dari Rp28 ribu hingga Rp9 juta ada,” bilangnya.

Di toko ini juga menyediakan sepatu Nike special edition. Untuk ASEAN hanya Indonesia yang menjualnya. Kelebihan dari sepatu ini lebih ringan dari sepatu olahraga lainnya. Sepatu ini lebih bercorak. (mag-9)

Levi’s tak Lagi Produksi Jeans Pudar

PABRIKAN Levi’s dan H&M akan menghentikan produk jeans dengan efek pudar.
Menurut situs Women’s Wear Daily, dari tahun 2005-2009, 40 pekerja garmen di Turki mati karena penyakit paru-paru, akibat paparan crystalline silica, bahan kimia yang digunakan untuk menciptakan efek pudar tersebut.
Tahun lalu, baik Levi’s maupun H&M sudah tidak memproduksinya, dan kini kedua perusahaan ini bekerjasama dengan International Textile Garment & Leather Workers’ Federation untuk menghentikan penggunaan teknik ini dalam seluruh industri fashion.

Paparan terhadap crystalline silica manusia sebenarnya terjadi bila proses produksi tidak dilakukan dengan benar. Substansi itu sendiri diklasifikasikan sebagai karsinogen paru-paru Occupational Safety and Health Administration. Debu dari semburan pasir (bahan dimana crystalline silica itu terdapat) bisa memasuki paru-paru dan membentuk jaringan luka, mengurangi kemampuan paru-paru untuk menghirup oksigen.

“Kami sudah menerapkan standar yang ketat untuk semburan pasir dalam jaringan suplai kami sendiri. Kami mengakhiri industri jeans dengan efek pudar ini,” papar David Love, senior vice president dan chief supply chain officer di Levi Strauss & Co.

Menurut Karl Gunnar Fagerlin, Manajer produksi di H&M, perusahaan ini memiliki persyaratan kesehatan dan keamanan untuk teknik semburan pasir selama beberapa tahun. Seperti semua persyaratan Code of Conduct lainnya, pengawasan praktik semburan pasir sudah menjadi bagian dari Full Audit Program-nya.
“Namun, sulit untuk memastikan bahwa standar ini ditinjau oleh semua supplier dan subkontraktor mereka,” katanya.

Karena itu, jalan terbaik adalah menghentikan produksinya sama sekali.  (net/jpnn)

Sedangkan Levi’s mendapatkan efek pudar pakai pada jeans. Mereka yakin penggemar produk mereka tak akan mempermasalahkan teknik pembuatannya. (net/jpnn)