Home Blog Page 23

Respons Cepat Usman Jakfar Telepon PDAM di Depan Warga Pulo Brayan yang Krisis Air Bersih

MEDAN, SUMUT POS– Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., menunjukkan aksi nyata saat menggelar Reses III Tahun Sidang II Tahun 2025–2026 di Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Selasa (26/5/2026). Di hadapan ratusan warga yang mengeluhkan krisis air bersih, Ketua Komisi A DPRD Sumut ini langsung mengambil telepon genggamnya dan menghubungi manajemen PDAM Tirtanadi di tempat.

Aksi spontan legislator dari Fraksi PKS ini memicu tepuk tangan riuh dari tokoh masyarakat, pemuda, dan emak-emak yang memadati lokasi acara. Langkah taktis ini diambil setelah warga menyampaikan keluhan mendalam mengenai belum masuknya jaringan pipa air bersih ke lingkungan mereka, sehingga kebutuhan sanitasi sehari-hari menjadi sangat terbatas dan mahal.

“Permasalahan masyarakat tidak boleh hanya didengar atau dicatat dalam lembaran kertas, tetapi harus segera ditindaklanjuti. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Hak rakyat ini harus menjadi perhatian bersama yang mendesak,” tegas Usman Jakfar pasca menghubungi pihak PDAM.

Dalam sambungan telepon interaktif tersebut, pihak PDAM merespons positif aduan darurat dari Usman Jakfar. Manajemen perusahaan daerah tersebut menyatakan kesiapannya untuk segera menurunkan tim teknis ke lapangan guna melakukan survei kelayakan dan mempercepat realisasi perluasan jaringan pipa air bersih di kawasan Pulo Brayan.

Masyarakat menilai respons kilat ini membuktikan komitmen tinggi seorang wakil rakyat. Selain krisis air, warga memanfaatkan momentum dialogis yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini untuk menitipkan aspirasi lain.

Di antaranya perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, pembenahan drainase untuk mencegah banjir, program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM, perhatian pada mutu pendidikan generasi muda, hingga penguatan insentif untuk layanan sosial keagamaan.

Sebagai Ketua Komisi A yang membidangi pemerintahan, Usman Jakfar mengingatkan bahwa pembangunan yang berkeadilan hanya bisa terwujud lewat sinergi kuat antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat. Ia berjanji akan terus mengawal seluruh proposal pembangunan ini di tingkat provinsi agar dapat dieksekusi secara konkret oleh dinas terkait.

Melalui agenda reses di Medan Barat ini, Usman berharap dinamika pembangunan di Kota Medan bisa bergerak lebih cepat, responsif, dan sepenuhnya berpihak pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat kecil. (adz)

Komitmen CSR Perumda Tirtanadi: Ardian Surbakti Serahkan 13 Hewan Kurban

Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menyerahkan secara simbolis 13 ekor sapi kurban di Halaman Masjid An Nazafah, Jalan Rumah Sumbul, Kecamatan Medan Kota, Selasa (26/5/2026). (Foto: Dok Perumda Tirtanadi Sumut)
Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menyerahkan secara simbolis 13 ekor sapi kurban di Halaman Masjid An Nazafah, Jalan Rumah Sumbul, Kecamatan Medan Kota, Selasa (26/5/2026). (Foto: Dok Perumda Tirtanadi Sumut)

MEDAN, SumutPos – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi kembali menunjukkan komitmen sosialnya menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menyerahkan secara simbolis 13 ekor sapi kurban di Halaman Masjid An Nazafah, Jalan Rumah Sumbul, Kecamatan Medan Kota, Selasa (26/5/2026).

Hewan kurban yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) ini akan didistribusikan ke seluruh jaringan instalasi perusahaan. Target utamanya adalah masyarakat yang berada di sekitar Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menurut Ardian Surbakti, aksi sosioreligius ini merupakan agenda tahunan yang konsisten dijalankan perusahaan. Momentum Iduladha menjadi pengingat pentingnya nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

“Kami berharap masyarakat di sekitar instalasi dan wilayah pelayanan Perumda Tirtanadi dapat merasakan kebahagiaan merayakan Iduladha bersama keluarga,” ujar Ardian.

Ia juga menegaskan bahwa program sosial kemaslahatan akan terus berjalan beriringan dengan tugas utama perusahaan dalam mengelola air bersih dan limbah.

Sebanyak 13 ekor sapi tersebut akan disalurkan ke beberapa titik strategis, antara lain di Booster Pump Jalan Garu 1, Masjid An Nazafah Jalan Rumah Sumbul, IPAM Martubung, IPAM Deli Tua, IPAM Sunggal, IPAM Hamparan Perak, IPAM Limau Manis, dan IPAL Cemara.

Langkah nyata Perumda Tirtanadi ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Pengurus Masjid An Nazafah menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas konsistensi perusahaan yang selalu hadir setiap tahun.

“Kami sangat berterima kasih. Daging kurban ini akan sangat berarti bagi kebahagiaan keluarga di sini saat Lebaran nanti. Kami doakan pelayanan Tirtanadi ke depan semakin baik,” ungkap salah seorang pengurus masjid.

Acara penyerahan simbolis ini juga dihadiri oleh Kabid Publikasi dan Komunikasi Lokot Parlindungan Siregar, jajaran Kepala Divisi, staf Perumda Tirtanadi, Badan Kemakmuran Masjid (BKM), serta warga sekitar. (adz)

Distribusi Air Bersih Terganggu Akibat Blackout Listrik, Dirut Tirtanadi Upayakan Tetap Berjalan Normal

Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti
Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti

Insiden pemadaman listrik total (blackout) yang melumpuhkan Pulau Sumatra, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Palembang, hingga Lampung, sejak Jumat (22/5) malam, memicu dampak domino pada pemenuhan kebutuhan dasar publik. Jaringan distribusi air bersih di Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gangguan akibat dinamika kelistrikan tersebut.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumut mengonfirmasi, pemadaman listrik yang sempat berlangsung selama 12 jam telah memicu fenomena turbulensi di dalam pipa distribusi. Kondisi inilah yang menyebabkan air berubah menjadi keruh saat aliran listrik kembali menyala.

“Turbulensi terjadi pada pipa dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama, seperti IPA Sunggal, Deli Tua, Limau Manis, Hamparan Perak, Martubung, dan Mebidang. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, saat dikonfirmasi via telepon seluler, Minggu (24/5).

Selain kekeruhan air, Ardian memaparkan, stabilitas listrik yang fluktuatif (mati-hidup) sempat mengganggu sistem kelistrikan pada mesin pompa di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM). Akibatnya, mesin generator cadangan (genset) terpaksa harus bekerja dengan intensitas ekstra keras demi mempertahankan suplai air.

Sebagai langkah penanganan cepat, manajemen Tirtanadi telah menginstruksikan seluruh Kepala Cabang untuk melakukan prosedur teknis pembersihan pipa secara serentak. “Seluruh Kepala Cabang sudah diinstruksikan untuk membuka Wash Out (WO). Langkah ini krusial agar air yang kotor akibat efek turbulensi segera terbuang, sehingga air di dalam pipa kembali bersih sebelum sampai ke konsumen,” tegas Ardian.

Dukungan operasional mengalir dari internal korporasi. Dewan Pengawas Tirtanadi, Andi Atmoko Panggabean, menyatakan apresiasi tinggi terhadap petugas lapangan yang bersiaga siang-malam sejak krisis energi melanda. Ia mendesak seluruh elemen pegawai menjaga semangat kerja guna mempercepat pemulihan layanan. “Semoga kondisi ini cepat pulih dan masyarakat pelanggan dapat segera kembali menikmati air bersih dengan kualitas normal,” pungkas Andi. (adz/ila)

Serentak di Seluruh Kantor Wilayah, Bank Mandiri Salurkan Paket Perlengkapan Belajar untuk Sahabat Difabel di Sumut

MEDAN, SUMUT POS – Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan semangat kebersamaan melalui penyaluran paket tas sekolah beserta bantuan sarana prasarana pendidikan kepada yayasan berkebutuhan khusus di Medan, Senin (25/5).

Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Mandiri Sahabat Difabel yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas melalui akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan dukungan ekonomi, dengan melibatkan 28 yayasan berkebutuhan khusus secara nasional.

Penyerahan bantuan berlangsung bersamaan dengan kegiatan nonton bareng film Semua Akan Baik-Baik Saja (SABBS), sebagai penanda konkret keberpihakan bank berkode emiten BMRI ini terhadap penyandang disabilitas di seluruh penjuru negeri.

Regional Chief Executive Officer Bank Mandiri Region I / Sumatera 1, I Gede Raka Arimbawa mengatakan, program ini lahir dari keyakinan bahwa kepedulian sosial yang sesungguhnya harus hadir dalam bentuk konkret dan terukur.

Inisiatif ini mencerminkan sinergi yang terintegrasi antara jaringan regional perusahaan, mitra yayasan, dan komitmen sosial yang dijalankan secara konsisten, sekaligus menjadi wujud akselerasi penguatan ekosistem kepedulian inklusif yang terus dikembangkan Bank Mandiri dari pusat hingga seluruh wilayah Bank Mandiri Sumatera Utara (Sumut).

“Kegiatan ini menjadi komitmen Bank Mandiri Sumut untuk hadir dalam semangat Melayani Sepenuh Hati untuk memastikan sahabat difabel mendapatkan akses yang mereka butuhkan, mulai dari perlengkapan belajar hingga ruang apresiasi yang setara,” ujar I Gede Raka Arimbawa dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).

Keselarasan antara program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta kolaborasi film ini mencerminkan cara Bank Mandiri memandang kepedulian sosial sebagai ekosistem yang hidup dan saling memperkuat. I Gede Raka Arimbawa menilai, inisiatif ini turut menjadi bagian dari ekosistem penggerak ekonomi negeri yang bertumpu pada nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

I Gede Raka Arimbawa mengatakan, keterlibatan perseroan dalam film SABBS merupakan wujud apresiasi terhadap karya sinema anak bangsa yang mengangkat nilai-nilai kemanusiaan secara otentik dan berani. Menurutnya, keselarasan antara pesan yang disampaikan film dengan komitmen sosial Bank Mandiri wilayah Sumut menjadi landasan untuk menghadirkan keduanya dalam satu momentum yang utuh dan bermakna.

Adapun, kegiatan ini diselenggarakan serentak di seluruh Kantor Wilayah Bank Mandiri dan dihadiri jajaran Direksi dan Top Management hingga pegawai difabel serta Mandirian di masing-masing wilayah. Anak-anak dari 28 yayasan mitra yang tersebar di seluruh Indonesia turut diundang menyaksikan film sebagai bagian dari pengalaman inklusif yang dirancang menyeluruh.

“Kami ingin Bank Mandiri wilayah Sumatera Utara tidak hanya menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi, namun juga korporasi yang hadir memperkuat ekosistem sosial secara nyata. Keberpihakan terhadap sahabat difabel adalah bagian dari keunggulan berkelanjutan yang terus kami perkuat,” pungkas I Gede Raka Arimbawa. (adz)

Warga Puji Kualitas Pengerjaan, Jalan Tetehosi Afia-Hambawa Tak Lagi Berlubang

JALAN MULUS: Ruas jalan Tetehosi Afia Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, tampak mulus dan berkualitas. (Eriusman Duha / Sumut Pos)
JALAN MULUS: Ruas jalan Tetehosi Afia Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, tampak mulus dan berkualitas. (Eriusman Duha / Sumut Pos)

NIAS – Bertahun-tahun rusak dan dikeluhkan warga, ruas Jalan Tetehosi Afia-Hambawa di Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, akhirnya mulus dan nyaman dilalui. Perbaikan jalan tersebut terlaksana melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang dibiayai pemerintah pusat.

Perubahan kondisi jalan itu disambut antusias masyarakat. Warga menilai pembangunan jalan memberi dampak nyata terhadap aktivitas sehari-hari, terutama bagi akses transportasi dan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Pantauan di lapangan, badan jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang dan kerap licin saat hujan, kini tampak lebih rapi dan kokoh. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas lebih nyaman dibanding sebelumnya.

“Dulu jalan ini rusak parah, kalau hujan sangat licin dan menyulitkan masyarakat. Sekarang sudah bagus dan sangat membantu aktivitas warga,” ujar Ama Evi Zega, warga Desa Tetehosi Afia,l, Jumat (22/5/2026).

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Kepulauan Nias, khususnya di Kota Gunungsitoli. Menurutnya, kualitas pengerjaan proyek juga terlihat lebih baik dibanding kondisi jalan sebelumnya. “Pekerjaannya rapi dan tidak asal-asalan. Kami berharap jalan ini bisa bertahan lama,” katanya.

Proyek preservasi Jalan Tetehosi Afia-Hambawa berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut), Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Sumatera Utara.

Pekerjaan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapotab Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai lebih dari Rp12,4 miliar. Proyek dikerjakan oleh CV Cipta Indah Persada dengan konsultan supervisi PT Daksinapati Karsa Konsultindo KSO PT Seecond.

Di balik rampungnya proyek itu, pelaksana mengaku menghadapi tantangan cukup berat selama proses pekerjaan. Salah satu kendala utama yakni melonjaknya harga material aspal di tengah pelaksanaan proyek.

Pelaksana proyek, Ama Thanse Zega, menyebut harga aspal mengalami kenaikan signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp1,7 juta menjadi Rp2,4 juta per satuan muatan.

“Memang ada kenaikan harga material yang cukup signifikan, khususnya aspal. Tetapi kami tetap berupaya maksimal agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada tekanan biaya material, proyek tetap mampu diselesaikan sesuai target. Hasil pengerjaan pun mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

Sementara itu, tokoh nasional asal Kepulauan Nias, Cristian Zebua, turut mengapresiasi pembangunan infrastruktur jalan tersebut. Mantan Pangdam XVII/Cenderawasih itu menilai pembangunan jalan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Masyarakat juga harus ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang sudah dibangun. Perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan jalan di Kepulauan Nias patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur jalan di Kepulauan Nias terus berlanjut, baik jalan nasional maupun jalan provinsi, guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

PPK 3.5 BBPJN Sumatera Utara, Theofilus Ginting, juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kondisi jalan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Menurutnya, masyarakat perlu menjaga drainase di sepanjang ruas jalan agar tidak tersumbat sampah sehingga kualitas jalan tetap terpelihara dan mendukung aktivitas ekonomi warga sekitar. (eri/azw)

New Zone dan Phantom Digerebek Polisi, Kadipar: Jika Terbukti, Izin Dicabut

Kadis Pariwisata Kota Medan, Odi Anggia Batubara. (Markus Pasaribu/Sumut Pos) 
Kadis Pariwisata Kota Medan, Odi Anggia Batubara. (Markus Pasaribu/Sumut Pos) 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M Odi Anggia Batubara, mengaku bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian pasca penggerebekan Tempat Hiburan Malam (THM) New Zone (NZ) di Jalan Kolonel Sugiono dan Phantom di Jalan Adam Malik.

Dikatakannya, pihaknya juga sudah turun ke lokasi melakukan Berita Acara Pembinaan (BAP) ke dua THM tersebut.   “Pasca digerebek kemarin kita langsung turun ke lokasi melakukan BAP. Pastinya kita menunggu hasil dari penyelidikan kepolisian dulu, kalau terbukti akan kita rekomendasikan cabut izinnya ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut),” ucap Odi saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Odi menjelaskan, saat ini THM NZ dan Phantom sudah dipasang garis polisi (line police) dan tidak ada aktivitas atau tutup. “Terus kita pantau dan kita ingatkan kepada manajemen agar jangan ada dulu aktivitas apapun selama masih berproses,” jelasnya.

Soal adanya dugaan peredaran narkoba di THM, Odi mengaku imbauan selalu disampaikan pihaknya ke semua THM yang ada di Kota Medan.  “Sosialisasi soal narkoba, senjata tajam (sajam) hingga anak di bawah umur jangan diperbolehkan masuk selalu kita sampaikan. Makanya dengan adanya temuan ini akan menjadi bahwa evaluasi kita ke depan. Nanti akan kita data dan periksa daftar tamu di semua THM untuk memastikan semua imbauan yang kita sampaikan benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Disinggung adakah atensi khusus ke Phantom (dulu Dragon KTV) mengingat ini merupakan penggerebekan kedua yang dilakukan Polrestabes Medan, Odi menyebut bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam menerbitkan izin THM.

“Setahu saya izin THM itu bisa diurus ketika nama usaha dan perusahaannya berbeda dari sebelumnya. Kalau perhatian khusus sepertinya tidak ada, hanya saja penekanan akan kembali kita sampaikan kepada semua pengusaha THM di Kota Medan agar mematuhi aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Bareskrim Mabes Polri menggerebek THM New Zone dan mengamankan 34 orang termasuk manajer hingga pengunjung, Sabtu (23/5/2026) kemarin.

Sehari berselang, Phantom juga digerebek Satres Narkoba Polrestabes Medan dan mengamankan seorang Customer Service (CS) berinisial IR bersama barang bukti 8 butir pil ekstasi. (map/ila)

Proyek Tower B RS Haji Senilai Rp484 Miliar, Gubsu Tolak Teken Kontrak

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengaku menolak menandatangani dokumen proyek pembangunan Tower B Rumah Sakit Haji yang disebut menelan anggaran hingga Rp484 miliar. Alasannya, karena menilai prosesnya tidak transparan dan memunculkan sejumlah kejanggalan.

Menurut Bobby, sejak awal dirinya tidak pernah menerima paparan resmi maupun penjelasan rinci terkait rencana pembangunan gedung 10 lantai tersebut.

Bobby menilai, proyek dengan nilai fantastis seharusnya melalui tahapan yang jelas dan terbuka, bukan justru langsung meminta persetujuan tanpa informasi memadai.
“Saya tidak pernah lihat dipresentasikan, tidak pernah ditunjukkan detail perencanaannya. Tiba-tiba diminta langsung tanda tangan. Ini kan tidak masuk akal,” tegas Bobby dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Bobby juga mengungkapkan adanya tekanan untuk segera menandatangani dokumen proyek, bahkan sebelum dirinya resmi dilantik sebagai gubernur. Kondisi ini, menurutnya, semakin memperkuat kecurigaan adanya proses yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Begitu dinyatakan menang oleh KPW, langsung banyak yang menghubungi, mengucapkan selamat, dan mendorong agar segera tanda tangan. Padahal saya belum dilantik saat itu,” ujarnya.

Selain persoalan transparansi, Bobby menyoroti besarnya nilai anggaran yang diajukan. Ia menyebut angka Rp484 miliar hanya untuk pembangunan fisik sebagai sesuatu yang tidak wajar dan perlu dikaji ulang secara menyeluruh. “Angka Rp484 miliar itu hanya untuk bangunan fisiknya saja. Itu menurut saya gila, tidak masuk akal. Masa proses awal saja sudah semahal itu,” katanya.

Atas dasar itu, Bobby menegaskan penolakannya untuk menandatangani kontrak proyek tersebut. Ia bahkan meminta agar rencana pembangunan Tower B RS Haji dibatalkan sementara waktu hingga seluruh proses dapat diperjelas dan dipastikan sesuai aturan.

“Saya tidak mau tanda tangan. Kalau dari awal saja sudah tidak transparan dan angkanya tidak masuk akal, lebih baik dibatalkan dulu,” tegasnya lagi.

Bobby juga mengingatkan agar tidak ada praktik yang merugikan daerah dengan menyajikan proyek yang tidak jelas namun bernilai besar. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dan keterbukaan dalam setiap penggunaan anggaran publik. “Jangan sampai kita seperti ‘menjual satu telur’ dengan harga yang tidak jelas. Semua harus transparan, masuk akal, dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap menjelaskan,
pembangunan Tower B Rumah Sakit (RS) Haji Medan dengan anggaran sebesar Rp484 miliar, merupakan usulan pinjaman sebelum masa Gubsu Bobby Nasution, dianggap berlebihan.

Pembangunan Tower B RS Haji Medan masuk dalam perencanaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mulai tahun 2023. Tujuannya, membuat RS Haji Medan menjadi RS bertaraf internasional dan punya fasilitas serta SDM yang mumpuni.

Korea Selatan dipilih menjadi investor atas rekomendasi Bappenas dan Kemenkeu. Kemenkeu kemudian meminta Pemprov Sumut untuk mendapat persetujuan dari Kemendagri melalui permohonan Gubernur.

“Penandatanganan permohonan persetujuan oleh gubernur sebelumnya belum selesai karena masalah administrasi, kemudian dilanjutkan ke Pj Gubernur Hasanudin dan Pj Gubernur Agus Fatoni, tetapi Mendagri merekomendasikan lebih baik ke Gubernur terpilih, Pak Bobby Nasution. Namun karena belum mendapat penjelasan secara rinci beliau menolak menandatanganinya,” tegas Erwin Hotmansah Harahap, Sabtu (23/5/2026).

Angka Rp484 miliar adalah nilai estimasi pinjaman pembangunan tower B, ditambah peralatan medis, Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), desain, peningkatan SDM itu sekitar Rp967,3 milliar (US$ 66.712.000). Hanya saja angka ini belum mutlak karena nilai perencanaan konsultan biasanya berbeda dan bisa lebih murah lagi setelah ditenderkan

“Jadi Rp484 milliar adalah nilai estimasi untuk pekerjaan konstruksi. Angka ini juga bukan angka mutlak karena selalu ada perubahan saat proses tender dilakukan, tergantung dari konsultan dan penawaran peserta tender,” jelas Erwin.

Pada saat kesepakatan dengan pemerintah Korea, pinjaman juga dihitung berdasarkan kurs saat itu, Rp14.500 per US$. Pinjaman akan berlangsung selama 40 tahun dengan greace period 10 tahun (yang dibayar hanya bunga pinjaman) dan bunga 0.05% per tahun.

“Estimasi nilai pinjaman itu dihasilkan dari perhitungan studi kelayakan tim Korea. Sedangkan nilai pinjaman sebenarnya nanti akan ditentukan nilai tender,” ungkap Erwin.

Mengenai pemberitaan pembangunan tower B ini yang sedang hangat di tengah masyarakat, Erwin berpesan agar disikapi dengan bijak, Sebab menurutnya, akan menimbulkan persepsi berlebihan dan cenderung menjadi informasi yang keliru, jika disampaikan dalam bentuk berita yang tidak disertai dengan fakta dan data. “Mari kita sikapi dengan bijak. Jangan berlebihan, apalagi sampai dikembangkan menjadi informasi tidak benar atau hoaks,” kata Erwin.(san/ila)

50 Peserta Ikuti Pelepasan Pelatihan Makeup dan Hairdo Uly Rias Pengantin, Cetak MUA Profesional dari Berbagai Daerah

PELEPASAN : Uly Rias Pengantin menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas pemula gelombang ke-9 khusus makeup dan hairdo di Hotel Grand Mercure, Medan, Senin (25/5/2025).(Dok : Ihsan Syahreza)
PELEPASAN : Uly Rias Pengantin menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas pemula gelombang ke-9 khusus makeup dan hairdo di Hotel Grand Mercure, Medan, Senin (25/5/2025).(Dok : Ihsan Syahreza)

Semangat generasi muda untuk meniti karier di industri kecantikan kembali terlihat dalam kegiatan pelepasan siswa kelas pemula gelombang ke-9 makeup dan hairdo yang digelar Uly Rias Pengantin di Hotel Grand Mercure Medan, Senin (25/5/2025).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bogor, Majalengka, Pekanbaru, Samarinda, Balikpapan hingga Bangka Belitung. Menariknya, seluruh peserta turut menghadirkan model masing-masing sebagai bagian dari ujian praktik akhir yang menjadi penentu kelulusan mereka dalam program pelatihan intensif tersebut.

Acara pelepasan berlangsung meriah dan penuh antusias. Para peserta tampak sibuk menyelesaikan sentuhan akhir makeup dan hairdo model mereka sebelum memasuki sesi penilaian dari tim penguji profesional.

Program pelatihan ini menjadi salah satu wadah pengembangan keterampilan di bidang tata rias pengantin dan hair styling yang kini semakin diminati masyarakat, khususnya perempuan muda dan ibu rumah tangga yang ingin memiliki keahlian profesional sekaligus membuka peluang usaha mandiri.

Owner sekaligus mentor utama Roida Uli Silitonga mengatakan, kegiatan pelepasan ini merupakan tahap akhir dari proses pembelajaran yang telah dijalani peserta selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, fokus utama penilaian berada pada kemampuan peserta dalam mengaplikasikan teknik yang telah dipelajari selama pelatihan, baik dari sisi makeup maupun hairdo.

“Untuk makeup, yang dinilai itu mulai dari kerapian alis, pemasangan bulu mata, blending, sampai detail lipstik. Sedangkan hairdo dilihat dari bentuk, keseimbangan kanan dan kiri, serta hasil akhirnya harus rapi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, standar pengerjaan rias pengantin lengkap dengan hairdo ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat jam. Standar tersebut diterapkan agar peserta terbiasa bekerja secara profesional dan siap menghadapi kebutuhan klien nantinya.

Roida mengungkapkan, minat masyarakat terhadap pelatihan makeup dan hairdo terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Bahkan, jumlah pendaftar di setiap gelombang disebut selalu melebihi kapasitas yang tersedia.

“Setiap gelombang kita batasi sekitar 50 peserta karena menyesuaikan kapasitas ruangan. Tapi peminatnya selalu lebih banyak, sehingga sebagian harus menunggu gelombang berikutnya,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa industri tata rias masih memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai bagian dari sektor ekonomi kreatif.

Tidak hanya berasal dari Medan atau Sumatera Utara, peserta yang mengikuti pelatihan juga datang dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu menjadi bukti bahwa pelatihan yang diselenggarakan Uly Rias Pengantin mulai dikenal secara luas dan dipercaya mampu melahirkan makeup artist (MUA) yang kompeten.

Dalam proses pelatihan, pihaknya juga menghadirkan narasumber profesional untuk memberikan materi makeup, sementara teknik hairdo diajarkan langsung oleh Roida sebagai mentor utama.

Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, Roida menegaskan bahwa program tersebut juga membawa misi sosial, yakni membantu memberdayakan perempuan dan mengurangi angka pengangguran melalui pengembangan skill di bidang kecantikan.

“Bagaimana talenta yang kita miliki bisa berdampak baik bagi orang lain, khususnya perempuan. Harapannya mereka bisa mandiri dan membantu mengurangi angka pengangguran lewat skill makeup dan hairdo,” ungkapnya.

Sementara itu, penguji kegiatan, Okky Chandra, memberikan apresiasi terhadap konsistensi program yang dinilai berhasil melahirkan banyak penata rias baru di Indonesia.

Menurutnya, industri tata rias saat ini memiliki peluang yang sangat besar karena menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM dan industri kreatif nasional.

“Program ini luar biasa karena mampu menciptakan banyak MUA baru yang punya kemampuan dan semangat untuk berkembang. Dunia kecantikan sekarang membutuhkan generasi muda yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Okky menilai antusiasme peserta menjadi salah satu indikator bahwa profesi penata rias kini semakin diminati sebagai pilihan karier masa depan. Meski demikian, ia menekankan bahwa kemampuan teknis dan kedisiplinan tetap menjadi hal utama yang harus dimiliki seorang MUA profesional. “Kerapian itu wajib. Cantik itu relatif, tapi hasil kerja seorang MUA harus rapi dan sesuai porsinya,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa peserta pemula tentu masih memiliki kekurangan dalam teknik maupun pengalaman. Namun melalui proses pelatihan yang intensif, mereka diyakini akan mampu berkembang dan bersaing di dunia kerja.

“Setelah dilatih, mereka mulai memahami teknik dan porsi makeup yang benar. Itu menjadi modal penting untuk masuk ke dunia profesional,” ujar Okky.

Salah satu peserta, Olin Manalu, mengaku rela merantau dari Cibinong, Bogor, demi mendalami dunia tata rias di Medan. Selama empat bulan terakhir, ia fokus mengikuti pelatihan untuk mengejar cita-citanya menjadi makeup artist sukses.

“Saya datang dari Bogor dan sudah sekitar empat bulan di Medan. Target saya ingin menjadi penata rias profesional dan sukses di bidang ini,” ujar Olin.

Olin mengaku terinspirasi oleh sosok MUA terkenal “Cikgu Bogomi” yang dianggap berhasil membangun nama besar di industri kecantikan. “Saya ingin seperti Cikgu Bogomi, dikenal luas dan punya karya sendiri. Saya percaya kalau kita punya ilmu, jalan menuju sukses akan lebih mudah,” harap Olin.

Menurutnya, suasana pelatihan yang ramai dan dinamis membuat proses belajar terasa lebih hidup dan menambah semangat peserta untuk terus berkembang.

Semangat serupa juga datang dari Mei Hutasoit yang sengaja datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk mempelajari teknik makeup khas Batak yang dinilai memiliki karakter kuat dan berbeda. “Saya sengaja belajar di Medan karena ingin mendapatkan ciri khas makeup Batak yang kuat di sini,” ujar Mei.

Meski baru menekuni dunia tata rias selama sekitar empat bulan, Mei mengaku memiliki target besar untuk mengembangkan usahanya di bidang kecantikan.

Mei mengaku bahwa saat ini dirinya sudah memiliki usaha salon perawatan di Balikpapan, namun belum menyediakan layanan makeup pengantin. Karena itu, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperluas bisnis yang dimilikinya.

“Saya sudah punya salon di Balikpapan, tapi belum ada layanan makeup. Setelah selesai belajar nanti saya ingin membuka jasa rias pengantin juga,” kata Mei.

Mei berharap keterampilan yang diperolehnya selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan di masa depan. “Harapan saya, setelah selesai belajar saya bisa merias pengantin dengan baik dan membuat klien puas,” katanya.

Kisah Olin dan Mei menjadi gambaran semangat generasi muda Indonesia dalam mengejar peluang di industri kecantikan. Dengan keberanian merantau, kemauan belajar, serta komitmen untuk terus berkembang, mereka optimistis mampu membangun masa depan melalui profesi penata rias. (san/ila)