Home Blog Page 1587

Kapolres dan Pj Wali Kota Tebingtinggi Tinjau Pengamanan Arus Mudik

TINJAU: Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon meninjau beberapa pos pam di wilayah Kota Tebingtinggi.ist/Sumut Pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon meninjau kesiapan pengamanan arus mudik Idul Fitri tahun 2023 dengan meninjau beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan di wilayah Kota Tebingtinggi, Selasa (18/4).

Tiga pos yang dikunjungi yaitu, pos di Simpang Beo, Pos di terminal Bandar Kajum dan Pos di stasiun Kereta Api.

Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi mengatakan bahwa kunjungan tersebut dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1444 Hijriah.

“Ada 2 pos pelayanan dan 1 pos terpadu, kerjasama kita dengan pihak Polres Tebingtinggi. Ini semua dalam rangka memberi kenyamanan para pemudik di arus mudik dan begitu juga arus balik pasca Idul Fitri,” kata Dimiyathi.

Dimiyathi berpesan kepada para pemudik, agar meyakinkan dan memperhatikan kesehatan badan terutama bagi pemudik yang membawa kendaraan pribadi.

“Kemudian kendaraan yang sehat, jangan mengambil risiko, kita korbankan keluarga dengan kendaraan yang kurang sehat,” pesan Dimiyathi.

Pada kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi juga memberikan bingkisan Idul Fitri kepada petugas yang sedang berjaga.

Turut mendampingi Kadis Kesehatan dr Muhammad Iqbal, Kasatpol PP Yustin Bernard Hutapea, Sekdis Perhubungan Rudy Sulaiman. (ian/ram)

Proses Penyelesain Sengketa Lahan Kebun Bangun, 8 Penggarap Terima Suguh Hati PTPN 3

SERAHKAN: Manajemen PTPN 3 Kebun Bangun saat menyerahkan suguh hati kepada masyarakat penggarap yang menduduki HGU milik PTPN 3 Kebun Bangun, Senin (17/4).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Proses penyelesain sengketa lahan secara persuasif dan humanis masih tetap dilaksanakan oleh PTPN 3 (persero) Kebun Bangun, hingga saat ini. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya proses pembayaran suguh hati kepada 8 penggarap yang menduduki HGU milik PTPN 3 Kebun Bangun, Senin (17/4) lalu.

Proses penyelesaian sengketa lahan yang dilaksanakan selama kurun waktu 2 tahun belakangan ini, antara Kebun Bangun dengan masyarakat Kelurahan Gurilla dan Bah Sorma, sejauh ini sudah berkisar lebih kurang 394 kepala keluarga yang telah menerima suguh hati.

Kegiatan pemberian suguh hati kepada 8 penggarap ini, disaksikan oleh Azis Jafar, Lurah Gurilla, bersama jajaran Manajemen Kebun Bangun, antara lain Asisten Kepala Lili Rajali Nasution, Asisten Afdeling 4 Ranto Siregar, dan Kepala Pengamanan Jekson Sinaga.

Di tempat terpisah, Manajer Kebun Bangun, Febryandi Bangun menyampaikan, proses penyelesaian areal garapan akan terus dilakukan. “Kami segenap manajemen selalu mengutamakan langkah persuasif dan humanis dalam penyelesaian areal garapan ini,” pungkasnya. (ila/saz)

Balai Bahasa Sumut Diseminasi Program Revitalisasi Bahasa Daerah, Bahas 3 Model Pelindungan Bahasa

DISEMINASI: Kepala Balai Bahasa Sumut Hidayat Widiyanto bersama Anggota Komisi 10 DPR RI Sofyan Tan, saat kegiatan Diseminasi Program Revitalisasi Bahasa Daerah, yang digelar di Le Polonia Hotel Medan, Senin (17/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (Sumut), mengadakan diseminasi program revitalisasi bahasa daerah di Sumut. Diseminasi dilakukan kepada mitra Kemendikbudristek dalam rangka mendapatkan dukungan.

Kepala Balai Bahasa Sumut, Hidayat Widiyanto menyampaikan, kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memberikan masukan dalam program revitalisasi bahasa daerah di Sumut. Hal tersebut sangat penting, karena masyarakat sebagai pengguna bahasa dan pelaku kebahasaan memiliki pengalaman dan pemahaman yang unik tentang bahasa dan kebutuhan bahasa mereka.

“Masyarakat Sumut lebih memahami kepentingan berbahasa, termasuk bagaimana cara melindungi bahasa-bahasa daerah di wilayah Sumut,” ungkap Hidayat, saat menyampaikan pemaparan dalam kegiatan diseminasi itu, Senin (17/4) lalu.

Hidayat juga mengatakan, pelindungan bahasa daerah telah diterjemahkan dalam sebuah program Merdeka Belajar episode 17 ‘Revitalisasi Bahasa Daerah’ yang sudah diluncurkan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, pada 22 Februari 2022 lalu. Badan Bahasa, sebagai satu unit utama yang memiliki koordinasi tugas tersebut pada tahun ini, melaksanakan revitalisasi bahasa daerah di 25 provinsi di Indonesia, yakni mulai dari Aceh, sampai dengan Papua Barat, yang meliputi 71 bahasa.

Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah menetapkan Peraturan Daerah Provinsi Sumut No 8 Tahun 2017, tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah, sebagai peraturan kebahasaan dan kesastraan di Sumut. Pemerintah daerah telah memberikan perhatian yang kuat terhadap pelestarian bahasa daerah. Implementasi pelestarian bahasa daerah perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten kota, akademisi, pemangku adat dan budaya, rohaniwan, pelaku seni, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, pegiat literasi, praktisi, orang tua, dan tentu anak-anak sebagai tunas muda bahasa daerah. Untuk itu, implementasi perda tersebut harus dapat disampaikan kepada masyarakat.

“Revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan di Sumut masuk pada kategori model B. Dalam revitalisasi yang dikembangkan Kemendikbudristek, terdapat 3 model pelindungan bahasa,” tutur Hidayat.

Adapun 3 model tersebut, yakni Model A adalah provinsi yang hanya memiliki satu bahasa yang benar-benar dominan. Daya hidup bahasa masih aman, jumlah penutur masih banyak, masih digunakan sebagai bahasa yang dominan dalam masyarakat tuturnya. Karena itu, pendekatan yang dilakukan berbasis sekolah. Bisa melalui muatan lokal atau juga kegiatan ekstrakurikuler. Contohnya, bahasa Sunda, Jawa, dan Bali.

Model B adalah provinsi yang tidak memiliki bahasa yang penuturnya dominan, tapi memiliki kurang lebih penutur setara atau sama. Daya hidup bahasa tergolong rentan meskipun jumlah penutur relatif banyak. Bahasa yang digunakan bersaing penggunaannya antarsesama bahasa daerah lain di daerah tersebut. Karenanya, pendekatan yang dilakukan berbasis sekolah jika wilayah tutur bahasa itu memadai dan pewarisan dalam wilayah tutur bahasa juga dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis komunitas. Contohnya adalah bahasa-bahasa yang ada di Provinsi Sumut, NTB, dan Sulawesi Selatan.

Terakhir adalah Model C, yakni provinsi yang memiliki banyak bahasa-bahasa kecil dan penuturnya sedikit. Daya hidup bahasanya termasuk pada kategori yang mengalami kemunduran, terancam punah, atau kritis. Jumlah penutur juga sedikit dengan jumlah sebaran yang sangat terbatas. Untuk itu, diterapkan pendekatan pada model ini berupa pewarisan melalui pembelajaran berbasis komunitas untuk wilayah tutur bahasa yang terbatas dan khas. Pembelajaran juga dilakukan dengan menunjuk 2 atau lebih keluarga sebagai model tempat belajar atau dilakukan di pusat kegiatan masyarakat, seperti tempat ibadah, kantor desa, atau taman bacaan masyarakat. Contohnya, bahasa-bahasa yang ada di Provinsi NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Lebih lanjut Hidayat memaparkan, untuk meningkatkan minat anak dalam memproduksi bahasa daerah, setidaknya ada 7 jenis materi yang dapat dikembangkan oleh anak-anak. Yakni membaca dan menulis aksara daerah, menulis cerita pendek, membaca dan menulis puisi (sajak). Kemudian, mendongeng, pidato, menyanyi atau tembang tradisi, dan komedi tunggal (stand up comedy).

“Anak-anak dapat mengembangkan bahasa daerah melalui materi yang dia sukai. Tujuh materi ini yang akan nanti difestivalkan pada akhir pembelajaran,” jelas Hidayat.

Hidayat menuturkan, pengalaman 2022 menunjukkan, anak-anak sangat senang dan bahagia dalam menunjukkan kebolehan mereka berbahasa daerah melalui festival yang berjenjang dari tingkat sekolah sampai pada tingkat nasional.

Balai Bahasa Sumut melaksanakan revitalisasi untuk 3 bahasa daerah yang dimulai dari bahasa Melayu dialek Sorkam, Melayu dialek Panai, dan Batak dialek Angkola. Dan pada 2023, program ini tetap diteruskan dengan menambah bahasa Batak dialek Toba dan Melayu dialek Asahan dan dialek Langkat.

“Pada 2022, Balai Bahasa telah melibatkan 3 bahasa, 5 kabupaten kota, 251 guru utama, 5.647 siswa SD, 17.800 siswa SMP, dan 140 siswa dalam FTBI provinsi, dan 32 siswa pada FTBI nasional,” bebernya.

Sedangkan pada 2023, selain meneruskan program yang telah berjalan pada 2022, Balai Bahasa Sumut juga meneruskan program ini di 5 kabupaten kota yang meliputi Kabupaten Samosir, Humbanghasundutan (Humbahas), dan Tapanuli Utara, untuk bahasa Batak dialek Toba, dan bahasa Melayu dialek Langkat di Kabupaten Langkat, dan Melayu dialek Asahan di Kabupaten Asahan.

“Diharapkan pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah 2023 ini akan menguatkan kembali komitmen semua pemangku kepentingan dalam melindungi bahasa daerah di Sumut. Dan menghasilkan tunas bahasa ibu dalam penggunaan bahasa daerah di ranah baru sesuai dengan tantangan dan perkembangan dunia saat ini,” harap Hidayat.

Sementara itu, Anggota Komisi 10 DPR RI Sofyan Tan, yang turut hadir, menyampaikan, terdapat pendekatan baru dalam Revitalisasi Bahasa Daerah. Setidaknya, ada 8 poin dalam platform Merdeka Belajar episode ke-17. Pertama, lebih fokus kepada revitalisasi daripada pendokumentasian bahasa. Hal ini dilakukan melalui pembelajaran dan pendampingan berkelanjutan.

“Kedua, partisipasi intensif semua pemangku kepentingan mulai dari perencanaan sampai kepada pelaksanaan tugas. Kebijakan ini untuk menggunakan bahasa ibu atau daerahnya ranah keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintahan,” katanya.

Ketiga, lanjutnya, mengadopsi model revitalisasi yang beragam, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Keempat, penyediaan buku-buku cerita anak berbahasa daerah untuk tujuan pengayaan. Kelima, kebebasan untuk memilih bahan ajar atau materi mengajar dengan minat siswa. Selanjutnya, mobilisasi guru dan fasilitator termasuk penggiat bahasa daerah di masyarakat untuk menjadi narasumber. Berikutnya, penyediaan forum apresiasi di akhir program berupa festival bagi penutur muda bahasa daerah. Dan terakhir, peningkatan gradual jumlah bahasa daerah yang direvitalisasi. (azw/saz)

Berkolaborasi Jaga Rumah Kosong

SUMUTPOS.CO – GUNA memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Kota Medan yang mudik selama libur Lebaran, Pemko Medan juga memastikan akan memperhatikan kondisi lingkungan yang akan banyak ditinggal warganya karena pulang ke kampung halaman.

Kondisi banyaknya rumah kosong yang berpotensi akan dimanfaatkan oknum-oknum pelaku kejahatan akan turut menjadi perhatian penting bagi Pemko Medan. “Kita memahami bahwa di saat libur lebaran nanti akan banyak rumah yang kosong karena ditinggal mudik. Kita memahami hal ini, dan setiap tahunnya kondisi ini selalu menjadi perhatian serius bagi Pemko Medan, khsusunya perangkat di kewilayahan, yaitu mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan,” kata Asisten Pemerintahan dan Sosial Kota Medan, M Sofyan kepada Sumut Pos.

Untuk itu, terang Sofyan, pihaknya sudah mengimbau seluruh perangkat di kewilayahan untuk mulai memetakan kondisi wilayahnya masing-masing, yakni melakukan pengecekan ke lapangan terkait mana saja warganya yang akan melakukan mudik dan meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama.

“Kita sudah minta agar teman-teman di kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan agar proaktif. Mereka harus tahu mana saja warganya yang akan meninggalkan rumah untuk mudik, kemudian ini harus dipetakan agar dapat melakukan langkah-langkah selanjutnya dalam menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing,” terangnya.

Selanjutnya, setiap perangkat di kewilayahan juga telah diminta untuk berkolaborasi dengan aparatur di wilayahnya masing-masing, mulai dari Babinsa hingga Babinkamtibmas. “Kolaborasi ini sangat penting, karena kita di Pemko Medan tidak bisa bekerja sendiri. Hal ini sudah kita tekankan, kita mau masyarakat yang mudik bisa dengan aman dan nyaman saat meninggalkan rumah,” tutupnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Abdul Rani SH juga meminta counterpartnya, yakni pihak kecamatan dan kelurahan agar melakukan pemetaan terhadap rumah-rumah yang akan ditinggal oleh pemiliknya selama libur Idul Fitri.

Dikatakan Rani, pemerintah telah memprediksi bahwa  arus mudik akan meningkat pada tahun ini. Dengan demikian dapat dipastikan, bahwa jumlah rumah kosong karena ditinggal pemiliknya juga akan bertambah. “Kondisi ini tidak boleh luput oleh mereka di kecamatan, kelurahan, dan lingkungan. Pastikan, setiap kepala lingkungan harus dapat mengetahui mana saja rumah warganya yang kosong selama libur Idul Fitri,” ucap Rani.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan itu kemudian meminta perangkat di kewilayahan untuk mengambil langkah selanjutnya, yakni berkolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing.

Kemudian, Abdul Rani juga meminta masyarakat untuk peduli dengan kondisi tersebut. Setiap warga yang ingin mudik diminta untuk melaporkannya kepada masing-masing kepala lingkungan.

“Warga juga harus proaktif, laporkan ke kepala lingkungan bila ingin mudik. Khususnya, warga harus melaporkan berapa hari rencananya mereka akan mudik. Lalu warga juga harus punya strategi lainnya, yaitu tidak meninggalkan barang-barang berharga selama rumah kosong, mungkin bisa dititipkan ke rumah keluarga yang tidak mudik,” sambungnya.

Abdul Rani juga meminta setiap warga untuk saling peduli satu sama lain, khususnya terkait kondisi di lingkungannya masing-masing. “Warga juga tidak boleh saling acuh, kita semua harus saling peduli. Untuk warga yang tidak mudik atau tetap berada di rumah, tolong untuk memperhatikan dan turut menjaga rumah-rumah kosong yang ada disekitarnya. Menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggungjawab kita bersama,” pungkasnya.

Sementara, Ivan (45), warga Medan Johor mengaku mudik kali ini tidak begitu jauh.”Hanya di kampung orang rumah (istri, red), di Tebingtinggi,” ujar ayah dua anak ini.

Begitupun kata Ivan, setiap pergi mudik, selalu berpesan kepada tetangga sebelah agar melihat-lihat rumahnya.”Lingkungan tempat tinggal kami rawan maling, jadi setiap saya pergi meninggalkan rumah selalu berpesan ke tetangga agar melihat-lihat rumah kami, dan nomor ponsel pun saya tinggalkan juga ke tetangga,” ujarnya.

Warga Medan lainnya, Iwan (40), mengaku mudik kali ini dia dan keluarga mungkin berada di Tanjungbalai. “Kalau kerja saya di Medan, namun keluarga menetap di Tanjungbalai, bisa dikatakan, kalau tidak di Tanjungbalai, pastinya kami mudik ke Medan, tapi untuk kali ini mungkin kami di Tanjungbalai,” jelasnya.

Kalau mudik ke Tanjungbalai menurut Iwan tidak begitu sulit. Apalagi dia hanya membawa mobil seorang diri. Jam lintasannya bisa diaturnya agar tidak kejebak macet. “Pengalaman sebelumnya, kalau jalan bersama istri dan anak-anak ini yang kadang bikin ribet, anak-anak rewel, begitu juga istri, banyak permintaan ini itu, ditambah lagi terjebak macet, susah jadinya,” tandas Iwan.

Sekarang ini kata Iwan, dia sudah bisa mengambil jalan alternative menuju Medan-Tanjungbalai atau sebaliknya.”Biasanya kalau sudah mudik seperti ini, lebih baik saya ambil jalan tol ajah deh, lebih nyaman dan lancar,” pungkasnya. (map/bbs/azw)

Dukung Silaturahmi dan #NyalakanKebersamaan di Momen Idul Fitri

Manajemen Telkomsel mengunjungi saat mengunjungi Posko Siaga yang ada di wilayah operasional Sumatera Utara dan Aceh. Berbagai posko layanan POI hadir juga hadir seperti di Bandara Udara Kualanamu, Mikie Funland Berastagi dan beberapa lokasi wisata serta pusat keramaian lainnya, dimana masyarakat dapat berkunjung dan menikmati berbagai produk dan layanan unggulan Telkomsel yang ada disana. Pelanggan juga berkesempatan mendapatkan berbagai gimmick atau merchandise menarik saat bertransaksi di posko tersebut.

Telkomsel Perkuat Jaringan & Hadirkan Layanan Terdepan di Wilayah Sumatera

 MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang hari raya Idul Fitri 1444 H, Telkomsel kembali perkuat jaringan di wilayah operasional Sumatera. Selain itu Telkomsel juga memastikan produk dan layanan terdepan hadir di setiap outlet, GraPARI dan Posko Siaga. Berbagai aktivitas penguatan jaringan telah dilakukan sebagai bentuk antisipasi lonjakan payload atau layanan broadband yang akan digunakan pelanggan untuk berkomunikasi dan silaturahmi bersama keluarga.

Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel Wahyudi C Purnama mengatakan “Telkomsel hadir dengan semangat #NyalakanKebersamaan di momen hari raya Idul Fitri 1444 H. Momen Idul Fitri sendiri menjadi momen yang banyak di tunggu oleh seluruh umat muslim di Indonesia, sehingga Telkomsel terus memastikan produk dan jaringan terbaiknya hadir di wilayah operasional Sumatera dalam mendukung silaturahmi dan pengalaman konektivitas digital berkualitas selama momen tersebut.”

Di wilayah Operasional Sumatera sendiri Telkomsel telah menyiapkan melakukan optimalisasi kualitas dan peningkatan kapasitas jaringan di berbagai titik ramai dan tujuan mudik pelanggan. Selain itu, Telkomsel juga telah menyiapkan 151 Poin of Interest (POI) di berbagai titik keramaian seperti Bandara Udara, Stasiun, Pelabuhan, Jalur Mudik, Rumah Ibadah, Mall, Alun-Alun dan residensial. Selain itu Telkomsel juga telah menyiapkan 800 Outlet Siaga dan juga 9 GraPARI Siaga .

Optimalisasi Jaringan dan Layanan di Wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara

Berbagai upaya telah dilakukan Telkomsel guna menjaga kualitas jaringan agar tetap lancar dan stabil ditengah lonjakan trafik atau layanan data yang tinggi. Di wilayah operasional provinsi Aceh dan Sumatera Utara, Telkomsel memprediksi kenaikan payload atau layanan data lebih dari 11,45% selama momen Idul Fitri tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Hingga saat ini Telkomsel telah menggelar 6000 ribu BTS 4G/LTE di wilayah Operasional Aceh dan Sumatera Utara. Telkomsel juga telah melakukan lebih dari 349 activity network seperti optimalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan, menyiagakan Mobile BTS / Combat, termasuk melakukan penambahan lebih dari 600 BTS 4G/LTE baru disejumlah titik strategis.

Berbagai posko layanan POI hadir juga hadir seperti di Bandara Udara Kualanamu, Mikie Funland Berastagi dan beberapa lokasi wisata serta pusat keramaian lainnya, dimana masyarakat dapat berkunjung dan menikmati berbagai produk dan layanan unggulan Telkomsel yang ada disana. Pelanggan juga berkesempatan mendapatkan berbagai gimmick atau merchandise menarik saat bertransaksi di posko tersebut.

“Secara konsisten Telkomsel terus menghadirkan beragam produk dan layanan terdepan di momen Ramadhan Idul Fitri 2023. Dengan di dukung oleh BTS berteknologi terdepan yang kami miliki, Telkomsel kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan yang mudik ke kampung halamannya, khususnya di wilayah Operasional Sumatera. Telkomsel sangat senang dapat melayani pelanggan dalam membuka peluang untuk kemudahan bersilaturahmi melalui layanan terdepan kami di momen Ramadhan Idul Fitri ini” Pungkas Wahyudi.(rel)

Inisiasi Gerakan Gadget Sehat untuk Generasi Berkualitas

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi Prof Ridha Dharmajaya yang telah menginisiasi gerakan gadget sehat untuk generasi berkualitas. Karena perkembangan teknologi sangat berdampak pada perkembangan generasi muda.

Hal ini dikatakan Gubernur Edy Rahmayadi yang menghadiri Seminar Nasional ‘Generasi Berkualitas untuk Indonesia Kuat dalam Gerakan Gadget Sehat’ Ridha Dharmajaya yang berlangsung di Aula Tenfku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (18/4). Hadir di antaranya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Dwi Endah Purwanti, para mahasiwa dan siswa SMA/SMK di Kota Medan.

“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian Prof Ridha Dharmajaya pada kelangsungan generasi kita ini. Pesatnya pertumbuhan penduduk ini harus dikelola dengan baik, yakni dengan memberikan pendidikan yang efisien dan terakselerasi,” ucap Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi mengatakan, bonus demografi yang saat ini dimiliki oleh Indonesia, harus dikelola dan dilindungi dari berbagai faktor yang dapat merusak generasi. Potensi dari bonus demografi ini dapat diperoleh bila generasi saat ini dapat dididik dengan baik.

“Saya sangat setuju bahwa potensi kita untuk maju berdasarkan bonus demografi ini cukup baik, yakni masuk pada wilayah nomor dua di dunia. Peringkat pertama diprediksi adalah negara India dengan kualitas dan bonus demografi yang dimiliki,” katanya.

Kepada para mahasiswa dan siswa SMA/SMK yang hadir, Edy Rahmayadi berharap untuk terus belajar dan juga rajin untuk membaca, karena dengan membaca akan menambah wawasan dan mengetahui dunia luar.

Ridha Dharmajaya adalah seorang dokter ahli spesialis syaraf dan juga Guru Besar di Universitas Sumatera Utara (USU). Menurutnya, bonus demografi ini harus dikelola dengan baik, seraya mengantisipasi segala efek negatif yang dapat merusak generasi, di antaranya penggunaan gadget pada anak yang dapat merusak kesehatan.

“Penggunaan gadget yang berlebihan akan menghabiskan waktu lebih banyak digunakan untuk bermain dengan gadget dibanding beraktivitas di alam sekitar. Ini menyebabkan tekanan dan penyempitan pada jaringan syaraf terutama pada tulang belakang dan leher,” katanya.

Keluhan yang terjadi pada penggunan gadget ini adalah cepat lelah, kurang konsentrasi, emosi tidak stabil yang sudah dialami oleh banyak anak-anak muda belia saat ini, karena kecanduan game online dan sosmed.(gus)

Pangdam I/BB Sambut dan Tepung Tawari Satgas Garuda dari Monusco Kongo

GALANG, SUMUTPOS.CO – Pangdam I/BB, Mayjen TNI A Daniel Chardin SE MSi menyambut kedatangan sekaligus tradisi tepung tawar Satuan Tugas (Satgas) dari Republik Democratic Kongo, Afrika Bagian Tengah, dalam upacara militer di Lapangan Parinduri Mako Macan Kumbang, Desa Jaharun B, Galang, Deliserdang, Senin (17/4/2023).

Prajurit Batalyon Gerak Cepat (BGC) TNI Main Body Yonif Mekanis 121/Macan Kumbang yang baru saja tiba setelah berada di Afrika Bagian Tengah, Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-D/Monusco Kongo sukses dalam misi penjagaan perdamaian Dunia PBB di Republik Democratic Kongo, selama satu tahun.

Mengawali sambutannya, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI A Daniel Chardin mengapresiasi keberhasilan Satgas, sebab secara umum dinilai berhasil mengemban tugas menuntaskan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Democratic Kongo. “Saya dan Kodam I/BB bangga menyambut kepulangan personel Satgas ini. Selain satuan ini terpilih mewakili TNI dalam melaksanakan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB Republik Democratic Kongo, sebelumnya terpilih sebagai pasukan terbaik di jajaran TNI AD dalam misi penjaga perbatasan RI-PNG di Papua,” sebut Pangdam.

Dikatakan Pangdam, atas capaian berbagai prestasi, Pangdam mengaku TNI AD telah memberikan apresiasi. Salah satunya dengan memberikan kepercayaan kepada Yonif Mekanis 121/MK untuk menjadi Main Body Satgas BGC TNI Konga XXXIX-D/Monusco Kongo, ujarnya.

Pangdam berpesan, agar jadikan pengalaman tugas yang berharga ini sebagai modal untuk menjadi lebih baik lagi dalam pengabdian dimasa yang akan datang. “Upacara penyambutan ini sebagai bentuk manifestasi rasa hormat dan rasa bangga sekaligus sebagai wujud rasa syukur serta penghargaan komando kepada prajurit Satgas sekalian,” ungkapnya.

Diketahui, Satgas di bawah kepemimpinan Danyonif Mekanis 121/MK Letkol Inf Ery Partai H Siregar berbagai capaian gemilang selama 12 bulan melaksanakan tugas di Republik Democratic Kongo. Yakni berhasil menurunkan 28 anggota milisi, mendapatkan sebanyak 24 pucuk senjata AK-47 dan ratusan munisi, serta berhasil melindungi warga sipil dari ancaman dan gangguan kelompok milisi. Acara diakhiri dengan foto bersama Pangdam dengan seluruh personel Satgas BGC TNI Konga XXXIX-D Monusco, serta para PJU Kodam I/BB, dan unsur Forkopimda Deliserdang. (adz)

Marak Begal, Praktisi Minta Polri Tindak Kejahatan Jalanan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maraknya peristiwa begal yang terjadi di Kota Medan, mendapat perhatian serius dari beberapa kalangan. Salah satunya, advokat Marcos Confery Kaban SH. Praktisi hukum Kota Medan ini menilai fenomena kejahatan jalanan itu haruslah segera ditindak. Apalagi telah banyak memakan korban.

“Tindakan kejahatan jalanan ini haruslah segera dicegah. Kita berharap agar Polri dengan program Presisinya dapat bergerak cepat mencegah tindakan jalanan itu,” ucap Marcos seusai gelar buka puasa bersama Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sumut di Aryaduta Hotel, Selasa (18/4/2023).

Selain itu, menurut Marcos pencegahan tindakan kejahatan jalanan yang kerap terjadi saat ini tak lepas dari peran keluarga.

“Ada baiknya, pendidikan di dalam keluarga dapat menjadi benteng awal untuk mencegah tindakan kriminal seperti geng motor dan lainnya. Karena pendidikan di rumah sangatlah berpengaruh penting memupuk akhlak yang baik,” ucapnya.

Ia mengatakan, dibentuknya lagi pos kamling di setiap lingkungan Kota Medan juga berpengaruh penting. Pasalnya, masyarakat setempat akan menjaga warga yang berbuat tindakan kriminal maupu di luar lingkungan.

“Pos kamling juga memupuk kepada masyarakat agar bersifat gotong royong, toleransi dan saling menjaga setiap warga sekitar,” ucapnya.

Lanjut Marcos, untuk para pelaku harus ada tindakan yang tegas dan terukur agar menjadi efek jerah. Sebab, sudah menjadi korban pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut) yang dibegal beberapa waktu lalu di Simpang Amplas Medan.

Sementara itu, Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution sepakat apa yang diutarakan oleh Marcos. Sebab, ini merupakan hal yang serius yang diyangani berrsama-sama.

“Memang perlu adanya setiap pihak untuk saling memberikan solusi, untuk kebaikan Kota Medan yang sesuai visi dan misi Walikota Medan, Bobby Nasution yang salah satunya kota yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (man/azw)

Foto: Praktisi Hukum Marcos Kaban saat menggelar buka puasa bersama Forwakum Sumut, Selasa (18/4).