Home Blog Page 21

Sembelih 5.000 Hewan Kurban, Kejeruan Metar Bilad Deli XI dan Aliyah Rizq Farm Cetak Rekor ASEAN dan Asia

CETAK REKOR: Penyerahan piagam penghargaan ASEAN Record dan Asia Record penyembelihan 5.000 hewan kurban. (Istimewa/Sumut Pos)
CETAK REKOR: Penyerahan piagam penghargaan ASEAN Record dan Asia Record penyembelihan 5.000 hewan kurban. (Istimewa/Sumut Pos)

Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Pesantren Yayasan Al Fatih, Palu Manan, Hamparanperak, Deliserdang, Rabu (27/5) berlangsung meriah dan bersejarah. Kurban akbar dipimpin Delphi El Hazmih gelar Datok Setia Bentara Kanan (ketua panitia) berhasil menyembelih 5.000 hewan hingga meraih penghargaan bergengsi ASEAN Record dan Asia Record.

Pelaksanaan Salat Ied turut dihadiri Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI YTAM Muhammad Fauzi, S.I.Kom., M.H beserta permaisuri, Bupati Deliserdang diwakili Drs. Zainal Abidin Hutagalung, M.AP (asisten I), CEO Aliyah Rizq Holdings Pte. Ltd. Datok Sri Mohamad Nor Ashraf gelar Datok Sri Abiasatiya Wira Negara Diraja KMBD, Syech Adnan Magharib, Pimpinan Yayasan Al Fatih H. Tasimin M.T gelar Datok Indra Sakti Diraja KMBD dan  Direktur The Herdsmen Pte. Ltd. Sri Ridzwan Syed gelar Datok Sri Haluan Indera Wangsa Diraja KMBD.

Salat Ied dipimpin Hadi Muslim, S.Sos gelar Datok Setia Tuan Imam Diraja KMBD dan khutbah Idul Adha disampaikan Muhammad Mukhlis gelar Datok Setia Diraja KMBD. Setelah pelaksanaan ibadah, penyembelihan hewan kurban pertama dilakukan YTAM Muhammad Fauzi, dilanjutkan Dato Sri Syech Adnan Magharib dan Dato Sri Mohamad Nor Ashraf.

Ribuan hewan kurban berupa lembu dan kambing kemudian didistribusikan kepada masjid dan masyarakat kurang mampu di Kota Medan dan sekitarnya. Sebagian lainnya diolah menjadi daging kaleng berbumbu untuk dikirim kepada peserta kurban di Singapura dan Malaysia. Kulit hewan kurban dimanfaatkan untuk kebutuhan industri kulit sebagai bentuk pemanfaatan maksimal hasil kurban.

Momen paling bersejarah terjadi saat Ketua Juri ASEAN Record Ms. Gillian Ooi menyerahkan piagam penghargaan ASEAN Record dan Asia Record kepada Datok Sri Mohamad Nor Ashraf, CEO Aliyah Rizq Holdings Pte. Ltd atas pencapaian kurban 5.000 ekor hewan. Pencapaian melibatkan persaingan dari 11 negara di ASEAN dan 47 negara di Asia. Penghargaan tersebut disambut meriah karena dinilai membawa nama Medan Tanah Deli Bumi Melayu ke perhatian internasional.

Bupati Deliserdang kagum atas pelaksanaan kurban akbar. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya menunjukkan semangat ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu yang berjalan harmonis bersama syiar Islam.

Hal senada disampaikan Syech Adnan Magharib sebelum menutup sambutan dengan doa. Ia menyebut penghargaan internasional menjadi simbol persaudaraan umat Islam serumpun Melayu lintas negara.

YTAM Muhammad Fauzi mengapresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung acara. Mulai dari Aliyah Rizq Holdings Pte. Ltd, Yayasan Al Fatih, The Herdsmen Pte. Ltd, panitia, Juru Sembelih Sejahtera (Juleha), Anak Melayu Bersatu (Ambe), perangkat desa Hamparanperak hingga masyarakat yang bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

YTAM Muhammad Fauzi menegaskan Idul Adha bukan sekadar seremoni tahunan. Tetapi momentum memperkuat persatuan umat, budaya Melayu dan nilai kemanusiaan melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial.

Dengan capaian 5.000 hewan kurban serta pengakuan ASEAN Record dan Asia Record, perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Hamparanperak resmi tercatat sebagai salah satu pelaksanaan kurban terbesar dan paling bersejarah di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar, S.H gelar Datok Daksa Satya Wangsa Diraja KMBD, Anggota DPRD Deliserdang Muhammad Adami Sulaiman, S.H., M.Ag gelar Datok Satria Cakra Wangsa Diraja KMBD dan Prof. dr. Ridha Darmajaya, Sp.BS (K) gelar Datok Sri Satya Lencana Negeri. (dmp)

Pewarta Polrestabes Medan Rutin Gelar Jumat Barokah

FOTO: Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis.
FOTO: Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan kembali menggelar kegiatan Jumat Barokah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di sekitar Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan itu diisi dengan silaturahmi bersama warga, serta dialog santai membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Medan.

Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi antara wartawan, masyarakat, dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.

Menurutnya, wartawan tidak hanya berperan menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan aparat penegak hukum.

“Jumat Barokah ini menjadi momen mempererat kebersamaan sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait kondisi keamanan di lingkungan mereka,” ujar Chairum.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara masyarakat dan seluruh unsur terkait sangat penting guna menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif di Kota Medan.

Dalam kegiatan itu, para anggota Pewarta bersama warga juga memanjatkan doa untuk keselamatan masyarakat serta jajaran kepolisian yang terus menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

Selain itu, masyarakat menyampaikan apresiasi terhadap langkah aparat kepolisian dalam memberantas berbagai bentuk kriminalitas, termasuk pengungkapan kasus narkoba dan praktik judi online yang meresahkan warga.

Warga juga diimbau agar aktif menjaga lingkungan masing-masing dan segera melapor apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

Pewarta Polrestabes Medan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan informasi yang objektif, edukatif, serta mendukung program-program positif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(azw)

Guru Ngaji Lawan Peredaran Narkoba di Pantailabu, Diberangkatkan Umrah oleh DPRD Deliserdang

BERI HADIAH: Ketua DPRD Deliserdang Zakky Shahri, Wakil Ketua DPRD Deliserdang H Hamdani Syahputra, Anggota DPRD Deliserdang masing-masing Junaidi dan Misnan Aljawi saat bertemu dan memberikan hadiah umrah kepada Halimatus Sa'diyah.
BERI HADIAH: Ketua DPRD Deliserdang Zakky Shahri, Wakil Ketua DPRD Deliserdang H Hamdani Syahputra, Anggota DPRD Deliserdang masing-masing Junaidi dan Misnan Aljawi saat bertemu dan memberikan hadiah umrah kepada Halimatus Sa'diyah.

LUBUKPAKAM – Pimpinan berserta Anggota DPRD Deliserdang memberikan apresiasi atas perjuangan Halimatus Sa’diyah seorang guru ngaji yang berani melawan peredaran narkoba dengan memberangkatkan umrah ke tanah suci Mekkah.

Selain Halimatus Sa’diyah, pimpinan dan Anggota DPRD Deliserdang juga turut memberangkatkan umroh Akifah seorang mualaf yang selama ini merupakan membantu Halimatus Sa’diyah mendirikan Rumah Tahfidz Qur’an Ar-Rahmah.

Hal itu terungkap saat Halimatus Sa’diyah bertemu dengan Ketua DPRD Deliserdang Zakky Shahri SH, Wakil Ketua DPRD Deliserdang H. Hamdani Syahputra S.Sos MH, Anggota DPRD Deliserdang masing-masing Junaidi SH dan Dr Misnan Aljawi SH MH, Kamis (28/5/2026) di ruangan Ketua DPRD.

Keberangkatan Halimatus Sa’diyah dan Akifah ini merupakan anggaran pribadi dari Ketua DPRD Deliserdang Zakky Shahri, Wakil Ketua DPRD Deliserdang H Hamdani Syahputra, Anggota DPRD Deliserdang masing-masing Junaidi dan Misnan Aljawi yang direncakan bertolak ke Tanah Suci pada bulan Agustus 2026.

Ketua DPRD Deliserdang Zakky Shahri menyebut sengaja mengundang Halimatus Sa’diyah sebagai bentuk mengapresiasi keberaniannya yang melawan peredaran narkoba.

“Kita DPRD Deliserdang tentunya mendukung pemberantasan narkoba. Apalagi kakak ini kita lihat jiwa yang berani dan punya Tahfidz Qur’an yang dia resah adanya peredaran narkoba. Sehingga dengan keberanian kita DPRD Deliserdang mengundangnya ke DPRD dan memberikan apresiasi berupa berangkat umroh,” katanya.

Senada dengan Zakky Shahri, Wakil Ketua DPRD Deliserdang H Hamdani Syahputra juga menyebut umroh tersebut merupakan ketetapan dari Allah SWT.

“Itu bentuk apresiasi kita Pimpinan dan Anggota DPRD Deliserdang dimana seperti yang disampaikan Ketua DPRD bahwa ibu Halimatus Sa’diyah yang begitu berani. Tidak semua orang seberani ibu ini. Ini hadiah yang sudah jalannya memang harus kesana gitu, jadi kami hanya menjembatani saja,” ungkapnya.

“Ibu ini kan guru ngaji cita-cita beliau juga kepengen umroh dan Allah SWT mengabulkan itu,” tambahnya.

Hamdani juga mengakui dirinya yang juga Pengurus Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara (MPW PP Sumut) telah dipesan oleh Ketua MPW PP Sumut Dr H Musa Rajekshah SSos MHum agar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Deliserdang untuk terlibat menjaga keamanan Halimatus Sa’diyah beserta Rumah Tahfidz Qur’an Ar-Rahmah dari orang-orang yang tidak suka atas keberanian Halimatus Sa’diyah melawan peredaran narkoba.

“Itu urusan Ketua Jhonkey (Ketua MPC PP Deliserdang) yang nanti keamanannya. Karena memang keberanian ada resikonya, tapi ibu ini cukup berani menerima resiko itu dan tadi Ketua MPW PP Sumut menugaskan Ketua MPC PP Deliserdang untuk mengawal ini,” katanya.

Ketua MPC PP Deliserdang yang juga Anggota DPRD Deliserdang Junaidi yang akrab disapa Jhonkey menegaskan bahwa pihaknya telah menekankan kepada kader untuk menjaga keamanan Halimatus Sa’diyah beserta Rumah Tahfidz Qur’an Ar-Rahmah.

“Bentuk pengawalan di hari Minggu kita ada RPP disitu kita tekankan kepada kader-kader untuk terus menjaga arel rumah ibu Halimah supaya tidak diganggu bandar-bandar narkoba atau antek-antek, pesuruhannya. Kami juga berkoordinasi dengan pihak Polresta Deliserdang untuk rutin patroli dan merazia daerah di sekitaran rumah ibu Halimah,” katanya.

Sedangkan Anggota DPRD Deliserdang Misnan Aljawi menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama. Sehingga memberikan dukungan serta apresiasi terhadap Halimatus Sa’diyah dengan memberangkatkan umroh beserta rekannya.”Kita sudah pasti mendukung ibu Halimah ini, karena narkoba itu musuh kita bersama,” tegasnya .

Sedangkan Halimatus Sa’diyah menyampaikan rasa harunya dan berterimakasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Deliserdang.

“Alhamdulillah ya Allah, ini semua atas seizin Allah SWT, doa-doa saya selama ini, tangisan saya di sajadah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Ketua DPRD Deliserdang Zakky Shahri, Bapak Wakil Ketua DPRD Hamdani Syahputra, serta  Anggota DPRD Bapak Misnan Aljawi dan Bapak Junaidi yang memberangkatkan saya dan kak Akifah. Kak Akifah ini yang menemani saya merintis Rumah Tahfidz,” ungkapnya.

Halimah pun tidak dapat membalas kebaikan Pimpinan dan Anggota DPRD Deliserdang tersebut, sehingga dia berdoa Allah SWT yang dapat membalas kebaikannya.

“Semoga Bapak-bapak senantiasa dalam lindungan Allah SWT berlipat-lipat ganda pahalanya dan bahagia selalu bersama istri, anak, dan cucu,” pungkasnya.(btr/azw)

Tanggapi LHP BPK, Bank Sumut Pastikan Rekomendasi Telah Ditindaklanjuti

MEDAN, SUMUT POS— PT Bank Sumut (Perseroda) akhirnya buka suara terkait pemberitaan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang tengah menjadi sorotan publik. Pihak manajemen menegaskan komitmennya untuk menjadikan hasil pemeriksaan tersebut sebagai momentum memperkuat tata kelola dan sistem pengendalian internal perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Sumut (Perseroda), Muhammad Syamsul Hidayat mengatakan, pihaknya menghormati perhatian dan kontrol sosial masyarakat terhadap berbagai informasi yang berkembang.

“Bagi Bank Sumut, hasil pemeriksaan BPK menjadi bagian penting untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta memperbaiki sistem pengendalian internal perusahaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar rekomendasi BPK dari berbagai periode pemeriksaan telah dan terus ditindaklanjuti, terutama terkait penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah. Menurutnya, langkah yang dilakukan mencakup penagihan intensif, restrukturisasi kredit bagi debitur yang kooperatif, lelang agunan, hingga proses hukum bersama aparat penegak hukum.

“Upaya-upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Rasio kredit bermasalah (NPL) Bank Sumut saat ini tetap terjaga di bawah 3 persen, masih jauh di bawah batas maksimal regulator sebesar 5 persen,” katanya.

Manajemen Bank Sumut juga memastikan operasional perusahaan tetap berjalan normal, stabil, dan aman. Dana nasabah disebut tetap terlindungi dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain itu, manajemen menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan secara menyeluruh dan menindak tegas praktik yang terindikasi fraud.

“Dengan semangat profesionalisme dan kolaborasi, Bank Sumut terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat serta memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Sumatera Utara,” tutup Syamsul. (adz)

Pererat Solidaritas, HIPKA Sumut Gelar Kurban di Pesantren Usman Syarif

MEDAN, SUMUT POS – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HIPKA) Sumatera Utara (Sumut) menyembelih hewan kurban di Pesantren Usman Syarif, Jalan Karya Baru Nomor 7, Medan Sunggal, Jumat (29/5/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Berkurban, Berbagi, dan Peduli untuk Ketakwaan dan Kebaikan”.

Ketua BPW HIPKA Sumut Anggi Rhaditya Lubis, S.P., M.M., menyatakan, ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah ini menjadi momentum penting. Menurutnya, aksi ini tidak hanya bertujuan mempererat solidaritas internal pengurus, tetapi juga menjadi bukti kontribusi nyata organisasi kepada masyarakat luas.

“Kami berharap daging kurban ini bermanfaat bagi anak-anak peserta didik, warga di sekitar pesantren, serta keluarga besar HIPKA. Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan keikhlasan dan ketaqwaan kita semua kepada Allah SWT,” ujar Anggi saat memberikan keterangan di lokasi acara.

Dalam pelaksanaannya, Anggi didampingi jajaran fungsionaris BPW HIPKA Sumut. Di antaranya Sekretaris Aja Syahri, serta pengurus lain seperti Erwinsyah Lubis, OK Dedek, Sayuti, Andi Wiliandi, Ismail Marzuki, dan Romi Pasaribu. Kehadiran para pengurus ini menegaskan semangat gotong royong dan silaturahmi yang kuat di dalam tubuh organisasi.

Aksi religi ini juga menjadi bagian dari rangkaian konsistensi gerakan sosial HIPKA Sumut. Di mana sebelumnya, organisasi para pengusaha Muslim ini juga bergerak aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan pascabencana banjir yang melanda wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Melalui kurban ini, HIPKA Sumut ingin menginspirasi berbagai kalangan untuk terus menumbuhkan nilai kepedulian sosial.

Aksi nyata ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak institusi pendidikan. Ketua Yayasan Pesantren Usman Syarif, Syafril Agus Dalimunthe, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh HIPKA Sumut.

“Pelaksanaan qurban di pesantren kami ini sangat melatih nilai-nilai religius. Semoga ini meningkatkan ketakwaan dan membawa berkah serta manfaat besar bagi para siswa dan masyarakat sekitar. Terima kasih banyak kepada HIPKA Sumut,” pungkas Syafril. (adz).

The Reiz Suites Gelar CSR Idul Adha, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan dengan Karyawan dan Warga Sekitar

MEDAN, SUMUT POS- Dalam semangat Hari Raya Idul Adha, The Reiz Suites kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penyembelihan sapi atas nama The Reiz Suites dan pembagian hewan kurban yang melibatkan seluruh karyawan hotel. Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan ini menjadi momentum untuk mempererat rasa solidaritas antar karyawan sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.

Seluruh proses mulai dari persiapan, penyembelihan, hingga pembagian daging kurban dilakukan secara gotong royong oleh seluruh tim The Reiz Suites. Daging kurban tidak hanya dibagikan kepada seluruh karyawan sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan internal perusahaan, tetapi juga disalurkan kepada warga-warga di sekitar area hotel sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata The Reiz Suites kepada lingkungan sekitar.

Selain kegiatan pembagian daging kurban, sebagian daging juga disisihkan untuk acara kebersamaan internal berupa bakar sate dan makan bersama seluruh karyawan setelah kegiatan selesai. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sepanjang acara, mencerminkan nilai kebersamaan yang terus dijaga oleh The Reiz Suites.

Pjs Operational Manager Batara Gusti menyatakan, kegiatan kurban ini bukan hanya
sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian The Reiz Suites terhadap sesama.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan Idul Adha tidak hanya dengan keluarga besar internal hotel, tetapi juga dengan masyarakat sekitar yang telah menjadi bagian dari lingkungan kami. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh karyawan menjadi hal yang sangat membanggakan menurut kami,” kata Batara Gusti.

Melalui kegiatan CSR ini, The Reiz Suites berharap dapat terus memperkuat hubungan baik dengan masyarakat sekitar serta menumbuhkan budaya kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi di lingkungan kerja. The Reiz Suites berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai program sosial dan kegiatan positif lainnya sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
(adz)

Warga Desa Pandiangan Dukung Operasional PT Dairi Prima Mineral, Harapkan Lapangan Kerja dan Perbaikan Infrastruktur

ASPIRASI: Orator aksi, Piter Manullang saat menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Dairi, Selasa (26/5). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS).
ASPIRASI: Orator aksi, Piter Manullang saat menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Dairi, Selasa (26/5). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS).

DAIRI – Ratusan warga Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, turun ke jalan untuk menyampaikan dukungan terhadap operasional PT Dairi Prima Mineral (DPM).

Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Kantor DPRD Dairi dan Kantor Bupati Dairi, masyarakat menyuarakan harapan agar kehadiran perusahaan tambang tersebut dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan warga dan pembangunan daerah.

Aksi yang digelar pada Selasa (26/5/2026) itu berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari personel Polres Dairi. Massa membawa berbagai aspirasi yang intinya mendukung keberlanjutan investasi PT Dairi Prima Mineral di wilayah mereka.

Dalam orasinya, tokoh masyarakat Desa Pandiangan, Piter Simanullang, menegaskan bahwa kehadiran warga ke pusat pemerintahan bukan untuk menolak, melainkan menyampaikan dukungan terhadap investasi yang dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi bahwa masyarakat Desa Pandiangan sangat mendukung kehadiran investor di Kabupaten Dairi, khususnya PT Dairi Prima Mineral,” ujar Piter di hadapan peserta aksi.

Ia juga menepis berbagai informasi yang berkembang yang menyebut seluruh warga Desa Pandiangan menolak keberadaan perusahaan tersebut. Menurutnya, klaim bahwa 100 persen masyarakat menolak operasional PT Dairi Prima Mineral tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

“Ada kelompok tertentu yang menyatakan seluruh warga Desa Pandiangan menolak perusahaan. Itu tidak benar. Kami datang untuk meluruskan informasi tersebut,” katanya.

Piter bersama tokoh masyarakat lainnya, Erik Sigalingging, menyebutkan bahwa mayoritas warga mendukung operasional perusahaan. Dari sekitar 460 kepala keluarga yang bermukim di Desa Pandiangan, mereka mengklaim sekitar 80 persen mendukung kehadiran PT Dairi Prima Mineral.

Menurut mereka, dukungan tersebut didasari harapan agar perusahaan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya generasi muda yang membutuhkan kesempatan bekerja di daerah sendiri.

“Kami berharap anak-anak kami bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan ini. Kehadiran investor tentu kami harapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Piter.

Selain membuka peluang kerja, masyarakat juga menaruh harapan besar terhadap kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah. Salah satu yang menjadi perhatian warga adalah kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.

Masyarakat meyakini keberadaan PT Dairi Prima Mineral dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan, termasuk perbaikan akses jalan dan program pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap perusahaan bisa berkolaborasi dengan pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur jalan yang saat ini masih rusak serta mendukung kebutuhan dasar masyarakat lainnya,” katanya.

Aspirasi warga tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin. Dalam pertemuan itu, Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi pada prinsipnya mendukung masuknya investasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Dairi mendukung kehadiran investor dengan harapan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Surung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan mendukung pembangunan daerah secara bersama-sama.

Terkait keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan yang rusak, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini terus berupaya melakukan pembenahan infrastruktur di berbagai wilayah Kabupaten Dairi.

Menurutnya, kehadiran investor juga diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap ke depan investor seperti PT Dairi Prima Mineral dapat berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendukung perbaikan infrastruktur dan pembangunan lainnya demi kepentingan masyarakat,” kata Surung.

Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib. Aksi tersebut menjadi gambaran adanya dukungan dari sebagian masyarakat Desa Pandiangan terhadap operasional PT Dairi Prima Mineral, dengan harapan investasi yang masuk dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Dairi. (rud/ila)

Dana Kelurahan Rp8 Miliar Dikelola Camat, Ronggur Nilai Langgar Aturan

BERSAMA: Anggota DPRD Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur Simorangkir (kiri) saat foto bersama dengan Kajari Iwan Setiawan.(Ronggur Simorangkir/Sumut Pos)
BERSAMA: Anggota DPRD Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur Simorangkir (kiri) saat foto bersama dengan Kajari Iwan Setiawan.(Ronggur Simorangkir/Sumut Pos)

BINJAI – Polemik pengelolaan dana kelurahan di Kota Binjai kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Binjai, Ronggur Simorangkir, menilai pengelolaan dana kelurahan senilai Rp8 miliar yang dilakukan melalui kecamatan bertentangan dengan regulasi dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah.

Hal ini muncul setelah auditor menemukan sejumlah persoalan dalam realisasi dana kelurahan tahun anggaran 2025. Dari total anggaran sebesar Rp11,7 miliar, sebanyak Rp8 miliar telah terealisasi. Namun pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut disebut tidak didukung dokumen yang lengkap dan memadai.

Ronggur menyebut pengelolaan dana kelurahan oleh camat merupakan praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, dana kelurahan sejatinya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan sehingga pengelolaannya harus berada di tangan lurah.

“Pak wali saat ini merupakan birokrat yang sudah puluhan tahun mengabdi. Namun dalam persoalan dana kelurahan ini terjadi praktik yang bertentangan dengan Permendagri. Ada kesan pembiaran terhadap pengelolaan dana yang dilakukan oleh camat, padahal aturan sudah sangat jelas,” ujar Ronggur, Kamis (28/5/2026).

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2018 telah mengatur bahwa dana kelurahan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.

“Kalau anggaran itu diperuntukkan untuk kelurahan, maka pengguna anggarannya seharusnya lurah, bukan camat,” tegasnya.

Dalam temuan auditor, pengelolaan dana kelurahan justru berada di bawah kendali kecamatan dengan camat bertindak sebagai pengguna anggaran. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang terjadinya penyimpangan karena tidak terdapat rincian yang jelas mengenai alokasi anggaran untuk masing-masing kelurahan.

Selain itu, auditor juga menemukan bahwa Pemerintah Kota Binjai belum memiliki pedoman umum maupun aturan teknis yang mengatur secara rinci tata kelola dana kelurahan.

Ronggur mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dana kelurahan sempat dialokasikan langsung ke kelurahan pada tahun 2022. Namun karena adanya kendala petunjuk teknis terkait pelaksanaan kegiatan fisik, anggaran tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Informasi yang kami peroleh, dana ini pernah ditempatkan di kelurahan pada tahun 2022. Namun karena persoalan juknis, tidak ada kelurahan yang menggunakan anggaran tersebut,” katanya.

Menurutnya, pada tahun-tahun berikutnya anggaran kemudian dikelola melalui kecamatan. Dalam praktiknya, dana tersebut diduga digunakan untuk berbagai kegiatan yang dinilai tidak sesuai dengan tujuan utama dana kelurahan.

“Informasinya, anggaran itu digunakan untuk berbagai kegiatan seperti papan bunga, MTQ dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai dengan peruntukan dana kelurahan,” ujar Ronggur.

Ia menilai temuan auditor menjadi indikasi adanya kekeliruan dalam penggunaan anggaran. Karena itu, dana yang telah direalisasikan dan tidak sesuai peruntukan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Temuan BPK mengindikasikan ada yang keliru dalam penggunaan anggaran tersebut. Karena itu, realisasi dana yang tidak sesuai aturan harus ditindaklanjuti sesuai rekomendasi yang diberikan,” katanya.

Temuan auditor juga menyebutkan bahwa anggaran dana kelurahan yang melekat dalam APBD kecamatan tidak menunjukkan secara rinci besaran alokasi maupun realisasi untuk setiap kelurahan. Kondisi tersebut menyulitkan proses pengawasan dan evaluasi penggunaan anggaran di lapangan.

Atas dasar itu, auditor merekomendasikan kepada Wali Kota Binjai agar segera menetapkan pedoman umum pengelolaan dana kelurahan beserta aturan teknis pelaksanaannya. Auditor juga menyarankan agar lurah ditetapkan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sehingga penggunaan dana dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. (ted/ila)