Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kota Medan akan mengalami cuaca panas dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipicu oleh minimnya tutupan awan di wilayah Sumatera Utara, sehingga paparan sinar matahari ke permukaan bumi menjadi lebih intens.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Budi Hutasoit, menyebutkan suhu udara di Medan diperkirakan mencapai 33 hingga 36 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai cukup tinggi dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
“Kurangnya awan menyebabkan radiasi matahari lebih maksimal, sehingga suhu udara meningkat,” ujarnya, Rabu (29/4).
Fenomena suhu tinggi ini bukan hal baru. Dalam beberapa waktu terakhir, BMKG juga mencatat suhu maksimum di wilayah Medan dan sekitarnya sempat menembus angka 36 derajat celsius, menandakan tren panas yang cukup kuat di kawasan Sumatera.
Selain suhu panas, BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Dalam berbagai pemantauan sebelumnya, titik panas terdeteksi di beberapa daerah seperti Karo, Labuhanbatu, hingga Tapanuli Selatan yang berpotensi menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan.
Bahkan, pada periode tertentu, jumlah hotspot bisa meningkat signifikan akibat kondisi cuaca kering dan panas berkepanjangan. BMKG menegaskan bahwa aktivitas pembakaran lahan menjadi salah satu pemicu utama kebakaran yang harus dihindari masyarakat.
Seiring kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan. Selain itu, warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kesehatan.
BMKG juga menekankan bahwa cuaca bersifat dinamis. Meski panas mendominasi, potensi hujan ringan masih bisa terjadi pada malam atau dini hari di beberapa wilayah Sumatera Utara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan cuaca secara cepat,” pungkasnya. (dwi/ila)

