BERSAMA: Wakil Bupati Labuhanbatu Hj Ellya Rosa Siregar foto bersama di sela-sela acara, Senin (8/8).fajar/sumut pos.
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Labuhanbatu Hj Ellya Rosa Siregar menjelaskan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mempersiapkan generasi emas melalui pemberdayaan masyarakat desa dengan aksi pencegahan stunting di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.
Itu dikatakannya saat pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) terkait 1000 hari pertama kehidupan, pemantauan dan perkembangan bayi dan balita, Senin (8/8) di Rantauprapat.
“Penanggulangan stunting untuk persiapan generasi emas, melalui kebijakan desa sesuai undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Dengan objek desa melalui penekanan pemberdayaan masyarakat desa menyasar ke pendidikan dalam keluarga,” ujar Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Labuhanbatu itu.
Sedangkan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Labuhanbatu Rina Isyusilawati menegaskan untuk memastikan layanan tersedia sampai di tingkat desa serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, diperlukan adanya tenaga yang berasal dari masyarakat yang perduli terhadap pembangunan di desa.
Katanya, Kader Pembangunan Manusia (KPM) memiliki tujuan peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di pedesaan, meningkatkan kepedulian serta pemahaman masyarakat dan pemerintahan desa dalam penanganan dan pencegahan Stunting.
Di akhir bimbingannya wabup berharap dalam kegiatan ini KPM harus mampu meningkatkan peranserta. Atau partisipasi masyarakat dan lembaga, dalam proses perencanaan pelaksanaan kegiatan dan pemantauan. Serta dalam berkoordinasi dengan pelaku program dan lembaga lainnya seperti bidan desa, petugas gizi, Puskesmas, Guru PAUD dan atau aparat desa lainnya.
“Selain itu KPM diharapkan dapat memperkuat komitmen tim konvergensi stunting di tingkat Desa. Serta dapat meningkatkan kerjasama dengan segala potensi yang ada dalam masyarakat dengan tugas dan fungsinya baik melalui intervensi sensitif dan spesifik agar keberadaan generasi muda kedepannya dapat terjamin kebutuhannya,” pesan Wabup.
Pembinaan KPM yang diikuti oleh para kader Posyandu, Tenaga Gizi, Nakes Puskesmas dan kader PKK tersebut diisi dengan penyampaian materi oleh tiga narasumber yang dimoderatori oleh Kabid Kesmas Friska E Simanjuntak.
Ketua Pokja 4 TP.PKK Ernawati Kamal Ilham, dalam materinya menyampaikan ada tiga dasar pelayanan sosial yang perlu diperhatikan di tingkat desa untuk menunjang keberhasilan meningkatkan pembangunan masyarakat desa yang pertama Kesehatan, kedua Pendidikan dan ketiga Perlindungan Sosial.
“Arah kebijakan RPJMN 2020-2024, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta sangat diperlukan dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar dan peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Hadir mengikuti rangkaian acara tersebut tiga narasumber yakni Tenaga Ahli Dinas PMD Donal Sihombing, Penggerak Swadaya Masyarakat Dinas PMD Rosida Bulan, Ketua Pokja 4 TP PKK Ernawati Jamal Ilham Moderator, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Friska E Simanjuntak, Pejabat Fungsional Ahli Perencanaan Muda BAPPEDA Nova Lindawaty Ginting, Kader KPM, Kader Posyandu, dan lannya. (fdh/azw)
TANAM JAGUNG. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Robot Simanullang melakukan penanaman perdana jagung program KUR klaster di Desa Maju, Kecamatan Siempat Nempu belum lama ini
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, kembali mencanangkan program kredit usaha rakyat (KUR) klaster jagung yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, meningkatkan produksi dan mendongkrak kesejahteraan petani.
Pencanangan program KUR klaster jagung ditandai penanaman perdana benih jagung dilakukan Eddy KA Berutu didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perilanan, Robot Simanullang dan Kepala Bidang Sarana Prasarana, Eben Gurning di Desa Maju, Kecamatan Siempat Nempu akhir belum lama ini.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Iswan Togatorop, Senin (8/8) mengatakan, dalam kesempatan itu, Eddy KA Berutu mengatakan, gerakan tanam bersama jagung telah dilakukan di beberapa kecamatan.
Gerakan tanam bersama kita lakukan, untuk menggalakkan tanaman jagung agar petani menambah jumlah lahan tanam lewat program KUR klaster jagung ini, ucapnya.
Melalui program KUR klaster jagung, kita harapkan akan memotivasi budidaya jagung karena memdapat dukungan pemerintah. Adapum dukungan dimaksud yakni permodalan.
“Di mana, program KUR klaster jagung, hasil kerja sama Pemkab Dairi dengan PT Bank Sumut cabang Sidikalang dengan bunga pinjaman rendah serta syarat sangat ringan,” ujar Eddy.
“Lewat program itu, petani sangat terbantu permodalan. Benih dan pupuk kita sediakan, baik jumlah maupun tepat waktu,” imbuh Eddy.
Menurut Eddy penyuluh pertanian lapangan (PPL) dimaksimalkan mendampingi petani.bHasil produksi akan ditampung dengan harga yang disepakati.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada petani, sudah ikut program KUR klaster jagung dan kopi.
Ia juga mengapresiasi Dinas Pertanian, sudah bekerja maksimal dan turun langsung ke petani mensosialisasikan program dimaksud. (rud/azw)
PERUMAHAAN: Komplek Perumahan Kampung Baru Resor Jalan Kampung Baru, Rantau Utara.fajar dame/sumut pos.
SUMUTPOS.CO – Pengembang pembangunan Komplek Perumahan Kampung Baru Resort (KBR) di kawasan Jalan Kampung Baru, Rantau Utara dianggap arogan. Pasalnya, untuk memuluskan bisnis developer perumahan mewah di kawasan itu jalan alternatif untuk anak sekolah dari Jalan Rantau Lama ke Jalan Kampung Baru ditutup paksa.
“Kasihan anak-anak yang dari dan ke sekolah. Jalan mereka ditutup,” kata Siregar salahseorang warga Jalan Rantau Lama, Senin (8/8).
Padahal, kata dia jalan itu penghubung ke 3 sekolah di sana. Yakni, 2 sekolah dasar di SD 7 dan SD 8. Serta satu sekolah MTs Kampung Baru.
Alhasil, jalan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu dimanfaatkan para peserta didik itu ditimbun batang kayu. Dampaknya, menyulitkan siapapun melintas di sana. “Sengaja batang kayu besar dipalangkan. Tak bisa anak sekolah melewatinya,” tambah Siregar.
Orangtua, katanya terpaksa mengeluarkan tambahan uang untuk ongkos becak antar jemput anak-anak sekolah.
“Mudah-mudahan ada solusi hal ini. Kalau tidak, terlalu kejam pengembang dan pemerintah membiarkan masalah ini,” tandasnya.
Kepala Lingkungan Kampung Baru Atin Suheimi Hasibuan membenarkan kondisi itu. Menurutnya, pengembang perumahan tersebut terkesan arogan. Sebab, mengabaikan kepentingan umum.
“Awalnya manis sikapnya. Ujungnya merugikan orang banyak,” katanya.
Dihubungi wartawan, Atin mengakui di komplek perumahan itu sudah berdiri sejumlah rumah-rumah mewah. Bahkan, kata dia komplek itu akan difasilitasi pagar yang juga bakal menyulitkan sejumlah rumah yang sejak awal sudah berdiri di sana.
Sementara itu, seorang pekerja di sana mengakui batang pohon yang melintang sudah ditumbang menggunakan alat berat becho sejak beberapa bulan lalu. “Dari sebelum Bulan Ramadan sudah ditumbang. Itu pohon Cempedak,” jelasnya.
Dia mengakui jika batang itu belum dirapikam karena becho yang ada mengalami kerusakan. “Tapi kalau ada sinsow bisa dirapikan,” ujarnya.
Berbeda dengan developer perumahan tersebut. Arman menegaskan jika batang kayu itu sengaja ditumbang untuk menutup jalan. Alasannya untuk memastikan keamanan komplek perumahannya. “Siapa yang bisa memastikan keamanan kalau jalan itu dibuka,” katanya saat dihubungi.
Meskipun dijelaskan jika jalan tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu untuk lalulintas anak sekolah, dia tak bergeming. “Pemilik tanah yang sebelumnya tak mengizinkan tanah itu jadi jalan,” ketusnya.
Meski diduga kuat pembangunan perumahan mewah itu belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), tapi Arman memastikan tidak akan menyediakan tapak jalan untuk para anak sekolah. “Izin dalam pengurusan dan tidak akan ada jalan di sana,” pungkasnya. (fdh/azw)
TERSANGKA: Selebgram DY dijadikan tersangka, kasus arisan online yang menyeret namanya kini ditarik Polrestabes Medan dari Polsek Percut Seituan
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polrestabes Medan telah menarik kasus arisan online dari Polsek Percut Seituan. Diketahui penyidik Polsek Percut Seituan telah menetapkan seorang selebgram berinisial DY sebagai tersangka.
Ditariknya kasus arisan online yang menyeret penyidik Polsek Percut Seituan karena dinilai pihak DY tidak profesional itu turut dibenarkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda. “Sudah kita tarik kasus arisan online itu dari Polsek Percut Seituan,” katanya kepada wartawan, Senin (8/8).
Alasan Kombes Pol Valentino menarik kasus tersebut agar penanganannya berjalan lebih profesional ditangani oleh penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Medan. “Ditariknya kasus ini dilakukan agar proses hukum berjalan lebih profesional,” tambahnya.
Adapun Kapolrestabes Medan juga menjelaskan bahwa untuk laporan selebgram DY atas kasus arisan online di Polrestabes Medan yang menyeret namanya masih berlanjut sampai saat ini. “Laporan DY yang di Polrestabes Medan juga sampai sekarang masih kita proses, progresnya akan disampaikan,” katanya lagi.
Seperti diketahui sebelumnya bahwa penyidik dari Polsek Percut Seituan telah menetapkan status tersangka kepada selebgram DY atas kasus arisan online. Kasus tersebut atas laporan korbannya Cici Situmorang. Sementara itu, DY dan kuasa hukumnya juga melaporkan kasus arisan online ke Polda Sumut, alasannya kasus yang ditangani penyidik Polsek Percut Seituan diduga tidak profesional dan ada kejanggalan.
Selain itu DY juga melaporkan Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Iptu Bambang ke Propam Polda Sumut karena diduga melakukan tindak pemerasan atas kasus arisan online yang ditangani. Mendengar tuduhan itu, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Bambang, membantah telah melakukan pemerasan terhadap DY. Ia menerangkan DY sudah menjadi tersangka atas kasus arisan online dan berkas perkaranya pun telah dilimpahkan ke jaksa. (mag-3/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah sumatera Utara (Ditreskrimsus Polda Sumut) memeriksa selebgram kontroversial, Denise Chariesta, di Mapoldasu, Senin (8/8). Pemeriksaan terkait laporan Pengacara Medan, Razman Arif Nasution (RAN), atas dugaan pencemaran nama baik, beberapa waktu yang lalu.
Dari amatan wartawan, wanita yang kerap disapa Denise Cadel itu memenuhi panggilan penyidik dengan bergaya modis. Mengenakan baju terusan bewarna merah menyala, topi warna biru, dan asesoris kacamata. Dia tiba bersama kuasa hukumnya dengan menumpangi mobil Toyota Alphard hitam, sekira Pukul 11.00 WIB.
Sebelum memasuki gedung Ditreskrimsus Polda Sumut, Denise sempat memberi pesan menohok ke Razman, dengan tudingan mangkir dari panggilan penyidik soal dugaan penggelapan uang kliennya.
Menurutnya, Razman bukan warga negara yang baik, karena mangkir diperiksa polisi. “Ini akan menjadi contoh bagi bang Razman, kalau misalkan dapat panggilan jadilah warga negara yang baik seperti kita. Datang, jangan bikin surat undur mulu,” ujarnya.
Denise merupakan terlapor dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan RAN ke Polda Sumut. Dia mengaku sengaja datang dari Jakarta memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut.
Sebelum masuk, dia sempat menyapa Syamsul Chaniago, warga Medan yang juga dilaporkan dan diperiksa.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi, membenarkan pemeriksaan tersebut. Hadi menjelaskan, kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terlapor Denise Chariesta itu masih dalam proses penyelidikan. “Kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” tandasnya. (dwi/azw)
Syahbeni, pemilik AHS (AQUA Home Service) Keluarga, mengawasi para pekerjanya di ruko tempatnya berbisnis di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Senin (8/8/2022).
Kurun waktu 10 tahun, kios kecil-kecilan peninggalan ibunya bisa diubah menjadi bisnis beromzet ratusan juta rupiah. Bisnisnya relatif ‘sederhana’. Hanya berjualan air Aqua kemasan galon plus gas LPG. Dari jualan air Aqua saja, ia bisa untung bersih Rp45 juta per bulan. Apa rahasianya?
“Kuncinya gigih plus servis pastinya,” kata Syahbeni (48), pemilik AHS (AQUA Home Service) Keluarga, kepada awak media di Medan, Senin (8/8/2022). AHS Keluarga yang dikelolanya, termasuk AHS paling menginspirasi di wilayah Sumatera Utara, dalam program pengembangan ekonomi masyarakat (economic development) yang dilaksanakan Danone-AQUA.
Pria yang akrab dipanggil Beni ini lantas mengisahkan awal dirinya terjun ke bisnis jualan air Aqua kemasan galon, mulai dari hanya 30 galon hingga saat ini mencapai 10 ribu galon.
“AHS Keluarga ini awalnya dijalankan almarhumah ibu saya pada tahun 2011. Pada waktu itu kami anak-anaknya sepulang kerja dari kantor ikut membantu beliau mengangkat galon atau membantu pekerjaan lain,” katanya mengawali.
November 2012, perusahaan logistik tempat dirinya bekerja, berencana memindahkan dirinya ke Palembang.
“Karena keluarga di Medan, saya memutuskan untuk berhenti dan mulai sepenuhnya mengelola AHS Keluarga,” ungkapnya.
Di sebuah ruko di Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Medan, ia memulai bisnisnya dengan modal awal 30 galon air isi ulang Aqua. “Awalnya, seminggu pun tidak habis,” kisahnya.
Beni pun memutar otak gimana caranya menambah omzet. Muncul ide untuk mencetak kartu nama AHS Keluarga berikut nomor kontak. “Naik sepeda motor, saya keliling ke perumahan-perumahan dan perkantoran-perkantoran, menawarkan langganan air galon Aqua,” katanya.
Tiap hari, ia menyediakan waktu 1 jam khusus untuk menyebarkan kartu nama atau flyer berisi keterangan tentang AHS Keluarga. Kartu itu digantungnya pada pagar-pagar rumah di komplek sekitar Kecamatan Medan Maimun.
Hari demi hari, pelanggannya terus bertambah. Untuk menjaga pelanggannya agar tidak berpindah ke lain hati, Beni menomorsatukan kepuasan pelanggan. “Pokoknya, kita siap mengantar sampai ke rumah. Mau 1 galon pun, langsung kita antar. Pengantaran paling lama 15 menit sejak dipesan,” ujarnya. Ia bahkan melayani pengantaran hingga radius 5 kilometer dari lokasi toko.
Servis menjadi keunggulannya. Tak sekadar mengantar, ia juga siap memasangnya ke dispenser. Kebersihan plus keamanan produk dijaganya sebelum sampai di tangan pelanggan.
“Bagi saya, pelayanan yang baik kepada pelanggan merupakan salah satu kunci sukses dalam pengelolaan AHS. Intinya, apapun tantangannya… jangan putus asa,” ujar Beni seraya tersenyum lebar.
Kerja kerasnya pelan-pelan menunjukkan hasil. Dari awalnya hanya 30 galon, kini ia mampu menjual 10 ribu galon Aqua dalam sebulan. Dari awalnya hanya 1 sepeda motor, kini ia memiliki 7 becak bermotor untuk mengantar pesanan ke pelanggan.
Dibantu 7 orang yang menangani pengantaran produk, dan seorang tenaga administrasi, ia mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp 45 juta sebulan dari penjualan AQUA kemasan galon, botol, dan gelas. Belum termasuk penjualan gas elpiji.
“Pelanggan saya 80 persen adalah konsumen rumah tangga. Selebihnya perkantoran. Rata-rata rumah tangga memesan 5-10 galon Aqua per bulan,” ungkapnya.
Jadi, penjualan 10 ribu galon air Aqua itu kurang lebih hanya untuk 750 pelanggan saja. Adapun perkantoran bisa memesan hingga 60 galon Aqua per minggu.
Tak hendak berpuas diri dengan jumlah itu, Beni bertekad tetap menambah pelanggan. “Cita-cita saja adalah mendapat dua konsumen baru setiap hari,” katanya. Karena itu, meski usahanya sudah cukup mapan, ia tetap berupaya menjemput bola ke perumahan-perumahan dan perkantoran.
Dengan keuntungan bersih Rp 45 juta per bulan dari penjualan air Aqua saja, belum dari penjualan gas Elpiji, tahun lalu Beni sudah mampu melunasi ruko yang menjadi lokasi bisnisnya. “Alhamdulillah, tahun 2021 lunas. Ruko kini milik saya,” katanya dengan wajah semringah.
Selain itu, Beni mengaku bangga bisa ikut menciptakan lapangan kerja.
Pekerja di AHS (AQUA Home Service) Keluarga, bersiap mengantar pesanan Aqua galon ke pelanggan, Senin (8/8/2022).
Terbuka untuk Ibu Rumah Tangga
Regional Sales Manager Danone-AQUA wilayah Sumatera, Hendro Marpaung, mengatakan
program AHS (AQUA Home Service) adalah salah satu bentuk pengembangan ekonomi masyarakat (economic development) yang menjadi program unggulan Danone-AQUA.
“Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama para ibu rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa meninggalkan rumah,” jelasnya, didampingi Manajer Coorporate Communication Danone AQUA Michael Liemena.
Bagi yang tertarik ikut program AHS, hanya perlu menyediakan tempat, modal yang tidak terlampau besar, dan keinginan menjual dan menyebarluaskan pola hidup sehat melalui produk-produk AQUA.
“Kami akan mempersiapkan sarana penjualan. Seperti papan nama, ambalan untuk penyusunan galon, strategi dan edukasi untuk dapat melayani pelanggan dengan baik,” jelas Hendro.
Kepedulian Danone-AQUA terhadap masyarakat melalui program AQUA Home Service ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian sosial dan modal sosial. Pelaksanaan program selalu menitikberatkan pada peran aktif masyarakat. Selain AHS dapat memajukan ekonomi keluarga, AHS juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan air minum berkualitas masyarakat Indonesia dan memastikan produk asli sampai ke tangan konsumen.
“Para pengelola AHS dapat ikut mengalirkan kebaikan kepada masyrakat luas untuk selalu mengkonsumsi produk AQUA berasal sumber air yang terlindungi, mengandung mineral alami yang terjaga baik, dan proses produksi yang aman dan higienis,” tambah Hendro.
Jumlah AHS di seluruh Sumatera Utara kini mencapai 1.000 unit, dengan 465 unit AHS di antaranya berada di Medan.
Rata-rata penjualan AHS mencapai 800 galon Aqua per bulan. “Dengan untung Rp 4 ribu per galon, pengelola AHS bisa dapat penghasilan Rp 3,2 juta per bulan,” katanya.
Makin banyak pelanggan, tentunya keuntungan semakin besar. Selain keuntungan hasil penjualan, pengelola AHS juga berpotensi mendapat apresiasi dari Danone-AQUA untuk kondisi-kondisi tertentu.
Manajer Corporate Communication Danone AQUA, Michael Liemena, mengatakan, melalui program AHS ini, visi Danone-AQUA “One Planet One Health” yang meyakini bahwa kesehatan bumi dan kesehatan masyarakat selalu memiliki keterkaitan, dapat terwujud. “Kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat melalui program AHS ini selalu fokus pada kesehatan dan pelestarian lingkungan,” katanya. (Mea/rel)
LATIHAN: Para pemain PSMS kembali melakoni latihan di Stadion Kebun Bunga, Senin (8/8). (IST)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah selesai menjalani pemusatan latihan di Berastagi selama beberapa hari, PSMS kembali latihan di Kebun Bunga, Senin (8/8) sore. Namun latihan ini tanpa didampingi pelatih I Putu Gede.
Latihan ini dipimpin para asisten pelatih, diantaranya Rudi Hariantoko, Legimin Raharjo, Fauzal Mubaraq (pelatih kiper) dan Rifqi Hadiyanto (pelatih fisik).
“Beliau (Putu) sakit, jadi tidak bisa dampingi. Ini latihan perdana kita lagi usai dari Berastagi,” ujar asisten pelatih PSMS, Rudi Hariantoko, Senin (8/8).
Dalam sesi latihan tersebut, sejumlah pemain Ayam Kinantan latihan terpisah, seperti Supardi Nasir. Sedangkan Didik Ariyanto dan Andre Sitepu tak ikut latihan.
Dua pemain baru, Andri Muliadi (eks Persela Lamongan) dan Sandi Arta Samosir (pinjaman dari Persija Jakarta), juga sudah terlihat berlatih bersama tim. “Didik sakit juga. Demam dia. Kalau Supardi masih pemulihan cedera dan Andre (cedera) ketarik ototnya saat di Berastagi,” bebernya.
“Sandi sama Andri sudah sudah gabung dengan tim sejak di Berastagi. Untuk pemain baru lainnya belum ada. Infonya dari Bhayangkara FC. Namanya saya kurang tahu,” imbuhnya.
Ketika disinggung apakah Supardi dapat sembuh sebelum kick-off Liga 2 2022-2023, coach Rudi mengaku pihaknya optimistis pemain senior tersebut dapat kembali merumput sebelum kompetisi bergulir.
“Mudah-mudahan kita berharap dan optimis Supardi segera sembuh sebelum liga mulai,” papar pelatih berlisensi B AFC ini.
Supardi sendiri sama sekali tak pernah tampil di Edy Rahmayadi Cup 2022 kemarin. Bahkan dia tak masuk di dalam list pemain cadangan selama turnamen tersebut. (dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepekan diberlakukannya Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile berbasis ponsel (Hp), sejak 1 Agustus 2022, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditlantas Polda Sumut) masih menjumpai banyaknya pelanggaran berlalu lintas di Kota Medan.
Hal itu dikatakan Kasubdit Gakkum Satgas ETLE Ditlantas Polda Sumut, AKBP Alimuddin Sinurat kepada Sumut Pos di Medan, Senin (8/8).
Sesuai data yang diterima, pelanggaran yang tertangkap kamera (tercapture petugas) ETLE Mobile hungga 7 Agustus 2022, sebanyak 1.751 kasus. Sementara yang terkirim ke Back Office Gakkum Satgas ETLE Ditlantas Polda Sumut sebanyak 1.468 kasus, terkonfirmasi, yakni melalui website atau datang langsung sebanyak 107 kasus.
“Tetapi setelah diproses di Bac Office, hanya 68 kendaraan yang dinyatakan melakukan pelanggaran, yakni tidak menggunakan helm sebanyak 64 kasus dan melanggar rambu lalu lintas atau marka jalan, sebanyak 4 kasus,” ujarnya.
Sehingga, lanjut Alimuddin, yang dikirimkan tagihan tilang sesuai alamat domisili yang melakukan pelanggaran jumlahnya sama, yakni 68 kasus. Tetapi yang sudah membayar, baik melalui rekening maupun datang langsung sebanyak 40 orang.
“Sisanya yang belum bayar akan langsung terblokir kendaraannya. Nantinya ketika mau membayar pajak kendaraan, si pemilik kendaraan tersebut akan mengetahuinya,” sebutnya.
Proses konfirmasi diberikan tenggat waktu selama lima hari setelah dikirim tagihan tilang ke alamatnya, sedangkan proses pembayaran diberikan batas waktu selama 7 hari. Jika belum bisa membayar juga masih diberikan tenggat waktu hingga 7 hari berikutnya. “Jika selama tenggat waktu itu tidak juga membayar, maka akan terblokir dengan sendirinya,” imbuhnya.
Dijelaskannya, sosialisasi telah dilakukan selama sebulan, pada Juni 2022 lalu. ETLE yang diterapkan, yakni ETLE berbasis kamera pengawas atau ‘Closed Circuit Television’ (CCTV), ETLE statis, yakni dengan cara polisi lalu lintas aktif melakukan patroli dan ETLE Mobile berbasis Handphone (HP).
Adapun, papar Alimuddin, jenis-jenis pelanggaran yang ditangkap oleh kamera ETLE Mobile, yakni hanya pelanggaran-pelanggaran yang kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, melanggar rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan serta kendaraan yang masa berlaku pelat nomornya sudah habis.
“Semoga ke depannya masyarakat Kota Medan semakin memahami sistem ETLE ini,” harapnya. (dwi)
Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Heri Zulkarnain Hutajulu (tengah) berbincang dengan SBY, saat mengikuti pertemuan "Leaders Retreat Partai Demokrat" yang dihadiri Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY dan Ketua Umum AHY di Ciawi Bogor Hotel Pullman. (Istimewa/Sumut Pos)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP Partai Demokrat, Drs Heri Zulkarnain Hutajulu SH MSi mengikuti pertemuan “Leaders Retreat Partai Demokrat” yang dihadiri Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Ciawi Bogor Hotel Pullman, 5 hingga 7 Agustus 2022.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat, AHY menyebut Partai Demokrat harus segera bergerak cepat mempersiapkan mesin Partai Demokrat dalam menyongsong Pemilu 2024. AHY juga menginstruksikan kepada para jajaran pimpinan partai, terutama kepada 34 ketua DPD Partai Demokrat untuk menghidupkan mesin politik dan memperkuat sumber daya manusia (SDM).
“Pemilu 2024 sudah semakin dekat, konsolidasi internal sudah kita tuntaskan, dan kini saatnya kita melaju kencang menuju Pemilu 2024 dengan semangat baru dan tenaga baru. Mari kita semua fokus menatap ke depan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bisa meraih kemenangan di Pemilu 2024”, tegas AHY.
Kata AHY, SDM merupakan elemen penting dalam pencapaian tujuan organisasi. Karena itu, AHY meminta jajaran pimpinan Partai Demokrat di tingkat pusat dan 34 ketua DPD dari seluruh Indonesia secara terus-menerus memperkuat SDM di berbagai tingkatan.
“Di tengah upaya melakukan kerja-kerja nyata dan bermanfaat untuk rakyat, para pimpinan dan ketua-ketua DPD Partai Demokrat harus selalu memberikan perhatian pada upaya peningkatan kapabilitas dan kapasitas sumber daya manusia Partai di daerahnya masing-masing. Tantangan ke depan akan semakin kompleks, dan kita harus menyiapkan kader-kader kita untuk menghadapi situasi yang begitu cepat berubah dan tidak pasti”, sebut AHY .
AHY juga mengingatkan jajaran pimpinan pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat dan para ketua DPD Partai Demokrat dari 34 Provinsi, agar memegang teguh komitmen Partai Demokrat untuk menyuarakan terus apa yang menjadi persoalan dan keluhan masyarakat hari ini. “Demokrat harus selalu bersama dengan rakyat. Karena harapan rakyat, adalah perjuangan Demokrat,” pungkas AHY. (adz)
CIKARANG, SUMUTPOS.CO – Di tengah tantangan global 5C atau “The Perfect Storm” yakni Covid-19, Conflict, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living, perekonomian Indonesia mampu bangkit dan meneruskan tren pemulihannya. Pada Q2-2022, perekonomian Indonesia tetap tangguh dan melanjutkan pertumbuhan positif sebesar 5,44% (yoy).
Pertumbuhan ekonomi yang impresif pada Q2-2022 tersebut salah satunya ditopang oleh sektor industri pengolahan Non-Migas yang mampu tumbuh sebesar 4,33% (yoy) dengan kontribusi sebesar 16,01% terhadap PDB. Secara keseluruhan, industri pengolahan tumbuh sebesar 4,01% (yoy) dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 17,84%.
“Industri alat angkutan merupakan salah satu industri yang tumbuh cepat dan hingga Q2-2022 industri alat angkutan mampu meneruskan tren pemulihan dan tumbuh 7,35% dengan share terhadap PDB yaitu 1,36%,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada acara Peluncuran Produksi Perdana Wuling Air EV di PT. SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia Cikarang, Jawa Barat, Senin (8/08).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menko Airlangga secara resmi membuka acara peluncuran produksi perdana mobil Wuling Air EV buatan Indonesia. Menko Airlangga juga berkesempatan untuk meninjau general assembly pabrik Wuling untuk melihat proses pembuatan mobil-mobil produksi Wuling serta kemudian melakukan test drive mengendarai mobil Wuling Air EV.
Berdasarkan data Bloomberg, potensi permintaan Electric Vehicle (EV) di dunia diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai sekitar 55 juta unit EV hingga tahun 2040. Untuk menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung agenda Conference of Parties tentang Perubahan Iklim (COP21), Indonesia telah menerbitkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB)/BEV untuk Transportasi Jalan serta mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan dan pengembangan ekosistem industri KBL-BB melalui Peta Jalan Industri Otomotif Nasional dan Peta Jalan Pengembangan Industri KBL-BB.
“Tentu dengan peluncuran ini diharapkan masyarakat Indonesia bisa menggunakan kendaraan baterai atau electric vehicle yang harganya affordable. Dengan adanya mobil EV ini diharapkan dapat menciptakan net zero emission dan dengan semakin banyak kota-kota yang menggunakan EV, tingkat pencemaran lingkungannya semakin menurun,” tutur Menko Airlangga.
Pemerintah memandang optimis bahwa sektor industri akan mampu terus tumbuh. Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali mengalami ekspansi ke level 51,3 pada Juli 2022 atau meneruskan tren ekspansif 11 bulan berturut-turut. Survei Kegiatan Dunia Usaha yang dilakukan oleh Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa sektor Industri Pengolahan pada Q3-2022 diperkirakan masih akan mampu meneruskan pertumbuhan kembali.
“Saya berharap PT SGMW yang baru sekitar 7 tahun berdiri di Indonesia, bisa menjadi leading EV producer di seluruh Indonesia. Dengan investasi sebesar USD 1 miliar, 10.000 karyawan, dan luas area sebesar 60 hektar, ini juga menjadi salah satu basis ekspor otomotif Indonesia,” tutur Menko Airlangga.
Produk Wuling Air EV yang diluncurkan perdana pada kesempatan tersebut, merupakan peluncuran KBL-BB terbaru yang dikembangkan oleh Wuling. Produk ini juga telah dikonfirmasi sebagai kendaraan resmi untuk KTT G20 di Bali mendatang.
Pemerintah mengapresiasi komitmen kerjasama dari PT SGMW yang terus mendukung suksesnya penyelenggaraan KTT G20 dengan kualitas produk dan layanan yang terbaik, dan bersama-sama menunjukkan upaya Indonesia dalam penerapan penghematan energi, pengurangan emisi, perlindungan lingkungan hijau, serta pengembangan masa depan industri otomotif Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Duta Besar Cina untuk Indonesia, Staf Khusus Presiden, Direktur Utama PT PLN, Pj Bupati Bekasi, dan Direktur Wulings Motor. (dlt/fsr/*)