Home Blog Page 1882

Warga Kwala Mencirim Minta Bedah Rumah dan Irigasi

RAMAI: Wakil Ketua DPRD Langkat, Ralin Sinulingga saat reses masa sidang I Tahun ke IV di Desa Pasa 6 Kwala Mencirim.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Banyak harapan masyarakat terhadap wakil mereka yang ada di gedung DPRD Kabupaten Langkat untuk dapat memperjuangkan aspirasinya. Hal ini terbukti saat Ralin Sinulingga Wakil Ketua DPRD Langkat laksanakan reses masa sidang I tahun ke IV tahun anggaran 2023 ke Desa Pasar 6 Kwala Mencirim Kecamatan Sei Bingai, Kamis (26/1).

Warga berharap kembali kepada Ralin Sinulingga untuk merealisasikan bantuan bedah rumah yang nilainya 20 juta rupiah yang telah diterima masyarakat di tahun ini.

“20 unit sudah dibantu untuk bedah rumah, kami berharap tahun depan pak Ralin selaku Wakil Ketua DPRD Langkat dapat memperjuangkan kembali bantuan bedah rumah ke desa kami,” pinta Kepala Desa Pasar 6 Kwala Mencirim, Beni Agus Patria yang langsung memberikan berkas proposal bantuan bedah rumah untuk warganya kepada Ralin Sinulingga.

Selain bedah rumah, Kepala Desa Pasar 6 Kwala Mencirim berharap agar warganya yang banyak mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian, agar diperjuangkan irigasi di desanya. Sebelum menanggapi aspirasi warga, Ralin Sinulingga memuji lingkungan aula tempat dilaksanakan reses yang berada di areal perjuangan warga yang telah ditanami pepohonan yang begitu sangat asri.

“Tiga periode saya duduk di DPRD Kabupaten Langkat, saya akan jalankan kepercayaan masyarakat kepada saya dan akan terus berjuang demi kepentingan rakyat,” ucap Ralin disambut tepuk tangan warga.

Untuk bantuan bedah rumah berikutnya, Ralin Sinulingga akan berkoordinasi lagi dengan anggota DPR-RI dari fraksi PDIP Perjuangan. Dijelaskannya, bedah rumah yang telah terlaksana 20 unit rumah itu, atas koordinasinya dengan anggota DPR-RI fraksi PDIP Perjuangan karena ada program pusat yang diberikan ke daerah.

“Terhadap permintaan irigasi, ini akan menjadi perhatian saya juga,” ungkap politisi PDIP Perjuangan itu.

Hadir dalam acara reses itu, Plt. Camat Sei Bingai Musti yang merupakan Asisten Administrasi Umum Setdakab Langkat, Sekcam Sei Bingai Tuahta, Ketua UD Hijau Bumi Mendaun Haris Azhar dan ratusan warga Desa Pasar 6 Kwala Mencirim Kecamatan Sei Bingai. (mag-6/ram)

Wakil Bupati Karo Gerak Jalan Santai Bersama Forkopimda

SANTAI : Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting ikuti Gerak Jalan Santai bersama Forkopimda, Jumat (27/1). sumut pos..

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting ikuti Gerak Jalan Santai bersama Forkopimda Kabupaten Karo dan sekaligus menyerahkan penghargaan wajib pajak terbaik tahun 2022 untuk hotel dan restoran, Jumat (27/01).

Gerak jalan ini diikuti oleh beberapa Kepala Perangkat Daerah, TNI/Polri, Bank Sumut, BUMN serta pelajar. Rute dimulai dari Kampus Quality Berastagi dan finish di Cafe Dope Tongkoh Kecamatan Barusjahe.

Usai melaksanakan jalan santai dilanjutkan penyerahan penghargaan bagi wajib pajak terbaik tahun 2022 untuk hotel dan restoran.

Dalam sambutannya wakil bupati menyampaikan terimakasih kepada wajib pajak hotel dan restoran yang selama ini mendukung pembangunan di Karo dengan menjalankan kewajiban dalam menghitung melaporkan dan menyetorkan pajak tepat waktu.

”Saya berharap pemberian penghargaan wajib pajak hotel dan restoran terbaik tahun 2022 ini dapat meningkatkan motivasi wajib pajak lainnya yang masih kurang taat,” ujar wakil bupati.

”Semoga kerjasama antar Pemerintah Kabupaten Karo dengan para pengusaha terutama pengusaha hotel dan restoran tetap berjalan dengan baik dan harmonis,” tambahnya. (deo/ram)

Berharap Masyarakat Merawat dan Menjaga Pembangunan, Bupati Resmikan Jalan Desa Pematang Ganjang

RESMI: Bupati Sergai H Darma Wijaya didampingi Wabup H Adlin Umar Yusri Tambunan saat meresmikan Jalan Pematang Ganjang. fadly/SUMUT POS.

SEIRAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdangbedagai (Sergai) H Darma Wijaya dan Wakil Bupati H Adlin Umar Yusri Tambunan meresmikan pembangunan jalan Desa Pematang Ganjang Kecamtan Sei Rampah, Jumat ( 27/1). Pemkab Sergai menganggarkan Rp10 miliar untuk pembangunan infrastruktur.

“Kami berharap apa yang sudah di bangun ini dapat sama-sama di jaga dan di rawat sehingga bisa lebih lama di manfaatkan oleh masyarakat,” kata Bupati Darma Wijaya para Kepala OPD, Camat Sei Rampah, para Kelapa Desa (Kades) se-Kecamatan Sei Rampah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta puluhan masyarakat sekitar.

Bupati menambahkan jika pembangunan jalan ini menjadi wewenang Kabupaten Sergai. Oleh karenanya, Pemkab Sergai terus berupaya melaksanakan pembangunan yang terintegrasi sehingga infrastruktur jalan dapat dibangun dengan merata di setiap kecamatan.

“ Kami terus hadir ke desa-desa untuk melihat kondisi infrastruktur dan kami akan terus membangun untuk infrastruktur yang terintegrasi,” tutup Bupati.

Senada dengan Bupati, Wabup Adlin Tambunan menyampaikan jika pembangunan di tahun 2022 kurang lebih sudah mencapai 75 persen. Pembangunan infrastruktur yang sedang dan akan kami laksanakan, akan terus diupayakan sehingga secara bertahap pembangunan merata demi kesejahteraan masyarakat.

“ Alhamdulilah hari ini kita sama-sama meresmikan jalan sepanjang 2.800 meter ini dan kami berharap agar kita semua dapat menjaga jalan ini, supaya dapat dinikmati oleh masyarakat lebih lama,” cetus Wabup.

Terakhir, Wabup mengungkapkan jika pihaknya akan terus melakukan monitoring setiap pembangunan yang telah dilakukan. Selain itu juga mendorong dalam pelaksanaannya sesui dengan target yang direncanakan demi peningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkas Wabup.

Sebelumnya Kades Pematang Ganjang, Sugiono menyampiakan bahwa seluruh masyarakat desa ini mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Sergai yang telah melakukan pembangunan jalan sekaligus memberikan perhatian terhadap infrastruktur termasuk pembangunan irigasi dan jembatan.

“ Bukan hanya pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian Bupati dan Wabup, akan tetapi para guru ngaji, bilal mayit dan guru sekolah minggu juga tak luput dari perhatiannya. Hal ini terbukti dengan diberikannya insentif dan didaftarkan serta dibiayai dalam BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya. (fad/ram )

2023, Koperasi Persaudaraan Sitinjo Go Public, Sudah Miliki Dana Rp1,2 Miliar

DIABADIKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu diabadikan bersama Anggota DPRD Sumut Taupan Ginting, Ketua Koperasi Persaudaraan Sitinjo Marina Sinaga, dan pengurus lainya, usai menghadiri rapat akhir tahun, Sabtu (28/1).Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Koperasi Simpan Pinjam Persaudaraan yang beralamat di Desa Sitinjo 2, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, mulai 2023 ini, memberi peluang keanggotaan kepada masyarakat di luar Desa Sitinjo. Pengumuman terbuka untuk umum atau go public ini, disampaikan Ketua Koperasi Persaudaraan, Marina Sinaga, saat membuka rapat akhir tahunan (RAT), yang dihadiri ratusan anggota serta pengurus Koperasi di kediaman Benpa Hisar Nababan, Desa Sitinjo 2, Kecamatan Sitinjo, Sabtu (28/1) lalu.

Launching go public Koperasi Persaudaraan ini, dilakukan Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, bersama anggota Fraksi PDIP DPRD Sumut Taupan Ginting.

Pada kesempatan itu, Marina juga menyampaikan, hingga saat ini atau sejak didirikan pada 2009 lalu, artinya Koperasi Persaudaraan sudah eksis selama 13 tahun.

“Koperasi Persaudaraan memiliki anggota sebanyak 200 orang. Jumlah kredit atau pinjaman yang beredar sesama anggota sekitar Rp900 juta lebih. Sisa hasil usaha (SHU) untuk 2022 sebesar Rp200 juta. Bila ditotal, dana dimiliki Koperasi Persaudaraan sudah mencapai Rp1,2 miliar,” ungkap Marina.

Marina juga menyebutkan, pihaknya menyatakan untuk go public dan melakukan digitalisasi, demi membuka peluang bagi masyarakat di luar wilayah layanan yang selama ini telah dijalankan.

“Hal ini kami lakukan untuk pengembangan, dengan tetap penuh kehati-hatian dalam penyaluran kredit atau pinjaman. Kendala yang ada selama ini, karena belum bisa buka setiap hari. Namun, dengan go public dan digitalisasi, kami harap Koperasi ini semakin maju ke depannya. Kami mohon bantuan pemerintah melalui kehadiran Bapak Bupati. Dan Bapak Bupati juga sudah kami angkat sebagai anggota kehormatan mulai hari ini (Sabtu),” bebernya.

Sementara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menaruh hormat dan salut kepada pengurus dan anggota Koperasi Persaudaraan, yang bisa eksis hingga 13 tahun, dan rutin menyelenggarakan RAT. Menurutnya, mengkondisikan orang dalam sebuah perkumpulan seperti Koperasi Persaudaraan ini, tidaklah mudah.

“Ini luar biasa. Koperasi ini bisa dijadikan percontohan. Kami berharap, Koperasi ini bisa terus berkembang menjadi lembaga ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan anggotanya sendiri, maupun masyarakat luas lainya,” harapnya.

Dia pun berharap, Koperasi Persaudaraan bisa bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Dairi, untuk mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Dairi, Iwan Taruna Berutu mengatakan, jumlah Koperasi di Kabupaten Dairi yang sudah terdaftar dalam aplikasi ada sebanyak 457. Untuk 2021, jumlah Koperasi yang menyelenggarakan RAT ada 40. Sedangkan untuk 2022, meningkat signifikan, menjadi 90 Koperasi.

Iwan pun menyebutkan, mayoritas Koperasi yang ada di Kabupaten Dairi adalah Koperasi simpan pinjam. Sementara Koperasi Produsen baru ada 2 yang aktif, yakni Koperasi Vanili di Kecamatan Tigalingga, serta Koperasi Aur Dairi Botanikal. (rud/saz)

Menko Marves Bantah Program FE Hortikultura di Humbahas Gagal, Luhut: Apa yang Gagal?

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi 4 DPR RI, Mindo Sianipar sempat mengatakan di media, proyek atau program Food Estate (FE) Hortikultura di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), amburadul.

Hingga dia menilai proyek tersebut belum berhasil. Sehingga, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh, dengan cara pemerintah daerah harus jujur mengakomodir masyarakatnya. Hal itu pun langsung dibantah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

“Apa yang gagal, siapa bilang gagal?,” tegas Luhut, saat diwawancarai di sela kunjungan kerjanya ke proyek Taman Sains Teknologi Herbal (TSTH), Desa Aeknauli, Kecamatan Pollung, Sabtu (28/1) lalu.

Menurut Luhut, gagal atau tidaknya program FE Hortikultura yang menjadi lumbung pangan nasional itu, harusnya ditanya kepada para petani bukan kepada orang lain.

“Yang ditanya petaninya dong, jangan ditanya ke yang lain. Petaninya bilang apa? Kalo petaninya bilang happy, kenapa orang Komisi 4 yang datang ke sini bilang gagal? Tanya saja Van Basten (Tenaga Ahli Kemenko Marves),” tuturnya.

Lebih lanjut Luhut menjelaskan, dalam program ini di Kabupaten Humbahas, perlu pembelajaran. Butuh paling lama 2 tahun atau 5 kali tanam untuk proses tanah lebih matang.

“Semua kan tidak sulap, jadi kita jalani, tapi sekarang yang sudah ditanam hasilnya sudah bagus,” jelasnya lagi.

Disinggung sekaitan harapnya kepada DPRD Humbahas, Luhut menyampaikan, agar mendukung para petani di Kabupaten Humbahas. Karena DPRD akan beruntung jika masyarakatnya sejahtera. “Ya harapan kami (kepada DPRD), dukunglah mereka (para petani). Harusnya mereka merasa beruntung, karena masyarakatnya diberi sejahtera,” katanya lagi.

Selain itu, Luhut juga berpesan, agar menyampaikan informasi dengan benar.

“Jangan menyiarkan berita yang tidak benar. Jadi, cek, ricek, dan cek lagi. Saya titip itu saja sama kalian,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mindo Sianipar bersama Anggota DPR RI lainnya, Djarot Saiful Hidayat, Maria Lestari, yang merupakan politisi PDIP, dan KRT Darori Wonodipuro politisi Partai Gerindra, H Sulaiman L Hamzah dari NasDem, Edwar Tannur PKB, serta Slamet dari PKS, melakukan kunjungan kerja ke FE Hortikultura selama 2 hari (26-27 Januari) di Desa Riaria, Kecamatan Pollung. (des/saz)

Polres Asahan Bina Remaja Terlibat Tawuran

BERSAMA: Polres Asahan bersama remaja dan orangtua foto bersama usai melakukan pembinaan selama tiga hari, di Aula Mapolres setempat, Minggu (29/1).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Polres Asahan kembali memanggil belasan remaja yang sebelumnya pernah diamankan karena aksi tawuran di berbagai tempat di Asahan.

Pemanggilan sejumlah remaja yang masih berstatus pelajar ini guna mendapatkan program pembinaan dan penyuluhan yang digelar selama 3 hari.

“Untuk hari pertama para peserta diserahkan oleh para orang tuanya masing-masing selama 3 hari di sini mereka mendapatkan pembekalan pembinaan remaja,” kata Kapolres Asahan, AKBP Roman Smaradana Elhaj, usai kegiatan penutupan pembinaan di Aula Mapolres setempat, Minggu (29/1).

Selama program pembinaan selama 3 hari tersebut para remaja ini tinggal dan tidur di barak lajang Polres Asahan.

Mereka, mendapatkan materi penanaman karakter untuk mencegah kenakalan remaja kemudian disusup pula seperti materi wawasan kebangsaan pembinaan mental dan rohani serta olahraga.

“Tujuan kegiatan ini untuk membuat para pelaku tawuran jera akan perbuatan yang melanggar hukum, dan diharapkan para pemuda yang ada di Kabupaten Asahan jangan melakukan aksi tersebut, agar tidak berurusan oleh pihak yang berwajib,” ucap Kapolres Asahan.

Roman juga mengatakan pencegahan aksi tawuran di masyarakat bagi lingkungan keluarga mempunyai sektor peran penting.

Karenanya orangtua, diminta untuk peduli terhadap pergaulan anaknya agar menghindari kenakalan remaja yang bisa merugikan masyarakat.(jpc/bbs/azw)

Granat Apresiasi JPU Tuntut Mati Pengedar Narkoba

Ketua DPD Granat Sumut, Sastra

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkoba (DPD Granat) Sumut, atas ketegasan jaksa penuntut umum (JPU) dan jajaran memberikan tuntutan mati kepada dua pengedar narkoba seberat 24 kilogram (kg).

Apresiasi itu disampaikan Ketua DPD Granat Sumut Sastra, dalam surat tertulisnya kepada Kajati Sumut. Menanggapi apresiasi DPD Granat Sumut, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Yos A Tarigan menyambut baik atas penghargaan yang diberikan.

“Tidak hanya dua perkara di atas yang dituntut mati oleh JPU, pada perkara-perkara narkoba di tahun 2022 juga tim JPU Kejati Sumut telah menuntut mati sebanyak 32 terdakwa kasus narkoba dan tuntutan seumur hidup kepada 4 terdakwa kasus narkoba,” ujarnya, Sabtu (28/1).

Kata dia, seluruh jajaran sepakat untuk memberikan pelayanan terbaik dan rasa keadilan yang sesungguhnya kepada masyarakat.

“Di Tahun 2022 sudah ada 32 terdakwa, memasuki tahun 2023 akan terus bertambah. Pak Kajati tegas dan berani dalam mengambil sikap. Bisa kita bayangkan korban dari narkoba ini adalah anak-anak generasi penerus bangsa, dampaknya bisa menyebabkan lost generation (kehilangan generasi) berikutnya. Itu sebabnya JPU tegas dalam membuat tuntutannya, dengan harapan hakim juga memutuskan sesuai fakta tuntutan jaksa,” jelasnya.

Sementara, dalam surat tertulis yang dikirimkan Ketua DPD Granat Sumut, Sastra, menyampaikan bahwa pemberian apresiasi tersebut berkenaan dengan tuntutan mati oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap 2 orang pengedar 24 kg narkoba jenis sabu-sabu, yaitu, Alimuddin alias Muddin dan Muhdi Affan alias Mahdi di hadapan majelis hakim persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Medan, Selasa (24/1) lalu.

“Untuk itu kami nilai, jaksa penuntut umum sudah tepat tuntutannya dalam penegakan hukum maksimal terhadap pelaku/sindikat Kejahatan Narkoba selaras dengan upaya keras Pemerintah terhadap Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” kata Sastra.

Oleh karena itu, lanjutnya, DPD Granat Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi dan memberi penghargaan serta mendukung kinerja jaksa dari Kejati Sumut dan Kejaksaan Negeri Medan dalam Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) seperti digaungkan pemerintah. (man/azw)

Korban Tewas Ditembak Dikenal Dermawan

OLAH TKP: Tim gabungan melakukan olah TKP di lokasi Anggota DPRD Langkat periode 2014-2019, Paino (47) yang ditemukan tewas dengan luka tembak , di Devisi 1 Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu, Sabtu (28/1).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan Polres Langkat dan Kepolisian Daerah Sumateras Utsara (Polda Sumut) bersama dengan Laboratorium Forensik dan Inafis turun melakukan olah tempat kejadian perkasra (TKP) di lokasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat periode 2014-2019, Paino (47) yang tewas ditembak dari atas sepeda motor KLX, di Devisi 1 Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu, Sabtu (28/1).

Sejauh ini, kasus penembakan yang menimpa politisi Partai Golkar masih dalam penyelidikan.

“Ya, kami bersama tim gabungan melakukan olah TKP di lokasi kejadian,” kata Kepala Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat, Ipda Herman Sinaga ketika dikonfirmasi, Minggu (29/1).

Menurut Herman, hasil otopsi terhadap lubang yang diduga luka tembak belum keluar. Begitu juga dengan hasil uji balistik terhadap diduga selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian.

Dia menegaskan, saat ini masih dalam penyelidikan. “Kami masih di lapangan semua ini melakukan penyelidikan,” ujar dia.

Sejauh ini, penyidik sudah meminta keterangan terhadap belasan saksi terkait kasus penembakan tersebut. Sementara itu, isak tangis tangis pecah ketika jenazah tiba di rumah duka usai dilakukan autopsi.

Masyarakat sekitar yang mengenal sosok Paino mendatangi rumah duka untuk melayat. Silih berganti mereka datang ke rumah duka.

Beberapa masyarakat dan anak korban juga mengantarkan jenazah Paino ke tempat peristirahatan terakhirnya, tempat pemakaman umum tak jauh dari kediaman, Dusun VII Bukit Dinding Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Korban meninggalkan empat orang anak.

Mewakili keluarga, Susilawati Sembiring meminta kepolisian untuk segera mengungkap pelakunya. Kata dia, kerap terjadi peristiwa yang kasusnya tak terungkap oleh kepolisian.

“Saya tidak mau ada korban berikutnya, akan ada lagi anak-anak yatim, janda-janda baru ditinggal suaminya karena masalah kejahatan ini,” kata dia.

Menurutnya, korban adalah sosok yang baik. Bahkan, kata dia, sejauh ini tidak pernah dengar nama almarhum terlibat permasalahan.

“Orangnya baik, kami taunya tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB. Kondisinya ada luka tembakan pada dada sebelah kanan,” ujarnya.

Camat Wampu, Samsul Adha juga mengungkapkan bahwa korban merupakan orang baik. Bahkan, dia mengenal korban sebagai sosok yang dermawan dan suka menolong warga sekitar.

Di mata masyarakat, Paino dianggap sebagai tokoh yang selalu dimintai pendapatnya dalam memutuskan banyak persoalan di masyarakat. “Bapak ini orang baik, ramah dan suka menolong warga di sini. Bahkan selalu memberikan bantuan saat warga membutuhkan. Bukan hanya itu, almarhum juga selama ini dikenal sebagai sosok yang selalu memperjuangkan hak-hak warga,” tukasnya.

Sebelumnya, korban ditemukan tewas diduga ditembak orang tak dikenal (OTK) di Devisi 1 Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu, Kamis (26/1) malam. Korban mengalami luka tembak di dada kanan.

Korban dihabisi di atas sepeda motor saat jalan pulang usai dari warung. Di sekitar lokasi korban roboh, ditemukan diduga selongsong peluru. (ted/azw)