Home Blog Page 196

Waketum KADIN Usul PLN Terbitkan Green Bonds untuk Bangun Transmisi Listrik

SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aryo Djojohadikusumo, menekankan pentingnya menghadirkan instrumen finansial inovatif guna mempercepat pembangunan transmisi listrik energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Salah satunya melalui penerbitan green bonds oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Hal itu ia sampaikan dalam Energy Insights Forum bertajuk “The Energy We Share”, yang diselenggarakan oleh KADIN Bidang ESDM bersama Katadata, di Jakarta, Rabu (20/8) malam. Menurut Aryo, tantangan terbesar dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) terletak pada investasi jaringan transmisi yang menghubungkan pembangkit dengan pusat beban.

“Internal rate of return (IRR) untuk pembangunan transmisi saat ini hanya sekitar enam persen. Dalam dunia usaha, angka itu terlalu rendah sehingga investor swasta enggan masuk. Karena itu, pembangunan transmisi mau tidak mau harus ditangani PLN. Di sinilah peran penerbitan green bonds menjadi penting, agar PLN memiliki pendanaan memadai untuk membangun jaringan transmisi listrik EBT dan sekaligus memperluas bauran energi hijau nasional,” ujar Aryo.

Ia menambahkan, Indonesia tidak kekurangan sumber daya energi bersih, tetapi membutuhkan skema finansial yang mampu menjembatani kesenjangan antara potensi sumber daya dan permintaan listrik yang terus meningkat. “Dengan green bonds, PLN bisa membiayai pembangunan jaringan transmisi listrik EBT,” jelas Aryo.

Green bonds adalah obligasi yang secara khusus diterbitkan untuk membiayai proyek ramah lingkungan, mulai dari pembangunan pembangkit energi terbarukan, penguatan transmisi hijau, hingga sistem penyimpanan energi. Keunggulannya adalah dana yang terkumpul hanya digunakan untuk proyek hijau, sehingga memberi kepercayaan lebih kepada investor global yang kini semakin selektif dalam menyalurkan pendanaan.

Bagi Indonesia, green bonds dapat menjadi instrumen kunci untuk kebutuhan pembangunan pembangkit hingga jaringan transmisi yang hampir mencapai Rp3.000 triliun, sekaligus meningkatkan kredibilitas transisi energi di mata internasional.

Pandangan Aryo diamini SEVP Hukum, Regulasi, dan Kepatuhan PLN, Nurlely Aman, yang menyebutkan bahwa pembangunan pembangkit hingga jaringan transmisi tidak bisa dilakukan sendiri oleh PLN. “RUPTL 2025–2034 yang kami keluarkan menargetkan 76 persen tambahan kapasitas berasal dari energi terbarukan, termasuk energy storage. Namun, pertanyaannya bukan lagi apa yang harus dilakukan, tetapi bagaimana mengeksekusinya bersama-sama. PLN tidak bisa berjalan sendiri, peran aktif swasta mutlak diperlukan,” tegas Nurlely.

RUPTL terbaru menempatkan Independent Power Producer (IPP) sebagai penyumbang dana lebih dari 70 persen. Untuk merealisasikannya, PLN mengandalkan kolaborasi internasional serta skema pembiayaan hijau, termasuk transition financing yang tengah digodok.

Kebutuhan Energi Besar

Dari sisi pelaku usaha, CEO Bosowa Corporindo, Subhan Aksa menyoroti kebutuhan energi rendah emisi di wilayah Indonesia timur. Menurutnya, pertumbuhan konsumsi energi di Sulawesi Selatan mencapai sembilan persen per tahun. Namun, perubahan iklim menimbulkan tantangan besar.

“Pada 2023, kekeringan ekstrem menyebabkan shortage besar pada PLTA sehingga beberapa industri harus dikorbankan. Renewable bukan sekadar beban, tetapi peluang. Namun tanpa dukungan regulasi dan pemerintah, swasta tidak akan berhasil. Kami ingin menjadi mitra pemerintah untuk pemerataan energi di Indonesia timur,” jelas Subhan.

Ia menambahkan, peran swasta tidak hanya penting dalam penyediaan teknologi dan investasi, tetapi juga dalam mempercepat adopsi energi bersih di sektor industri. “Transisi energi memerlukan langkah nyata dan arah kebijakan yang jelas. Dengan insentif yang tepat, pelaku industri akan lebih percaya diri untuk berinvestasi dalam solusi energi hijau,” ujar Subhan.

Bosowa sendiri kini berinvestasi dalam energi terbarukan dan penggunaan alternative fuel seperti biomassa guna mendukung transformasi menuju energi yang lebih hijau.

Dari sektor digital, VP Operations DCI Indonesia, Lucas Adrian mengingatkan, lonjakan permintaan energi juga datang dari pertumbuhan pesat pusat data (data center). “Pertumbuhan data center di Indonesia diperkirakan mencapai Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 20 persen per tahun dalam 4-5 tahun ke depan. Data center adalah konsumen listrik yang sangat besar. Kami harus menjaga standar service level agreement (SLA) terkait ketersediaan daya, suhu, hingga kelembapan. Itu artinya pasokan listrik harus selalu stabil,” jelasnya.

Adapun Energy Insights Forum merupakan forum diskusi bulanan hasil kolaborasi KADIN Bidang ESDM dan Katadata. Forum ini dibentuk untuk mendorong ekosistem investasi energi Indonesia yang inklusif, transparan, dan berorientasi ke depan. Ajang ini menjadi platform strategis bagi pemangku kepentingan publik maupun swasta dalam memperkuat kolaborasi menuju transisi energi nasional.

Selain forum, KADIN Bidang ESDM juga menerbitkan Buletin Energi secara rutin setiap bulan. Buletin ini membahas perkembangan regulasi, peluang investasi, dan isu-isu terkini sektor energi dan mineral. Publik dapat mengakses buletin melalui tautan berikut: https://kadinesdm-bulletin.katadata.co.id. (rel/adz)

Pemkab Karo Gelar Rakor Susun RPJPD, RPJMD, dan RKPD

RAKOR: Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting, saat menghadiri Rakor Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Bidang Perekonomian di Ruang Rapat Bupati Karo, Selasa (19/8).(Istimewa)
RAKOR: Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting, saat menghadiri Rakor Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Bidang Perekonomian di Ruang Rapat Bupati Karo, Selasa (19/8).(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting, didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, dan Sekda Eddi Surianta Surbakti, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Bidang Perekonomian (RPJPD, RPJMD, dan RKPD) yang dilaksanakan pada Selasa (19/8) lalu di Ruang Rapat Bupati Karo.

Pemkab Karo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) melaksanakan koordinasi penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah bidang perekonomian, meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan, perencanaan pembangunan daerah bidang perekonomian disusun secara terintegrasi dan sinkron dengan kebijakan nasional serta provinsi. Dengan demikian, perencanaan tersebut dapat menjadi acuan yang efektif dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karo.

Pengembangan potensi prioritas ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Karo di tingkat nasional dan internasional, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, Kabupaten Karo dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan dan pengembangan potensi daerah yang efektif dan efisien. (deo/saz)

Tifatul Sembiring Sebut Peran Ulama Sangat Besar dalam Kemerdekaan Indonesia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR/MPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, ada peran besar ulama dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia. Disebutnya, KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim, Muhammad Natsir sampai Pangeran Diponegoro adalah ulama yang memiliki andil besar dalam proses merebut kemerdekaan.

“Fatwa jihad yang dikeluarkan KH Wahid Hasyim adalah cikal bakal pertempuran dalam mengusir penjajah di Surabaya. Sedangkan Muhammad Natsir adalah Perdana Menteri Indonesia sekaligus negosiator ulung yang pernah dimiliki bangsa ini,” kata Tifatul dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Masjid Al Muhtadin, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, bangsa Indonesia berhutang budi terhadap semua jasa para pahlawan. Maka dari itu, kemerdekaan ini harus kita isi dengan hal-hal yang positif dan produktif. “Persatuan dan kesatuan wajib kita jaga. Tidak adalagi yang namanya intoleransi, tidak adalagi yang namanya disintegrasi semua wajib bergandengan tangan agar Bangsa Indonesia semakin Baldatun thayyibatun wa robbun ghofur,” ujar Tifatul.

Lebih lanjut disampaikannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga sudah menjadi kesepakatan para founding father. Maka dari itu wajib dirawat dengan sebaik-baiknya. “Saya mengajak semua elemen anak bangsa untuk selalu mendoakan pemimpin dengan doa yang baik, karena pada hakikatnya doa yang baik kepada orang lain akan berbalik kepada kita,” ucap kader senior PKS ini.

Tak hanya berhenti di situ, Tifatul juga mengajak para peserta sosialisasi yang hadir untuk selalu mendukung dan mendoakan saudara-saudara kita di Palestina. “Saya apresiasi dukungan pemerintah yang aktif terhadap Palestina, semoga Allah berkahi Palestina dan Indonesia,” harapya.

Kegiatan ini diikuti antusias oleh para masyarakat. Salah seorang peserta mengaku senang bisa berjumpa dengan Menkominfo era SBY ini. “Biasanya hanya lihat dari televisi dan koran saja tapi sekarang bisa bertemu langsung” ujarnya. (adz)

Prodi D3 Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan Edukasi Kesiapsiagaan Lansia Hadapi Bencana Angin Puting Beliung

SIMULASI: Tim PkM Prodi D3 Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan, saat melakukan simulasi pelatihan penanganan bencana diikuti warga lansia.(Istimewa)
SIMULASI: Tim PkM Prodi D3 Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan, saat melakukan simulasi pelatihan penanganan bencana diikuti warga lansia.(Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Studi (Prodi) Diploma 3 Keperawatan Dairi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Medan, melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Pengabdian dimaksud berupa edukasi dan pelatihan kepada warga lanjut usia (lansia) dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam puting beliung.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang, belum lama ini.

Ketua Tim PkM, Perak Maruli Asi Roha Hutagalung, didampingi Heriaty Berutu, serta Rugun Togianur Lingga, menjelaskan, edukasi dan pelatihan itu untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya warga lansia terhadap bencana alam angin puting beliung.

“Pelatihan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya warga lansia dan perangkat desa itu, juga merupakan bentuk tri dharma perguruan tinggi, dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam,” ungkap Maruli.

Kegiatan itu, lanjut Maruli, mencakup berbagai sesi, mulai dari penyuluhan mengenai fenomena angin puting beliung, simulasi evakuasi mandiri, hingga pelatihan. Tim PkM juga memberikan modul edukatif yang dapat digunakan lansia dalam keadaan bencana.

“Kami berharap edukasi yang kami berikan dapat menjadi bekal bagi lansia di Desa Bintang Mersada ini, untuk lebih siap menghadapi bencana serta mampu bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi,” jelasnya.

Maruli juga mengatakan, kolaborasi dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat ini, menjadi langkah awal membangun masyarakat yang tangguh dan responsif terhadap bencana.

Sementara itu, seorang warga lansia bermarga Sinurat, mengapresiasi edukasi dan pelatihan penanganan bencana yang dilakukan Prodi D3 Keperawatan Dairi tersebut.

“Kami mendapat banyak pengetahuan baru, yang sebelumnya tidak tahu apa yang harus dilakukan saat angin kencang datang. Sekarang kami jadi lebih siap dan tidak panik,” ujarnya.

Kepala Desa Bintang Mersada, Uswatun Bintang, menyambut baik edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan lansia menghadapi bencana yang dilakukan Prodi D3 Keperawatan Dairi yang bekerja sama dengan BPBD Dairi tersebut. Menurutnya, penting ada sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana.

“Karena Dairi merupakan wilayah yang rawan bencana angin puting beliung. Diperlukan pemahaman yang baik di masyarakat, khususnya bagi lansia, tentang cara mengenali tanda-tanda awal serta langkah-langkah penyelamatan diri,” kata Uswatun.

Seperti diketahui, bencana alam telah melanda Desa Bintang Mersada pada Sabtu, 9 Agustus 2025 lalu. Sejumlah rumah warga pun mengalami kerusakan. (rud/saz)

Polres Karo-Perum Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

PANGAN MURAH: Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto dan jajaran, saat menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Makam Pahlawan Kabanjahe, Jalan Veteran Karo, belum lama ini. (Istimewa)
PANGAN MURAH: Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto dan jajaran, saat menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Makam Pahlawan Kabanjahe, Jalan Veteran Karo, belum lama ini. (Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Polres Tanah Karo bersama Perum Bulog KCP Kabanjahe, menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di depan Makam Pahlawan Kabanjahe, Jalan Veteran Karo, belum lama ini.

Kegiatan yang mengusung semangat Polri untuk Masyarakat ini, dihadiri Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Karo Siti, para pejabat utama Polres Tanah Karo, personel, serta masyarakat pembeli di lokasi.

Dalam pelaksanaannya, disediakan 400 zak beras Bulog SPHP kemasan lima kilogram, dengan harga Rp60.000 per zak. Warga yang hadir membeli secara tertib dan teratur dengan pendampingan personel Polres Tanah Karo.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dinamika harga pangan.

“Melalui sinergi dengan Bulog, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses beras dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di wilayah Karo,” pungkasnya. (deo/saz)

Tifatul Sembiring: Bangsa Indonesia Sudah Khatam Soal Toleransi

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Masalah intoleransi bukan lagi menjadi sesuatu yang besar di negeri ini. Pasalnya, Bangsa Indonesia sudah khatam (sangat memahami) soal toleransi. Sebab, Indonesia adalah negara yang majemuk dan terbiasa saling hormat-menghormati dan saling menghargai.

Hal ini disampaikan Anggota DPR/MPR RI Tifatul Sembiring ketika menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Masjid Taqwa, Jalan Kelambir V, Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, pada Rabu (6/8/2025). “Kita bisa lihat di Sumatra Utara ini ada yang beragama Islam, Kristen, Budha, Hindu, Konghucu, dan lainnya.

Sukunya ada Jawa, Batak, Karo, Minang, Tionghoa, dan lainnya. Tapi toh mereka bisa hidup berdampingan, rukun dan guyub. Memang terkadang ada gesekan, tetapi semuanya bisa kita selesaikan dengan musyawarah dan baik,” kata Tifatul seperti dikutip Sumut Pos dalam siaran persnya, Rabu (20/8/2025).

Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan kebudayaan yang ada di Indonesia justru merupakan sebuah berkah dari Allah Swt. “Tuhan menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal dan menghargai,” ujar Tifatul.

“Bahkan para anak muda tahun 1928 sudah berjanji lewat Sumpah Pemuda, bahwasanya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia adalah sudah final. Ini menunjukkan semangat toleransi sudah ada sejak jaman dulu, kita tinggal meneruskannya saja,” imbuh kader senior PKS ini.

Pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI kali ini Tifatul Sembiring menjelaskan tentang poin-poin penting yang terdapat dalam 4 Pilar MPR RI seperti Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi dan Ketetapan MPR. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara. Dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI berjalan lancar dengan diselingi tanya jawab. Seorang peserta merasa senang bisa hadir pada kegiatan ini. “Saya jadi bisa berdiskusi langsung dengan pak dewan kita. Selama ini hanya bisa lihat di televisi dan facebook,” ujarnya. (rel/adz)