29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 240

Hutan di Haranggaol Terbakar, Dinas LHK Sumut: Disebabkan Cuaca Panas, dan Pembukaan Lahan

Kepala Dinas LHK Sumut, Yuliani Siregar.
Kepala Dinas LHK Sumut, Yuliani Siregar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) Sumut menyebut jika kebakaran hutan yang terjadi di wilayah perbukitan di Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun pada Senin 2 Juni 2025, disebabkan cuaca panas dan juga adanya aktifitas warga dalam pembukaan lahan disekitar hutan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas LHK Sumut, Yuliani Siregar ketika memberikan keterangannya, Selasa (3/6/2025).

Ia mengatakan, kebakaran telah berhasil dipadamkan berkat kerja sama antara tim Pemadaman Kebakaran Manggala Agni dan beberapa warga sekitar.

“Tadi dari laporan tim dari KPH Wilayah II Siantar jika api telah berhasil dipadamkan pagi ini,” ucapnya.

Yuliani menjelaskan, jika kebakaran ini diduga kuat adanya aktifitas pembukaan lahan yang dilakukan oleh warga dengan cara dibakar. Hal ini juga sangat membahayakan masyarakat sekitar di wilayah tersebut.

“Masih banyak warga sekitar membakar lahan untuk dijadikan ladang, namun setelah dibakar ditinggal begitu saja, sehingga api kembali menyala dan menyebar ke area yang lain,” ucap Yuliani.

Yuliani juga mengingatkan jika wilayah tersebut tengah memasuki musim kemarau, sehingga potensi terjadinya kebakaran sangat besar, dan untuk warga diingatkan untuk waspada ketika membuka lahan dengan cara dibakar.

“Masyarakat sekitar harus berhati-hatilah jika membakar lahan tersebut,” ucapnya.

Dinas LHK Sumut pun sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, agar tetap menjaga lingkungan hutan untuk mengantisipasi adanya kebakaran hutan.

“Kita sudah berulang kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, dan dari pihak kami melalui Polisi Hutan (Polhutan) akan tetap memantau setiap aktifitas warga agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ucapnya.(san/han)

Wali Kota Tebingtinggi Serukan Revitalisasi Pancasila Dalam Segala Hal

UPACARA: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih ketika menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi. ISTIMEWA/SUMUT POS
UPACARA: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih ketika menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi. ISTIMEWA/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (2/6).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Iman Irdian Saragih membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi yang menyerukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan digitalisasi dalam segala dimensi kehidupan.

Iman menyampaikan, bahwa dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata, dengan menyebarnya paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial.

“Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan, dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital,” ujar Iman.

Dalam pidato yang dibacakannya, Wali Kota menjabarkan empat area utama revitalisasi Pancasila. Pertama, pendidikan, pancasila perlu ditanamkan sejak dini, tidak hanya dalam pelajaran formal, tetapi juga dalam praktik keseharian. Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter, dan kuat dalam integritas moral.

Kedua, pemerintahan dan birokrasi: nilai-nilai Pancasila harus terwujud dalam pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan.

Ketiga, ekonomi, pembangunan ekonomi harus dipastikan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial harus menjadi orientasi utama, dengan terus memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan, dan koperasi agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa.

Keempat, ruang digital, masyarakat perlu membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi, dan saling menghargai harus tetap ditegakkan. Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya.

“Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” tegas Iman Irdian.

Kembali Iman Irdian menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

“Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila. Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan,” paparnya.

Peringatan ini, menurut Iman Irdian harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita. “Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan,” tambahnya.

Iman Irdian mengakhiri pidatonya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan.

“Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara. Dirgahayu Pancasila! Jayalah Indonesiaku!,” seru Wali Kota Iman Irdian Saragih.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Chairil Mukmin Tambunan, Ketua DPRD Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Kompol Rudi Syahputra dan Forkompinda Kota Tebingtinggi. (ian/han)

KONI Medan Harapkan Popkot 2025 Lahirkan Bibit Atlet Potensial

LEPAS: Wali Kota Medan Rico Waas bersama Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal SE dan lainnya melepas balon tanda pembukaan Popkot Medan 2025 di Lapangan Pertiwi, Jalan Pembangunan, Medan Barat, Senin (2/6/2025). (Deking Sembiring)
LEPAS: Wali Kota Medan Rico Waas bersama Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal SE dan lainnya melepas balon tanda pembukaan Popkot Medan 2025 di Lapangan Pertiwi, Jalan Pembangunan, Medan Barat, Senin (2/6/2025). (Deking Sembiring)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE memberikan apresiasi atas pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkot) Medan 2025. Kejuaraan multi event yang berlangsung 2-8 Juni 2025 tersebut diharapkan bisa melahirkan bibit atlet potensial.

Hal itu dikatakan Aswindy Fachrizal usai menghadiri pembukaan Popkot Medan 2025 di Lapangan Pertiwi, Jalan Pembangunan, Medan Barat, Senin (2/6/2025). Turut hadir Sekretaris Umum KONI Medan Helty Susilo SE dan pengurus Siefried.

“Popkot ini merupakan ajang yang bagus untuk melahirkan bibit atlet potensial. Kita melihat tadi banyak atlet usia dini ambil bagian. Mereka merupakan atlet masa depan Kota Medan,” ujar Aswindy.

Karena itu, KONI Medan sangat mendukung pelaksanaan Popkot ini. Sebab turut membantu KONI Medan dalam mencari bibit atlet. Para atlet tersebut akan dipantau untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026.

Popkot Medan 2025 dibuka oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Dalam sambutannya, wali kota memberikan apresiasi dan bangga atas pelaksanaan Popkot Medan 2025 ini.

“Popkot ini membangun olahraga pelajar dan membangun generasi muda untuk memiliki daya saing. Kita harus memiliki daya saing dan sportif,” ujar wali kota.

Wali kota menambahkan, Popkot ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga sarana membangun disiplin, kerja keras dan kebersamaan. “Karena itu, kota berharap Popkot ini bisa melahirkan atlet-atlet baru dari Kota Medan yang akan menjadi kebanggaan kita,” harap wali kota.

Rico Waas mengaku bangga karena banyak atlet usia ini tampil pada event ini. Mereka merupakan atlet masa depan Kota Medan. Bahkan, wali kota sempat memanggil para atlet usia dini ke depan.

Wali kota juga mengingatkan para peserta untuk menjaga sportivitas. Sebab menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Tapi harus spotif dan menjaga kebersamaan. “Kalian harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Kota Medan,” pesannya kepada atlet.

Sebelumnya, Kadispora Kota Medan T Chairuniza melaporkan, Popkot Medan 2025 ini akan berlangsung pada 2-8 Juni dengan mempertandingkan 12 cabang olahraga yakni bulutangkis, tinju, tenis lapangan, taekwondo, sepatu roda, catur, tenis meja, sepak takraw, panjat tebing, karate, pencak silat, dan judo.

Sebanyak 910 atlet dari berbagai sekolah di Medan ambil bagian. “Kita berharapkan Popkot ini bisa meningkatkan potensi atlet pelajar di Kota Medan,” ungkap Kadispora. (dek)

Penrad Desak Kepolisian Usut Tuntas Kematian Siswa di Inhu

INDRAGIRI HULU, SUMUTPOS.CO- Kasus meninggalnya siswa kelas dua SD berinisial KB (8), di Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, menyisakan duka dan kekhawatiran mendalam terhadap dunia pendidikan di Tanah Air. KB diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan sekolah, yang belakangan ramai dikaitkan dengan motif perundungan berbasis SARA.

Merespons kasus ini, Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut), Pdt Penrad Siagian langsung menghubungi ayah korban, Gimson Beni Butarbutar (38) via ponselnya, Senin (2/6/2025). Kepada Gimson Butarbutar, Penrad menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian KB.

Ia juga mengaku prihatin setelah menerima laporan yang menyebutkan, kematian KB dipicu oleh perundungan dan kekerasan berbasis perbedaan identitas. “Kami ingin tahu seperti apa persoalannya, karena kami mendengar KB meninggal akibat perbedaan SARA yang terjadi. Ini tidak boleh dibiarkan. Saya sudah menelepon Wakapolda dan Kapolres untuk mengawal kasus ini secara hukum agar tidak terjadi lagi,” ujar Penrad kepada ayah korban.

Ia juga menegaskan, negara dalam hal ini institusi pendidikan dan kepolisian, harus menjamin ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, tanpa adanya kekerasan, apalagi yang bersumber dari intoleransi. “Saya juga meminta agar prosesnya dilanjutkan, sehingga rasa keadilan muncul dari pihak korban. Ini juga kesalahan di sekolah. Ada kelalaian pihak sekolah dalam mengedukasi anak-anak untuk bersikap toleran termasuk perbedaan-perbedaan yang ada. Ini pihak sekolah lalai karena persoalan seperti ini sudah berulang kali terjadi kepada anak kita,” ujarnya.

Gimson pun menyampaikan harapan agar para pelaku ditindak tegas, termasuk pihak sekolah yang menurutnya lalai. “Simpel kok permintaan kami. Anak-anak ini ditahan dan dihukum seberat-beratnya. Guru wali dan kepala sekolahnya juga supaya dipecat dari sekolah itu,” tuturnya.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pak Pendeta atas perhatian terhadap kasus KB ini,” sambung Gimson.

Sebelumnya, Penrad menghubungi Wakapolda Riau Brigjen Jossy Kusumo dan Kapolres Inhu AKBP Fahrian Siregar, guna menanyakan tindak lanjut dari kasus tersebut. Dalam sambungan telepon, Penrad mengingatkan agar polisi tidak hanya berhenti pada aspek forensik, melainkan menyelidiki lebih dalam motif kekerasan, termasuk potensi adanya unsur SARA yang menjadi latar belakang kasus ini.

“Kita akan tunggu hasil autopsi, tapi ini kejadian yang harus diperhatikan agar tidak terulang lagi. Apalagi kalau nanti terbukti ini karena SARA. Tapi bahkan jika pun tidak, fakta bahwa ada bullying di sekolah tetap harus jadi perhatian serius aparat penegak hukum,” ujar Penrad.

Penrad kembali menekankan pentingnya pengusutan tuntas atas motif di balik kematian KB. “Tolong ini dikawal, karena laporan yang kami dapat menyebutkan bahwa KB di-bully di ruang pendidikan. Ini sangat mengkhawatirkan, jangan sampai ruang pendidikan kita jadi lahan subur kekerasan dan intoleransi,” tegas Penrad.

Tak hanya menyoroti proses hukum, Penrad juga mengkritik keras lemahnya pendidikan karakter di sekolah. Ia meminta Kementerian Pendidikan untuk mengevaluasi kurikulum dan materi pelajaran yang masih mengandung unsur intoleransi. “Saya akan berkomunikasi dengan pihak kementerian. Banyak buku-buku yang justru mengajarkan intoleransi dalam materi ajarnya. Buku-buku seperti ini harus ditarik dari sekolah,” ujarnya.

Penrad menyatakan, dunia pendidikan harus dibersihkan dari segala bentuk kekerasan, termasuk yang berakar dari diskriminasi identitas. “Ini harus jadi momentum agar tak terulang lagi. Dunia sekolah itu tempat belajar, bukan tempat kekerasan. Sekolah harus bertanggung jawab karena lalai menyampaikan pendidikan toleransi kepada anak-anak. Artinya ada pendidikan yang tidak mereka sampaikan kepada anak terkait perbedaan yang ada di antara anak ini,” tegasnya.

Sementara, Brigjen Jossy Kusumo dan AKBP Fahrian Siregar mengatakan, proses penyidikan masih berjalan dan pihaknya menunggu hasil autopsi resmi terhadap jenazah KB. “Kami sudah mitigasi, Kapolres sudah ke rumah orang tuanya. Nanti hari Selasa (3 Juli 2025), biar dokter yang menjelaskan hasil autopsi,” ucap Brigjen Jossy. (adz)

Wakapolres Labuhanbatu: Pancasila Dasar Mempersatukan Bangsa

PERINGATAN: Wakapolres Labuhanbatu Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Mapolres Labuhanbatu. (FAJAR/SUMUT POS)
PERINGATAN: Wakapolres Labuhanbatu Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Mapolres Labuhanbatu. (FAJAR/SUMUT POS)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Wakil Kepala Polisi Resor (Wakapolres) Labuhanbatu, Kompol H Matondang mengatakan Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks.

“Pancasila bukan sekadar simbol negara. Namun merupakan dasar yang mempersatukan kita semua dalam keberagaman. Melalui momen ini, mari kita perkuat komitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan berpedoman pada nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Kompol H Matondang saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6/2025)di halaman Mapolres Labuhanbatu, Jalan MH. Thamrin, Rantauprapat.

Dalam amanatnya, Ia mengingatkan seluruh personel untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas. Serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kedinasan maupun bermasyarakat.

Upacara diikuti oleh barisan dari berbagai satuan fungsi, termasuk Pama, Sat Pol Air, Sat Binmas, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Narkoba, Sat Lantas, Sat Shabara, serta barisan ASN dan PHL. Kehadiran seluruh peserta menjadi wujud nyata penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ideologi Pancasila.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan lagu kebangsaan Andika Bhayangkari yang mengiringi semangat nasionalisme para peserta upacara. Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat kebangsaan. (fdh)

Dianggap Tidak Respon Masalah Dana WRS, Komisi IV Bakal Panggil DLH Medan

Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak
Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, menyoroti masalah pemakaian dana Wajib Retribusi Sampah (WRS) oleh Camat Medan Barat, Hendra Syahputra yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Dikatakan Paul, pihaknya di Komisi IV akan segera memanggil Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Suti Saidah dan jajarannya untuk membahas masalah ini dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Medan.

“Soal masalah uang WRS di Kecamatan Medan Barat, kita akan segera panggil Plt Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan dalam RDP,” ucap Paul, Minggu (1/6/2025).

Dikatakan Paul, uang iuran retribusi sampah tersebut merupakan kutipan wajib dari masyarakat yang akan disetorkan oleh mandor kebersihan sampah ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan. Dengan uang itu, Pemko Medan dapat melayani masyarakat terkait masalah persampahan.

“Untuk itu, masalah ini penting untuk segera dibahas. Kita tidak mau hal ini mengganggu masalah pelayanan sampah disana (Medan Barat),” ujarnya.

Sejauh ini, Paul mengaku tidak melihat adanya respon dari DLH Kota Medan di bawah Plt Kadis sekaligus Sekretaris DLH Kota Medan, Suti Saidah.
Padahal, para mandor kebersihan sampah dari berbagai kelurahan di kecamatan Medan Barat sudah sampai mengadukan nasib mereka kepada Anggota DPRD Kota Medan.

“Kita melihat, sepertinya Ibu Suti Saidah ini slow respon menanggapi keluhan para mandor kebersihan sampah itu. Padahal, mereka membela DLH Kota Medan atas uang iuran WRS yang dipakai oleh Camat Medan Barat, Hendra Syahputra,” tandas Paul.

Selain DLH Kota Medan, sambung Politisi PDIP ini juga mengatakan bahwa Komisi IV juga akan memanggil para mandor kebersihan sampah tersebut. (map/ila)

Dosen FH UMA Apresiasi Semangat Peserta Fun Run

MEDALI: Dosen UMA AKBP Purn Dr Serimin Pinem MKn (kanan) mengalungkan medali pada peserta fun run di garis finish. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)
MEDALI: Dosen UMA AKBP Purn Dr Serimin Pinem MKn (kanan) mengalungkan medali pada peserta fun run di garis finish. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dosen Fakultas Hukum Universitas Medan Area (FH UMA) AKBP Purn Dr Serimin Pinem MKn mengapresiasi semangat para peserta fun run sejauh 5 kilometer mengelilingi sejumlah ruas jalan di sekitar kampus UMA Jalan Kolam Medan yang dilaksanakan, Ahad (1/6).

Fun run yang diikuti 368 peserta ini merupakan salah satu kegiatan UMA Law Fair 2025 yang digelar FH UMA. Setiba garis finish, para peserta yang berkeringat langsung menerima medali. Diantara peserta terlihat ada yang merupakan siswa kelas VI SD.

AKBP Purn Dr Serimin Pinem MKn yang pernah menjadi Kasat Lantas Polrestabes Medan ini berharap peserta fun run mendapatkan kesehatan dengan berolahraga.

“Harapan kedua, masyarakat dapat lebih kenal dengan UMA yang juga mengutamakan kesehatan. Dalam yang sehat, terdapat jiwa yang sehat. Dengan demikian, UMA mendukung program pemerintah,” kata dosen yang selama menjadi perwira Polri pernah bertugas di SPN Sampali tersebut.

AKBP Purn Dr Serimin Pinem MKn bersyukur melihat antusiasme para peserta lari. “Gelaran olahraga yang dilaksanakan UMA ini membawa kesehatan masyarakat luas. Dengan telah mengenal UMA, semakin banyakg pula yang kuliah di UMA, terutama pada fakultas hukum,” sebutnya.

Fun run ini juga dihadiri Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc dan Dekan FH UMA Dr M Citra Ramadhan MH. Berbagai hadiah disediakan panitia bagi peserta lomba lari terbaik, pemenang games dan lucky draw. (dmp/han)