24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 224

Universitas Haji Sumatera Utara Wisuda 144 Lulusan

PENGHARGAAN: Penerima penghargaan pada wisuda ke-37 Universitas Haji Sumatera Utara di Tiara Convention Medan, Kamis (26/6). (ISTIMEWA/SUMUT POS)
PENGHARGAAN: Penerima penghargaan pada wisuda ke-37 Universitas Haji Sumatera Utara di Tiara Convention Medan, Kamis (26/6). (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Haji Sumatera Utara mewisuda 144 lulusan profesi, sarjana dan diploma di Tiara Convention Medan, Kamis (26/6). Wisuda ke-37 ini mengambil tema: Belajar Sepanjang Hayat, Melangkah Maju tanpa Batas.

Wisudawan dan wisudawati berasal dari program studi profesi ners angkatan XII, sarjana keperawatan angkatan XIII, diploma III keperawatan angkatan XXVIII, sarjana terapan kebidanan angkatan II dan diploma III kebidanan angkatan XX.

Wisuda dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr H Muhammad Isa Indrawan MM serta Ketua dan Anggota Yayasan Pendidikan Haji Sumatera Utara Dr H MP Siregar, Dr H Masroel Siregar, Dr Hj Fatni Sulani dan Ir HR Yuriandi Siregar SE.

Turut hadir ketua senat, pimpinan dan sivitas akademika Universitas Haji Sumatera Utara, pimpinan IBI, PPNI dan pimpinan rumah sakit, Puskesmas dan klinik di Medan, pimpinan BSI serta Kepala Sekolah Kesehatan Haji Sumatera Utara Farid Hidayat Siregar SKep Ns MKM.

“Inilah lulusan yang unggul dalam pengembangan sosio-sain teknopreneur berdasarkan nilai-nilai Islami di tingkat Asia. Inilah lulusan yang merupakan generasi yang mampu belajar sepanjang hayat dan dapat melangkah tanpa batas,” kata Rektor Universitas Haji Sumatera Utara Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD.

Dalam kesempatan ini diberikan penghargaan kepada Raduseh Sebayang (wisudawan tertua berusia 67 tahun), Nurul Rasiqah dan Vicka Erdianti (wisudawan termuda berusia 25 tahun). Sedangkan wisuda terpelajar yakni Suryanna Syam Tanjung, Aida Fitri dan Romisyahyadi.

Rektor juga mengingatkan petuah Prof BJ Habibie untuk konsisten menekuni suatu bidang, pasti meraih keberhasilan.
“Keberhasilan bukan milik orang pintar, melainkan milik orang yang senantiasa berusaha. Jangan berhenti mengejar impian. Meski belum ada di depan mata. Berkreasi dan ciptakan sesuatu. Jadilah pribadi yang siap menjalani setiap rintangan
Jadilah yang terbaik dan berikanlah yang terbaik,” katanya.

Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD memaparkan bahwa Universitas Haji Sumatera Utara mengelola 11 program studi dalam dua fakultas yakni FIK dan FSHD. Saat ini dosen berjumlah 73 orang dimana seorang dosen bergelar doktor; sembilan calon doktor. Lainnya bergelar S2 dengan pengalaman dan kompetensi dosen yang panjang. Berbagai pelatihan dan workshop; seminar nasional dan internasional ilmiah telah diikuti.

Universitas Haji Sumatera Utara, lanjut rektor, melakukan 108 MoU dan MoA ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Universitas ini menjadi pioner di bidang kesehatan nyeri, akupresur dan kebencanaan. “Pada 28 November 2023, terakreditasi baik sekali. Semua program studi juga sudah terakreditasi baik dan baik sekali. Semoga kedepan akan meningkat menjadi unggul,” katanya.

Rektor menambahkan bahwa perguruan tinggi yang dipimpinnya telah mendisain belajar dan pembelajaran yang sesuai KKNI level 5 sarjana S1 dan sarjana terapan D4 serta level 4 diploma 3. “Harapannya lulusan dapat memiliki pengetahuan konseptual teoritis dan mampu menerapkan Iptek. Kemudian mampu menganalisis masalah, mengambil putusan yang tepat dan memberi alternatif solusi masalah serta bertanggung jawab dan dapat diberi tanggung jawab,” papar rektor.

Rektor berharap wisudawan mampu menyumbang banyak hal kepada perbaikan masyarakat Indonesia. “Bermanfaatlah untuk orang lain dan berbaktilah pada orangtua pasti berhasil sukses. Jadilah profesional sejati: harmonis, amanah, jujur dan inovatif. Jadilah seperti kupu-kupu: tambah cantik, indah dan hebat setelah berubah bentuk, struktur dan pergerakan kerja sama. Jangan lupakan almamater Universitas Haji Sumatera Utara,” ujar rektor.

Sementara itu Kepala LLDikti Wilayah I mengucapkan selamat atas wisuda. Namun ia mengingatkan tantangan pasca-wisuda untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan profesi serta melatih diri meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai perkembangan zaman. Tantangan ketiga adalah pengetahuan digitalisasi.

Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD mengingatkan wisudawan yang telah bekerja tinggal meningkatkan profesi. Ia juga menjelaskan tentang kampus berdampak. Dalam melakukan riset, inovasi dan pengabdian masyarakat antara lain harus berdampak pada UMKM, Bumdes, koperasi merah putih, nelayan dan pedesaan. (dmp)

Dorong Petani Salak Langkat Go Digital, Dosen Polmed Ubah Limbah Salak Jadi Peluang Emas

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tim dosen dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) sukses menggelar program pengabdian kepada masyarakat di Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Rabu (18/6/2025). Kegiatan ini mengusung inovasi pengolahan limbah salak menjadi produk bernilai jual tinggi, dengan pendekatan lintas keahlian dari berbagai bidang ilmu.

Limbah salak seperti kulit dan biji yang sebelumnya dibuang begitu saja, kini bisa diolah menjadi produk seperti kopi biji salak, teh herbal, dan pupuk organik. “Kami melihat potensi besar dari limbah ini. Yang dibutuhkan hanya sentuhan teknologi dan manajemen,” ujar Benhur Pakpahan, dosen ahli di bidang Teknologi Pangan yang memimpin sesi pelatihan teknis pengolahan.

Program ini dikembangkan secara holistik. Pakar Manajemen Bisnis sekaligus Ketua Tim Pengabdian, Sudarsono menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan petani, strategi usaha, dan keberlanjutan ekonomi. “Kunci keberhasilan usaha mikro terletak pada sinergi produksi dan manajemen yang berorientasi pasar,” ujarnya.

Sisi keuangan tak luput dari perhatian. Ratna, Ahli Akuntansi dan Keuangan UMKM, memberikan pelatihan pencatatan keuangan berbasis SAK EMKM kepada para petani, guna memastikan usaha dapat tumbuh dengan administrasi yang sehat dan tertib.

Tak hanya produksi dan keuangan, aspek pemasaran juga dikuatkan. Rehulina Bangun, pakar Digital Marketing dan Desain Produk, melatih petani membuat label kemasan menarik dan mengajarkan teknik promosi melalui marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. Dalam waktu singkat, produk olahan salak berhasil listing online dan meraih transaksi perdana.

Program ini dipandu secara interaktif oleh Amrin, dosen bidang hukum syariah, yang berperan sebagai moderator dalam setiap sesi diskusi, pelatihan, dan evaluasi lapangan.

Pimpinan P3M Polmed menyambut baik keberhasilan tim ini. “Kegiatan ini adalah bukti nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, di mana dosen hadir langsung membantu masyarakat menemukan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” ucap Ketua P3M Polmed Dr. Rini Indahwati.

Diharapkan, pengabdian ini mampu menjadi model nasional dalam pemberdayaan petani berbasis limbah, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui inovasi lokal yang terintegrasi. (rel/adz)

Anggota DPRD Sumut Minta Tempat Hiburan Malam di Dari Ditertibkan

FOTO: Anggota DPRD Sumut Alfriyansah Ujung
FOTO: Anggota DPRD Sumut Alfriyansah Ujung

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Alfriyansah Ujung, menyampaikan keprihatinan dan kecaman keras terhadap insiden tragis meninggalnya seorang pemuda berinisial SS di salah satu tempat hiburan malam di Desa Huta Rakyat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Kamis (26/6) kemarin. Diduga kuat kematian korban berkaitan dengan konsumsi campuran obat-obatan terlarang dan minuman keras.

“Kita semua dikejutkan oleh kabar duka ini. Kejadian ini bukan hanya mencoreng wajah Kabupaten Dairi, tetapi juga menunjukkan bahwa peredaran narkoba dan lemahnya pengawasan terhadap tempat hiburan malam telah sampai pada titik yang sangat mengkhawatirkan,” tegas Alfriyansah Ujung, di Medan, Jumat, 27 Juni 2025.

Alfriyansah mendukung penuh pernyataan Ketua DPC GMNI Kabupaten Dairi, Andi Silalahi, yang menyerukan agar pemerintah daerah bertindak tegas terhadap tempat hiburan malam yang beroperasi tanpa pengawasan ketat.

Ia menekankan bahwa tempat-tempat semacam itu seringkali menjadi lokasi yang rawan penyalahgunaan narkotika, peredaran minuman keras ilegal, dan praktik-praktik lain yang merusak moral generasi muda.

“Saya mendesak pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Dairi, untuk mengusut tuntas kejadian ini dan memberantas segala bentuk peredaran narkotika maupun miras ilegal. Jangan beri ruang sedikit pun bagi oknum-oknum yang merusak masa depan anak bangsa,” ujar politisi muda tersebut.

Lebih lanjut, Alfriyansah juga meminta Pemerintah Kabupaten Dairi untuk segera melakukan evaluasi dan penertiban seluruh tempat hiburan malam, terutama yang tidak memiliki izin atau beroperasi di luar ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita tidak menolak hiburan, tapi semua harus berada dalam koridor hukum, menjaga norma, dan tidak membahayakan masyarakat. Jangan sampai tempat-tempat ini menjadi sumber degradasi moral dan kriminalitas di daerah,” tambahnya.

Alfriyansah juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan aparat penegak hukum untuk menjaga ketertiban dan keselamatan lingkungan.

“Kejadian ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Sudah saatnya kita bertindak secara kolektif agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.(azw)

Pengprov Perkemi Silaturahmi dengan KONI Sumut

BERSAMA: Ketua Perkemi Sumut Darwin SE dan pengurus bersama Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar dan pengurus di Kantor KONI Sumut, Kamis (26/6). (Dok Pribadi)
BERSAMA: Ketua Perkemi Sumut Darwin SE dan pengurus bersama Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar dan pengurus di Kantor KONI Sumut, Kamis (26/6). (Dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sumatera Utara periode 2025-2029 melakukan silaturahmi dengan KONI Sumut. Ketua Pengprov Perkemi Sumut Darwin SE diterima Ketua Umum KONI Sumut Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar di ruang kerjanya, Kamis (26/6).

Darwin mengatakan, kedatangan mereka untuk silaturahmi sekaligus memperkenalkan Pengprov Perkemi Sumut periode 2025-2029 yang akan dilantik, Sabtu (28/6/2025).

“Kita datang untuk memperkenalkan diri sekaligus mengundang Ketua Umum KONI Sumut untuk hadir pada pelantikan Pengprov Perkemi Sumut periode 2025-2029 nanti,” ujar Darwin didampingi Sekretaris Perkemi Sumut Indra Husada dan Bendahara Jovan Imantha.

Selain itu, Perkemi Sumut juga melaporkan kepada Ketua KONI Sumut tentang rencana tampil pada PON Bela Diri 2025 yang akan digelar di Kudus, Oktober mendatang. Perkemi Sumut berencana mengirimkan sejumlah atlet untuk menambah jam terbang dan pengamanan bertanding.

“Cabang Kempo akan mempertandingkan 28 nomor pada PON Bela Diri nanti. Kita berencana mengirimkan sekitar 16 atlet putra dan putri. Seleksi akan kita gelar pada Agustus nanti,” tambah Darwin.

Darwin menambahkan, keikutsertaan Perkemi Sumut pada PON Bela Diri ini akan yang pertama. Sebab pada tahun 2023 lalu, kempo Sumut tidak ambil bagian. “Ini juga ajang mengukur kemampuan atlet kita sekaligus persiapan menghadapi PON 2028,” tambahnya.

Ketua Umum KONI Sumut Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar menyambut baik kedatangan Pengprov Perkemi Sumut tersebut. Dia berharap agar Pengprov Perkemi Sumut periode 2025-2029 bisa bekerja maksimal dan melahirkan atlet berprestasi.

“Untuk PON Bela Diri 2025, KONI Sumut saat ini belum memiliki anggaran. Namun kita akan perjuangan agar ditambung di P-APBD Pemprov Sumut nanti,” ujar Hatunggal didampingi Wakil Ketua Umum I KONI Sumut Bambang K Wahono, Wakil Ketua Umum IV M Syahrir dan pengurus lainnya. (dek)⁰

Ketua Pewarta: Jumat Barokah Membentuk Jalinan Silaturahim Jurnalis

BERSAMA: Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chirum Lubis SH (4 kanan) bersama pengurus.
BERSAMA: Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chirum Lubis SH (4 kanan) bersama pengurus.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan melaksanakan kegiatan sosial berbagi beras kepada pengurus dan anggota melalui kegiatan Jumat Barokah bertempat di Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan Jalan Bromo Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Jumat (27/6).

Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chirum Lubis SH mengatakan bahwa Jumat Barokah yang dilaksanakan untuk memperkokoh dan membentuk silaturahim antara pengurus dan anggota juga memupuk mitra kerja dalam menjalankan tugas jurnalis.

“Selain silaturahim untuk mempererat jalinan kebersamaan, Jumat Barokah berharap semoga jalinan silaturhim ini dapat memperkokoh kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis dan beras yang diberikan kepada pengurus dan anggota dapat bermanfaat,” ujar Chairum Lubis.

Dalam kesempatan ini juga, dirinya tidak lupa meminta doanya kepada pengurus dan anggota agar cepat pulih. “Doakan saya cepat pulih supaya bisa bekerja kembali memimpin Pewarta Polrestabes Medan ini,” pungkasnya yang diamini pengurus dan anggota yang hadir.

“Kami selalu berdoa agar Ketua Pewarta Polrestabes cepat pulih, sehingga kita bisa bersama-sama lagi melaksanakan kegiatan sosial di masyarakat,” ucap para pengurus dan anggota Pewarta Polrestabes Medan.(azw)

Tim PKM Unimed Tingkatkan Produktivitas Buah Naga dengan Sistem Penerangan Tambahan dan Berikan Pelatihan Pertanian Cerdas Berbasis IoT

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Medan (Unimed) memberikan perangkat sistem penerangan tambahan untuk meningkatkan produktivitas tanaman buah naga di Desa Simpang Empat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Selain itu, tim juga memberikan pelatihan sistem pertanian cerdas berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan pengelolaan budidaya buah naga.

Tim PKM Unimed ini dipimpin Dr. Eng. Jubaidah, S.Pd., M.Si., dengan anggota Anik Juli Dwi Astuti, S.Si., M.Sc., Ph.D., Yeni Megalina, S.Pd., M.Si., Dr. Yul Ifda Tanjung, S.Pd., M.Pd., Irham Ramadhani, S.Pd., M.Pd., serta lima orang mahasiswa yakni Dea Lova Br. Sitepu, M. Hardiansyah, Wendy Goklas Sibarani, Septhya Maharani Gultom, dan Tazyah Amanda Lubis. Turut mendampingi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unimed, Indah Pratiwi, S.Pd.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Mei 2025 ini, disambut hangat oleh mitra utama, yaitu petani buah naga setempat, Suyatno, serta Kepala Dusun Edy Nasution dan masyarakat Dusun III dan IV Desa Simpang Empat.

“Perangkat sistem penerangan diberikan sebagai solusi inovatif untuk membantu para petani dalam meningkatkan frekuensi panen dan kualitas hasil pertanian buah naga mereka,” kata Ketua Tim PKM Unimed Dr. Eng. Jubaidah, S.Pd., M.Si.

Bersamaan dengan itu, lanjut Dr Jubaidah, pelatihan sistem pertanian cerdas berbasis IoT juga bertujuan membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memantau kondisi tanaman, tanah, dan iklim secara real-time melalui sensor, serta mengambil keputusan yang lebih tepat untuk irigasi, pemupukan, dan pengendalian hama.

Menurut Dr Jubaidah, program ini merupakan bagian dari upaya Unimed dalam memberikan kontribusi yang berdampak langsung kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna.

Kegiatan ini turut memberikan pembekalan teknis kepada petani tentang cara pemakaian dan perawatan sistem penerangan yang hemat energi berbasis Light Emitting Diode (LED), serta panduan awal dalam memahami dan mengoperasikan sistem pertanian cerdas berbasis IoT. “Tujuannya agar petani dapat menggunakan alat dan teknologi serta pengetahuan manajerial tersebut secara optimal dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Indah Pratiwi, S.Pd, dari Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) LPPM Unimed, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para petani buah naga dan juga masyarakat sekitar. Program ini tidak hanya memberikan solusi teknis untuk peningkatan produksi, tetapi juga membekali petani dengan pengetahuan bisnis yang komprehensif. Ini adalah langkah maju dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan berbasis inovasi di Serdang Bedagai,” ujarnya.

Melalui program pengabdian ini, Universitas Negeri Medan menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui pendekatan inovatif dan teknologi ramah lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi petani. Dengan kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan tercipta model pengembangan pertanian yang dapat direplikasi di wilayah-wilayah lain di Indonesia, khususnya dalam mengadopsi pertanian cerdas

Dalam kesempatan itu, Suyatno selaku mitra menjelaskan, penambahan penerangan di lahan buah naga miliknya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi. Ia mengungkapkan, sebelumnya hanya bisa panen 1–2 kali per tahun tanpa dukungan penerangan.

“Namun dengan adanya penerangan tambahan, frekuensi panen meningkat menjadi 3–4 kali per tahun. Pencahayaan buatan ini meniru kondisi siang hari yang dibutuhkan tanaman buah naga agar lebih cepat berbunga dan berbuah,” ujarnya.

Selain itu, Suyatno juga menyatakan antusiasmenya terhadap pelatihan IoT. “Kami jadi lebih paham bagaimana teknologi bisa membantu kami memantau kondisi tanaman secara presisi, semoga ini benar-benar bisa meningkatkan efisiensi dan hasil panen kami ke depannya,” tambahnya.

Kepala Dusun, Bapak Edy Nasution juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Tim PKM Unimed. Ia berharap dengan meningkatnya produktivitas buah naga, semakin banyak petani lain yang tertarik untuk membudidayakan komoditas ini. “Selama ini ubi kayu menjadi andalan utama kami. Tapi dengan nilai ekonomi buah naga yang lebih tinggi, tidak menutup kemungkinan buah naga akan menjadi komoditas unggulan baru di desa kami,” tuturnya.

Edy juga menilai, peningkatan produksi buah naga berpotensi meningkatkan taraf hidup para petani secara signifikan, karena harga jual buah naga relatif stabil dan permintaan pasar cukup tinggi. Beliau juga menekankan pentingnya adopsi teknologi seperti IoT dalam pertanian modern untuk menghadapi tantangan masa depan dan memastikan keberlanjutan sektor pertanian di desa mereka. (rel/adz)

Tingkatkan Keselamatan Kerja, PLN Hadir untuk Rakyat melalui Edukasi Bahaya Listrik Saat Panen Sawit

Foto bersama Tim PLN ULP Galang bersama Tim Panen perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Sei Putih
Foto bersama Tim PLN ULP Galang bersama Tim Panen perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Sei Putih

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan masyarakat melalui kegiatan edukasi keselamatan ketenagalistrikan. Khususnya, di area-area kerja yang memiliki potensi risiko tinggi, seperti perkebunan sawit.

Mengusung tema “Selamat Panen, Selamat dari Bahaya Listrik!”, kegiatan ini digelar di kawasan perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Sei Putih dan juga di lokasi lain di wilayah UP3 Rantauprapat.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi strategis antara PLN dan PTPN dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, tim dari PLN memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada para pekerja pemanen kelapa sawit mengenai potensi bahaya kelistrikan yang dapat mengancam keselamatan jiwa, terutama ketika menggunakan alat panen bertangkai panjang di dekat jaringan listrik.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menegaskan pentingnya membangun budaya sadar risiko di tengah masyarakat.

“Hal-hal yang terlihat sepele namun dilakukan berulang kali, seperti kegiatan panen, bisa menjadi celah bahaya jika tidak disertai dengan pemahaman keselamatan yang tepat. Untuk itu, kami hadirnya memberikan edukasi dan pengingat agar setiap langkah pekerjaan dilakukan dengan memastikan keselamatan diri dan lingkungan sekitar,” ujar Ahmad Syauki.

Edukasi yang disampaikan meliputi berbagai aspek keselamatan, seperti:

• Menjaga jarak aman dari jaringan listrik.

• Menghindari penggunaan alat panen logam yang panjang di area dekat jaringan.

• Mengenali potensi bahaya seperti kabel menggantung rendah, pohon menyentuh kabel, hingga kondisi tiang listrik yang tidak stabil.

• Langkah darurat apabila terjadi insiden listrik di area kerja.

Selain materi tentang keselamatan kerja, PLN juga memperkenalkan penggunaan Aplikasi PLN Mobile sebagai solusi digital untuk mempermudah pelanggan mengakses berbagai layanan kelistrikan, seperti pelaporan gangguan, pengecekan tagihan, pengajuan layanan baru, hingga pembelian token listrik prabayar.

Manajer PLN UP3 Lubuk Pakam, M. Harryadi Poel, menyampaikan bahwa keselamatan dan kemudahan layanan adalah dua hal yang saling melengkapi.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan kemudahan layanan melalui PLN Mobile menjadi bagian dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan, termasuk pekerja di sektor perkebunan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Manager ULP Kota Pinang, Dimas Setiyo Wibowo, juga menyampaikan pentingnya edukasi ini bagi para pekerja lapangan.

“Kami ingin para pemanen sawit tidak hanya memahami risiko kelistrikan, tetapi juga membentuk kebiasaan kerja yang aman dan waspada,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh jajaran manajemen PTPN IV Regional I Asisten Kepala Kebun Sei Putih, Efri Handoko, SP.

“Para pekerja kami adalah aset berharga. Kami sangat mengapresiasi kehadiran PLN yang tidak hanya menyediakan listrik, tapi juga peduli terhadap keselamatan mitra kerja di lapangan. Sosialisasi ini sangat bermanfaat dan memberi dampak positif,” ujar Efri.

Edukasi dilakukan secara interaktif, disertai simulasi di lapangan, pembagian leaflet keselamatan, serta sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif dari para peserta.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PLN untuk menumbuhkan budaya keselamatan kerja, serta mempererat kolaborasi antar sektor demi mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan berdaya saing tinggi. (ila)