28 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 162

dr H Ade Taufiq, Sp.OG Hadiri Pelantikan Pimpinan Cabang IMM Kota Medan

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS dr Ade Taufiq Sp OG (dua kiri) saat menghadiri pelantikan pengurus IMM Kota Medan di Gedung PKK Kota Medan, Jalan Rotan Proyek Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, Minggu (29/6/2025).
Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS dr Ade Taufiq Sp OG (dua kiri) saat menghadiri pelantikan pengurus IMM Kota Medan di Gedung PKK Kota Medan, Jalan Rotan Proyek Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, Minggu (29/6/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, dr H Ade Taufiq, Sp.OG menghadiri Pelantikan Pengurus IMM Kota Medan masa bakti 2025-2026 di Gedung PKK Kota Medan, Jalan Rotan Proyek Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, Minggu (29/6/2025). Prosesi pelantikan Badan Pimpinan Harian PC IMM Kota Medan masa bakti 2025-2026, diawali dengan pembacaan SK kepengurusan oleh DPD IMM Sumut.

dr H Ade Taufiq, Sp.OG yang juga mantan Ketua Umum PC IMM Kota Medan periode 1997-1999 mengucapkan selamat kepada kepengurusan PC IMM Kota Medan yang baru saja dilantik yang dipimpin Muhammad Rais Prayoga. Selaku alumni, dr Ade Taufiq pun meminta semua kepengurusan harus dapat bekerjasama dan bersinergi dengan Pemko Medan.

Selain dr Ade Taufiq, hadir juga Wali Kota Medan Rico Waas didampingi Kadis Pendidikan Kota Medan Benny Sinomba Siregar, Asisten Pemerintahan dan Kesra M Sofyan dan beberapa anggota DPRD Medan lainnya seperti Edi Saputra, Datuk Iskandar Muda, serta Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas berharap, PC IMM Kota Medan dapat memiliki program yang benar-benar bisa mengakomodir semuanya. “Sebab, ini adalah inklusivitas yang dibutuhkan untuk kota medan,”
kata Rico Waas.

Ketua Umum PC IMM Kota Medan, Muhammad Rais Prayogo menyampaikan, kepengurusan ini akan menjadi gerakan untuk perubahan IMM. “Perjuangan ini masih panjang. Segala dinamika akan kita hadapi kedepannya dalam menjalankan periodesasi ini, perubahan akan dibentuk, dengan dedikasi dan arahan dari senior, kita kembangkan potensi dan bergerak bersama,” jelasnya. (rel/adz)

dr H Ade Taufiq Gelar Sosperda Tentang Kawasan tanpa Rokok, Warga Minta Izin Produsen Rokok Dipersulit

Anggota DPRD Medan dr Ade Taufiq menggelar sosialisasi Perda tentang Kawasan tanpa Rokok di Jalan Medan Area Selatan Gang Sairin, Medan Area, Minggu (29/6/2025).
Anggota DPRD Medan dr Ade Taufiq menggelar sosialisasi Perda tentang Kawasan tanpa Rokok di Jalan Medan Area Selatan Gang Sairin, Medan Area, Minggu (29/6/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS dr H Ade Taufiq Sp OG menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2014, Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Jalan Medan Area Selatan Gang Sairin, Minggu (29/6/2025) pagi.

Dalam paparannya, dr Ade Taufiq membeberkan tentang bahaya merokok, baik itu perokok aktif maupun pasif. “Merokok dapat mengakibatkan penyakit seperti TBC, jantung, darah tinggi bahkan kanker,” kata dr Ade Taufiq.

Makanya, lanjut dr Ade, Pemko bersama DPRD Medan menelurkan perda ini dengan tujuan agar warga tidak sembarangan ketika merokok. “Bahkan dalam peraturan ini, diatur sanksi tegas bagi para pelanggarnya yaitu denda Rp50.000 atau kurungan selama 3 hari dengan harapan warga dapat berhenti merokok secara permanen,” ujarnya.

Sedangkan dalam sesi tanya jawab, seorang peserta bernama Ibu Ade, warga Gang Sairin Lingkungan 15, Jalan Medan Area Selatan, mengeluhkan tentang menjamurnya rokok rokok murah. “Dulu waktu pajak rokok tinggi dan harga rokok menjadi mahal, memang banyak orang yang tobat Dok. Tapi sekarang, malah muncul rokok murah, harga Rp7.000 per bungkus. Apa sebegitu mudahnya produsen rokok mendapatkan izin dari pemerintah? Saya minta agar izinnya dipersulit Dok,” ujar Ibu Ade.

Menanggapi keluhan dari konstituennya ini, dr Ade Taufiq berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada pihak yang berwenang. Ia juga mengajak para peserta Sosperda untuk berperan aktif dalam mensukseskan Peraturan Daerah ini. “Masalah rokok dapat kita atasi kalau kita bergerak bersama sama,” pungkasnya.

Untuk diketahui Sosialisasi Perda ini digelar di empat titik, diawali dengan senam pagi di Jalan Garu 3, Medan Amplas. Titik kedua di Jalan Medan Area Selatan, Gang Sairin, Medan Area. Titik ketiga di Jalan Denai, Gang Galon, Medan Denai. Kemudian titik keempat di gedung PKK Kota Medan Jalan Rotan proyek bersama organisasi aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. (rel/adz)

MK Putuskan Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah, M Nuh: Bisa Antisipasi Korban Jiwa

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan yang memisahkan pelaksanaan pemilu nasional (presiden dan legislatif) dengan pemilu daerah (kepala daerah dan DPRD provinsi, kabupaten/kota). Anggota DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh MSP menyambut positif dan mengapresiasi putusan MK tersebut.

Menurut Nuh, putusan MK ini sesuai dengan usulan yang ia sampaikan dalam Focus Group Discusion dengan tema Evaluasi Pasca Pemilu 2024 yang digelarnya pada April 2024 lalu.

“Waktu itu saya secara pribadi mengusulkan agar Pemilu dilaksanakan secara terpisah. Karena banyaknya kekacauan yang terjadi pada penyelenggaraan Pemilu sebelumnya. Salah satunya mengenai banyaknya korban jiwa dan jatuh sakit dari pihak KPPS.,” kata Nuh melalui pesan tertulis yang diterima Sumut Pos, Minggu sore (29/6).

Nuh mengungkapkan, pada Pemilu 2019 ada sebanyak 894 petugas KPPS yang meninggal dunia dan 5.275 petugas KPPS jatuh sakit. Sedangkan pada gelaran Pemilu 2024, sebanyak 57 petugas KPPS yang meninggal dunia dan sebanyak 8.381 petugas KPPS yang jatuh sakit.

Dikatakannya, proses pemungutan dan penghitungan surat suara yang berakhir hingga dini hari, menjadi beban kerja yang melebihi batas kewajaran serta waktu istirahat yang sangat terbatas. Kondisi ini diperburuk dengan tingginya tekanan psikis dari pendukung partai politik atau pasangan calon dan kekhawatiran terhadap kesalahan teknis yang mungkin terjadi pada pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara di TPS.

“Makanya, pada FGD yang menghadirkan para ahli hukum dan akademisi itu, saya mengusulkan agar Pemilu digelar secara terpisah antara Pemilu pusat dan daerah, Alhamdulillah hal ini sekarang sejalan dengan putusan MK,” ungkap Ketua Persis Sumut ini.

Diketahui, Keputusan MK terkait pemisahan waktu Pemilu yang dibacakan pada Kamis, 26 Juni 2025, pukul 14.22 WIB, tertuang dalam amar putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang diajukan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) pada 1 September 2024.

Perludem mengajukan uji formil terhadap UUD Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada ke MK. Dalam Petitum, Perludem meminta MK memutus Pasal 167 ayat (3) UU Pemilu sepanjang frasa “pemungutan suara dilaksanakan secara serentak” bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum. (adz)

KONI Medan Puji Minat Softball

Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal bersama tim juara Kejuaraan Slowpitch Softball Open 2025 Piala Wali Kota Medan. (Dok KONI Medan)
Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal bersama tim juara Kejuaraan Slowpitch Softball Open 2025 Piala Wali Kota Medan. (Dok KONI Medan)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KONI Kota Medan mengapresiasi Kejuaraan Slowpitch Softball Open 2025 Piala Wali Kota Medan di Lapangan Rimbawan Pintu 3 USU yang berakhir Minggu (29/6). Dia melihat minat olahraga ini sangat luar biasa dengan harapan dapat melahirkan atlet-atlet Kota Medan yang handal.

“KONI Medan sangat mengapresiasi minat yang luar biasa dari olahraga baseball-softball ini di Kota Medan. Dengan semangat yang ditunjukkan para atlet ini, saya yakin dari kejuaraan ini akan lahir atlet dapat membanggakan Kota Medan ke depannya,” ujar Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal saat menutup kejuaraan itu.

“Di Oktober 2025 nanti akan diadakan Porkot Medan. Nanti kami akan pertimbangkan olahraga baseball-softball ini akan dipertandingkan di Porkot tahun ini. Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya event kejuaraan bisa melahirkan atlet-atlet terbaik Kota Medan untuk berlaga di kejuaraan yang lebih bergengsi lagi hingga ke tingkat nasional,” harap Aswindy didampingi Sekretaris Umum KONI Medan Helty Susilo.

Ketua Pengkot PERBASASI Medan, Hafiz Albi mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, dan KONI Kota Medan yang telah mendukung kejuaraan yang digelar 27-29 Juni 2025 dengan diikuti 8 tim asal Kota Medan dan 3 tim undangan dari Kota Binjai, Kabupaten Deliserdang, dan Kabupaten Simalungun.

“Saya beserta pengurus PERBASASI Medan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Wali Kota Medan dan KONI Medan yang talah men-support penuh kejuaraan ini,” ucap Hafiz.

“Karena kejuaraan ini memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Medan, kami akan berusaha keras membuat kejuaraan ini digelar setiap tahunnya. Dari itu kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak, di tahun-tahun berikutnya bisa digelar lebih akbar lagi,” harapnya.

Adapun para juara diraih tim asal Kota Medan yang diraih tim Mocxy Blue untuk juara pertama, diikuti Vanderfull (juara kedua), dan Vanderfull VFC (juara ketiga). Sementara Raafid Imam Mufti (Mocxy Blue) keluar sebagai peraih gelar MVP dan Dwi Rifdi (Vanderfull VFC) meriah gelar Best Hitter. (dek)

Kempo Sumut Diharapkan Lebih Baik

BERSAMA: Ketua PB Perkemi Laksamana Madya TNI (Purn) Dr Agus Setiadji SAP MA dan perwakilan KONI Sumut bersama Pengprov Perkemi Sumut yang dilantik di Graha Kantor Camat Medan Helevtia, Sabtu (28/6). (Dok Pribadi)
BERSAMA: Ketua PB Perkemi Laksamana Madya TNI (Purn) Dr Agus Setiadji SAP MA dan perwakilan KONI Sumut bersama Pengprov Perkemi Sumut yang dilantik di Graha Kantor Camat Medan Helevtia, Sabtu (28/6). (Dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sumatera Utara periode 2025-2029 resmi dilantik. Kepengurusan ini dilantik langsung oleh Ketua Umum PB Perkemi, Laksamana Madya TNI (Purn) Dr Agus Setiadji SAP MA di Graha Kantor Camat Medan Helevtia, Sabtu (28/6)

“Saya selaku Ketua PB Perkemi mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus Perkemi Sumut periode 2025-2029. Di dalam pembinaan Shorinji Kempo, kami berharap agar Sumut tampil lebih baik lagi dan bisa berprestasi,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, kempo merupakan salag satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON Beladiri di Kudus, Oktober 2025 mendatang. Dia berharap agar Perkemi Sumut bisa tampil dan meraih prestasi.

“Kita berharap agar kempo Sumut bisa ikut dan meraoh prestasi pada PON Bela Diri 2025 nanti,” harap Agus.

Agus menambahkan, Shorinji Kempo merupakan salah satu cabang olahraga yang diusulkan tuan rumah untuk dipertandingan pada PON 2028. Dia berharap agar Perkemi Sumut segera mempersiapkan diri.

“Dengan persiapan matang, saya yakin kempo Sumut di bawah pimpinan Simpai Darwin bisa meraih medali di PON 2028 mendatang. Karena itu, pengurus yang baru dilantik harus kerja keras,” ungkapnya.

Ketua Umum KONI Sumut diwakili Wakil Ketua I Bambang K Wahono SH berharap agar pengurus Perkemi Sumut yang baru dilantik dapat mengembangkan olahraga kempo di Sumut dengan membentuk kepengurusan Kabupaten/Kota lebih ditingkatkan lagi dari sebelumnya.

“Kami sangat mendukung kempo yang akan berlaga di PON Beladiri 2025, dengan misi meraih medali. KONI Sumut dengan tangan terbuka menerima semua cabang olaharaga sehingga persiapan untuk menuju PON 2028 dapat dilakukan dengan baik,” terangnya.

Bambang mengucapkan selamat dan sukses atas kepengurusan baru yang dilantik. Diharapkan Perkemi Sumut mampu membawa olahraga Shorinji Kempo semakin dikenal di masyarakat serta mencapai prestasi yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sedangkan Ketua Pengprov Perkemi Sumut Darwin SE bertekad membangun generasi atlet Shorinji Kempo yang berprestasi, disiplin, dan berkarakter. Perkemi Sumut akan terus melakukan pembinaan, serta memperbanyak kegiatan pelatihan dan kompetisi. Khususnya saat ini Perkemi Sumut fokus mempersiapkan atlet menuju PON Beladiri 2025.

“Amanah yang diberikan, Insya Allah saya dengan pengurus lainnya dapat menjalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi, serta membawa Perkemi Sumut menjadi organisasi yang semakin solid, berprestasi, dan berkontribusi positif bagi pengembangan olahraga kempo di provinsi Sumut,”? sebutnya.

Pengprov Perkemi Sumut periode 2025-2029 dipimpin Ketua Darwin SE, didampingi Indra Husada sebagai Sekretaris, Jovan Imantha sebagai bendahara, dan sejumlah pengurus lainnya. (dek)

Semangat Berlari di Kaki Sendiri, PDIP Sumut Sukses Gelar Soekarno Run

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD PDI Perjuangan Sumut sukses menggelar Sukarno Run 5 Km dengan start dan finis di Medan Family Park, Minggu (29/6/2025). Kegiatan untuk memperingati Bulan Bung Karno ini diikuti 5.000 peserta.

“Ini luar biasa. Saya tidak menyangka animo masyarakat untuk mengikuti Sukarno Run sangat tinggi. Ini membuktikan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masih sangat tinggi,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon didampingi Sekretaris DPD PDIP yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut Soetarto, di sela kegiatan.

Menurut Rapidin, kegiatan ini selain untuk memperingati Bulan Bung Karno, juga sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar senantiasa peduli dengan kesehatan. “PDI Perjuangan secara kepartaian tidak mungkin abai dengan pembangunan sumber daya manusia. Secara umum kita ingin setiap generasi muda Indonesia merupakan manusia yang sehat jasmani dan Rohani, agar bisa meneruskan cita-cita besar Bung Karno. Kita sadar betul, cita-cita besar Bung Karno harus diwariskan kepada generasi muda yang sehat jasmani dan rohani serta berakal budi yang baik,” jelas mantan Bupati Smosir tersebut.

Selain itu, Rapidin Simbolon juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta dalam menyuskseskan kegiatan ini. “Suksesnya acara ini tak luput dari kerja keras panitia dan berbagai pihak. Tak lupa kita juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kami juga menguapkan selamat kepada peserta yang menjadi pemenang baik pemenang dalam penilaian Juri maupun yang menang mendapatkan hadiah dorprize,” tandas Rapidin.

Sementara Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saipul Hidayat mengatakan, kegiatan Sukarno Run ini bukan hanya dilaksanakan di Kota Medan, melainkan juga di kota-kota lain, diantaranya di Jakarta, Solo, Bandung, Surabaya, Jember, Brebes dan lainya. “Lewat Sukarno Run kita ingin memperkenalkan sosok Bapak Bangsa kita yaitu Bung Karno, dan Allhamdulillah rata-rata peserta merupakan anak muda dan kita berharap para peserta bisa menjadikan Bung Karno sebagai Panutan, dan para generasi uda ini bisa menjadi penerus nilai-nilai ajaran Bung Karno” ungkap Djarot.

Dalam kegiatan yang cukup meriah ini, tampak hadir pengurus DPP PDI Perjuangan diantaranya Mindo Sianipar, dan Dedi Sitorus. Tampak juga hadir anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumut, Sofyan Tan dan Bob Andika Sitepu, Pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut, Ketua-ketua DPC Kabupaten Kota, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut dan DPRD Kabupaten Kota. (adz)

Menulis Keadilan dari Akar: Suara Senator untuk Konflik Agraria dan Hak Dasar di Sumatera Utara

Oleh: Penrad Siagian

Di tanah Sumatera Utara, pohon-pohon tumbuh dengan sejarah. Hutan tidak sekadar deretan batang kayu, tapi ruang hidup—tempat anak-anak adat belajar menamai bintang, tempat ibu-ibu menjerang air kehidupan, tempat para leluhur dikubur dengan doa dan hormat. Namun di balik hijau yang tampak, ada luka yang menahun. Luka bernama konflik agraria. Luka yang tidak sembuh hanya dengan retorika, tapi dengan keberpihakan.

Konflik agraria bukan hanya perkara batas lahan, HGU, atau peta konsesi. Ia adalah pergulatan hidup masyarakat kecil melawan arus besar korporasi dan negara yang kadang abai. Ketika tanah tempat berpijak dan mempertahankan hidup berubah status menjadi “milik negara” dan atau “hak guna usaha”, maka warga menjadi tamu di rumah sendiri. Mereka diusir, ditangkap, bahkan nasibnya seolah terkubur dalam sunyi.

Sebagai senator dari Sumatera Utara, saya tidak hanya menyaksikan ini dari balik meja. Saya turun ke tanah yang retak, mendengar langsung suara-suara yang telah terlalu lama dibungkam. Saya bertemu petani Simpang Gambus yang sejak 1960-an berjuang merebut kembali tanahnya dari perusahaan perkebunan raksasa. Saya menyaksikan masyarakat adat di Dolok Parmonangan dan Humbang Hasundutan yang dihimpit konsesi, bahkan mengalami kriminalisasi karena mempertahankan hutan warisan leluhur.

Saya mencatat dan membawa semua itu ke ruang rapat negara. Tapi lebih dari itu, saya menulisnya sebagai sikap. Karena suara dari akar rumput tak boleh berhenti sebagai bisik. Ia harus tumbuh menjadi gema.

Angka-angka yang Berteriak

Data dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat, pada 2023 terjadi 241 konflik agraria di Indonesia. Sumatera Utara menjadi salah satu episentrum. Empat titik panas masih berlangsung:
-Simpang Gambus (Batu Bara) vs. PT. Socfindo
-Gurila (Pematang Siantar) vs. PTPN IV
-Mandoge (Asahan) vs. Bakrie Sumatera Plantations
-Rambung Baru (Serdang Bedagai) vs. PT Nirvana

Di setiap lokasi, kita menemukan pola yang sama: tanah rakyat berubah jadi komoditas, sejarah lokal dihapus oleh peta digital, dan aparat lebih cepat datang untuk menertibkan warga daripada menjaga keselamatan masyarakat dalam sengketa.

Konflik-konflik ini adalah cermin ketimpangan struktural yang belum juga kita robohkan, paling tidak sedikit bergeser.

DPD: Bukan Sekadar Kamar Kedua

DPD bukan pelengkap dalam demokrasi. Ia adalah jembatan yang menghubungkan keluhan rakyat dengan keputusan negara. Dalam kapasitas saya di Komite I dan Badan Akuntabilitas Publik (BAP), saya menjadikan konflik agraria sebagai prioritas advokasi.

Saya menolak usulan perpanjangan HGU Socfindo di Kabupaten Batubara, dan mendorong Kementerian ATR/BPN membuka ruang dialog yang jujur dan berpihak pada keadilan sejarah.

Saya tidak bekerja sendiri. Suara rakyat adalah bahan bakar yang membuat saya tetap melangkah. Dan saya yakin, ketika suara dari bawah didengarkan dengan sungguh, maka perubahan bukanlah hal mustahil.

Hak Dasar yang Dirampas

Konflik agraria tidak berdiri sendiri. Ia selalu dibarengi perampasan hak dasar: air bersih, listrik, sekolah, dan layanan kesehatan. Di banyak daerah konflik di Sumut, masyarakat bukan hanya kehilangan tanah, tapi kehilangan hak untuk hidup secara layak.

Saya masih ingat seorang ibu di Mandoge yang berkata kepada saya, “Kami bukan tidak mau bayar listrik, tapi tidak ada tiang. Kami bukan tidak mau sekolah, tapi sekolah kami digusur.”

Ucapan itu menampar kita semua. Apa arti pembangunan kalau warga tak punya air untuk minum? Apa arti keadilan sosial kalau tanah nenek moyang mereka diklaim sebagai hutan negara?

Menuliskan Sejarah yang Baru

Tugas saya bukan hanya menyuarakan masalah, tetapi juga menyusun ulang prioritas kebijakan. Negara harus hadir bukan sebagai hakim netral, tapi sebagai pembela kebenaran. Reforma agraria saja tidak cukup, apalagi jika hanya menjadi jargon yang dingin; ia harus menjadi gerakan nyata dalam langkah revoutif yang mengembalikan tanah kepada mereka yang menggarapnya, yang memeliharanya, dan yang hidup darinya.

Reforma Agraria di 80 tahun Indonesia sudah tidak cukup manjur, ia harus termanifestasi dalam sebuah revolusi agraria. Menata ulang prinsip keagrariaan kita, mengatur tata ruang kita, agar terasa bagi rakyat bahwa 80 tahun merdeka ada sebuah asa untuk hidup yang makin hari makin layak, bukan menjauhnya mereka dari alat produksi mereka, yaitu tanah.

Saya percaya, keadilan tidak bisa datang dari atas saja. Ia harus ditanam di akar, disiram oleh kesabaran, dan dijaga dengan keberanian.

Membela Mereka yang Tidak Punya Mikrofon

Di tengah gelombang investasi dan pembangunan yang sering melupakan manusia, saya memilih berdiri di pihak yang kehilangan suara. Bukan karena mereka lemah, tapi karena negara terlalu lama menunda kehadirannya.

Saya tidak menjanjikan perubahan instan. Tapi saya berjanji untuk terus mengangkat suara rakyat Sumatera Utara—petani, nelayan, masyarakat adat—agar mereka tidak merasa sendirian.

Karena tugas senator bukan hanya membuat undang-undang, tapi menjaga hati nurani republik ini tetap menyala, membawa asa, membunyikan kesunyian yang dianggap barang biasa.

*) Penulis adalah Anggota DPD RI, Sumatera Utara

Ribuan Masyarakat Medan Nikmati CFN di Kawasan Kesawan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski hujan membasahi jalanan Kota Medan, namun tidak menyurutkan antusias ribuan masyarakat untuk menikmati Car Free Night (CFN) yang di pusatkan di kawasan Kesawan Medan, Sabtu (28/6/2025).

CFN yang dilaunching oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas itu menampilkan berbagai hiburan seperti beatbox, dance battle, hiphop, dan band performance. Selain itu masyarakat juga dapat menikmati berbagai kuliner yang dijual oleh para pelaku UMKM Kota Medan.

Salah seorang pengunjung CFN, Atika mengaku CFN yang digelar Pemko Medan ini merupakan inovasi yang bagus, karena menjadi wadah berkumpul bagi masyarakat khususnya anak muda Kota Medan untuk menikmati malam minggu.

“Luar biasa ramai pengunjung malam ini, kalau bisa setiap malam minggu diadakan kegiatan seperti ini, jadi kita bisa berkumpul disini,” kata Atika.

Atika pun menyampaikan rasa terimakasinya kepada Wali Kota Medan Rico Waas yang sudah membuat event Car Free Night.

“Terimakasi Pak Wali Kota sudah membuat acara seperti ini, karena bisa membantu UMKM dan mengekspos kreativitas anak muda Kota Medan,” ujarnya.

Tidak hanya Atika, pengunjung lainya Ambia Dalimunthe bersama rekanya Putrika juga merasa terhibur dengan adanya CFN ini. Kedua remaja tersebut menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, namun juga menjadi peluang bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung, karena membawa dampak positif bagi masyarakat khususnya anak muda,” harapnya.

CFN yang digelar Pemko Medan ini nyatanya juga membawa keberkahan bagi pelaku UMKM yang berjualan di seputaran area CFN, salah satunya adalah Habib Riziq yang berjualan kopi. Dirinya mengaku omzet yang didapatnya cukup meningkat.

“Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu kami anak muda yang sedang mengembangkan usaha. Omzet yang kami dapatkan juga meningkat. Baru beberapa jam saja sudah mendapatkan lima ratus ribu rupiah,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Novi yang berjualan makanan mie sop. Menurutnya kegiatan CFN yang diadakan Pemko Medan ini membantu pelaku UMKM mempromosikan usahanya.

“Kegiatan ini sangat membantu kami mempromosikan usaha, apalagi Pemko Medan memberikan tempat secara gratis. Ini sudah sangat membantu kami dalam meningkatkan penghasilan,” pungkasnya. (map/ila)