Home Blog Page 1838

Berkali-kali Didata, Warga Medan Perjuangan Tak Kunjung Dapat Bantuan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga di Kecamatan Medan Perjuangan menyampaikan keluhannya yang mengaku beberapa kali dilakukan pendataan sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ia pun mengaku disebut akan mendapatkan beragam bantuan UMKM, namun tak kunjung mendapatkan bantuan yang dimaksud.

Hal itu diungkapkan warga saat gelaran Reses Masa Sidang I Tahun Keempat Tahun Anggaran 2023 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra, Hj Netty Juniaty Siregar di Jalan M Yakob Lingkungan 3, Kelurahan Sei Kera Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan, Senin (13/2).

“Saya kan jualan di rumah. Saya bolak-balik di data ke rumah, minta KK sama KTP, katanya saya mau dapat bantuan UMKM. Tapi kok sampai sekarang gak ada juga ya bantuannya, jadi ngapain di data-data,” ucap salah seorang warga, Kasiem.

Dihadapan perwakilan Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Medan Zulfikar, perwakilan Dinas Sosial Medan Nizam, perwakilan Dinas SDABMBK Medan Darwin Effendi, perwakilan Puskesmas Sentosa Baru Harry Putra, perwakilan Kecamatan Medan Perjuangan, perwakilan Kelurahan Sri Kera Hilir hingga perwakilan BPJS Kesehatan, Kasiem meminta agar dirinya bisa segera dibantu untuk mengembangkan usahanya.

“Tolong lah pak, kalau memang ada bantuan untuk saya yang jualan ini, ya tolong dikasih,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Netty Juniaty Siregar selaku wakil rakyat dari Dapil Medan III, mengaku akan mempertanyakan hal ini kepada OPD terkait.

“Nanti akan kita tanyakan bu ke OPD terkait, apa alasannya ibu belum dapat bantuan UMKM itu. Apalagi saat ini Pemko Medan sedang gencar mengambangkan UMKM,” jawab Netty.

Saat itu, Netty juga meminta perwakilan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Zulfikar untuk menjawab keluhan Kasiem.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Zulfikar pun mengaku jika saat ini ada banyak pihak yang melakukan pendataan pelaku UMKM, mulai dari pihak kecamatan, kelurahan, kepala lingkungan, hingga Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian.

“Saya akan telusuri kembali pendataan masalah UMKM ini. Saat ini pendataan banyak dilakukan, bukan hanya oleh dinas koperasi, karena masalah UMKM ini merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Medan,” katanya.

Selain masalah bantuan UMKM, warga Medan Perjuangan juga menyampaikan berbagai keluhannya di bidang infrastruktur, yakni masalah jalan hingga drainase. Selain itu, warga juga mengeluhkan masalah penerangan hingga bantuan sosial di bidang pendidikan.

“Tolong pak, di Jalan M Yakob Gg Ali supaya jalannya di aspal,” kata Farida.

Selain itu, Normawati Siregar selaku warga Jalan Gurilla Gg Waspada juga meminta agar parit yang ada di waspada dapat diperlebar dan di cor bagian atasnya agar jalan di Gg Waspada dapat lebih luas sehingga bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Atas keluhan warga tersebut, perwakilan Dinas SDABMBK Kota Medan, Darwin Effendy meminta agar Kepala Lingkungan masing-masing wilayah dapat menyurati pihaknya dan melengkapi berkas permohonan dengan foto jalan ataupun drainase yang ingin diperbaiki.

“Antarkan suratnya serta foto, supaya nanti akan kami survey dan kami kerjakan untuk diperbaiki,” jawabnya.

Menutup kegiatan reses tersebut, Netty Juniaty Siregar mengaku akan memperjuangkan berbagai keluhan warga dengan menyampaikan keluhan tersebut kepada OPD terkait. (map)

Assoc Prof Dr H Usman Jakfar Lc MA Launching Buku Tadabur Al Quran Juz 30 dan Juz 29

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Assoc Prof Dr H Usman Jakfar Lc MA melaunching buku Tadabur Al Quran Juz 30 dan Juz 29 di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, Sabtu (11/2). Ustad yang pernah mengenyam pendidikan di Arab Saudi dan Malaysia ini berharap, dengan adanya buku ini umat Islam dapat lebih baik lagi dalam memahami pesan-pesan yang ada di dalam Al Quran.

“Buku ini adalah sedikit sumbangsih saya terhadap umat Islam yang ada di Indonesia pada umumnya, dan ummat Islam yang ada di Sumatera Utara khususnya,” kata Usman Jakfar di hadapan undangan yang hadir di antaranya Anggota DPR RI dari Fraksi PKS H Hidayatullah SE, anggota DPD RI H Muhammad Nuh MSP, tokoh ulama Sumatera Utara H Salman AlFarisi Lc MA, Ketua DPD PKS Kota Medan H Kasman Marasakti Lubis Lc MA dan perwakilan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) yang ada di Kota Medan.

Diketahui Assoc Prof Dr H Usman Jakfar Lc MA adalah ulama Sumatera Utara kelahiran Kabupaten Batubara yang saat ini juga diamanahi sebagai Ketua DPW PKS Sumatera Utara. Selain itu, Ustad Usman Jakfar juga masih aktif sebagai dosen di Universitas Negeri Sumatera Utara (UINSU) Fakultas Syariah dan Hukum, serta pengajar di Mahad Abu Ubaidah Ibnu Al Jarroh. (rel/adz)

Kembangkan FE Hortikultura, TTM Buat Percontohan Budidaya Pertanian

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mengembangkan program food estate (FE) hortikultura di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Taiwan Technical Mission (TTM) akan membuat terobosan dengan melakukan percontohan budidaya pertanian.

Program ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian penyerahan pengelolan lahan, antara pemilik lahan yakni Tumpak Lumbangaol, Simon Siregar, dan Emanuel Seankrisko Anjuna, kepada Tim Operasional FE di lokasi FE Desa Riaria, Jumat (10/2) lalu. Penandatanganan ini turut dihadiri Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor.

Sebelumnya, lahan tersebut, sesuai dengan rencana aksi yang telah ditandatangani antara Indonesian Economic and Trade Office (IETO) dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) pada 8 Desember 2022 lalu, memang akan digunakan sebagai percontohan budidaya yang dilakukan TTM.

Dalam kesempatan itu, Buapti Humbahas Dosmar Banjarnahor, menyampaikan terima kasih atas kehadiran TTM yang ikut bergabung dengan masyarakat, dalam rangka pengembangan FE yang membuat percontohan budidaya pertanian.

“FE ini dikembangkan untuk kepentingan masyarakat, kepentingan para petani. Jalan sudah ada, irigasi sudah berjalan, listrik sudah tersambung. Saya yakin, FE pasti lebih berhasil lagi, karena kita sudah memiliki sarana dan prasarana yang baik,” ungkap Dosmar.

Dosmar juga mengatakan, pengembangan program FE hortikultura di Desa Riaria ini, ada 4 komoditi yang dikembangkan, yakni kentang, cabe merah, jagung, dan kol.

“Jadi ada 4 komoditi dalam pengembangan program hortikultural ini, yakni kentang, cabe merah, jagung, dan kol. Kami berharap, karena memiliki sarana dan prasarana yang baik, program ini harus semakin berhasil,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan pihak TTM, mengaku, sangat senang bisa memberikan percontohan budidaya pertanian di lahan FE Desa Riaria tersebut.

“Kami akan memberikan percontohan budidaya di sini. Kalau suka dengan uang, ikutlah bersama kami,” imbaunya. (des/saz)

Tim Supervisi PKK Sumut Kunker ke Karo

SAMBUT: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Caprilus Barus, saat menyambut kunjungan Tim Supervisi PKK Sumut.

KARO, SUMUTPOS.CO – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Caprilus Barus, menerima kunjungan Tim Supervisi Desa Percontohan dan Desa Pelaksana Binaan PKK oleh Tim Supervisi Sumut di Kabupaten Karo, Rabu (8/2) lalu.

Pada kesempatan ini, Caprilus menyampaikan, Kabupaten Karo memiliki 5 Desa Percontohan Binaan PKK, yakni Desa PAAR (Pola Asuh Anak dan Remaja), Desa Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Desa Hatinya Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Kecamatan Percontohan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA Test), dan Desa Tertib Administrasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

“Kami mohon kepada bapak dan ibu, agar kiranya berkenan untuk memberikan bimbingan dan arahan, seraya melakukan pembinaan 10 program PKK, dengan 5 kategori, kepada 5 desa percontohan yang menjadi perwakilan Karo,” ungkap Caprilus.

Kepada PKK tingkat kecamatan maupun desa yang menjadi percontohan dan pelaksana, Caprilus pun mengimbau, agar benar-benar mendengarkan arahan dan bimbingan dari Tim Supervisi PKK Sumut, agar apa yang disampaikan dapat dipahami dan dilaksakan dengan baik.

Caprilus juga berharap , agar pimpinan OPD selaku tim pembina bagi desa percontohan dan pelaksana binaan PKK Kabupaten Karo, untuk mendukung dan memfasilitasi desa percontohan. Serta menciptakan koordinasi dan kerja sama yang baik dalam pelaksanaan kegiatan ini nantinya.

Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Karo Vera Rika, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Data Martina br Ginting, rombongan Tim Supervisi Desa Percontohan dan Desa Pelaksana Binaan PKK Sumut, camat dan Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Karo. (deo/saz)

PAC PP Stabat Gelar Jumat Barokah

BERSAMA: Para anggota PAC PP Kecamatan Stabat diabadikan bersama pada gelaran Jumat Barokah di Kelurahan Kwala Bingei, Kecamatan Stabat, belum lama ini.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Stabat, menggelar Jumat Barokah, yang dipimpin langsung Ketua PAC PP Kecamatan Stabat Riki Sapariza dan Sektaris Facruddin Rambe di Kelurahan Kwala Bingei, Kecamatan Stabat, belum lama ini. Kegiatan ini dirangkai dengan soft opening Nazwa Boutique & Cici Boutique Studio.

Acara ini pun dihadiri para ketua ranting dan anggota PP se-Kecamatan Stabat, serta tokoh agama. Sekaligus melakukan pemotongan nasi tumpeng dan menyantuni 20 anak yatim.

Dalam sambutannya, Riki sangat berterima kasih kepada para pengurus PAC PP Kecamatan Stabat dan ketua ranting, serta tamu undangan, yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti acara tersebut.

“Saya berharap dan memohon doa dari seluruh undangan, agar usaha kami ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Dengan adanya doa bapak dan ibu, semoga Allah Subhanahu wa Taala dapat mengijabahnya. Aamiin ya Rabbal Alimin,” ungkap Riki.

Riki pun berharap, semoga PAC PP Kecamatan Stabat tetap istiqomah dalam menjalankan bakti sosial di tengah-tengah masyarakat. (mag-6/saz)

Tahun Ini Pemko Medan Revitalisasi Gedung Warenhuis, Telan Anggaran Rp32 Miliar

istimewa/sumut pos SENGKETA: Kondisi bangunan Medan Warenhuis di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat berada dalam sengketa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya Penataan Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis, mengatakan nantinya gedung bersejarah bekas supermarket pertama di Kota Medan tersebut akan menjadi pusat expo, terutama untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan anak-anak muda kreatif.

“Sesuai dengan amanah Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution, Gedung Warenhuis ini akan dijadikan pusat expo, diutamakan untuk UMKM dan anak-anak muda kreatif serta dikombinasikan dengan aktivitas kuliner,” ucap Endar, Minggu (12/2).

Dikatakan Endar, untuk mendukung berbagai berbagai aktivitas tersebut, Pemko Medan juga telah mengadakan lahan di sebelah Gedung Warenhuis. Di lahan itulah Pemko Medam akan mengembangkan aktivitas kuliner. “Kalau kita lihat sekarang di sebelahnya ada PT Terang Bulan Jaya. Dua dari empat persil miliknya sudah kita bayar, nanti disitu akan kita kembangkan kulinernya,” ujarnya.

Endar mengatakan bahwa tender Revitalisasi Gedung Warenhuis akan dimulai pada Februari ini juga. Disebutkannya, Pemko Medan akan menentukan pemenang tender yang profesional untuk menangani revitalisasi Gedung Heritage tersebut.

“Ini pekerjaan seni dan juga harus ahli cagar budaya, karena tidak boleh ada yang berubah disitu. Karena itu kita perhitungkan waktu kerjanya lebih dari satu tahun, jadi kita buat multiyears,” katanya.

Terkait anggaran, Endar mengatakan revitalisasi Gedung Warenhuis akan menelan anggaran hingga Rp32 miliar.

Dijelaskan mantan Kadis Sosial itu, di tengah persiapan tender Revitalisasi Gedung Warenhuis itu, saat ini tengah berlangsung penataan kawasan Kesawan oleh Kementerian PUPR. Penataan kawasan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Medan ini merupakan upaya mengembalikan kawasan Kesawan sebagai kota lama atau cagar budaya.

“Secara umum, penataan ini untuk mengembalikan kawasan Kesawan sebagai kota lama atau cagar budaya, namun bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi, khususnya UMKM, juga untuk mendukung program Kitchen of Asia,” jelasnya.

Menurutnya, lingkup pekerjaan penataan kawasan Kota Lama Kesawan ini akan terdiri dari dua bagian, yakni di atas permukaan tanah dan di bawah tanah.

Untuk lingkup pekerjaan di atas permukaan tanah atau jalan, antara lain penataan jalur pedestrian, pembuatan jalur sepeda, pembangunan halte dan shelter, penataan lansekap, penggantian lapisan permukaan beberapa ruas jalan, hingga tata cahaya.

“Sedangkan pekerjaan di bawah tanah antara lain penataan saluran drainase dan pembangunan Saluran Jaringan Utilitas Terpadu untuk menempatkan seluruh kabel-kabel utilitas di bawah tanah,” tuturnya.

Selain itu, sambung Endar, akan dilakukan juga penataan koridor di Jalan Jalan Ahmad Yani sampai Jalan Balai Kota, Jalan Pulau Pinang, dan Jalan Bukit Barisan.

Untuk penataan koridor kawasan Pajak Ikan Lama akan dilakukan di Jalan Kumango, Jalan Perniagaan, Jalan Kereta Api, Jalan Perniagaan Baru, Jalan Kwang Ju, Jalan Pembelian, Jalan Perdagangan, dan Jalan A Yani II serta Jalan Palang Merah. Untuk kawasan Warrenhuis. penataan koridor akan dilakukan di Jalan Perdana, A Yani VII, Raden Saleh, AR Syihab, dan Hindu.

“Sedangkan kawasan Jalan Mesjid, penataan koridor dilakukan di Jalan Palang Merah dan sebagian Jalan Mesjid yang terhubung dengan area gardu PLN. Kita optimis penataan Kesawan dan revitalisasi Gedung Warrrenhuis ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan,” pungkasnya.(map/ila)

Banjir di Jalan Garu VI Tak Kunjung Teratasi

RESES: Dedy Aksyari Nasution saat reses di Jalan Bajak II-H, Harjo Sari II, Medan Amplas, Sabtu (11/2).istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra, Dedy Aksyari Nasution, meminta kepada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk bekerja lebih serius dalam mengatasi masalah banjir di Kota Medan, khususnya di kawasan Jalan Garu VI Ujung, Kelurahan Harjo Sari I, Kecamatan Medan Amplas.

Anggota Komisi IV ini pun mengaku kesal, pasalnya anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan untuk penangan banjir di Jalan Garu VI ujung Kelurahan Harjo Sari I tak membuahkan hasil apapun.

Terbukti, kawasan yang sempat ia jadikan lokasi reses tahun lalu di Jalan Garu VI ujung masih tergenang banjir apabila hujan mengguyur lokasi itu. Temuan ini pun menjadi beban moral baginya, mengingat ia pernah berjanji tatkala menggelar reses di Jalan Garu VI untuk dapat menuntaskan masalah banjir di kawasan tersebut.

Hal itu diungkapkan Dedy saat menggelar Reses Masa Sidang I Tahun Keempat Tahun Anggaran 2023 di Jalan Bajak II-H Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (11/2).

“Kita tegaskan di sini, Dinas SDABMBK Kota Medan harus mempekerjakan kontraktor yang profesional. Sayang anggaran miliaran rupiah digelontorkan di Jalan Garu VI itu tak berarti apa-apa, warga disana masih sering terkena banjir,” ketusnya di hadapan perwakilan dinas terkait.

Senada dengan pernyataan itu, Riki warga Lingkungan 14 Kelurahan Harjo Sari II, mempertanyakan penanggulangan banjir di Gang Mesjid yang juga belum terselesaikan. Ia berharap, drainase yang sepanjang Lingkungan 7 dan Lingkungan 14 dapat dialirkan ke Kanal Banjir Timur.

“Satu lagi pertanyaan saya pak, program UHC yang dibilang Pak Bobby Nasution apakah masih berlaku seterusnya atau hanya sampai masa jabatan dia selesai? Mohon kami diberi penjelasan,” ungkapnya.

Selain Riki, warga Lingkungan 13 Reynold Sinulingga yang juga menjabat sebagai kepling mempersoalkan kondisi Jalan Dwikora yang hancur lebur akibat perubahan arus lalu lintas dampak dari proyek di Jalan STM ujung.

Sementara Tina, Kepling 9 Harjo Sari II juga mempersoalkan banjir di lingkungannya yang belum teratasi karena drainasenya tak berjalan lancar.

Menjawab pertanyaan Riki, Lurah Harjo Sari II M Harbi menegaskan program UHC yang difokuskan Wali Kota Medan Bobby Nasution akan tetap ada. Dan seluruh biayanya ditanggung APBD Kota Medan. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, hanya masyarakat ber-KTP Medan yang bisa mendapatkan program UHC tersebut.

“Saya coba menambahkan dari apa yang dijelaskan pak Lurah Harjo Sari II. Program UHC diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu, karena program ini menggunakan dana APBD. Kalau Bobby sudah selesai, kemungkinan program UHC ini kembali ke program awal yakni BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran),” ucap Dedy menimpali pernyataan Lurah Harjo Sari II.

Atas beragam keluhan dan aspirasi yang disampaikan warga, Dedy Aksyari pun berjanji akan menindaklanjutinya dengan memasukkannya ke dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Medan yang akan dibacakan dalam sidang Paripurna DPRD Medan. (map/ila)

Keluhkan Masalah Kesejahteraan, Guru MDTA Minta Gratiskan BPJS Ketenagakerjaan dan Naik Insentif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan mengeluhkan masalah kesejahteraan hidup mereka yang masih di bawah rata-rata. Salah satu alasannya, yakni kecilnya insentif guru MDTA di Kota Medan.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Keempat Tahun Anggaran 2023 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai NasDem, T Edriansyah Rendy SH M.Kn, di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (12/3) sore.

“Mewakili guru MDTA di Kota Medan, saya mau bilang pak, insentif kami kecil sekali, sementara kesejahteraan kami di bawah rata-rata,” ucap Anwar selaku salah seorang warga Kecamatan Medan Labuhan yang berprofesi sebagai guru MDTA.

Untuk itu, Anwar meminta Pemko Medan melalui Dinas Sosial untuk menaikkan besaran insentif yang mereka terima. Selain itu, Anwar juga meminta kepada Pemko Medan untuk menggratiskan iuran BPJS Ketenagakerjaan mereka.

“Karena pendapatan kami dibawah rata-rata, tolonglah pak dari Dinsos Medan supaya insentif kami guru MDTA dinaikkan. Lalu kami juga bermohon, kalau bisa digratiskan (iuran) BPJS Ketenagakerjaan kami,” ujarnya dihadapan perwakilan Kecamatan Medan Labuhan Nurmala Sari, Lurah Martubung Rahmadsyah Siregar, perwakilan Dinkes Medan drg Alfred Parulian, perwakilan Dinas SDABMBK Medan Muhammad Ridho, perwakilan Dinsos Medan Pardede, dan perwakilan BPJS Kesehatan Lukman.

Dalam giat Reses yang digelar Edriansyah Rendy tersebut, warga Lingkungan 1 Kelurahan Martubung, Darmita, mengeluhkan masalah bantuan di bidang pendidikan yang tidak pernah didapatkannya. Padahal ia mengaku mempunyai 4 anak yang masih bersekolah, sementara tingkat ekonomi keluarga mereka tergolong kurang mampu.

“Anak saya empat, tapi saya nggak pernah dapat bantuan di bidang pendidikan. Bukan cuma saya, disini banyak orang susah yang anaknya sekolah, tapi nggak pernah dapat bantuan seperti saya. Mohon diperhatikan pak,” katanya.

Menanggapi berbagai keluhan warga, T Edriansyah Rendy yang duduk di Komisi II DPRD Kota Medan mengaku akan menampung dan menindaklanjuti keluhan-keluhan tersebut.

“Alhamdulillah saat ini saya duduk di Komisi II DPRD Medan, masalah kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan dan kesehatan memang menjadi bidang kami di Komisi II,” jawab Rendy.

Rendy yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai NasDem itu mengatakan, dirinya akan memasukkan usulan kenaikan insentif guru MDTA tersebut ke dalam pokok pikiran DPRD Medan yang akan disampaikan dalam sidang Paripurna DPRD Medan.

“Begitu juga dengan bantuan untuk anak sekolah, saya akan meminta untuk dilakukan pendataan lebih lanjut. Kita juga akan mendorong agar semua bantuan sosial dapat tersalurkan secara maksimal dan tepat sasaran,” pungkasnya. (map)

Perangkat Kecamatan Hingga Lingkungan Diminta Lakukan Pendataan Untuk Bantuan Lansia Tunggal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah bantuan sosial (bansos) kembali disiapkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan di tahun 2023 ini. Teranyar di tahun ini, Pemko Medan melalui Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan lansia tunggal kepada para lansia yang merupakan warga Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra, Mulia Syahputra Nasution SH MH, saat menggelar Reses Masa Sidang I Tahun Keempat Tahun Anggaran 2023 di Jalan Starban Gg Lurah, Lingkungan 13, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (12/2/2023) sore.

“Tahun ini akan ada bantuan lansia tunggal dari Pemko Medan, Alhamdulillah bantuan ini telah diusulkan oleh DPRD Medan dan telah dianggarkan di Dinas Sosial,” ucap Mulia dihadapan ratusan warga yang hadir.

Dikatakan Mulia yang duduk di Komisi III tersebut, dulunya bantuan lansia tunggal ini merupakan bagian dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kemensos. Akan tetapi saat ini, bantuan lansia tunggal sudah masuk ke dalam anggaran Dinas Sosial Kota Medan.

Oleh sebab itu, Mulia meminta kepada perangkat kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan untuk mendata seluruh warga lansia yang ada diwilayahnya agar seluruh lansia yang membutuhkan dapat mendapatkan program tersebut.

“Perangkat kecamatan sampai kelurahan harus mendata warga lansia ini dengan sebaik-baiknya. Batas usia lansia yang dimaksud minimal 60 tahun, tolong hal ini agar diperhatikan, sebab saat ini sudah dimasukkan ke dalam anggaran Pemko Medan,” ujarnya.

Mulia pun mempersilahkan warga untuk melaporkan kepada pihaknya bila mana ada keluarga ataupun tentangga yang telah memasuki lansia dan belum mendapatkan bantuan.

“Jadi untuk lansia yang belum dapat bantuan, silakan lapor ke tim kita, nanti akan dibantu,” katanya.

Selain itu, Mulia juga meminta kepada setiap kepala lingkungan untuk mendata seluruh warganya yang kurang mampu untuk masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pasalnya di tahun ini bantuan-bantuan sosial tetap akan digulirkan, mulai dari bantuan yang bersumber dari Pemko Medan, Pemprov Sumut, hingga Pemerintah Pusat.

Faktanya, sambung Mulia, sampai saat ini masih banyak warga tidak mampu yang bahkan tidak tahu apa itu DTKS. Sementara untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, warga tersebut harus masuk atau terdaftar dahulu ke DTKS.

“Ini harus menjadi evaluasi bagi pihak kecamatan, kelurahan hingga lingkungan. Kepling harus melakukan penjelasan setiap kali melakukan pendataan, sebab saat ini banyak warga yang trauma, asyik di data tapi tak pernah dapat bantuan,” tegasnya.

Dihadapan perwakilan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Mulia juga mengajak para pelaku UMKM di Kecamatan Medan Polonia untuk bergabung dalam binaan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan. Pasalnya, akan ada banyak manfaat dan bantuan yang bisa didapatkan untuk mengembangkan usahanya.

“Saya duduk di Komisi III DPRD Medan, saya sangat konsen untuk membantu para pelaku UMKM. Ada banyak manfaat bila menjadi binaan Dinas Koperasi, termasuk agar bisa terdaftar di e-Katalog Lokal Kota Medan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang di Dinas Sosial Kota Medan, Ananda mengatakan bahwa saat ini ada banyak program bantuan yang disiapkan oleh pemerintah. Untuk itu, setiap warga yang berhak dan membutuhkannya wajib terdata di DTKS.

“Pastikan bapak/ibu masuk ke DTKS, saat ini pendataan terus dilakukan. Benar bahwa di tahun ini kita ada BST Lansia, bahkan kita juga ada bantuan untuk penyandang disabilitas,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Mulia juga menerima banyak aspirasi warga, dimulai dari masalah kebutuhan angkutan umum, penerangan jalan, hingga masalah drainase. Atas berbagai keluhan tersebut, pihak terkait yang hadirpun memberikan sejumlah jawaban.

Selain itu, Mulia juga berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan kepada pihak terkait, termasuk dengan memasukkan keluhan-keluhan tersebut ke dalam Pokok Pikiran DPRD Medan yang akan disampaikan dalam sidang Paripurna DPRD Medan.

Seperti diketahui, sebelumnya pada Sabtu (11/2/2023), Mulia Syahputra juga menggelar Reses di Jalan Sari No.28, Lingkungan 1, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor. (map)