Home Blog Page 183

Berikan Penegasan kepada Pimpinan OPD, Wabup Dairi: Lakukan Pembinaan, Pengawasan, dan Contoh bagi Jajaran

GELAR SIDAK: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, saat melakuan sidak ke satu OPD pada Pemkab Dairi.(Istimewa)
GELAR SIDAK: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, saat melakuan sidak ke satu OPD pada Pemkab Dairi.(Istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala memberikan penegasan kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) agar melakukan pembinaan, pengawasan, serta menjadi contoh dalam penegakan disiplin kepada jajaran atau bawahan.
Penegasan itu disampaikan Wahyu, saat melalukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah OPD, Jumat (12/9) lalu.

Dikutip dari laman media sosial (medsos) Setda Kabupaten Dairi, OPD yang menjadi tujuan sidak, yakni dinas pendidikan (disdik), dinas kesehatan (dinkes), dan dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda, dan olahraga (disparbudpora).

Wahyu juga menegaskan pentingnya disiplin waktu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendukung. Kedisiplinan hadir tepat waktu, merupakan bentuk tanggung jawab serta komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“ASN dan tenaga pendukung adalah pelayan masyarakat. Kehadiran tepat waktu bukan hanya soal aturan kedinasan, tapi cerminan keseriusan kita dalam mengemban amanah dan memberikan pelayanan publik yang baik,” jelasnya.

Selain soal disiplin, dia juga mengingatkan, agar seluruh pegawai di masing-masing OPD meningkatkan kualitas pelayanan. Menurut Wahyu, pelayanan publik yang cepat, ramah, dan transparan akan memberikan kepercayaan lebih kepada masyarakat terhadap Pemkab Dairi.

“Kita ingin masyarakat merasakan pelayanan yang benar-benar hadir untuk mereka. Mari kita bekerja dengan hati, penuh tanggung jawab, dan saling mendukung untuk mewujudkan Dairi yang sejahtera,” jelasnya.

Dia juga meminta para pimpinan OPD untuk terus melakukan pembinaan, pengawasan, dan memberikan contoh disiplin kepada jajarannya.

“Pelayanan publik yang baik hanya bisa terwujud apabila seluruh pegawai menjaga integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam bekerja,” pungkas Wahyu. (rud/saz)

Buka Toko di Plaza Medan Fair, SELMA Berikan Diskon hingga 60% dan Perabot Serba Rp 5 ribu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SELMA, penyedia furnitur dan perabot untuk solusi hemat isi rumah, dengan bangga mengumumkan pembukaan toko keduanya di Kota Medan, tepatnya di Plaza Medan Fair Lantai 2, pada hari Sabtu, 13 September 2025. Berbagai program menarik kepada pelanggan pun dihadirkan SELMA untuk menyambut peresmian toko baru ini.

Bertha Hapsari selaku Vice President Marketing PT Home Center Indonesia menuturkan, “Medan merupakan salah satu pasar perkotaan terbesar dan paling berkembang di Indonesia, dengan populasi sekitar 2,5 juta jiwa dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten. SELMA melihat adanya pergeseran kebutuhan konsumen menuju produk rumah tangga yang fungsional dan terjangkau — sesuai dengan yang ditawarkan SELMA. Dengan hadirnya toko kedua ini, kami ingin membawa solusi isi rumah yang praktis dan terjangkau lebih dekat kepada keluarga-keluarga di Sumatra Utara, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di kota ini.”

Menyemarakkan pembukaan toko di Plaza Medan Fair ini, Ada berbagai program istimewa yang ditawarkan oleh SELMA. Pada lima hari pertama (13-17 September 2025), SELMA menghadirkan promo “Banting Harga” hingga 60% untuk berbagai furnitur dan perabot rumah favorit khusus member ruparupa Rewards, Mulai dari sofa santai, kursi kerja, hingga perabotan dapur, untuk memaksimalkan tata ruangan dan menghadirkan kenyamanan pada hunian dan tempat usaha. Selain itu, SELMA juga memberikan diskon khusus untuk member ruparupa rewards dan Bank rekanan, mulai dari penawaran istimewa dengan diskon hingga 55% untuk furnitur dan perabot rumah pilihan dengan harga mulai dari Rp 5 ribu yang dapat dimanfaatkan hingga 30 September 2025. 

Nikmati berbagai keuntungan saat berbelanja di SELMA, mulai dari gratis kirim dan pasang  produk spesial untuk Member ruparupa Rewards. Pelanggan yang ingin bergabung menjadi Member ruparupa Rewards dapat mendaftarkan diri melalui tautan: bit.ly/RegRRR. Kemudahan bertransaksi juga dapat dinikmati melalui fasilitas cicilan 0% hingga 24 bulan menggunakan kartu kredit bank partner, atau cicilan tanpa kartu kredit melalui Danakini yaitu lembaga pembiayaan yang juga merupakan bagian dari Kawan Lama Group. Berbelanja di SELMA dapat dilakukan kapan dan di mana saja melalui ruparupa.com selaku platform omnichannel Kawan Lama Group. Selain itu, para pelanggan juga dapat berbelanja melalui WhatsApp ke toko SELMA terdekat yang dapat diakses di bit.ly/WATokoSelma. (rel)

Hadiri Milad ke-26, Gubsu Bobby Nasution Ajak Pendawa Berantas Narkoba

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Persatuan Pemuda Jawa (Pendawa) Indonesia bersama-sama memberantas narkoba. Ajakan ini disampaikan Bobby saat menghadiri Milad ke-26 Pendawa Indonesia di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Minggu (14/9/2025).

Dikatakan Bobby, sesuai slogan Pendawa “Nek Wani Ojo Wedi-wedi” (Kalau berani, jangan takut-takut), seluruh kader Pendawa harus berani dalam menghadapi tantangan, terutama dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi persoalan serius di Sumut.

“Artinya, kalau sudah di jalan yang benar, rintangan apa pun harus dihadapi dengan keberanian. Maka saya ajak Pendawa, sesuai slogannya, untuk berani melawan narkoba. Pemerintah tidak bisa sendiri, kita butuh peran semua elemen, termasuk Pendawa Indonesia,” ujar Bobby.

Dengan begitu, sebut suami Kahiyang Ayu ini, Pendawa sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan arah pembangunan Sumatera Utara menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara, Ketua Umum PB Pendawa Indonesia, H Ruslan SH yang juga pendiri Pendawa dalam sambutannya menyampaikan sejarah singkat organisasi yang lahir pada 9 September 1999 dari tingkat ranting di Kecamatan Medan Area, dan kini telah berkembang ke tingkat Nasional dan sekarang telah terbentuk di 20 provinsi se-Indonesia.

Menurut Ruslan, Pendawa lahir dari semangat gotong royong dan silaturahmi. “Bukan hanya orang Jawa, anggota kami berasal dari berbagai suku, ada Tionghoa, Batak, Papua, dan lainnya. Selain itu, juga dari lintas Parpol. Ini bukti Pendawa adalah wadah pemersatu,” ujar Ruslan.

Sementara itu, Ketua DPW Pendawa Sumut Dr Adlan S.Pd, MM juga mengajak seluruh kader Pendawa Sumut untuk tetap ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban. Kader Pendawa juga diharapkan ikut serta dalam memberantas narkoba yang sedang marak. Selain itu kader harus mendukung Program Pemerintah Provinsi Sumut. “Mari bersama sama kita berantas dan perangi narkoba. Demi masa depan yang baik untuk generasi kedepannya,” seru Adlan.

Selain Gubsu Bobby Nasution, acara ini juga dihadiri tokoh dan elemen strategis Sumut. Acara berlangsung meriah dengan dipandu pembawa acara kondang Benny Subarja dan Gunawan Eko Blangkon.

Acara Milad ke-26 Pendawa ini turut dihadiri unsur Forkopimda Sumut, pimpinan OPD se-Sumut, tokoh-tokoh paguyuban, pimpinan cabang dan ranting Pendawa dari berbagai daerah, serta ratusan anggota Pendawa Indonesia. (omi/adz)

Pemko Tebingtinggi Cegah Stunting Melalui Talk Show

TALK SHOW: Pj Sekdako Tebingtinggi Muhammad Syah Irwan didampingi Kepala Dinas PPKB, Dedi Parulian Siagian melakukan talk show di salah satu radio swasta di Kota Tebingtinggi.
TALK SHOW: Pj Sekdako Tebingtinggi Muhammad Syah Irwan didampingi Kepala Dinas PPKB, Dedi Parulian Siagian melakukan talk show di salah satu radio swasta di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi terus memperkuat perannya dalam mencegah stunting demi mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045. Salah satunya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat ikut serta dalam Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Ajakan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebingtinggi, Muhammad Syah Irwan saat menjadi narasumber bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Tebingtinggi, Dedi Parulian Siagian, dalam acara talk show di salah satu radio swasta di Kota Tebingtinggi.

Bertemakan, Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting Genting, Penjabat Sekdako Syah Irwan menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya ditangani pemerintah semata, tetapi harus melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Dikatakannya bahwa program ini harus menjadi gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai pihak. Mulai dari ASN, pengusaha, BUMN, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum.

“Program Genting ini adalah gerakan gotong royong. Bukan hanya ASN atau OPD yang bergerak, tetapi juga pengusaha, BUMN, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, organisasi masyarakat, hingga perorangan. Semua harus ikut berperan agar target pencegahan stunting bisa tercapai,” ujar Syah Irwan.

Syah Irwan menambahkan, sebelumnya Pemko Tebingtinggi sudah membentuk program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Namun, model ini masih terbatas di kalangan aparatur pemerintah.

“Ke depan, kita ingin gerakan ini lebih luas, sehingga masyarakat juga merasa terpanggil untuk membantu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKB, Dedi Parulian Siagian, menjelaskan bahwa Genting merupakan bagian dari lima program Quick Win BKKBN, bersama program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Sidaya untuk pemberdayaan lansia, serta aplikasi AI Super Apps tentang keluarga.

“Untuk Kota Tebingtinggi, fokus utama kita adalah menggerakkan masyarakat agar mau menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting, terutama dari keluarga dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun,” papar Dedi Parulian.

Dedi juga mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Badan Gizi Nasional di Kota Tebingtinggi terkait alokasi program makan bergizi gratis.

“Dari sembilan dapur yang ada, sekitar 10 persen alokasi program makan bergizi gratis akan diarahkan untuk mempercepat penanganan stunting di daerah,” ujarnya.

Senada dengan Pj Sekdako, Dedi juga mengatakan, kepedulian dan peran serta masyarakat sangat mempengaruhi keberhasilan program Genting dalam mewujudkan Indonesia emas 2045.

“Tanpa peran serta masyarakat, program ini tidak bisa berjalan optimal. Mari bersama kita wujudkan generasi sehat, cerdas, dan kuat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Dedi Parulian. (ian/azw)

Sinergi Awasi Obat, Pangan, dan Perbatasan, BPOM dan Barantin Pantau Marketplace

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Penga was Obat dan Makanan (BPOM) menggandeng Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk pengawasan lintas sektor. Kedua lembaga itu sepakat bersinergi dalam pengawasan karantina hewan, ikan, tumbuhan, serta sediaan farmasi maupun makanan, termasuk produk impor-ekspor.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan, kerja sama ini penting untuk memperkuat pengawasan di border atau pintu masuk negara. Menurut dia, permasalahan itu makin krusial seiring masifnya perdagangan global secara daring. “Arus perdagangan antarnegara makin dinamis, terutama lewat marketplace. Pengawasan perbatasan harus diperkuat. BPOM tidak bisa jalan sendiri,” katanya.

Taruna menjelaskan, lembaganya mengawal siklus penuh produk farmasi dan makanan. Mulai dari riset, perizinan, hingga penga wasan di pasaran. “Kontribusi industri ini terhadap ekonomi sangat besar, mencapai Rp6 ribu triliun. Namun, ancaman juga nyata. Tahun lalu saja, kami temukan 309.361 tautan produk ilegal yang berpotensi merugikan negara hingga Rp7,16 triliun,” paparnya.

Senada, Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean menilai,  pengawasan tidak bisa lagi bersifat sektoral.

Sahat menambahkan, kerja sama ini juga mencakup digitalisasi layanan, pertukaran data hasil pengawasan, harmo nisasi standar dan regulasi, penguatan labora torium, hingga penanganan no tifikasi antarnegara.

Sebagai langkah konkret, telah diinisiasi perjanjian kerja sama teknis antara Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBUSKHIT) dengan Pusat Pengem bangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional BPOM.

Taiwan Larang Mie Instan Rasa Soto Banjar

Sementara, BPOM angkat suara soal larangan produk mie instan Indomie Rasa Soto Banjar Jeruk Limau Kuit di Taiwan usai temuan kandungan etilen oksida (EtO). BPOM mengaku telah menerima laporan dari pemerintah Taiwan soal dugaan kandungan EtO pada mie instan yang diproduksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Indofood) itu.

Namun, kata BPOM, produk tersebut bukan diekspor resmi dari produsen, melainkan oleh trader dan tanpa sepengetahuan produsen. “Produk tersebut bukan merupakan ekspor secara resmi dari produsen ke Taiwan. Ekspor produk diduga dilakukan oleh trader dan bukan importir resmi dari produsen serta diekspor tanpa sepengetahuan produsen,” ujar BPOM lewat keterangan tertulis, Minggu (14/9).

Saat ini, BPOM menyebut, produsen tengah menelusuri bahan baku dalam produk yang dimaksud. Hasil penelusuran akan dilaporkan segera kepada BPOM. Di sisi lain, BPOM juga memastikan Indomie varian Soto Banjar telah memiliki izin edar. Sehingga, produk yang sama dapat beredar di Indonesia dan tetap aman dikonsumsi. “BPOM mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi ini,” kata mereka.

Terpisah, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebagai anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk menyatakan, seluruh mi instan yang diproduksi pihaknya telah diproses sesuai dengan standar keamanan pangan BPOM.

Sekretaris Perusahaan, Gideon A Putro menegaskan, Indomie telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), dan diproduksi di fasilitas produksi tersertifikasi berdasarkan Standar Internasional ISO 22000 atau FSSC 22000.

ICBP, kata Gideon, juga telah mengekspor Indomie ke berbagai negara di dunia selama lebih dari 30 tahun. “Perseroan senantiasa memastikan bahwa seluruh produknya mematuhi peraturan dan standar keamanan pangan yang berlaku di negara-negara tempat mi instan ICBP dipasarkan,” kata dia.

Otoritas Taiwan melarang warga mengonsumsi mie instan asal Indonesia, Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kuit, setelah menemukan dugaan kandungan residu pestisida etilen oksida atau EtO dalam produk.

Centre for Food Safety (CFS) Taiwan pada Selasa (9/9) merilis temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) bahwa Indomie varian tersebut diduga mengandung etilen oksida yang tak sesuai dengan standar negara tersebut. Etilen oksida itu terdeteksi pada bungkus bubuk penyedap sebesar 0,1 mg/kg.

Berdasarkan standar Taiwan, etilen oksida tidak boleh ada pada makanan dan tidak boleh melebihi 0,1 mg/kg pada produk yang diperbolehkan.  (lyn/oni/jpg/bbs/adz)

Bupati Batubara Buka Festival Senam Tabola Bale

PEMBUKAAN: Bupati Batubara H Baharuddin Siagian, SH MSi didampingi Wakil Bupati Batubara Syafrizal SE MAP dan Wakil Rektor Universitas Asahan (UNA) Dr Hadi Suriono SE MM saat membuka Festival Tari/Senam Tabola Bale di Lapangan Bola Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Sabtu (13/9). Foto:/Komimfo.Batubara.
PEMBUKAAN: Bupati Batubara H Baharuddin Siagian, SH MSi didampingi Wakil Bupati Batubara Syafrizal SE MAP dan Wakil Rektor Universitas Asahan (UNA) Dr Hadi Suriono SE MM saat membuka Festival Tari/Senam Tabola Bale di Lapangan Bola Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Sabtu (13/9). Foto:/Komimfo.Batubara.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Batubara H Baharuddin Siagian SH MSi bersama Wakil Bupati Batubara Syafrizal SE MAP dan Wakil Rektor Universitas Asahan (UNA) Dr Hadi Suriono SE MM membuka Festival Tari/Senam Tabola Bale di Lapangan Bola Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Sabtu (13/9). Festival tari ini diikuti oleh 21 kelompok tari/senam. Mulai dari pelajar hingga orang dewasa, yang menampilkan koreografi dengan iringan lagu Tabola Bale.

Dalam sambutannya, Bupati Batubara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival senam tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mampu menghadirkan semangat kebersamaan.

“Festival ini baik karena mengikuti hal yang sedang viral, namun harus tetap dipadukan dengan budaya Kabupaten Batubara,” ujar Bupati Baharuddin.

Selain itu, Bupati Batubara Baharuddin juga mengingatkan para pelajar untuk menjauhi narkoba dan tidak sekali pun mencoba barang berbahaya tersebut. Ia berpesan agar generasi muda belajar dengan sungguh-sungguh demi meraih cita-cita.

“Ke depan, Kabupaten Batubara akan memiliki banyak industri. Lapangan pekerjaan yang tersedia tentu membutuhkan sumber daya manusia yang unggul,” tambahnya.(mag-3/azw).

Pemkab Asahan Dukung Pelestarian Budaya Melayu

PELANTIKAN: Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin SSos MSi saat menghadiri Pelantikan Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Asahan Masa Bakti 2025–2030 di Joglo Etnis Jawa Pujakesuma, Kisaran Barat, Sabtu (13/9).
PELANTIKAN: Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin SSos MSi saat menghadiri Pelantikan Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Asahan Masa Bakti 2025–2030 di Joglo Etnis Jawa Pujakesuma, Kisaran Barat, Sabtu (13/9).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan senantiasa mendukung upaya pembinaan dan penguatan suku, adat, dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas luhur bangsa.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kehadiran Pemkab Asahan pada Pelantikan Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Asahan Masa Bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Besar MABMI Asahan, Sabtu (13/9) di Joglo Etnis Jawa Pujakesuma, Kisaran Barat.

Acara dihadiri Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin SSos MSi, Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP, Ketua Umum PB MABMI Prof Dr OK Saidin SH MHum, Ketua PW MABMI Sumatera Utara Ir H Zahir MAP, Ketua DPRD Asahan H Efi Irwansyah Pane, Kajari Asahan Basril G SH MH, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani SH SIK MHum serta Tokoh Adat Melayu H Ibrahim Ali Silau, Pengurus GAMI Asahan, dan undangan lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol sinergi yang kuat dalam menjaga kelestarian budaya Melayu di Kabupaten Asahan.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan menegaskan bahwa MABMI merupakan wadah strategis dalam membina, melestarikan, dan mengembangkan adat budaya Melayu.

Beliau menyampaikan harapannya agar Rumah Besar MABMI nantinya dapat menjadi pusat aktivitas adat, pendidikan budaya, serta ruang silaturahmi yang memperkuat jalinan persaudaraan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati Asahan menambahkan bahwa dengan dukungan penuh, termasuk dari keluarga beliau yang memiliki akar keturunan Melayu. Komitmen dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Melayu di Kabupaten Asahan akan semakin maksimal.

Melalui momentum ini, MABMI Asahan diharapkan semakin berperan aktif dalam menghidupkan tradisi Melayu, memperkuat karakter generasi muda, dan menjaga warisan leluhur agar tidak hilang oleh arus modernisasi. Hal ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mewujudkan Asahan Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan, di mana pelestarian budaya menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berdaya saing namun tetap kokoh dalam jati diri adat dan kearifan lokalnya. (dat/azw)

Pameran Seni Gelanggang Multiethnic Festival 2025, Iman: Kota Tebingtinggi Miniaturnya Indonesia

BUKA: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara, Sukronedi dan Ketua Dekranasda Kota Nyonya Susmira Wanti Iman Irdian Saragih membuka kegiatan Pagelaran dan Pameran Seni Gelanggang Multiethnic Festival 2025.
BUKA: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara, Sukronedi dan Ketua Dekranasda Kota Nyonya Susmira Wanti Iman Irdian Saragih membuka kegiatan Pagelaran dan Pameran Seni Gelanggang Multiethnic Festival 2025.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara (Sumut), Sukronedi dan Ketua Dekranasda Kota Nyonya Susmira Wanti Iman Irdian Saragih, membuka Pagelaran dan Pameran Seni Gelanggang Multiethnic Festival 2025 di lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

Wali Kota Iman Irdian Saragih mengatakan Kota Tebingtinggi merupakan miniatur Indonesia. Di mana beragam suku, agama, adat istiadat dan budaya hidup berdampingan dalam damai.

“Festival ini merupakan cerminan dari semangat gotong royong, toleransi dan persaudaraan yang telah lama menjadi kekuatan utama masyarakat kita,” ungkap Iman Irdian, Sabtu (13/9).

Iman Irdian kembali mengapresiasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara dan semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara, panitia serta dan semua pihak yang telah mendukung, berkontribusi sehingga terlaksana kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.

Wali Kota Iman Irdian berharap agar event ini atau event serupa dapat menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya membanggakan Kota Tebingtinggi, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan, bukan perpecahan.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik tolak untuk terus menjaga dan merawat keberagaman yang kita miliki serta merajut harmoni demi kemajuan dan kesejahteraan Kota Tebingtinggi,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara, Sukronedi, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan upaya untuk memajukan salah satu dari 10 objek kebudayaan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yaitu seni.

“Event seperti ini membuka ruang bagi seniman dan budayawan. Negara hadir untuk kemajuan budaya karena Indonesia sangat kaya untuk bidang warisan budaya, baik yang unthinkable maupun thinkable (tidak terpikirkan dan terpikirkan),” tutur Sukronedi.

Sukronedi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota beserta jajaran, atas dukungan Pemerintah Kota Tebingtinggi dalam mendukung terlaksananya acara ini dalam keadaan baik dan lancar, serta dengan harapan masyarakat dapat menikmati acara ini hingga malam hari.

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Iman Irdian Saragih bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara, Sukronedi,

Mengangkat tema, Lintas Budaya Satu Asa Merayakan Keberagaman dan Merajut Harmoni dengan  menampilkan berbagai kesenian etnis Nusantara, pameran benda tradisional, bazar kuliner UMKM kuliner khas Tebingtinggi serta penampilan band dan artis seniman ternama, diantaranya Lebah Begantong, Siantar Rap Foundation, penampilan solo vocal Chantika Eldora Putri Meysa Siregar. (ian)