27 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 206

Atlet Antusias Ikuti Tes Fisik KONI Kota Medan

Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE memantau pelaksanaan tes fisik atlet Medan di SPOBNas Sumut, Sabtu (19/7/2025). (Dok KONI Medan)
Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE memantau pelaksanaan tes fisik atlet Medan di SPOBNas Sumut, Sabtu (19/7/2025). (Dok KONI Medan)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 350 atlet dari 48 cabang olahraga antusias mengikuti tes fisik yang digelar KONI Kota Medan di Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNas) Sumatera Utara, Jalan Sekolah Pembangunan, Medan Sunggal, Sabtu (19/2025).

Tes fisik ini dipantau langsung oleh Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachirizal bersama Sekretaris Umum Helty Susilo dan pengurus lainnya. Meski cuaca cukup panas, namun tidak mengurangi semangat para atlet binaan KONI Kota Medan tersebut.

“Antusias atlet sangat luar biasa. Kita sudah memantau ke setiap pos tes, para atlet memiliki semangat luar biasa,” ujar Aswindy Fachrizal usai memantau pelaksanaan tes fisik tersebut.

Aswindy menjelaskan, tes fisik ini merupakan langkah strategis melihat kebugaran atlet. Hasil tes ini akan menjadi bahan evaluasi bagi cabang olahraga untuk meningkatkan kemampuan atlet Kota Medan dalam menghadapi event-event lebih tinggi.

“Hasil tes fisik ini akan menjadi barometer untuk melihat kesiapan atlet Kota Medan dari sisi fisik dan kesehatan. Ini akan kita evaluasi. Kita akan mengetahui apa kekurangan atlet,” jelas Aswindy.

Untuk itu, Aswindy berpesan agar semua atlet Kota Medan menjaga pola latihan dan fisik. Sebab fisik merupakan modal penting sebagai atlet. “Atlet membutuhkan teknik dan fisik,” pesannya.

Tes fisik dan kesehatan ini digelar bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Olahraga Kesehatan (STOK) Bina Guna. Ketua STOK Bina Guna Dr Hj Liliana Puspa Sari SPd MKes turut hadir memantau jalannya tas fisik tersebut.

“Ada beberapa pos atau tahapan yang dilakukan pada tes fisik ini. Tes ini bertujuan untuk melihat fisik dan kesehatan atlet,” ujarnya.

Liliana Puspa Sari menambahkan, tes setiap atlet dibedakan berdasarkan cabang olahraga. Artinya tidak semua atlet melakoni tes sama. “Dibedakan berdasarkan cabang olahraga,” ungkapnya singkat.(dek)

PT SIS dan PT TSA Serahkan 20 Unit Perdana Suzuki Fronx kepada Konsumen Loyal di Sumut

FOTO BERSAMA: Jajaran managemen PT TSA foto bersama 20 konsumen loyal yang menerima kunci Suzuki Fronx.
FOTO BERSAMA: Jajaran managemen PT TSA foto bersama 20 konsumen loyal yang menerima kunci Suzuki Fronx.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama PT Trans Sumatra Andalan (TSA) menandai tonggak sejarah baru di dunia otomotif Sumatera Utara dengan menyerahkan 20 unit perdana Suzuki Fronx kepada konsumen terpilih.

Penyerahan ini dilakukan dalam sebuah seremoni yang berlangsung meriah di The Regale International Convention Centre, Medan, Sabtu (19/7/2025).

Acara penyerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan pelanggan terhadap SUV bergaya coupe terbaru dari Suzuki. Sejak dibuka untuk pemesanan pada 28 Mei 2025, Suzuki Fronx langsung mencuri perhatian masyarakat berkat desain stylish dan fitur teknologi mutakhir.

LEPAS: Branch Manager Adam Malik Yudi, Branch Manager Gatot Subroto dan Siantar Lincon Situmorang serta Branch Manager SM Raja dan Pakam Erwanto, saat melepas konvoi 20 mobil Suzuki Fronx.
LEPAS: Branch Manager Adam Malik Yudi, Branch Manager Gatot Subroto dan Siantar Ricky Lincolin Situmorang serta Branch Manager SM Raja dan Pakam Erwanto, saat melepas konvoi 20 mobil Suzuki Fronx.

“Hari ini merupakan momentum bersejarah bagi kami. Kami dengan bangga menyerahkan 20 unit Suzuki Fronx kepada konsumen. Penyerahan perdana ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah komitmen kami dalam menghadirkan inovasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara,” ucap Branch Manager PT Trans Sumatra Andalan, Erwanto dalam sambutannya.

Suzuki Fronx menjadi model pertama di Indonesia yang mengusung Suzuki Safety Support, sistem keselamatan canggih berbasis Advanced Driving Assistance System (ADAS). Teknologi ini mampu membantu pengemudi dalam mendeteksi potensi bahaya serta melakukan tindakan preventif demi keselamatan maksimal.

Ditenagai oleh mesin K15C 1.500cc berpadu dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), Fronx menawarkan performa bertenaga namun tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar dan ramah lingkungan.

Peluncuran Fronx sekaligus menjadi pembuka langkah PT SIS dan PT Trans Sumatra Andalan dalam menyambut semester kedua tahun 2025. Dengan mengusung tagline “Marvelous at Every Mile”, Suzuki Fronx diharapkan menjadi pilihan utama keluarga Indonesia yang menginginkan kendaraan bergaya, aman, dan nyaman untuk setiap perjalanan.

Suzuki Fronx ini tersedia dalam tiba varian. Diantaranya SGX, GX, dan GL, dengan harga kompetitor (On The Road wilayah Kota Medan, Sumatera Utara.

• Fronx – GL (M/T) Rp 266.200.000.
• Fronx – L (A/T) Rp 278.100.000.
• Fronx – GX (M/T) Rp 283.050.000.
• Fronx – GX (A/T) Rp 300.800.000.
• Fronx – SGX (A/T) Rp 326.700.000

Sebagai bagian dari peluncuran perdana, Suzuki juga menghadirkan program pembelian spesial senilai Rp10.000.000 untuk konsumen yang melakukan pembelian hingga September 2025.

“Kami percaya Suzuki Fronx akan menjadi partner berkendara yang luar biasa bagi masyarakat Sumut. Ini adalah awal dari perjalanan baru bersama SUV canggih dan berkarakter,” pungkas Erwanto.

Sementara itu, salah satu konsumen penerima kunci, Pane mengatakan, Suzuki Fronx memiliki fitur yang lengkap sesuai kebutuhan. Sehingga, pengendara merasa aman. Apalagi saat berkendaraan bisa mengetahui lubang yang ada di depan serta tetap nyaman dibawa di jalan yang sempit.

“Saya beli yang warna putih. Dengan harga yang terjangkau dan fitur-fitur kendaraan yang canggih, saya rasa itu sangat sesuai. Apalagi, sebagai ibu rumah tangga yang sering jalan membawa anak-anak, itu membuat saya cukup lega berkendaraan dan juga sebagai perempuan yang suka belanja, ini sangat pas untuk meletakkan barang-barang karena kendaraan cukup luas,” ujar Pane.

Acara penyerahan berlangsung dengan nuansa hangat dan eksklusif. Para konsumen yang datang dari berbagai daerah seperti Pematangsiantar, Kisaran, Rantau Prapat, Lubuk Pakam, dan Medan, disambut secara para tim Suzuki TSA. Setiap pelanggan menerima cenderamata eksklusif serta kunci kendaraan dalam prosesi simbolis pelepasan mobil Fronx ke jalan raya.

Setelah pemberian kunci kepada 20 konsumen, acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan konvoi 20 mobil Suzuki Fronx yang dilakukan oleh Branch Manager TSA Adam Malik Yudi, Branch Manager Gatot Subroto dan Siantar Ricky Lincolin Situmorang serta Branch Manager TSA SM Raja dan Pakam Erwanto.

Dengan seremoni ini, Suzuki tidak hanya menyerahkan unit mobil, tetapi juga menyematkan harapan dan kepercayaan untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan pelanggan di era mobilitas modern.

Hadir dalam kegiatan ini, Andrew Binge (Owner), Irwan Halim (Director), Susi Tanoto (CFO), Budiman (GM) dan jajaran petinggi lainnya. (ila)

Jaga Ketentraman dan Ketertiban, Dodi Simangunsong Dorong Pengaktifan Kembali Poskamling

Anggota DPRD Kota Medan Dodi Robert Simangunsong bersama masyarakat yang menghadiri sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum
Anggota DPRD Kota Medan Dodi Robert Simangunsong bersama masyarakat yang menghadiri sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sebagai upaya untuk menangkal aksi kriminalitas serta menjaga ketentraman dan ketertiban umum, anggota DPRD Medan Dodi Robert Simangunsong meminta Pemko Medan mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling). Dodi berharap, pengaktifan Poskamling tidak hanya bersifat reaktif, tetapi menjadi gerakan kolektif dan berkelanjutan dalam menjaga kondusivitas Kota Medan.

“Saya berharap di setiap lingkungan ada poskamling. Saya kira ini penting sebagai langkah awal kita mengantisipasi kerawanan tindak kejahatan seperti begal,” kata Dodi ketika menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Sosperda ke-7 Tahun 2025 terkait Perda Nomor 10 tahun 2021 tentang Ketentraman dan ketertiban umum Kota Medan di Jalan Menteng VII Gang Setia, Kelurahan Medan Tenggara, Medan Denai, Sabtu (19/7/2025).

Politisi muda Partai Demokrat ini menyoroti meningkatnya angka kriminalitas di wilayah Kota Medan. Ia menegaskan, keamanan harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.

“Saya sendiri saja, takut kalau pulang malam. Karena aksi kejahatan jalanan selalu mengintai kapan saja. Kita merasa terancam. Makanya saya merasa, perlulah dibuat dan diaktifkan kembali poskamling,” ungkap Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini.

Selain kejahatan jalanan, Dodi juga menyoroti peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang terus meningkat. “Melihat peredaran narkoba ini juga sangat mengkhawatirkan. Mari kita jaga anak kita masing-masing agar tak terjerumus dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” imbaunya.

Dalam kesempatan itu, Dodi menyayangkan ketidakhadiran perwakilan dari Pemko Medan dalam Sosperda tersebut. “Tidak satupun perwakilan Pemko Medan hadir, baik lurah, camat maupun OPD terkait dengan Perda ini. Saya minta kesadaran dari aparatur pemerintahan untuk menghadiri kegiatan sosialisasi Perda ini. Karena sosialisasi ini dilalukan bersama oleh DPRD dan Pemerintah Daerah,” tegas Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Medan ini.

Sebelumnya, Wakapolsek Medan Area Mora Hasibuan yang kebetulan hadir dalam sosialisasi Perda ini mengimbau masyarakat untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya dan membatasi jam keluar rumah. “Belakangan ini sering terjadi tawuran dan rata rata pelakunya adalah anak belasan tahun yang masih di bawah umur,” katanya.

Menurut Mora, ada dua kemungkinan yang terjadi jika anak-anak tidak diawasi saat berada di luar rumah. “Kalau tidak menjadi korban kejahatan, maka anak itu akan menjadi pelakunya,” ujar Mora.

“Sesekali cek isi handphone anak-anak kita, karena dikhawatirkan anak-anak kita terafiliasi dengan grup WA gank motor dan lainnya. Jangan nanti menjadi penyesalan dan menjadi beban di masa tua kita,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Endang Suryaningsih, warga Jalan Menteng VII Gang Sentosa, Medan Tenggara, menyampaikan keresahannya terkait ketentraman dan ketertiban umum di lingkungannya. Menurut Endang, tak jauh dari rumahnya ada rumah kos-kosan yang dihuni anak-anak muda.

“Anak-anak kos itu, jam 11 malam mereka masih nyanyi-nyanyi bahkan bawa cewek. Ini sangat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat sekitar. Mohon ini dapat menjadi perhatian dari Pak Dodi dan Pak Wakapolsek Medan Area,” katanya.

Menyikapi keluhan ini, Mora Hasibuan menyarankan agar warga melaporkan hal itu ke Kepling setempat agar dikoordinasikan dengan Babinkamtibmas untuk segera ditertibkan.

Sementara Kamalullah Lubis, warga Jalan Menteng VII Gang Setia, mengaku resah dengan sampah yang dibuang warga ke pinggir jalan. “Kenapa ini terjadi? Karena di sini tidak ada bak sampah. Jadi jangan salahkan masyarakat jika membuang sampah ke sungai atau darainase. Jadi, kami mohon solusi dari Pak Dodi agar masalah sampah di Menteng VII ini bisa teratasi,” ujarnya.

Menyikapi ini, Dodi berjanji masalah sampah ini akan disampaikannya ke Pemko Medan melalui Fraksi Partai Demokrat di DPRD Medan. “Namun begitu, perlu juga kesadaran dari semua pihak untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya. (adz)

Indonesia Butuh Ekosistem Keamanan Siber yang Tangguh dan Terhubung

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Ancaman siber di Indonesia semakin kompleks dan meresahkan. Skema penipuan digital terus berevolusi, mulai dari pencurian identitas, pembobolan akun, hingga penyalahgunaan teknologi seperti deepfake dan pemalsuan dokumen.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat, total kerugian akibat penipuan online telah mencapai lebih dari Rp2,6 triliun hingga Mei 2025.

Melihat dinamika tersebut, Privy, sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang telah berinduk ke Kementerian Komunikasi dan Digital RI menegaskan, pendekatan keamanan digital tidak bisa lagi dilakukan secara terpisah (silo). Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem keamanan digital nasional yang tangguh dan saling terhubung.

“Ancaman hari ini tidak datang dari satu arah. Para pelaku bekerja secara terorganisasi, menyerang titik-titik lemah di berbagai sistem. Yang kita perlukan adalah pertahanan kolektif berbasis kolaborasi dan interoperabilitas,” ujar Marshall Pribadi, CEO Privy, dalam dalam perbincangan bersama Prof. Rhenald Kasali di kanal YouTube IntrigueRK.

Salah satu upaya konkret yang kini mulai diterapkan oleh lembaga jasa keuangan dan sektor terkait adalah penggunaan identitas digital terpercaya dan tanda tangan elektronik tersertifikasi. Teknologi ini memungkinkan verifikasi identitas serta autentikasi dokumen secara cepat dan akurat, tanpa bergantung pada proses manual yang rawan disalahgunakan.

Namun, agar teknologi ini berjalan efektif, ekosistem digital antar institusi perlu saling terhubung. Marshall menekankan pentingnya pertukaran sinyal risiko secara real-time antar lembaga. “Jika satu institusi mendeteksi aktivitas atau perangkat mencurigakan, sinyal itu seharusnya bisa diakses oleh institusi lain sebagai bentuk deteksi dini kolektif,” jelasnya.

Dalam ekosistem ini, peran PSrE menjadi sangat krusial sebagai fondasi kepercayaan digital. Privy, sebagai salah satu PSrE yang aktif mendorong infrastruktur identitas digital di Indonesia, juga menyediakan certificate warranty—yakni mekanisme jaminan ganti rugi jika terjadi kerugian akibat kesalahan dalam proses verifikasi identitas. “Jika dokumen ditandatangani oleh pihak yang ternyata bukan orang sebenarnya dan menimbulkan kerugian, kami sebagai PSrE wajib bertanggung jawab,” tegas Marshall.

Di samping teknologi, edukasi dan budaya kehati-hatian dari masyarakat juga menjadi pilar penting dalam menjaga keamanan digital. Marshall mengingatkan agar masyarakat selalu melakukan verifikasi terhadap dokumen digital sebelum memprosesnya lebih lanjut. “Kalau belum terbukti keasliannya, anggap palsu dulu. Jangan langsung percaya,” pesannya.

Privy saat ini juga tengah bekerja sama dengan asosiasi dan regulator untuk memperkuat standar keamanan informasi nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong institusi keuangan, fintech, hingga instansi publik untuk menerapkan sistem yang lebih aman, terintegrasi, dan proaktif menghadapi potensi serangan digital.

“Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia harus ditopang oleh sistem keamanan yang kokoh. Ini bukan sekadar tanggung jawab satu lembaga, tapi pekerjaan bersama untuk membangun masa depan digital yang aman dan terpercaya,” tutup Marshall. (rel/adz)

Mantan Pincab Bank Sumut Seirampah Dituntut Dua Tahun Penjara

SIDANG: Dua terdakwa kasus korupsi pemberian kredit macet di Bank Sumut Seirampah, saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (18/7).(Istimewa/Sumut Pos)
SIDANG: Dua terdakwa kasus korupsi pemberian kredit macet di Bank Sumut Seirampah, saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (18/7).(Istimewa/Sumut Pos)

SUMUTPOS.CO – Mantan Pimpinan Cabang (Pincab) Bank Sumut Seirampah Tengku Ade Maulanza, dan Zainur Rusdi selaku Pimpinan Seksi Pemasaran, dituntut masing-masing dua tahun penjara. Keduanya dinilai terbukti korupsi pemberian kredit macet, hingga merugikan negara Rp1,3 miliar lebih.

Jaksa penuntut umum (JPU) Imam Darmono, dalam nota tuntutannya, perbuatan kedua terdakwa diyakini melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

“Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Tengku Ade Maulanza dan Zainur Rusdi selama dua tahun, denda Rp100 juta, subsider tiga bulan kurungan,” tegas Imam, dalam sidang di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (18/7).

Menurut JPU, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

“Hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, berterus terang dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya,” tutur Imam.

Usai mendengarkan tuntutan, Hakim Ketua Andriyansyah, menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda mendengarkan pembelaan (pledoi) para terdakwa.

Mengutip dakwaan, keduanya menjadi terdakwa atas pemberian kredit tak sesuai prosedur di perbankan kepada debitur bernama Selamet, yang berujung kredit macet hingga merugikan keuangan negara Rp1.332.585.554. Pada 3 Oktober 2013, Selamet dan istrinya, Mujiani, serta terdakwa Tengku Ade Maulanza selaku Pincab Bank Sumut Seirampah, menandatangani Persetujuan Membuka Kredit (PMK) yang sifatnya kredit rekening koran.

Sistem pembayarannya, Selamet selaku debitur hanya membayar bunga kredit dan pelunasan pokok kredit dilakukan secara sekaligus pada saat jatuh tempo, 3 Oktober 2014. Walau tidak mampu melunasi kredit saat akan jatuh tempo, Selamet, istrinya, dan Tengku Ade Maulanza dengan agunan serta nilai pinjaman yang sama, kembali menandatangani PMK, sebagai pembaruan dari kredit Selamet di 2013, dengan sistem pembayaran serupa dan jatuh tempo Oktober 2015.

Selamet yang secara sadar akan ketidakmampuannya melunasi KUR rekening koran, kurang lebih senilai Rp500 juta tersebut, kemudian pada 5 Maret 2015 malah mengajukan permohonan dua fasilitas kredit baru. Yakni KRK sebesar Rp400 juta dan KAL sebesar Rp350 juta.

Niat Selamet adalah untuk melunasi kredit sebelumnya dan sisanya akan dipergunakan untuk membeli lahan yang akan dipakai sebagai agunan, agar nilai jaminan atau agunan yang diajukan terdakwa layak mendapatkan dua fasilitas kredit yang baru, dengan total jumlah kredit sebesar Rp750 juta. Jatuh temponya 18 Maret 2016, dan kembali berujung kredit macet.

Belakangan terungkap, Selamet tidak memberitahukan kepada Bank Sumut, pada saat mengajukan dua fasilitas kredit, masih menikmati kredit di bank lain, yakni Bank Danamon. Agunan berupa SHM 229 memang milik terdakwa, namun SHM 435 ternyata orang lain bernama Sahrul Efendi, dengan modus seolah dalam proses balik nama (BBN). (man/saz)

Pembangunan SMA Negeri di Langkat, Ricky Anthony Lakukan Peninjauan

TINJAU: Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony (kanan) saat meninjau proses pembangunan SMA Negeri 1 Batangserangan, baru-baru ini.(Istimewa)
TINJAU: Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony (kanan) saat meninjau proses pembangunan SMA Negeri 1 Batangserangan, baru-baru ini.(Istimewa)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony, melakukan peninjauan terhadap proses pembangunan SMA Negeri 1 Batangserangan, di Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat, belum lama ini. Pembangunan yang bersumber dari APBD Sumut Tahun Anggaran (TA) 2023-2024 itu, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan fasilitas pendidikan.

Ricky menyebutkan, pembangunan tahap pertama dikerjakan pada 2023 lalu. “Kemudian dilanjutkan pembangunan dua ruang kelas pada 2024. Dan pada 2025 ini, insya Allah akan dibangun tiga ruang kelas lagi,” ungkap Ricky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/7).

Pimpinan DPRD Sumut itu, juga menuturkan, pembangunan ini merupakan komitmen Pemprov Sumut dalam meningkatkan taraf pendidikan. Itu juga merupakan satu program prioritas untuk direalisasikan. Selama ini juga, menurut Ricky, di Kecamatan Batangserangan belum ada fasilitas pendidikan setingkat SMA negeri. Alhasil, pelajar harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk menimba ilmu ke SMA Negeri 1 Padangtualang.

Kini, dengan berdirinya SMAN 1 Batangserangan, berdampak kepada efisiensi waktu dan jarak tempuh pelajar untuk tiba di sekolah. Harapannya, dapat mendongkrak semangat pelajar untuk lebih giat menimba ilmu.

“Alhamdulillah, dengan adanya SMA Negeri 1 Batangserangan ini, adik-adik kita tak lagi menempuh jarak yang jauh untuk menimba ilmu. Dulu mereka harus ke SMA Negeri 1 Padangtualang untuk belajar di sekolah negeri. Saat ini sudah dekat,” tutur legislator dari Partai NasDem tersebut.

Dampak lain dari hadirnya sekolah ini, menurut Ricky, siswa diharapkan dapat lebih fokus lagi belajar. Sehingga dari sekolah negeri ini, dapat melahirkan calon pemimpin yang berkualitas dan berguna bagi bangsa serta negara di masa mendatang. (ted/saz)

Wakil Bupati Dairi Terima Audiensi BKPRMI Laeparira

AUDIENSI: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, saat menerima audensi pengurus BKPRMI Kecamatan Laeparira, Jumat (18/7).(Istimewa)
AUDIENSI: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, saat menerima audensi pengurus BKPRMI Kecamatan Laeparira, Jumat (18/7).(Istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, menerima audiensi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Laeparira di Kantor Bupati Dairi, Jumat (18/7).

Pada kesempatan itu, Ketua BKPRMI Kecamatan Laeparira, Irpan Efendi Harahap menyampaikan, sebagai organisasi pemuda dan remaja masjid di Indonesia, BKPRMI bertujuan untuk membina dan mengembangkan potensi pemuda serta remaja masjid.

Irpan juga meminta dukungan kepada Pemkab Dairi, untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan BKPRMI Kecamatan Laeparira. Dan memberdayakan mereka dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam keagamaan, sosial, dan ekonomi.

“Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam membangun kerja sama dan meningkatkan efektivitas program yang dilaksanakan BKPRMI dan Pemkab Dairi,” ungkap Irpan.

Sementara itu, Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala menyatakan, Pemkab Dairi berkomitmen mendukung segala bentuk kegiatan untuk membangun sinergitas pemerintah dan masyarakat.

“Saya berharap BKPRMI dapat terus eksis memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah membangun generasi muda dan generasi masjid yang Islami. Serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Taala, guna terwujudnya Dairi yang unggul dan terbaik,” jelasnya.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi dalam menyebarkan kebaikan di masyarakat.

“Semangat bersama menyebarkan kebaikan di masyarakat, dapat menjadi bekal utama BKPRMI menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat agar tidak mudah percaya pada berita-berita di media sosial (medsos). Menggerakkan anak muda untuk ke masjid adalah perubahan luar biasa yang bisa dimulai dari gerakan dasar ini,” kata Wahyu.

Wahyu juga mengajak BKPRMI untuk berinovasi dengan mencanangkan program kerja gotong royong meningkatkan kesetiakawanan sosial.

“BKPRMI bisa menjadi mitra strategis pemerintah mewujudkan visi misi Pemkab Dairi. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi mencapai tujuan itu, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, memiliki kecerdasan spiritual, dan tangguh dalam menghadapi tantangan global,” pungkasnya. (rud/saz)