Home Blog Page 1897

Rencana Bangun Tol Dalam Kota Ditunda

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara untuk membangun tol dalam Kota Medan ditunda. Alasannya, disebabkan Covid-19 datang. Sehingga Pemprov Sumut fokus, untuk pengendalian virus mematikan itu.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Selasa (24/1) siang. Dimana, wacana tol dalam kota untuk mengatasi kemacetan itu, digagas oleh mantan Pangkostrad itu, pada tahun 2019.

“Rencana ini kita tunda, kita rencanakan 2019, tepat 2020 kita kedatangan tamu, yaitu Covid-19, jadi dana ini banyak terkuras karena (Covid-19) itu,” jelas Gubernur Edy.

Gubernur Edy mengatakan, melihat kondisi kemacetan Kota Medan sekarang ini, memang sudah seharusnya jalan tol dalam kota harus ada. Namun, karena ada pembangunan yang harus didahulukan sehingga harus ditunda.

“Jadi kita tunda ke depan, memang tol dalam kota ini harus ada, kenapa, bisa rasakan anda ini, jalan ini macet di sana sini, ke depan kita doakan semoga bisa berjalan baik,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

Diketahui, rencana pembangunan jalan tol dalam kota ini digagas dan akan dikerjakan oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada dengan PT Ardhi Karya. Ruas jalan tol dalam kota ini akan dibangun mengikuti aliran Sungai Deli.

Awalnya pembangunannya akan dimulai pada Juni 2019 dan ditargetkan rampung dalam dua tahun, yakni Juni 2021. Namun lantaran karena pandemi Covid-19, jadi harus ditunda.

Tol dalam kota itu direncanakan memiliki panjang 30,97 km yang terdiri dari 3 seksi, yakni Seksi I Helvetia-Titi Kuning sepanjang 14,28 km, Seksi II Titi Kuning-Pulo Brayan sepanjang 12,84 km.

Lalu, seksi III Titi Kuning-Amplas sepanjang 4,25 km. Pembangunannya murni investasi dari swasta senilai Rp7 triliun.(gus/ila)

Libur Imlek, Jumlah Penumpang di KNIA Alami Fluktuatif

IMLEK: Suasana perayaan Imlek di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang. Istimewa/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) Deliserdang mencatat jumlah penumpang pesawat selama hari libur Imlek 2023 mengalami fluktuatif.

Pada Jumat (20/1) jumlah penumpang meningkat dibanding hari biasa, yakni mencapai 22.929 orang, dengan penerbangan mencapai 96 kedatangan dan 94 keberangkatan, baik domestik dan Internasional.

“Sedangkan, pada Minggu (22/1) menurun, menjadi 18.230 orang, dengan penerbangan sebanyak 78 kedatangan dan 79 keberangkatan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura Aviasi, Achmad Rifai, Selasa (24/1).

Meski demikian, lanjutnya, penumpang di Bandara Internasional Kualanamu masih terbilang normal. Apalagi, PT Angkasa Pura Aviasi turut merayakan Imlek dengan menampilkan Barongsai untuk menambah kemeriahan para penumpang pada perayaan Imlek, ditambah dengan Guzheng Performance di Area ruang tunggu/ Atrium Kedatangan Lantai 1 Bandara Internasional Kualanamu.

“Kita juga membagikan souvenir bagi para calon penumpang serta pemasangan ornamen di berbagai titik gedung Bandara Kualanamu. Ini bertujuan agar para penumpang turut merasakan kebahagian perayaan imlek 2023,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan di setiap acara momentum besar dan memberikan pelayanan prima kepada para pengguna jasa PT Angkasa Pura Aviasi adalah sebagai bentuk komitmen dari pihaknya, dengan harapan agar menciptakan customer experience dan meningkatkan customer engagement.

“Bagi yang merayakan agar tetap bisa merasakan nuansa Imlek saat bepergian dari Bandara internasional Kualanamu. Serta Harapan di Tahun baru semoga penuh dengan limpahan rezeki, diberikan kesehatan dan Keberhasilan,” harapnya. (dwi/ila)

Sambangi Gedung Balai Kota dan DPRD Medan, Pabetor Minta Bobby Remajakan Betor

DEMO: Parbetor yang tergabung dalam DPP Satu Betor menggelar aksi unjukrasa di depan gedung Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.2 Medan, Selasa (23/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kedatangan mereka ke gedung Balai Kota untuk menagih janji Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang sempat mengatakan akan merevitalisasi becak-becak bermotor di Kota Medan. Pasalnya, betor merupakan salah satu ikon Kota Medan yang dinilai mampu meningkatkan pariwisata di Kota Medan.

Aksi demo yang digelar DPP Satu Betor mendapatkan respon positif dari Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Bobby menemui massa yang menggelar aksi dan meminta DPP Satu Betor untuk menyiapkan data penarik betor di Kota Medan. Selanjutnya, Pemko Medan akan mempelajari data tersebut guna merealisasikan program peremajaan betor di Kota Medan.

“Dari dulu dibilangnya (Bobby Nasution) akan meremajakan becak-becak di Medan, tapi sampai sekarang tidak ada. Kita harapkan Wali Kota Medan merealisasikan janji-janjinya,” ucap Koordinator aksi Johan Merdeka kepada wartawan di depan gedung Balai Kota.

Dikatakannya, sejak tahun lalu pihaknya sudah menggelar aksi untuk menuntut janji tersebut, tapi hingga kini tidak ada realisasi.

Sejatinya, sambung Johan, pihaknya berterimakasih kepada Bobby Nasution yang telah merespon keluhan para abang betor dengan menyambut aksi parbetor di depan gedung. Hanya saja, Bobby diminta tidak mengumbar janji, melainkan juga harus menepati janjinya tersebut.

“Apa yang disampaikan Pak Bobby Nasution hari ini kami cukup surprise, karena dia cukup merespon, sehingga kami hanya meminta realisasi dari apa yang dia sampaikan, jadi tidak hanya umbar-umbar janji seperti beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Dijelaskan Johan, Bobby Nasution meminta data penarik betor di Kota Medan dalam waktu satu minggu. Atas hal itu, pihaknya pun mengaku selalu berupaya untuk memenuhi apa yang diinginkan Pemko Medan.

“Walaupun memang sebenarnya, beberapa waktu yang lalu saat bertemu dengan beliau kami sudah menyiapkan data, nah ini diminta lagi data. Kami hanya berharap, apa yang menjadi harapan kami itu bisa selesai secepatnya dalam hal peremajaam betor,” katanya.

Sementara itu, usai menggelar aksi di depan Gedung Balai Kota Medan, DPP Satu Betor juga menggelar aksi di depan gedung DPRD Medan. Kedatangan mereka ke gedung DPRD Kota Medan untuk mempertanyakan para wakil rakyat mengapa belum juga menganggarkan biaya peremajaan betor di APBD Kota Medan Tahun 2023.

“Dimana anggarannya? Kenapa tidak kalian anggarkan pembenahan becak kami? Sudah 19 tahun becak kami tak pernah dibenahi, kenapa tidak dianggarakan juga di tahun ini,” teriak Sekjen DPP Satu Betor, Muslim Bungsu dalam orasinya.

Muslim mengatakan, para wakil rakyat seharusnya dapat memahami bahwa tugas dan fungsi mereka adalah untuk memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. ”Kami selalu diminta dukungan setiap kali pemilu untuk memilih kalian, tapi setelah duduk, kalian tidak pernah perhatikan kami. Nampak kali kalian naik becak waktu kampanye aja, habis itu gak pernah kalian naik becak,” tukasnya.

Muslim mengatakan, setahun yang lalu, pihaknya sudah menggelar aksi demo di DPRD Medan, namun tidak juga ada tanggapan hingga saat ini.”Kenapa tidak ada RDP tentang peremajaan betor ini. Keluar, kami bukan minta uang, kami hanya minta kesejahteraan,” cetusnya.

Sayangnya, hingga aksi itu berakhir, tidak ada satu orang anggota dewan pun yang merespon para pendemo dengan keluar menemui mereka. Mereka hanya diterima oleh salah satu staff Sekretariat DPRD Medan.

Menutup aksi mereka, para pengunjuk rasa tampak membacakan tuntutan mereka terhadap pemerintah. Adapun tuntutan tersebut, yakni meminta dialokasikannya APBD buat peremajaan becak bermotor, memberikan bantuan program pemerintah seperti KIS, PKH serta bantuan kesejahteraan lainnya, dan melakukan pemutihan KIS Mandiri kepada abang betor dan keluarganya.(map/ila)

Diduga Lalai saat Mengemudi Sepeda Motor, Losber Sihotang Tewas Ditabrak KA

TEWAS: KTP korban tewas ditabrak kereta api.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Diduga lalai saat berlalulintas, seorang pengemudi sepeda motor tewas ditabrak kereta api di perlintasan kereta api Binjai-Medan di Jalan Pantai Timur, Medan Helvetia, Selasa (24/1) siang, sekitar pukul 11.50 WIB. Dalam peristiwa itu, korban tewas di lokasi kejadian Korban diketahui bernama Losber Sihotang (49) yang merupakan warga Jalan Benteng, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Korban tewas dalam kondisi luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya.

Peristiwa kecelakaan maut itu, dibenarkan oleh Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Solikhin saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin. Ia menjelaskan, kereta api itu Temperan KA U81B Srilelawangsa relasi Binjai-Medan. Lokasi di Km 07+100 atau perlintasan liar lintas Binjai-Medan.

“Menurut informasi warga setempat, sepeda motor saat melewati perlintasan liar tersebut, pengendara sepeda motor tidak melihat ke kanan dan kiri jalur KA untuk meyakinkan KA yang akan melintas dan bersamaan KA U81B melintas,” ujar Anwar.

Anwar mengungkapkan, l KA U81B Srilelawangsa dari arah Stasiun Binjai ke Stasiun Medan. Dari keterangan masyarakat, bahwa Masinis sudah membunyikan klakson tanda kereta api sedang melintas.”Karena kelalaian sepeda motor tersebut sehingga mengakibatkan terjadinya temperan,” tutur Anwar.

Anwar mengimbau kepada masyarakat yang mengendarai kendaraan bermotor untuk selalu berhati-hati dan waspada saat melintas perlintasan kereta api. “PT KAI kembali menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan. Untuk selalu berhati-hati, mengutamakan keselamatan perjalanan KA, tengok kanan kiri sebelum melintas,” imbau Anwar.

Sementara itu, Kepala Lingkungan II, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Demson Sitorus, kepada wartawan mengatakan, korban menggunakan sepeda motor melintas dari arah Jalan Gaperta menuju Jalan Gatot Subroto melalui perlintasan kereta api.

“Pada saat di lokasi kejadian, kereta api melintas dan korban tertabrak kereta api,” ungkap Kepala Lingkungan II, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Demson Sitorus, kepada wartawan.

Demson mengatakan, saat melintas rel tersebut, korban sudah diteriaki warga sekitar karena sedang melintas kereta api. Namun, korban tidak mendengarnya. “Warga sekitar juga sudah meneriaki korban kalau ada kereta api. Namun, korban melaju saja hingga akhirnya ditabrak kereta api yang melaju kencang,” sebut Demson.

Akibat kejadian itu, korban terpental dengan kondisi tubuh luka berat dan sepeda motor rusak parah. Menerima laporan tabrakan kereta api vs sepeda motor. Petugas kepolisian turun melakukan evakuasi korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kota Medan dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan. Korban bukan warga sekitar. Namun, pihak keluarga korban telah datang ke lokasi,” kata Demson.

Atas kejadian itu, Demson berharap kepada pihak terkait untuk membuat plang pintu perlintasan kereta api agar menghindari kecelakaan. “Saya berharap pihak terkait bisa membuat plang rambu-rambu di rel kereta api ini. Kami sangat berharap itu diwujudkan. Agar tidak terjadi peristiwa seperti ini lagi,” kata Demon. (gus/ila)

PLN Rampungkan Rekonfigurasi GI 150 kV Nagan Raya, PLTU Nagan Raya 3 & 4 Segera Beroperasi

Rekonfigurasi: Tim PLN UIP Sumbagut saat menyelesaikan pekerjaan rekonfigurasi Gardu Induk (GI) 150 kV Nagan Raya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) melalui UIP Sumbagut akhirnya berhasil menyelesaikan pekerjaan Rekonfigurasi Gardu Induk (GI) 150 kV Nagan Raya. Prosesi finishing itu ditandai dengan energize (penyaluran tenaga) proyek dengan Line IBT Diameter 7 tersebut pada Senin (23/1).

General Manager PLN UIP Sumbagut Octavianus Duha menjelaskan, GI 150 kV Nagan Raya ini dipersiapkan sebagai Power Supply untuk kebutuhan Backfeeding Trafo IBT 1×250 MVA GITET 275 kV Special Facility Nagan Raya.

”Kemudian akan diteruskan ke GISTET 275 kV PLTU Nagan Raya 3 & 4 untuk kebutuhan Komisioning di sisi pembangkit baru tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut Octa menyampaikan, dengan selesainya rekonfigurasi ini PLN membuktikan kesiapannya dalam mendukung operasi pembangkit baru PLTU Nagan Raya 3 dan 4 yang akan terkoneksi dengan sistem transmisi 275 kV di GITET Sigli dan Tol Listrik Sumatera untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan khususnya di Provinsi Aceh.

Sementara, hadir dalam moment tersebut jajaran manajemen UPP Sumbagut 1 Eko Sukmawanto MUPP, Assistant Manager Pengendalian Proyek Khairul Zaman Nasution, Assistant Manager Perizinan dan Umum Catur Budi Septiawan dan Tim Leader Pengendalian Konstruksi Suhendra Noval.

Selain itu, hadir perwakilan Pusertif Agus Sucipto, MULTG Meulaboh Aris Dwi Santoso dan Project Manager PT Sapta Guna Utama Suhariono. (ila)

Barcelona vs Sociedad: On Fire

KEMBALI: Barcelona bakal kembali diperkuat Robert Lewandowski saat menjamu Real Sociedad di Camp Nou, dini hari nanti.

BARCELONA, SUMUTPOS.CO – Barcelona dan Real Sociedad akan bertarung memperebutkan tiket semifinal Copa del Rey di Camp Nou, dini hari nanti. Ini bakal menjadi pertandingan menarik mengingat kedua klub sedang on fire.

Raksasa Catalan yang menang 5-0 atas Ceuta untuk lolos ke babak delapan besar ini sudah tidak terkalahkan sejak Oktober tahun lalu. Tim terakhir yang bisa menekuk mereka adalah Bayern Munchen pada fase grup Liga Champions.

Khusus 2023 ini tim asuhan Xavi Hernadez menyapu bersih enam pertandingan mereka. Termasuk kemenangan 3-0 atas Real Madrid di final Piala Super Spanyol.

Dengan Copa del Rey bisa menjadi trofi kedua mereka musim ini, Xavi pun sangat antusias menyambut pertandingan ini. Xavi berharap bisa lolos ke semifinal Copa del Rey untuk ke-11 kalinya dalam 13 musim terakhir. “Kami menyadari kelelahan mental di Piala Super. (Namun) Saya pikir kami telah memainkan lebih banyak pertandingan bagus,” kata xavi dikutip dari MARCA.

Pada laga terakhir, Barcelona mendapat perlawanan sengit dari Getafe sebelum memastikan kemenangan 1-0. Xavi secara terbuka mengakui mereka tidak bermain sebagus biasanya.

Namun, ia percaya timnya bisa mengambil pelajaran dari laga itu. Termasuk bahwa mereka bisa memenangkan laga tanpa menunjukkan performa terbaik. “Kami ingin bermain bagus dan menciptakan peluang. Tapi itu tidak selalu memungkinkan. Kami harus agresif,” tegas legenda Barcelona tersebut.

Tapi Sociedad yang memenangi sembilan pertandingan terakhirnya termasuk menekuk Mallorca dengan skor 1-0 di babak 16 besar Copa del Rey juga datang dengan kepercayaan diri yang bagus. “Tidak ada keraguan bahwa pada tingkat kepercayaan diri kami penuh, karena kami memiliki sembilan kemenangan berturut-turut, tetapi kami harus menunjukkannya di lapangan. Ini tidak akan mudah, tapi kami tiba di saat yang tepat,” kata Pelatih Sociedad, Imanol Alguacil di MARCA.

Sang pelatih sendiri menegaskan mereka sangat fokus untuk laga ini dan sama sekali tidak terpengaruh dengan persaingan di La Liga. “Kewajibannya adalah mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan berikutnya,” jelasnya.

Xavi bisa menyambut kembali Robert Lewandowski dan Ferran Torres di laga ini. Tapi ada keraguan terkait kesiapan Andreas Christensen yang cedera saat mereka menjamu Getafe. Sementara Sociedad, mereka terganggu daftar panjang cedera termasuk Alex Sola, Mikel Merino, Ander Guevara, Andoni Gorosabel, Jon Pacheco, Sadiq Umar, Martín Merquelanz dan Mohamed-Ali Cho. (amr/jpg)

PSMS Prediksi Liga 2 Digelar Usai KLB PSSI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harapan PSMS Medan agar Liga 2 musim 2022/2023 dilanjutkan gagal terwujud. Pasalnya hasil rapat pemilik klub dengan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) di Jakarta, Selasa (24/1) memutuskan bahwa kelanjutan Liga 2 tergantung rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

“Keputusannya itu adalah belum bisa melanjutkan sekarang. Artinya harus diserahkan kembali dalam rapat Exco (PSSI) dan sepertinya juga akan menunggu hasil setelah dari KLB (Kongres Pemilihan),” kata Direktur Teknik PSMS Andry Mahyar usai pertemuan itu.

Andry Mahyar mengartikan bahwa Liga 2 musim 2022/2023 tidak bisa dilanjutkan saat ini. “Jadi bisa dikatakan bahwa liga tidak bisa dilanjutkan untuk yang sekarang,” sambungnya.

Ketika disinggung perihal sikap PSMS terkait hasil rapat tersebut, Andry menyebut pihaknya akan melakukan rapat internal manajemen lebih dulu.

“Nanti akan kita bahas lagi (dalam rapat internal manajemen). Untuk rapat Exco belum tahu dan filling kami mungkin setelah KLB,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Liga 2 diputuskan dihentikan oleh PSSI dalam rapat Exco. Selain Liga 2, kasta dibawahnya Liga 3 Nasional juga dihentikan.

Sementara itu, KLB (Kongres Luar Biasa) PSSI dengan agenda pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Anggota Exco baru akan dilaksanakan 16 Februari 2023 mendatang. (dek)

Pembekalan Mahasiswa Peserta OlympiAR (2), Tambang: Ore Dicampur agar Waste Bisa Dikontrol

Pembicara dalam talkshow OlympiAR yang digelar PT Agincourt Resources secara online, Sabtu (21/1/2023). Atas ki-ka: Dr Puji Rianti, Janjan Hertrijana, Bonni L Auli Simanjuntak, Mahmud Subagya. Bawah ki-ka: Rahmat Lubis, Katarina Siburian Hardono, dan Meilani (moderator).

Setelah kegiatan pratambang telah selesai, tahap berikutnya adalah masuk ke aktivitas pertambangan. Di sini, ada perencanaan harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan 3 tahunan. Perusahaan menghitung dan menentukan jumlah ore yang akan digali, waste yang dihasilkan, dan dore yang diproduksi. Semua dirancang secara mendetail.

“Dalam setiap proses, geologist melakukan pemodelan sumber daya mineral dan cadangan mineral. Untuk diketahui… itu dua istilah yang berbeda ya,” kata Principal Geologist–Mine Geology Janjan Hertrijana, saat menjadi narasumber dalam talkshow OlympiAR yang digelar PT Agincourt Resources secara online, Sabtu (21/1/2023).

Sumber daya mineral adalah suatu konsentrasi atau keterjadian dari mineral yang memiliki nilai ekonomis pada atau di atas kerak bumi, dengan bentuk, kualitas, dan kuantitas yang memiliki keprospekan yang beralasan, untuk pada akhirnya dapat diekstraksi secara ekonomis. Ada 3 kategori sumber daya minieral, yakni Terukur, Tertunjuk, dan Tereka.

Sedangkan cadangan mineral, lanjut Janjan, adalah bagian dari sumber daya mineral Terukur dan/atau Tertunjuk yang dapat ditambang secara ekonomis. “Sederhananya, definisi cadangan adalah sejumlah tonase dan grade yang akan dikirim ke pengolahan,” kata Janjan.

Hasil pemodelan dan pengontrolan yang dilakukan departemen geologi bertujuan agar penambangan mendapatkan bijih yang sebesar-besarnya yang dapat diproses secara optimal di pabrik. Ini dilakukan dengan memperhatikan semua informasi geologi yang tersedia, mulai dari penyebaran kadar logam, alterasi, jenis batuan, kekerasan, dll.

Di pertambangan, geologis yang melakukan aktivitas pengambilan sampel lewat pengeboran dan pemetaan bebatuan, analisa dan prosessing data, ore spotting dan ore blending. Ore blending (pencampuran) adalah penggabungan secara bersamaan dua atau lebih material ore beda kualitas, yang dianggap mempunyai komposisi yang konstan dan terkontrol proporsinya.

“Nah, dalam proses pengolahan mineral di PT Agincourt Resources, kami mencampr ore (batu yang mengandung mineral penting baik itu logam maupun bukan logam, Red) high grade dengan yang low grade,” katanya

Mengapa dicampur? Karena jika ore yang diolah seluruhnya berkadar tinggi, maka kadar mineral yang terbuang juga berpeluang lebih tinggi. Sedangkan jika seluruh ore yang diolah berkadar rendah, maka jumlah mineral yang ditangkap akan lebih rendah sedangkan waste yang dihasilkan lebih banyak. “Nah, dengan metode blending, kami menargetkan lost di bawah 5 persen saja,” kata Janjan.

Adapun ore di areal pertambangan PTAR hanya mengandung rata-rata 1-1,5 gram emas per ton ore. Kandungan ini relative cukup rendah dibandingkan kadar emas di pertambangan lain yang memiliki high grade.

Bonni L Auli Simanjuntak, Superintendent Strategic Mine Planning dPTAR, yang juga pembicara dalam talkshow yang sama menyebutkan, dalam proses pertambangan, PTAR merancang berapa ore yang akan ditambang per hari, per minggu, per bulan, per tahun. Berapa waste yang akan dihasilkan, dan berapa emas dan perak yang akan dihasilkan. “Semuanya dihitung secara detail,” kata Bonni.

Perencanaan detail ini ini diperlukan, karena akan menentukan jenis kegiatan yang akan dilakukan dan jumlah anggaran yang dibutuhkan. Misalnya, jika minggu ini ore yang diangkut rencananya sebanyak 10.000 ton, maka akan dihitung berapa ton bebatuan yang akan dibor dan diledakkan dan di lokasi mana saja.

“Oh iya, ada satu hal baru yang diberlakukan PTAR saat ini. Saat meledakkan bebatuan, kami memakai teknik tertentu yang menghasilkan fragmentasi yang terukur. Namanya blast Movement Monitoring dan Ore Pro 3D. Teknik ini mengurangi hasil ledakan bebatuan yang berpeluang menjadi waste,” katanya.

Dengan seluruh proses tersebut, PTAR yang berlokasi di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara rata-rata menghasilkan produksi sebanyak 300-400 ounces emas dan 2-3 juta oz perak per tahun. Sedangkan cadangan yang dimiliki saat ini yakni 4,3 juta ounces emas dan 33 juta ounces perak. Cadangan ini tersebar di 3 pit, yakni pit Purnama, Pit Ramba Joring, dan Pit Barani. (Dame Ambarita/Bersambung)

CERI Berharap Bharada E Bisa Mendapatkan Keadilan

Bharada Richard Eliezer

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bila tidak ada aral melintang, Rabu (25/1) hari ini, Bharada Richard Eliezer (Bharada E) bersama penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan atau pledoi. Namun demikian, sejumlah masyarakat masih bingung terhadap tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum kepada Bharada E.

Padahal Bharada E merupakan Justice Colaborator (JC) yang justru membuka kotak pandora hingga kasus dan rekayasa untuk menutupi kasus pembunuhan mendiang Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat terbongkar.

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman bertanya kepada Praktisi Hukum DR. Augustinus Hutajulu SH. CN. MHum, tentang tuntutan 12 tahun terhadap Eliezer, sang Justice Collaborator yang mendapat simpati dan dukungan masyarakat luas itu.

“Augustinus mengatakan bahwa sejak dakwaan, sudah heran dengan surat dakwaan yang banyak menggunakan istilah hukum secara sembarangan, misalnya menyebut pistol ‘milik’ terdakwa Eliezer serta terdakwa lain bukan istilah senjata dinas atau senjata yang digunakan. Padahal semua pistol itu adalah milik negara cq. Kepolisian RI, dengan kata lain mereka itu tidak pernah membeli senjata api atau memiliki Buku Pemilikan Senjata Api,” kata Yusri Usman dalam rilisnya, Rabu (25/1).

Lalu, kata Yusri mencontohkan perkataan Agustinus, dalam Surat Tuntutan (Requisitoir), JPU memandang terdakwa Eliezer memenuhi unsur ‘dengan sengaja’ dalam pasal 340 KUHP karena memandang Eliezer menghendaki dan mengetahui risiko dari tindakannya.

Dengan kata lain, JPU menganggap Eliezer memenuhi unsur dengan sengaja sebagai maksud (opzet als oogmerk) yang mensyaratkan menghendaki dan mengetahui (willens en wetens) perbuatan maupun akibatnya, dalam hal ini penembakan dan kematian dari Brigadir Yosua.

“Saya heran, karena jelas dalam persidangan terungkap fakta baik dalam kesaksiannya maupun keterangannya sebagai terdakwa, Eliezer mengatakan dia sangat ketakutan mendapat perintah dari Ferdy Sambo dan skenarionya. Di persidangan selaku saksi mahkota untuk terdakwa Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal, Eliezer menjelaskan alasan dia tidak berani menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Y. Eliezer mengaku takut bernasib sama seperti Yosua. Kepada Majelis Hakim, Richard mengatakan, ‘Takut Yang Mulia’. “Kenapa takut,” timpal Hakim,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, di persidangan Eliezer mengatakan dia sampai berdoa di toilet saat baru menerima perintah di rumah Saguling. “Saya berdoa, ‘Tuhan kalau bisa ubah pikirannya biar nggak jadi’, karena saya takut harus cerita kepada siapa lagi saya beraninya hanya berdoa,” ujar Eliezer.

Lanjut Augustinus, menurut Pasal 51 Ayat 2 KUHP, ‘perintah jabatan tanpa wewenang, tidak menyebabkan hapusnya pidana, kecuali jika yang diperintah, dengan itikad baik mengira bahwa perintah diberikan dengan wewenang, dan pelaksanaannya termasuk dalam lingkup pekerjaannya’.

“Jadi menurut saya, pastilah Eliezer menganggap perintah itu berdasarkan wewenang, lalu dengan itikad baik melaksanakannya karena dia hanya diajarkan untuk siap melaksanakan bukan untuk menilai perintah atasan,” kata Augustinus.

“Hemat saya, Eliezer yang juga oleh JPU sendiri dipandang sebagai orang jujur, dengan pendidikan yang hanya diajarkan untuk siap melaksanakan perintah atasan, patutlah mengira bahwa perintah yang diberikan Ferdy Sambo itu adalah dengan wewenang dan pelaksanaannya termasuk dalam lingkup pekerjaannya makanya ia diperintah untuk itu. Eliezer tidak bisa disamakan dengan Bripka RR yang lebih senior 9 jenjang di atas Bharada Eliezer. Dengan demikian, bahkan seandainya tanpa status sebagai JC pun, JPU harus berani menuntut agar Eliezer tidak dijatuhi pidana,” jelas Augustinus.

Yusri Usman mengatakan masyarakat tentulah berharap para penasihat hukum Eliezer mampu dengan baik mengungkapkan semua fakta-fakta dan argumentasi yang meringankan bagi Eliezer.

Di atas segalanya itu, seluruh masyarakat pendamba keadilan sangatlah berharap kiranya Majelis Hakim dengan segala kewibawaan hukum dan kebebasannya memberi putusan tidak memidana Eliezer. Maka pertanyaannya pantaskah Eliezer dituntut 12 tahun?

“Setidaknya hakim dapat memberi putusan yang terbaik baginya sehingga untuk ke depan, orang tidak merasa sia-sia untuk menjadi Justice Collaborator dan agar orang selalu memilih kejujuran di atas segalanya,” tutup Yusri Usman. (rel/dek)