Home Blog Page 1643

Sekda Dairi Lantik 26 Orang Pejabat Administrator

SELAMAT: Sekda Dairi, Budianta Pinem memberikan ucapan selamat kepada Nikolas Silalahi yang dimutasi jadi Kabid Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial yang sebelumnya menjabat Kabid Bina Marga pada Dinas PUTR.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi, Budianta Pinem melantik 26 orang pejabat Administrator di Aula Sekretariat Pemkab Dairi, Rabu (29/3).

Adapun pejabat Administrator atau setara eselon 3 yang dimutasi itu antaralain, Nikolas Silalahi sebelumnya menjabat Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUTR dimutasi menjadi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial.

Posisi Nikolas digantikan, Makarios Sagala yang sebelumnya menjabat Kabid Sumber Daya Air pada Dinas PUTR. Selanjutnya, Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa, Fransion Bakara dimutasi jadi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Dan posisi Fransion digantikan, Imelda Siburian yang sebelumnya sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Siempat Nempu Hulu. Marina Mangihut Ito Sinaga dimutasi menjadi Sekretaris Dinas Sosial. Sebelum dimutasi, Marina menjabat Kabid Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal pada Dinas Pendidikan.

Erwin Sitorus sebelumnya Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Badan Perencanaan Daerah (Bappeda), dimutasi jadi Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Dinas PUTR menggantikan, Agung Prasetyo yang dimutasi jadi Kabid Sumber Daya Air.

Agel Siregar, sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan, diangkat menjadi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes). Posisi, Agel dijabat Mariadi Simanjorang yang sebelumnya menjabat Kabid Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial.

Dalam sambutanya, Budianta Pinem berpesan kepada pejabat baru dilantik, untuk tetap patuh, loyal dan setia kepada bangsa dan negara serta pimpinan.

Budianta mengajak pejabat dimaksud memberikan dedikasi dan pengabdian total. Menunjukkan sikap teladan dan memberikan contoh baik.

“Berikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. Saya meminta supaya segera menyesuaikan diri ke tempat yang baru. Segera temui pimpinan yang baru. Minta petunjuk apa yang harus dikerjakan. Sehingga target percepatan kegiatan dan penyerapan anggaran segera tercapai,” tutup Budianta. (rud/ram)

Masjid Raya Kejeruan Selesai Dibangun 1906, Tetap Terjaga Keaslian Bangunannya

TERJAGA: Masjid Raya Kejeruan Selesai di Kelurahan Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Langkat yang dibangun tahun 1906 tetap terjaga.Teddy Akbari/Sumut Pos.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Masjid Raya Kejeruan Selesai yang berada di Kelurahan Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, tampak indah dan megah. Meski telah berusia 117 tahun, namun corak, ornamen hingga pondasi masjid, masih terjaga keasliannya.

SUMUT POS berkesempatan menunaikan ibadah Shalat Ashar berjamaah di masjid yang dibangun tahun 1906 ini, pada 6 Ramadan 1444 Hijriah, Selasa (28/3). Ornamen khas Melayu berwarna kuning dipadu hijau terpancar ketika memasuki pelataran Masjid Raya Kejeruan Selesai. Tampilan yang indah menarik hati untuk melihat sekitarannya.

Sepintas bentuknya mirip dengan Masjid Al Osmani di Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, dan Masjid Raya Azizi Tanjungpura, Langkat. Tengku Dachmad Kejeruan Selesai yang membangun masjid indah ini pada 1326 Hijriah atau tahun 1906.

Sempat terjadi perbaikan oleh Tengku Burhanuddin pada 1386 Hijriah atau tahun 1966. Sang pendiri juga dimakamkan di pekarangan Masjid Raya Selesai, persisnya di luar depan shaf imam masjid. “Masjid Raya Kejeruan Selesai ini dibangun pada saat kejayaan kesultanan Langkat,” kata Ahmad Darman, pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM).

Dia menjelaskan, bentuk dan ornamennya masjid ini terjadi perubahan pada bagian teras. Sementara corak, ornamen hingga pondasi masjid, masih terjaga keasliannya sejak awal dibangun. “Kalau perubahan dari ornamen dan bentuk hanya di bagian teras. Tetapi dari bentuk asli corak masjid, dan coran masjid tidak ada perubahan masih asli, termasuk pintu tengahnya ini masih asli,” ujar Darman.

Dia menguraikan, Masjid Raya Selesai dibangun dengan gaya bangunan dari Timur Tengah, Eropa, Hindustan hingga Tionghoa. Dia juga menunjukkan salah satu sudut yang keasliannya masih tetap terjaga.

Ada pada tulisan lafaz Allah SWT yang berada di dalam masjid. Juga ada tertulis tanggal pembangunan masjid salam bentuk tulisan Arab. Dan tulisan itu hingga sekarang tak pernah tersentuh ataupun diubah. Darman menambahkan, Masjid Raya Selesai masih ada hubungannya dengan Masjid Azizi di Tanjungpura.

Namun demikian, Masjid Azizi dibangun pada era kesultanan Abdul Aziz Kabupaten Langkat. “Masjid Raya Selesai, dan karena berada di Kejeruan Selesai raja kecil, tatanan kecil di wilayah Kesultanan Langkat. Hubungannya dari pada leluhur mereka, di antara leluhur Kesultanan Langkat, Tengku Indra Bungsu. Indra Bungsu itu generasi kesultanan Langkat, sedangkan di wilayah Kejeruan Selesai yaitu Rajawan Jabar,” sambungnya.

Rajawan Jabar dan Indra Bungsu adalah abang beradik. “Rajawan selaku abang yang ada di Kejeruan Selesai,” urainya.

Selama Ramadan, Masjid Raya Kejeruan Selesai ada melakukan beberapa rutinitas setiap tahunnya yang selalu dilaksanakan. Di antaranya, seperti buka bersama, tadarus setelah selesai salat Terawih, dan tausiah yang dimulai sebelum salat terawih. “Jadi setiap malam Jumat kita tausyiah dengan ustad dari luar. Artinya bukan ustad yang berada di sekitaran Kecamatan Selesai,” ujar Darman.

Tidak ada menu khas setiap berbuka puasa bersama di Masjid Raya Kejeruan Selesai. “Menu makanan khas kalau tiap harinya tidak ada, tapi menu khas makanan melayu itu memang bubur pedas,” ujar Darman.

Dia menambahkan, makanan khas bubur pedas tidak dibuat di Masjid Raya Selesai. Tapi, kata dia, bubur pedas dibuat oleh Keluarga Kejeruan Selesai yang saat ini bernama H Tengku Zulkarnain di kediamannya, Kota Binjai. “Mereka membuat bubur pedas di rumahnya dan dibawa kemari pada malam 17 Ramadan dan ataupun di malam 27 Ramadan,” tukasnya. (ted/adz)

Ngabuburit di Sumedang, AHY Tegaskan Pentingnya Peningkatan Daya Beli Masyarakat

SUMEDANG, SUMUTPOS.CO – Ngabuburit di Sumedang, Jawa Barat, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyapa masyarakat yang menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa di Alun-alun Sumedang, Rabu (29/3). Tiba di Alun-alun, AHY langsung menjadi pusat perhatian dan target masyarakat untuk foto bersama atau hanya sekedar menyapa.

AHY pun sempat berbincang dengan sejumlah warga yang berharap kondisi ekonomi Indonesia bisa membaik kembali. “Tadi saya sempat berdialog singkat dengan masyarakat, mereka berharap kondisi ekonomi secara keseluruhan bisa semakin baik. Kita tahu, kondisi ekonomi nasional juga belum benar-benar pulih. Apalagi kita tahu akhir-akhir ini banyak yang kehilangan pekerjaan, UMKM juga belum bisa pulih akibat kondisi pandemi selama dua tahun terakhir. Belum lagi harga-harga bahan pokok yang semakin mahal,” kata AHY.

Dia berharap, pemerintah bisa fokus untuk mengalokasikan anggaran agar bisa menggerakkan ekonomi rakyat, meningkatkan daya beli masyarakat. “Pada akhirnya pembangunan manusia itu terletak pada seberapa baik masyarakat kita bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya, selain tentunya sektor pendidikan, sektor kesehatan. Tapi sekali lagi menurut saya yang paling utama untuk diprioritaskan adalah bagaimana kita bisa mendongkrak daya beli masyarakat. Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, kita tahu harga-harga juga naik ya, dan hal ini penting sekali untuk kami perjuangkan bersama-sama,” bebernya.

Sebelum ke Sumedang, AHY dari Bandung dan berkegiatan selama 4 hari ini di sekitar Jawa Barat, dalam rangka Safari Ramadhan 1444 H di Jawa Barat. “Saya memang secara khusus, ingin menyapa masyarakat yang ada di Sumedang ini. Sudah lama saya tidak datang secara langsung, dan tadi sempat kita datang ke salah satu UMKM yang tentu sangat kita gemari juga, Pabrik Tahu Sumedang Jembar Manah,” cerita AHY.

Di Alun-alun Sumedang, AHY berbagi takjil kepada ribuan masyarakat, serta menyaksikan pertunjukan pencak silat. Bahkan AHY tak segan-segan ikut menyawer anak-anak yang menampilkan pencak silat saat beberapa warga juga menyawer sebelumnya.

“Tadi kita bagi-bagi takjil ke masyarakat, bersama keluarga Partai Demokrat yang ada di Sumedang ini, termasuk tadi menyaksikan peragaan pertunjukan pencak silat dari anak-anak kita, yang tergabung dari IPSI Sumedang. Mudah-mudahan pencak silat ini juga bisa kita pelihara, karena ini merupakan warisan leluhur kita, dan bisa terus membanggakan kita, tidak hanya di Tanah Air, juga di dunia internasional,” kata AHY.

AHY juga sempat belanja beberapa jajanan dari UMKM yang ada di Alun-alun Sumedang. Setelah itu AHY menuju Masjid Agung Sumedang untuk berbuka puasa dan melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah bersama warga.

Mendampingi AHY antara lain, Kepala BPOKK Herman Khaeron, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat Anton Sukartono Suratto, Wasekjen DPP Partai Demokrat Agust Jovan Latuconsina, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Irwan Fecho dan Linda Megawati, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumedang Willy Jordan. (rel/adz)

Saksi Sebut Apin BK Pengusaha Walet Sering Pinjam Uang ke Bank

MEDAN,  SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan para saksi dalam sidang kasus judi online dengan terdakwa Apin BK. Dalam persidangan, Apin BK ternyata kerap melakukan pinjaman uang miliaran rupiah ke bank untuk kredit modal kerja.

Para saksi yang dihadirkan jaksa kali ini dari pihak bank yang berbeda-beda. Mereka dimintai keterangannya secara bergantian.

Saksi pertama yang diperiksa adalah pegawai Bank Index Selindo yakni, Ani dan Darmadi. Pada keterangannya, mereka menyebutkan bahwa Apin BK melakukan kredit modal kerja, di mana usaha yang dilampirkan Apin BK adalah sarang walet.

“Sama kami dia ada kredit modal kerja sebesar Rp4,5 M, modal kerja itu untuk usahanya untuk usaha burung walet. Kami juga sudah survei di komplek Cemara Asri. Sebelum kami berikan kredit itu, kami juga hitung usaha waletnya, kita analisa usaha waletnya, dia membeli dari orang-orang lain. Sewaktu kami survei dia ada stok,” kata Ani, Rabu (29/3).

Kemudian, saksi dari Bank Permata, Henri menjelaskan bahwa Apin BK adalah seorang pengusaha sarang walet. Apin BK melakukan peminjaman untuk KPR sebanyak tiga ruko di wilayah Cemara Asri. Satu ruko tersebut berharga Rp1,7 miliar.
“Ada tiga ruko dia ada KPR, pinjaman satu ruko Rp1,7 M dengan selama lima tahun, pembayaran lancar terus tidak ada nunggak. Jadi Pak Joni itu pengusaha, dia usaha walet. Sebelum kita berikan, kita survei usaha, dan ke mana dia menjual itu sarang walet itu, kita survei lokasi usaha,” ucapnya.
Tak hanya seorang pengusaha sarang walet,saksi dari Panin Bank dan Bank Mestika mengatakan saat melakukan kredit modal kerja Apin BK adalah seorang pengusaha keramik.
Seperti di Bank Panin, Apin BK melakukan KPR ruko sebesar Rp5 M dengan jangka waktu 10 tahun. Saksi bernama Lydia mengatakan, saat itu Apin BK mengaku sebagai seorang pengusaha keramik di Cemara Asri.

“Dia ngajuin KPR, di Cemara Asri sebanyak Rp5 M untuk jangka waktu 10 tahun. Harga ruko itu kalau dijual Rp6,5 M. Kami mempertimbangkan awalnya ya, seperti kemampuan bayarnya, kita ada analisa, dia ada usaha keramik PT Bursa Keramik di Cemara Asri,” ujar Lydia.

Kemudian, majelis hakim bertanya kepada saksi soal pertimbangan pihak bank yang mau memberikan pinjaman dengan jumlah besar sedangkan Apin BK mempunyai pinjaman juga di beberapa bank lainnya.

Menjawab pertanyaan majelis hakim, saksi Lydia menjelaskan bahwa pihak bank pastinya sudah bisa memastikan bahwa Apin BK mampu membayarnya walau ada beberapa pinjaman.

“Begini pak, walau dia banyak kredit kalau dia bisa membayar itu tidak jadi masalah. Jadi sepanjang dia bisa bayar itu tidak jadi masalah pihak bank untuk memberikannya,” terangnya.

“Selagi seluruh usahanya ketika kami cek jalan dan ada beroperasi, kemudian selama kita lihat dia memiliki kemampuan kita bisa kasih. Artinya, selama debitur bisa membayar itu. Dokumen PT ada, ada izin usaha nya, kita bisa kasih itu,” sebutnya.

Mendengar itu, majelis hakim kembali bertanya terkait sertifikat yang menjadi jaminan untuk Apin BK melakukan KPR dan kredit modal kerja kepada bank yang saat ini disita menjadi barang bukti.

“Jadi untuk pihak bank, kalau dia nggak bisa bayar nantikan itu dilelang. Nah, inikan jadi barang bukti, bagaimana lah respon kalian pihak bank atas hal itu?,” tanya hakim.

Mendengar hal itu, tak ada satupun pihak perwakilan bank yang bisa menjawab pertanyaan dari majelis hakim. Setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis menunda persidangan hingga pekan depan.(gus/azw)

KPU Binjai Gelar Sosialisasi Perubahan Dapil dan Alokasi Kursi Legislatif

SOSIALISASI: Ketua KPU Binjai Zulfan Effendi, didampingi komisioner dan sekretaris, saat membuka Sosialisasi Perubahan Daerah Pemilihan (Dapil) dan Jumlah Alokasi Kursi Anggota DPRD Binjai pada Pemilu 2024.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai menggelar Sosialisasi Perubahan Daerah Pemilihan (Dapil) dan Jumlah Alokasi Kursi Anggota DPRD Binjai pada Pemilu 2024 di Aula Restoran Kebun Pondok Punokawan, Kota Binjai, Rabu (29/3) sore. Ketua KPU Kota Binjai Zulfan Effendi, yang membuka kegiatan tersebut.

Perwakilan partai politik (parpol) turut hadir mengikuti sosialisasi. Juga Kesbangpol, Bawaslu, dan sejumlah tokoh hingga pemuka agama.

Anggota Tim Pakar KPU RI sekaligus Akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), Nazir Salim Manik, dan Akademisi Universitas Medan Area (UMA), Dadang Darmawan Pasaribu, bertindak sebagai narasumber.

Pada kesempatan itu, Ketua KPU Kota Binjai, Zulfan Effendi menjelaskan, sosialisasi ini dilaksanakan sebagai ajang diskusi dan sarana penguatan pemahaman masyarakat mengenai regulasi serta hal-hal berkaitan dengan perubahan dapil hingga alokasi jumlah kursi anggota DPRD Binjai pada Pemilu 2024.

Perubahan dapil dan jumlah kursi legislatif terjadi karena populasi penduduk Kota Binjai yang saat ini mencapai lebih dari 300 ribu jiwa. Sehingga menyebabkan terjadinya penambahan alokasi kursi anggota DPRD Binjai pada Pemilu 2024 dari sebelumnya 30 kursi menjadi 35 kursi. Karena itu, terjadi penataan dapil dari yang sebelumnya 4 menjadi 5.

“Kegiatan ini dilaksanakan demi menindaklanjuti Surat Keputusan KPU RI Nomor: 488 Tahun 2022, tentang Pedoman Teknis Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dalam Pemilihan Umum, serta Peraturan KPU RI Nomor: 6 Tahun 2023, tentang Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dalam Pemilihan Umum 2024,” tutur Zulfan.

Narasumber pertama, Nazir Salim Manik menjelaskan, penambahan alokasi kursi anggota legislatif dan penataan dapil di Kota Binjai pada Pemilu 2024, merupakan hal sangat positif dalam membangun kesadaran berpolitik dan berdemokrasi secara sehat.

“Artinya, penduduk Binjai harus mampu menerapkan cara pandang baru soal politik. Di sisi lain, penyelenggara, peserta, dan masyarakat penggiat Pemilu, harus pula adaptif dan dituntut bekerja lebih ekstra menyikapi perubahan ini,” jelasnya.

Sementara, Dadang Darmawan selaku narasumber kedua, memgatakan, penataan dapil memiliki 2 tujuan utama. Yakni memberikan keuntungan bagi kekuatan politik tertentu dan merepresentasikan kondisi sosial-politik masyarakat di suatu daerah.

Dadang menilai, jumlah alokasi kursi anggota legislatif di setiap dapil sangat menentukan kualitas persaingan antar peserta Pemilu. Sebab semakin sedikit jumlah alokasi kursi anggota legislatif maka semakin besar persaingan antar peserta Pemilu.

“Namun tentu saja ada dampak positif dan negatif yang akan ditimbulkan. Selain meningkatkan antusiasme dan kesadaran masyarakat mengikuti Pemilu, perlu juga diwaspadai penguatan pragmatisme masyarakat dan politik transaksional,” pungkasnya. (ted/saz)

Oplos Ribuan Liter BBM, 3 Terdakwa Dituntut 2 Tahun Penjara

SIDANG TUNTUTAN: Para terdakwa (bawah) saat menjalani sidang tuntutan secara virtual, Kamis (30/3).Agusman/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 3 terdakwa Karir Yaman, Lesmana Widodo, dan Edi Saputra, dituntut jaksa masing-masing 2 tahun penjara. Ketiga terdakwa dinilai terbukti mengoplos ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (30/3).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bastian, dalam nota tuntutannya mengatakan, perbuatan ketiga terdakwa diyakini melanggar Pasal 54 UU No 22 Tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi, jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

“Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada ketiga terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 2 tahun dan denda Rp1 miliar, subsidair 6 bulan penjara,” ungkap Bastian.

Bastian juga mengatakan, hal yang memberatkan kepada ketiga terdakwa, yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas penggelapan BBM.

“Sedangkan hal yang meringankan ketiga terdakwa bersikap sopan dan mengakui atas perbuatan yang dilakukan di dalam persidangan,” tuturnya.

Setelah membacakan tuntutan, majelis hakim diketuai oleh Dahlan, memberikan kesempatan kepada penasihat hukum dan terdakwa untuk menyampaikan pembelaan (pledoi) pada persidangan pekan depan.

Mengutip dakwaan, ketiga terdakwa diamanakan oleh Polda Sumut dengan barang bukti BBM oplosan berjenis solar 16.000 liter dan pertalite 18.000 liter. Selanjutnya dilakukan interogasi, terdakwa mengakui, BBM tersebut adalah BBM campuran/oplosan yang diangkut dari gudang di Tanjungpura. (man/saz)