27 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 171

Tutup Turnamen Futsal U-19, Penrad Siagian Tegaskan Pentingnya Olahraga Membentuk Karakter Pemuda Nias

NIAS, SUMUTPOS.CO— Turnamen Futsal U-19 se-Kepulauan Nias memperebutkan Piala Pendeta Penrad Siagian sukses digelar. Penutupan turnamen yang diikuti tim-tim futsal putra dan putri dari berbagai wilayah di Kepulauan Nias ini dihadiri Anggota DPD RI Pendeta Penrad Siagian bersama sejumlah tokoh masyarakat, pelatih, pembina, dan stakeholder, Senin, 16 Juni 2025.

Dalam sambutannya, Penrad menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras demi suksesnya penyelenggaraan turnamen ini. “Kita sudah panjang bertemu dan berdiskusi, sehingga acara ini bisa berjalan dengan baik. Juga kepada pembina dan pelatih, Sowua FC yang merupakan bagian dari tim. Terima kasih atas semua jeri lelahnya. Acara ini sudah selesai, dan bagi saya ini sudah berhasil,” kata Penrad di hadapan peserta dan penonton yang memadati lokasi pertandingan.

Penrad menegaskan, keberhasilan turnamen ini sangat penting karena menjadi cerminan dari komitmen bersama dalam membina generasi muda. Ia yakin, keberhasilan kegiatan perdana ini akan menjadi batu loncatan bagi kerja-kerja selanjutnya.

“Saya selalu bilang begini. Kalau pengalaman pertama gagal, tidak akan ada yang percaya. Pengalaman pertama harus berhasil, agar semua orang percaya, Dan ini berhasil,” tegasnya.

Penrad juga mengaku bangga kepada para peserta, khususnya tim-tim yang lolos ke babak semifinal dan final. “Adik-adik kami semua yang sudah lolos semifinal dan final turnamen ini, selamat atas keberhasilannya,” katanya.

Penrad juga menjelaskan, turnamen ini bukan hanya ajang unjuk kebolehan di lapangan futsal, melainkan memiliki tujuan sosial yang lebih dalam. Ia ingin, kegiatan ini menjadi sarana untuk mencegah anak-anak muda dari pengaruh negatif yang merusak masa depan.

“Ada banyak hal yang ingin kita capai melalui turnamen ini. Kita tahu di tempat-tempat lain di seluruh Indonesia ini, kejahatan-kejahatan yang menggoda anak muda kita sangat banyak, baik dalam bentuk narkoba, judi, tawuran, perkelahian, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Penrad juga menyampaikan keprihatinannya terhadap menurunnya nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat tim di tengah era digital yang serba individualistik. Ia berharap turnamen ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

“Sudah hampir hilang semangat kebersamaan, gotong royong, persaudaraan, tim, dan kerja sama. Semua sudah hampir hilang, apalagi di era digitalisasi ini. Nah, salah satu tujuan turnamen ini adalah untuk menyemangati kembali semangat-semangat yang sudah hampir luntur itu,” ucapnya.

Menurutnya, peserta turnamen yang mayoritas berusia 19 tahun berada pada titik penting dalam hidup mereka, di mana mereka akan mulai melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar Pulau Nias. Karena itu, ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan dalam turnamen ini dapat mereka bawa dalam kehidupan di luar daerah.

“Adik-adik ini akan tamat SMA. Mereka mungkin akan ada yang melanjutkan study atau merantau ke luar kota atau ke luar Pulau Nias. Saya ingin, walaupun saya tidak yakin ini akan dijadikan indikator berhasil, paling tidak semangat sportivitas, kebersamaan, semangat mampu menghadapi tantangan, dan semangat juang ini akan mereka bawa,” ujarnya.

Penrad menyampaikan, kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti hanya satu kali, melainkan harus terus dilanjutkan dan ditanamkan sebagai bagian dari kebiasaan generasi muda di Nias. “Ini harus menjadi sebuah kultur, habitus, atau habitat yang harus dibangun di generasi muda kita di Pulau Nias ini,” katanya.

Ia juga menyinggung hasil pertemuannya dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara beberapa waktu lalu, di mana ia menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam membangun masa depan anak-anak muda: pendidikan, kesehatan, dan semangat olahraga.

“Kemarin saya bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, baik itu kepala dinas dan lain-lain. Saya mengatakan bahwa pendidikan, kesehatan, dan semangat olahraga ini adalah faktor untuk menyemangati generasi muda. Itu harus kita bangun bersama-sama,” tutupnya.

Acara penutupan turnamen ini berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta dan masyarakat tampak menyambut baik kegiatan ini dan berharap turnamen serupa dapat digelar secara rutin setiap tahunnya. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momen kebangkitan semangat anak-anak muda Nias dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. (adz)

Irjen Kemdiktisaintek Turun Ke Medan, Rektor UDA Apresiasi dan Ucapkan Terima Kasih..

Dr. Lilis R Gultom.
Dr. Lilis R Gultom.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), akhirnya turun ke Kota Medan. Kedatangan Irjen Kemdiktisaintek, Chatarina Muliana Girsang tersebut guna mendapatkan informasi dari dua belah pihak yayasan yang tengah bertikai, yakni Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) versi Partahi Siregar dan versi Hana Nelsri Kaban.

Diketahui, Irjen Kemdiktisaintek bersama rombongan bertemu dengan YPDA pimpinan Partahi Siregar di kantor L2Dikti, Sabtu (14/6/2025). Pertemuan tersebut dihadiri Rektor ISTP Semangat Debataraja ST, MT, Dr. Lilis R. Gultom, Wakil Rektor 1 UDA sekaligus Penjabat Rektor dan Pembantu Rektor 1 ISTP, Torang Simanjuntak SE, MM.

Sementara itu, Prof. Suwardi yang merupakan Rektor UDA versi Yayasan Hana dan Direktur APP Ivan Benedicta, SE MM yang diundang dalam pertemuan tersebut tidak hadir.

Dr. Lilis R Gultom kepada wartawan Selasa (17/6/2025), mengutarakan apresiasinya dan ucapan terima kasih kepada Irjen Kemdiktisaintek yang telah datang ke Medan untuk menyelesaikan konflik YPDA. Dia berharap konflik ini dapat segera selesai, mengingat sejak munculnya permasalahan internal, yayasan suasana belajar mengajar di UDA menjadi tidak kondusif.

“Kita yakin Irjen Kemdiktisaintek bisa memilah mana yang seharusnya memimpin YPDA mengingat sebelumnya proses belajar mengajar dan penerapan tri darma perguruan tinggi di UDA berjalan dengan baik dan nyaman,” ujarnya.

Mantan PR 1 UDA itu juga menjelaskan, sejak terjadinya konflik yayasan, para mahasiswa penerima bea siswa KIP juga menjadi terhalang dalam menerima bantuan dana uang kuliah dari pemerintah.

“Banyak hal menjadi terganggu karena konflik yayasan ini tapi kami percaya Irjen Kemdiktisaintek akan membuat kesimpulan yang terbaik demi terciptanya cita-cita luhur UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutupnya.
(map/han)

Pemkab Langkat Komit Dorong Penguatan Industri Lokal

Diskominfo Langkat/Sumut Pos HKN: Wabup Langkat, Tiorita br Surbakti bertindak sebagai pembina dalam upacara hari kesadaran nasional.
Diskominfo Langkat/Sumut Pos HKN: Wabup Langkat, Tiorita br Surbakti bertindak sebagai pembina dalam upacara hari kesadaran nasional.

STABAT, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kabupaten Langkat Komit mendorong penguatan indsutri lokal. Itu terungkap dalam upacara memperingati Hari Kesadaran Nasional yang dipimpin Wakil Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti.

Dalam pidatonya, Tiorita menekankan pentingnya Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Upacara ini bukan sekadar rutinitas bulanan, tapi menjadi pengingat bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kinerja dan integritas dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Ia menyebut, Pemkab Langkat saat ini mengelola 26 pasar tradisional melalui dinas perindustrian dan perdagangan. Pasar-pasar ini menjadi pusat transaksi sekaligus alat ukur dalam pemantauan harga bahan pokok.

Pemerintah juga terus melaksanakan operasi pasar, khususnya pada momen hari besar keagamaan, guna menjaga stabilitas harga beras sebagai bahan pokok penting (Bapokting). Ia juga mengajak seluruh ASN untuk turut berkontribusi dalam mengurangi inflasi dengan melakukan diversifikasi pangan dalam lingkungan keluarga.

Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya penguatan sektor industri melalui implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Langkat (RPIK) yang dipusatkan di Kecamatan Pangkalan Susu. Menurutnya, perangkat daerah harus berperan aktif dalam penerapan RPIK agar target pembangunan industri dapat tercapai.

“Kita pantau perkembangan industri, khususnya industri kecil dan rumah tangga, melalui Aplikasi SIINas. Dengan begitu, pelaku industri lokal dapat difasilitasi dalam penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang menjadi syarat utama dalam belanja barang dan jasa pemerintah melalui E-Katalog,” jelasnya.

Ia pun menegaskan agar setiap perangkat daerah memperhatikan nilai TKDN dalam pengadaan barang. Kepada dinas teknis, Tiorita meminta pendampingan penuh kepada pelaku industri kecil, termasuk dalam pengurusan NIB, PIRT, izin edar BPOM, sertifikat halal, label, merek, dan kemasan.

Peringatan Hari Kesadaran Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Namun, menjadi pengingat akan pentingnya pelayanan prima dan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

“Sebagai ASN, kita harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan mengedepankan penggunaan produk lokal dan mencintai hasil karya anak bangsa,” katanya. (ted/han)

Ini Nama-nama Pemenang Lomba Desain Logo HUT Kota Medan ke-435

DIABADILAM: Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diabadikan bersama para pemenang lomba desain logo HUT Kota Medan ke-435. foo: ISTIMEWA/SUMUT POS
DIABADILAM: Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diabadikan bersama para pemenang lomba desain logo HUT Kota Medan ke-435. foo: ISTIMEWA/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Dinas Pariwisata Kota Medan mengumumkan pemenang lomba desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke-435 yang dilaksanakan di Deli Park Podomoro Medan, Selasa (17/6/2025). Nantinya, desain tersebut akan dijadikan logo resmi HUT Kota Medan ke-435 yang diperingati pada 1 Juli 2025 nanti.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, lomba desain logo HUT Kota Medan ke-435 ini menjadi simbol semangat insan kreatif di Kota Medan.

“Mari kita dukung insan kreatif di Kota Medan. Inilah sumbangsih para insan kreatif untuk Kota Medan tercinta ini,” ucap Rico.

Terkait para ratusan peserta yang mengikuti lomba desain logo itu, Rico Waas menilai semua hasil karya peserta sangat bagus.

“Jadi, yang menang ini bukan karena lebih baik tapi lebih berkah dari segi kreatif, colour, narasi desainnya dan lainnya,” ujarnya.

Disinggung apakah hasil karya pemenang lomba itu sudah mewakili ciri khas Kota Medan, Rico mengatakan bahwa hasilnya memang harus memunculkan semangat kemajuan di Kota Medan.

“Mewakili semangatnya. Kalau ciri khas, kan banyak ciri khas di Medan. Jadi, kita punya semangat yang baru untuk memajukan Kota Medan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M Odi Anggia Batubara, menyebutkan nama Muhammad Mirza Azhmi berhasil memenangkan lomba desain HUT Kota Medan setelah menyingkirkan 124 peserta yang telah mengirimkan hasil karya mereka kepada panitia yang dibuka mulai 30 Mei hingga 11 Juni 2025 lalu.

“Pada lomba desain logo HUT Kota Medan yang baru kali pertama dilaksanakan ini sebanyak 348 peserta yang mendaftar,” katanya.

Adapun dalam lomba tersebut, Muhammad Mirza Azhmi berhasil keluar sebagai juara. Selain itu, dalam kesempatan itu juga diumumkan 4 nominasi lainnya yaitu Rinaldi Effendi perseorangan, Ade Putra Baharsyah Siregar, Surya Handoko, Tansmita Anzela (kelompok), Muhammad Rifki (perseorangan), Heris Inda Mirsa serta Fadlan Minallah (kelompok).

Seperti diketahui, pemenang lomba diberikan hadiah uang pembinaan sebesar Rp15 juta dan 4 nominasi lainnya masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp1 juta.(map/han)

PT STTC di Belawan Diduga Timbun Sungai Paluh, DPRD Gandeng BPN, dan Kejaksaan akan Tinjau Lokasi

RDP: DPRD Medan melalui lintas komisi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan menggelar RDP di gedung DPRD Medan, Senin (16/6/2025).
RDP: DPRD Medan melalui lintas komisi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan menggelar RDP di gedung DPRD Medan, Senin (16/6/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dugaan penimbunan aliran anak sungai atau paluh oleh sebuah perusahaan di Jalan Pelabuhan Raya, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan, memicu reaksi keras dari DPRD Kota Medan.

Perusahaan yang diketahui milik PT STTC tersebut dituding telah merusak lingkungan hingga menimbulkan keluhan dari warga sekitar, terutama terkait potensi banjir.

Menindaklanjuti aduan tersebut, DPRD Medan melalui lintas komisi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD Medan, pada Senin (16/6/2025). Hasilnya, disepakati agenda kunjungan lapangan ke lokasi yang rencananya akan dilaksanakan pada 7 Juli 2025.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Medan, Hadi Suhendra, didampingi Ketua Komisi I Reza Pahlevi Lubis, Ketua Komisi IV Paul Mei Anton Simanjuntak, serta anggota Komisi lainnya.

Dalam rapat terungkap bahwa sebelumnya DPRD Medan telah dua kali mencoba melakukan kunjungan lapangan ke lokasi, namun selalu gagal karena pintu gerbang perusahaan digembok. Hal ini memicu kecurigaan sekaligus kritik dari pihak dewan atas sikap yang dinilai arogan dan tidak menghormati lembaga pemerintah.

“Sudah dua kali kami mendatangi lokasi, pintu selalu digembok. Padahal sudah ada surat resmi. Pihak perusahaan menolak menerima kedatangan kami. Ini jelas menghalangi tugas pengawasan DPRD,” tegas Hadi Suhendra.

Hadi Suhendra menambahkan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan menggandeng lintas instansi seperti Pemko Medan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan, hingga Kepolisian dalam kunjungan nanti.

“Ini bukan soal DPRD saja. Jika benar ada penimbunan paluh yang menyebabkan banjir, itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai ada kesan negara dalam negara. Pemerintah tak boleh kalah oleh pengembang,” lanjutnya.

Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak dan Anggota Komisi IV El Barino Shah secara tegas menyebut bahwa pihak perusahaan telah menunjukkan sikap tidak menghargai otoritas pemerintah.

“Perusahaan ini terkesan arogan. Kita sepakat, tanggal 7 Juli harus ada tindak lanjut langsung di lapangan. Pihak kepolisian kita harap dapat membantu akses agar kunjungan berjalan lancar,” ujar El Barino, yang pernyataannya diamini perwakilan Polres Belawan dalam forum rapat.

Sejumlah warga Belawan yang sebelumnya melayangkan keluhan kepada DPRD menyebutkan bahwa daerah sekitar perusahaan kerap terdampak banjir, dan mereka mencurigai hal tersebut akibat tersumbatnya aliran sungai kecil (paluh) yang diduga ditimbun perusahaan untuk memperluas lahannya.

Kunjungan lintas instansi pada awal Juli nanti diharapkan dapat memberikan kepastian dan data valid terkait kondisi di lapangan. Selain itu, dewan juga meminta agar tidak ada penghalangan terhadap upaya pengawasan yang menjadi tugas konstitusional DPRD.

“Jangan sampai perusakan lingkungan ini dibiarkan tanpa evaluasi. Bila ada pelanggaran, harus ada sanksi tegas, bahkan pidana lingkungan jika diperlukan,” pungkas Paul MA Simanjuntak. (map/ila)

Polisi Ringkus 2 Pelaku Pencurian Spesialis Ruko

DITANGKAP: Dua pelaku pencurian spesialis bongkar ruko yang ditangkap polisi. (Ist)
DITANGKAP: Dua pelaku pencurian spesialis bongkar ruko yang ditangkap polisi. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polrestabes Medan meringkus Muhammad Din (48) dan Muhammad Rifai (41) pelaku pencurian spesialis rumah toko (ruko). Kedua pelaku ditangkap setelah membongkar sebuah ruko milik Anggi Claudia, di Jalan Brigjen Zein Hamid, Medan Johor.

Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu Junaidi Karosekali mengatakan, pelaku berhasil menggasak sejumlah barang berharga, termasuk motor listrik dan perkakas, saat pemilik ruko tengah dirawat di rumah sakit.

“Berkat penyelidikan intensif dan pendalaman rekaman CCTV, tim berhasil meringkus salah satu tersangka berinisial Muhammad Rifai pada Senin (16/6) malam,” ungkapnya, Selasa (17/6).

Dia menjelaskan, kejadian bermula pada 12 Juni 2025 sekitar pukul 10.15 WIB, saat korban, Anggi Claudia mendapati rukonya berantakan dan sejumlah barang miliknya raib setelah satu minggu tidak dikunjungi karena sakit.

“Kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah, meliputi satu unit motor listrik ECGO 5, baterai litium, mesin potong kayu, sanyo air, kabel instalasi listrik, pintu kamar mandi, jendela, jerjak besi, dan pemanas air,” sebutnya.

Berbekal rekaman CCTV, terangnya, identitas pelaku berhasil diketahui. Tersangka Muhammad Rifai berhasil diamankan di Jalan Brigjen Zein Hamid Gang Keluarga, Titikuning.

Dari hasil interogasi, Muhammad Rifai mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa ia tidak beraksi sendiri, melainkan bersama rekannya berinisial Gendon (DPO).

Modus operandi mereka adalah memanjat pagar samping dan menjebol jendela. Pelaku juga mengungkapkan bahwa barang bukti lain berada di tangan pelaku Muhammaddin.

“Tim segera melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan Muhammaddin beserta satu unit motor listrik hasil curian,” katanya.

Saat proses pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya, tersangka Muhammad Rifai sempat berupaya melawan dan melarikan diri, namun berhasil dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur oleh petugas.

“Selanjutnya, kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke Mako Polsek Delitua untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polsek Delitua terus melakukan pengembangan kasus untuk menangkap pelaku lain yang masih buron,” pungkasnya. (man//han)

Fraksi PDIP DPRD Medan Kritisi Ranperda RPJMD 2025–2029

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2025–2029 kembali menjadi sorotan tajam di DPRD Kota Medan.

Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Jusuf Ginting Suka, menyampaikan kritik dan masukan tajam terutama terkait keberadaan Perusahaan Umum Daerah (PUD) yang dinilai tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam Rapat Paripurna DPRD Medan yang digelar Senin (16/6/2025), Jusuf Ginting mengungkap bahwa tiga PUD milik Pemko Medan, yakni PUD Pasar, PUD Rumah Potong Hewan (RPH), dan PUD Pembangunan belum menunjukkan kinerja yang optimal, terutama dalam mendongkrak PAD Kota Medan.

“Kami menyarankan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan PUD milik Pemko Medan. Contohnya, PUD Pasar yang hanya mampu menghasilkan PAD sekitar Rp400 juta per tahun dari 53 pasar tradisional. Ini sangat minim dan tidak sebanding dengan potensi yang ada,” tegas Jusuf.

Fraksi PDIP juga menyarankan agar unit-unit usaha di bawah PUD Pasar, seperti jaga malam, parkir, pengutipan retribusi, toilet, listrik, hingga kebersihan, dikelola secara internal tanpa melibatkan pihak ketiga. Jusuf menilai jumlah pegawai di PUD Pasar saat ini cukup untuk mengelola seluruh unit tersebut secara mandiri.

Selain menyoroti sektor PUD, Fraksi PDIP juga mengangkat persoalan perkembangan koperasi dan UMKM yang dinilai stagnan. Jusuf menilai minimnya pembinaan serta rendahnya akses terhadap permodalan dan teknologi menjadi hambatan utama dalam peningkatan daya saing pelaku UMKM di Kota Medan.”Pemko Medan perlu strategi yang konkret untuk mengatasinya,” jelas Jusuf.

Dalam pandangan umumnya, Fraksi PDIP juga menyoroti pelayanan di RSUD dr Pirngadi Medan yang masih sering dikeluhkan masyarakat, termasuk soal penerapan sistem parkir elektronik (e-parking) dengan tarif per jam. Fraksi meminta sistem tersebut dievaluasi karena mayoritas pengunjung RSUD adalah warga kurang mampu.
“E-parking di rumah sakit rujukan utama kota ini perlu ditinjau ulang. Jangan sampai menambah beban ekonomi warga yang sudah kesulitan secara medis dan finansial,” kata Jusuf.

Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Medan Drs Wong Chun Sen, didampingi Wakil Ketua Zulkarnaen, Rajudin Sagala, dan sejumlah anggota DPRD lainnya. Turut hadir pula Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.
Fraksi PKS Soroti Defisit Pangan.

Di sisi lain, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) melalui juru bicaranya, Datuk Iskandar Muda, turut menyampaikan pemandangan umum yang menyoroti masalah defisit pangan, ketimpangan belanja daerah, hingga kontribusi PUD terhadap PAD.

Datuk menyebut bahwa berdasarkan dokumen RPJMD 2025–2029, Kota Medan diperkirakan masih akan mengalami defisit beras hingga tahun 2029. Kondisi ini menunjukkan ketergantungan Kota Medan terhadap pasokan dari luar daerah dan belum mampu mencapai swasembada pangan.

“Fraksi PKS mempertanyakan langkah strategis Pemko dalam mengatasi defisit pangan ini, terutama dalam menyelaraskan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kondisi lokal di Medan,” kata Datuk.

Fraksi PKS juga menyoroti ketidakseimbangan antara belanja aparatur dan belanja program masyarakat yang langsung berdampak. Selain itu, peningkatan belanja tak terduga yang cukup signifikan dari tahun ke tahun juga dipertanyakan. “Kami ingin tahu dasar perencanaan peningkatan belanja tak terduga dalam RPJMD ini dan alokasinya untuk hal-hal apa saja,” ujarnya.

Terkait PUD, FPKS menyatakan bahwa masih ada perusahaan daerah yang mengalami kerugian dan belum mampu memberi kontribusi signifikan terhadap PAD. Hal ini dinilai harus menjadi perhatian serius dalam penyusunan strategi pembangunan lima tahun ke depan.

RPJMD 2025–2029 sendiri merupakan dokumen perencanaan strategis pembangunan daerah yang wajib disusun setiap kepala daerah terpilih.

Dokumen ini mencakup visi, misi, strategi, arah kebijakan, serta program dan kegiatan lintas OPD dengan kerangka pembiayaan indikatif untuk periode lima tahun.

Rapat ini diharapkan menjadi landasan awal yang kuat bagi DPRD dan Pemko Medan dalam menyusun RPJMD yang realistis, inklusif, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Kota Medan. (map/ila)