31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 15788

Real Mataram Yakin Atasi Medan Chiefs

SLEMAN – Pihak Real Mataram optimis bisa mengatasi perlawanan Medan Chiefs Deli Serdang di Stadion Baharoeddin Siregar Minggu (27/2) mendatang, dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI).
Arsitek Real Mataram, Jose Basualdo sendiri akan memfokuskan konsentrasi pemain jelang duel itu. Pasalnya, masalah konsentrasi ini sudah membuat The Reds Army dua kali gagal menang.

Real Mataram sudah dua kali gagal memetik poin penuh meski sempat unggul lebih dulu.
Pertama, saat ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah PSM Makassar. Kedua, saat diimbangi 2-2 oleh Manado United di Stadion Maguwoharjo akhir pekan lalu.

Permasalahan konsentrasi pemain ini diharapkan sudah bisa dibenahi saat Fernando Soler dkk bertandang ke markas Medan Chiefs.

“Coach Basualdo berharap latihan kerjasama pemain dalam satu blok dan antar blok yang dilakukan selama ini dapat berjalan dengan baik dalam laga melawan Medan Chiefs nanti,” terang manajer Real Mataram, Kusnadi kemarin.
“Konsentrasi pemain belakang dalam 10 menit terakhir juga perlu ditingkatkan sehingga tidak kecolongan gol seperti pada saat laga melawan PSM dan Manado United,” lanjut Kusnadi.

Untuk laga melawan Medan Chiefs, Real Mataram mendapat kabar baik dengan mulai pulihnya playmaker M Zainal Abidin. Pulihnya Zainal tentu akan sangat menguntungkan The Reds Army, mengingat pemain bernomor punggung delapan itu selama ini menjadi motor serangan mereka.Sementara itu, cedera yang dialami oleh Eko Wijayanto belum sembuh. Pemain berposisi striker itu pun tak dibawa dalam lawatan ke kandang Medan Chiefs.
Namun keyakinan itu tampaknya tidak akan mudah. Medan Chief juga baru saja berbenah. Mereka baru saja memboyong dua lagi pemain asing asal Singapura untuk melengkapi kuota pemain asing. (net/uma)

Chris Jhon Tantang Dua Petinju

SEMARANG- Dua petinju asal Australia, Williim Kickett dan Ben Rabah, bakal menjadi mitra tanding pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, untuk persiapan menghadapi penantangnya, Daud “Chino” Jordan, di Hall D Kemayoran, Jakarta, 17 April 2011 mendatang.

Kebetulan, kedua petinju itu juga akan naik ring, sehingga persiapan mereka dilakukan bersama-sama. “Kami bertiga sama-sama mau bertanding sehingga persiapannya bisa bersama-sama,” kata petinju yang sudah 13 kali mempertahankan gelarnya sejak merebutnya dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon, di Bali, Oktober 2003 melalui pertarungan ad-interim, Kamis (24/2).

Ben Rabah dan Williem Kickett merupakan petinju yang bernaung di sasana yang sama, yaitu Herry’s Gym di Perth, Australia, di bawah asuhan pelatih Craig Christian yang juga manajer Chris John.

Kebetulan, kata petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut, kedua petinju itu memiliki gaya bertarung yang sama dengan Jordan, yaitu counter fighter.

“Dalam latihan dengan kedua petinju itu, seolah-olah saya bertarung melawan dia (Daud Jordan),” kata petinju yang memiliki rekor bertarung 44 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut.

Ia menambahkan, Jordan memiliki gaya bertarung counter fighter sehingga mitra latih tandingnya harus memiliki gaya bertarung yang hampir sama dengan lawannya asal Kalimantan Barat tersebut.

Hanya, saja kata petinju dengan julukan “The Dragon” ini, latihan dengan mitra tanding tersebut kemungkinan baru dilaksanakan pekan depan. Pasalnya, sekarang ini dirinya masih konsentrasi latihan untuk peningkatan fisik terlebih dulu.

Ben Rabah dan Williem Kickett sering menjadi mitra latih tanding Chris John dalam persiapan untuk pertarungan perebutan gelar, seperti saat melawan Fernando Saucedo (Argentina), Rocky Juarez (Amerika Serikat), Hiroyuki Enoki (Jepang), Roinet Caballero (Panama), serta Osamu Sato dan Zaiki Takemoto (Jepang).

Suami mantan atlet wushu Jawa Tengah, Anna Maria Megawati tersebut, sejak Rabu (9/2) berlatih di Sasana Herry’s Gym untuk persiapan pertarungan perebutan gelar melawan Jordan di Jakarta, 17 April 2011.
Sebelumnya, ayah dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) juga sudah berlatih di Perth, Australia, selama dua pekan, kemudian kembali lagi ke Indonesia dan berangkat ke Australia kembali.(net/jpnn)

Dojang Krakatau Taekwondo Tatap Danlantamal Cup

MEDAN- Dojang Krakatau Taekwondo Club siap menghadapi Open Turnamen Kejuaraan Taekwondo Pra Junior dan Junior Belawan cup II Se Sumatera Utara tahun 2011 memperebutkan Piala Bergilir  Danlantamal-I Belawan yang berlangsung di Gedung Pemadam Kebakaran (PMK) Belawan Jalan Kapten R Sulian No.I  pada 4-6 Maret nanti.
Kesiapan Dojang Krakatau Taekwondo Club dalam Kejuaraan tersebut terlihat dengan rencana menurunkan taekwondoin tingkat Pra Junior dan Junior, yang saat ini masih digembleng oleh trio pelatih Suyono, Muhammad Said, dan Albar setiap Selasa dan  Kamis  di Lapangan Gajah Mada Jalan Pulo Brayan Medan. “ Semoga kita bisa mengulang sukses seperti di Kejuaraan Terbuka Taekwondo Laskar Merah Putih di Pematangsiantar lalu,” harap Muhammad Rifai  MPd, Ketua Dojang Krakatau Taekwondo Club Kamis (24/2).

Dijelaskan Rifai, persiapan di Kejuaraan Pematangsiantar lalu, anak-anak telah menunjukkan prestasi yang baik.  “Prestasi anak-anak tidak terlepas dari doa dari para orang tua taekwondoin serta para tim manager seperti Luhut MD Nasution dan MT Sigalingging yang telah memberikan arahan motivasi baik terhadap anak-anak, sampai meraih prestasi Juara umum,” ujar Rifai.  Taekwondoin Dojang Krakatau Taekwondo Club yang berhasil menggondol 18 medali emas, di Kejuaraan Terbuka Taekwondo Laskar Merah Putih Siantar lalu adalah Muhammad Syahru Ramadhan, Muhammad Akmal Dhuha, Al Ridho Sahbana, Kevin F. Sinaga, Ronaldo Sigalingging, Rifqi Ikhsanul Akmal, Bambang Gunawan, Mardiansyah, Febriyanti, Aisyah Nasution, Ali Muda Nasution, Chandra Perwira Sc Sinaga, Aditya Ramadhan, Putri Sri Ramadhani, Annisa Risqia Ramadhani, Pintor Saragih, Swandana, dan RiskiaNasution.  Peraih medali perak Pri Dahka, MArya R, Affan Zikrullah, Agung, Anggara Simbolon, MRiski Nasution, Gesang Dwi, Julia, Ramadhani, dan Hendra S. Sedangkan Perunggu digondol oleh  Ghani, Yanuar, Habib Siregar, Davis , SulthanNasution, Fara Wangsa Harahap, Andika Lesmana Nasution, dan Rivaldi.(omi)

TI Sumut Jalin Kerja Sama KOICA

MEDAN- Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Meher Ban Shah berhasil menggandeng  KOICA (Korea International Agency) untuk membantu pembinaan atlet Taekwondo Sumut.

Hal itu dibuktikan dengan pertemuan Meher Ban Shah diwakili diwakili Ketua Harian Sofian Siregar dan Ketua  Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (Pengcab TI) Kota Medan, Bobby Octavianus Zulkarnain. Perwakilan TI Sumut itu menemui Koo Hyun Jin selaku Volunteers Program Manager Koica Indonesia dan pelatih sukarelawan Choi Jeung Ho di Sekretariat Pengprov TI Sumut Jalan Al Falah No 888 Medan., Rabu (23/2).
Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari lobi yang dilakukan Ketua Umum Pengprov TI Sumut Meher Ban Shah di kantor Koica di The Plaza Building Unite Ang F1, 20th Flr Jalan MH. Thamrin No 28 – 30 Jakarta yang berlanjut dengan kunjungan Koica ke Medan. Ini merupakan bukti keseriusan Pengprov TI Sumut dibawah kepemimpinan Meher Ban Shah untuk menjadikan Taekwondo Sumatera Utara lebih baik lagi.

Dalam kesempatan ini pihak Koica melalui Koo Hyun Jin berjanji akan membantu dalam pengadaan pelatih sukarelawan dan alat – alat yang dapat mendukung perkembangan Taekwondo ke arah lebih baik di Sumut dan Kota Medan khususnya.

Selain Bobby dan Sofian Siregar yang hadir, hadir juga para pengurus Pengprov TI di antaranya Junaidi Awi bidang pembinaan dan prestasi,Ucok Hutahean Bidang Pelatihan, Hariani Litbang, Rezeki Karo Sekali Kabid Perwasitan,Yan Sormin Humas Pengprov TI, Sofian Pencawan Wakil Ketua dan Ahmad Rizal Humas Pengcab TI Medan.

Diharapkan dengan kehadiran tenaga pelatih sukarela dari Korea ini para atlet di Sumut dan di Medan dapat lebih mahir dalam bidang phomshe dan kyurugi, guna sebagai dasar untuk bertarung dalam kancah lokal,nasional maupun internasional. “Pengurus TI Medan dan Sumut merasa salut atas perhatian Ketua Umum Pengprov TI Sumut Meher Ban Shah dalam hal pembinaan atlet. Kami yakin Medan Masih menjadi Gudangnya atlet Taekwondo,”ujar Bobby.(omi)

Honda tak Tergoyahkan

Tes MotoGP

SEPANG – Tes hari ketiga MotoGP di Sirkuit Sepang Malaysia benar-benar milik Casey Stoner.
Pembalap Honda tersebut berkuasadi hari penghabisan, Kamis (24/2) dengan catatan waktu 1 menit 59,665 detik. Dengan menembus angka di bawah 2 menit, catatan Stoner ini adalah yang terbaik dari tiga hari.

Kemenangan Stoner tersebut membuat Honda kian tak tergoyah selama tes MotoGP berlangsung di Sepang, mengingat rekan setim Stoner di Honda, Dani Pedrosa setia membuntuti Stoner seperti di dua hari sebelumnya.
Pedrosa menjadi pembalap Honda yang menembus marka 2 menit dengan waktu 1 menit 59,803 detik. Posisi ketiga juga menjadi milik Honda, walau bukan dari tim pabrikan. Pembalap tim Honda Gresini, Marco Simoncelli, mencatat waktu 2 menit 0,163 detik buat menduduki posisi ini.

Tes di hari ketiga ini diikuti Ducati Valentino Rossi yang kemarin absen akibat sakit.  Namun catatan waktu 2 menit 1,469 detik membuat pembalap Ducati itu harus puas di posisi 11. Perlu diketahui, sebelum balapan akhir ini Stoner menjadi yang tercepat di hari pertama, Selasa (22/2), dengan waktu terbaik 2 menit 0.987 detik. Sedangkan saat berkuasa di hari kedua, Rabu (23/2), Stoner membukukan 2 menit 0,171 detik.

“Kami memiliki hari yang bagus, terutama untuk sasis, dan saya bahagia kami sudah membuat keputusan yang bagus untuk menghadapi musim baru. Kami juga mencoba banyak elektrik dan melakukan perubahan di beberapa area, meskipun ada juga hal-hal yang hilang sehingga perlu ada perbaikan lagi,” ujar Stoner.
“Sasis kami pilih selalu sejalan dengan keinginan, tak masalah apa pengesetan yang kami gunakan, kami juga bisa mengadaptasi dengan mudah. Karena itu, ketika ke Qatar kami bisa mengetes pengesetan yang berbeda dalam waktu yang bersamaan,” pungkasnya.(net/jpnn)

Subsidi Obat Perlu Dikaji

Sejak Januari 2011, sejumlah obat mengalami kenaikan harga 5-10 persen. Jenis-jenis obat yang mengalami kenaikan obat antibiotik, obat jantung, hipertensi, obat sakit perut, obat batuk, obat sakit kepala. Apa dampaknya bagin masyarakat? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Ari Sisworo dengan anggota Komisi B DPRD Medan, Juliandi Siregar.

Apakah kenaikan obat sudah relevan?
Berbicara mengenai relevan atau tidak, hal tersebut adalah kewenangan dan pemerintah pusat khususnya Kementerian Kesehatan RI. Kendati demikian, tetap saja secara otomatis akan memberi dampak kepada masyarakat. Terutama bagi masyarakat di kalangan menengah ke bawah. Karena, kita ketahui beberapa jenis obat yang mengalami kenaikan adalah obat-obat yang biasanya dikonsumsi oleh kalangan menengah ke bawah. Mengukur relevansinya adalah melalui penghasilan dari setiap masyarakat. Dan beberapa faktor lainnya. Artinya, dengan kondisi perekonomian yang kurang begitu baik, dan diserang oleh penyakit mau bagaimana mereka akan berobat.

Apa sikap yang harus diambil oleh pemerintah Kota Medan?
Seperti yang saya utarakan, kenaikan harga obat adalah kebijakan dari pusat. Tapi meskipun demikian, jika memang pemerintah kota bisa menghalaunya untuk tidak menaikan harga obat di Medan, mungkin itu bisa dilakukan. Namun hal itu perlu juga dengan catatan yakni, harus ada komunikasi dengan pihak Kementerian Kesehatan atau pihak distributor obat-obatan.

Apakah bisa pemerintah kota memberikan subsidi agar harga obat tidak naik?
Mungkin langkah dan sikap itu bisa dikaji terlebih dahulu. Kalau memang bisa, mungkin langkah itu juga bisa diambil. (*)

Pelantikan Pejabat Eselon II Tak Jelas

MEDAN- Pelantikkan sejumlah pejabat eselon III yang dijanjikan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, kembali molor dari jadwal semula. Rencana semula yang diutarakan Rahudman adalah pelantikkan pejabat eselon III akan digelar Selasa (22/2) lalu, namun batal.

Isu yang berkembang lainnya, pelantikkan akan kembali digelar Rabu (23/2), namun kembali batal.
Menurut Rahudman, tidak jadinya pelantikkan pejabat eselon III pada Rabu (23/2) lalu, dikarenakan adanya kunjungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ke Pemerintah Kota Medan.
“Kemarin (Rabu, 23 Februari, red) kan karena ada BPK datang. Jadi batal kita adakan pelantikkan,” ujar Rahudman saat dikonfirmasi seusai melakukan penyerahan Becak Bermotor (Betor) Pengutip Sampah di Halaman Depan Balai Kota Medan, Kamis (24/2).

Namun, selentingan yang terdengar wartawan koran ini adalah pelantikkan akan digelar Jum’at (hari ini, red), pukul 09.00 WIB. Terkait isu tersebut, Rahudman juga tidak membenarkannya.
Rahudman hanya berkilah, tetap ada pelantikkan tapi waktunya belum bisa dipastikan kapan. Pelantikkan akan dilakukan dalam jangka waktu dekat.

“Dalam jangka waktu dekat ini akan kita lakukan jangka waktu dekat ini,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemko Medan yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri.

Syaiful Bahri menyatakan, pelantikan akan dilakukan dalam jangka waktu dekat ini. Namun waktunya belum bisa diberitahukan.

Apakah terkesan diundur-undurnya pelantikkan pejabat eselon III ini dikarenakan adanya deal-dealan antara pihak pejabat yang akan dilantik dengan pihak pimpinan di Balai Kota Medan ?.
Mengenai hal tersebut, Syaiful membantahnya dan dengan tegas menyatakan, tidak ada lobi-lobi politik atau sejenisnya atau pun dengan kata lain adanya deal-dealan yang dilakukan.
“Tidak ada. Masalah pergantian itu kan hak prerogatif Wali Kota,” katanya singkat.(ari)

Gara-gara Chip Poker

BELAWAN- Kinoy, warga Jalan Serdang diadukan ke polisi. Pasalnya, pria berusia 23 tahun itu menggebuki seorang penjaga warnet, Ayu (20), warga Jalan Selebes, hanya gara-gara tidak diberikan chip poker (alat main game online), saat sedang bermain di Sibayak Net di Jalan Serdang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (23/2)
Kejadian itu bermula saat Kinoy datang ke Warnet Sibayak Net. Selanjutnya, pelaku mendatangi penjaga warnet, Ayu dan meminta chip. Namun, ayu tidak memberikan chip tersebut kepada Kinoy. Pelaku kesal dan langsung memukuli korban. Setelah itu, korban yang tidak senang mengadukan kejadian tersebut kepada abangnya, Ibnu (25).

Kemudian, Ibnu datang ke warnet dengan temannya, Mahyuza (24) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sesampainya di warnet, Ibnu memanggil Kinoy. Setelah berbicara dengan pelaku akhirnya disepakati berdamai. Namun, pada saat Ibnu dan temannya keluar dari warnet, Ibnu di panggil oleh pemuda sekitar dan langsung memukulinya.

‘’Saya dipukul pakai botol, kami di keroyok bang,’’ujar Ibnu.
Kemudian, Ibnu melarikan diri dan membuat laporan ke Mapolsek Labuhan. Saat di kantor polisi, Ayu mengatakan permasalahan awalnya adalah karena pelaku tidak diberikan chip poker. ‘’Pada saat sedang jaga warnet, pelaku meminta chip tapi tidak saya berikan selanjutnya saya langsung dipukuli,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, ayu menambahkan bahwa sudah dilakukan perdamaian dengan pelaku. ‘’Kami sudah maaf-maaf namun kami tidak senang karena abang saya yang ingin menyelesaikan permasalahan malah dipukuli juga,’’ tambahnya. Ayu berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti permasalahan tersebut dan menangkap pelaku.(mag-11)

Dugaan Korupsi Humas Pemko Medan Rp2,049 M

  • Wartawan pun akan Dipanggil
  • Rahudman Belum Bersikap, Sekda Membela

 

BALAI KOTA-Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, belum mengambil tindakan terhadap mantan Kabag Humas Pemko Medan, Hanas Hasibuan, terkait dugaan korupsi senilai Rp2,049 miliar yang sedang diusut Kejari Medan.
Untuk sementara posisi Hanas yang baru sepekan menjabat sebagai Kadispora, masih aman. Di tempat terpisah Kasipidus Kejari Medan, Dharmabella Timbasz mengatakan, pengusutan dugaan korupsi di Humas Pemko Medan 2010 akan diintensifkan. Setelah selama dua pekan terakhir melakukan pemanggilan terhadap staf Bagian Humas, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Hanas Hasibuan untuk diperiksa.

Rahudman Harahap yang ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Kamis (24/2) menyatakan, akan melakukan pemeriksaan terhadap oknum pelaku penyelewengan dana tersebut. Namun dia menolak menyebut nama Hanas sebagai orang yang akan diperiksanya.

“Kita cek dulu ya. Memang, beberapa waktu lalu, saya sudah mendengar itu. Tapi informasinya katanya salah. Makanya, saya tidak mengambil sikap. Tapi, untuk saat ini saya akan menyelidikinya terlebih dahulu, baru mengambil sikap,” terangnya.

Sikap apa yang akan diambilnya? Untuk pertanyaan ini, Rahudman belum berani memberikan jawaban tegas. “Pertanyaanmu detil, makanya aku (Rahudman, Red) pelajari dulu. Baru setelah itu baru bisa diambil sikap,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota, Medan Syaiful Bahri, yang dikonfirmasi mengenai hal itu di sela-sela penyerahan becak bermotor (Betor) angkutan sampah di halaman depan Balai Kota menyatakan, indikasi penyelewengan tersebut tidak sebesar yang dipaparkan oleh pihak Kejari Medan. “Nggak semuanya, karena ada beberapa item yang dikembalikan karena Daftar Penggunaan Anggaran (DPA)-nya tidak dicairkan,” katanya. Syaiful menambahkan, nominal item-item yang dikembalikan adalah senilai Rp900 juta. Misalnya, DPA tentang pengadaan buku telepon dan beberapa item lainnya.
Meskipun telah dikembalikan, jika dikurangkan antara nominal uang yang diduga diselewengkan, yakni Rp2.094 miliar dengan yang dikembalikan sebesar Rp900 juta, masih ada penyelewengan sebesar Rp1 miliar lebih. Terkait perhitungan tersebut, Syaiful enggan menjawabnya dan hanya tersenyum saja kepada wartawan koran ini. “Ah, kau ini,” lanjutnya.

Apa yang disampaikan oleh Syaiful Bahri mengenai pengembalian uang sebesar Rp900 juta, dibenarkan oleh mantan Humas Pemko Medan yang saat ini menjabat sebagai Kadispora Medan, Hanas Hasibuan. “Ada beberapa DPA yang tidak cair, jadi kami kembalikan,” katanya.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Komisi A DPRD Medan Landen Marbun yang dihubungi Sumut Pos mengungkapkan, agar semua pihak menghormati proses hukum yang tengah berjalan. “Saat ini masih dalam proses pemeriksaan, jadi saya tidak ingin berandai-andai. Hanya saja, ini mestinya dijadikan pertimbangan kepada Wali Kota Medan agar ke depan, pemerintahan yang ada bisa lebih berwibawa dan dihormati,” tukasnya.

Di tempat terpisah, Kasipidsus Kejari Medan, Dharmabella Timbasz mengaku pihaknya masih terus mendalami dugaan korupsi tersebut. “Saat ini kita masih mendalami soal korupsi di Humas Pemko Medan. Sejauh ini masih staf saja yang kita panggil dalam rangka klarifikasi dan meminta keterangannya,” tegasnya. Dalam waktu dekat, lanjutnya, pihaknya akan memeriksa Hanas Hasibuan. “Ya, semuanya akan bermuara ke situ (Hanas, Red). Satu per satu kita akan panggil, baik yang terdahulu (Hanas, Red) ataupun yang sekarang (Khairul Bukhari, Red),” tegas Timbasz.
Ketika disinggung, soal pihak-pihak yang menerima aliran dana, termasuk dugaan terhadap sejumlah wartawan yang menikmati aliran dana tersebut, Dharmabella mengatakan, semua pihak yang menerima dana APBD dari Humas Pemko Medan akan segera dipanggil. “Kalau ada menerima kucuran APBD, sudah pasti juga akan dipanggil. Itu pasti mengarah ke sana, yang terpenting langkah demi langkah,” ujarnya.

Namun Timbasz, enggan menjabarkan lebih lanjut sejauh mana hasil pengusutan yang dilakukan pihaknya. “Saat ini belum bisa kita jabarkan satu persatu. Nanti dululah, karena kita sedang bekerja. Nah, kalau masalah, oknum pokja di Humas Pemko Medan yang menerima anggaran itu, kita lihat nanti, kalau pun ada mengarah ke sana, tidak tertutup akan dimintai keterangannya juga,” tambahnya.

Seperti diberitakan, kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2010, bermula adanya laporan dari masyakarat ke Kejari Medan. Dugaan  korupsi anggaran Humas Setdako Medan yakni penyediaan buku bacaan dan buku perundang-undangan sebesar Rp 910 juta.
Penyediaan buku bacaan, kliping koran, majalah dan tabloid senilai dari Rp 100 juta dinaikkan menjadi Rp 135 juta pada Perubahan APBD TA 2010. Anggaran untuk penerbitan buku petunjuk telepon sebesar Rp 104.280.000. Anggaran peliputan penyelenggaraan kegiatan Kepala Daerah pada hari kerja dan hari libur sebesar Rp 350 juta dan jumlahnya naik menjadi Rp 450 juta pada PABPBD. Pembelian buku Undang-Undang,yang seharusnya tidak dianggarkan, ini dimasukan dalam APBD.(ari/rud)

Ramli Merasa Dizalimi

MEDAN-Terdakwa perkara ruislag Kebun Binatang Medan (KBM), Ramli Lubis, membantah semua keterangan saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rehulina Purba dkk di Persidangan,
Kamis (24/2).

Terdakwa Ramli Lubis, menilai keterangan, ahli Nasrul Walton auditor BPK pusat tidak valid karena tampa didukung data-data yang akurat sebagaimana ketentuan perundang-udangan yang berlaku saat ini.
Di persidangan, Nasrul mengatakan, berdasarkan hasil penilaian di lapangan dan peninjauan dalam ruisalg KBM menimbulkan kerugian negara. Kemudian, ia juga mengatakan, pemecahan NJOP pada lahan KBM lama ada kesalahan. Menurut dia, ada selisih Rp13, 6 miliar.

”Menurut hasil audit kami ada kerugian negara dalam tukar guling ini,“ katanya menjawab majelis hakim diketuai Sugiyanto dan JPU.

Dalam keterangannya, ahli juga menyampaikan, hal tentang nilai pajak dan pemecahan NJOP lahan KBM lama. Namun, semua keterangan ahli itu, dibantah para terdakwa, begitu juga dengan kuasa hukum terdakwa, hingga suasana persidangan begitu tegang bahkan ada nada-nada tinggi keluar dari mulut para pengacara, mengingatkan saksi ahli bahwa keteranganya telah membuat kliennya duduk di kursi terdakwa.
Terdakwa menyatakan, dengan keterangan itu ahli telah menzalimi mereka.”Karena keterangan ahli yang kelirulah maka saya menderita dan duduk di kursi pesakitan ini,“ tegas terdakwa.

Menurut Ramli, keterangan ahli ini benar-benar keliru dan tidak relevansi, sebab dia menyimpulkan sesuatu mengacu ketentuan yang sudah tidak  berlaku, sebab telah disahkan undang-undang baru. ”Sesuai hirarki UU kalau ada UU baru, maka UU yang lama sudah tak berlaku lagi, “ tegas Ramli.

Salah satu keliruan ahli itu, kata Ramli, dia menyatakan, ruislag berdasarkan Peraturan Menteri  Dalam Negeri No 11 tahun 2001, padahal yang benar itu adalah kepetusan Menteri Dalam Negeri No11 tahun 2001.
” Jadi beda peraturan, tapi keputusan, gimana begitu ahli bersalahan,“ tegasnya seraya dirinya menyanksikan keterangan ahli.

Di samping itu, ahli berbicara soal pajak dan NJOP, padahal pengakuannya sendiri saksi bukan ahli dalam hal NJOP dan pajak. ”Jadi jangan dia menyampaikan hal-hal yang bukan kompentensinya,“ tegas Ramli.
Menurut Ramli, kekeliruan lain dilakukan ahli adalah, dalam menghitung NJOP, ahli tidak membandingkan harga pasaran umum dengan NJOP setempat, padahal sesuai ketentuan  penilaian harga tanah berdasarkan pasaran umum dengan  NJOP setempat. ”Jadi kita tidak tahu apa dasar ahli  menyampaikan hal itu, terbukti semua yang dia sampaikan keliru. Ahli apa namanya itu,“ tegasnya.

Padahal, kata Ramli, sebelumnya dalam keterangannya, ahli mengatakan, dalam melakukan audit dia telah melakukan investigasi, tapi, faktanya, ahli tidak melakukan penelitian terhadap NJOP setempat.
”Jadi investigasi apa yang dilakukan ahli ini, saya pertanyakan semua keterangan ahli di persidangan ini. Meminta ahli-ahli yang lain agar hati-hati menyampaikan keterangan tampa didukung data dan dan penelitian yang telah diakui,“ tegasnya. (rud)