Home Blog Page 165

Dubes Uni Eropa Apresiasi Keselarasan PTPN IV PalmCo dengan Tiga Pilar Utama Industri Sawit Berkelanjutan

TEBINGTINGGI — Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, memberikan apresiasi tinggi kepada PTPN IV PalmCo atas keselarasan visi dan langkah strategis perusahaan dengan tiga aspek utama yang menjadi perhatian Uni Eropa dalam industri kelapa sawit berkelanjutan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan Dubes Denis ke perkebunan kelapa sawit dan Kebun Rambutan milik PalmCo, Selasa (7/10/2025).

Denis menegaskan bahwa Uni Eropa melihat PalmCo sebagai contoh perusahaan sawit yang taat terhadap regulasi dan berkomitmen kuat pada keberlanjutan. “Saya sangat terkesan dengan upaya PalmCo yang sudah selaras dengan tiga pilar utama: hilirisasi produk, pengembangan energi terbarukan, dan penguatan ketahanan petani sawit,” ujarnya.

Salah satu fokus utama yang diapresiasi adalah upaya hilirisasi sawit yang dilakukan PalmCo. Investasi besar dari perusahaan-perusahaan Eropa, seperti Unilever, yang memanfaatkan minyak sawit untuk menghasilkan produk asam lemak menjadi salah satu bukti sinergi yang terjalin baik.

“Uni Eropa mendukung penuh langkah hilirisasi ini, yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah tetapi juga memperkuat rantai pasok berkelanjutan,” kata Dubes Denis.

Aspek kedua yang mendapat perhatian khusus adalah komitmen PTPN IV PalmCo dalam pengembangan energi terbarukan. Upaya seperti pemanfaatan Compressed Biogas dan pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dinilai sejalan dengan strategi Uni Eropa dalam mempercepat transisi energi bersih.

“Kami menyambut baik inovasi dan investasi PalmCo dalam energi hijau, termasuk penggunaan hidrogen, yang menjadi bagian dari agenda energi terbarukan global,” ujarnya.

Dubes Denis juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan petani sawit sebagai fondasi jangka panjang industri sawit yang berkelanjutan.

Menurutnya, upaya PalmCo dalam mendampingi dan memberdayakan petani sawit rakyat sangat penting untuk memastikan kesiapan mereka memenuhi regulasi deforestasi Uni Eropa (EUDR) dan menjaga akses pasar ke Uni Eropa.

“Apa yang dilakukan PalmCo sudah tepat, dan kami berharap dukungan terhadap petani sawit dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Dia berharap, kerja sama dan komunikasi yang erat akan menjadi kunci agar sawit Indonesia dapat terus bersaing di pasar Uni Eropa dengan standar keberlanjutan yang semakin ketat.

Direktur Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap praktik minyak sawit berkelanjutan melalui kerja sama yang telah berlangsung sejak 2015 dan diperbarui pada awal 2024.

“Kunjungan kali ini menjadi kesempatan untuk mendiskusikan tantangan dan peluang dalam memenuhi standar EUDR serta menyiapkan petani sawit rakyat agar tetap kompetitif di pasar global,” kata Nurdiana.

Sementara itu Jatmiko Santosa, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, yang menerima langsung kunjungan memaparkan bahwa PalmCo mengelola lahan seluas 618.000 hektare dan berperan sebagai pelaksana Proyek Strategis Nasional di bidang hilirisasi pangan, energi terbarukan, dan peremajaan sawit rakyat.

PalmCo juga telah mendapatkan berbagai sertifikasi internasional dan peringkat ESG global yang mengukuhkan posisi perusahaan sebagai pelaku industri sawit berkelanjutan.

Selain aspek lingkungan, PalmCo aktif meluruskan berbagai mitos negatif seputar sawit dengan fakta-fakta bahwa tanaman sawit memiliki efisiensi tinggi dalam penyerapan karbon dan memberikan dampak sosial-ekonomi besar bagi petani rakyat.

“Sawit adalah anugerah bagi Indonesia. Tugas kita semua untuk membangun dan menjaganya. Termasuk hingga lintas negara seperti Uni Eropa ini,” kata Jatmiko.

Kunjungan Dubes Uni Eropa ini menjadi sinyal positif atas kemajuan industri sawit Indonesia yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan global. (ila)

Komisi III Soroti Pajak Hiburan Tak Sesuai, Bapenda Diminta Evaluasi Ulang

RDP: Rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, Senin (6/10/2025).
RDP: Rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, Senin (6/10/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak hiburan di Kota Medan tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp87 miliar, dinilai terlalu rendah dan tidak mencerminkan potensi riil di lapangan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Salomo TR Pardede, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, Senin (6/10/2025).

Dalam rapat yang berlangsung panas tersebut, Salomo mengungkapkan kejanggalan besar antara omzet tempat hiburan dan nilai pajak yang diterima daerah.

Ia menyebutkan, beberapa tempat hiburan memiliki penghasilan miliaran per bulan, namun hanya menyumbangkan pajak dalam jumlah yang sangat kecil.

“Kalau Dragon Tiger saja omzetnya Rp5 miliar sebulan, itu artinya pajaknya sekitar Rp2 miliar per bulan. Lalu kenapa target pajak hiburan hanya Rp87 miliar untuk satu tahun? Itu belum termasuk tempat usaha lainnya. Ada yang tidak masuk akal di sini,” tegas Salomo.

Lebih jauh, ia juga memaparkan temuan hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi III ke sejumlah tempat hiburan seperti tempat biliar yang dinilai janggal dalam pelaporan pajaknya.

“Contoh saja Xana Biliar, omzetnya Rp150 juta, tapi pajaknya hanya Rp1,5 juta. Runout Biliar lebih parah, pajaknya hanya Rp700 ribu dengan omzet Rp80 juta per bulan. Ini sudah berlangsung selama empat tahun dan tidak ada peninjauan ulang dari Bapenda,” kata politisi Partai Gerindra ini dengan nada kesal.

Salomo juga mengkritik keras Bapenda Medan yang tidak menindaklanjuti hasil temuan DPRD. Ia menilai, lembaga itu pasif dan tidak aktif mengejar potensi PAD.

“Harusnya kalian yang aktif ke lapangan, bukan kami yang turun sidak. Sudah kami beri data pun, tidak ada tindak lanjut. Kami bisa bantu awasi, tapi kalau tidak digubris, mau dibawa ke mana Kota Medan ini?” serunya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan, HT Bahrumsyah, juga menyoroti lemahnya sistem verifikasi pajak yang dilakukan Bapenda.

Ia meminta agar ada verifikasi dan evaluasi minimal setiap triwulan. “Misalnya Lembur Kuring, omzetnya bisa Rp3 miliar per bulan, tapi pajaknya hanya Rp150 juta. Ini harus jadi perhatian serius. Pemetaan usaha harus jelas, agar potensi PAD tidak bocor,” ujar politisi PAN tersebut.

Lebih jauh, mereka juga menyoroti sejumlah usaha besar lainnya yang diduga luput dari pengawasan, termasuk Irian Supermarket di kawasan Pasar Merah yang disebut tidak pernah membayar pajak sejak beroperasi.

Menanggapi hal itu, Kepala Bapenda Medan M Agha Novrian, mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih dalam proses pemetaan dan akan menindaklanjuti seluruh temuan yang disampaikan DPRD Kota Medan.

“Kami akan mencari formulasi yang tepat, terutama dalam menyikapi tempat hiburan yang beroperasi dengan menyamarkan usahanya di balik restoran atau hotel. Grand Central misalnya, sudah kami surati sebelumnya dan akan kami surati kembali,” jelas Agha.

Ia menegaskan, Bapenda akan terus melakukan inovasi dan terobosan untuk mengoptimalkan potensi PAD Kota Medan ke depan. Namun, ia juga meminta waktu untuk melakukan proses penataan ulang secara menyeluruh. (map/ila)

Rico Wass Tinjau SR Terintegrasi 30 Medan, Rico Waas, Komit Dukung Penuh Sekolah Rakyat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 30 Medan yang terletak di Balai Besar Peningkatan Vokasi dan Produktifitas (BBPVP), Jalan Amal, Medan Sunggal, Selasa (7/10/25).

Selain melihat aktifitas belajar mengajar, Rico Waas juga melakukan dialog dengan para guru dan Wali asuh Sekolah Rakyat.

Peninjauan ini dilakukan Wali Kota Medan Rico Waas bersama Kepala BBPVP Medan, Farid Abdurahman Nur Yuliono dan Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan, Syahripal Putra.

Saat tiba di SR, Rico Waas langsung melihat proses belajar mengajar di dalam kelas SD dan SMA yang ada di SR Terintegrasi 30 Medan.

Kehadiran orang nomor satu di Pemko Medan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan ini disambut ceria dan hangat oleh para siswa dan guru.

Rico Waas pun mengobrol dengan siswa-siswi dan memberikan motivasi kepada mereka agar semangat belajar dan meraih cita-cita yang diinginkan.

Tidak hanya ruang kelas, Rico Waas juga meninjau beberapa ruangan, seperti ruangan perpustakaan, ruangan kesehatan dan ruangan guru. Kemudian kantin sekolah dan gedung asrama tempat tinggal siswa-siswi SR Terintegrasi 30 Medan.

Selanjutnya Rico Waas juga melakukan dialog dengan para guru dan tenaga pengajar serta Wali Asuh SR Terintegrasi 30 Medan. Dalam dialog tersebut terungkap bahwa ada beberapa keluhan dan permintaan yang disampaikan, seperti kurangnya guru agama dan tenaga kesehatan, ketersediaan buku di perpustakaan, penyediaan air PDAM dengan meteran tersendiri, fasilitas olahraga, sampai dengan rencana study tour di Kota Medan.

Usai peninjauan, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan hari ini meninjau sekolah rakyat Terintegrasi 30 Medan untuk SD dan SMA. SR ini kita tempatkan untuk sementara di BBPVP, sembari menunggu SR yang akan dibangun di Medan Tuntungan.

“Kita sudah melihat langsung ke kelas dan berbincang dengan siswa sekolah rakyat. Ada 45 siswa SD dan 45 Siswa SMA. Mereka mengikuti sekolah dengan baik dan semangat, dalam pengenalan sekolah siswa-siswi tersebut mengikuti tes DNA Talent. Dimana mentalitas dan pikiran anak dipelajari untuk mengetahui minat dan bakatnya,” kata Rico Waas.

Dijelaskan Rico Waas, Pemko Medan akan terus mensupport dan mendukung penuh agar SR ini terus berjalan. Selain mendukung SR untuk SMP di Sentra Bahagia dan SR untuk SD dan SMA Terintegrasi 30 Medan, Pemko Medan juga tengah menyiapkan pembangunan SR di Kecamatan Medan Tuntungan.

“Pemko Medan akan terus mensupport SR, karena program bapak Presiden Prabowo Subianto ini sangat baik dan bagus sekali. Sebab anak-anak yang mengikuti SR ini memang sangat membutuhkan pendidikan, dikarenakan kondisi finansial keluarganya yang tidak mampu,” jelas Rico Waas.

Menurut Rico Waas, perhatian kita sangat diperlukan untuk anak-anak di SR agar pendidikan mereka terjamin. Konsep yang dilakukan dalam SR juga baik, dimana seluruh siswa diasramakan. Dengan konsep ini siswa akan lebih disiplin dan mentalnya lebih berkualitas.

“Dengan konsep seperti boarding school atau diasramakan, mudah-mudahan secara disiplin dan mentalitas serta cita-cita mereka bisa kita kerucutkan, sehingga mereka menjadi anak yang berprestasi. Kita liat juga asrama dan pola makan mereka juga baik, harapannya mereka akan sukses,” ujar Rico Waas.

Terkait keluhan dan permintaan guru SR, Rico Waas yang hadir didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Muhammad Sofyan, Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar, Kadis Perkimcikataru Jhon Ester Lase dan Kabag Umum Ridho Nasution menyampaikan Pemko Medan akan memfasilitasinya seperti penambahan buku untuk perpustakaan, fasilitas olahraga dan kepramukaan.

“Kita juga akan memfasilitasi untuk siswa-siswi sekolah rakyat melakukan study tour keliling kota Medan, guna menambah pengalaman dan wawasan mereka. Untuk olahraga kita akan berikan tenis meja dan Pramuka untuk menambah kedisplinan”, sebut Rico Waas.

Sebelumnya Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan, Syahripal Putra, SR ini baru berjalan satu Minggu dengan jumlah guru atau tenaga pendidik sebanyak 20 orang. Kami kekurangan guru agama, namun telah berkoordinasi dengan Kemenag untuk bisa mengirimkan guru agama kesini.

“Kami membutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih memadai untuk membawa anak-anak jika diperlukan untuk dibawa ke rumah sakit. Selain itu fasilitas olahraga juga diperlukan untuk mengisi waktu luang mereka. Kami mohon bapak Wali Kota dapat memfasilitasi permohonan kami ini,” katanya.

Kemudian Syahripal Putra menjelaskan, jumlah siswa SD disini sebanyak 45 orang dengan 27 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Sedangkan siswa SMA, laki-laki berjumlah 26 orang dan perempuan 19 orang dengan total 45 orang juga.

“Kami terus bertekad mendidik untuk menjadikan mereka anak yang berprestasi dan bisa merealisasikan mimpi dan cita-cita mereka”, ujarnya. (ila)

Pekan Seni Budaya Daerah ke-6 Kabupaten Asahan, Bupati: Ini Bukan Sekadar Seremonial…

TINJAU: Wakil Gubsu H Surya didampingi Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi meninjau lokasi pergelaran Pekan Seni Budaya Daerah di Kota Kisaran Kabupaten Asahan, Sabtu (4/10).
TINJAU: Wakil Gubsu H Surya didampingi Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi meninjau lokasi pergelaran Pekan Seni Budaya Daerah di Kota Kisaran Kabupaten Asahan, Sabtu (4/10).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) ke-6 Kabupaten Asahan menjadi momentum penting memperkuat jati diri kebudayaan daerah. Pemerintah Kabupaten Asahan menegaskan arah baru pembangunan budaya dengan menjadikan kawasan PSBD sebagai Taman Kebhinekaan ruang terbuka yang menampilkan rumah adat berbagai etnis sebagai simbol kerukunan dan persatuan masyarakat Asahan.

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi menegaskan, Sabtu (4/10) bahwa PSBD bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari strategi membangun karakter masyarakat berbasis nilai-nilai lokal.

“Kami ingin menjadikan lokasi PSBD ini sebagai Taman Kebhinekaan, tempat berbagai etnis menampilkan rumah adatnya sebagai simbol kerukunan. Dengan cara ini, generasi muda akan tumbuh mencintai warisan daerahnya,” ujarnya.
Ia juga memastikan PSBD akan menjadi agenda dua tahunan Pemkab Asahan.

Wakil Gubernur Sumatera Utara H Surya BSc yang juga salah satu penggagas PSBD pada tahun 2006, mengingatkan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan lintas etnis.

“Pagelaran seni budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi ikhtiar menjaga dan mewariskan nilai-nilai kebangsaan. Asahan menjadi contoh daerah yang mampu menjaga harmoni dalam keberagaman,” ucapnya.

Dari pemerintah pusat, Dr Ir Ferry Arlian MSc, Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, turut mengapresiasi langkah strategis Pemkab Asahan.

“Konsep Taman Kebhinekaan ini sangat inspiratif. Asahan memiliki kekayaan etnis luar biasa dan layak menjadi contoh nasional,” ujarnya.

Acara pembukaan PSBD ke-6 ini dihadiri oleh Forkopimda Asahan, Anggota DPRD, para kepala OPD, Kabag, camat se-Kabupaten Asahan, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat. Kehadiran lintas unsur ini menandakan kuatnya kolaborasi dan semangat kebersamaan dalam menjaga harmoni sosial.

Dengan sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, PSBD Asahan ke-6 tidak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga gerakan kebudayaan yang meneguhkan identitas daerah.
Melalui Taman Kebhinekaan, Asahan menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan pemersatu dalam semangat Rambate Rata Raya. (dat/azw)

HUT ke-80 TNI, Polres Labuhanbatu Beri Surprise ke Yonif 126/KC

HUT TNI: Sambut HUT ke-80 TNI Polres Labuhanbatu memberikan kejutan kepada Kompi 126/KC di Kompi Senapan C Yonif 126/KC, Padangmatingi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (6/10). (fajar)
HUT TNI: Sambut HUT ke-80 TNI Polres Labuhanbatu memberikan kejutan kepada Kompi 126/KC di Kompi Senapan C Yonif 126/KC, Padangmatingi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (6/10). (fajar)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Polres Labuhanbatu memberikan surprise berupa kue ulang tahun kepada prajurit Kompi Senapan C Yonif 126/Kala Cakti dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin (6/10/2025) di Kompi Senapan C Yonif 126/KC, Padangmatingi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Dibalut rasa penuh keakraban Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala, melalui Pelaksana tugas (Plt) Kasi Humas Polres Labuhanbatu menyampaikan kejutan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan rasa hormat keluarga besar Polres Labuhanbatu kepada TNI yang telah berperan besar dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

“Semoga TNI semakin profesional, dicintai rakyat, dan sinergitas TNI-Polri semakin kokoh dalam mewujudkan Indonesia yang aman dan damai,” ujarnya.

Pemberian kue ulang tahun tersebut disambut hangat oleh personel TNI yang bertugas. Momen sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol soliditas dan sinergitas antara Polri dan TNI dalam menjaga persatuan serta keamanan di wilayah Labuhanbatu.

Sementara itu, perwakilan Kompi Senapan C Yonif 126/KC menyampaikan apresiasinya atas kejutan yang diberikan Polres Labuhanbatu.

“Kami merasa sangat terhormat dan bahagia atas perhatian serta kejutan yang diberikan. Ini menjadi bukti nyata kebersamaan dan soliditas TNI-Polri yang tidak hanya sebatas tugas, tetapi juga dalam ikatan kekeluargaan,” ungkapnya (fdh/azw)

Utang Rp4 Miliar Belum Dibayar ke Rekanan, Dinas SDABMBK Dieksekusi PN Lubukpakam

BACA PUTUSAN: Juru Sita Pengadilan Negeri Lubukpakam Azari Siregar membacakan putusan perkara proyek swakelola di Ruang Kantor Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Kontruksi (SDABMBK) Kabupaten Deliserdang, Senin (6/10).
BACA PUTUSAN: Juru Sita Pengadilan Negeri Lubukpakam Azari Siregar membacakan putusan perkara proyek swakelola di Ruang Kantor Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Kontruksi (SDABMBK) Kabupaten Deliserdang, Senin (6/10).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam melakukan eksekusi atas putusan perkara proyek swakelola di Kantor Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Kontruksi (SDABMBK) Kabupaten Deliserdang, Senin (6/10). Eksekusi dilakukan karena sampai saat ini pihak Dinas SDABMBK belum mau melakukan membayarkan utangnya pada rekanannya meskipun perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Ada senilai Rp4 miliar utang yang harus dibayar dan belum termasuk dendanya.

Juru Sita PN Lubukpakam, Azhar Siregar melaksanakan eksekusi dan membacakan di Ruang Kadis SDABMBK, Janso Siregar di lantai II. Diperkirakan tidak banyak orang yang tahu saat pembacaan eksekusi itu.

Eksekusi yang dilakukan ini membuat pengacara pemohon, Joko Suandi dan rekannya kecewa. Saat diwawancarai Joko dan timnya mengira konsep eksekusi dilakukan di luar ruangan atau di depan kantor agar semua orang tahu bagaimana proses keadilan. Namun ternyata ia sempat disuruh masuk di dalam ruang kadis dan kemudian dibacakan oleh pihak juru sita.

“Saya selaku kuasa hukum sangat kecewa. Saya tadi sudah sampaikan, kita ini eksekusi bukan mediasi kenapa enggak dibacakan di bawah. Sudah saya sampaikan tapi ya sudahlah yang penting sudah selesai dibacakan,” ucap Joko.

Joko mengatakan pada saat selesai dibacakan ia mengira termohon akan segera membayarkan tapi ternyata tidak. Sejauh ini ia melihat belum ada tanda-tanda kalau hutang akan dibayarkan. Diakuinya kalau pihaknya akhirnya ikut menandatangani berita acara eksekusi.

“Ini perkara sudah inkrah, sudah ada putusan dan mereka harus bayar. Sudah kalah mereka di PK (Peninjauan Kembali). Yang saya kira dengan diatas (dibacakan) akan dibayarkan ternyata tidak. Mereka hanya takut diketahui khalayak ramai,” tandas Joko.

Joko bilang selain timnya dan Kadis di dalam ruangan apa yang dilakukan oleh Juru Sita juga didengar oleh Kabag Hukum Pemkab dan Kabag Ops. Dalam hal ini ia hanya menegaskan kalau hutang pada kliennya itu bisa secepatnya dibayarkan oleh dinas. Karena, Tahun 2023 perkaranya sudah inkrah dan ada bunga 6 persen untuk tiap tahunnya apabila tidak juga dibayarkan. Disebut pada saat ini bunganya itu terhitung sudah 12 persen.

Juru Sita PN Lubukpakam, Azhar Siregar yang dikonfirmasi mengaku apa yang dilakukan pihaknya saat eksekusi sudah memenuhi proses hukum. Ia menegaskan apa yang dilakukan atas inisiatif mereka sendiri bukan ada permohonan dari dinas terkait. Dianggap tidak perlu juga eksekusi dilakukan di ruang terbuka karena yang dilakukan bukan eksekusi ril.

“Proses eksekusi ini bukan eksekusi reel (tapi) eksekusi membayar sejumlah uang. Makanya kami di sini hanya membacakan penetapan supaya hasil berita acara itu untuk diberikan kepada pemkab untuk dianggarkan ditahun berikutnya. Sudah dibacakan tadi. Kalau reel harus dinyatakan terbuka inikan hanya termohonnya itu dinas,” pungkas Azhar Siregar.(btr/azw)