Home Blog Page 1852

Terdakwa Kurir Sabu 47 Kg dan 30 Ribu Ekstasi, Hakim Tak Siap, Sidang Vonis Gagal Digelar

RENCANA SIDANG: Halbert Siahaan terdakwa kasus sabu dan ekstasi saat rencana menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Selasa (7/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang pembacaan putusan terhadap Halbert Siahaan (52), terdakwa kurir sabu seberat 47 kilogram dan 30 ribu butir ekstasi gagal digelar. Penyebabnya, Majelis hakim diketuai Abdul Kadir itu belum siap atau bermusyawarah terkait vonis terdakwa.

“Majelis belum musyawarah, jadi putusan belum siap. Kita tunda minggu depan ya,” kata Abdul kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pantun Marojahan dan penasihat hukum terdakwa, di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (7/2).

Tak hanya menyampaikan kepada JPU dan PH, Majelis hakim juga mengatakan hal serupa kepada terdakwa Halbert Siahaan. “Kita tunda ya, Majelis hakim belum musyawarah, jadi kita tunda minggu depan ya,” ucap Abdul kembali.

Diketahui sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pantun Marojahan Simbolon menuntut Halbert dengan hukuman pidana mati. Halbert dinilai terbukti membawa narkotika jenis sabu seberat 47 kilogram dan 30 ribu pil ekstasi.

Mengutip dakwaan, berawal pada 1 Agustus 2022, terdakwa bertemu dengan Alpin (DPO) di Jalan Brayan, Medan dan menyetujui ajakannya untuk mengangkut sabu dan ekstasi.

Tiga hari kemudian keduanya berangkat menuju ke Kota Kisaran dan bertemu dengan pria bernama Ibrahim (juga DPO-red). Terdakwa diberikan uang jalan sebesar Rp300 ribu perjalanan menuju Kota Pekanbaru.

Ibrahim dan Alpin selanjutnya pergi ke salah satu hotel, pada 4 Agustus 2022 mengendarai mobil. Pada saat melintas di Jalan Sumatera, Kabupaten Labuhanbatu Utara, ketiganya mengambil karung dari salah satu dan diletakkan di atas jok tengah mobil.

Ketika ditanya apa isinya, Alpin menyebutkan isinya narkotika Golongan I jenis sabu dan pil ekstasi. Keduanya pun berangkat menuju Kota Pekanbaru. Pada saat melintas di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Jalan Gonting Saga, Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, tiba-tiba datang 4 anggota Satres Narkoba Polrestabes Medan. Terdakwa dibekuk, sedangkan rekannya Alpin berhasil melarikan diri.

Ketika isi goni digeledah, petugas mengamankan 3 karung goni yang di dalamnya terdapat 47 bungkus plastik berisikan sabu dan 6 bungkus plastik lainnya pil ekstasi yang diletakkan di atas jok tengah mobil dan uang sebesar Rp300 ribu dari kantong celana depan sebelah kiri. (man/azw)

Disebut, 7 Tersangka Penembak Mati Paino Ditangkap

OLAH TKP: Polres Langkat dan Polda Sumut saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Paino di Devisi I, Desa Besilam Bukitlambasa (BL), Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Jumat (27/1/2023).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tujuh tersangka pelaku penembakan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat, Paino (47) disebut sudah ditangkap.

Bahkan, otak pelaku kasus penembakan ini turut diciduk polisi. Kabar penangkapan ini dibenarkan Rika, anak korban.

Rika mengatakan mendapat informasi pelaku sudah ditangkap berdasarkan keterangan polisi.

Meski demikian, Rika belum bisa membeberkan siapa pelaku utama penembakan ayahnya.”Informasi yang kami dapat sekitar 7 orang yang ditangkap. Masuk pelaku utama. Nanti saja ya,” kata Rika, Selasa (7/2).

Berdasarkan informasi yang didapat pihak keluarga, polisi masih memburu pelaku lainnya. Sehingga kasus ini belum dipaparkan petugas. “Kami berharap ditangkap dan dihukum sesuai undang-undang. Kalau kata polisi masih pengembangan,” terang Rika.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi belum mau membenarkan kabar penangkapan ini. Dia cuma bilang kasus ini masih penyelidikan dan personel memburu pelaku.”Masih penyelidikan,”kata Hadi.

Diketahui, mantan anggota DPRD Langkat Paino 47, tewas ditembak mati orang tak dikenal, Kamis 26 Januari malam di Devisi I, Desa Besilam BL, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

Menurut informasi, sebelum ditembak mati di Devisi I, Desa Besilam BL, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Kamis (26/1) sekira pukul 21:00 WIB korban duduk di warung bersama temannya bernama Miran.

Tak lama kemudian atau sekitar pukul 22:45 WIB ia sempat bertemu dengan personel polisi bernama Aipda Solomo dan rekan-rekannya.

Sekira pukul ukuk 23.00 WIB selesai ngobrol di warung Paino dan yang lainnya membubarkan diri dan arah pulang kerumah masing-masing.

Paino mengendarai sepeda motor trail Kawasaki KLX bergerak pulang dari warung milik Miran.

Nahas setibanya diperjalanan atau di Devisi 1 Desa Besilam BL, Kecamatan Wampu terdengar suara letusan diduga senjata api. Di sini salah satu warga menemukan Paino tergeletak di jalan dengan dada jebol ditembus peluru.(dwi/trb/azw)

Pelantikan Pengurus SMSI Sumut, Ini Pesan Gubernur Sumut 

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menghadiri Pelantikan SMSI Sumut dan Silaturahmi nasional SMSI.(Ist/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam menyampaikan informasi pembangunan pada masyarakat secara fakta dan terpercaya. Kritik dan saran juga sangat dibutuhkan oleh pemerintah, sebagai pemacu program pembangunan.

Hal itu, disampaikan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pelantikan kepengurusan SMSI Sumut 2022-2027, sekaligus Silaturahim Nasional SMSI dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Selasa (7/2) kemarin sore.

Pengurus SMSI Sumut yang dilantik pada kesempatan itu yakni Ketua SMSI Sumut Erris J Napitupulu, Sekretaris Hariadi dan Bendahara Agus Lubis.

“Untuk pembangunan di Sumut ini saya harap kerja sama dengan media. Kalian boleh menyalahkan saya sebagai Gubernur, tapi jangan hanya menyalahkan saja, namun dapat membantu saya dengan memberikan solusi dari permasalahan itu,” kata Gubernur Edy.

Hadir di antaranya, Ketua Umum SMSI Firdaus, Ketua SMSI Sumut Erris J Napitulu, Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Perwakilan Forkopimda, serta seluruh anggota SMSI se-Sumut.

Edy Rahmayadi mengatakan, telah menginstruksi pada seluruh jajaran OPD Pemprov Sumut untuk selalu terbuka dan menjawab seluruh pertanyaan wartawan, agar komunikasi pembangunan dapat tersampaikan dengan baik pada masyarakat.

Mengenai pers sendiri, menurut Edy Rahmayadi, di Sumut telah lahir sejak tahun 1863, sebelum merdeka, untuk menyampaikan suara kebenaran pada rakyat. Ini jauh dari Provinsi Jawa Barat, pers itu lahir pada tahun 1923. “Saya rasa Sumut dapat menjadi kebanggaan dari lahirnya pers itu, yang jauh sebelum kemerdekaan,” katanya.

Ketua Umum SMSI Firdaus kesempatan itu menyatakan, bahwa pemerintah dan pers sangat diperlukan kerja sama dan sinergi dalam hal penyampaian pembangunan pada masyarakat. SMSI yang merupakan serikat pengusaha pers dapat memberikan kritik yang membangun untuk pemerintah.

“Dengan sinergitas yang baik tentunya segala informasi pembangunan pada masyarakat dapat diterima dengan baik pula oleh masyarakat,” katanya.

Firdaus juga mengingatkan anggota SMSI dalam memahami UU ITE dalam menyampaikan informasi tersebut. Ke depan diharapkan anggota SMSI dapat berdampingan dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) agar dapat memahami UU ITE tersebut.

“Karena tidak semua wartawan siber ini yang memahami UU ITE itu Pak Gubernur. Jadi dengan pendampingan LBH ini nantinya kita harapkan dapat menjadi cahaya dalam lorong yang gelap,” katanya.

Sementara itu, Ketua SMSI Sumut Erris J Napitupulu, mengatakan pada kegiatan HPN 2023 ini telah melaksanakan beberapa program kegiatan di antaranya mengajak anggota SMSI melakukan ekspedisi Geopark Kaldera Toba, yang menyampaikan informasi bahwa Danau Toba merupakan warisan dunia yang harus dijaga.

Mengenai pelantikan, Erris J Napitupulu yang terpilih memimpin SMSI Sumut menyatakan, telah siap membawa roda organisasi pers untuk menyuarakan pemberitaan yang mengedepankan fakta, menghindarkan hoaks dalam penyebaran informasi siber.(gus)

Manchester United vs Leeds United: Patut Waswas

SUMUTPOS.CO – Manchester United akan jalani laga tunda kontra Leeds United di Old Trafford, Kamis (9/2) dini hari pukul 03.00 WIB. Andai menang, Setan Merah bisa menempel Manhester City di peringkat kedua Liga Inggris dengan sama-sama koleksi 45 poin. MU cuma kalah selisih gol (+32 gol berbanding +8 gol).

Saat ini, Kedua tim sedang berbeda nasib. MU sedang menang terus secara beruntun 13 laga di kandangnya sendiri. Sedangkan Leeds United baru saja memecat pelatihnya, Jesse Marsch setelah menelan kekalahan 0-1 dari Nottingham Forest, akhir pekan lalu.

Namun begitu, Manchester United patut waswas. Perubahan pelatih itu bisa saja memberi penyegaran di skuad Leeds. Sebaliknya Erik ten Hag harus berpikir keras menebak taktik baru Leeds di bawah pelatih baru mereka. Karena itu, Setan Merah tidak bisa menganggap remeh pergantian pelatih The Whites.

MU saat ini sedang dalam tren positif. Ketika tim-tim di atasnya gagal menang: Arsenal dan Manchester City kalah, sedangkan Newcastle United imbang, Man Utd menang atas Crystal Palace dan naik ke peringkat ketiga.

Akan tetapi hasil positif itu bukan alasan MU tidak berhati-hati dengan Leeds. Mengabaikan perubahan di Leeds bukan tidak mungkin membawa MU senasib dengan Arsenal. Pada pekan lalu, The Gunners tumbang di Goodison Park usai kalah dari Everton 0-1.

Pertandingan itu jadi debut pelatih anyar Everton Sean Dyche usai menggantikan Frank Lampard. Kemenangan itu jadi yang pertama setelah delapan pertandingan gagal menang.

Sejauh ini Leeds United dirumorkan akan merekrut pelatih West Bromwich Albion Carlos Corberan. Bersama Corberan, West Bromwich meraih empat kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di Championship.

Di sisi lain, melawan Leeds akan jadi ujian lain bagi MU dan Ten Hag. Pada laga nanti, MU tidak akan diperkuat Casemiro yang harus absen dalam tiga pertandingan karena kartu merah saat lawan Palace. Kabar buruk juga datang dari Leeds United. Beberapa pemainnya cedera yakni Archie Grey, Rodrigo, Stuart Dallas, Sonny Perkins dan Adam Forshaw.

Padahal, pada pekan ini Man United akan melawan Leeds dua kali. Setelah laga tunda pada tengah pekan ini, akhir pekan nanti MU akan kembali lawan Leeds pada pekan ke-23 di Elland Road. (bbs/adz)

Hampir 2 Bulan, Puluhan Petugas Kebersihan Kantor Bupati DS Belum Dibayar

BERSIH: Suasana asri menuju Kantor Bupati Deliserdang usai dibersihkan petugas kebersihan.BATARA/SUMUTPOS.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Puluhan petugas kebersihan di lingkungan kantor Bupati Deliserdang mengeluhkan upah bulan Januari 2023 yang belum dibayarkan, hingga saat ini sudah memasuki pekan pertama di bulan Februari.

Informasi yang dihimpun, jumlah petugas kebersihan yang berada di kantor Bupati ini sebanyak 24 orang terdiri dari masyarakat kurang mampu, dan sangat membutuhkan pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarga mereka.

Sehari-hari mereka bekerja membersihkan area dalam ruangan perkantoran Sekretariat Daerah dan area luar gedung kantor. Oleh Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Deliserdang, para pekerja kebersihan ini untuk gaji diserahkan kepada pihak ketiga atau vendor. Gaji yang mereka terimapun bervariasi mulai dari Rp900 ribu per bulan hingga Rp1,5 juta sesuai dengan titik daerah kerjanya.

“Ia belum gajian kami. Setiap awal tahun memang seperti inilah nasib kami. Kadang bisa sampai bulan 4 kami baru gajian. Kami inikan orang kecil mana ada yang perhatian sama kami, “ucap seorang petugas kebersihan, Selasa (7/2) siang.

Saat diwawancarai, mereka meminta agar nama tidak dituliskan dalam pemberitaan karena khawatir akan membuat para pejabat atau vendor yang mempekerjakan mereka nanti memecat mereka. Mereka takut bicara mengeluh karena bisa kehilangan pekerjaan sementara mereka butuh pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarganya.

Meskipun dibawah naungan pihak ketiga, namun mereka tidak tahu apa nama perusahaan tempatnya bekerja. Disebut untuk di kantor Bupati mereka hanya diawasi oleh seorang mandor. Mereka berharap agar pada tahun ini gaji mereka tidak dibayarkan dalam bentuk rapelan selama beberapa bulan.

“ Nggak tau apa nama perusahaan kami. Kami nggak ada BPJS di sini. Kalau sakit ya bayar sendiri. THR pun kami nggak ada dari perusahaan, “kata petugas kebersihan lainnya.

Mengenai jam kerja beberapa diantara petugas kebersihan ini diketahui ada yang sudah datang bekerja mulai pukul 05.30 WIB. Hal ini agar sebelum pegawai datang kantor sudah tampak bersih. Beberapa diantaranya ada yang jam kerjanya sampai pukul 12.00 dan ada yang sampai pukul 16.00 WIB. Namun beberapa diantaranya terkadang tampak ada yang pulang malam hari apabila ada juga pegawai yang kebetulan pulang malam termasuk apabila ada acara-acara.

Terkait hal ini, Kabag Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Deliserdang, Wagino belum dapat berkomentar banyak atas kondisi yang terjadi. Ia mengaku akan menindaklanjuti hal ini dan mempertanyakan kepada pihak ketiga.

“ Saya lagi di luar kota, nanti saya akan hubungi, “kata Wagino.

Saat coba dikonfirmasi kembali, Wagino Sajali belum memberikan tanggapan yang spesifik terkait permasalahan ini. Pesan wattsapp yang di kirim via seluler sudah dibaca.

Kondisi yang dirasakan oleh petugas kebersihan di kantor Bupati bukan baru ini saja terjadi. Setiap diawal tahun kondisi yang sama selalu mereka rasakan. Sebagian besar dari mereka adalah ibu-ibu rumah tangga yang rumahnya berdekatan dengan kantor Bupati Deliserdang.

Mirisnya, masyarakat kurang mampu yang bekerja sebagai tenaga kebersihan di Kantor Bupati ini dipekerjakan perusahaan yang ditunjuk Pemkab Deliserdang sebagai vendor. Tapi perusahaan itu melanggar UU Tenaga Kerja tentang pengupahan dan jaminan Kesehatan pada pekerjanya. Ini membuat contoh yang tak baik.(btr/han)

Rencana PKK Sumut Lakukan Supervisi ke Tebingtinggi, Dimiyathi: OPD Segera Menjalankan Tufoksinya

RAKOR: Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi ketika menyampaikan arahan dalam rangka persiapan menyambut supervisi TP PKK Provinsi Sumatera Utara.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – PJ Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi, meminta kepada Kepala OPD, Camat dan Lurah agar segera melakukan apa yang harus dikerjakan sesuai dengan bidang dan fungsi masing-masing dan keseriusan dalam mengerjakan.

Hal ini dimaksudkan Pj Wali Kota Muhammad Dimiyathi agar nantinya dalam supervisi yang dilakukan Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumut tidak banyak lagi yang harus dikerjakan dan dilakukan perbaikan.

“Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) sebagai leading sector (penggerak) kegiatan ini, tolong ini tim yang memverifikasi laporan dan betul-betul dilihat, dimana kekurangannya supaya segera diperbaiki,” ujar Dimiyathi saat memberikan arahan dalam rangka persiapan menyambut supervisi TP PKK Provinsi Sumatera Utara, di Gedung Hj Sawiyah Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Selasa(7/2).

Kadis P3APM Dra Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa kaitan pengerjaan tetap dengan OPD yang terkait, di mana kelurahan-kelurahan telah dibina bersama TP PKK Kota bersama OPD.

“Harus matching atau adanya kesesuaian antara program kegiatan dengan Kelurahan yang menjadi binaan, harus ada kegiatan OPD di kegiatan itu,” ujar Sri Wahyuni.

Sebagaimana diketahui, kegiatan supervisi TP PKK sebagai langkah mengevaluasi dan mengetahui permasalahan maupun kendala para kader PKK dalam pelaksanaan program PKK di Kabupaten Kota sampai pada tingkat Kelurahan. (ian/han)

ASN Harus Penuh Integritas dan Tetap Netral

BUKA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi Didampingi Inspektur Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, Lasro Marbun berharap ASN di lingkup Pemko Tebingtinggi.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi, berpesan kepada ASN agar bekerja dengan baik, penuh integritas dan tetap netral dalam tahun politik.

“Hari ini kita gunakan, manfaatkan waktu ini untuk mendengarkan arahan bimbingan dari Inspektur Inspektorat Provinsi Sumatera Utara supaya kita bisa bekerja dengan baik, penuh dengan integritas dan jadilah ASN yang netral dalam tahun tahun politik ini yang mana apabila ASN terbukti terlibat dalam politik praktis dapat dikenakan sanksi,” pesan Dimiyathi sambutannya di acara Sosialisasi Pelaksanaan Pembinaan Umum dan Teknis Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Oleh Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, di Gedung Balai Kartini Convention Center and Public Service Jalan Gunung Leuser BP7, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Selasa(7/2).

Dikatakannya, sesuai dengan amanah Undang undang Otonomi Daerah, disebutkan bahwa Gubernur adalah perwakilan dari Pemerintah Pusat, maka Gubernur melalui jajaran di pemerintah Provinsi diwajibkan melakukan pembinaan terhadap Kabupaten Kota yang ada di bawahnya.

“Oleh karena itu, salah satu kegiatan pembinaan oleh pemerintah provinsi hari ini dilaksanakan oleh Inspektur Inspektorat Provinsi, dalam rangka Sosialisasi Pelaksanaan Pembinaan Umum dan Teknis Penyelenggaraan Pemda oleh Inspektur provinsi. Dari amanat tersebut jelas tergambar bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota adalah satu komando lurus. Walau jabatan Bupati Wali Kota dipilih namun hal administrasi masih tegak lurus dengan pusat,” papar Dimiyathi.

Sejalan dengan hal tersebut, Dimiyathi kembali mengungkapkan bahwa acara yang dilaksanakan saat ini berfokus kepada jajaran ASN, karena sebagaimana yang diamanatkan Bapak Presiden RI, bahwa ASN adalah perekat NKRI.

“Jadi jangan merasa bahwa kita sebagai ASN bukan bagian dari pemerintah bukan bagian dari NKRI, apapun jabatannya, apapun job description-nya, kita bagian pemerintah kita harus tegak lurus, satu komando dalam NKRI dan dalam menjalankan tugas masing – masing,” bilang Dimiyathi.

Selanjutnya, dalam arahan dan bimbingan Inspektur Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, Lasro Marbun berharap ASN di lingkup Pemko Tebingtinggi akan semakin bekerja lebih keras, bekerja lebih disiplin, bekerja lebih optimis dan bersyukur lebih hebat.

“Karena beberapa keberhasilan tadi sudah dikemukakan. Tapi beberapa tugas besar khusus di bidang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Insentif Daerah (DID). Saya kira akan membangun kerjasama yang baru, membangun sinergi yang baru dan kekuatan yang baru untuk Kota Tebingtinggi ini,” harap Lasro.

Dijelaskannya Lasro, Inspektorat Provinsi selaku pembina, akan hadir untuk reformasi birokrasi juga untuk pencanangan zona integritas juga pendampingan terhadap SPI. “Hal bidang yang lain sudah cukup luar biasa, cuma ada yang ingin disarankan dan apabila diijinkan Pj Wali Kota, karena kota untuk pertumbuhan, penguatan dan peningkatan ekonomi, agar menjadikan Lurah dan Camat sebagai manajer pertumbuhan pembangunan dan ketahanan ekonomi,” ungkap Lasro. (ian/han)