Home Blog Page 1817

Rakor Kepala SMA se-Sumut Satukan Persepsi Bangun Kualitas

RAKOR SMA: Guru Besar Unimed Syawal Gultom menyampaikan pemaparan pada rapat kordinasi SMA se-Sumut di Tapanuli Tengah, Minggu (19/2).

Agak Bosan juga Kita, Kek Gini-gini Aja Sumatera Utara

DINAS Pendidikan Sumut melaksanakan rapat kordinasi pendidikan SMA negeri dan swasta se-Sumut pada 17-20 Februari di SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah.

Tema besar rapat kordinasi yang dihadiri antara lain Gubsu Edy Rahmayadi dan Kepala Dinas Pendidikan Sumut tersebut adalah peningkatan kompetensi kepala sekolah dalam manajerial program peserta didik.

Perhelatan akbar untuk satukan persepsi membangun kualitas pendidikan di Sumut ini juga dihadiri sekretaris, kepala bidang, Kacabdis, tenaga ahli, pengawas serta kepala sekolah negeri dan swasta dilingkungan Dinas Pendidikan Sumut dan pihak terkait lainnya.

Salah satu diantara nara sumber yang mendapat perhatian adalah Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Syawal Gultom. Saat memaparkan materinya, ia mengapresiasi pelaksanaan rapat kordinasi karena niat baik gubernur beserta jajaran terkait yang ingin menata dan memperbaiki sekolah-sekolah di Sumut agar lebih baik.

Begitupun, Syawal Gultom kepada Asren Nasution saat ‘diskusi kecil’ sebelum tampil sebagai pemakalah juga sempat mengkritisi kondisi Sumut saat ini. ”Agak bosan juga kita, kek gini-gini aja Sumatera Utara,” katanya sembari mengajak peserta untuk terus melakukan perubahan yang lebih baik.

Tanpa bermaksud menggurui para kepala sekolah dan peserta rapat kordinasi yang telah berpengalaman di sekolah, mantan rektor Unimed mengingatkan perlunya kordinasi untuk menyamakan persepsi dalam membangun pendidikan di Sumut.

Tokoh pendidikan nasional yang juga ketua senat Unimed ini juga menggariskan bahwa sekolah adalah kepala sekolah itu sendiri. ”Kalau kepala sekolah bagus, baguslah sekolah itu. Kalau kepala sekolah buruk, buruklah sekolah tersebut,” katanya.

Guru Besar Unimed ini meminta agar dilakukan perubahan-perubahan yang semakin baik dengan mencontohkan satu hal. ”Kepala sekolah itu datangnya lebih awal dari guru. Kalau ada guru yang datang jam 7, kepala sekolah datang jam 06.45. Kemudian duduk di ruang kelas lalu diskripsi pembelajaran dan lakukan juga monitoring dan evaluasi (monev),” ujarnya.

Mantan kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu (BPSDM-PMP) Kemendikbud juga meminta saat mengajar jangan sebatas sebagai sebuah rutinitas sehingga bisa mengajak anak untuk berpikir, bertindak, bertanggung jawab, merasakan dan peduli.

”Sekolah adalah pusat peradaban yang dibangun lewat berpikir, bertindak dan bertanggung jawab,” tegas Syawal Gultom.

Secara khusus kepada Sumut Pos, Minggu (19/2) sore, Guru Besar Unimed ini mengariskan satu hal. Ada hal yang paling penting dilakukan diawal oleh kepala sekolah. ”Yaitu pemetaan awal tentang profesionalitas guru sehingga tindakan perbaikannya benar-benar sesuai kebutuhan guru dan perubahan mindset,” tegas Syawal Gultom. (dmp)

Samsung Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi, Gadget Perdana yang Pas untuk si Kecil

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Kehadiran gadget tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan keluarga modern. Karena itulah banyak orang tua mulai mengizinkan penggunaan gadget untuk memperkenalkan dunia digital bagi anaknya. Tentunya, memberikan gadget perdana bagi anak perlu mempertimbangkan sejumlah hal, di antaranya adalah memastikan bahwa perangkat itu aman dan nyaman untuk digunakan oleh anak dan mampu mendukung aktivitas belajar dan bermain mereka.

Salah satu perangkat yang dapat menjadi pilihan gadget perdana untuk anak adalah Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi yang baru-baru ini diperkenalkan oleh Samsung. “Samsung merancang Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi sebagai perangkat yang aman dan nyaman digunakan, termasuk oleh anak-anak. Desainnya ringan dan ringkas dengan bobot hanya 366gram dan ketebalan 8 mm saja. Body-nya kuat karena sudah menggunakan bahan metal. Layar 8,7 inci di tablet ini cukup luas untuk membantu anak belajar dan bermain serta bisa digunakan lebih lama karena baterai besar 5100mAh,” kata Annisa Maulina, Product Marketing Manager Mobile Experience, Samsung Electronics Indonesia.

Tak kalah penting, lanjut Annisa, hadirnya fitur khusus anak Samsung Kids yang juga memungkinkan orang tua melakukan pengawasan penggunaan gadget berkat fitur parental control di dalamnya. “Serta kapasitas storage sampai 1TB dengan kartu memori eksternal, untuk menyimpan lebih banyak file yang anak butuhkan,” ujarnya.

Simak bagaimana Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi mampu menjadi pilihan tablet perdana bagi si kecil:

Ringan dan Kuat untuk Digunakan oleh Anak
Tablet perdana untuk anak-anak sebaiknya memiliki desain yang ringan, mudah dioperasikan, dan dimensinya pas untuk dimasukkan ke dalam tas anak. Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi memiliki layar 8,7 inci, bobot hanya 366gram, dan ketebalan 8mm. Cukup ringan dan ringkas untuk dibawa-bawa dan digunakan oleh anak.

Body Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi terbuat dari material yang kuat, menyesuaikan dengan kegiatan anak-anak yang aktif. Orang tua tak perlu khawatir saat tablet ini digunakan oleh anak untuk menunjang berbagai aktivitasnya, baik saat mengikuti kelas online di dalam ruangan maupun melakukan observasi terhadap tumbuhan dan hewan untuk tugas IPA di halaman belakang rumah.

Mampu Mendukung Kegiatan Anak Belajar dan Bermain
Gadget perdana untuk anak sebaiknya bisa mendukung aktivitasnya yang penting, yaitu belajar, dan juga bermain. Dengan layar 8,7 inci dan resolusi 1340 x 800 (WXGA+), Samsung Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi memiliki layar yang cukup luas dan jernih untuk membaca e-book, mengerjakan tugas-tugas sekolah di Google Classroom, atau mengikuti les online.

Layar seluas itu juga pas untuk menonton channel favorit anak di YouTube atau bermain game-game interaktif yang ada di Samsung Kids. Tak perlu risau saat anak menggunakan gadget ini, sebab Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi sudah dilengkapi dengan fitur eye comfort shield yang melindungi mata dari paparan sinar biru.

Bisa Dikontrol oleh Orang Tua
Gadget anak juga sebaiknya dapat diawasi penggunaannya oleh orang tua, supaya anak tidak menghabiskan waktu terlalu banyak dengan gadget dan memiliki waktu istirahat yang cukup, serta aman dari berbagai bahaya siber.

Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi sudah dilengkapi dengan fitur parental control untuk mengamankan anak dalam penggunaan perangkat digital dan tidak terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia. Melalui fitur ini, orang tua juga bisa mengatur screen time dan mengatur aplikasi apa saja yang bisa diakses oleh anak, juga memantau situs atau aplikasi apa saja yang dibuka oleh anak Anda.

Dapat Mengeksplorasi Pengetahuan dan Kreativitas Anak
Gadget perdana sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk mengeksplorasi pengetahuan dan kreativitas yang bermanfaat bagi anak.
Samsung Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi memudahkan anak-anak melakukan browsing untuk menambah pengetahuan maupun membantu mengerjakan tugas dengan lancar. Melalui Youtube, anak bisa menonton video tutorial eksperimen sains membuat pelangi di dalam botol misalnya, atau tutorial memasak untuk menyalurkan hobi mereka. Kualitas audionya diperkuat Dolby Atmos dan dual speaker.
Galaxy Tab A7 Lite juga sudah dilengkapi dengan Samsung Kids, di mana anak bisa menikmati beragam konten interaktif yang bisa diunduh sesuai minat, untuk menunjang kebutuhan belajar dan bermain anak.

Mendukung Penggunaan yang Lebih Lama
Dengan penggunaan yang lebih multifungsi dan mobile, kapasitas baterai yang besar dan penyimpanan yang memadai akan mendukung berbagai aktivitas anak.

Samsung Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi sudah didukung baterai berkapasitas 5100mAh untuk penggunaan yang lebih lama dan bisa di-charge dengan cepat berkat fitur 15W Adaptive Fast Charging (charger untuk fast charging dijual terpisah).

Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi memiliki kapasitas storage internal sebesar 32GB dan bisa di-expand sampai 1TB dengan kartu memori MicroSD. Dengan ruang penyimpanan sebesar ini, anak bisa menyimpan banyak file tugas sekolah mereka, berbagai koleksi video tutorial project-project sains, maupun koleksi foto dan video dari acara liburan keluarga.

Gadget yang Bisa Mempererat Interaksi Antara Orang Tua dan Anak
Ada yang mengatakan gadget itu bisa menjauhkan yang dekat. Tapi Samsung Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi dapat dimanfaatkan untuk mengeratkan hubungan antara orang tua dan anak dan membangun interaksi yang akrab. Contohnya, tablet ini bisa dipakai bersama oleh orang tua dan anak untuk nonton serial streaming favorit keluarga. Diskusikan cerita yang baru saja ditonton, alur cerita, serta tokoh-tokohnya, supaya tayangan itu memberikan makna sekaligus membangun interaksi.

Samsung Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi hadir dengan harga Rp1.999.000 dan warna Gray yang elegan. Dengan fitur-fitur yang makin #ManTab, bisa diandalkan untuk anak, serta harga yang lebih terjangkau, tablet ini cocok menjadi pilihan gadget perdana putra putri Anda. (rel)

Kegiatan CFD Jadi Ajang Silaturahmi Bagi para Komunitas

Komunitas sepeda ontel saat mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di seputar Lapangan Merdeka Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar Pemko Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan semakin diminati oleh masyarakat kota Medan. Kegiatan yang di pusatkan di seputaran lapangan Merdeka Medan ini tidak hanya di manfaatkan masyarakat untuk berolahraga saja, namun juga dimanfaatkan oleh sebagian komunitas untuk berkumpul menjalin silaturahmi.

Seperti CFD yang digelar pada minggu (19/2/2023), komunitas sepeda ontel ikut ambil bagian berkumpul meramaikan kegiatan CFD tersebut.

Supardi salah seorang anggota sepeda ontel mengungkapkan apresiasi dam dukunganya terhadap program CFD yang digagas oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution. Menurutnya kegiatan CFD ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga dan berkumpul bersama keluarga maupun teman. “Senang la kita ada CFD ini, karenakan seminggu sekali kita bisa berolahraga dan berkumpul bersama disini,” kata Supardi.

Supardi yang rutin mengikuti CFD bersama komunitas sepeda ontelnya mengaku melalui kegiatan ini dapat meningkatkan tali persaudaraan.

“Jadi kami rutin ke CFD ini untuk berkumpul bersama meningkatkan silaturahmi dan persaudaraan dengan sesama anggota,” ujar Supardi.

Supardi mengucapkan terimakasih kepada Pemko Medan khususnya Wali Kota Medan Bobby Nasution yang telah menyelenggarakan kegiatan CFD ini.

“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak Wali Kota yang sudah menggelar kegiatan CFD, semoga kegiatan ini dapat terus di tingkatkan khususnya kegiatan sepedanya agar masyarakat kota Medan semakin sehat,” harapnya.

Dalam kegiatan CFD ini, masyarakat juga dapat membawa pulang berbagai hadiah menarik melalui undian lucky draw. (rel)

Maksimalkan Capaian Imunisasi Polio, Puskesmas Glugur Kota Buka Layanan di Deli Park Mall

IMUNISASI: Petugas Puskesmas Glugur Kota memberikan imunisasi polio pada seorang balita di Deli Park Mall.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan Medan melalui Puskesmas Glugur Kota membuka layanan imuninasi polio di pusat perbelanjaan Deli Park Mall, Minggu (19/2/2023).  Aksi jemput bola yang dilakukan pukul 11.00 sampai 15.00 WIB ini bertujuan untuk memaksimalkan capaian imunisasi polio di Kota Medan.

Aksi jemput bola imunisasi polio ini menarik perhatian pengunjung. Tidak sedikit warga memanfaatkan layanan yang dibuka di lantai dasar pusat perbelanjaan itu. Ada yang langsung meminta layanan imunisasi bagi anaknya, ada pula yang didahului dengan berkonsultasi. Semua dilayani petugas dengan penuh keramahan.

Ungkapan terima kasih pun disampaikan warga kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution. Menurut mereka, layanan ini membantu warga yang tidak sempat ke Posyandu untuk mengimunisasi anak mereka.

Adalah pasangan suami-istri muda, Zulastumi dan Shara, warga Medan Johor memanfaatkan layanan imunisasi ini. Mereka merupakan yang pertama mengimunisasi kedua anaknya Azuni Zulastumi (4 tahun) dan Hilja Zulastumi (3 bulan), di posko yang dibuka Puskesmas Glugur Kota tersebut.

Zulastumi dan Shara mengaku sangat terbantu dengan program ini. Layanan imunisasi di pusat perbelajaan ini membuat mereka yang tidak sempat ke Posyandu jadi bisa mengimunisasi kedua buah hatinya. “Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution. Ini sangat membantu kami yang tak sempat ke posyandu. Jadi sambil ngemal, kami bisa juga mengimunisasi anak kami. Terima kasih, Pak Bobby,” ujar Shara.

Kepala Puskesmas Glugur Kota, drg. Toji Hamonangan Nasution, di sela-sela kegiatan itu menyebutkan, pos imunisasi polio ini mempunyai sasaran anak usia 0 – 59 bulan. “Kegiatan ini berlangsung tiga hari. Mulai Minggu 19 Februasi sampai Selasa 21 Februari. Kita buka pos ini mulai pukul 11.00 sampai 15.00 WIB,” tuturnya.

Selain itu, selama sepekan mulai Senin (19/2), pihaknya juga akan melaksanakan penyisiran di wilayah Kelurahan Kesawan dan Silalas. Diharapkan dengan adanya penyisiran ini seluruh sasaran di wilayah kerja Puskesmas Glugur Kota dapat tercapai dengan maksimal. “Nanti setelah penyisiran akan kita lihat hasilnya. Kalau memang masih belum dapat target yang maksimal, mungkin akan dilakukan gelombang kedua PIN Polio,” kata dia.

Dia menerangkan, sejak pencanangan Sub PIN Polio 13 Februari lalu oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution, sampai 18 Februari capaian imunisasi polio Puskesmas Glugur Kota sebesar 37,36 persen.

“Sasaran Puskesmas Glugur Kota yang mempunyai wilayah kerja Kelurahan Silalas dan Kesawan ini sebanyak 870 anak. Jumlah sasaran yang telah tercapai sebanyak 325 anak, terdiri dari 161 anak lelaki dan 164 anak perempuan,” sebutnya seraya berharap capaian imunisasi polio di wilayah kerjanya maksimal. (rel)

Plaza Bahan Bangunan DJ Build Mart Hadir di Kota Tebingtnggi

Grand Opening: Direktur DJ Build Mart Plaza Bahan Bagunan, Jimy Wijaya bersama pihak Vendor melakukan grand opening DJ Build Mart yang ada di Kota Tebingtinggi.Sopian/Sumut Pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dengan dilaksanakannya Grand Opening Plaza Bahan Bagunan DJ Build Mart dan satu satunya di Kota Tebingtinggi, Minggu (19/2), maka masyarakat sekitar Kota Tebingtinggi dan wilayah hiterland seperti Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Simalungun tidak harus jauh jauh ke Kota Medan untuk membeli kebutuhan bahan bangunan.

Plaza Bahan Bagunan DJ Build Mart terletak di jalan lintas Kota Tebingtinggi menuju Pematang Siantar dan Kisaran tepatnya Jalan KL Yos Sudarso Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi. Warga bisa memborong bahan bahan bangunan karena berlaku diskon 3 persen hingga akhir Februari 2022.

Direktur DJ Build Mart, Jimy Wijaya mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan pihak Vendor membuka plaza bahan bangunan di Kota Tebingtinggi karena geografisnya sangat strategis dan tidak jauh dari pintu keluar Jalan Tol Medan Tebingtinggi, untuk konsep yang ditawarkan adalah pembeli sebagai raja, DJ Build Mart adalah pelayan yang membahagiakan para konsumennya.

DJ Build Mart Plaza Bahan Bagunan satu satunya hadir di Kota Tebingtinggi setelah Kota Medan, kita akan membangun konsep melayani pembeli dengan kepuasan, harga bervariatif baik mulai dari barang yang murah hingga bermerek. Tetap ada diskon bagi yang menjadi member,” jelas Jimy.

Dikatakan Jimy kembali, pihaknya berharap dengan adanya plaza bahan bangunan di Kota Tebingtinggi ini, masyarakat diharapkan berbelanja disini, karena harga yang ditawarkan sama seperti yang ada di Kota Medan dari harga premium sampai yang bermerek ataupun mahal.

“Dengan adanya plaza bahan bangunan ini, masyarakat Kota Tebingtinggi, Indrapura, Kisaran, Pematang Siantar dan Sei Rampah tidak harus ke Medan, selain kemacetan dan ongkos bertambah, jika berbelanja disini sudah pasti harga sama dengan Medan dan tidak menambah biaya ongkos,” harap Jimy.

Sedangkan mewakili pihak Pemkot Tebingtinggi, Kepala Satpol PP Kota Tebingtinggi, Drs Yustin Bernat Hutapea mengatakan bahwa dengan adanya DJ Build Mart Plaza Bahan Bagunan di Kota Tebingtinggi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Tebingtinggi untuk berbelanja bahan bangunan tidak harus jauh jauh ke keluar Kota Tebingtinggi.

“Karena plaza bahan bangunan sudah hadir di Kota Tebingtinggi, maka masyarakat bisa berbelanja di DJ Build Mart, karena harga juga tidak berbeda dengan plaza bahan bangunan yang ada di Kota Medan,” paparnya.

Yustin juga berharap kepada pihak DJ Build Mart untuk menawarkan harga produk produk bahan bangunan jangan terlalu mahal, harga barang harus bervariatif dari yang murah hingga mahal, karena masyarakat Kota Tebingtinggi tidak semuanya bisa membeli produk bahan bagunan dengan harga mahal. (ian)

Robi Barus Minta Kelurahan Sei Putih Barat Angkut Sampah Tepat Waktu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Sei Putih Barat (SPB), Kecamatan Medan Petisah, diimbau untuk terdaftar sebagai Wajib Retribusi Sampah (WRS) dan membayar retribusi sampah setiap bulannya. Dengan begitu, masalah penanganan sampah di Kelurahan Sei Putih Barat diharapkan dapat dilakukan secara maksimal.

Imbauan itu disampaikan Lurah Sei Putih Barat, Linda Sariati Siagian saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDIP, Robi Barus SE M.AP di Jalan Sampul, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (18/2/2023) sore.

“Saat ini kami di kelurahan mengimbau semua warga Sei Putih Barat agar terdaftar sebagai WRS. Imbauan saya, dalam pelayanan di kantor lurah, warga yang berurusan ke kantor lurah wajib melampirkan catatan apakah sudah terdaftar di WRS. Bukan mau menyulitkan, tapi untuk kebaikan kita bersama. Kita mau masyarakat di Kelurahan Sei Putih Barat ini tertib terkait sampah,” ucap Linda.

Dikatakan Linda dalam giat yang turut dihadiri Kasi Kessos Kecamatan Medan Petisah Zainal Abidin itu, Jalan Sampul merupakan salah satu titik yang paling dibidik olehnya begitu menjabat sebagai Lurah Sei Putih Barat. Pasalnya saat itu, ia masih menemukan adanya tumpukan sampah setinggi manusia di salah satu lahan kosong di Jalan Sampul tersebut.

“Saat ini tanah kosong itu sudah steril, bersih dari sampah. Untuk itu lah kami wajibkan masyarakat berlangganan WRS. Sebab dengan ikut berlangganan WRS, maka bapak/ibu sudah mendukung pemerintah dalam mengelola masalah persampahan,” ujarnya.

Linda juga mengatakan, Kelurahan Sei Putih Barat juga akan segera melakukan pelatihan dan sosialisasi pengelolaan persampahan di Tri Wulan I dan Tri Wulan II tahun ini melalui Dana Kelurahan. Nantinya melalui pelatihan tersebut, sampah akan diolah agar dapat bernilai ekonomis.

“Mohon doanya juga bapak/ibu, sebab tahun ini Kelurahan Sei Putih Barat dan Sei Putih Tengah akan diajukan sebagai Kelurahan terbaik tahun 2023. Untuk itu saya mohon kerjasama masyarakat,” katanya.

Saat itu, Linda juga bermohon kepada Robi Barus sebagai Anggota DPRD Kota Medan agar dapat membantu dianggarkannya penambahan armada pengangkut sampah seperti mobil atau truk hingga becak pengangkut sampah.

“Kami juga bermohon keoada warga agar kangan lagi membuang sampah ke sungai Sei Putih. Ini sudah menjadi perhatian oleh kami, bahkan oleh Pak Wali Kota. Bahkan rencananya, Pak Wali akan meninjau seputaran Sungai Sei Putih dalam waktu dekat,” tuturnya.

Sementara itu, Robi Barus mengaku sangat mendukung langkah tegas Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang menjadikan masalah penanganan sampah menjadi salah satu program prioritas Pemko Medan. Oleh sebab itu, Robi Barus juga mendukung Kelurahan Sei Putih Barat yang mengimbau warga agar wajib berlangganan WRS dan membayar iuran WRS sampah tersebut setiap bulannya.

Namun begitu, Robi Barus menekankan kepada pihak Kelurahan agar jangan hanya menuntut warga untuk menunaikan kewajibannya dalam berlangganan dan membayar iuran WRS nya. Akan tetapi, pihak Kelurahan juga harus dapat menunaikan kewajibannya untuk mengangkut sampah dari rumah warga secara tepat waktu.

“Saya dukung supaya semua warga wajib terdaftar sebagai WRS. Tapi jangan hanya tahu menuntut warga bayar uang sampah, kelurahan juga harus menunaikan kewajibannya untuk mengangkut sampah tepat waktu. Kalau janjinya minimal angkut sampai dua sampai tiga kali dalam seminggu, ya tepati itu. Jangan nanti malah seminggu sekali atau bahkan dua minggu sekali baru diangkut sampahnya. Itu gak benar,” tegas Robi.

Ketua Komisi I DPRD Medan itu mengaku, dirinya siap membantu pihak Kecamatan dan Kelurahan dalam menganggarkan penambahan armada pengangkut sampah di tahun ini. Akan tetapi, pihak kecamatan dan kelurahan juga tetap harus meningkatkan kinerjanya dalam penanganan masalah sampah sekalipun armada masih terbatas.

“Kalau kita wajibkan warga kita untuk bayar uang sampah, ya kelurahan juga wajib angkut sampah tepat waktu. Masyarakat mana mau tahu armadanya kurang atau tenaga pengangkut sampahnya kurang. Namanya warga bayar yang sampah, ya sampahnya harus diangkut. Masalah armada sampah, kita akan dorong agar armada maupun tenaga dapat ditambah,” ungkap Ketua Fraksi PDIP itu.

Terakhir, Robi juga turut mengimbau warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Mengingat, sampah merupakan salah satu sumber penyakit dan kerap menjadi faktor utama penyebab datangnya bencana banjir.

“Kebersihan ini adalah tanggungjawab kita bersama, mari kita bayar WRS, untuk kebaikan kita bersama. Mari kita jaga kebersihan, mulai lah dari rumah kita, mulai lah dari membersihkan parit-parit di depan rumah kita masing-masing,” pungkasnya.
(map)

Program UHC Diharapkan Hanya Digunakan Bagi Warga Tidak Mampu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menerapkan program Universal Healt Coverage (UHC) sejak 1 Desember 2022 lalu. Sejak saat itu, seluruh warga ber-KTP Kota Medan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di setiap puskesmas dan RS di Kota Medan yang menjadi provider BPJS Kesehatan dengan hanya menunjukkan KTP ataupun KK.

Meskipun program UHC tersebut berlaku bagi semua masyarakat Kota Medan tanpa terkecuali, namun diharapkan tidak semua masyarakat menggunakannya. Melainkan, UHC diharapkan hanya dimanfaatkan oleh warga Kota Medan dengan status ekonomi kurang mampu.

Hal ini dikatakan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, M Afri Rizki Lubis SM M.IP saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Cempaka Gg Rambutan, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (19/2/2023) sore.

“UHC ini adalah bentuk keberadaan dan kepedulian Pemko Medan ditengah-tengah masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan dengan tingkat ekonomi yang kurang mampu,” ucap Rizki Lubis dalam kegiatan yang turut dihadiri Lurah Sari Rejo, Edi Gurnawan, Perwakilan BPJS Kesehatan, Guruh Baladewa Nasution, dan perwakilan Puskesmas Polonia, Risma.

Dijelaskan Sekretaris Komisi IV DPRD Medan itu, sejatinya salah satu tujuan dibentuknya program UHC oleh Pemko Medan adalah sebagai jawaban atas keluhan masyarakat yang belum atau tidak memiliki jaminan kesehatan karena ketiadaan biaya. Disamping itu, Pemko Medan juga ingin mewujudkan kewajiban pemerintah dalam memberikan jaminan sosial kepada setiap warganya.

“Awalnya pemerintah melihat masih ada masyarakat yang tidak punya BPJS Kesehatan. Dan yang lebih banyak lagi, kasus dimana banyak masyarakat yang sebenarnya punya BPJS Kesehatan, namun belakangan tak mampu lagi membayar iurannya karena ketiadaan biaya. Akhirnya terjadi tunggakan, dan BPJS Kesehatannya tidak bisa digunakan lagi. Nah, program UHC adalah jawaban dari kondisi-kondisi itu,” ujarnya.

Dengan adanya UHC, sambung Rizki, warga yang tidak punya BPJS Kesehatan ataupun yang memiliki BPJS Kesehatan namun menunggak iurannya, tetap bisa mendapatkan fasilitas BPJS kesehatan kelas 3 di puskesmas ataupun RS di Kota Medan yang menjadi provider BPJS Kesehatan dengan hanya menunjukkan KTP ataupun KK Kota Medan.

Sementara untuk masyarakat yang berstatus sebagai pegawai negeri, TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD hingga pegawai swasta, iuran BPJS Kesehatannya tentu sudah dibayarkan oleh perusahaan, sehingga mereka tidak perlu mempergunakan program UHC tersebut.

“Begitu juga kalau kita punya BPJS Kesehatan yang mandiri dan kita mampu membayar iurannya setiap bulan ataupun tunggakannya jika menunggak, maka kita tidak perlu ikut program UHC. Dengan begitu, kita sudah membantu meringankan beban pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan kepada warganya. Apalagi, masih banyak masyarakat yang jauh lebih membutuhkan program UHC ini, yaitu mereka yang kurang mampu” ungkapnya.

Pada kegiatan yang dihadiri ratusan warga Medan Polonia itu, Perwakilan BPJS Kesehatan Kota Medan, Guruh Baladewa Nasution, menjelaskan terkait penggunaan program UHC.

Guruh mengatakan, dengan adanya program UHC masyarakat Kota Medan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di setiap puskesmas dan RS di Kota Medan yang menjadi provider BPJS Kesehatan dengan hanya menunjukkan KTP ataupun KK. Akan tetapi, ada beberapa prosedur yang harus diikuti.

“Bila ingin berobat jalan, masyarakat harus terlebih dahulu ke puskesmas terdekat. Tunjukkan KTP, maka pasti akan dilayani. Bila dokter puskesmas merasa perlu dirujuk ke RS, maka pasti akan diberi surat rujukannya. Bila tidak, maka pelayanan cukup sampai di puskesmas,” kata Guruh.

Artinya, lanjut Guruh, masyarakat tidak bisa ujug-ujug pergi ke RS untuk berobat jalan tanpa mendapatkan surat rujukan dari puskesmas. Sebab pelayanan berobat jalan harus dilakukan secara berjenjang atau harus dimulai dari faskes terbawah, yakni puskesmas.

“Namun untuk kondisi urgent (darurat), masyarakat bisa langsung ke RS, yaitu ke UGD/IGD tanpa surat rujukan sekalipun dari puskesmas. Namun sekali lagi, harus RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” tutupnya.

Pantauan Sumut Pos, pada kegiatan itu sejumlah masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhannya terkait masalah pelayanan kesehatan. Atas berbagai keluhan itu, perwakilan BPJS Kesehatan dan Puskesmas Polonia yang hadir pada kegiatan tersebut tampak menjawab berbagai keluhan yang disampaikan.
(map)

Pemesan Tiket Angkutan Lebaran 2023 Dimulai 26 Februari, KAI Sumut Siapkan 16.936 Tiket Per hari

Suasana pembelian tiket di Stasiun Besar Kereta Api Medan. bagus Syahputra/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk angkutan arus mudik Lebaran 2023 ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara, sudah mulai membuka pemesanan tiket KA, dimulai sejak tanggal 26 Februari 2023, mendatang.

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Solikhin mengungkapkan khusus penjualan tiket angkutan lebaran kali ini. KAI menerapkan kebijakan dengan aturan menjual tiket mulai H-45 sebelum keberangkatan.

“Sehingga per 26 Februari 2023 mendatang, pelanggan sudah dapat membeli tiket untuk keberangkatan 12 April 2023. Dimana pada kondisi normal selain di luar masa Angkutan Lebaran. KAI menerapkan kebijakan untuk penjualan tiket KA Jarak Jauh mulai H-30 sebelum keberangkatan,” ucap Anwar, Minggu (19/2).

Anwar menjelaskan pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, web kai.id, serta seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya. Informasi lebih lanjut terkait penjualan tiket pada masa Angkutan Lebaran, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Anwar menjelaskan bahwa perubahan ini, dilakukan untuk semakin meningkatkan pelayanan. Kemudian, memberikan kesempatan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanannya dengan kereta api pada masa Angkutan Lebaran.

“Khusus di wilayah KAI Divre I SU, pada masa angkutan lebaran akan disediakan 16.936 Tempat Duduk (TD) perharinya. Yang terbagi, 5.700 TD untuk KA Jarak Jauh dan 11.236 untuk KA Lokal,” kata Anwar.

Anwar mengimbau kepada calon pelanggan agar teliti dalam menginput tanggal, rute, serta data diri pada saat melakukan pemesanan. Rencanakan perjalanan sebaik mungkin termasuk estimasi perjalanan menuju stasiun. Jangan sampai keliru dan akhirnya tidak bisa mudik Lebaran.

“Dalam rangka menghadapi angkutan lebaran ini, KAI akan melakukan berbagai kesiapan baik pada sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia,” ucap Anwar.

Untuk persiapan menghadapi arus mudik Idul Fitri 1444 Hijriah ini. Anwar mengatakan KAI bersama seluruh stakeholders akan melaksanakan kegiatan Ramp Check atau inspeksi keselamatan Standar Pelayanan Minimum di seluruh wilayah operasi kereta api.

Kemudian, Para petugas KAI juga terus dipersiapkan, untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api serta pelayanan terbaik bagi penumpang KA.

“KAI mengajak masyarakat agar menggunakan kereta api sebagai transportasi di masa angkutan lebaran yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” sebut Anwar.(gus)

Malam Hari, Wawako Binjai Respon Laporan Masyarakat Soal Jukir Arogan

Wawako Binjai, H Rizky Yunanda Sitepu saat cek laporan masyarakat soal jukir arogan di Jalan Jenderal Sudirman.Ist/Sumut Pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai, H Rizky Yunanda Sitepu melakukan respon cepat terhadal laporan masyarakat yang melaporkan adanya juru parkir (jukir) diduga ilegal beroperasi mengutip parkir, Sabtu (18/2/2023) malam. Tidak hanya diduga ilegal, laporan masyarakat kepada Rizky menuliskan adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan jukir dan bersikap arogan hingga kasar.

“Laporan dari masyarakat yang masuk kepada saya perihal dugaan pungli dan petugas parkir serta kasar yang terjadi di parkiran Jalan T Imam Bonjol depan Warung Steak dan Toko Serbu Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan BRI serta parkiran Toko Ria Busana,” kata Rizky saat dikonfirmasi, Minggu (19/2/2023).

Dalam laporan masyarakat dituliskan bahwa masyarakat diminta secara paksa uang parkir ketika berhenti di dekat BRI Jalan Jenderal Sudirman, Binjai Kota. Bahkan si jukir berujar tidak takut pada siapapun.

Saat masyarakat mengecek bet si jukir, terungkap masa berlakunya sudah tidak aktif lagi. Karena si jukir diduga meminta secara paksa hingga arogan, masyarakat tersebut meminta karcis, padahal tidak melakukan parkir alias hanya berhenti sekejap.

Atas laporan masyarakat, orang nomor 2 di Pemerintah Kota Binjai ini bergerak cepat. Rizky langsung turun ke lokasi untuk membuktikan laporan masyarakat tersebut.

“Setelah saya kroscek, ternyata ada beberapa petugas parkir yang kartu identitasnya sudah tidak aktif lagi. Juga tidak memakai identitas dengan alasan membackup teman dan karcis larkir yang masih utuh tidak diserahkan kepada masyarakat yang bertanya karcis parkir dan petugas parkir yang arogan hingga kasar,” kata Rizky.

Saat didatangi petugas parkir yang diduga arogan hingga kasar, menurut Rizky, yang bersangkutan mengakui perbuatan. Si jukir pun kemudian meminta maaf atas ulah perbuatan dan tindak tanduknya kepada masyarakat yang telah dirugikan.

Saya sangat menyayangkan perbuatan perbuatan petugas parkir tersebut. Karena dari hal ini lah yang membuat resah dan tidak ada kenyamanan dari masyarakat yang parkir,” kata Rizky.

Tak ayal, retribusi parkir yang ditargetkan saban tahunnya untuk Pendapatan Asli Daerah Kota Binjai tak tercapai. Hal tersebut disinyalir adanya dugaan permainan karcis parkir yang tidak diberikan kepada masyarakat, kecuali diminta.

“Saya berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi setelah saya tinjau di lokasi. Dan para petugas parkir saya imbau untuk segera mengurus kartu identitas parkirnya secara resmi ke dinas terkait untuk mewujudkan Binjai yang semakin maju,” tukasnya. (ted)

Program UHC Khusus Warga Tak Mampu

SOSIALISASI: M Afri Rizki Lubis SM M.IP saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Cempaka Gg Rambutan, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (19/2/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menerapkan program Universal Healt Coverage (UHC) sejak 1 Desember 2022 lalu. Sejak saat itu, seluruh warga ber-KTP Kota Medan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di setiap puskesmas dan RS di Kota Medan yang menjadi provider BPJS Kesehatan dengan hanya menunjukkan KTP ataupun KK.

 Meskipun program UHC tersebut berlaku bagi semua masyarakat Kota Medan tanpa terkecuali, namun diharapkan tidak semua masyarakat menggunakannya. Melainkan, UHC diharapkan hanya dimanfaatkan oleh warga Kota Medan dengan status ekonomi kurang mampu.

 Hal ini dikatakan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, M Afri Rizki Lubis SM M.IP saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Cempaka Gg Rambutan, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (19/2/2023) sore.

 “UHC ini adalah bentuk keberadaan dan kepedulian Pemko Medan ditengah-tengah masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan dengan tingkat ekonomi yang kurang mampu,” ucap Rizki Lubis dalam kegiatan yang turut dihadiri Lurah Sari Rejo, Edi Gurnawan, Perwakilan BPJS Kesehatan, Guruh Baladewa Nasution, dan perwakilan Puskesmas Polonia, Risma.

 Dijelaskan Sekretaris Komisi IV DPRD Medan itu, sejatinya salah satu tujuan dibentuknya program UHC oleh Pemko Medan adalah sebagai jawaban atas keluhan masyarakat yang belum atau tidak memiliki jaminan kesehatan karena ketiadaan biaya. Disamping itu, Pemko Medan juga ingin mewujudkan kewajiban pemerintah dalam memberikan jaminan sosial kepada setiap warganya.

 “Awalnya pemerintah melihat masih ada masyarakat yang tidak punya BPJS Kesehatan. Dan yang lebih banyak lagi, kasus dimana banyak masyarakat yang sebenarnya punya BPJS Kesehatan, namun belakangan tak mampu lagi membayar iurannya karena ketiadaan biaya. Akhirnya terjadi tunggakan, dan BPJS Kesehatannya tidak bisa digunakan lagi. Nah, program UHC adalah jawaban dari kondisi-kondisi itu,” ujarnya.

 Dengan adanya UHC, sambung Rizki, warga yang tidak punya BPJS Kesehatan ataupun yang memiliki BPJS Kesehatan namun menunggak iurannya, tetap bisa mendapatkan fasilitas BPJS kesehatan kelas 3 di puskesmas ataupun RS di Kota Medan yang menjadi provider BPJS Kesehatan dengan hanya menunjukkan KTP ataupun KK Kota Medan.

 Sementara untuk masyarakat yang berstatus sebagai pegawai negeri, TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD hingga pegawai swasta, iuran BPJS Kesehatannya tentu sudah dibayarkan oleh perusahaan, sehingga mereka tidak perlu mempergunakan program UHC tersebut.

 “Begitu juga kalau kita punya BPJS Kesehatan yang mandiri dan kita mampu membayar iurannya setiap bulan ataupun tunggakannya jika menunggak, maka kita tidak perlu ikut program UHC. Dengan begitu, kita sudah membantu meringankan beban pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan kepada warganya. Apalagi, masih banyak masyarakat yang jauh lebih membutuhkan program UHC ini, yaitu mereka yang kurang mampu,” ungkapnya.

 Pada kegiatan yang dihadiri ratusan warga Medan Polonia itu, Perwakilan BPJS Kesehatan Kota Medan, Guruh Baladewa Nasution, menjelaskan terkait penggunaan program UHC.

 Guruh mengatakan, dengan adanya program UHC masyarakat Kota Medan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di setiap puskesmas dan RS di Kota Medan yang menjadi provider BPJS Kesehatan dengan hanya menunjukkan KTP ataupun KK. Akan tetapi, ada beberapa prosedur yang harus diikuti.

 “Bila ingin berobat jalan, masyarakat harus terlebih dahulu ke puskesmas terdekat. Tunjukkan KTP, maka pasti akan dilayani. Bila dokter puskesmas merasa perlu dirujuk ke RS, maka pasti akan diberi surat rujukannya. Bila tidak, maka pelayanan cukup sampai di puskesmas,” kata Guruh.

 Artinya, lanjut Guruh, masyarakat tidak bisa ujug-ujug pergi ke RS untuk berobat jalan tanpa mendapatkan surat rujukan dari puskesmas. Sebab pelayanan berobat jalan harus dilakukan secara berjenjang atau harus dimulai dari faskes terbawah, yakni puskesmas.

 “Namun untuk kondisi urgent (darurat), masyarakat bisa langsung ke RS, yaitu ke UGD/IGD tanpa surat rujukan sekalipun dari puskesmas. Namun sekali lagi, harus RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” pungkasnya. (rel)