MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel mengikuti Apel Siaga Relawan BUMN bersama Danantara dan BP BUMN yang digelar di Kota Medan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera (19/12). Dalam kegiatan ini, Telkomsel terlibat aktif sebagai relawan BUMN di garis depan pemulihan, dengan fokus mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Melalui berbagai dukungan di lapangan, mulai dari pemulihan layanan telekomunikasi, pendampingan masyarakat, hingga kolaborasi lintas BUMN, Telkomsel bergerak cepat untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Kolaborasi antar BUMN ini menjadi wujud nyata sinergi dalam menghadirkan solusi dan harapan bagi masyarakat terdampak.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, hadir langsung dalam apel pelepasan relawan dan armada bantuan untuk wilayah Sumatera. Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus menyampaikan apresiasi atas peran aktif Telkomsel yang telah berjuang melakukan percepatan pemulihan jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah terdampak bencana.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen Telkomsel untuk terus hadir dan berbuat nyata bersama BUMN lainnya dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana. Untuk Sumatera, Telkomsel akan terus bergerak, bersinergi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri.
Media Contact:
Hanny Hairany – Manager Corporate Communicatiom Sumatra
Email : Hanny_Hairany@telkomsel.co.id
TAPTENG-SIBOLGA: Prof Bahdin Nur Tanjung (kiri) mendampingi Jusuf Kalla meninjau pemulihan bencana Tapteng-Sibolga.(Istimewa)
SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) HM Jusuf Kalla meninjau sekaligus memberikan arahan percepatan pemulihan bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Kamis (18/12) lalu. Kehadiran tokoh kemanusiaan nasional ini menjadi suntikan semangat bagi masyarakat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana.
Jusuf Kalla yang terbang dari Jakarta menggunakan pesawat pribadi disambut jajaran pengurus PMI dari berbagai daerah. Turut menyambut antara lain Kabid Penanggulangan Bencana PMI Sumut Prof Bahdin Nur Tanjung, Bendahara PMI Sumut Al Amin Syahputra, Kepala Markas PMI Sumut Ade Yudiansah.
Hadir juga Ketua PMI Sibolga Meyati Simatupang, Ketua PMI Tapteng Mahmud Efendi Lubis, Ketua PMI Padangsidimpuan Harry Pahlevi Harahap, Ketua PMI Madina Atika, Ketua PMI Tapsel Sarjan Lubis, Ketua PMI Taput J Nababan, para kader, relawan, serta tokoh masyarakat.
Kunjungan diawali dengan peninjauan Kecamatan Tukka, satu wilayah terdampak terparah. Di lokasi ini, Jusuf Kalla menyaksikan langsung kondisi masyarakat yang selama ini telah mendapatkan pendampingan dan bantuan dari PMI Sumut dan PMI kabupaten/kota atas arahan PMI Pusat. Meski akses jalan masih berlumpur dan kondisi lingkungan belum sepenuhnya kondusif, aktivitas kemanusiaan terus berjalan.
Di tengah kunjungan tersebut, Jusuf Kalla tampak terharu saat melihat distribusi air bersih dari tangki PMI kepada warga. Saat ini, PMI Pusat telah mengirimkan 20 unit tangki air, dengan 10 unit beroperasi di Tapteng, Sibolga, dan Tapanuli Selatan (Tapsel), sementara sisanya disebar ke sejumlah daerah lain seperti Langkat.
Usai meninjau lapangan, Jusuf Kalla diterima Bupati Tapteng Masinton Pasaribu. Dalam pertemuan itu, Jusuf Kalla menekankan pentingnya memprioritaskan pengembalian pengungsi ke rumah masing-masing. Dia mendorong agar pemerintah daerah, masyarakat, dan TNI bersinergi membersihkan lokasi terdampak sebagai langkah awal pemulihan.
“Program kembali ke rumah harus menjadi prioritas. PMI siap mendukung dengan mengirimkan beberapa unit alat berat untuk membantu proses pembersihan,” tegas Jusuf Kalla.
PMI, lanjut Jusuf Kalla, akan terus mengerahkan relawan untuk mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan optimal. Hingga kini, tim PMI Sumatera Utara telah berada di Tapteng dan Sibolga selama sekitar 20 hari, membantu tanpa henti hingga wilayah tersebut dinilai layak ditinggalkan.
Antusiasme masyarakat terhadap kunjungan Jusuf Kalla pun terlihat jelas. Warga menyampaikan kebutuhan mendesak seperti kereta dorong, cangkul dan sekop untuk mempercepat pembersihan rumah dari lumpur dan pasir.
Menanggapi hal tersebut, Jusuf Kalla menyatakan kesediaannya. Bahkan, bantuan alat kebersihan itu dipastikan mulai disalurkan keesokan harinya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi tekanan psikologis warga.
“Kami ingin suasana mencekam dan rasa stres masyarakat segera berakhir,” ujar Jusuf Kalla.
Rangkaian kunjungan berlanjut ke Posko Komando PMI Tapteng-Sibolga. Jusuf Kalla disambut tokoh masyarakat, aktivis mahasiswa dan warga setempat. Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla didampingi Fahmi Idris dan sejumlah pengurus PMI Pusat. Laporan kegiatan disampaikan oleh kepala Markas PMI Sumut dan Prof Bahdin Nur Tanjung, yang memaparkan berbagai aksi kemanusiaan yang telah dilakukan PMI Sumut dan PMI kabupaten/kota.
Jusuf Kalla menegaskan, peran kemanusiaan PMI sangat ditunggu dan dibutuhkan masyarakat. Dia meminta seluruh relawan terus bekerja dengan ikhlas, terprogram, dan terkoordinasi dengan baik.
Jusuf Kalla mengatakan, PMI memiliki pola kerja yang sistematis. Mulai dari fase tanggap darurat, pemulihan, hingga recovery jangka panjang.
“Kembali ke rumah menjadi kunci agar PMI bisa menjalankan peran secara komprehensif, terutama dalam membantu pembersihan dan pemulihan kehidupan masyarakat,” katanya.
Dalam peninjauan itu, Jusuf Kalla juga terlihat terenyuh saat menyaksikan sawah-sawah yang hampir panen kini tertimbun pasir, menambah berat beban ekonomi warga.
Sejumlah temuan dan kebutuhan di lapangan, kata JK, akan segera diteruskan kepada pejabat di pemerintah pusat agar penanganan dapat dipercepat.
Upaya pemulihan diharapkan tidak hanya menyasar Tapteng dan Sibolga, tapi juga daerah terdampak lain seperti Langkat, Tapsel, Padangsidimpuan, Mandailingnatal, hingga Aceh.
“Kita ingin masyarakat bisa segera bangkit, kembali beraktivitas, dan menata kehidupan dengan lebih baik,” pungkas Jusuf Kalla. (dmp/saz)
PANGAN MURAH: Pemkab Dairi menggelar gerakan Pangan Murah di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Rabu (17/12).(Istimewa)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi menggelar Pangan Murah. Gerakan itu sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Natal, 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kegiatan ini juga digelar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Melalui gerakan ini, masyarakat dapat membeli sejumlah bahan pangan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Gerakan Pangan Murah pun mendapat antusiasme positif dari warga setempat, yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Pemkab Dairi berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta membantu meringankan beban pengeluaran menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun.
Adapun barang yang dijual, yakni beras dan minyak goreng. Lokasi kegiatan Pangan Murah digelar di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Sitinjo, Tigalingga, Sidikalang, serta saat pelaksanaan Natal Oikumene Pemkab Dairi, 18 Desember 2025 di GOR Sidikalang. (rud/saz)
PADAT: Kendaraan mulai memadati gerbang tol Amplas, Kamis (18/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) mencatat peningkatan lalu lintas (lalin) di lima ruas tol pada H-7 Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Kamis (18/12).
Secara keseluruhan, Regional Nusantara mendata total lalin, Kamis (18/12) sejumlah 189.155 kendaraan atau meningkat 1,45% dibanding lalin normal yaitu 186.443 kendaraan. Adapun ruas-ruas tol yang mengalami peningkatan lalin pada H-7 Nataru 2025/2026 yaitu Ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi (MKTT), Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Ruas Tol Manado-Bitung (Mabit), serta Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan.
Ruas Tol Belmera terdata jumlah volume lalin sebanyak 82.384 kendaraan melintas atau meningkat 0,2% dibanding lalin normal yaitu sebesar 82.214 kendaraan. Berdasarkan data tersebut, 19.394 kendaraan melintas melalui Gerbang Tol (GT) Amplas untuk menuju Kota Medan. Angka tersebut meningkat 7,17% dibanding volume lalin normal yaitu 18.096 kendaraan.
Sementara itu, di Ruas Tol MKTT tercatat sejumlah 16.387 kendaraan melintas pada hari Kamis (18/12). Angka tersebut meningkat 14,2% dibanding lalin normal yaitu 14.352 kendaraan. Berdasarkan data tersebut, 5.321 kendaraan tercatat masuk dari GT Kualanamu yang berasal dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu. Angka tersebut lebih tinggi 29,91% dibanding volume lalin normal yang melintas di GT Kualanamu yaitu 4.096 kendaraan.
Ruas Tol Balsam tercatat volume lalin sejumlah 11.425 kendaraan atau meningkat 7,6% dibanding volume lalin normal yaitu 10.618 kendaraan.
Sedangkan di Ruas Tol Mabit terdata volume lalin sebanyak 8.363 kendaraan atau meningkat 34,1% dibanding dengan volume lalin normal yaitu 6.238 kendaraan.
Di sisi lain, Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan tercatat volume lalin sejumlah 14.575 kendaraan atau meningkat 26,3% dibanding volume lalin normal yaitu 11.541 kendaraan.
Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkapkan, untuk memastikan kelancaran, kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tol, Jasa Marga telah memastikan kesiapan operasional dari seluruh ruas tol di Regional Nusantara.
“Selain memastikan keberfungsian peralatan tol di gardu, kami juga menambah jumlah petugas dan mobile reader untuk menambah kapasitas transaksi di gerbang tol utama. Selain itu, potensi terjadinya kepadatan di lajur pun kami antisipasi dengan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan di jalan tol favorit untuk mempercepat penanganan gangguan kendaraan di lajur serta mengatur lalu lintas dengan lebih cepat lagi,” imbuh Rivan.
Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk mengantisipasi perjalanan periode libur panjang Nataru 2025/2026 dengan baik. Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik serta mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan. (dek/azw)
Telkomsel menyampaikan empati yang mendalam kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sejak awal musibah, Telkomsel hadir mendampingi masyarakat melalui pemulihan jaringan, dukungan sosial, dan kebijakan khusus bagi pelanggan terdampak.
Pemulihan Jaringan
Pemulihan jaringan terus menunjukkan progres signifikan. Hingga hari ini, 98% site telah kembali beroperasi normal di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sementara di Aceh upaya pemulihan terus dipercepat. Untuk mendukung hal ini, Telkomsel mengerahkan tim teknis 24/7 dan mengirimkan ratusan perangkat catu daya meliputi genset, baterai, dan rectifier melalui jalur udara dan darat.
Bantuan Sosial dan Dukungan Relawan
Melalui program TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Acitivity), Telkomsel tidak hanya melakukan pemulihan jaringan sebagai target utama, namun juga aktif berkolaborasi dengan pihak terkait termasuk lembaga sosial kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, serta pendampingan psikososial di beberapa titik pengungsian.
Kebijakan Pembebasan Biaya dan Paket Siaga Peduli
Telkomsel memberikan pembebasan biaya berlangganan (tagihan) bagi pelanggan IndiHome dan Telkomsel Halo yang terdampak. Penyesuaian tagihan dilakukan otomatis, Pelanggan juga akan mendapatkan informasi pembebasan tagihan melalui WA dan SMS dan IndiHome. Bagi pelanggan IndiHome juga dapat melakukan pengecekan pembebasan tagihan melalui halaman web berikut:
Sebelumnya, Pelanggan juga dapat menikmati Paket Siaga Peduli dengan pilihan berupa 3GB internet atau 300 menit telepon dan 1.000 SMS tanpa biaya tambahan. Untuk keterangan lebih lanjut pelanggan dapat menghubungi nomor layanan call center 188 dan GraPARI terdekat.
Telkomsel memahami sepenuhnya kondisi yang dihadapi pelanggan dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Telkomsel menegaskan kembali komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pemulihan jaringan berjalan cepat dan layanan komunikasi masyarakat kembali normal.
SALURAN: Armada truk membawa bantuan kemanusiaan untuk korban bencana dari Danantara Indonesia dan BP BUMN.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Danantara Indonesia bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penanganan bencana nasional dengan mengerahkan 1.066 relawan dan 109 armada truk pembawa bantuan kemanusiaan.
Dukungan tersebut disalurkan untuk membantu penanganan tanggap darurat sekaligus pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak, dengan Provinsi Aceh menjadi salah satu daerah prioritas penyaluran tahap awal.
Berdasarkan pantauan, Jumat (19/12/2025), sejumlah truk bantuan dari BUMN terparkir di area kargo Kualanamu. Selain itu, seribuan relawan juga turut mengikuti apel pagi yang dipimpin Chief Operating Office (COO) Danantara Dony Oskaria yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN.
Kegiatan ini merupakan bagian dari konsolidasi dukungan Keluarga Besar BUMN di wilayah Sumatra, sekaligus penegasan kesiapsiagaan BUMN dalam merespons situasi darurat secara cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi.
LEPAS: Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria, saat melepas bantuan.
Aksi kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari inisiatif BUMN Peduli, sebuah program yang berfungsi sebagai wadah koordinasi dan sinergi kontribusi BUMN dalam merespons bencana dan situasi darurat di berbagai daerah. Melalui inisiatif ini, BUMN mengerahkan relawan lintas sektor, dukungan logistik, serta sumber daya operasional lainnya untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara tepat waktu, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pelaksanaan apel pelepasan relawan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara, yang dimaknai sebagai momentum refleksi kehadiran negara dalam konteks kemanusiaan. Bagi BUMN, keterlibatan langsung dalam penanganan bencana merupakan bagian dari perwujudan bela negara melalui pengabdian nyata kepada masyarakat.
Dalam arahannya kepada para relawan dan insan BUMN, Dony Oskaria menegaskan bahwa peran BUMN dalam situasi kebencanaan tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab kebangsaan sebagai perusahaan milik negara.
“BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah sebuah pilihan, melainkan kewajiban. Sejak awal terjadinya bencana, kami menegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen kami sebagai perusahaan milik negara,” ujar Dony.
Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa sinergi antar-BUMN menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas penanganan bencana. Dengan kerja sama yang solid, seluruh potensi dan sumber daya BUMN dapat dimobilisasi secara optimal untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Penyaluran bantuan tahap awal dilakukan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan, serta melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait lainnya. Sementara itu, pemantauan kondisi dan kesiapsiagaan BUMN di wilayah terdampak lainnya tetap dilakukan secara berkelanjutan guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi dan kebutuhan tambahan di lapangan.
Sebanyak 1.066 relawan BUMN yang diberangkatkan berasal dari berbagai perusahaan BUMN dan telah dibekali dengan kesiapan operasional untuk bertugas di wilayah terdampak. Para relawan ini didukung oleh 109 armada truk bantuan yang membawa beragam bantuan kemanusiaan, di antaranya pakaian layak pakai, perlengkapan bayi dan anak-anak, susu bayi, popok, kebutuhan gizi dasar, air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sembilan bahan pokok, obat-obatan, serta tenda komunal, selimut, alat ibadah, dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya yang dibutuhkan masyarakat di lokasi bencana.
Tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, Danantara Indonesia dan BP BUMN juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan dalam rangka pemulihan pascabencana. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah rencana pembangunan sekitar 15.000 unit hunian sementara (Huntara) di sejumlah lokasi terdampak bencana. Pembangunan hunian sementara ini akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, dengan mengedepankan aspek keselamatan, kelayakan huni, serta penyesuaian terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Dony Oskaria juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh relawan serta insan BUMN yang terlibat langsung dalam penanganan bencana. Ia juga mengapresiasi perusahaan-perusahaan BUMN yang tetap memastikan layanan publik dan layanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan meskipun berada dalam kondisi darurat.
“Saya merasa bangga melihat lebih dari seribu karyawan BUMN yang bersedia turun langsung sebagai relawan untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Di saat yang sama, saya juga mengapresiasi kerja keras rekan-rekan BUMN yang terus menjaga agar layanan dasar bagi masyarakat tetap berjalan di wilayah terdampak,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan ini akan terus dilakukan dengan mengedepankan koordinasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah, aparat terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana dapat berlangsung secara tertib, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui gerakan bersama ini, Danantara Indonesia dan BP BUMN menegaskan kehadirannya untuk mendampingi masyarakat yang terdampak bencana, memastikan kebutuhan dasar dapat terpenuhi, serta membantu masyarakat menjalani proses pemulihan secara bertahap.
Ke depan, Danantara Indonesia dan BP BUMN akan terus menjalankan peran koordinasi dan kolaborasi lintas BUMN agar penanganan dan pemulihan bencana di berbagai daerah dapat berlangsung dengan empati, ketulusan, dan kepedulian.
Bagi BUMN, melayani rakyat bukan sekadar menjalankan tugas korporasi, melainkan merupakan bagian dari tanggung jawab kebangsaan dan pengabdian kepada sesama anak bangsa. (ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Chairum Lubis SH, Ketua Persatuan Wartawan Polrestabes Medan, tetap membara untuk menggelar program rutin Jumat Barokah, Jumat (19/12).
Chairum Lubis, yang dikenal dengan dedikasinya dalam aksi sosial, membuktikan untuk berhenti berbuat baik.
“Jumat Barokah adalah janji kita yang rutin, dan kami tidak mau menghentikannya. Justru di saat seperti ini, solidaritas dan kepedulian kita harus lebih terasa,” tambahnya.
Lanjut Chairum, kegiatan Jumat Barokah yang tetap berjalan di tengah situasi sulit ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Semangat dan keteladanan Chairum membuktikan bahwa kepedulian tidak mengenal batas atau kondisi. Semoga semangat ini terus menyala dan menjadi contoh bagi kita semua untuk selalu berbuat baik sesama, kapan pun dan di mana pun.
“Dengan bersatu dan saling mendukung, kita pasti bisa melewati masa sulit ini dengan lebih mudah,” ungkapnya.(azw)
Peletakan batu pertama pembangunan Alun-alun di Kecamatan Percut Sei Tuan dilakukan Bupati Deliserdang dr H Asri Ludin Tambunan, M.Ked., Sp.PD, didampingi Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS, serta manajemen Musim Mas.
DELISERDANG, SumutPos.co- Musim Mas menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah dengan berpartisipasi dalam penyediaan ruang publik bersama melalui pembangunan alun-alun di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Pembangunan ini ditandai dengan kegiatan groundbreaking yang dilaksanakan pada Selasa (16/12).
Peletakan batu pertama dilakukan secara langsung oleh Bupati Deliserdang dr H Asri Ludin Tambunan, M.Ked., Sp.PD, didampingi Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS, serta manajemen Musim Mas.
Alun-alun yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi ini ditargetkan akan rampung dalam waktu enam bulan ke depan. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi ruang publik yang representatif dan inklusif, sekaligus pusat berbagai aktivitas masyarakat.
Dalam rencana pembangunannya, alun-alun ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti balai pertemuan untuk kegiatan tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, sarana olahraga, area bermain anak, ruang berkumpul dan bersosialisasi, serta area khusus bagi pelaku UMKM untuk berjualan.
Dukungan ini juga sejalan dengan inisiatif Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menuju “Deliserdang Sehat” yang mencakup kesehatan jasmani, rohani, dan lingkungan. Selain itu, pembangunan alun-alun ini turut mendukung visi dan misi Kabupaten Deliserdang sebagai daerah yang sehat, cerdas, religius, sejahtera, dan berkelanjutan melalui penyediaan ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bupati Asri Ludin Tambunan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan daerah. Menurutnya, sebesar apa pun upaya yang dilakukan pemerintah, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dari berbagai pihak. “Terima kasih kepada Musim Mas. Pembangunan ini menandai era baru kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat yang mulai terbangun dengan baik,” ujar Bupati.
Sementara itu, Corporate Affairs General Manager Musim Mas Yuandy menyampaikan, ruang terbuka bersama memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
“Ruang terbuka bersama menjadi tempat di mana masyarakat dapat saling berinteraksi, mempererat kebersamaan, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Kehadirannya juga memberi manfaat bagi lingkungan, seperti membantu mengurangi polusi dan menyejukkan kawasan, sehingga menjadi bagian penting dalam mewujudkan daerah yang berkelanjutan dan sejahtera,” jelas Yuandy.
Pembangunan alun-alun ini merupakan bagian dari komitmen Musim Mas dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), khususnya pada penyediaan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta pemenuhan aspek sosial melalui fasilitas rekreasi, olahraga, dan ruang publik.
“Harapan kami, dan tentunya harapan kita bersama, agar fasilitas alun-alun yang dibangun ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas di Kabupaten Deli Serdang, khususnya Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan. Mari kita jaga dan rawat bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” tutup Yuandy. (adz)
TEMU PERS: Suasana konferensi pers yang digelar Bakumsu di Jangga House, Jalan Seituan Medan, Kamis (18/12). Bakumsu mewakili masyarakat Dairi telah melayangkan pengaduan resmi ke PBB di Jenewa.
SUMUTPOS.CO – Berkaca dari bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) baru-baru ini, masyarakat Kabupaten Dairi menolak rencana aktivitas tambang PT Dairi Prima Minerals (DPM). Pasalnya, aktivitas tambang seng-timah hitam tersebut mengancam keselamatan masyarakat di sana, karena berpotensi merusak lingkungan, lahan pertanian, dan mengancam keselamatan jiwa, terutama karena Dairi berstatus zona rawan gempa.
SEBELUMNYA, masyarakat Dairi sempat memenangkan gugatan di Mahkamah Agung pada Mei 2025 lalu. Kini, masyarakat Dairi harus kembali berhadapan dengan usulan Adendum Amdal baru yang dinilai manipulatif dan berbahaya bagi keselamatan warga.
Merespons hal tersebut, masyarakat bersama Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu) telah melayangkan pengaduan resmi ke Prosedur Khusus PBB di Jenewa. Langkah ini diambil karena adanya kekhawatiran atas keberpihakan pemerintah terhadap perusahaan, meskipun rekam jejak lingkungan perusahaan induknya di luar negeri sangat buruk.
Dalam konfrensi pers Bakumsu, di Jangga House, Jalan Seituan Medan, Kamis (18/12), terungkap dalam dokumen terbarunya, PT DPM berencana mencampur seluruh limbah tambang (tailing) dengan semen untuk dikembalikan ke lubang bawah tanah. Namun, Dr Steven Emerman, ahli yang meninjau dokumen tersebut, menyebut rencana itu sebagai sebuah kemustahilan fisik karena volume batuan yang diolah pasti akan membesar.
“Ini adalah langkah yang mustahil. Materi yang ditambang akan bertambah volumenya saat diekstraksi. Menurut standar industri, hanya 50-60 persen tailing yang dapat dimasukkan kembali. DPM pada akhirnya tetap harus membangun bendungan tailing di permukaan untuk menampung sekitar 2,5 juta ton limbah,” tegas Dr Emerman.
Ia menambahkan, ini adalah usulan tambang paling tidak bertanggung jawab yang pernah ia tinjau selama bertahun-tahun. Ketidakpuasan mendalam dirasakan langsung oleh warga terdampak. Susandi Panjaitan dari Desa Pandiangan mengungkapkan kekhawatirannya atas hilangnya transparansi dalam proses baru ini.
“Sangat melegakan akhirnya Persetujuan Lingkungan DPM dibatalkan pada Mei lalu. Namun, sekarang mereka kembali lagi dan masih mengusulkan tambang yang bisa mengancam kehidupan dan lingkungan kami. Kami tidak diajak berdiskusi tentang Adendum Amdal yang baru ini. DPM hanya bicara dengan orang-orang yang tidak tahu bahaya tambang,” ujar Susandi.
Senada dengan warga, Nurleli Sihotang dari Unit Bantuan Hukum Bakumsu menyoroti adanya pelanggaran prosedur dalam sidang Komisi EIA Nasional pada akhir November lalu. Menurutnya, pemberitahuan undangan hanya diberikan 1-2 hari sebelum sidang, padahal aturan mewajibkan minimal 5 hari. “Kasus Mahkamah Agung sebelumnya, dan kini Tambahan Studi Dampak Lingkungan (Amdal) ini, menunjukkan bahwa hukum di Indonesia tidak diterapkan dengan benar. Hak-hak masyarakat dan lingkungan sedang disalahgunakan,” katanya.
Dalam hal ini, masyarakat menilai pemerintah cenderung ‘menutup mata’ demi mendukung proyek tersebut, terutama setelah adanya laporan dukungan kebijakan bagi perusahaan induk DPM yang merupakan perusahaan milik negara China. Hal inilah yang mendorong warga membawa kasus ini ke level internasional.
Direktur Bakumsu Juniaty Aritonang mendesak Pemerintah Indonesia untuk terbuka terhadap kehadiran tim investigator PBB. “Masyarakat setempat telah meminta Pelapor Khusus PBB tentang Bahan Beracun untuk menyelidiki kasus ini. Jika pemerintah tidak memiliki apa pun yang perlu disembunyikan, mereka akan mengundang Para Pelapor Khusus. Jika tidak, kita akan tahu bahwa Pemerintah Indonesia takut akan transparansi,” tegasnya.
Harapan besar juga disampaikan oleh Opung Gisel, warga Desa Bongkaras, yang merasa perlindungan negara telah hilang. “Kami memiliki pemerintah yang seharusnya melindungi kami, tapi mereka justru mendekati perusahaan yang membuat rencana berbahaya. Kami harus pergi ke PBB dengan harapan mereka dapat membawa kemandirian dalam hal ini,” pungkasnya. (dwi/adz)
ANGKUTAN KERETA API: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara secara resmi memulai masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis (18/12).
SUMUTPOS.CO – PERUSAHAAN Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia (KAI Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) resmi memulai masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 yang ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan di Halaman Kantor KAI Divre I Sumut, Kamis (18/12). Masa angkutan Nataru 2025/2026 ditetapkan selama 18 hari; terhitung tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 202.
“Meskipun sempat terdampak bencana banjir besar pada akhir November lalu, seluruh infrastruktur jalur kereta api di wilayah Sumatera Utara saat ini dalam kondisi prima dan siap melayani pelanggan selama masa Angkutan Nataru 2025/2026,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo.
Selama 18 hari masa Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Divre I Sumut mengoperasikan 22 perjalanan kereta api (KA) setiap harinya. Jumlah ini sudah mencakup pengoperasian dua perjalanan KA Sribilah Utama tambahan dan fakultatif yang mulai melayani masyarakat per hari ini.
Khusus untuk relasi menuju Siantar dan Tanjungbalai yang menjadi rute favorit, KAI melakukan langkah strategis dengan menambah satu kereta penumpang kelas ekonomi pada rangkaian KA Putri Deli dan KA Siantar Ekspres.
Kebijakan ini meningkatkan total kapasitas tempat duduk menjadi 186.768 kursi selama 18 hari atau rata-rata 10.376 kursi per hari. Jumlah itu naik sebesar 11% dibandingkan ketersediaan awal sebanyak 167.688 kursi.
Berdasarkan data penjualan pada 18 Desember 2025, 66.173 tiket telah terjual mulai hari ini hingga 18 hari ke depan. Sedangkan untuk keberangkatan pada hari ini, sebanyak 6.079 penumpang telah berangkat dengan sejumlah KA.
“Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, yakni Rp22.000 untuk KA Siantar Ekspres dan Rp27.000 untuk KA Putri Deli, kami ingin mendorong pergerakan masyarakat yang lebih masif. Hal ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara,” ujarnya.
Selain fokus pada pelayanan, KAI juga memperkuat aspek keselamatan dengan menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 17 titik strategis guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti limpahan air ke jalur rel.
Langkah pengamanan dan pengawasan juga ditingkatkan secara drastis dengan mengerahkan 140 tenaga ekstra.
“Personel tersebut terdiri dari 110 petugas penjaga perlintasan sebidang untuk mengamankan 66 titik yang belum memiliki palang pintu, sisanya sebanyak 30 petugas merupakan petugas pemeriksa jalur serta petugas memantau daerah-daerah pantauan khusus.
Kekuatan keamanan di area stasiun dan sepanjang lintasan juga dipertebal dengan total 342 personel, yang di dalamnya termasuk 46 anggota TNI dan Polri. Keterlibatan aparat keamanan ini bertujuan memastikan stasiun sebagai objek vital nasional tetap kondusif dan operasional kereta api berjalan tanpa gangguan.
Dari sisi keandalan armada, KAI Divre I Sumut telah menyiapkan 28 lokomotif dan 73 sarana kereta yang terdiri dari kereta penumpang, kereta makan, serta pembangkit. “Seluruh sarana tersebut telah dinyatakan layak operasi setelah melalui proses ramp check atau inspeksi keselamatan yang ketat oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) pada November 2025,” imbuhnya.
Dengan segala persiapan yang matang dari sisi sarana maupun prasarana, masyarakat diimbau untuk tidak ragu memilih kereta api sebagai moda transportasi utama.
“Mari jadikan libur Natal dan Tahun Baru kali ini lebih menyenangkan, aman, dan berkesan dengan melakukan perjalanan bersama kereta api,” pungkasnya.(san/azw)