24 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 15792

Tahun Ini, Dibanderol Rp5-Rp10 Juta

Diperuntukkan bagi Masyarakat Miskin, TNI dan Nelayan

Kementerian Perumahan  Rakyat (Kemenpera) masih  menyusun skenario pengembangan rumah super murah seharga Rp5-10 Juta.  Berdasarkan hitungan sementara, untuk mencapai titik minimum membangun rumah ukuran 36 setidaknya memerlukan dana Rp12,3 juta.

Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung mengatakan, angka perhitungan sementara itu belum dihitung dari biaya tanah, infrastruktur (listrik,air) dan biaya transaksi.   Sementara jika dihitung dari biaya transaksi bisa membengkak menjadi Rp22,5 juta per unit, angka ini pun belum menghitung biaya tanah dan infrastruktur.

“Kita sedang susun skenario pembangunan rumah sangat murah, itu kebutuhan rumah di luar renstra (rencana strategis). Rencananya tahun ini sasarannya untuk masyarakat miskin perumahan nelayan, masyarakat pinggir kota, rumah untuk prajurit TNI,” katanya, Rabu (23/2)

Ia menambahkan, program rumah super murah ini berada diluar dari skenario Kemenpera  dan merupakan inisiatif  dari Presiden SBY.

Meski berada di luar renstra, minimal luasan rumah super sederhana itu tetap dengan ukuran 36 meter persegi. Hal ini karena pembangunan rumah tipe 21 dan 30 meter persegi saat ini sudah tidak diperkenankan lagi oleh Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). “Dalam UU PKP diamanatkan minimal 36, kalau di-downgrade itu namanya melangggar undang-undang,” jelasnya.
Ia mengatakan, program ini sangat tergantung dengan peran pemerintah daerah, karena masalah tanah dan perizinan harus bisa mendapat dukungan dari pemda.

Sementara untuk masalah dukungan infrastruktur (listrik,air), pemerintah pusat melalui Kemenpera sudah ada skema melalui dana Kawasan Siap Bangun (Kasiba) sebanyak 117.050 unit rumah di 2011.
Skema untuk mendapatkan rumah super murah ini, akan tetap menggunakan fasilitas subsidi perumahan, dengan pola fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang baru diluncurkan akhir 2010 lalu. (net/jpnn)

Kantor PSSI Disegel

Ribuan suporter sepak bola yang menyerukan revolusi di tubuh PSSI terus menyerbu kantor PSSI di kompleks Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, kemarin (23/2). Massa dari berbagai daerah itu juga menyegel kantor PSSI.
Langkah tersebut dilakukan karena tuntutan yang mereka serukan agar Nurdin Halid mundur dari kursi ketua umum (ketum) PSSI serta revolusi di jajaran pengurus PSSI tidak digubris. Bahkan, sampai kemarin para pengunjuk rasa itu juga belum ditemui oleh perwakilan dari PSSI.

“Kami sudah tiga hari melakukan aksi dan dua hari berada disini. Tapi, tidak ada sama sekali pengurus PSSI yang datang. Jadi, daripada tidak dimanfaatkan gedung ini kami segel,” ujar Prianto Jasmo, ketua tim perumus Aliansi Suporter Indonesia.

Proses penyegelan ini juga dilakukan oleh berbagai kelompok suporter di Indonesia yang sengaja datang ke kantor PSSI. selain menggembok pintu masuk kantor PSSI, penyegelan juga diikuti dengan pemasangan spanduk kecil yang berisi tulisan penyegelan dari kelompk suporter.

“Sekarang, gedung ini telah dikuasai oleh kami, suporter sepak bola Indonesia. tidak boleh lagi ditempati oleh mafia bola, judi dan koruptor,” kata Prianto. Selain menyegel kantor PSSI, para suporter juga bermalam disana untuk memastikan bahwa kantor tersebut tidak digunakan oleh Nurdin dan kroninya. (aam/ru/jpnn)

Pemekaran Kosakata Indonesia

Asing Indonesia
established

general rehearsal

guide

image

impact

input

interchange

labour

intensive

land

layout

mapan

geladi bersih

pemandu

citra

dampak

masukan

simpang susun

padat karya

lahan

atak

Nirwan Ban Serep Nurdin

Amankan Ketum PSSI, Bidik Presiden AFF

JAKARTA – Nurdin Halid boleh saja menampik isu bahwa dia dan Nirwan D. Bakrie adalah “satu paket” dalam bursa pencalonan ketua umum pada Kongres PSSI di Tabanan, Bali, 26 Maret nanti. Namun, sejumlah kalangan sepak bola tetap meyakini bahwa kubu incumbent telah membuat banyak menuver, termasuk skenario satu paket itu, untuk melanggengkan rezimnya di PSSI.

Yang terbaru, beredar kabar bahwa Nirwan D. Bakrie bakal menjadi ban serep Nurdin Halid sebagai ketum PSSI. Nurdin diduga akan maju sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden Asosiasi Sepak bola Asia Tenggara (AFF). Apalagi, saat ini Nurdin sudah masuk sebagai nominasi dan akan bersaing dengan dua kandidat lainnya, yakni Sultan Haji Ahmad Shah (Malaysia) dan Datp’ Worawi (Thailand).

Sebagai gantinya, Nirwan yang akan melenggang sebagai Ketum PSSI. Teriakan serta tuntutan masyarakat agar Nurdin turun malah dianggap akan menguntungkan Nirwan. Pasalnya, adik Ical—sapaan Abrurizal Bakrie —itu akan menjadi sosok yang tak tersentuh setelah konsentrasi masyarakat hanya pada Nurdin. Celah itulah yang akan dimanfaatkan kubu incumbent untuk tetap menguasai PSSI di kepengurusan mendatang.

“Kalau yang maju Nirwan, artinya harapan masyarakat untuk menyaksikan perubahan di PSSI tak kesampaian. Sama saja tak ada perubahan,” terang Bambang Nurdiansyah, mantan pemain Timnas Indonesia. Bambang juga mengharapkan agar publik tak hanya fokus menurunkan Nurdin. Melainkan juga terus menyuarakan terjadinya reformasi kepengurusan di PSSI. Apalagi jika kabar bahwa Nurdin hanya dijadikan bemper Nirwan ternyata benar adanya.

Menurut mantan pelatih PSIS Semarang tersebut, PSSI membutuhkan figure yang baru untuk me-refresh struktur organisasi. Dengan begitu, perubahan yang dilakukan tidak hanya setengah-setengah.??Perubahan bukan hanya secara prestasi. Tapi juga secara keseluruhan, termasuk organisasi yang semakin baik. Itulah yang harus didengar karena merupakan keinginan masyarakat,” ucap mantan pelatih Arema Malang tersebut.

Di sisi lain, IANI (Ikatan Atlet Nasional Indonesia) menyatakan dukungannya jika Nurdin tak lagi maju sebagai Ketum PSSI. Mereka mengharapkan agar Nurdin mendengarkan suara masyarakat pecinta sepak bola. “Tanpa menghormati rasa hormat saya, Pak Nurdin barangkali karena sudah cukup lama serta resistensi yang begitu banyak, alangkah baiknya dia kita himbau untuk lebih legowo agar tak jadi ketum lagi,” harap Icuk Sugiarto, Ketum IANI.
Sementara itu, kubu George Toisutta dan Arifin Panigoro tetap bergerak untuk mengegolkan keduanya sebagai kandidat Ketum PSSI. “Kalau banding kami ditolak, kami sudah menyiapkan banyak langkah untuk meloloskannya,” ucap Harjon Sinaga, kuasa hokum kubu George dan Arifin. “Kita kan negara hukum. Serahkan saja semuanya pada ketentuan yang berlaku,” jelas Max Boboy, direktur hukum dan peraturan PSSI. (ru/aam/jpnn)

Trezeguet Semangati Juve

TURIN – Satu dekade bersama Juventus, membuat David Trezeguet merasa sangat dekat dengan Si Nyonya Tua. Menyadari bekas klubnya belum dalam performa bagus, ia ikut menyemangati dan memberi beberapa masukan.
Dalam wawancaranya dengan Tuttosport, striker Prancis berusia 33 tahun itu mengungkapkan perasaan dan perhatiannya pada Juve, yang di Seri A saat ini masih berada di peringkat keenam.

“Ingatlah siapa Juventus itu. Ingin rasanya aku membawa para pemain ke ruang koleksi trofi untuk memberi mereka kesadaran itu,” tutur pemain asing paling subur dalam sejarah Juve itu, seperti dilansir Football Italia.
Masukan lain dari Trezeguet adalah menyangkut figur pelatih, yang mana sejauh ini Luigi del Neri dinilai masih belum bisa mengeluarkan kembali potensi dan kekuatan terbaik yang dimiliki Bianconeri.

Saat disebut nama Jose Mourinho sebagai sosok yang bisa diproyeksikan untuk menukangi Juve, pria kelahiran Argentina memberi persetujuan. “Mudah-mudahan saja. Mourinho pelatih nomor satu. Del Neri bekerja keras, tapi Andrea Agnelli (pemilik Juve) pasti tahu, sebuah  Ferrari harus dikemudikan oleh sopir tertentu,” imbuhnya. Trezeguet yang kini memperkuat klub Spanyol Hercules, juga menyarankan supaya klub Turin itu lebih signifikan merekrut pemain-pemain baru.

“Mereka butuh tiga pemain juara yang terbiasa memenangi banyak piala, bukan delapan pemain yang terbiasa finish di peringkat empat,” pungkasnya.(net/jpnn)

Bongkar Brankas Toke Untuk Biaya Kawin

LUBUK PAKAM-Dua dari empat tersangka pe,bongkar brankas Toko Hosana di Jalan Dahlan Tanjung, Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, Kecamatan Tanjung Morawa, berhasil ditangkap polisi, Rabu (23/2).

Kedua tersangka masing-masing Irwansyah (25), warga Dusun II Desa Batu Lokong dan Romi (26), warga Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, merupakan hasil pengembangan serta penyelidikan.

“Pelakunya ada empat orang. Dua tertangkap atas pengembangan sedangkan dua lagi masih buron. Indentitasnya masih disimpan untuk kepentingan penyelidikan,” bilang Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Malto S Datuan, Rabu (23/2).

Disebutkannya, otak pelaku aksi pembongkar toko bahan bangunan itu adalah Irwansyah. Saat melakukan aksi perampokan, keempatnya berhasil menggondol Rp180 juta dari dalam brankas. Irwansyah selaku otak pelaku pembongkaran toko tempatnya berkerja mengajak Romi yang berprofesi sebagai tukang botot untuk melakukan pencurian. Selanjutnya Romi mengajak dua orang pelaku lainnya. Keterangan Irwansyah, dia nekat mencuri tempatnya berkerja itu untuk membiayai pesta pernikahanya yang bakal digelar Maret 2011 mendatang. (btr)

Atasan Gayus Divonis 2,5 Tahun Penjara

Jakarta – Atasan Gayus Tambunan, Maruli Manurung diyakini hakim melakukan korupsi saat menanggani keberatan pajak PT Surya Alam Tunggal (SAT). Maruli dihukum penjara selama 2,5 tahun dan denda Rp50 juta untuk kerugian negara sebanyak Rp570 juta.

“Mengadili, menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama-sama seperti dalam dakwaan sekunder. Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan,” kata ketua majelis hakim, Aksir saat membacakan putusannya di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/2) malam.
Dalam pertimbangan hakim, Maruli dianggap tidak cermat saat menyetujui hasil kerja Gayus Tambunan yang meloloskan keberatan pajak PT SAT, empat tahun lalu.

Hasil persetujuan Maruli yang saat itu sebagai Kasie Keberatan dan Banding dibawa hingga level Dirjen Pajak yang sedang dijabat oleh Darmin Nasution (saat ini Gubernur Bank Indonesia).  Sepanjang sidang, Maruli terlihat  tenang dan menyimak jalannya sidang dengan teliti. Dia tidak terlihat lelah meski telah menunggu sidang sejak pukul 13.00 WIB dan baru dimulai 5 jam  hingga selesai pukul 22.00 WIB. (net/jpnn)

Suka Mobil Kecil

Memilih kendaraan yang lebih kecil seperti mobil bertipe city car, memang pilihan yang tepat untuk menemani perjalanan di ibukota yang sesak seperti Jakarta. Hal ini juga yang menjadi pilihan gadis cantik bernama Zivanna Letisha Siregar, Puteri Indonesia 2008 ini.

“Saya lebih menyenangi mobil yang kecil, karena tidak perlu ribet dan lebih enak dikendarai di saat macet,” ujar Zizi.
Tidak pikir panjang Zizi pun memilih Toyota Yaris 1997 untuk menemani perjalanannya selama ini.
“Wah jangan berbicara soal menabrak atau ditabrak, karena saya memang pernah mengalaminya. Namun saya lupa penyebabnya apa,”ucap Zizi sambil tersenyum.

Namun akhirnya Zizi mengakui bahwa dirinya sering nyaris tabrakan akibat kelalaiannya.

“Sebenarnya saya sering hampir nyaris tabrakan. Ini dikarenakan saya harus terburu-buru ke kampus di saat ujian. Namun yang ini jangan ditiru ya. Selain itu kebiasaaan saya dalam mengendarai kendaraan, saya sering bernyanyi di dalam kendaraan untuk menghilangkan kejenuhan,” kata Zizi sambil tertawa.(net/jpnn)

Perbaiki Komunikasi Dokter

Cegah Berobat ke Luar Negeri

MEDAN- Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho meminta dokter dan pengelola rumah sakit meningkatkan profesionalisme, pelayanan dan komunikasi kepada pasien. Tujuannya untuk mengungari pasien berobat ke luar negeri.

Demikian diminta nya dalam acara  pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di Hotel Tiara Medan, Rabu (23/2).

Menurutnya, dokter dan dunia medis harus mengedepankan fungsi sosial dan nilai-nilai kemanusian. Jangan semata mencari  untung dan memikirkan bisnis semata. Hal ini dilakukan untuk menghempang warga Sumut berobat ke luar negeri.

“Kompetensi keilmuan, profesionalisme dan peralatan di kita tidak kalah dibanding rumah sakit di luar negeri.
Tapi mengapa, banyak pasien kita lebih percaya dan memilih berobat ke luar negeri. Ke depan hal ini harus ditekan,” tukasnya.

Gatot menegaskan, pelayanan terhadap pasien haruslah menjadi perhatian serius para dokter dan pihak rumah sakit di Indonesia. “Jika tidak ingin rumah sakit dan dokter Indonesia ditinggalkan pasien,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Umum PERSI pusat DR Dr Sutoto Mkes tidak memungkiri masih banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang memilih berobat ke luar negeri. Menurutnya,  ada sekitar 500 ribu orang Indonesia yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya. Menghadapi ini ada beberapa faktor yang harus dilakukan dalam upaya peningkatan.

Seperti penampilan dan fasilitas, dokter dan rumah sakit di Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri, seperti di Malaysia, Singapura, India dan Cina.

“Hal yang dikeluhkan pasien Indonesia yang berobat di luar negeri, bukan pada profesionalitas pada kompetensi. Kita masih kalah dalam hal komunikasi dokter dengan pasien,”  sebutnya.

Disebutkannya, dokter di Indonesia masih belum terbiasa memberi penjelasan yang baik terkait penyakit pasien. Padahal, pasien sebagai teman dalam penyembuhan penyakitnya sangatlah dibutuhkan pasien.
Pada hakikatnya pasien ingin mengetahui semuanya, apakah penyakitnya, cara terapi dan tindakan medis yang dilakukan serta kemungkinan resiko terjadi. “Inilah yang ingin tingkatkan. Bagaimana pasien bisa nyaman ketika berobat di Indonesia,” tukasnya.

Ketua PERSI Sumatera Utara, dr Sjahrial R Anas menambahkan, setiap dokter dan rumah sakit memberi pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat. Sesuai UU No 44/2009 tentang Rumah Sakit dan UU No 29/2004 tentang Praktek Kedokteran. (mag-9/ril)

Proyek Asahan III Belum Kelar

MEDAN-Polemik proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, hingga saat ini belum kelar juga.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Gatot Pudjonugroho yang ditemui Sumut Pos di Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro Medan, Rabu (23/2), awalnya enggan menjawab pertanyaan wartawan koran ini mengenai kelanjutan proyek senilai Rp2.2 triliun tersebut.

“Kita berbicara yang lain saja,” kata Gatot singkat. Namun, setelah didesak akhirnya Gatot buka suara. Menurutnya, terkait Asahan III telah ada pembicaraan antara Gubsu, Syamsul Arifin dengan pihak PT Bajradaya Swarna Utama (BSU). “Yang jelas, kemarin Pak Gubernur sudah ada permintaan dari PT BSU, dan sudah ada jawaban terhadap permintaan itu,” katanya.

Saat ditanya permintaan seperti apa dan jawaban apa yang diberikan oleh Gubsu Syamsul Arifin, Gatot enggan menjawabnya.

Sementara itu, pengamat Kelistrikan asal Universitas Sumatera Utara, Surya Tarmizi Kasim yang dimintai komentarnya mengenai hal tersebut mengatakan, sudah dimulainya pengerjaan pembangunan PLTA Asahan III oleh PLN, sudah menunjukan bahwa pihak PT PLN Persero telah menunjukan keseriusannya untuk menangani persoalan kelistrikan. Jadi sangat tidak etis jika proyek tersebut dipersoalkan lagi oleh Pemprovsu.

“Kondisi kelistrikan di Sumut selama ini sudah memprihatinkan. Seharusnya, ketika sudah ada pihak yang bersedia menangani itu maka sebaiknya diberi izinnya. Apalagi, pihak sebelumnya telah mengulur-ngulur waktu pengerjaannya. Sekarang kok malah diributin.

Semestinya Pemprovsu dan PLN bersinergi. Kita ketahui pula, dulu pihak pengembang pertama mengulur-ngulur waktu karena mengetahui PLN sedang tidak labil. Kenapa sekarang sudah lebih baik dan berupaya yang juga ke arah lebih baik, kok diributi,” tegas Surya Tarmizi Kasim.(ari)