Home Blog Page 1840

CFD di Lapangan Merdeka, Wawako Binjai Kunjungi Layanan Amir Jempol

Wawako Binjai, Rizky Yunanda Sitepu (dua dari kiri) saat mengikuti CFD di lapangan merdeka sekaligus melihat layanan Amir Jempol di depan Taman Balita.Dinas Kominfo Kota Binjai/Istimewa.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai, Rizky Yunanda Sitepu mengikuti car free day (CFD) yang berlangsung di lapangan merdeka, Minggu (12/2/2023). Orang nomor 2 di Pemerintah Kota Binjai ini juga berkesempatan mengikuti perataan Hari Ulang Tahun salah satu stasiun televisi di Lapangan Merdeka Binjai.

Rizky menyebut, kegiatan CFD merupakan salah satu upaya dari Pemko Binjai untuk mempromosikan gaya hidup dan lingkungan yang bersih. Saat mengikuti CFD, Rizky mendatangi lokasi pelayanan Aksi Melayani Izin Berusaha Jemput Bola (Amir Jempol) yang digagas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai.

Ketepatan program Dinas PMPPTSP Kota Binjai hadir saat CFD di lapangan merdeka. Pelayanan Amir Jempol disebut solusi bagi masyarakat untuk mempermudah proses pengurusan izin usaha yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga.

Rizky mengapresiasi pelayanan tersebut. Sebab, terobosan Amir Jempol dari Dinas PMPPTSP merupakan salah satu upaya memberikan pelayanan publik khususnya bagi para pelaku usaha maupun pengusaha di Kota Binjai.

“Kegiatan CFD dan Amir Jempol menjadi bukti bahwa Pemko Binjai terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat besar,” pungkasnya.

CFD yang berlangsung setiap hari minggu berjalan aman dan sukses. Juga terobosan dan inovasi Amir Jempol disambut baik oleh masyarakat dengan kehadirannya yang meramaikan meja pelayanan tersebut. (ted/ila)

807 Petugas Pantarlih KPU Binjai Dilantik

Petugas Pantarlih Binjai Kota menandatangi fakta integritas usai dilantik.Istimewa/KPU Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 807 petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) di Kota Binjai dilantik, Minggu (12/2/2023). Menurut Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai, Robby Effendi, pelantikan Pantarlih dilakukan secara terpisah.

“Pelantikannya digelar di masing-masing kantor kecamatan,” ujar Robby.

Usai pelantikan Pantarlih, kata Robby, masing-masing Komisioner KPU Binjai bertindak sebagai apel pembina. Sementara pemimpin apel diisi oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) masing-masing.

“Dalam apel juga akan dilakukan pemakaian rompi secara simbolis, kemudian pembacaan fakta integritas Pantarlih dan pembina apel membacakan kata sambutan dari Ketua KPU RI,” urai dia.

Setelah apel, ratusan Pantarlih mengikuti bimbingan teknis yang dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS). Robby melanjutkan, masa kerja petugas Pantarlih dimulai 12 Februari 2023 sampai 11 April 2023.

“Hari ini sampai 14 Maret 2023 dilakukan proses coklit (pencocokan dan penelitian),” ujarnya.

Pantarlih merupakan badan ad hoc yang bertugas membantu Komisi Pemilihan Umum dalam menyelenggarakan Pemilu. Pantarlih dibentuk oleh PPS dan berkedudukan di lingkungan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sesuai ketentuan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2022, setiap TPS Pemilu 2024 nantinya akan memiliki satu orang Pantarlih yang diangkat oleh PPS atas nama KPU dalam cakupan kabupaten dan kota. Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2022, ada beberapa tugas Pantarlih Pemilu 2024, antara lain: membantu KPU kabupaten/kota, PPK, dan PPS dalam melakukan penyusunan daftar pemilih dan pemutakhiran data pemilih pada tahapan Pemilu.

“Setelah proses coklit data pemilih dilakukan, kemudian diberikan tanda bukti terdaftar kepada pemilih. Lalu menyampaikan hasil pencocokan dan penelitian kepada PPS dan Partalih juga melaksanakan tugas lain yang diberikan KPU, PPK dan PPS, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. (ted/ila)

Dihadapan Ribuan Rakyat Simalungun, Mangapul Purba Dinobatkan sebagai Godfather

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba kembali menggelar silaturahim yang dikemas dengan open house di Kolam Mangapul Purba, Desa Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sabtu (11/2/2023). Dalam kegiatan yang diorganisir Komunitas Mangapul Purba adalah Kita (KoMPaK) ini dihadiri ribuan rakyat Simalungun dari berbagai kalangan lintas suku dan agama, tokoh masyarakat, dan perangkat pemerintahan dari tingkat kabupaten sampai kepala lingkungan.

Tokoh-tokoh masyarakat Simalungun saat menyampaikan sambutannya, seragam berpendapat bahwa sosok Mangapul Purba merupakan tokoh dan wakil rakyat Siantar-Simalungun di DPRD Sumut yang telah membuktikan kinerjanya dalam berbagai bentuk bantuan sesuai aspirasi rakyat Simalungun.

“Bapak Mangapul Purba telah membuktikan dirinya sebagai wakil rakyat di DPRD Sumut yang sangat memperhatikan berbagai persoalan rakyat Simalungun, baik bantuan sosial rumah ibadah, sekolah dan madrasyah. Bantuan berbagai keperluan pertanian, peternakan dan juga aspirasi pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan di Simalungun,” ujar Pj Panghulu Silau Malaha, Carolina yang mewakili beberapa penghulu dan kepala desa se-Kabupaten Simalungun.

Lebih lanjut, tokoh masyarakat Barena Alijoyo Purba menyatakan, Mangapul Purba layak dinobatkan sebagai Godfather Rakyat Simalungun. “Dengan kinerja dan kiprahnya sebagai anggota dan juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Bapak Mangapul Purba ini layak kita nobatkan sebagai Godfather rakyat Simalungun,” lanjut Barena Alijoyo yang disambut tepuk tangan meriah dari undangan yang hadir

Menanggapi berbagai sambutan tersebut, Mangapul Purba yang juga sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya saat ini dan berjanji akan terus berjuang menyahuti berbagai aspirasi rakyat Simalungun. “Doakan saya selalu sehat dan berharap terus mendapat dukungan dari rakyat Simalungun dan Siantar untuk bisa terus berkiprah dan memberikan yang terbaik bagi rakyat Simalungun dan siantar sebatas kemampuan maksimal saya,” ungkap Mangapul.

Lebih lanjut Mangapul menyatakan, silaturrahim dan open house ini bagian dari menjalankan perintah Ketum PDI Perjuangan, menjumpai rakyat, menyapa takyat, maka dilaksanakan di desa. “Bukan saya tidak mampu melaksanakan ini di tempat lain seperti hotel, tapi ini bagian dari komitmen kami kepada rakyat sebagaimana perintah Ibu Megawati, jumpai rakyat, tanpa mereka kita tidak ada apa-apanya,” pungkas Mangapul.

Acara Silaturahim dan Open House berlangsung dari pagi hingga malam hari dengan kehadiran tokoh dan rakyat simalungun secara bergantian. Terlihat hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPD Sumut Dr. Aswan Jaya, Ketua DPC PDI perjuangan Simalungun Samren Girsang bersama seluruh anggota fraksi. (adz)

Pelaku UMKM Medan Tuntungan Didorong Daftarkan Diri ke e-Katalog

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Medan, khususnya di Kecamatan Medan Tuntungan, diminta untuk segera mendaftarkan usahanya di e-Katalog Lokal Kota Medan. Sebab dengan begitu, para pelaku UMKM di Kecamatan Medan Tuntungan dapat berkembang dengan jauh lebih cepat.

Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Medan Fraksi Partai NasDem, Habiburrahman Sinuraya S.ST saat menggelar Reses di Jalan Bunga Kardiol Lingkungan III, Kelurahan Baru Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (11/2/2023) sore.

Dikatakan Habib, dorongan dirinya terhadap para pelaku UMKM di Kecamatan Medan Tuntungan bukan tanpa alasan. Sebab berdasarkan data yang ia peroleh, hingga awal Bulan Februari 2023 ini saja, Pemko Medan telah melakukan belanja e-Katalog Lokal hingga mencapai Rp1,6 Miliar.

“Hanya satu bulan lebih di tahun 2023 ini, belanja e-Katalog Lokal Kota Medan sudah mencapai Rp1,6 Miliar, ini luar biasa, sayang sekali kalau para pelaku UMKM di Kecamatan Medan Tuntungan tidak memanfaatkannya. Kalau terdaftar di e-Katalog lokal, pasti produk-produk UMKM dari sini bisa terjual jauh lebih banyak,” ucap Habib.

Dijelaskan Habib yang duduk di Komisi I DPRD Medan itu, selama ini produk kuliner merupakan salah satu produk yang paling banyak terjual dalam e-Katalog Lokal Kota Medan. Sementara, baru ada satu pelaku usaha tape di Kelurahan Baru Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan yang terdaftar di e-Katalog Lokal Kota Medan.

“Padahal di Kelurahan Baru Ladang Bambu, Medan Tuntungan ini banyak sekali pelaku usaha tape, dan Tape Medan Tuntungan ini sangat terkenal. Tapi hanya satu pelaku usaha tape di Kelurahan Ladang Bambu ini yang terdaftar di e-Katalog Lokal Kota Medan. Sayang sekali,” ujarnya dihadapan Lurah Baru Ladang Bambu, Yus Gemala dan perwakilan BPJS Kesehatan.

Oleh sebab itu, Habib pun meminta para pelaku usaha tape dan para pelaku UMKM lainnya di Kecamatan Medan Tuntungan untuk segera mendaftarkan diri ke e-Katalog Lokal Kota Medan.

Ketua Garda Pemuda NasDem Kota Medan itu pun meminta pihak Kelurahan Baru Ladang Bambu untuk membantu para pelaku UMKM di wilayahnya agar terdaftar di e-Katalog Lokal Kota Medan. Pasalnya hingga saat ini, masih sangat banyak para pelaku UMKM di Kota Medan yang belum mengetahui cara mendaftarkan usahanya ke e-Katalog Lokal Kota Medan.

“Bapak/Ibu juga harus proaktif, datang lah ke kantor lurah, minta dibantu. Nanti saya akan mengawal agar proses pendaftaran usaha bapak/ibu ke dalam e-Katalog lokal dapat berjalan dengan baik. Sebab saat ini, Pemko Medan di bawah kepemimpinan Pak Bobby Nasution sedang menggenjot produk-produk UMKM. Saya berharap, semua UMKM yang ada di Kelurahan Baru Ladang Bambu ini bisa masuk ke e-Katalog Lokal,” katanya.

Habib pun menjelaskan, saat ini Dana Kelurahan juga tengah difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat, salah satunya dengan pengembangan UMKM. Untuk itu, Habib meminta agar pihak Kelurahan dapat memaksimalkan Dana Kelurahan tersebut.

“Mari kita manfaatkan program Pemko Medan yang sangat baik ini. Dengan berkembangnya UMKM, maka ekonomi masyarakat juga pasti akan semakin baik,” tutupnya.

Selain masalah UMKM, dalam kesempatan itu, Habib juga menerima berbagai aspirasi masyarakat, diantaranya masalah sampah, masalah jaminan kesehatan dan beragam masalah lainnya.

Atas berbagai keluhan itu, baik Habib, Lurah Baru Ladang Bambu dan pihak BPJS Kesehatan yang hadir menjawab satu persatu keluhan warga. Habib pun berjanji akan menindaklanjuti keluhan warga dengan memasukkan keluhan itu ke dalam pokok pikiran DPRD Medan yang akan dibacakan dalam sidang Paripurna DPRD Medan.

Seperti diketahui, Habiburrahman Sinuraya menggelar Reses pada dua sesi pada Sabtu (11/2/2023). Selain di Jalan Bunga Kardiol Lingkungan III, Kelurahan Baru Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan pafa sesi pertama, Habib Sinuraya juga menggelar kegiatan yang sama di Jalan Bunga Mayang 1 Lingkungan 1, Kelurahan Laucih, Kecamatan Medan Tuntungan pada sesi kedua. (map)

Jalan Garu VI Masih Banjir, Dinas SDABMBK Diminta Pekerjakan Kontraktor Profesional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution, meminta kepada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk bekerja lebih serius dalam mengatasi masalah banjir di Kota Medan, khususnya di kawasan Jalan Garu VI Ujung, Kelurahan Harjo Sari I, Kecamatan Medan Amplas.

Dedy pun mengaku kesal, pasalnya anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan untuk penangan banjir di Jalan Garu VI ujung Kelurahan Harjo Sari I tak membuahkan hasil apapun.

Terbukti, kawasan yang sempat ia jadikan lokasi reses tahun lalu di Jalan Garu VI ujung masih tergenang banjir apabila hujan mengguyur lokasi itu. Temuan ini pun menjadi beban moral baginya, mengingat ia pernah berjanji tatkala menggelar reses di Jalan Garu VI untuk dapat menuntaskan masalah banjir di kawasan tersebut.

Hal itu diungkapkan Dedy saat menggelar Reses Masa Sidang I Tahun Keempat Tahun Anggaran 2023 di Jalan Bajak II-H Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (11/2/2023).

“Kita tegaskan di sini, Dinas SDABMBK Kota Medan harus mempekerjakan kontraktor yang profesional. Sayang anggaran miliaran rupiah digelontorkan di Jalan Garu VI itu tak berarti apa-apa, warga disana masih sering terkena banjir,” ketusnya di hadapan perwakilan dinas terkait.

Senada dengan pernyataan itu, Riki warga Lingkungan 14 Kelurahan Harjo Sari II, mempertanyakan penanggulangan banjir di Gang Mesjid yang juga belum terselesaikan. Ia berharap, drainase yang sepanjang Lingkungan 7 dan Lingkungan 14 dapat dialirkan ke Kanal Banjir Timur.

“Satu lagi pertanyaan saya pak, program UHC yang dibilang pak Bobby Nasution apakah masih berlaku seterusnya atau hanya sampai masa jabatan dia selesai? Mohon kami diberi penjelasan,” ungkapnya.

Selain Riki, warga Lingkungan 13 Reynold Sinulingga yang juga menjabat sebagai kepling mempersoalkan kondisi Jalan Dwikora yang hancur lebur akibat perubahan arus lalu lintas dampak dari proyek di Jalan STM ujung.

Sementara Tina, Kepling 9 Harjo Sari II juga mempersoalkan banjir di lingkungannya yang belum teratasi karena drainasenya tak berjalan lancar.

“Pertanyaan kedua saya pak, lampu penerangan jalan di Lingkungan 9. Ada banyak titik yang lampunya pada mati, mohon bantuannya agar diperbaiki atau diberi penerangan,” pinta Tina.

Menjawab pertanyaan Riki, Lurah Harjo Sari II M Harbi menegaskan program UHC yang difokuskan Wali Kota Medan Bobby Nasution akan tetap ada. Dan seluruh biayanya ditanggung APBD Kota Medan. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, hanya masyarakat ber-KTP Medan yang bisa mendapatkan program UHC tersebut.

“Saya coba menambahkan dari apa yang dijelaskan pak Lurah Harjo Sari II. Program UHC diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu, karena program ini menggunakan dana APBD. Kalau Bobby sudah selesai, kemungkinan program UHC ini kembali ke program awal yakni BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran),” ucap Dedy menimpali pernyataan Lurah Harjo Sari II.

Atas beragam keluhan dan aspirasi yang disampaikan warga, Dedy Aksyari pun berjanji akan menindaklanjutinya dengan memasukkannya ke dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Medan yang akan dibacakan dalam sidang Paripurna DPRD Medan. (map)

Warga Medan Petisah Menangis Tak Dapat PKH, Robi Barus Siap Fasilitasi ke Dinas Sosial

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang warga Kecamatan Medan Petisah, Endang Susilawati br Ginting, tak mampu membendung air matanya tatkala menceritakan kesedihan hidupnya. Endang yang mengaku sebagai seorang warga miskin dan berstatus janda itu mengaku tidak juga mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH), meskipun dirinya telah berkali-kali mencoba untuk mengurusnya.

Tangisan kesedihan itu diluapkan Endang saat mengikuti kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Sidang Keempat yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDIP, Robi Barus SE M.AP di Jalan Sekip Gg Damar, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (11/2/2023) sore.

“Saya orang miskin, saya janda. Saya sudah capek ngurus supaya bisa dapat program PKH ini, bahkan saya ke (kantor) Dinas Sosial sudah tiga kali, semua (prosedur) sudah saya ikuti, tapi tidak juga dapat bantuan,” ucap Endang dalam kegiatan yang turut dihadiri Camat Medan Petisah Budi Anshari, Lurah Sei Putih Timur I, perwakilan Dinas SDABMBK Medan Abdul Hakim, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Medan Zulfan Ariyanto, dan Koordinator PKH Ester Hutabarat.

Menurut Endang, kesedihannya tersebut terasa semakin dalam saat melihat sejumlah warga yang secara ekonomi lebih baik dari dirinya justru mendapatkan program bantuan tersebut. Sementara dirinya terus berharap agar juga bisa mendapatkan bantuan yang sama, namun tak kunjung ia dapatkan.

“Banyak yang kereta (sepeda motor) nya bagus, ekonominya pun jelas lebih bagus dari saya, tapi bisa dapat bantuan. Saya kok enggak bisa dapat.
Jadi kemana keadilan itu bu,” tanya Endang kepada koordinator PKH Ester Hutabarat yang hadir dalam kesempatan itu.

Menanggapi keluhan dan kesedihan Endang, Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus, dengan sigap memastikan bahwa dirinya siap memfasilitasi keluhan Endang ke Dinas Sosial Kota Medan.

“Saya akan tindaklanjuti keluhan ibu. Hubungi tim saya yang ada disini, berikan berkas-berkasnya ke tim saya, nanti saya langsung yang akan mengurusnya ke Dinas Sosial,” tegas Robi yang disambut tepuk tangan ratusan warga yang hadir.

Selain Endang, sejumlah warga lainnya juga beramai-ramai menyampaikan aspirasinya, baik kepada Robi Barus maupun kepada sejumlah pejabat berwenang yang hadir pada kesempatan itu.

Seperti yang disampaikan Netty Hutagalung selaku warga Jalan Sei Sikambing Gg Citarum, Medan Petisah. Ia menyebutkan, banyak sekali sampah pada drainase-drainase yang ada di lingkungannya. Akibatnya, wilayah tempat tinggalnya tersebut kerap kali banjir setiap turun hujan.

Selanjutnya, L Sihombing warga Gg Suropati meminta Dinas SDABMBK agar dapat meninjau kondisi jalan dan parit disana. Pasalnya, kondisi jalan Gg Suropati sudah lama kupak-kapik dan belum juga tersentuh perbaikan.

Menjawab keluhan banyaknya drainase yang dipenuhi sampah dan jalan yang kupak-kapik, perwakilan Dinas SDABMBK Abdul Hakim mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Hari senin akan kita cek. Khusus untuk jalan akan kita survey, kita ukur dan akan kita usulkan agar di aspal,” jawabnya.

Menutup pertemuan, Robi Barus yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Medan itu berjanji akan menindaklanjuti semua aspirasi masyarakat dengan menyampaikan keluhan tersebut pada sidang Paripurna DPRD Medan agar dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait.

Seperti diketahui, selain menggelar Reses di Jalan Sekip Gg Damar, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah pada Sabtu (11/2/2023), Robi Barus juga menggelar kegiatan yang sama di Jalan Meranti, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah pada Minggu (12/2/2023). (map)

DPRD Medan Siap Jembatani Keluhan Warga Jalan Air Bersih Soal Air Mati Setiap Hari

RESES: Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, M Rizki Nugraha SE saat mengelar Reses di Jalan Saudara Gg Taput, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (11/2/2023). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, M Rizki Nugraha SE, mengaku siap untuk menjembatani keluhan warga Jalan Air Bersih, Gg Tapian Nauli, Kecamatan Medan Kota akan buruknya pelayanan PDAM Tirtanadi di kawasan tersebut.

Kesiapan itu disampaikan Rizki Nugraha SE saat mengelar Reses Masa Sidang I Tahun Sidang ke-IV, Tahun Anggaran 2023 di Jalan Saudara Gg Taput, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (11/2/2023).

Hal itu ditegaskan Rizki setelah mendengar keluhan warga yang mengaku bahwa setiap harinya air yang mengalir ke rumah-rumah sangat terbatas atau hanya mengalir pada jam-jam tertentu, sehingga sangat menggangu warga saat beraktifitas di rumah.

“Saya akan mencoba untuk jembatani keluhan soal pelayanan PDAM Tirtanadi. Masalah ketersediaan ari bersih ini memang sangat vital, sehingga masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang maksimal,” ucap Rizki Nugraha.

Pada kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Medan Samuel, Kadi Trantib Kecamatan Medan Kota Syafrizal, Lurah Sudirejo II Irawadi, dan Relationship Officer ataupun Pemberi Informasi Langsung BPJS Kesehatan Cabang Kota Medan Fery Oliver, Rizki mengatakan bahwa ketersediaan air bersih memang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga pasokan air bersih ke rumah-rumah warga tidak boleh terganggu.

“Saya minta warga Gg Tapian Nauli tolong buat surat pengantar masalah keluhan air ini ke PDAM Tirtabadi, nanti berikan ke Kepala Lingkungannya. Setelah itu saya nanti yang akan mengantarkannya langsung ke PDAM Tirtanadi, bila perlu sama-sama kita kesana. Kita minta solusi yang terbaik,” ujarnya.

Sebelumnya pada kesempatan itu, Darmayanti Siregar selaku warga Jalan Tapian Nauli mengeluhkan kondisi air yang selalu mati pada jam-jam tertentu. Ia mengaku, kondisi yelah berlangsung dalam waktu yang lama. Akibatnya, warga sangat kesulitan saat beraktifitas di rumah.

“Seperti dijatahi sama PDAM airnya pak. Nanti setiap jam 6 pagi, itu sudah mati airnya, gak ngalir lagi. Airnya baru mengalir lagi sore atau menjelang Maghrib, itu pun kecil. Artinya dari pagi sampai sore itu airnya mati pak, sementara disitu lah ibu-ibu ini paling banyak beraktifitas di rumah. Untuk mengakalinya, terpaksa lah kami harus menampung air banyak-banyak, repot kali pak,” keluh Darmayanti.

Pada kegiatan itu, Rizki Nugraha juga menerima banyak keluhan dari masyarakat, mulai dari masalah kesehatan termasuk program Universal Helath Coverage (UHC) hingga masalah infrastruktur seperti drainase dan jalan.

Atas beragam keluhan masyarakat itu, Rizki Nugraha yang sehari-hari bertugas di Komisi 3 DPRD Medan itu pun meminta kepada perwakilan BPJS Kesehatan dan perwakilan Dinas SDABMBK untuk menanggapinya. Selain itu, Rizki Nugraha juga berjanji akan menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan dengan memasukkan aspirasi tersebut dalam Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Medan.

“Aspirasi ini nantinya akan kita masukkan dalam Pokok Pikiran DPRD Medan yang akan kita sampaikan dalam sidang Paripurna,” pungkasnya.

Seperti diketahui, di hari yang sama, Rizki Nugraha menggelar kegiatan reses dalam dua sesi. Pada sesi pertama, Rizki Nugraha menggelarnya di Jalan Saudara Gg Taput, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota. Sementara pada sesi kedua, digelar di Jalan Sumber Bangun, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas. (map)

Pesta Bona Taon PSBI Wilayah Parapat, Kapolres Simalungun dan Manajemen TPL

SAMBUTAN: Manager Media Relation Toba Pulp Lestari (TPL), Dedy Armaya saat memberikan kata sambutan pada acara Pesta Bona Taon 2023 yang diselenggarakan oleh PSBI Wilayah Parapat, Jumat (10/2).

PARAPAT, SUMUTPOS.CO – Perkumpulan marga Simbolon Sedunia dan Indonesia dalam wadah Punguan Simbolon dohot Boru Indonesia (PSBI) secara khusus PSBI Wilayah Parapat merayakan Pesta Bona Taon dihadiri Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung, dan Manager Media Relation Toba Pulp Lestari (TPL) Dedy Armaya, didampingi Indra Sianipar, Christin Tampubolon, dan Raja Pandoli Simamora, di Jalan Sisingamangaraja Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Benris Simbolon sebagai Ketua PSBI Wilayah Parapat menyampaikan, rasa gembiranya karena kehadiran Kapolres Simalungun dan Humas TPL pada Pesta Bona Taon 2023.

“Alasan kita mengundang beliau tentu sebagai pengayom masyarakat, kita berikan waktu kepada Kapolres untuk memberikan sejumlah paparan dan oesan paling tidak untuk keluarga besar PSBI Wilayah Parapat,” ujarnya.

Secara khusus, Benris Simbolon meminta kepada Manager Media Relation TPL, Dedy Armaya dan tim, berharap kepada TPL dapat bekerjasama demi kepentingan anggota PSBI Wilayah Parapat.

“Misalnya, TPL membutuhkan tenaga kerja. Atau apapun yang dapat dijadikan kerja sama. Karena banyak juga keluarga kita yang menggantungkan hidupnya di perusahaan tersebut, itu artinya TPL juga membantu masyarakat,” ujar Benris didampangi Penasehat Dunan Simbolon, Bomen Simbolon dan Luster Simbolon.

Sementara itu dihadapan 200an anggota PSBI Wilayah Parapat, AKBP Ronald mengajak PSBI Wilayah Parapat turut serta berpartispasi menjaga Kamtibmas supaya dapat membantu tugas Polri dan menjadi ‘Polisi Masyarakat’.

AKBP Ronald juga mengajak warga PSBI Wilayah Parapat turut serta menyukseskan event F1H2O, menjaga kebersihan dan tetap memelihara kemanan dan ketertiban.

“Saya senang dan bangga atas undangan ini dan kiranya dalam Doa Bapak dan Ibu PSBI tugas dan tanggujawab ini dapat berjalan dengan baik dan mohon Doanya,” ujar Kapolres.

Undangan dari TPL, Dedy Armaya juga menyampaikan ucapan terimakasih dan mohon Doa supaya perusahaan tetap berjalan dengan baik sehingga dalam semua lini dapat beroperasional sesuai harapan dan tetap saling menguntungkan bagi masyarakat.

“Tak lupa juga kami sampaikan terima kasih kepada rekan rekan media Simalungun, yang mengundang tim Media Relation TPL dalam acara pesta Bona Taon PSBI Wilayah Parapat,” ujar Dedy Armaya.

Usai acara makan siang bersama, Pengurus PSBI Wilayah Parapat memberikan ulos sebagai cendramata kepada undangan khusus Pesta Bona Taon.

Baik Kapolres dan Dedy Armaya dari pihak TPL mengucapkan terimakasih atas dukungan moral dan Doa dari keluarga besar PSBI wilayah Parapat dan sekitarnya.

Pendeta Citra Simbolon dalam khotbahnya berharap agar pengurus dan para anggota sama-sama memberi perhatian, dan jangan hanya Ketua dan pengurus yang memberikan perhatian, jangan pula para anggota merasa Kuper (Kurang Perhatian), dan atau justru hanya Caper (Cari perhatian), disambut tawa dari para Anggota PSBI dan undangan yang hadir. (rel/ram)

Croquis Global No. 1 Quality PDO Thread untuk V Shape Tanpa Operasi

Sales Manager ST Indonesia, Marthin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meningkatnya minat masyarakat terhadap treatment perawatan tubuh khususnya wajah secara tidak langsung juga menghadirkan inovasi pada teknik serta produk-produk untuk perawatan wajah.

dr. Orlen P. Sompotan, M. Biomed (AAM) dari Laluna Beauty Expert yang berlokasi di Sidoarjo mengungkapkan beberapa teknik yang cukup populer dan digemari oleh masyarakat beberapa tahun terakhir ini adalah Tarik Benang (threadlift), Filler dan Botox untuk menghasilkan kontur wajah yang lebih proporsional, serta penggunaan Skin Solution untuk kulit wajah yang sehat dan glowing.

dr. Orlen juga mengungkapkan thread lift merupakan tindakan estetik menggunakan benang wajah yang dapat diserap sempurna oleh tubuh guna membentuk wajah agar terlihat lebih kencang dan V-Shape, menghilangkan kerutan serta peremajaan kulit.

“Treatment ini menjadi alternatif bagi pasien yang takut melakukan operasi. Umumnya tindakan tarik benang ini dapat digabung dengan treatment lain, seperti filler pada area dagu (jawline) dan botox. Tentu saja, treatment ini
membutuhkan peninjauan terlebih dahulu oleh Dokter,” ujarnya.

Saat ini, treatment tarik benang juga sudah semakin populer di Indonesia, terlebih di kota besar seperti Medan, Jabodetabek, Palembang, Lampung, Surabaya dan kota lainnya. Benang wajah Korea yang saat ini sedang hype dan digemari karena mampu memberikan hasil V-Shape yang sangat
memuaskan yaitu Croquis.

Croquis didistribusikan oleh PT Sometech Indonesia (STI) sebagai
perusahaan penyedia produk serta alat kecantikan terkemuka dan terpercaya di Indonesia.

Alasan pasien menyukai Croquis antara lain Croquis yang berbahan dasar PDO (Polydioxanone), diproduksi langsung oleh produsen PDO premium No. 1 di dunia sehingga kualitas benangnya tidak perlu diragukan lagi, benang Croquis akan terserap sempurna oleh tubuh, proses pengaplikasian yang cepat dan minim rasa sakit, serta minimum downtime yang berarti pasien tidak perlu menunggu lama agar dapat langsung beraktivitas setelah treatment.

Namun tentu saja treatment ini harus
dilakukan oleh Dokter yang kompeten di klinik yang memiliki izin praktek resmi.
Dengan kelebihan yang dimilikinya, Croquis menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin mencoba treatment tarik benang. Croquis dapat digunakan untuk pipi, khusus di Kota Medan, benang Croquis telah digunakan oleh banyak klinik kecantikan seperti Liana Vita Derma, Klinik Imelda dan Lanesda Lux.

Untuk informasi lebih lengkap nama Klinik yang menggunakan Croquis®,
masyarakat dapat mengunjungi website: https://croquis.id/ Croquis juga turut diperkenalkan pada event IndAAC Medan yang berlangsung pada tanggal 11-12 Februari 2023, diadakan juga simposium untuk pada Dokter kecantikan bertajuk ‘Lift Up of Double Chin by Croquis Molding Premium PDO Thread’ dengan dr. Orlen P. Sompotan, M. Biomed (AAM) sebagai key speaker.

Marthin, selaku Sales Manager ST Indonesia mengungkapkan pihaknya sangat senang dapat ikut serta pada event IndAAC Medan ini.

‘Pada event ini kami dapat bertemu langsung dengan Dokter Estetika dan pemilik Klinik Kecantikan di Kota Medan untuk memperkenalkan Croquis,” ungkapnya.

Croquis sendiri diproduksi oleh Samyang sebagai produsen PDO premium terbaik di dunia, Croquis memiliki sifat yang sangat elastis dan terserap sempurna oleh tubuh dan telah teregistrasi di Kemenkes RI sehingga pasien tidak perlu khawatir karena dipastikan aman untuk digunakan.

“Setelah diaplikasikan, benang PDO premium ini dapat bertahan cukup lama di wajah yaitu selama 12 bulan,” tutupnya.

Masyarakat dapat mengikuti akun sosial media Instagram kami: @croquis.id. (rel/ram)

Gubsu dan Pangdam Harapkan Masjid Quatul Muslimin jadi Pusat Peradaban Umat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubeu) Edy Rahmayadi dan Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin berharap, Masjid Quatul Muslimin tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat peradaban umat Islam, di antaranya untuk perbaikan ekonomi umat, pendidikan, dan kemaslahatan lainnya.

“Semoga dengan pembangunan masjid ini dapat memberikan kenyamanan bagi kita dalam beribadah. Namun bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban Islam. Masjid bila kita kelola dengan benar, tentunya akan dapat memakmuran masyarakat di sekitarnya,” kata Edy Rahmayadi saat meresmikan gedung baru Masjid Quatul Muslimin Medan, Jalan HM Jhoni, Medan Area, Jumat (10/2).

Hadir pada peresmian itu, Mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin, Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, Ketua BKM Masjid Quatul Muslimin Rivai Nasution, panitia pembangunan Masjid Quatul Muslimin Kamal Sofyan, perwakilan Forkopimda, OPD, mantan Ketua Baznas Sumut Amansyah Nasution, alim ulama serta masyarakat sekitar.

Edy mengucapkan terima kasih pada seluruh masyarakat dan donatur yang telah mewakafkan harta dan pikiran, hingga masjid tersebut dapat terbangun dengan megah. Menurutnya, makmurnya masyarakat juga dapat dilihat dari megahnya bangunan masjid yang berdiri di wilayah tersebut. “Kita harapkan dapat imbalan dari Allah SWT nanti di surga, diganti dengan bangunan istana bagi yang mewakafkan harta dan pikiran atas pembangunan masjid ini,” katanya.

Senada dengan Gubsu, Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin mengatakan, masjid dapat menjadi pusat budaya dan pengembangan Islam ke depan. Selain itu masjid juga dapat memakmurkan umat di sekitarnya. “Sekarang kita balik filosofinya, tidak hanya masyarakat memakmurkan masjid, akan tetapi masjid yang memakmurkan masyarakat,” ucap Daniel.

Dijelaskan Pangdam, cara masjid memakmurkan masyarakat di antaranya adalah memiliki Badan Usaha Masjid yang memberikan bantuan, baik modal usaha, pendampingan dan sebagainya kepada masyarakat di sekitar dalam hal ekonomi. “Tentunya modal ini akan terbebas dari riba, dan berkah bagi masyarakat dalam menjalankan usaha,” katanya.

Daniel juga meminta pada BKM untuk tidak menolak para pengunjung atau musafir yang ingin beristirahat di masjid. Umat Islam adalah bersaudara, bagi mereka yang sedang di perjalanan (musafir) tentunya mencari tempat berteduh dan beristirahat, salah satunya adalah masjid. “Saya contohkan, masjid di Sragen yang sangat ramah menyambut tamu saudara muslimnya yang lagi musafir. Mereka siapkan kamar di sebelah masjid yang lengkap dengan kasurnya bagi saudara kita yang ingin beristirahat. Saya rasa ini dapat dicontoh,” katanya.

Di jajaran Kodam I/BB, Pangdam juga telah memerintahkan pada pengurus masjid untuk mengubah paradigma dengan membuka kontak infak untuk tidak digembok. Karena masjid adalah tempat yang aman dan kejujuran. “Misalkan ada niat mau berinfak, uang di kantong cuma uang selembar Rp100 ribu, sedangkan pulang butuh uang minyak dan sebagainya Rp50 ribu, ia dapat mengambil kembalian di kotak infak yang tak digembok itu. Sedekah dia dapat, dan untuk pulang dia juga dapat. Bila ada yang mencuri karena kotak infak digembok anggap saja itu sebagai sedekah bagi si pencuri, karena ia butuh uang karena sesuatu,” katanya. (adz)