Home Blog Page 1709

Pewarta Bagi-bagi Sembako Kaum Duafa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan, Chairum Lubis SH dan anggota lainnya membagi-bagikan sembako untuk kaum
duafa di Jalan Bromo Gang Azizah, Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Jumat (10/3). Kegiatan sosial yang diikuti Wakil Ketua Khairunnas dan anggota Ilham itu dalam rangka kegiatan sosial Jumat Barokah. Tiba di lokasi tampak warga kaum duafa sudah berkumpul menyambut rombongan Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis, SH. Setelah berbincang “sekejab’, Anggota Pewarta Polrestabes menyalurkan sembako.

Adapun paket sembako yang diberikan yakni beras 5 kg, minyak makan, gula, dan mi instan. Raut wajah penerima paket sembako dari Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis SH tampak berseri-seri.

Seorang penerima sembako Ita mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis, SH bersama rombongan yang hadir dalam kegiatan sosial Jumat Barokah ini.

“Semoga Pewarta Polrestabes Medan semakin sukses dan disenangi masyarakat seluruh Indonesia umumnya Sumut dan khsususnya Kota Medan,” ucapnya.

Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis, SH menyampaikan, kegiatan sosial Jumat Barokah telah menjadi rutinitas Pewarta Polrestabes Medan setiap Jumat dengan lokasi berpindah-pindah tempat.

“Pewarta Polrestabes Medan dalam membagikan sembako terjun langsung ke lokasi, sehingga tepat sasaran,” sebut Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut.

Chairum mengatakan, kegiatan seperti ini terlaksana tidak terlepas dari arahan dan bimbingan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Panca Putra Simanjuntak, MSi, Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi, dan Wakapolda Sumut Brigjen Pol Drs Jawari.

Di samping itu ada juga arahan dari Kasektupa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum, Brigjen Pol Riko Sunarko SIK MSi, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Armia Fahmi, dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda.(azw)

Ketum PWI Pusat Berikan Penghargaan untuk Gubsu, Kapoldasu & Pangdam 1/BB

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari yang juga Penanggung Jawab Hari Pers Nasional (HPN 2023) memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Kapolda Sumut, Pangdam I/BB, serta seluruh jajaran Pemrovsu, Poldasu, Kodam 1/ BB yang telah bekerja keras dan memberikan kontribusi nyata sehingga HPN 2023 dapat berjalan dengan baik.

Hal itu disampaikan Atal S Depari di hadapan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Kasdam I/BB Brigjen TNI Rifky Nawawi yang mewakili Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin
di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (9/3).

“Saya bangga dan sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur dan jajarannya, karena sudah menjadi tuan rumah yang baik,” kata Atal S. Depari.

Atal juga mengatakan bahwa peran serta Polda dan Kodam dalam mengamankan perhelatan nasional yang dihadiri Presiden Joko Widodo, para menteri, Ketua MPR, Panglima TNI beserta Kepala Staf tiga angkatan dan Kapolri, para duta besar, serta undangan lainnya, sangat baik sehingga berlangsung dengan aman dan lancar tanpa gangguan.

“Atas nama Pengurus PWI Pusat dan juga secara pribadi saya memberi apresiasi yang tinggi buat Gubernur Sumatera Utara dan tentu juga kepada seluruh panitia pelaksana, PWI Pusat, Dewan Pers serta organisasi Konstituen Dewan Pers, PWI Sumut, PWI daerah, dan tentunya insan pers di seluruh tanah air serta masyarakat umum atas terlaksananya Hari Pers Nasional di Kota Medan.

Menurut Atal S Depari, yang didampingi Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik dan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat Dar Edi Yoga, pelaksanaan Hari Pers Nasional di Medan Sumatera Utara merupakan acara yang paling ramai dan meriah serta sukses dalam penyelenggaraannya, apalagi acara puncak Hari Pers Nasional ini dihadiri sekitar 7000 undangan. (rel/sih)

Sergai Ikut Panen Padi Raya 1 Juta Hektare

PANEN RAYA: Bupati Sergai H.Darma Wijaya bersama Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Dr. Leni H. Harahap dan pimpinan Muspida Kabupten Sergai saat panen raya di Kecamatan Tebingtinggi. fadly/Sumut Pos.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 10 Provinsi dan 66 kabupaten/kota se-Indonesia, salah satunya Serdangbedagai (Sergai) mengikuti panen raya padi dengan luas mencapai 1 juta hektare yang digelar di Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis(9/3).

Bupati Sergai H. Darma Wijaya, menyampaikan bahwa pihaknya aktif mendukung kaum petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. Hal ini terbukti dari status Kabupaten Sergai yang jadi daerah lumbung padi provinsi kedua terbesar di bawah Deliserdang.

Bupati Darma Wijaya juga menyebutkan, saat ini Pemkab Sergai mendorong petani untuk melirik sektor padi organik karena menawarkan berbagai keunggulan yang luar biasa. Selain sangat baik bagi kesehatan untuk dikonsumsi, juga memberi dampak yang positif pada lingkungan.

“Pemkab Sergai concern mendukung pertanian organik. Yang terbaru, kami mengeluarkan imbauan bagi para ASN di lingkungan Pemkab Sergai untuk mengkonsumsi minimal 10 kg beras organik per bulan. Diharapkan hal tersebut bisa semakin menggugah semangat petani karena serapan padi organik semakin meningkat,”sebutnya.

Perihal pupuk subsidi yang belakangan menjadi permasalahan di tengah para petani, lanjut Darma Wijaya, agar petani untuk bersikap lebih mandiri dalam menanggulangi hal itu.

“”Mandiri” yang kami maksud adalah supaya para petani kita tidak hanya bergantung pada pupuk subsidi saja. Dengan mengganti penggunaan pupuk, maka kita telah meningkatkan pola tanam padi kita. Dengan peningkatan pola tanam, maka hasil yang didapat juga akan jauh lebih tinggi,” ujar Darma Wijaya.

Terakhir, Bupati Sergai menegaskan pihaknya sampai sekarang masih terus berupaya melaksanakan kerja pembangunan infrastruktur, tak terkecuali fasilitas pertanian.

“Yang paling utama adalah pembangunan saluran irigasi agar sawah-sawah yang ada di daerah ini bisa diari dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Ir. Arif Sudarto Trinugroho, MT, menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Sergai yang telah berhasil menjadi salah satu lumbung padi terbesar di Provinsi Sumut.

“Kita tahu bersama, beras merupakan bahan makanan pokok utama bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Sumut. Itu sebabnya, tanaman padi menjadi sangat penting fungsinya di sektor pangan. Alhamdullilah, Sumut berhasil memenuhi kebutuhan beras dalam daerah, bahkan statusnya surplus. Sergai menjadi salah satu daerah di Sumut yang mampu jadi penyumbang pasokan beras,” pujinya.

Namun menurut Arif, kondisi ini mesti dipertahankan serta ditingkatkan lagi mengingat pertumbuhan penduduk mesti dibarengi dengan ketahanan pangan yang memadai. Jika kebutuhan beras dalam daerah tidak terpenuhi, baginya akan menjadi sumber permasalahan yang serius.

“Semoga lewat kegiatan panen raya padi pada hari ini, para petani di Sumut, terkhusus di Sergai, bisa semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitasnya. Peran petani sebagai penopang kestabilan pangan jelas sangat besar,” tegasnya.

Terkait kelangkaan pupuk subsidi, Sekdaprov menjelaskan hal tersebut merupakan dampak langsung dari konflik antara Rusia dan Ukraina, yang merupakan daerah penyalur pupuk.

“Ini bukan hanya masalah di Indonesia, namun tingkat global. Namun pemerintah akan berupaya keras untuk mencari solusi terbaik dari persoalan ini,” tambahnya lagi. (fad/han)

Sebagai Wadah Aspirasi Masyarakat, Wali Kota Binjai Buka Musrenbang RKPD

RKPD: Jajaran OPD Pemko Binjai mengikuti RKPD di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota.Istimewa/Diskominfo Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah membuka musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah tahun 2024 di Pendopo Umar Baki, Rabu (8/3). Musrenbang ini mengambil tema peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang akuntabel melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut, H Faisal Arif Nasution, hingga unsur forkopimda di Kota Binjai hadir mengikuti Musrenbang RKPD tersebut. Amir menyatakan, penyelenggaraan Musrenbang ini merupakan mekanisme perencanaan tahunan dalam rangka mengakomodir kepentingan masyarakat.

Juga sekaligus sebagai wadah partisipasi untuk menghasilkan rencana program dan kegiatan pembangunan yang lebih aspiratif serta transparan hingga dapat dipertanggungjawabkan. “Kami bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Binjai bersama DPRD sampai saat ini masih tetap konsisten untuk meningkatkan pelayanan di semua sektor,” ujarnya.

Dia menjelaskan, beberapa aspek kesejahteraan masyarakat Kota Binjai yang menjadi indikator keberhasilan pembangunan. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi Kota Binjai Tahun 2022 yang meningkat menjadi sebesar 4,18 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar 2,23 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kota Binjai tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat seperti UMKM dan IKM yang ada,” kata dia.

Dia menyampaikan bahwa dari hasil survei sosial ekonomi nasional tahun 2022, persentase penduduk miskin Kota Binjai sebesar 5,1 persen. Kondisi ini menurun dibandingkan tahun 2021 yaitu berkisar 5,81 persen atau jumlah penduduk miskin tahun 2022 sebesar 14.610 jiwa, yang menurun sebesar lebih kurang 1.850 jiwa dibandingkan tahun 2021 berjumlah 16.460 jiwa.

“Penurunan ini melalui upaya peningkatan tingkat pendidikan masyarakat. Begitu juga waktu produktif masyarakat semakin bertambah dan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata. Sehingga kondisi masyarakat miskin Kota Binjai berada pada peringkat kedua terendah se-Sumatera Utara,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumur, HFaisal Arif Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung berjalannya kegiatan Musrenbang ini. “Perencanaan tahun 2024 merupakan hal yang krusial. Di mana wali kota dan wakil wali kqota akan menyelesaikan kepemimpinannya pada tahun 2024,” seru dia.

Selain itu, pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah yang dilakukan bersamaan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Dia menekankan, pelaksanaan musrenbang ini tidak hanya sekadar formalitas saja. Namun juga, harus betul-betul membahas substansi perencanaan jangka pendek/tahunan. Sehingga perencanaan untuk tahun 2024 dapat tersusun dengan baik dan tepat sasaran. (ted/ram)

RKPD 2023 di Zona Kepulauan Nias, Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Pangan

BERSAMA: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi bersama para pemuda pada Pra usrenbang Zona Kepulauan Nias, Rabu (8/3).

NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024 di Zona Kepulauan Nias. Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi fokus dengan pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan. Hal ini, tidak lepas dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pra Musrenbang Zona Kepulauan Nias, Rabu (8/3) kemarin, di Aula Tafaeri Kantor Bupati Nias Utara, Jalan Gowezalawa, Desa Fadoro Fulolo, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara. Lanjut, Gubernur Edy mengatakan kedua faktor tersebut, merupakan sektor yang sangat penting dalam pembangunan Kepulauan Nias saat ini. “Infrastruktur dulu kita penuhi, jadi logistik mobilisasi masyarakat lebih mudah, sehingga perekonomian bisa terdorong,” ucap Gubernur Edy dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3).

Gubernur Edy mengatakan membuka Infrastruktur terutama jalan dan akan memperlancar logistik dan mobilisasi masyarakat, sedangkan ketahanan pangan akan membuat Nias lebih cepat berkembang.

“Kemudian ketahanan pangan. Nias harus mandiri pangan, karena letaknya yang terpisah dengan pulau Sumatera dan jauh dari daerah penghasil pangan yang membuat harganya bisa mahal,” ucap mantan Pangkostrad itu.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sendiri menyiapkan anggaran sekitar Rp200 Miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan di Nias. Walau begitu, Edy Rahmayadi juga meminta kepala daerah di Kepulauan Nias juga memperhatikan jalan kabupaten dan desa.

“Jalan di Nias banyak yang rusak, oleh karena itu Pemprov mengalokasikan Rp200 miliar untuk jalan di sini, agar lebih baik, Desa, Kabupaten juga perbaiki jalan kalian, kalau tidak cukup dananya tahun ini di cicil, tahun ini 1 Km, tahun depan 2 Km,” kata Edy Rahmayadi.

Sedangkan untuk pertanian, Edy Rahmayadi meminta OPD terkait benar-benar mengkaji apa yang cocok untuk Nias. “Kaji betul, tadi saya lepas ekspor kelapa, cari lagi apa yang baik dibudidayakan di sini,” kata Edy Rahmayadi.

Selain itu, Edy Rahmayadi juga berencana akan meletakkan satu unit bus Bakti Kesehatan Bermartabat (BKB) di Kepulauan Nias. Bus tersebut akan melayani masyarakat Kepulauan Nias yang membutuhkan.

“Saya mau ada di Nias ini satu (Bus BKB), ini kebutuhan dasar, Bus itu akan memutari Nias, saya melihat di sini perlu perhatian kesehatan,” jelas Gubernur Edy.

Mantan Ketua Umum PSSI itu, menjelaskan menyenangkan dan menyejahterakan rakyat merupakan amanah yang harus dijalankannya.

“Dia (rakyat) senyum, senang rakyat ini, baru kita pikirkan tahap selanjutnya pembangunan ini, mana yang spesifik harus kita atur, sehingga pertumbuhan ekonomi, rakyat ini amanah dan tanggung jawab saya,” sebut Gubernur Edy.

Sementara itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu mengatakan, kepedulian Gubernur Edy Rahmayadi pada Kepulauan Nias luar biasa. Kepeduliannya tidak hanya sebatas seremonial saja. Sebab Pemprov Sumut mengalokasikan sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan jalan di Kepulauan Nias.

Bupati juga berharap, ke depan, program-program Pemprov Sumut yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terus berlangsung di Nias. Juga berharap Nias menjadi prioritas pembangunan di RKPD 2024, karena tergolong daerah tertinggal berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 63 Tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024.

“Kami harap Kepulauan Nias menjadi Prioritas di RKPD 2024 Pemprov Sumut dan juga program-program dari Pemprov bisa menyentuh langsung masyarakat kami di sini,” kata Amizaro Waruwu.

Hadir pada Pra Musrenbang ini Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara Doddy Zulverdi, Bupati Nias Ya’atulo Gulo dan Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli. Hadir juga unsur Forkopimda, OPD se-Kepulauan Nias dan OPD terkait Pemprov Sumut.(gus)

74 Ton Kelapa Asal Nias Utara Diekspor ke Tiongkok

LEPAS: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat melepas hasil pertanian dari Nias Utara untuk dieskpor ke Kota Hainan, Tiongkok melalui Pelabuhan Angin, Kota Gunungsitoli, Rabu (8/3).

NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO – Komoditi asal Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara berupa 74 ton kelapa tembus pasar internasional. Dengan melakukan ekspor ke Kota Hainan, Tiongkok. Pengiriman kelapa tersebut, dilepas melalui Pelabuhan Angin, Kota Gunungsitoli, Rabu (8/3) kemarin.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku bangga hasil pertanian di Kabupaten Nias Utara mampu bersaing di pasar global. Hal ini, tidak lepas memberikan kontribusi dalam peningkatan ekonomi bagi masyarakat atau petani sendiri.

“Tujuan kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita, saat ini kelapa segar, nanti ke depan kita harus bisa mengekspor bukan barang mentah lagi, kita ekspor kopra jadi masyarakat saya di sini mendapat pekerjaan,” sebut Gubernur Edy dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3).

Kelapa segar yang diekspor ke Tiongkok merupakan hasil dari BUMDes Nias Utara binaan Desa Sejahtera Astra (DSA) di Nias Utara. Setelah ekspor perdana ini, Nias Utara akan menyediakan sekitar 8 juta butir kelapa segar untuk di ekspor ke Tiongkok.

“Selamat kepada Nias Utara, terima kasih Pak Bupati, PT Astra dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang membina desa-desa di sini, mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih menggali potensi lain dari Nias,” ucap Mantan Pangkostrad itu Edy.

Selain itu, Gubsu Edy juga memberikan perhatian khusus kepada Pulau Nias soal infrastruktur jalan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengalokasikan anggaran Rp200 Miliar untuk membenahi infrastruktur jalan di pulau Nias.

“Rp200 Miliar kita siapkan untuk pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Nias dan tahun ini harus selesai karena ini sangat penting untuk menunjang perkembangan Nias, logistik, dan memakmurkan rakyat di sini,” jelas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Gurbernur Edy berharap potensi-potensi di Pulau Nias terus digali, apalagi Nias terpisah lautan dari Pulau Sumatera. Kondisi geografis ini, menurut Edy Rahmayadi, membuat Nias harus bisa mandiri pangan agar bisa berkembang lebih cepat.

“Kondisi geografis Nias terpisah dengan Sumatera, karena itu Nias harus bisa mandiri secara pangan, kalau tidak untuk mengimpor bahan pangan ke Nias, costnya sangat mahal,” pungkas mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.(gus)

Pembangunan Gapura Batas Kota Tak Kunjung Selesai, Komisi IV Minta Pemko Evaluasi Kontraktor

GAPURA: Pembangunan salah satu gapura batas kota

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan tiga Gapura Batas Kota Medan tahun anggaran 2022 yang hingga kini belum juga selesai dikerjakan, menuai perhatian serius dari Komisi IV DPRD Medan.

 Pasalnya mesti pengerjaannya telah diperpanjang selama lebih dari 50 hari di tahun anggaran 2023 ini, namun pengerjaan Gapura Batas Kota di kawasan Kampunglalang, Amplas, dan Tuntungan yang menelan anggaran hingga Rp9,4 miliar itu tak juga rampung.

 Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan, Rudiawan Sitorus, mengaku sangat menyayangkan proses pengerjaan tiga Gapura Batas Kota Medan yang tidak tepat waktu. Padahal, Gapura Batas Kota diharapkan dapat menjadi ‘wajah’ baru bagi penataan Kota Medan yang lebih baik.

 “Tentu sangat kita sayangkan pengerjaan Gapura Batas Kota yang tidak selesai sesuai jadwal yang ditentukan. Sayangnya lagi, dari tiga gapura yang dibangun, tidak ada satu pun yang betul-betul sudah selesai,” ucap Rudiawan kepada Sumut Pos, Jumat (10/3/2023).

 Oleh sebab itu, kata politisi PKS ini, keadaan ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemko Medan, khususnya bagi Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang atau Dinas Perkim Kota Medan agar dapat mengevaluasi para kontraktor yang saat ini tengah mengerjakan Gapura Batas Kota tersebut.

 “Keterlambatan ini bentuk ketidakprofesionalan kontraktor. Tidak hanya memberikan sanksi berupa denda, Dinas Perkim juga harus mengevaluasi kinerja kontraktor tersebut,” ujarnya.

 Rudiawan mengatakan, kontraktor harus menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin, tentunya dengan hasil pekerjaan yang diharapkan. “Bila tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu dan hasilnya juga tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka tentu harus ada evaluasi. Saya fikir itu wajib,” katanya.

 Belajar dari hal ini, lanjut Rudiawan, Dinas Perkim harus lebih selektif dalam memilih kontraktor untuk mengerjakan proyek-proyek yang ada di dinasnya. Mengingat, Wali Kota Medan Bobby Nasution menginginkan percepatan pembangunan, khususnya di sektor pembangunan fisik ataupun infrastruktur.

 “Kita minta juga kepada Dinas Perkim agar lebih selektif memilih rekanan kerja, gunakan lah rekanan yang profesional dalam menyelesaikan tugas-tugasnya,” pungkasnya.

 Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis membenarkan keterlembatan pekerjaan tiga Gapura Batas Kota tersebut.

 “Iya, tiga gapura batas kota itu memang belum rampung dikerjakan pihak kontraktor. Tahun ini sudah lewat 50 hari, tapi belum selesai juga. Ya itulah, manusia berencana, tapi Tuhan juga yang menentukan. Kalau yang kita lihat, banyak terkendala masalah cuaca,” ucap Endar kepada Sumut Pos, Selasa (7/2/2023).

 Alhasil, kata Endar, Pemko Medan kembali memberi waktu kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan tiga gapura batas kota tersebut. Berdasarkan aturan, perpanjangan dapat diberikan 20 hari sampai 40 hari selepas habis masa waktu perpanjangan pertama (50 hari).

 “Saat ini kita perpanjang, sesuai aturan dapat diperpanjang sampai 40 hari di tahun ini (2023) atau paling lama akhir bulan Maret ini. Harapan kita bisa selesai lebih cepat dari itu,” ujarnya.

 Meskipun demikian, sambung Endar, Pemko Medan tetap memberikan sanksi denda atau pinalti terhadap keterlambatan pekerjaan tiga gapura batas kota tersebut.

 “Sanksi denda 1 permil per hari tetap diberikan, tidak bisa tidak, kan aturannya sudah jelas. Jadi selain harus menyelesaikan pekerjaannya, mereka juga harus membayar denda, dan itu sudah mereka ketahui sejak awal,” katanya.

 Mengenai pembayaran sisa anggaran proyek yang belum tuntas, Endar mengatakan akan diajukan kembali di P-APBD TA 2023. Sebab, anggaran 2022 sudah tutup buku.

 “Kita yakin bulan ini juga selesai lah tiga gapura itu. Karena memang kita lihat sudah mau selesai kok, sudah tinggal finishing saja,” pungkasnya. (rel)