30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 174

Belasan Rumah di Galang Rusak Diterjang Puting Beliung

KORBAN PUTING BELIUNG: Belasan rumah warga mengalami kerusakan dikarenakan angin puting beliung di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Senin (1/9) sekitar pukul 16.30 WIB.
KORBAN PUTING BELIUNG: Belasan rumah warga mengalami kerusakan dikarenakan angin puting beliung di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Senin (1/9) sekitar pukul 16.30 WIB.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sekitar belasan rumah warga mengalami kerusakan dikarenakan angin puting beliung di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Senin (1/9) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa bencana alam angin kencang itu, membuat rumah warga mengalami kerusakan terutama pada bagia atapnya. Tidak ada korban jiwa, namun diperkirakan kerugian sekitar ratusan juta.

Rumah warga mengalami kerusakan tersebar di kelurahan dan desa. Di lingkungan 1 Keluarahan Galang Kota Rest Area pemilik kios Irwansyah, Cut, Herman. Di Desa Petumbukan pemilik rumah yang rusak Rudi Hartono, dan Desa Petangguhan pemilik rumah yang mengalami kerusakan Suminto, Ahmad Iriandi Nasution, Asdelene, Inda, Rudi dan Abdullah sementara itu di Desa Pisangpala pemilik rumah Susilawsti

Menurut Camat Galang Drs Syahdin Setia Budi Pane MSi pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan pendataan.

“Kondisi di lapangan hujan makanya masih terus dilakukan penyusuran memampau rumah rumah warga yang rusak. Namun, data sementara ada belasan rumah warga yang mengalami kerusakan,”ungkapnya.

Dijelaskan Budi panggilan akrab Syahdin Setia Budi Pane MSi, pendataan perlu dilakukan agar dilakukan upaya upaya mitigasi bencana kemudian memberikan bantuan terhadap korban.”Bantuan kemanusian berupa sembako diberikan kepada korban,” jelasnya. (btr/azw)

Yayasan MTQ Pertama Indonesia Hibahkan Cagar Budaya Asahan

HIBAHKAN: -Rumah Musyawarah/Mufakat dan Masjid MTQ 1946 di Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Pancaarga, merupakan lahirnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pertama di Indonesia mengibahkan cagar budaya ke Pemkab Asahan.
HIBAHKAN: -Rumah Musyawarah/Mufakat dan Masjid MTQ 1946 di Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Pancaarga, merupakan lahirnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pertama di Indonesia mengibahkan cagar budaya ke Pemkab Asahan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Musyawarah/Mufakat dan Masjid MTQ 1946 di Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Pancaarga, merupakan saksi sejarah lahirnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pertama di Indonesia.

Dari tempat inilah tradisi perlombaan membaca Alquran secara resmi dimulai pada tahun 1946, yang kemudian berkembang menjadi MTQ tingkat nasional hingga saat ini. Dengan nilai historis dan keagamaannya yang tinggi, rumah dan masjid bersejarah tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu objek cagar budaya Kabupaten Asahan sekaligus menjadi warisan penting bagi siar Islam dan kebudayaan bangsa.

Rumah dan masjid bersejarah tersebut dikelola oleh Yayasan MTQ Pertama Indonesia yang berdiri sejak tahun 1946, dengan Pembina saat ini, H Azwar Djun SSos. Yayasan ini merupakan kelanjutan dari gagasan dan perjuangan pendiri MTQ Pertama Indonesia, Almarhum H. Muhammad Ali Umar di Medan. Sebagai wujud tanggung jawab moral, pihak yayasan menyampaikan komitmennya untuk menghibahkan tanah dan bangunan bersejarah ini kepada Pemerintah Kabupaten Asahan agar dapat dikelola secara lebih terarah, optimal, dan berkelanjutan.

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, SSos MSi berkesempatan menerima audiensi pembina dan pengurus Yayasan MTQ Pertama Indonesia, sekaligus hadir langsung menyaksikan Rumah Musyawarah/Mufakat serta kegiatan perlombaan mengaji Alquran di lokasi bersejarah tersebut.

Kehadiran Bupati didampingi jajaran pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan yang lahir dari Kabupaten Asahan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Asahan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Yayasan MTQ Pertama Indonesia atas niat tulus menghibahkan aset bersejarah ini.

“Atas nama pemerintah daerah, kami berkomitmen menjaga, merawat, dan mengembangkan situs bersejarah ini sebagai warisan keagamaan dan kebudayaan yang membanggakan, bukan hanya bagi Asahan, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Pengelolaan yang lebih profesional akan memperkuat syiar Islam dan pendidikan Alquran di daerah kita,” tegasnya.

Ketua Yayasan MTQ Pertama Indonesia, Dr H Nahar A Abdul Ghani Lc MA bersama Sekretaris Dr Zain Noval SSTP MAP menegaskan bahwa hibah ini merupakan amanah untuk memastikan warisan sejarah Pondok Bungur tetap terjaga.

Yayasan berharap pemerintah daerah dapat mengembangkan lokasi ini menjadi pusat pembelajaran, penelitian, dan pengembangan tilawah Alquran tingkat nasional yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

Pemerintah Kabupaten Asahan menyambut baik langkah bersejarah ini dan berkomitmen menindaklanjutinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ke depan, situs MTQ Pertama Indonesia di Pondok Bungur tidak hanya akan difungsikan sebagai cagar budaya, tetapi juga sebagai pusat syiar Islam, pendidikan Alquran, wisata religi, dan penelitian sejarah keagamaan. Dengan tata kelola yang terarah, nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya yang terkandung di dalamnya akan terus diwariskan serta menjadi kebanggaan bagi masyarakat Asahan dan bangsa Indonesia.

“Upaya ini sejalan dengan visi Kabupaten Asahan yaitu Masyarakat Asahan yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan,” pungkasnya. (dat/azw)

Ketua TP PKK Langkat Ajak Kader Wujudkan Keluarga Mandiri

DAMPINGI: Ketua TP PKK Langkat Endang Kurniasih, saat mendampingi Tim Monitoring PKK Sumut melakukan penilaian dan pembinaan terhadap Desa Serapit, Kecamatan Sirapit, baru-baru ini.(Dokumen Diskominfo Langkat)
DAMPINGI: Ketua TP PKK Langkat Endang Kurniasih, saat mendampingi Tim Monitoring PKK Sumut melakukan penilaian dan pembinaan terhadap Desa Serapit, Kecamatan Sirapit, baru-baru ini.(Dokumen Diskominfo Langkat)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat Endang Kurniasih, mendampingi Tim Monitoring PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melakukan penilaian dan pembinaan terhadap Desa Serapit, Kecamatan Sirapit, baru-baru ini. Desa Serapit merupakan desa binaan dalam Program Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman (Aku Hatinya PKK).

Tim Monitoring PKK Sumut dipimpin Prima Wati, selaku Anggota Pokja 3 PKK Sumut, didampingi Ropikah Lubis. Kedatangan rombongan disambut Bupati Langkat Syah Afandin, diwakili Asisten Administrasi Umum, Musti Sitepu, bersama jajaran perangkat daerah, kader PKK, serta masyarakat setempat.

Mewakili Bupati Langkat, Musti menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim monitoring, sekaligus mengapresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan TP PKK Sumut kepada Kabupaten Langkat.

“Program Aku Hatinya PKK sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, melalui pemanfaatan halaman rumah untuk tanaman pangan, gizi keluarga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Pemkab Langkat berkomitmen mendukung penuh kegiatan TP PKK yang sejalan dengan program pembangunan daerah,” ungkap Musti.

Ketua TP PKK Langkat, Endang Kurniasih menegaskan, kehadiran tim monitoring merupakan motivasi besar bagi kader PKK di Desa Serapit, untuk terus berinovasi dan menjaga kekompakan.

“Melalui Aku Hatinya PKK, kami ingin mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan produktif. Saya berharap Desa Serapit bisa menjadi contoh bagi desa lainnya di Langkat,” harapnya.

Sementara itu, Tim Monitoring PKK Sumut menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Langkat atas keseriusan dalam menjalankan program ini.

“Terima kasih atas sambutan hangat di Langkat. Kami berharap Desa Serapit dapat menjadi nominasi dalam lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Sumut tahun ini,” tutur Prima.
Kegiatan monitoring ditutup dengan peninjauan lapangan oleh tim penilai bersama Ketua TP PKK Langkat, kader PKK, dan masyarakat setempat, untuk melihat langsung pemanfaatan halaman rumah yang dijadikan sumber pangan keluarga. (rel/saz)

BPDP, Ditjen Perkebunan dan Iskol Agridaya Internasional, Tumbuhkan Kebersamaan Pekebun Sawit Kabupaten Batubara

KEBERSAMAAN: Pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun yang diadakan BPDP, Ditjen Perkebunan dan Iskol Agridaya Internasional. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
KEBERSAMAAN: Pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun yang diadakan BPDP, Ditjen Perkebunan dan Iskol Agridaya Internasional. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menginisiasi program pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS). Program ini bertujuan dalam rangka mendorong produktivitas kelapa sawit Indonesia menjadi lebih baik.

Salah satu program pengembangan SDMPKS adalah pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun. Pelatihan ini dapat memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan diantara pekebun sawit sehingga mewujudkan kelapa sawit rakyat yang produktif serta berkelanjutan.

Dalam rangka mendukung kekompakan pekebun sawit Kabupaten Batubara, BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI (Ditjen Perkebunan) bersama dengan PT Iskol Agridaya Internasional (Iskol) mengelar pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun.

Pelatihan tersebut digelar di Hotel Aiho Medan selama empat hari dari tanggal 25-28 Agustus 2025 yang diikuti 26 pekebun sawit dari Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Pembukaan pelatihan dilaksanakan Senin (25/8) bersamaan dengan juga dengan pelatihan penguatan kelembagaan.

Pelatihan dibuka Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Ir Baginda Siagian MSi secara online.

Hadir dalam pertemuan ini Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provsu diwakili Polora Barimbing SP MM, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batubara diwakili Ananda Fadhilah Akbar SP (Kabid Perkebunan).

Dalam arahannya, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Ir Baginda Siagian MSi menegaskan pentingnya pelatihan bagi pekebun
sawit. “Peserta pelatihan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambahkan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kebersamaan pekebun,” ujarnya.

Ir Baginda Siagian MSi juga berpesan kepada para peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan dengan baik dan menjaga kesehatan selama pelatihan.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Dinas Perkebunan dan Peternakan Provsu serta Dinas Perkebunan Kabupaten Batubara juga mengimbau agar ilmu dan keterampilan yang didapatkan selama pelatihan SDMPKS dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada pekebun lainnya.

Harapannya kebersamaan pekebun sawit yang baik memberikan dampak kepada positif bagi pekebun dan kemandirian kelompok-kelompok tani untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit. (dmp)

Lapas Binjai Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Negeri

DOA BERSAMA: Lapas Binjai saat menggelar doa bersama yang diikuti warga binaan pemasyarakatan di masjid.(Istimewa)
DOA BERSAMA: Lapas Binjai saat menggelar doa bersama yang diikuti warga binaan pemasyarakatan di masjid.(Istimewa)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Binjai menggelar doa bersama untuk keselamatan dan kebaikan negeri, Senin, (1/9) lalu. Ini merupakan wujud kepedulian spritual dan ikhtiar kebangsaan dalam rangka menumbuhkan semangat cinta Tanah Air, menjaga kedamaian, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan bertajuk “Doa dan Cinta dari Seluruh Insan Pemasyarakatan untuk Indonesia” ini, dihadiri langsung Kalapas Binjai Wawan Irawan, bersama pejabat struktural dan warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang dilakukan dengan khusyuk serta kebersamaan.

Doa bersama berlangsung di dua tempat terpisah. Bagi WBP Muslim dilaksanakan di Masjid At-Taqwa. Sementara bagi yang beragama Kristen, digelar di Gereja Oikumene Lapas Binjai.

“Ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus wujud cinta Tanah Air dari seluruh insan pemasyarakatan,” ungkap Wawan, dalam keterangan yang diterima, Selasa (2/9).

Doa bersama ini diharap menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, persatuan, dan semangat menjaga Indonesia agar tetap aman, damai, serta sejahtera.

“Doa bersama ini merupakan wujud nyata, insan pemasyarakatan tidak hanya menjalankan tugas pembinaan, tapi juga berperan aktif dalam mendoakan keselamatan bangsa,” jelas Wawan lagi.

Kegiatan berjalan tertib dan lancar yang diakhiri dengan harapan, agar doa yang dipanjatkan menjadi berkah bagi bangsa. Juga hal tersebut menumbuhkan semangat positif, baik bagi petugas maupun WBP. (ted/saz)

Bapenda Kota Medan Tunjukkan Solidaritas dengan Bagikan 1.000 Nasi Bungkus untuk Driver Ojol

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menunjukkan wujud nyata solidaritas kepada para pejuang jalanan dengan membagikan 1.000 nasi bungkus kepada driver Ojek Online (Ojol). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para driver yang setiap hari membantu masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian kota Medan, Selasa (2/9).

Dari total 1.000 nasi bungkus, 300 paket dibagikan langsung di depan Kantor Bapenda Kota Medan, Jl. Jend. AH. Nasution, sementara sisanya masing-masing 100 paket disalurkan melalui 7 UPT Bapenda yang tersebar di berbagai wilayah Kota Medan.

Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, didampingi Sekretaris Badan serta para Kepala Bidang, turun langsung menyerahkan paket nasi bungkus kepada para driver ojol yang melintas di depan Kantor Bapenda.

“Terima kasih kepada seluruh driver ojol yang selalu hadir untuk masyarakat. Kalian adalah bagian penting dari semangat dan denyut nadi Kota Medan tercinta. Karena Medan besar bukan hanya dari pemerintah, tapi dari kita semua yang saling peduli,” ujar M. Agha Novrian.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Medan ingin menegaskan bahwa keberadaan driver ojol memiliki peran vital dalam keseharian warga. Solidaritas dan kebersamaan diyakini menjadi kunci utama dalam membangun Kota Medan yang lebih maju dan penuh semangat gotong royong.(rel)

Generasi Emas Indonesia: Nayyira Siswa SDIT Al Fityan School Medan Raih Kesempatan Jadi Junior Delegate AYIMUN 2025 di Malaysia

Nayyira, siswi kelas 6 SDIT Al Fityan School Medan yang terpilih menjadi Junior Delegate dari Indonesia dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2025 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.
Nayyira, siswi kelas 6 SDIT Al Fityan School Medan yang terpilih menjadi Junior Delegate dari Indonesia dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2025 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Di usia yang baru menginjak 11 tahun, Nayyira, siswi kelas 6 SDIT Al Fityan School Medan, mencatatkan prestasi luar biasa. Ia terpilih menjadi Junior Delegate dari Indonesia dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2025 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Sebuah pencapaian membanggakan, tidak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk sekolah, keluarga, dan Indonesia,” kata Direktur Yayasan Al-Fityan Medan Ustadz Tanwil Bahri Lubis Lc dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Selasa (2/9/2025) malam.

Menurut Ustadz Tanwil, Asia Youth International Model United Nation 2025 ini merupakan forum internasional yang mensimulasikan sidang PBB dengan melibatkan ribuan peserta dari 65 negara di seluruh dunia. Dalam forum bergengsi ini, para delegasi muda berlatih menjadi diplomat, menyampaikan ide, berdiskusi, sekaligus menyalurkan gagasan tentang isu-isu global. “Terpilihnya Nayyira menjadi bukti nyata, generasi emas Indonesia siap berkontribusi sejak dini untuk masa depan dunia,” ujarnya.

Meski masih berusia belia, sebut Ustadz Tanwil, Nayyira terpilih menjadi council negara Mesir. Ia menunjukkan keberanian yang luar biasa. Ia membawakan topik penting yang diangkat oleh WHO, yaitu “Ensuring the Safety & Protection of Healthcare Workers in Conflict Area”.

Menurut Ustadz Tanwil, tema ini bukan hanya relevan, tetapi juga sangat krusial, karena menyangkut keselamatan dan perlindungan tenaga kesehatan yang berada di garis depan dalam situasi berbahaya. “Melalui forum ini, Nayyira berkesempatan menyuarakan pandangannya, belajar bernegosiasi, melatih kepemimpinan, serta mengasah kepercayaan diri di hadapan delegasi dari berbagai belahan dunia,” jelasnya.

Dikatakannya, pengalaman mengikuti acara ini bukan hanya sekadar prestasi akademik, tetapi juga menjadi bekal berharga untuk masa depan Nayyira. Selama 4 hari mengikuti kegiatan di Kuala Lumpur, mulai 29 Agustus hingga 1 September 2025, Nayyira bergabung dengan ribuan peserta internasional, berdiskusi, berkolaborasi, sekaligus menjalin persahabatan lintas negara. “Inilah salah satu nilai penting dari forum ini, membuka wawasan global, menghubungkan budaya, serta menanamkan nilai kepemimpinan sejak usia dini,” bebernya.

Dia juga menyebutkan, prestasi ini tidak lepas dari dukungan penuh dari SDIT Al Fityan School Medan yang selalu memberikan ruang bagi siswanya untuk berkembang, berani tampil, dan berkontribusi di tingkat internasional. “Begitu pula dengan peran kedua orang tua, yang dengan penuh cinta mendampingi dan mendukung setiap langkah putri tercinta. Sinergi antara sekolah dan keluarga inilah yang menguatkan langkah Nayyira hingga mampu menginspirasi banyak anak muda seusianya,” ungkapnya.

Ustadz Tanwil juga meyakini, kehadiran Nayyira sebagai delegasi muda Indonesia adalah wujud nyata bahwa anak-anak bangsa memiliki potensi besar bila diberi kesempatan. “Ia menjadi contoh bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkontribusi, bermimpi besar, dan mewakili nama baik Indonesia di kancah dunia,” ucapnya.

Ustadz Tanwil pun berharap, pengalaman berharga ini menjadi awal perjalanan panjang Nayyira dalam mewujudkan cita-citanya, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia lainnya. “Dengan semangat, keberanian, dan dukungan penuh dari semua pihak, kita percaya bahwa Generasi Emas Indonesia siap menjadi pemimpin masa depan dunia,” pungkasnya. (rel/adz)

Aswindy Dorong FAJI Medan Tingkatkan Pembinaan Atlet

Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal bersama Pengkot FAJI Medan. (dok Pribadi)
Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal bersama Pengkot FAJI Medan. (dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE mendorong FAJI untuk terus meningkatkan pembinaan atlet. Kemudian menggali potensi yang ada.

Dorongan itu diungkapkan Aswindy saat menerima kedatangan Pengurus Kota (Pengkot) FAJI Medan di Sektetariat KONI Medan, Jalan Kemiri II, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Selasa (2/9/2025).

“Saya mengucapkan terimakasih kepada FAJI Medan yang berkenan hadir di Sekretariat KONI Medan ini. KONI Medan akan terus mendukung program FAJI Medan, khususnya untuk pelaksanaan pelantikan dan Piala Wali Kota Medan,” ujar Aswindy.

“KONI Medan juga berharap agar FAJI terus meningkatkan pembinaan atlet, sehingga bisa melahirkan prestasi membanggakan,” pesan Aswindy.

Sebelumnya, Ketua Pengkot FAJI Medan M Fadli mengatakan, kedatangan mereka untuk bersilaturahmi dan juga koordinasi sejumlah program. Progam terdekat FAJI Medan adalah pelantilan pengurus pada 20 September 2025 di Taman Cadika Medan. Kegiatan itu dirangkau dengan Kejuaraan Piala Wali kota Medan.

“Untuk kita mohon dukungan dari Ketua Umum KONI Medan agar penyelenggaraannya nanti dapat berjalan lebih baik, lancar sukses. Kejuaraan Piala Wali Kota akan melibatkan klub Kota Medan dan luar kota Medan,” jelas Fadli. (dek)