27 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 182

Aksi Bersih Danau Siombak: Merawat Destinasi Wisata di Bagian Utara Kota Medan

Aksi membersihkan dan merawat danau siombak.
Aksi membersihkan dan merawat danau siombak.

MEDAN – Ratusan orang terdiri dari masyarakat, mahasiswa, dan komunitas melakukan aksi bersih-bersih sampah di destinasi wisata Danau Siombak, di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Rabu (4/6/2025).

Koordinator kegiatan, sekaligus Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (IKAHUT USU), Yudha Lesmana Pohan menjelaskan, aksi bersih-bersih Danau Siombak dilaksanakan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Selain itu juga, sebagai wujud keprihatinan terhadap tumpukan sampah di destinasi wisata Danau Siombak. Aksi bersih-bersih berlangsung hingga Kamis (5/6/2025).

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini kita melakukan aksi bersih sampah di Danau Siombak. Kenapa Danau Siombak? Karena ini merupakan salah satu danau yang menjadi prioritas Kota Medan,” kata Yudha.

Disebutkan Yudha, Danau Siombak bisa menjadi suatu lokasi yang dapat diandalkan saat melihat pemandangan matahari terbenam di Kota Medan. Aksi bersih ini dilakukan karena di kawasan Danau Siombak tempat pasang surut, karena langsung ke laut. “Jadi, pada saat air pasang, sampah dari laut masuk ke danau ini,” ujarnya.

Pada aksi kali ini yang terlibat sebanyak 250-an orang. Yang terlibat juga berasal dari beberapa komunitas, dan juga akademisi dari mahasiswa, ada dari Lentera Pertiwi Sumatera, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Medan, dari Orari, ILUSMAN 3 Medan serta komunitas-komunitas lainnya.

“Harapannya biar Danau Siombak bersih, dan tidak menimbulkan bau serta penyakit bagi warga sekitar, dan ini sebuah destinasi wisata bagi masyarakat untuk melihat pemandangan luar biasa,” Yudha menuturkan.

Adapun peralatan yang diturunkan pada aksi kali ini seperti perahu karet milik Badan Pengendali Bencana Daerah (BPBD) Medan, dan sejumlah kayak milik Simba (Siombak Mangrove Biodiversity Adventure). Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah stakeholder di bawah Pemerintah Kota (Pemko) Medan, seperti Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pariwisata Kota Medan.

Seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, Nabila Putri Ramadhani, yang terlibat dalam aksi bersih ini mengaku melihat Danau Siombak adalah salah satu destinasi pariwisata.

Apalagi di kampus mereka juga ada mempelajari Ekowisata, dan kebetulan di Danau Siombak sampahnya banyak sekali, berserakan, dan itu adalah sampah-sampah dari rumah tangga.

“Melihat hal itu, kami tergerak bikin aksi untuk membersihkan sampah Danau Siombak. Pesan kami untuk masyarakat, semoga ada kesadaran untuk tidak buang sampah sembarangan. Apalagi Danau Siombak ini sebagai ikon di sini untuk tempat Ekowisata,” tandasnya. (rel/tri)

Alfamidi Pastikan Distribusi Buah ke Pulau Nias Miliki Legalitas dan Aman Dikonsumsi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) memastikan produk buah atau pangan segar yang dikirim dan dijual di Pulau Nias, Sumatera Utara sudah mengantongi legalitas keamanan pangan, melalui proses karantina dan pemeriksaan Bea Cukai.

Distribusi buah antarwilayah, dari Medan menuju Pulau Nias juga sudah memiliki Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area.

Alfamidi menegaskan ini setelah adanya sejumlah unsur masyarakat di Pulau Nias yang mempertanyakan aspek keamanan buah yang dijual di Toko Alfamidi Pattimura, Gunungsitoli. Selain itu juga meminta adanya keterbukaan informasi publik terhadap legalitas tersebut.

Dipastikan, melalui Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area Nomor : 2025-T3.0-1205.0-K.T.3-000211 buah yang dikirim dari Medan menuju Pulau Nias memenuhi persyaratan keamanan, mutu pangan serta aman dikonsumsi.

Kepala Cabang Alfamidi Medan, Martadi menegaskan, Alfamidi memiliki komitmen penuh terhadap kepatuhan hukum. Termasuk ketentuan karantina lalu lintas buah-buahan dan produk pangan lainnya antarwilayah.

“Kami ingin memprioritaskan keamanan produk bagi konsumen dan memastikan seluruh proses distribusi berjalan sesuai regulasi yang berlaku,” ungkap Martadi, Rabu (4/6/2025).

Ia menambahkan, sistem distribusi internal terus ditinjau dan diperkuat agar sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan semua pengiriman produk ke wilayah seperti Pulau Nias dilengkapi dokumen resmi dan aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Dijelaskan pula bahwa buah-buahan yang diimpor dan dijual di gerai Alfamidi telah melalui seluruh proses pemeriksaan yang diwajibkan oleh pemerintah. Martadi kembali menegaskan, seluruh buah impor sudah melalui proses karantina dan pemeriksaan Bea Cukai di pelabuhan pemasukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dengan demikian produk yang diterima konsumen telah melalui tahapan pengawasan keamanan pangan yang ketat dan layak dikonsumsi,” kata Martadi.

Alfamidi menegaskan, pengawasan dan evaluasi terhadap distribusi produk menjadi bagian tanggung jawab perusahaan untuk memastikan konsumen menerima produk aman konsumsi, berkualitas dan sesuai regulasi. (ila)

PLTS Puskesmas di Kabupaten Nias Selatan Aktif Hingga Sekarang

TUNJUKKAN: Kepala UPTD Puskesmas Hilisataro ketika menunjukkan PLTS atau Solar Call. Selasa(3/6). foto: Eurisman/Sumut Pos
TUNJUKKAN: Kepala UPTD Puskesmas Hilisataro ketika menunjukkan PLTS atau Solar Call. Selasa(3/6). foto: Eurisman/Sumut Pos

NISEL, SUMUTPOS.CO – Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau Sollar Cell di sejumlah UPTD Puskesmas di Kabupaten Nias Selatan aktif hingga sekarang. Hal tersebut berdasarkan penelurusan sejumlah awak media di beberapa puskesmas dan juga langsung melakukan konfirmasi kepada kepala Puskesmas dilapangan.

Kepala UPTD Puskesmas Bawomataluo, Tiarman Laia, SKM., MKM membenarkan telah menerima PLTS tersebut yang diserahkan langsung, kemudian dikerjakan saat itu dan setelah selesai selanjutnya disampaikan tutorialnya uji fungsi seperti cara menggunakannya.

“Kita tau bahwasanya di UPTD Puskesmas Bawomataluo suplay listrik ada, tapi pada dasarnya itu kadang-kadang listrik padam”, kata Kapus Bawomataluo. Selasa, (3/6/2025)

Ia menambahkan, bahwa pada saat listrik padam, pelayanan UPTD Puskesmas Bawomataluo terganggu, apalagi pihaknya memiliki kulkas penyimpanan berbagai vaksin.

“Itulah salah satu alasan kenapa puskesmas Bawomataluo mendapatkan PLTS agar vaksin itu lebih baik suhunya terjaga, dan vaksin juga tidak cepat rusak. Karen kalau vaksin itu rusak ketika injeksi kepada bayi-bayi bisa beresiko, pasalnya jika suhu tidak stabil maka bisa mengakibatkan kerusakan dan tidak layak untuk dipergunakan dan ditandai dengan FFNnya”, ungkap Tiarman Laia.

Tiarman Laia menekankan, PLTS atau Sollar Cel itu sangat membantu dan lagi pula PLTS tersebut masih tetap aktif hingga sekarang.

Ditempat berbeda, Kepala UPTD Puskesmas Hilisataro, Sozisokhi Loi mengatakan bahwa usai dipasangkan PLTS, pihak penyedia memberikan tutorial tentang cara penggunaan PLTS tersebut, dan serta turut mendampingi atau menyaksikan langsung oleh pihak Kejaksaan Negeri Nias Selatan bersama Dinas Kesehatan Nias Selatan.

“Dengan adanya PLTS atau Sollar Cel ini sangat membantu kami, pasalnya di puskesmas Hilisataro memiliki lemari vaksin”, ujarnya.

Sementara pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan PLTS Emanuel Duha mengatakan, bahwa pengadaan PLTS bersumber dari DAK tahun 2024 engan cara e-purchasing. Setelah melakukan pembelian di Katalog elektronik, maka penyedia mengirimkan barang ke lokasi sebagai penerima manfaat.

“Teknisi penyedia melakukan perakitan sampai selesai. Setelah itu, teknisi penyedia melakukan uji fungsi alat kepada penanggunjawab alat di yang diketahui Kepala Puskesmas,”ujar Emanuel Duha, Rabu (4/6).

Lebih lanjut, Emanuel Duha menguraikan penerima PLTS atau Sollar Cell yaitu Puskesmas Gomo, Bawomataluo, Hilisataro, Hilianombasela, Aramo, Amandraya, dan Hilizalootano.

“Usulan PLTS ini ditujukan ke Kementerian Kesehatan, dan berdasarkan lokus yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan sesuai data sarana yang ada di ASPAK Puskesmas,”pungkasnya.(mag-8/han)

Bupati Batubara Hadiri Penutupan TMMD ke-124 Tahun 2025

TMMD: Bupati Batubara H Baharuddin Siagian, SH, M.Si saar menghadiri Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun 2025 di Lapangan Alun-alun Rambate Rata Raya Kota Kisaran, Rabu (4/6/2025). Foto:Liberti H Haloho/Sumut Pos
TMMD: Bupati Batubara H Baharuddin Siagian, SH, M.Si saar menghadiri Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun 2025 di Lapangan Alun-alun Rambate Rata Raya Kota Kisaran, Rabu (4/6/2025). Foto:Liberti H Haloho/Sumut Pos

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Batubara H Baharuddin Siagian, SH, M.Si menghadiri Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun 2025 di Lapangan Alun-alun Rambate Rata Raya Kota Kisaran, Rabu (4/6/2025).

TMMD ke-124 ini mengangkat tema “Dengan semangat TMMD mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional di wilayah”.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Acara penutupan TMMD ditandai dengan penandatanganan berita acara dan pelepasan tanda peserta, sebagai simbol berakhirnya pengabdian lintas sektoral yang telah berlangsung selama 30 hari.

Dalam sambutannya, Kasad Jendral Maruli menyatakan sangat mendukung kegiatan ini dan berharap setiap tahunnya terus meningkat.

“Dalam satu triwulan, kami melaksanakan 50 kegiatan TMMD di seluruh Indonesia. Satu tahun sekitar 200 titik desa yang kita selenggarakan TMMD,” ujar Kasad.

Jenderal Maruli juga menegaskan, semua Forkopimda agar lebih cepat lagi dalam bekerjasama meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat, agar kesejahteraannya lebih baik.

Selain TMMD, TNI AD saat ini juga tengah menjalankan program Manunggal Air, yakni program penyediaan air bersih di berbagai daerah. Setiap lokasi TMMD ditargetkan minimal memiliki 50 titik sumber air bersih.

“Saya meyakini ide-ide ini akan mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan juga para Forkopimda sehingga kita bisa lebih cepat lagi dalam mengatasi krisis air,” ujar Jenderal Maruli.

Pelaksanaan TMMD ke-124 digelar di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan ini melibatkan para TNI, Polri, pemerintahan dan warga masyarakat, yang secara aktif terlibat dalam kegiatan gotong royong di lapangan.

Hadir dalam pelaksanaan ini Pangdam 1/BB, Wakil Gubernur Sumut Surya , Wakil Kapolda Sumut, Ketua DPRD Sumut/diwakilkan, Walikota Tanjung Balai, Bupati Asahan, serta Forkopimda Asahan.(mag-3/han)

Ketua TP PKK Siantar Cek Pelayanan Kesehatan di Puskesmas

SAPA: Ketua TP PKK Siantar, Liswati menyapa masyarakat di Puskesmas. ISTIMEWA/SUMUT POS
SAPA: Ketua TP PKK Siantar, Liswati menyapa masyarakat di Puskesmas. ISTIMEWA/SUMUT POS

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Liswati Wesly Silalahi meninjau langsung pelaksanaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test di tiga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas, Selasa (3/6/2025).

Tes tersebut merupakan pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi dini kanker serviks dengan mengoleskan asam asetat (asam cuka) pada leher rahim.

Pertama, Liswati mengunjungi UPTD Puskesmas Singosari, di Jalan Singosari Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat. Di UPTD Puskesmas ini, Liswati disambut Camat Siantar Barat Herwan AR Saragih SH, Ketua TP PKK Kecamatan Siantar Barat Widya Herwan Saragih, Lurah Bantan Rizky Meriam Daulay SH, dan Kepala UPTD Puskesmas Singosari Mardiana STr Keb.

Di ruang pemeriksaan, Liswati sempat berbincang-bincang dengan peserta IVA Test. Juga menyerahkan bingkisan kepada para peserta.

Kunjungan selanjutnya ke UPTD Puskemas Kartini, Jalan Dahlia Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat. Di sini, Liswati disambut Kepala Dinas Kesehatan Pematangsiantar drg Irma Suryani MKM, Kepala UPTD Puskesmas Kartini dr Zakia Husna Nasution, dan Lurah Simarito Citra Zai SH.

Terakhir, Liswati meninjau pelaksanaan IVA Test di UPTD Puskesmas Raya, Jalan Raya Kelurahan Sipinggol-pinggol Kecamatan Siantar Barat. Di sini, Liswati disambut Lurah Sipinggol-pinggol Siti Damayani Sitompul SE dan Kepala UPTD Puskemas Raya, dr Jamil Damanik.

Liswati mengatakan, IVA Test sangat penting bagi para perempuan usia produktif untuk mendeteksi dini kanker serviks.

“Kanker serviks atau leher rahim merupakan penyakit mematikan, terutama jika tidak dideteksi dan diobati sejak dini. Kanker serviks menjadi penyebab kedua kematian akibat kanker pada wanita di Indonesia, setelah kanker payudara,” kata Liswati.

Liswati mengajak kaum perempuan di Kota Pematangsiantar untuk melakukan IVA Test di Puskesmas-Puskesmas sesuai domisili.

“Ajak juga teman-temannya. Perempuan-perempuan di Kota Pematangsiantar harus sehat, dan terhindar dari kanker serviks,” tukasnya. (mag-7/han)

Sumut United Menjadi Persikad Depok

Para pemain Sumut United ketika tampil pada Liga Nusantara musim 2024/2025. (Instagram Sumut United)
Para pemain Sumut United ketika tampil pada Liga Nusantara musim 2024/2025. (Instagram Sumut United)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kongres Biasa PSSI tahun 2025 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2025) menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya perubahan nama beberapa klub Liga 2 musim 2025/2026.

Salah satu klub yang berubah nama adalah Sumut United. Sumut United yang merupakan tim dengan status promosi sebagai juara Liga Nusantara musim 2024/2025 ini berganti nama menjadi Persikad Depok. Bukan hanya nama, tim yang berdiri tahun 2019 itu juga pindah kandang ke Kota Depok.

Pemilik Sumut United, Arya Sinulingga ketika dikonfirmasi membenarkan pergantian nama tersebut. “Benar (berganti nama). Saya sekarang ingin fokus mengurusi federasi (PSSI),” ujar Arya, Rabu (4/6/2025) malam.

Dengan demikian, Sumut United merupakan salah satu klub yang paling sering berganti nama. Awal berdirinya tahun 2019, klub ini bernama Karo United. Mereka sempat juara Liga 3 musim tahun 2021 dan promosi ke Liga 2. Pada Liga 2 musim 2021/2022, tim ini masih sempat menggunakan nama Karo United sebelum kompetisi dihentikan akibat kerusuhan di Kanjuruhan, Malang.

Saat kembali tampil di Liga 2 musim 2023/2024, tim ini berganti nama menjadi Sada Sumut. Hasilnya mereka degradasi ke Liga 3. Dan, pada Liga 3 musim 2024/2025, tim ini kembali berganti nama menjadi Sumut United.

Kini setelah kembali promosi ke Liga 2, tim ini akhirnya kembali berganti nama menjadi Persikad Depok. Uniknya, sebelumnya sudah ada klub bernama Persikad Depok yang didirikan tahun 1999. Persikad ini sempat berganti nama menjadi Bogor FC sebelum hengkang ke Sulawesi menjadi Sulut United. (dek)

Kisruh Pasar Kampunglalang Disorot DPRD Medan, NasDem Tawarkan Solusi

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, M. Afri Rizki Lubis, mengunjungi Pasar Kampunglalang dalam rangka peluncuran program NasDem Sapa Pasar Kota Medan, Selasa (3/6/2025).
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, M. Afri Rizki Lubis, mengunjungi Pasar Kampunglalang dalam rangka peluncuran program NasDem Sapa Pasar Kota Medan, Selasa (3/6/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Kota Medan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama jajaran PUD Pasar Kota Medan, Forum Pedagang Pasar Kampunglalang, dan Persatuan Pedagang Pasar Kampung Lalang (P3KL) di ruang rapat Banggar DPRD Medan, Senin (2/6/2025) sore.

RDP tersebut dipimpin oleh Sekretaris Komisi III, David Roni Ganda Sinaga, dan membahas berbagai persoalan yang hingga kini belum terselesaikan di Pasar Kampunglalang.
Salah satu pokok bahasan yang mencuat adalah penolakan pedagang terhadap rekomendasi RDP tanggal 11 Maret 2025 lalu, yang memperbolehkan pedagang pakaian di lantai 2 untuk berjualan di lantai 1.

Penolakan ini merujuk pada Surat Keputusan Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan yang secara tegas menetapkan zonasi bahwa lantai 1 hanya diperuntukkan bagi pedagang sembako, aksesoris, kosmetik, dan emas, sedangkan pakaian hanya boleh dijual di lantai 2.

Menanggapi polemik tersebut, David Roni mengimbau agar PUD Pasar lebih terbuka dalam melakukan musyawarah zonasi dengan para pedagang dan tidak membuat keputusan sepihak.“Jangan ada intervensi berkepentingan. Zonasi bisa diubah, tapi harus melalui kesepakatan dan sesuai kondisi nyata pasar. Setiap pasar punya karakter dan rasio perdagangan berbeda,” tegas politisi muda dari PDIP itu.

Lebih lanjut, David menyinggung soal beban kontribusi pedagang yang dinilai memberatkan, terutama bagi kios-kios yang lama tidak aktif. Ia mendesak agar PUD Pasar memiliki kebijakan khusus, termasuk pemutihan dan inovasi yang mendorong hidupnya kembali Pasar Kampunglalang pasca pandemi dan imbas perdagangan online. “Pasar ini sekarang sepi. PUD Pasar harus punya solusi, bukan hanya menagih tapi tidak hadir dengan gagasan,” tegasnya.

David Roni juga mengaku kecewa dengan kinerja PUD Pasar Kota Medan. Ia menyebut rekomendasi zonasi yang dikeluarkan ternyata tidak diketahui oleh Badan Pengawas, menandakan lemahnya koordinasi internal.

“Kami sangat kecewa. Surat rekomendasi itu ternyata tidak diketahui badan pengawas. Tapi biarlah buruknya kinerja PUD Pasar dibalas Tuhan. Yang penting, kami Komisi III dan badan pengawas punya misi yang sama, yaitu menghidupkan kembali Pasar Kampunglalang,” pungkas David.

RDP ini turut dihadiri oleh Badan Pengawas PUD Pasar, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bapenda Kota Medan, dan Bagian Perekonomian Setda Kota Medan.

NasDem Sapa Pasar dari Pasar Lalang
Satu hari setelah RDP, Selasa (3/6/2025), Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, M. Afri Rizki Lubis, mengunjungi Pasar Kampunglalang dalam rangka peluncuran program NasDem Sapa Pasar Kota Medan. Pasar Lalang menjadi pasar pertama yang dikunjungi dalam rangkaian program tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plh Dirut PUD Pasar Kota Medan, Imam Abdul Hadi, serta Camat Medan Sunggal, M. Irfan Fadillah.

“Alhamdulillah, senang bisa bersama pedagang Pasar Lalang. Ini bentuk nyata perhatian kami terhadap denyut ekonomi masyarakat,” ujar Rizki.

Program NasDem Sapa Pasar digelar untuk menyerap langsung aspirasi pedagang pasar tradisional di Kota Medan, serta mendorong penguatan ekonomi lokal yang sempat terpukul akibat pandemi dan maraknya belanja online.

“Pasar adalah pusat perputaran ekonomi. Lewat program ini, kami ingin mendengar, mencatat, dan memperjuangkan aspirasi pedagang agar pasar bisa lebih maju dan hidup,” kata Rizki.

Imam Abdul Hadi menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kehadiran NasDem dapat memberi semangat baru kepada para pedagang. “Ini bentuk dukungan yang penting agar masyarakat kembali datang ke pasar tradisional. Harapannya, Pasar Lalang bisa lebih diminati,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menghidupkan kembali pasar tradisional yang saat ini tengah bersaing dengan tren belanja digital.“Kami ingin Pasar Lalang lebih maju, bersih, dan menjadi pasar kebanggaan warga. NasDem hadir sebagai mitra rakyat,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Rizki Lubis pun mengajak seluruh masyarakat Kota Medan, khususnya para pedagang untuk menyampaikan aspirasi kepada dirinya. Dengan begitu, aspirasi tersebut dapat diteruskan dan diperjuangkan untuk kemajuan Pasar Lalang.

Camat Medan Sunggal, Irfan Fadillah, mengaku bangga karena wilayahnya menjadi titik awal program tersebut. “Kami merasa terhormat. Semoga pengelolaan Pasar Lalang ke depan menjadi lebih baik dan pedagang semakin sejahtera,” ucapnya.

Program NasDem Sapa Pasar Kota Medan direncanakan akan dilanjutkan ke pasar-pasar lainnya di seluruh penjuru Kota Medan, sebagai upaya konkret menyelamatkan pasar tradisional dari ketertinggalan. (map/ila)

Komisi IV DPRD Medan Sidak Bangunan Bermasalah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy, mengaku akan terus menjalankan fungsi pengawasannya, khususnya di bidang pembangunan. Sebab dengan memaksimalkan pengawasan, dipastikan akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

Hal itu disampaikan Rommy Van Boy, menyikapi gencarnya Komisi IV dalam melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke ke sejumlah bangunan bermasalah di Kota Medan.
“Pengawasan akak terus kita lakukan. Sebab, kita ingin pendirian bangunan di Kota Medan tertata dan sesuai aturan tidak, bukan justru merusak estetika kota,” ucap Rommy, Rabu (4/6/2025).

Dikatakan Rommy, pihaknya tidak anti terhadap pembangunan. Sebaliknya, DPRD dan Pemko Medan sangat mendukung kemajuan pembangunan kota dengan menggandeng pihak pengembang atau pengusaha yang ingin berinvestasi di Kota Medan.

Namun, kata Rommy, pengusaha atau pihak develover yang berinvestasi di Kota Medan harus bersedia mengikuti segala aturan yang berlaku di Kota Medan.

“Kita mendukung pembangunan, tetapi harus taat aturan. Jika pengusaha tidak mau mengikuti aturan, maka Pemko Medan harus memberikan sanksi tegas tanpa tebang pilih guna memberi efek jera,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Dijelaskan Rommy, seperti halnya peninjauan yang dilakukan Komisi IV terhadap bangunan dua unit 2 lantai tanpa memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Jalan Perjuangan, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal pada Selasa (3/6/2025).
Saat peninjauan di lokasi, pihaknya mengetahui bahwa bangunan belum memiliki izin.

Dengan tegas, Rommy Van Boy meminta kepada perwakilan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, supaya menerbitkan SP3 dan meneruskan ke Satpol PP Kota Medan agar bangunan distanvas atau disegel. “Kita minta bangunan ini agar disegel, karena tidak memiliki izin. Persoalan seperti Ini yang menjamur saat ini di kota Medan,” kata Rommy.

Selanjutnya, Rommy Van Boy juga meminta Satapol PP Kota Medan supaya segera menyegel areal pembangunan bermasalah yang melakukan penimbunan hutan mangrove di Jalan PLTU, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Brlawan. (map/ila)

Bupati Sergai Apresiasi Lomba Bertutur, Dorong Peningkatan Literasi dan Minat Baca Anak

LOMBA: Bupati Sergai H. Darma Wijaya saat membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2025 di Gedung Perpustakaan Daerah, Rabu (4/6/2025). ( FADLY/SUMUT POS )
LOMBA: Bupati Sergai H. Darma Wijaya saat membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2025 di Gedung Perpustakaan Daerah, Rabu (4/6/2025). ( FADLY/SUMUT POS )

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip) Kabupaten Sergai, Rabu (4/6/2025), bertempat di Gedung Perpustakaan Daerah Sergai.

Dalam sambutannya, Bupati Darma Wijaya menyampaikan keprihatinannya terhadap menurunnya minat baca anak-anak akibat tingginya ketergantungan terhadap gawai.

Ia menilai fenomena ini bisa berdampak terhadap perkembangan karakter anak. Oleh karena itu, ia mengimbau para orang tua dan guru untuk mengawasi penggunaan gadget dan menetapkan batasan yang jelas bagi anak-anak.

“Saya mohon kepada para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya, mulai dari balita sampai usia remaja. Jangan biarkan mereka terlalu lama dengan handphone. Literasi penting, anak-anak harus rajin membaca sejak dini,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan bahwa kegiatan lomba bertutur ini merupakan bagian dari upaya membentuk karakter anak melalui budaya literasi dan peningkatan kepercayaan diri. Ia berharap lomba semacam ini tidak hanya berhenti di tingkat SD, tetapi terus dilanjutkan ke tingkat SMP dan SMA.

“Jangan sampai kita diperbudak oleh teknologi. Membaca itu penting. Kalau saya dulu tidak suka membaca, mungkin saya tidak akan sampai menjadi Bupati,” ungkapnya membagikan pengalaman pribadi.

Kepala Dinas Perpusip Sergai, Elinda Sitianur, SE, dalam laporannya menjelaskan bahwa lomba ini diikuti oleh 50 siswa dari berbagai SD dan MI di Sergai. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat membaca di kalangan pelajar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Ir. Kaharuddin, MM, Staf Ahli Bupati Kahar Effendi, S.Sos, para dewan juri, perwakilan Dinas Perpusip Provinsi Sumut, serta para pendamping siswa dan undangan lainnya. ( fad/han)

Inspektorat Binjai Diduga Restui Pengalihan Dana Pengentasan Kemiskinan untuk Bayar Utang Proyek

Balai Kota Binjai di Jalan Jenderal Sudirman.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
Balai Kota Binjai di Jalan Jenderal Sudirman.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Kota Binjai yang dituding sebagai sumber masalah dalam pengalihan dana pengentasan kemiskanan untuk pembayaran utang proyek diduga atas restu dari Inspektorat selaku perangkat pengawasan internal. Karenanya, muncul dugaan pengalihan dana insentif fiskal yang sejatinya untuk pengentasan kemiskanan dan belakangan dialihkan ke pembayaran utang proyek tersebut disinyalir atas restu Inspektorat Binjai.

Praktisi Hukum, Ferdinand Sembiring pun sepakat dengan dugaan tersebut. Dia menduga, ada kongkalikong antara Inspektorat dengan BPKPAD Binjai.

Pasalnya, kedua organisasi perangkat daerah itu tergabung dalam tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang bekerja menyusun hingga merumuskan perencanaan pembangunan Kota Binjai. Atas dugaan kongkalikong dan skandal ini, Ferdinan juga mencium adanya pemufakatan jahat yang terus perilaku koruptif hingga merugikan keuangan negara.

Sejatinya, kata Ferdinand, Inspektorat Binjai menjadi garda terdepan dalam pembinaan hingga pengawas tata kelola pemerintahan. Sebab, perannya yang strategis itu seharusnya dapat mencegah berbagai potensi pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang jabatan.

Namun sebaliknya, justru Inspektorat Binjai diduga mengamini hingga merestuinya. Dia juga menguraikan kronologi dan alur anggaran yang semestinya melewati pembahasan oleh TAPD.

Dalam tim itu, Sekda bertindak sebagai ketua, didampingi oleh BPKAD, Bappeda, dan Inspektorat. Setiap pos anggaran, termasuk uang segar dari pusat seperti dana insentif fiskal, harus dikaji secara rinci dalam forum TAPD sebelum disalurkan ke dinas terkait.

“Di sinilah dugaan pemufakatan jahat mulai mencuat. Wewenang besar di tangan TAPD justru jadi celah untuk memperkaya diri,” tegas Ferdinan, Rabu (4/6/2025).

Ia juga menduga, Inspektorat tidak hanya tau. Namun, diduga turut memberi restu atas pengaturan permufakatan jahat ini.

Terlebih jika melihat bagaimana anggaran tersebut seolah-olah hilang dari daftar resmi APBD. Tapi diduga secara diam-diam tetap dialokasikan.

Permainan anggaran yang disinyalir melibatkan BPKPAD disebut cukup rapi. Ferdinan menyebut, kode rekening dana insentif fiskal diduga sengaja dihilangkan dari daftar APBD dengan cara menumpang-namakan anggaran ke pos DAU dan DAK.

Tujuannya, agar tak terdeteksi dalam pengawasan publik maupun auditor. Dalam buku APBD juga ditemukan keberadaan anggaran dana insentif fiskal.

Hal itu menguatkan dugaan bahwa para oknum sengaja menyamarkan data demi melancarkan aksi penjarahan uang negara. “Dengan perannya masing-masing, jelas mereka mengincar keuntungan pribadi. Negara sudah jelas dirugikan dan harus ada tindakan hukum,” seru Ferdinan.

Menanggapi dugaan restu pengalihan dana pengentasan kemiskanan untuk pembayaran utang proyek, Kepala Inspektorat Binjai, Eka Edi Saputra justru berdalih, pihaknya tak dapat bergerak tanpa adanya laporan resmi dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas). Jawaban Eka seolah buang tanggung jawab selaku pengawas pada internal Pemko Binjai yang termasuk dalam Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

“Kami hanya menunggu laporan. Tanpa dumas, kami tak punya kewenangan untuk audit,” ujar Eka.

Dugaan pengalihan dana pengentasan kemiskanan untuk pembayaran utang proyek tengah dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri Binjai. “Inikan sedang dalam penyelidikan kejaksaan, kita tunggu sajalah. Saya pun sudah diperiksa (Kejari Binjai),” tukasnya.

Tudingan BPKPAD Binjai menjadi sumber masalah terjadi karena dugaan tumpang tindih dalam realisasi dana insentif fiskal yang sejatinya untuk pengentasan kemiskinan. Bahkan, langkah pengalihan dana insentif fiskal untuk pembayaran utang proyek kepada rekanan itu juga menabrak petunjuk teknis dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91 Tahun 2024.

Pun demikian, pembayaran utang yang disetujui oleh Kementerian Keuangan dengan menggunakan dana insentif fiskal disebut-sebut sebesar Rp5 miliar saja. Namun dalam praktiknya, BPKPAD Binjai malah membayarkan lebih dari Rp5 miliar.

Bahkan disebut juga lebih dari separuh anggaran yang diturunkan Kementerian Keuangan sebesar Rp20,8 miliar. Artinya, ada Rp10 miliar lebih dana insentif fiskal untuk pengentasan kemiskanan yang dibayarkan untuk utang proyek kepada rekanan.

Dugaan tumpang tindih dimaksud yakni, dana insentif fiskal digunakan organisasi perangkat daerah untuk membayar gaji dan biaya rutinitas. Hal itu terjadi diduga karena BPKPAD Binjai tidak menyampaikan hal tersebut secara terang benderang kepada OPD.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Binjai, Ridho Indah Purnama yang dikonfirmasi belum lama ini mengakui, hanya menjalankan kewajiban yang diperintahkan BPKPAD Binjai saja.

Artinya, BPKPAD Binjai memberi perintah untuk membayar utang dan kegiatan lain sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang digunakan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). “Awal pelaksanaan DPA bersumber dari dana DAU 2023, terbawa menjadi utang di DPA Tahun 2024 yang bersumber dari DIF,” jelasnya.

Disoal utang proyek mana saja yang dibayarkan, Ridho memilih jawab tidak tau. “Gak tau, tanyakan saja ke TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) dan BPKPAD, mereka yang lebih tau,” tegasnya.

Pernyataan Ridho menunjukkan adanya penyalahgunaan wewenang jabatan oleh Kepala BPKPAD Binjai. Bahkan hal tersebut dinilai menabrak UU Tipikor No 20/2001.

Dalam pasal 2 dan pasal 3 disebutkan, tindak pidana korupsi dapat berupa penyalahgunaan wewenang dan jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain. Diketahui, Kejaksaan Negeri Binjai melakukan penyelidikan dalam rangka mendalami adanya pengalihan dana insentif fiskal yang sejatinya untuk pengentasan kemiskanan, malah digeser untuk pembayaran utang proyek.

Sejauh ini, penyelidik tindak pidana khusus juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kepala OPD, termasuk sekretaris daerah. Pemeriksaan yang dilakukan penyelidik usai Kajari Binjai, Jufri menerbitkan surat perintah penyelidikan bernomor: Prin-05/L.2.11/Fd.1/05/2025 pada 8 Mei 2025.

Dalam dokumen sepotong surat dengan nomor: 900.I.11-0728 tentang pengajuan dana insentif fiskal yang ditandatangani Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, pemko mengajukan permohonan kucuran uang dari pemerintah pusat itu pada 12 Januari 2023 lalu. (ted/han)